Home Blog Page 994

Dinas Pertanian Kota Mataram Bentuk Tim Kesehatan Hewan Kurban

0
Salah satu titik penjualan hewan kurban di Kota Mataram(Ekbis NTB/ant)

Mataram (Ekbis NTB) – Dinas Pertanian Kota Mataram telah membentuk tim pemeriksa kesehatan hewan kurban 1445 Hijriah untuk memastikan  penyediaan ternak kurban yang sehat.

“Keberadaan tim untuk menjamin daging kurban yang akan dikonsumsi oleh para mustahik adalah daging yang aman, sehat, utuh dan halal (Asuh),” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Petanian (Distan) Kota Mataram Hj Baiq Raihul Jannah di Mataram, Rabu.

Dikatakan, tim pemeriksa kesehatan hewan kurban tersebut beranggotakan 42 orang dan berasal dari berbagai unsur.

Tim tersebut bertugas melakukan pengecekan hewan kurban yang layak jual baik di tingkat pedagang maupun saat pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah sampai tiga hari ke depan.

Sebanyak 42 anggota tim tersebut akan disebar secara merata ke enam kecamatan se-Kota Mataram. “InsyaAllah, minggu pertama awal Juni 2024, tim kami akan mulai turun,” katanya.

Alasannya, karena saat ini pedagang hewan kurban sudah mulai membuka lapak di sejumlah tempat strategis di Kota Mataram. Seperti di kawasan Jalan Dakota, Jalan Gajah Mada, TGH Faisal Sweta, Jalan Panjitilar, Majeluk dan lainnya.

Dikatakan, dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, beberapa jenis penyakit yang biasa ditemukan saat pemeriksaan hewan kurban di pedagang, antara lain, penyakit mata, batuk, pilek dan koreng.

Meskipun penyakit tersebut masuk kategori ringan, tapi petugas akan menyarankan agar pedagang tidak menjual hewan kurban sakit sebelum sembuh.

“Saat turun, tim kami akan memberikan obat dan meminta pedagang memisah sementara hewan kurban yang sakit agar tidak menular ke hewan lain,” katanya.

Sementara jenis penyakit hewan kurban yang sering ditemukan dan berbahaya adalah jenis cacing hati yang hanya bisa diketahui saat hewan sudah disembelih.

Karena itu selama tiga hari pemotongan hewan kurban, tim kesehatan akan terus melaksanakan tugasnya di sejumlah titik pemotongan agar daging kurban yang dikonsumsi masyarakat adalah daging Asuh.

Data Distan Kota Mataram menyebutkan untuk lokasi pemotongan hewan kurban tahun 2022 tercatat sebanyak 253, dengan jumlah hewan kurban yang dipotong sebanyak 1.570 ekor kambing dan 1.057 ekor sapi. (ant)

Artikel lainnya….

Kejati Selidiki Dugaan Korupsi DAK Dikbud NTB Rp42 miliar

125 Buyer Dalam dan Luar Negeri Ikuti Table Top ASITA NTB Travel Mart 2024

Pemprov NTB Terima Duplikat Pusaka Kesultanan Sumbawa

Tinjau Ulang Rencana Impor Ayam Beku

0
Herman(Ekbis NTB/fit)

MENYIKAPI masih mahalnya harga ayam potong, Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Herman, A.Md., meminta Dinas Pertanian Kota Mataram segera mengambil langkah strategis. ‘’Namun terkait dengan kebijakan untuk mengambil ayam beku itu harusnya ditinjau kembali,’’ katanya menjawab Ekbis NTB di DPRD Kota Mataram, kemarin.

Artinya, lanjut Herman, di satu sisi ada angin segar bagi para peternak. Tetapi di sisi lain ada kepentingan konsumen atau masyarakat yang harus diperhatikan. ‘’Kenapa kita bisa sampaikan ditinjau kembali, lebih baik bagaimana menskemakan bekerjasama dengan para peternak. Baik peternak lokal di Kota Mataram maupun di luar Kota Mataram yang mungkin masih belum terdeteksi atau dipetakan oleh Dinas Pertanian,’’ terangnya.

Politisi Partai Gerindra ini yakin potensi peternak sangat luar biasa. Herman melihat kondisi ini sebagai suatu peluang yang bagus bagi para peternak. Sehingga menurut Herman, kebijakan memasukkan daging ayam beku ke Kota Mataram sebagai kebijakan yang kurang pas.

‘’Disatu sisi, peternak kita dirugikan,’’ cetusnya. Herman setuju kalau harga ayam memang harus distabilkan. Namun demikian, akan lebih elok kalau Dinas Pertanian memaksimalkan potensi peternak lokal. Oleh karena itu, Herman mendorong Dinas Pertanian Kota Mataram untuk melakukan pemetaan potensi peternak ayam di daerah ini.

Tujuannya, bagaimana supaya para peternak yang ada di Kota Mataram mendapat angin segar dengan harga ayam saat ini. ‘’Tentu tanpa mengesampingkan masyarakat atau konsumen,’’ imbuhnya. Herman meminta dinas untuk melakukan pengawasan di lapangan. Jangan sampai kenaikan harga ayam yang sudah cukup lama ini, ada peran dari para spekulan.

‘’Sehingga harga ayam bisa naik atau jatuh. Juga jangan sampai ada kepentingan lain. Mendatangkan ayam beku ini kan kita pertanyakan. Mungkin ada kepentingan lain,’’ ucapnya. Anggota dewan dua periode ini menyarankan agar Dinas Pertanian Kota Mataram memetakan persoalan ayam dari hulu ke hilir.

‘’Ayam ini apakah permasalahannya di hulu atau ketersediaan ayam potong kita yang sudah menurun. Kan banyak rumah potong unggas di Kota Mataram. Makanya saya minta Dinas Pertanian jangan mengambil langkah yang kurang elok,’’ pungkasnya. (fit)

125 Buyer Dalam dan Luar Negeri Ikuti Table Top ASITA NTB Travel Mart 2024

0
Table Top ASITA NTB Travel Mart, di Holiday Resort Senggigi (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Pariwisata NTB menggelar kegiatan table top ASITA NTB Travel Mart, di Holiday Resort Senggigi, Selasa 28 Mei 2024. Kegiatan ini diikuti 125 buyer dalam dan luar negeri.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Agus Gunawan mengapresiasi kegiatan yang digelar ASITA Pariwisata NTB ini. Kehadiran 125 buyer dari Jawa Sumatera, Kalimantan, hingga Malaysia ini tentu berdampak pada wisata NTB, khususnya Lombok Barat.

“Kita harapkan tidak hanya transaksi yang besar, tapi juga kenangan. Agar tahun depan semakin welcome, pemicunya memang MotoGP salah satunya,” ujarnya.

Saat ini menurutnya Senggigi tengah berbenah sebagai destinasi unggulan setelah KEK Mandalika, Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, dan lainnya.

“Di Lombok Barat tidak hanya Senggigi, ada gili-gili di Sekotong, di sana ada 90 Gili, saya sarankan teman-teman buyer, ayo ke Sekotong,” sambungnya.

Selain Sekotong, Lombok Barat juga memiliki wisata culture (budaya, Red) dan wisata alam. Salah satunya, Taman Narmada sebagai bentuk miniatur Gunung Rinjani dengan danau Segara Anak.

“Kita berharap bapak ibu saling bantu, karena ini adalah sinergi. Kita juga akan sama, kita akan promosikan IKN, Sumatera, dan lainnya,” imbuh Agus.

Lebih lanjut, event MotoGP memberikan efek bagus bagi semua, termasuk Senggigi. Hal ini terlihat dari kamar perhotel yang sudah terpesan penuh.

ASITA Pariwisata NTB ini, kata Agus merupakan mitra strategis Pemda Lombok Barat. Untuk menghidupkan kembali pariwisata, khususnya di Senggigi, Pemda tidak bisa sendiri. Namun harus berkolaborasi dengan seluruh asosiasi pelaku industri pariwisata, dan stakeholder lainnya.

“Jadi pariwisata ini bukan milik Pemda atau ASITA, ini adalah milik masyarakat. Semuanya akan memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan, kebersihan, dan lainnya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD ASITA Pariwisata NTB Hery Nurcahyo mengatakan, seluruh buyer terlihat antusias mengikuti kegiatan table top ASITA NTB Travel Mart tersebut. Tercatat sebanyak 35 seller dari berbagai hotel hingga MGPA dihadirkan dalam kegiatan itu.

“Mulai dari Senggigi, Gili Tramena, Kuta Lombok Tengah, dan Kota Mataram hadir memberikan penawaran terbaik mereka,” ujarnya.

Dijelaskannya, kegiatan ASITA NTB Travel Mart digelar selama tiga hari sejak 27-29 Mei 2024. Target transaksinya diawal sebesar Rp10 miliar, sehingga bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

Selain sesi table top, para buyer juga diajak mengunjungi Sirkuit Mandalika. Mereka diberi kesempatan merasakan sensasi berkendara di dalam sirkuit tersebut. Ini merupakan bagian dari strategi promosi untuk menjual paket MotoGP yang akan berlangsung dari 27 hingga 31 September 2024.

Selain menikmati sirkuit Mandalika, buyer kegiatan ini juga mengunjungi sejumlah destinasi wisata NTB lainnya. Di dalamnya termasuk desa wisata. Hal ini dilakukan agar bisa menambah nilai pengalaman bagi para buyer yang hadir.

Kami ingin membangun kebersamaan dan memperkuat jaringan bisnis antara hotel-hotel di Lombok dengan para buyer, katanya.

Pihaknya berharap, ASITA NTB Travel Mart ini dapat menjadi langkah awal yang positif dalam mempromosikan pariwisata berkelanjutan di Lombok. Sekaligus menjadi pendorong ekonomi lokal yang kuat menjelang perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika.

“Tujuan utama kami adalah membangun sinergi antara para pelaku industri pariwisata lokal dan memperkenalkan mereka kepada pasar internasional melalui MotoGP,” tandasnya.(bul)

Pemprov NTB Terima Duplikat Pusaka Kesultanan Sumbawa

0
Asisten III Setda NTB H. Wirawan (tengah) didampingi Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam (kanan) menerima hibah replika dari pusaka Kesultanan Sumbawa pada upacara adat pengangkatan Datu Raja Muda di Istana Dalam Loka, Rabu 29 Mei 2024. (Ekbis NTB/ist)

Sumbawa Besar (Ekbis NTB) – Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, S.H., M.H., menerima penyerahan hibah replika dari pusaka Kesultanan Sumbawa pada upacara adat pengangkatan Datu Raja Muda di Istana Dalam Loka, Rabu 29 Mei 2024. Hibah replika pusaka ini diberikan pada Pemprov NTB yang diterima Asisten III (Administrasi Umum) Setda NTB H. Wirawan, S.Si., M.T. Setelah itu diserahkan pada Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam.

Penyerahan ini dilakukan setelah Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharudin IV mengangkat cucunya Raihan Omar Hasani Daeng Mas Madinah sebagai Raja Muda Kesultanan Sumbawa.

Upacara sakral yang dilaksanakan kembali setelah 126 tahun ini tidak lagi Sultan dinobatkan untuk memegang pemerintahan, namun untuk menjaga dan melestarikan adat, budaya, dan menjaga marwah Tau Ke Tana Samawa.

“Saya sebagai Kepala Museum sangat bersyukur, Kesultanan Sumbawa telah melaksanakan prosesi adat setelah puluhan tahun dilakukan. Ini menunjukan bahwa eksistensi kebudayaan masyarakat masih tetap terjaga,” kata Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam setelah menerima replika benda pusaka Kerajaan Sumbawa.

Nuralam, sapaan akrab Kepala Museum Negeri NTB, mengatakan prosesi upacara adat ini merupakan salah satu keuntungan bagi masyarakat Sumbawa, karena adat dan budayanya masih dihargai.

Menurutnya ini akan menjadi salah satu faktor pendukung bagi kohesi masyarakat, dan daya rekat masyarakat terhadap kebudayaan.

“Karena kalau kita lupa, meninggalkan atau tidak peduli terhadap kebudayaan, itu merupakan suatu kehilangan yang besar bagi masyarakat Sumbawa dan juga NTB,” terangnya.

Dalam prosesi ini, lanjutnya, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Sultan Sumbawa yang telah memberikan duplikat dari pusaka Kerajaan Sumbawa yang nantinya akan dipamerkan di Museum Negeri NTB.

“Jadi ada sekitar 5 pusaka. Ada keris Sultan, ada juga replika bendera dan itu akan kita pamerkan di Museum Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

Terkait benda-benda pusaka kerajaan ini, pihaknya akan menyelesaikan administrasinya dan selanjutnya akan melaporkan kepada Gubernur NTB bahwa Kesultanan Sumbawa telah berkontribusi bagi koleksi yang ada di Museum Negeri NTB.

“Saya harap dengan hibah benda pusaka ini, mudah-mudahan dapat menambah khazanah kebudayaan kita yang ada di NTB,” ujarnya.

Sebelumnya, benda-benda tersebut diserahkan Sultan Sumbawa kepada Pemerintah Provinsi NTB yang diterima oleh Asisten III (Administrasi Umum) Setda NTB, H. Wirawan, S.Si., M.T dan selanjutnya diserahkan ke Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, S.H., M.H.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten III Setda NTB H. Wirawan mengapresiasi pengangkatan Datu Raja Muda Sumbawa yang akan memberikan dampak bagi penguatan episentrum kebudayaan masyarakat dan Tanah Samawa.

“Kesultanan saat ini bukan lagi menjadi sentrum kekuasaan, melainkan sentrum adat dan budaya,” ucapnya.

Dalam prosesi upacara adat ini di hadiri oleh Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri serta Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H, Ketua DPRD KSB, Kaharuddin Umar, dan Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Putera Ferryandi, S.IP. (ham)

IMI NTB Sarankan SEG Bertemu Walikota

0
dr. H. Lalu Herman Mahaputra (Ekbis NTB/Dok)

Mataram (EkbisNTB.com) – Pengurus Ikatan Motor Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyikapi penolakan Walikota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana terkait pelaksanaan Motorcross Grand Prix (MXGP) di Sirkuit Selaparang Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang. Samota Enduro Gemilang selaku penyelenggara disarankan bertemu dengan walikota untuk membicarakan teknis pelaksanaannya. “Semestinya, SEG selaku event organizer sowan dulu dengan Pak Walikota,” terang Ketua IMI Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra dikonfirmasi lewat sambungan telepone pada, Selasa 28 Mei 2024 sore kemarin.

Ditegaskan, IMI tidak memiliki ranah untuk mengurusi persoalan tersebut, melainkan fokus mengawal race atau berjalannya pertandingan balap motorcross kelas dunia tersebut. Terkait lokasi penyelenggaraan acara sepenuhnya menjadi hak dari pemilik wilayah dalam hal ini, Pemkot Mataram dan PT. Angkasa Pura I selaku pemilik lahan.

Jack sapaan akrab Direktur RSUP NTB menjelaskan, prosedur pelaksanaan balap motor bahwa SEG harus mengantongi izin race (balap) dari Pengurus IMI Pusat di Jakarta. Permohonan race ini, juga berdasarkan rekomendasi IMI NTB, karena penyelenggaraan balap motorcross skala internasional.

Untuk mendapatkan izin race juga tidak mudah. Penyelenggara harus memiliki lisensi untuk menyelenggarakan balap. Setelah persyaratan administrasi dipenuhi, maka IMI Pusat akan melakukan hologisasi kemudian mengeluarkan izin penyelenggaraan setelah ada pembayaran dari penyelenggara. “Kalau penyelenggaraannya skala lokal cukup IMI NTB yang keluarkan izin,” terangnya.

Sampai saat ini lanjut Jack, pengurus IMI Pusat belum mengeluarkan izin atau rekomendasi apapun terkait pelaksanaan MXGP di Mataram, karena status pelaksanaannya masih tertunda.

Berkaitan dengan penolakan Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, apakah berpengaruh terhadap batal atau dipindahnya lokasi balap? Jack menegaskan, pelaksanaan MXGP di Sirkuit Selaparang tergantung kebijakan walikota. Jika menyetujui pelaksanaan maka akan berjalan sesuai jadwal, tetapi sebaliknya jika tidak disetujui bisa batal. “Iya, tergantung Pak Wali kalau tidak acc gimana mau diselenggarakan,” ujarnya.

Namun demikian, ia kembali menegaskan IMI tidak masuk ranah dimana lokasi penyelenggaraan, melainkan fokus pada regulasi pertandingan. Menurutnya, kepala daerah memiliki hak untuk memperbolehkan ada atau tidaknya penyelenggaraan di eks Bandara Selaparang, walaupun yang memiliki aset PT. Angkasa Pura I.

Jack meyakini walikota pasti memberikan izin sepanjang diajak bicara terkait pelaksanaan MXGP tersebut. “Kalau tidak diajak ngomong bagaimana tahu dengan penyelenggaraan. Jadi wajar Pak Wali nolak kalau tidak pernah diajak diskusi. Saya sih setuju dengan Pak Wali,” demikian kata dia. (cem)

Pemkot Mataram Siapkan Konsep Membuka Dua Jalan Baru

0
Ilustrasi Jalan Baru (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Pemerintah Kota Mataram menyiapkan konsep untuk pembukaan akses jalan baru pada dua lokasi guna meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Rabu 29 Mei 2024 mengatakan, dua lokasi jalan baru yang akan dibuka itu adalah terusan Jalan Batu Bolog Pagutan tembus ke arah utara di Karang Anyar dan terusan Jalan Dakota menuju Kebon Talo Ampenan.

“Untuk pembukaan dua jalan tersebut, tahun ini kita akan lakukan penyiapan dokumen studi kelayakan,” katanya.

Karena itu, pihaknya sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp100 juta melalui APBD perubahan Kota Mataram tahun 2024, untuk mendukung kegiatan studi kelayakan.

Kegiatan studi kelayakan bertujuan untuk mengevaluasi peluang keberhasilan pembukaan jalan tersebut, sekaligus mendata dan mengetahui secara pasti kebutuhan dana pembebasan lahan.

“Setelah studi kelayakan, kita baru bisa tahu berapa lahan yang akan dibebaskan, termasuk besaran anggaran yang dibutuhkan,” katanya.

Dokumen studi kelayakan ini sebagai acuan pembentukan tim penaksir harga tanah atau rumah milik warga yang akan terkena dampak pembuatan jalan.

“Jadi setelah studi kelayakan, tahun 2025 bisa disiapkan anggaran pembebasan lahan. Sedangkan kegiatan fisik, diusulkan ke pemerintah pusat.

Menurutnya, panjang jalan yang akan dibuka di Jalan Batu Bolong Pagutan sekitar 750 meter, sedangkan di Jalan Dakota sekitr 1,3 kilometer.

Pembukaan akses jalan baru di Dakota ini lebih panjang karena bentuknya dari arah utara berbelok ke kiri menuju jalan yang sudah siap di Kebon Talo yang merupakan wilayah perbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat (Lobar)

“Jika Lombok Barat menyambut program kita ini dengan membuat terusan Jalan Dakota ke wilayah Midang Lombok Barat, maka kemacetan di Jalan Dakota yang selama ini terjadi bisa selesai,” katanya.(Ant)

4.000 Rumah di Mataram Jadi Sasaran Sambungan IPAL Komunal

0
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning (Ekbis NTB/Dok)

Mataram (Ekbis NTB) – Sebanyak 4.000 rumah tangga yang berada di Kecamatan Sekarbela dan Ampenan akan menjadi sasaran pertama penerima program sambungan jaringan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal induk.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Selasa 28 Mei 2024 mengatakan, ribuan rumah tangga pada dua kecamatan ini seperti Kelurahan Bintaro, Ampenan Tengah, Tanjung Karang, dan kelurahan lainnya, menjadi penerima manfaat pertama program IPAL komunal induk.

“Program ini merupakan bantuan Bank Dunia melalui pemerintah pusat, dengan anggaran sekitar Rp1,3 triliun dan ditargetkan mulai terbangun pada pertengahan tahun 2025,” katanya.

Melalui program itu, lanjutnya, limbah cair dan padat dari 4.000 rumah tangga tersebut akan disambungkan langsung ke IPAL komunal yang akan dibangun di kawasan Bagek Kembar Kecamatan Sekarbela di atas lahan sekitar 3,5 hektare.

Setelah 4.000 sambungan diberikan oleh pemerintah pusat, kata dia, maka pada tahun-tahun berikutnya menjadi tanggung jawab pemkot untuk melakukan penambahan sasaran sambungan IPAL komunal.

“Semakin banyak sambungan rumah tangga ke IPAL komunal, maka prestasi kita semakin bagus,” katanya.

Selain itu, lanjut Lale, keberadaan IPAL komunal skala kota ini ke depan dapat meringankan tugas dari Dinas PUPR dalam melayani sedot manual tinja.

Dengan demikian rumah tangga yang berada di sekitar IPAL komunal dapat sambungan langsung, kata dia, sedangkan rumah tangga yang jauh dari IPAL komunal dilayani dengan sedot manual.

“Tapi ke depan, kita targetkan semua rumah tangga di enam kecamatan bisa terkoneksi langsung ke IPAL komunal induk,” katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, ke depan tidak ada lagi rumah tangga yang membuat septic tank, sebab semua akan dialirkan langsung ke IPAL komunal tersebut.

Sementara menyinggung tentang pengolahan limbah di IPAL komunal, Lale mengatakan, limbah tersebut akan di lakukan treatment khusus hingga kualitas airnya sesuai dengan standar baku mutu, baru dilepas ke badan air atau sungai.

Tetapi ke depan, kata dia, air limbah yang sudah diolah akan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman pada sejumlah taman kota, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup sehingga tidak semua air dibuang ke badan sungai.

“Sedangkan untuk ampas atau limbah padat, akan dijadikan pupuk tanaman,” kata Lale Widiahning.(Ant)

Ibu Negara Dijadwalkan Kunjungi NTB, Ini Agendanya

0
Penjabat (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Lale Prayatni (Ekbis NTB/Dok)

Mataram (Ekbis NTB) – Ibu Negara, Iriana Joko Widodo bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) dijadwalkan berkunjung ke Provinsi NTB selama dua hari pada 30 sampai 31 Mei 2024.

Penjabat (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Lale Prayatni mengatakan kedatangan Ibu Negara Iriana Jokowi bersama Oase KIM dalam rangka melihat produk, kuliner khas NTB, dan budi daya lobster, serta menggali potensi anak-anak NTB lewat gelaran lokakarya.

“Kunjungan ini digelar selama dua hari, mulai hari Kamis tanggal 30 sampai dengan hari Jumat tanggal 31 Mei,” kata Lale Prayatni di Kota Mataram, Selasa.

Ia menyebutkan untuk agenda kunjungan pada hari Kamis 30 Mei 2024 Ibu Iriana bersama rombongan akan mengikuti lokakarya pelatihan di BPMP NTB di Kota Mataram. Selanjutnya menuju Balai Perikanan Laut Lombok di Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

“Di tempat ini Ibu Iriana meninjau kerang ikan pakan, peninjauan mutiara, dan produk darma wanita, peninjauan edukasi daur ulang sampah transplantasi terumbu karang,” ujarnya.

Sedangkan pada hari kedua, Jumat 31 Mei 2024, Ibu Iriana bersama rombongan akan meninjau pameran Dekranasda di Kabupaten Lombok Tengah yang terdiri dari produk lokal, kuliner lokal, dan barista lokal.

“Dekranasda 10 kabupaten kota di NTB juga akan hadir dalam kunjungan Ibu Negara dan OASE KIM ini,” katanya.(Ant)

IHSG Menguat 21,89 Poin

0
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (ekbisntb.com-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi 39 Mei 2024 dibuka menguat 21,89 poin atau 0,30 persen ke posisi 7.275,52.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,05 poin atau 0,45 persen ke posisi 904,87.(Ant)

Rupiah Melemah Rp16.143 per Dolar AS

0
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi 29 Mei 2024 tergelincir 53 poin atau 0,33 persen menjadi Rp16.143 per dolar AS dari penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp16.090 per dolar AS.(Ant)