Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 8

Sudah 288.449. WP di NTB Lapor SPT, 304.667 Aktifkan Coretax

0
Ilustrasi

Mataram (ekbisntb.com) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara mencatat capaian positif dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Tahun Pajak 2025. Hingga 26 Maret 2026, jumlah SPT yang telah dilaporkan mencapai 288.449.

Kepala Kanwil DJP Nusra, Judiana Manihuruk, di Mataram, Kamis, 26 Maret 2026 mengemukakan, mayoritas pelaporan berasal dari wajib pajak orang pribadi.

“Dari total tersebut, sebanyak 284.318 merupakan SPT wajib pajak orang pribadi dan 4.131 dari wajib pajak badan dengan tahun buku Januari–Desember,” ujarnya.

Capaian ini menunjukkan tren kepatuhan yang terus meningkat menjelang batas akhir pelaporan SPT Tahunan untuk wajib pajak orang pribadi, yakni 31 Maret 2026, sebagaimana diatur dalam ketentuan Direktorat Jenderal Pajak. DJP sendiri terus mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan SPT melalui layanan elektronik (e-Filing) guna menghindari keterlambatan dan sanksi administrasi.

Mengacu pada ketentuan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), setiap wajib pajak diwajibkan menyampaikan SPT Tahunan secara benar, lengkap, dan jelas. Keterlambatan pelaporan dapat dikenakan sanksi berupa denda administrasi, yakni Rp100 ribu untuk wajib pajak orang pribadi dan Rp1 juta untuk wajib pajak badan.

Selain pelaporan SPT, DJP juga mencatat perkembangan signifikan dalam implementasi sistem administrasi perpajakan terbaru, yakni Coretax. Hingga periode yang sama, jumlah wajib pajak yang telah mengaktivasi akun Coretax DJP mencapai 304.667.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.333 merupakan wajib pajak orang pribadi dan 290.334 wajib pajak badan,” jelas Judiana.

Coretax merupakan bagian dari modernisasi sistem administrasi perpajakan. Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh layanan perpajakan secara digital, mulai dari pendaftaran, pelaporan, pembayaran, hingga pengawasan.

DJP Nusra pun terus mengintensifkan sosialisasi dan asistensi kepada wajib pajak, baik melalui layanan langsung maupun kanal digital. Langkah ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk tidak hanya patuh dalam pelaporan SPT, tetapi juga beradaptasi dengan sistem perpajakan yang semakin modern dan terintegrasi.

Dengan sisa waktu pelaporan yang semakin singkat, DJP mengingatkan wajib pajak agar tidak menunda pelaporan SPT Tahunan. Selain untuk menghindari sanksi, kepatuhan pajak juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional. (bul)

Usai Relokasi PKL, Penataan Trotoar Jalan Adisucipto Dianggarkan Rp400 Juta

0
Usai Relokasi PKL, Penataan Trotoar Jalan Adisucipto Dianggarkan Rp400 Juta
Salah seorang pekerja sedang memasang paving blok trotoar di Jalan Airlangga beberapa waktu lalu. Selanjutnya, PUPR akan menata trotoar di Jala Adisucipto dengan anggaran Rp400 juta. (Suara NTB/pan)

Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta untuk penataan trotoar di Jalan Adisucipto, tepatnya di kawasan Kelurahan Rembiga dan Kelurahan Pejarakan Karya, di depan eks Bandara Selaparang.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan penataan trotoar di kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas lanjutan setelah pengerjaan di sejumlah ruas jalan lain, seperti Jalan Langko dan Jalan Airlangga yang kini telah memasuki tahap akhir.

“Untuk Jalan Langko dan Airlangga sudah tahap pengecatan. Sementara untuk fisik pengerjaan berikutnya, kami fokus di Jalan Adisucipto, khususnya di depan eks Bandara Selaparang,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, konsep penataan trotoar di Jalan Adisucipto akan mengedepankan aspek estetika dan kenyamanan bagi pejalan kaki. Trotoar dengan lebar lebih dari tiga meter dan panjang sekitar 500 meter tersebut akan dilengkapi dengan taman di median serta fasilitas bangku.

“Konsepnya tidak hanya trotoar biasa, tetapi ada penambahan taman dan tempat duduk supaya lebih menarik dan nyaman. Jadi tidak terlihat monoton, sekaligus menambah keindahan kawasan,” jelasnya.

Lale menambahkan, anggaran Rp400 juta tersebut digunakan untuk pembangunan fisik seperti taman, perbaikan trotoar, serta fasilitas pendukung lainnya. Sementara untuk pengecatan, pihaknya memanfaatkan skema swakelola dengan menggunakan stok cat yang tersedia.

“Kami lakukan secara swakelola, memanfaatkan sisa cat marka jalan yang kemudian dipadukan dengan warna-warna lain untuk mempercantik tampilan,” jelasnya.

Penataan trotoar ini dilakukan setelah 105 pedagang kaki lima (PKL) direlokasi ke dalam area eks Bandara Selaparang. Langkah tersebut bertujuan mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang publik bagi pejalan kaki sekaligus meningkatkan estetika kota.

Selain di Jalan Adisucipto, Dinas PUPR juga telah menata trotoar di Jalan Langko dan Jalan Airlangga dengan konsep serupa, yang kini hampir rampung.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram, H. Irwan Rahadi, menegaskan pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengawasi agar tidak ada lagi aktivitas PKL di trotoar Jalan Adisucipto.

“Satgas ini bertugas memastikan trotoar tetap difungsikan sebagaimana mestinya dan tidak kembali ditempati PKL,” ujarnya.

Di sisi lain, dampak relokasi PKL mulai dirasakan masyarakat. Arus lalu lintas di Jalan Adisucipto kini lebih lancar dibandingkan sebelumnya yang kerap padat akibat parkir kendaraan di bahu jalan.

Selain itu, aktivitas ekonomi di kawasan eks Bandara Selaparang juga menunjukkan peningkatan. Pengunjung dinilai lebih nyaman karena tersedia area parkir yang memadai serta lokasi yang lebih tertata untuk menikmati kuliner.

Dengan penataan tersebut, pemerintah berharap kawasan Jalan Adisucipto tidak hanya menjadi lebih tertib dan nyaman, tetapi juga mampu menjadi ruang publik yang representatif serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. (pan)

Kembangkan Kurma, UI Bantu Pemda KLU Susun Peta Jalan

0
Kembangkan Kurma, UI Bantu Pemda KLU Susun Peta Jalan
DKP3 KLU menyusun roadmap pengembangan budi daya kurma untuk mewujudkan KLU sebagai Kabupaten Kurma di Indonesia.(Suara NTB/ist)

Tanjung (ekbisntb.com) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) berkomitmen membangun sektor pertanian (perkebunan) melalui budi daya kurma. Sebagai tindak lanjut pascapeluncuran “Kurma KLU Mendunia” beberapa waktu lalu,

Pemda KLU berupaya mewujudkannya dengan membuat peta jalan atau roadmap pengembangan budi daya melibatkan akademisi, lembaga Pemerintah (BRIN/Brida), maupun asosiasi kurma KLU.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU, Tresnahadi, S.Pt., Kamis (26/3/2026) mengungkapkan, pengembangan budidaya kurma di masyarakat akan dilakukan secara terukur untuk output yang optimal. Terlebih dahulu, Pemda akan menyusun roadmap, dilanjutkan dengan lobi anggaran kepada pemerintah pusat.

“Deklarasi kurma Lombok Utara mendunia merupakan bentuk komitmen serius pemerintah daerah, bukan sekadar wacana. Kita ingin Lombok Utara benar-benar menjadi Kabupaten Kurma,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Dinas Ketahanan Pangan akan menyusun perencanaan pengembangan secara bertahap sehingga budidaya kurma melibatkan masyarakat secara inklusif. Dokumen ini nantinya menjadi fondasi utama dalam pengembangan kurma berkelanjutan. Dalam proses implementasi lapangan dilakukan secara sistematis, mulai dari aspek pembibitan, penanaman dan budidaya hingga pemasaran.

Dalam penyusunan dokumen perencanaan, pihaknya akan dibantu oleh akademisi, Universitas Indonesia (UI). Pasalnya, sejumlah akademisi dari UI, Universitas Brawijaya (Unibraw) sudah berkolaborasi dengan BRIN dan Brida NTB dalam proses budi daya kurma Pola Nyakap yang dikembangkan oleh Asosiasi Kurma-Ukhuwah Datu Nusantara Lombok Utara.

“Universitas Indonesia (UI) telah menyatakan kesediaannya membantu menyusun perencanaan. Kita sudah bersurat dan mereka merespons positif,” ungkapnya.

Pengembangan Kurma Lombok Utara, tambah Tresnahadi, tidak dilakukan secara coba-coba melainkan melalui kajian ilmiah disertai pendampingan teknis baik teknologi pertanian, maupun sumberdaya pendukung lainnya. Menurut dia, mewujudkan cita-cita besar tersebut tak dapat dilakukan sendiri oleh Pemda Lombok Utara.

Di sisi lain, Tresnahadi menilai potensi kawasan pertanian budidaya Kurma di Lombok Utara cukup luas. Areal budidaya lebih banyak menyasar lahan kering, dengan potensi budidaya sementara mencapai sekitar 9.000 hektare.

“Kita masih menghadapi tantangan klasik, yaitu keterbatasan kemampuan anggaran daerah. Oleh karena itu, kita perlu menindaklanjuti dengan lobi-lobi anggaran di Kementerian. Pak Menteri Haji dan Umrah pernah datang langsung ke lahan kurma di Jogil. Beliau mengapresiasi dan menyatakan siap mendukung,” pungkas Tresnahadi. (ari)

Permintaan Hewan Kurban Meningkat

0
Muhammad Riadi (Suara NTB/dok)

PEMPROV NTB akan megirim 30 ribu ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sapi-sapi tersebut sebagian besar berasal dari Pulau Sumbawa dan didistribusikan melalui jalur darat maupun laut.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, Muhammad Riadi, mengungkapkan jumlah tersebut mengalami peningkatan dari rencana awal sebanyak 21 ribu ekor. Tambahan sekitar 9.000 ekor sapi berasal dari Kabupaten Sumbawa.

“Jadi, 30.000 ekor sapi kurban yang akan dikirim ke Jabodetabek. Itu khusus untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha saja, yang ke Jabodetabek,” ujarnya.

Distribusi sapi kurban telah dimulai sejak pekan lalu oleh para pelaku usaha peternakan menggunakan truk tronton dengan rute darat Bima–Lombok–Surabaya. Untuk mencegah kemacetan dan penumpukan kendaraan di pelabuhan, seperti Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa dan Pelabuhan Gili Mas di Lombok Barat, Disnakeswan NTB menerapkan sistem pengaturan jadwal pengiriman.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi lonjakan pengiriman menjelang Idul Adha. Riadi menegaskan pentingnya pengaturan tersebut agar arus distribusi tetap lancar. “Nah, yang kita khawatirkan nanti pas menjelang Idul Adha, jangan sampai dia menggerombol bergerak dalam waktu bersamaan. Sehingga menumpuk di pelabuhan, itu yang kita antisipasi sekarang dengan melakukan pengaturan,” ujarnya.

Selain jalur darat, pengiriman juga dilakukan melalui jalur laut, terutama untuk sapi dari wilayah Bima dan Dompu. Pemerintah telah mengoperasikan kapal ternak Cemara Nusantara dengan rute Bima–Tanjung Priok yang mampu mengangkut sekitar 500 ekor sapi dalam sekali perjalanan. Dalam satu minggu, kapal tersebut dapat berlayar hingga tiga kali dengan total kapasitas sekitar 1.500 ekor sapi.

Melihat tingginya kebutuhan distribusi, Disnakeswan NTB mengusulkan peningkatan frekuensi pelayaran menjadi lima hingga enam kali per minggu dengan rute tambahan Bima–Surabaya, sehingga kapasitas angkut dapat mencapai 3.000 ekor sapi per minggu.

Sementara itu, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal juga telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Perhubungan untuk penambahan armada angkutan ternak. Usulan tersebut mencakup tambahan satu unit kapal ternak Cemara Nusantara untuk rute Bima–Tanjung Priok, serta satu unit kapal Roro berkapasitas 50–70 truk untuk rute Bima–Tanjung Priok atau Lembar–Tanjung Wangi/Pelabuhan Jangkar.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban guna mencegah penyebaran penyakit menular dan zoonosis. Disnakeswan NTB bekerja sama dengan dinas terkait di kabupaten/kota untuk memastikan seluruh hewan yang dikirim dalam kondisi sehat.

Riadi menekankan bahwa pengawasan lalu lintas ternak serta mitigasi risiko di sepanjang rantai distribusi menjadi hal yang krusial. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel darah untuk uji laboratorium oleh Satuan Tugas Percepatan Pelayanan Lalu Lintas Hewan Kurban, guna menjamin kelayakan hewan sebelum didistribusikan. (era)

Friderica Widyasari Dewi Cs Resmi Jalankan Kepemimpinan Baru di OJK

0
Friderica Widyasari Dewi Cs Resmi Jalankan Kepemimpinan Baru di OJK
Pelantikan sumpah dan jabatan ADK baru OJK. (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Sunarto, mengambil sumpah jabatan tujuh Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026), sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.

Lima ADK OJK yang mengucapkan sumpah jabatannya tersebut merupakan pejabat yang telah ditetapkan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 12 Maret 2026, sebagai tindak lanjut dari proses uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi XI DPR RI. Sementara dua ADK lainnya adalah Ex-officio dari Kemenkeu dan Bank Indonesia.

Adapun tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK yang mengucapkan sumpah jabatannya adalah sebagai berikut.
1. Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner periode 2026 2032.
2. Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner periode 2026-2031.
3. Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon periode 2026-2031.
4. Dicky Kartikoyono sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen periode 2026-2032.
5. Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto periode 2026-2031.
6. Juda Agung sebagai ADK Ex-officio dari Kemenkeu.
7. Thomas A.M Jiwandono sebagai ADK Ex-officio dari Bank Indonesia.

Dengan pengucapan sumpah jabatan tersebut, ketujuh Anggota Dewan Komisioner OJK resmi menjalankan tugas dan kewenangannya sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana diperkuat oleh Undang-undang 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK).

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan komitmen OJK untuk terus menjaga stabilitas sektor keuangan dan mengoptimalkan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta mendukung program prioritas Pemerintah.(bul)

Kunjungan Kakanwil DJP Nusa Tenggara Ke Lombok Tengah: Perkuat Sinergi Dan Dorong Percepatan Pelaporan SPT

0

Mataram (ekbisntb.com)- Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Nusa Tenggara, Judiana Manihuruk, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lombok Tengah yang dipusatkan di Kantor Bupati Lombok Tengah. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kanwil didampingi oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) serta Kepala KPP Pratama Praya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi antara DJP dan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kepatuhan perpajakan, khususnya pelaporan SPT Tahunan Tahun Pajak 2025. Dalam rangkaian kegiatan, Kantor Pajak Praya juga membuka layanan asistensi pelaporan SPT Tahunan melalui sistem Coretax DJP yang diikuti oleh 11 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Layanan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajibannya secara benar, lengkap, dan tepat waktu. Selain itu, dilaksanakan audiensi dengan Bupati Lombok Tengah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam optimalisasi penerimaan negara dari sektor perpajakan.

Mengingat struktur ekonomi di Nusa Tenggara Barat yang masih didominasi oleh sektor instansi pemerintah, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci dalam mendorong kepatuhan perpajakan. Berdasarkan data per Februari 2026, realisasi penerimaan pajak di wilayah Nusa Tenggara Barat menunjukkan pertumbuhan yang positif, dengan pertumbuhan mencapai 37,5 persen.

Di sisi lain, jumlah penyampaian SPT Tahunan per Februari 2026 juga menunjukkan capaian yang cukup baik, dengan total 81.188 SPT yang telah dilaporkan, terdiri dari 79.552 SPT Orang Pribadi dan 1.636 SPT Badan. Hal ini mencerminkan respons positif dari Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Untuk updatenya hingga 26 Maret 2026, progres pelaporan SPT Tahunan PPh di wilayah Lombok Tengah tercatat sebanyak 128.971 SPT. Kepala Kanwil DJP Nusa Tenggara menegaskan komitmen DJP dalam memberikan pendampingan kepada Wajib Pajak.

“Kami mengimbau kepada seluruh Wajib Pajak untuk segera melaporkan SPT Tahunannya. dan DJP berkomitmen untuk terus mendampingi hingga berhasil, karena kepatuhan pajak adalah tanggung jawab bersama,” ujar Kepala Kanwil DJP Nusa Tenggara.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa pajak memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan nasional.

“Pajak digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan berbagai fasilitas publik lainnya. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pihak, termasuk rekan-rekan media, untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat bahwa dengan Pajak yang Kuat, APBN akan sehat, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, DJP berharap kesadaran dan kepatuhan perpajakan masyarakat di Lombok Tengah dan wilayah Nusa Tenggara Barat secara umum dapat terus meningkat, sejalan dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama dalam membangun negeri.(bul)

NTB Kirim 30 Ribu Sapi ke Jabodetabek

0
NTB Kirim 30 Ribu Sapi ke Jabodetabek
Muhamad Riadi (Suara NTB/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemprov NTB kirim sejumlah 30 ribu ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sapi-sapi tersebut sebagian besar berasal dari Pulau Sumbawa dan didistribusikan melalui jalur darat maupun laut.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, Muhammad Riadi, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut mengalami peningkatan dari rencana awal sebanyak 21 ribu ekor. Tambahan sekitar 9.000 ekor sapi berasal dari Kabupaten Sumbawa.

“Jadi, 30.000 ekor sapi kurban yang akan dikirim ke Jabodetabek. Itu khusus untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha saja, yang ke Jabodetabek,” ujarnya.

Distribusi sapi kurban telah dimulai sejak pekan lalu oleh para pelaku usaha peternakan menggunakan truk tronton dengan rute darat Bima–Lombok–Surabaya. Untuk mencegah kemacetan dan penumpukan kendaraan di pelabuhan, seperti Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa dan Pelabuhan Gili Mas di Lombok Barat, Disnakeswan NTB menerapkan sistem pengaturan jadwal pengiriman.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi lonjakan pengiriman menjelang Idul Adha. Riadi menegaskan pentingnya pengaturan tersebut agar arus distribusi tetap lancar. “Nah, yang kita khawatirkan nanti pas menjelang Idul Adha, jangan sampai dia menggerombol bergerak dalam waktu bersamaan. Sehingga menumpuk di pelabuhan, itu yang kita antisipasi sekarang dengan melakukan pengaturan,” ujarnya.

Selain jalur darat, pengiriman juga dilakukan melalui jalur laut, terutama untuk sapi dari wilayah Bima dan Dompu. Pemerintah telah mengoperasikan kapal ternak Cemara Nusantara dengan rute Bima–Tanjung Priok yang mampu mengangkut sekitar 500 ekor sapi dalam sekali perjalanan. Dalam satu minggu, kapal tersebut dapat berlayar hingga tiga kali dengan total kapasitas sekitar 1.500 ekor sapi.

Melihat tingginya kebutuhan distribusi, Disnakeswan NTB mengusulkan peningkatan frekuensi pelayaran menjadi lima hingga enam kali per minggu dengan rute tambahan Bima–Surabaya, sehingga kapasitas angkut dapat mencapai 3.000 ekor sapi per minggu.

Sementara itu, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal juga telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Perhubungan untuk penambahan armada angkutan ternak. Usulan tersebut mencakup tambahan satu unit kapal ternak Cemara Nusantara untuk rute Bima–Tanjung Priok, serta satu unit kapal Roro berkapasitas 50–70 truk untuk rute Bima–Tanjung Priok atau Lembar–Tanjung Wangi/Pelabuhan Jangkar.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban guna mencegah penyebaran penyakit menular dan zoonosis. Disnakeswan NTB bekerja sama dengan dinas terkait di kabupaten/kota untuk memastikan seluruh hewan yang dikirim dalam kondisi sehat.

Riadi menekankan bahwa pengawasan lalu lintas ternak serta mitigasi risiko di sepanjang rantai distribusi menjadi hal yang krusial. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel darah untuk uji laboratorium oleh Satuan Tugas Percepatan Pelayanan Lalu Lintas Hewan Kurban, guna menjamin kelayakan hewan sebelum didistribusikan. (era)

Lahan Eks PT Sadana Diusulkan Jadi Lokasi Pabrik Pakan Ternak

0
Bupati Dompu, Bambang Firdaus didampingi Pj. Sekda Dompu, H. Khairul Insyan saat rapat penentuan lokasi pembangunan pabrik pakan ternak di ruang rapat Bupati Dompu, Rabu (25/3/2026). (Suara NTB/ula)

Dompu (ekbisntb.com) – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu mengusulkan lahan eks PT Sadana seluas 7,8 hektare di Desa Nusa Jaya Kecamatan Manggelewa sebagai lokasi pembangunan pabrik pakan ternak. Lahan yang tidak bermasalah dan berada di jalur strategis ini dinilai layak untuk pengembangan industri pakan ternak yang ditopang wilayah penghasil jagung dan dekat area Pelabuhan Laut Kilo.

Keputusan ini diambil pemerintah setelah rapat yang dipimpin Bupati Dompu, Bambang Firdaus, S.E., didampingi Pj Sekda Dompu, H. Khairul Insyan, SE., M.M., bersama pimpinan perangkat daerah lingkup Kabupaten Dompu, Rabu (25/3/2026).

Bupati Dompu, Bambang Firdaus meminta kepada jajarannya untuk segera menyiapkan dokumen yang dibutuhkan terkait usulan Lokasi pembangunan pabrik panan ternak ini dan dikoordinasikan dengan kementrian terkait. Seperti bukti kepemilikan, kesesuaian lahan dan Analisa lainnya.

“Apa yang menjadi persyaratan pembangunan pabrik pakan agar sesegera mungkin dapat dipersiapkan dan dilengkapi. Progresnya agar dapat dilaporkan ke Bupati,” pintanya.

Sebelumnya, Bupati menyampaikan rencana pembangunan pabrik pakan ternak di Kabupaten Dompu ini hasil komunikasinya dengan Gubernur NTB. Disepakati, proyek industri ayam terintegrasi dibangun di Sumbawa dan pabrik pakannya akan dibangun di Kabupaten Dompu. Proyek ini diperkirakan menghabiskan anggaran lebih dari Rp1 triliun.

Pembangunan pabrik pakan sendiri akan dibangun oleh Danatara dan pemerintah daerah hanya diminta menyiapkan lahan yang dibutuhkan. Beberapa alternatif lahan disiapkan Pemda Dompu, termasuk lahan di perbatasan Desa Madaprama Kecamatan Woja dan Desa Tekasire Kecamatan Manggelewa seluas 13 ha.

Lokasi ini dinilai tidak strategis. Baik dari sisi akses jalan menuju Lokasi, maupun Lokasi yang berada diantara bukit tekasire dan Sungai. Sehingga diusulkan Lokasi di lahan eks PT Sadana Desa Nusa Jaya Kecamatan Manggelewa, kendati luasnya 7,8 ha. (ula)

Dompu Dapat Program Cetak Sawah Baru 1.090 Hektare

0
Syahrul Ramadhan (Suara NTB/ula)

Dompu (ekbisntb.com) – Kabupaten Dompu mendapat alokasi program cetak sawah baru tahun 2026 dari Kementrian Pertanian RI. Program yang dikerjakan langsung pusat dan bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk penentuan kelayakan lahan, Dompu mendapat 1.090 hektare dari 1.200 hektare yang diusulkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, S.P., di kantornya, Rabu (25/3/2026) pagi mengungkapkan dari 1.200 hektare lahan yang diajukan untuk program cetak sawah baru tahun 2026 hanya 1.090 hektare yang lolos. Ini diketahui melalui SID yang ditetapkan Lembaga perguruan tinggi sebagai penilai kelayakan lahan.

Namun kepastiannya, lanjut Syahrul Ramadhan, akan diumumkan lebih lanjut melalui surat ketetapan dan rapat koordinasi via zoom. Program cetak sawah baru ini menggunakan dua skema pelaksana, yaitu bekerja sama dengan TNI dan oleh pihak ketiga. Namun syaratnya, pihak ketiga harus memiliki alat berat. Dinas saat ini sedang mendata pengusaha di Dompu yang memenuhi syarat seperti yang dipersyaratkan kementrian.

“Karena program cetak sawah baru ini dilaksanakan langsung oleh pusat. Kita hanya sebagai penerima manfaat program,” ungkapnya.

Program cetak sawah baru ini berdasarkan PCPL dengan Penyuluh pertanian dan dinas. Dari usulan ini, hanya Kecamatan Hu’u yang tidak diajukan untuk program cetak sawah baru.

Selain cetak sawah baru, Kabupaten Dompu juga mendapat alokasi program Opla (optimalisasi lahan) seluas 3 ribu hektare. Program ini untuk peningkatan indeks pertanaman dan peningkatan produksi tanaman. Sehingga programnya beragama, sesuai target luas lahan yang dioptimalisasi untuk pertanaman dan produksi.

Begitu juga dengan program horti untuk tanaman bawah putih dan tanaman tebu. “Beberapa program ini sedang menunggu petujuk teknis dan petunjuk pelaksananya. Tapi program ini hadir sudah langsung dengan sasaran,” jelas Syahrul Ramadhan. (ula)

Usulan Program Rp1 Miliar per Desa Didominasi Infrastruktur

0
Usulan Program Rp1 Miliar per Desa Didominasi Infrastruktur
Draf usulan program Rp1 miliar per desa dan Rp100 juta per Dusun yang diusulkan desa didominasi infrastruktur atau fisik. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lobar menjaring ribuan usulan dari dusun dan desa untuk program Rp1 Miliar per Desa dan Rp100 juta per Dusun pada tahun 2027. Dari ribuan usulan itu, didominasi infrastruktur atau fisik. Untuk realisasi program ini pun desa diminta membuat proposal untuk diajukan ke masing-masing OPD.

Kepala Desa Bengkel H. Muhamad Idrus mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan tahapan pengusulan mulai dari musyawarah dusun, Musyawarah Desa (Musdes) dengan para perangkat serta kepala dusun. Melalui Musdes itu, masing-masing dusun sudah mengusulkan program. “Usulan berbeda-beda, tidak semua fisik, ada pemberdayaan dan pembinaan masyarakat. Tapi memang (diusulkan) kebanyakan (didominasi) fisik,” kata Kades Bengkel di kantornya, Rabu (25/3/2026).

Di desanya ada sembilan dusun, sehingga untuk mengenapi usulan Rp1 miliar, pihaknya hanya mengusulkan satu tambahkan usulan yakni penerangan jalan, sehingga usulannya menjadi Rp1 miliar. Diakui, fisik paling banyak diusulkan karena sesuai kebutuhan masyarakat. Rabat jalan lingkungan atau gang di desa itu sudah ditangani, tetapi masih banyak yang belum terutama bagian luar.

Sejauh ini baru Dinas PU yang turun ke beberapa titik menindaklanjuti usulan desa. Sedangkan OPD lain belum turun ke desa.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Desa Bengkel, Rohayani bahwa pihak desa sudah mengumpulkan para Kadus melalui Musdus dan Musdes untuk membahas usulan-usulan. Setelah itu usulan itu dibawa ke kantor Camat Labuapi. Kemudian usulan itu dimasukkan ke aplikasi SIPD. Setelah itu pihaknya menunggu lagi untuk proses verifikasi apakah usulan itu sesuai dengan OPD terkait.

Selanjutnya digelar Musrenbangcam yang diikuti oleh desa, untuk membahas usulan-usulan yang telah diuulkan. “Setelah usulan diterima oleh OPD, kita disuruh lagi buat proposal untuk diajukan ke OPD. Bukan hanya usulan saja, tapi harus membawa proposal,” katanya.

Pihak desa belum membuat proposal, karena masih kebingungan dan kesulitan sebab program ini pertama dilaksanakan desa. Kalau mengacu program dari dana desa yang dilaksanakan desa tidak menggunakan proposal, karena desa yang mengelola anggaran tersebut. Harusnya kata dia, ada Bimtek terkait bagimana menyusun proposal.

Sementara itu, Kepala Bapperida Lobar Deny Arif Nugroho mengatakan jumlah usulan yang masuk di SIPD sebanyak 2.840 usulan. Dari jumlah usulan itu sudah dilakukan penjaringan dan pembahasan pada forum Perangkat Daerah, sehingga terverifikasi menjadi 1.437 usulan yang tersebar di 16 OPD.

“Usulan-usulan inilah harapannya dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi di masing-masing desa dengan cara seperti yang kami sampaikan bagiamana menggali potensi-potensi desa,” kata Deny.

Untuk itu, pihaknya mendorong usulan desa itu bukan hanya memperhatikan atau lebih fokus pada infrastruktur semata terutama jalan. Pasalnya, kalau dilihat dari usulan yang masuk infrastruktur termasuk jalan mendominasi mencapai 800 lebih. Pihaknya sudah memetakan usulan-usulan desa dari hasil Forum Perangkat Daerah yang tersebar di 26 OPD. Di mana paling dominan ada di Dinas PUPRPKP dengan anggaran mencapai Rp95,73 miliar.

Selanjutnya, Dinas pertanian Rp12,61 miliar, Dinas LH mencapai Rp4,5 miliar, Dikbud Rp4,3 miliar, Dispar Rp3,8 miliar, Dishub Rp3,5 miliar, Dinas Perindustrian Rp2,7 miliar, Dinas Perdagangan Rp1,9 miliar, BPBD Rp1,7 miliar, Setda Rp1,7 miliar, Dikes Rp778 juta lebih, Satpol-PP Rp520 juta, Dislutkan dan Ketapang Rp503 juta, Dinsos Rp210 juta, Bakesbang Rp19,4 juta dan paling sedikit pada Dinas PMD Rp12 juta.

Sebelumnya Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini menegaskan Pemkab Lobar terus mengakselerasi program prioritas daerah, yaitu Program Pembangunan Desa “1 Miliar Per Desa dan 100 Juta Per Dusun”. Dengan begitu, dampak pemotongan dana desa secara nasional yang drastis hingga 70 persen tidak terlalu memberatkan desa. “Alhamdulillah bisa disiasati dengan program Sejahtera dari Desa,” imbuhnya. (her)