Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Bima menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangkaian Hari Jadi Bima (HJB) ke-386 tahun. Tujuannya sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima, Amrin Munawar, melalui Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Helmiati mengatakan, gerakan pangan murah merupakan bagian dari program stabilisasi pasokan dan harga pangan yang rutin dilaksanakan pemerintah untuk mengendalikan inflasi daerah.
“Ini program untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah. Kami melaksanakan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi pangan di Kabupaten Bima,” ujar Helmiati saat ditemui di stan Dinas Ketahanan Pangan, Selasa (30/6) malam.
Menurutnya, pelaksanaan gerakan pangan murah sengaja dipadukan dengan pameran HJB, agar lebih mudah diakses masyarakat. Selain memeriahkan rangkaian perayaan HJB ke-386, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Pada hari pertama pelaksanaan, Dinas Ketahanan Pangan menyediakan tiga komoditas utama, yakni beras, minyak goreng, dan gula pasir. Masyarakat tidak diwajibkan membeli dalam bentuk paket, melainkan dapat memilih komoditas sesuai kebutuhan.
“Tidak harus membeli paket. Masyarakat bebas memilih sesuai kebutuhan. Harga minyak goreng Rp15.500 per liter, beras Rp11.400 per kilogram, dan gula Rp18.000 per kilogram,” jelasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, panitia menyiapkan sekitar satu ton beras, hampir 500 liter minyak goreng, dan 200 kilogram gula pasir. Ketersediaan stok pada hari kedua akan disesuaikan dengan tingkat penjualan pada hari pertama.
“Satu ton beras, hampir 500 liter minyak goreng, dan 200 kilogram gula. Kami melihat perkembangan penjualan hari ini. Kalau antusiasme masyarakat tetap sama, stok untuk besok juga akan kami siapkan dalam jumlah yang sama,” tambahnya.
Kegiatan ini diakui, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hal itu terlihat dari ramainya warga yang memadati stan Dinas Ketahanan Pangan sejak kegiatan dibuka.
Ratnah, salah seorang warga yang membeli minyak goreng, mengaku harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran. “Alhamdulillah lumayan sekali. Biasanya saya beli minyak sampai Rp25 ribu per liter. Di sini hanya Rp15.500, jadi bisa hemat untuk kebutuhan lain,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Fatimah yang membeli gula pasir. Menurutnya, selisih harga yang ditawarkan cukup membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. “Kalau di luar sudah sekitar Rp20 ribu per kilogram. Di sini Rp18 ribu, lumayan bisa mengurangi belanja. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan karena harga kebutuhan pokok sekarang memang sedang mahal,” tuturnya. (hir)






