Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 787

Ikhtiar dan Strategi Dispar Kota Mataram Jaga Kearifan Lokal Cidomo

0
Cahya Samudra (Ekbis NTB/era)

DALAM upaya memelihara cidomo yang mana menjadi salah satu kearifan lokal yang mulai tergerus keberadaannya, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram melakukan strategi-strategi untuk menjadikan peninggalan sejarah yang mulai ditinggalkan tersebut tetap eksis meski terjadi perubahan zaman.

Kepala Dispar Kota Mataram, Cahya Samudra, menjelaskan, dalam menjaga keberadaan cidomo, pihaknya akan melakukan strategi seperti yang sudah dilakukan di Malioboro Yogyakarta. Dalam hal ini, pemerintah daerah akan menyediakan spot-spot khusus untuk para kusir cidomo.

“Kita bisa mencontoh seperti di Yogyakarta, di Malioboro ada tempat-tempat yang memang khusus disediakan untuk cidomo-cidomo kita, mungkin tidak banyak tapi dalam rangka melestarikan, kita butuh tempat, butuh wadah atau frame, sehingga cidomo-cidomo ini bisa ditempatkan di sana,” ungkapnya, Kamis, 28 Maret 2024.

Sebagai salah satu warisan budaya yang masih ada hingga kini, Cahya mengatakan pihaknya akan terus mencoba menjaga dan melestarikan cidomo ini, ia juga mengaku satu langkah strategisnya dalam melestarikan cidomo ialah dengan cara melakukan festival cidomo yang disasarkan di beberapa spot lokasi wisata yang ada di Kota Mataram, seperti Pantai Ampenan dan Loang Baloq.

“Saat ini, kalau rencana ada karena kita punya spot dari Pantai Ampenan, ke Loang Baloq, nanti kita harus susun seperti apa konsepnya supaya tidak mentah juga,” lanjutnya.

Selain dari mengadakan suatu festival cidomo, Cahya juga mengatakan sebagai salah satu transportasi yang masih ada, meski keberadaannya tidak sebanyak dengan kendaraan modern lainnya. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan agar bisa membantu melestarikan para kusir cidomo ini dengan membuat ruas jalan khusus cidomo.

“Itu dia, makanya kita lihat fungsi, sasaran, dan lokasinya karena melihat cidomo ini sebagai angkutan umum, nanti kita koordinasikan dengan Dinas Perhubungan juga,” katanya.

Mengenai alasan mengapa cidomo semakin tahun makin tergerus keberadaannya, Cahya menjelaskan bahwa hal ini karena adanya peraturan lalu lintas yang melarang kendaraan seperti cidomo, andong, dan dokar untuk tidak melewati beberapa ruas jalan. “Ya karena aturan-aturan juga tentang perlalu lintasan juga memiliki aturan-aturan tersendiri, ada ruas-ruas jalan yang memang cidomo tidak diperkenankan untuk lewat,” jelasnya. (era)

Dishub Kota Mataram Tata Angkutan Cidomo

0
PEMBINAAN - Tim Dishub Kota Mataram saat melakukan pembinaan dan sosialisasi pada kusir cidomo. (Ekbis NTB/ist)

PEMERINTAH Kota Mataram melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus melakukan penataan dan pembinaan angkutan tradisional cidomo. Penataan dan pembinaan yang dilakukan tanpa mengurangi dampak sosial dan ekonomi pada kusir cidomo itu sendiri. Sementara di satu sisi, harus diakui, perkembangan zaman sekarang ini berpengaruh terhadap eksistensi dan minat masyarakat menggunakan cidomo.

Kepala Dishub Kota Mataram Zulkarwin, SSTP, MM, MGPP., didampingi Kepala Bidang Angkutan, Agus Sunandar, S.Si.T., mengakui, jika cidomo sebagai angkutan tradisional  mau tidak mau suatu saat akan kalah dengan perkembangan zaman. Apalagi Pemkot Mataram sedang dalam tahap proses perencanaan rute angkutan umum.

‘’Jadi memang ke depan kita sudah pikirkan terkait cidomo ini. Tahap awal yang bisa kita rencanakan itu adalah rute-rute yang boleh dilewati oleh cidomo ini. Jadi kalau sementara rute masih abu-abu rute cidomo ini boleh masuk ruas jalan mana saja. Ke depan kita akan tetapkan rute-rute yang boleh dilewati cidomo ini, karena memang secara langsung dari sisi lalu lintas cukup mengganggu,’’ ujarnya pada Ekbis NTB, Minggu 31 Maret 2024.

Dalam menentukan rute ini, Dishub Kota Mataram juga berkoordinasi dengan stakeholder lain. Setelah itu baru ada sosialisasi dan pembinaan pada kusir cidomo ini dengan tetap mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial pada kusir cidomo ini.

Setelah ditetapkan rute, ujarnya, baru diatur terkait pengendalian keamanan dan keselamatan dari cidomo. Dicontohkannya, seperti kota-kota besar di Indonesia, angkutan tradisional semacam cidomo dilengkapi bel dan juga kantong penampung kotoran.

‘’Bel itu fungsinya memberikan tanda bahwa ada cidomo bagi pengguna jalan. Ke depan cidomo ini harus dilengkapi bel sebagai alat keselamatan,’’ tambahnya.

Untuk cidomo sebagai kendaraan wisata, diakuinya, sedang dalam tahap perencanaan. Sekarang ini, pihaknya sedang mencari rute mana yang terhubung. ‘’Misalnya dari Pantai Gading, Pantai Loang Baloq sampai kawasan Pantai Ampenan bisa dijadikan rute untuk cidomo sebagai alat tradisional penghubung di kawasan wisata. Cuma hal ini harus dikomunikasikan lagi dengan dinas terkait prosesnya, seperti apa dan kerjasamanya seperti apa dengan pihak-pihak terkait lainnya,’’ terangnya.

PEMBINAAN – Tim Dishub Kota Mataram saat melakukan pembinaan dan sosialisasi pada kusir cidomo. (Ekbis NTB/ist)

Meski demikian, ungkapnya, kondisi cidomo yang ada sekarang ini dianggap belum bisa diberdayakan sebagai alat tradisional untuk kawasan wisata. Menurutnya, cidomo yang layak dijadikan angkutan wisata harus dirias agar menarik serta dilengkapi fasilitas keselamatan lainnya, sehingga pengunjung wisata nyaman dalam menggunakan cidomo

Terkait pembinaan pada kusir cidomo, Agus mengakui, pihaknya mengalami kesulitan. Selama ini, pihaknya mengaku kesulitan mengumpulkan kusir cidomo, karena kusir cidomo lebih konsentrasi dalam mencari nafkah. Namun, saat turun lapangan, pihaknya, tetap melakukan pembinaan dan melakukan sosialisasi kepada kusir cidomo di beberapa tempat, seperti di Pasar Kebon Roek, Sindu, Cemara dan juga Pasar Karang Jasi.

‘’Kita kasih tahu, kalau melewati jalan yang tidak dibolehkan, harus taati aturan, kurangi kecepatan cidomo, karena tidak memiliki rem. Begitu juga dengan kantong-kotoran kuda yang sudah jelek diganti. Kalau belum dapat dari pemerintah diharapkan pengadaan secara mandiri. Diupayakan kantong kotoran kuda yang sudah penuh diharapkan tidak jatuh di jalan. Itu imbauan-imbauan dalam seminggu, hampir dua kali kita lakukan ke pasar-pasar di Kota Mataram,’’ tambahnya.

Terkait jumlah cidomo yang beroperasi di Kota Mataram, diakuinya, ada kurang lebih 300 cidomo  di wilayah Kota Mataram. Cidomo ini berasal dari Kota Mataram maupun berasal dari Lombok Barat. Dicontohkan, di Pasar Kebon Roek banyak cidomo dari Lombok Barat yang beroperasi, begitu juga di Pasar Sindu, sebagian besar cidomo yang beroperasi berasal  Lombok Barat dan juga dari Kota Mataram. (ham)

Dorong Jadi Alat Angkutan Wisata

0
Abd Rachman (Ekbis NTB/ist)

SALAH satu angkutan tradisional masyarakat Lombok yakni cidomo. Angkutan menggunakan tenaga kuda ini bisa menjadi daya tarik wisata yang unik bagi wisatawan yang datang ke Lombok.

Banyak wisatawan luar negeri yang berkunjung ke Lombok ingin merasakan sensasi naik cidomo untuk menjelajahi tempat-tempat wisata di sekitar Lombok, seperti Pantai Senggigi,  Batu Bolong dan sekitarnya.

Akan tetapi, di Kota Mataram, cidomo kini hanya dapat dijumpai di beberapa titik, khususnya di pasar tradisional saja. Penumpangnya adalah pedagang yang membawa barang jualannya atau ibu-ibu yang membawa belanjaan.

Terkait dengan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram Abd Rachman mengatakan dari awal memang sudah ada wacana untuk mentransformasikan cidomo sebagai alat angkut wisatawan. Artinya cidomo tak hanya menjadi alat angkutan orang dan barang, tapi sudah merambah ke hal yang lebih luas lagi sesuai dengan permintaan masyarakat.

“Seperti di Yogya, bahkan Bali. Tetapi hal ini belum bisa berjalan karena konsep transformasi tersebut belum ditemukan dari dinas terkait,” kata Abd Rahman akhir pekan kemarin.

Ia juga mengatakan, cidomo kini semakin terpinggirkan karena banyaknya alat transportasi modern. Namun demikian, alat transportasi tradisional ini belum punah, sehingga harus dilestarikan keberadaannya sebagai sebuah daya tarik wisata, karena nilai historisnya yang besar.

“Tanpa disadari, cidomo ini sudah tergerus. Akan tetapi di sanalah peran pemerintah selaku pelayan masyarakat, bagaimana merencanakan agar cidomo tidak hilang tetapi bisa dipergunakan lebih inovatif,” harapnya.

Ia menambahkan, kalau permasalahan kotoran kuda yang mengganggu faktor tergerusnya cidomo, masih bisa diatur dengan adanya regulasi dan perangkat.

Ia mendorong agar pelaku wisata di Kota Mataram agar membuat paket city tour, dimana wisatawan dapat mengelilingi Kota Mataram dengan cidomo yang ada, selain menggunakan bus.

“Wisatawan juga bisa menggunakan cidomo keliling di sekitar Mataram. Contohnya Mayura, atau saat malam hari mengelilingi seputaran Udayana dengan diberikan hiasan lampu,” jelasnya.

Ia berharap agar cidomo tetap ada dan terjaga kelestariannya, sehingga bisa menjadikan ciri khas dan warisan alat transportasi dari Lombok. (ris)

Ketika Ritual Maleman ‘’Dile Jojor’’ di Lotim Tergeser Penerangan Modern

0
SUASANA - Suasana malam bulan suci Ramadhan di beberapa tempat di Lotim dihiasi lampu warna warni. (Ekbis NTB/rus)

Selong (Ekbis NTB) – Dalam setiap momentum bulan suci Ramadhan, masyarakat Sasak di Lombok Timur (Lotim) selalu meriah dalam memperingati Nuzulul Qur’an. Salah satu tradisi yang selalu dilakukan adalah ritual Maleman, yang menjadi simbol turunnya Al Qur’an pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW. Namun, perayaan tahun ini menyiratkan perubahan signifikan dalam ritual tersebut.

Menurut penuturan budayawan lokal, Muhir, ritual Maleman biasanya diwarnai dengan penggunaan dile jojor. Yakni sebuah alat penerangan tradisional yang terbuat dari buah jarak dan dinyalakan dengan cara dibakar pada malam-malam ganjil, seperti malam ke-21, 23, 25, dan 27 bulan Ramadhan. Namun, dalam era modern ini, tradisi tersebut mengalami pergeseran. Dile jojor yang dulunya menjadi simbol penerangan, kini digantikan oleh lampu hias yang dipasang di setiap sudut jalan.

Makna filosofi dari menyalakan dile jojor itu sebagai penerangan, seperti makna Al-Qur’an yang diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Menurut Muhir, ritual menyalakan lampu atau dile Jojor itu penting dalam konteks kehidupan masyarakat Sasak.

Meski terjadi perubahan dalam bentuk penerangan yang digunakan, namun esensi dari ritual Maleman tetap terjaga. Masyarakat Lotim masih dengan penuh semangat memperingati Nuzulul Qur’an, meskipun kini menggunakan lampu hias atau lampu minyak dari botol bekas sebagai pengganti dile jojor.

Ritual ini tidak hanya sekedar tradisi keagamaan, tetapi juga mencerminkan prinsip hidup masyarakat Sasak yang dikenal dengan panca arif, yang meliputi hubungan manusia dengan manusia, alam, semesta, dan Tuhan. Meskipun dalam bentuk yang berbeda, prinsip-prinsip tersebut tetap dijunjung tinggi dalam perayaan ini.

Dalam kesempatan ini, kepala desa setempat, Jamaluddin, menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tidak memerlukan anggaran khusus dari pemerintah desa atau kabupaten, karena dilaksanakan secara mandiri dan swadaya oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya rasa kebersamaan dan kecintaan masyarakat Lotim terhadap tradisi dan agama mereka.

Meski telah terjadi perubahan dalam ritual Maleman, namun semangat untuk memperingati turunnya Al Qur’an dan menyambut bulan suci Ramadhan tetap menggelora di kalangan masyarakat Sasak. Tradisi ini menjadi bukti kekayaan budaya dan kearifan lokal yang tetap dijaga dan dilestarikan dalam menghadapi perkembangan zaman. (rus)

Setahun Potensi Zakat di NTB Rp2 Triliun, Terkumpul Hanya Rp35 Miliar

0
Wakil Ketua Baznas Provinsi NTB TGH. Patimura Farhan (Ekbis NTB/ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Potensi zakat di Provinsi NTB cukup besar, diproyeksikan mencapai Rp2 triliun per tahun. Jika potensi sebesar ini separuhnya masuk dan dikelola secara profesional, tidak ada lagi cerita persoalan kemiskinan di Bumi Gora.

Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB, TGH. Lalu Patimura Farhan menyebut, setiap tahun, zakat yang masuk di Baznas NTB sebesar Rp35 miliar. Sangat jauh nilainya jika dibandingkan dengan potensinya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di posisi Maret 2023, penduduk miskin di NTB berada di angka 13,85 persen.dari total 5 jutaan penduduk NTB.
“Artinya, di luar 13,85 persen itu bisa dibilang masyarakat kita mampu. Segitu besar potensi zakat yang bisa ditarik. Belum termasuk zakat perusahaan-perusahaan dan lainnya,” ujar Lalu Patimura.

Masih kecilnya zakat yang disalurkan melalui Baznas, menurutnya dipengaruhi dua hal. Pertama, masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayat zakat. Kedua, penyaluran zakat dilakukan sendiri-sendiri. Tanpa menggunakan konsep-konsep pemberdayaan. “Bukan karena ketidakpercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga amil zakat. Karena masyarakat belum tahu saja,” katanya.

Dalam rangka penyelenggaraan zakat ini, menurut Lalu Patimura, pengelolaan zakat sudah dilakukan sangat transparan melalui SIMBA (Sistem Informasi Manajemen Baznas).

“Dengan aplikasi ini, siapapun bisa mengontrol zakat yang keluar masuk. Berapa besar zakat yang masuk setiap saat dan kemana penyalurannya, terekap di SIMBA,” ujarnya.

Ditambahkannya, pengelolaan zakat di NTB dilakukan untuk lima hal perioritas. Diantaranya untuk program NTB Sehat, NTB Peduli, NTB Sejahtera, NTB Cerdas, dan NTB Taqwa.

Lima program ini, menurutnya berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, penanganan kemiskinan dan lainnya. “Makanya kita sampaikan kepada pemerintah daerah, kalau saja zakat ini opmtimal terkumpul, kita sama – sama mendorong masyarakat menyalurkan zakat secara tersistem, kita ndak usah ada APBD untuk penanganan kemiskinan,” ujarnya.

Untuk pengumpulan zakat ini, dapat dilakukan melalui beberapa cara. Di antaranya, dapat dijemput langsung oleh Baznas. Kedua, Baznas sudah menerapkan pola penyaluran zakat melalui layanan keuangan berbasis digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) atau standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.(bul)

Pasar Dasan Agung Masuk Nominasi Pasar Aman Tingkat Nasional 2024

0
Foto : Pasar Dasan Agung, Kota Mataram (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Pasar Dasan Agung, Kota Mataram disebelah utara Islamic Center masuk nominasi pasar aman tingkat nasional pada tahun 2024 ini. Saat ini proses penilaian tengah dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Tahun ini Pasar Dasan Agung Mataram masuk menjadi salah satu nominasi Pasar Aman tingkat Nasional. Saat ini masih dalam proses penilaian tim dari Kementerian (Kementerian Perdagangan),” jelas Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram, Yosef Dwi Irwan Prakasa S, S.Si, Apt.
Tahap awal penilaian di daerah, dilakukan oleh BBPOM, selanjutnya hasil penilaian tersebut dikirim ke pusat untuk verfikasi dokumen. Kemudian dilakukan wawancara kepada kepala pasar dan nanti, akhirnya akan dilakukan verifikasi lapangan oleh tim lintas kementerian ke Pasar Dasan Agung.

” Untuk kriteria penilaian pasar, ada tools penilaiannya tersendiri, baik dokumen, infrastruktur, personil dan lain-lain. Produk yang dijual juga masuk kriteria, misal penyimpanan bahan makanan tidak bercampur dengan non pangan seperti deterjen, racun serangga yang dapat mengkontaminasi pangan,” jelas Yosef.

Definisi Keamanan Pangan sesuai UU no 18 tahun 2012 Tentang Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari cemaran fisik, kimia dan biologi yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga AMAN untuk dikonsumsi.

Cemaran fisik adalah cemaran yang nampak secara visual seperti rambut, serpihan batu, staples. Sementara cemaran kimia adalah sebagai dampak penambahan bahan berbahaya seperti formalin, Boraks, Rhodamin B atau Metayl Yellow, penggunanan bahan tambahan pangan (pemanis dan pengawet) yang melebihi batas, racun yg secara alamiah terkandung dalam makanan.

Misalnya, singkong (bisa mengandung sianida jika sudah lama), jengkol (mengandung asam jengkolat), ikan buntal (tetrodotoksin mengakibatkan sulit bernafas dan kematian jika tak cepat ditangani).

Cemaran biologi ( mikroba / bakteri) sebagai dampak higiene sanitasi tidak diterapkan dengan baik, seperti lingkunagan produksi yang kotor, penjamah pangan yang higienis dan sehat, peralatan yang kotor, dampak yang ditimbulkan seperti diare, typus, dan lain-lainnya.

Yosef menambahkan, dengan brand pasar AMAN,dampaknya tentu tumbuhnya kesadaran akan keamanan pangan di tingkat komunitas dan pasar, meningkatkan brand dari pasar Dasan Agung dan efeknya bisa meningkatkan minat masyarakat berbelanja ke pasar terebut.

“Secara otomatis tentu dapat meningkatkan perputaran ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Pasar-pasar lain harapannya bisa tertarik mereplikasi program ini dengan dampak yang diperoleh dengan branding Pasar Aman, utamanya dari sisi ekonomi.

“Biasanya nanti dari tim Kementerian lain yang datang juga membawa program-program di kementerian mereka untuk revitasilasi pasar. Karena nanti, tim Verifikator selain dari BPOM juga dari Kemenko PMK, Kemendagri, Kemendag, KKP dan lainnya,” demikian Yosef.(bul)

Telkomsel Pastikan Kesiapan “Network dan Service” Jelang Idul Fitri

0
(Ekbis NTB/ist) POSKO - Telkomsel menyiapkan 154 Posko Siaga RAFI di berbagai lokasi strategis se-Indonesia.

Mataram (Ekbis NTB) – Telkomsel memproyeksikan terjadinya pertumbuhan trafik broadband hingga 15,22% dibandingkan hari biasa 2024, yang utamanya akan didorong oleh peningkatan aktivitas digital masyarakat, mulai dari online gaming sebesar 40,84%, communications 25,49%, video streaming 22,61%, social media 11,14%, sampai dengan e-commerce 9,17%.

Dibandingkan dengan momen ramadhan dan idul fitri tahun sebelumnya, Telkomsel pun memperkirakan kenaikan trafik mencapai 14,63% lebih tinggi, dengan payload tertinggi sebanyak 60,10 PB (Peta Byte) pada puncak RAFI tahun ini.

Vice President Global Network Operations Telkomsel, Galumbang Pasaribu, mengatakan, Telkomsel berkomitmen memastikan pengalaman digital pelanggan yang berkesan selama momen RAFI 2024 melalui kesiapan infrastruktur konektivitas broadband inovatif dengan jangkauan terluasnya dalam merayakan kehadiran bulan Ramadan dan menjalin silaturahmi lebih erat dengan kerabat, keluarga, maupun kolega hingga momen Idulfitri nanti.

“Selamat menjalankan ibadah puasa, dan semoga bersama kita mendapatkan keberkahan sebesar-besarnya sepanjang bulan suci tahun ini,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik pada momen RAFI 2024, Telkomsel telah melakukan optimalisasi kualitas, kapasitas, serta pemutakhiran teknologi jaringan yang difokuskan pada 444 titik keramaian di berbagai wilayah Indonesia.

Titik keramaian tersebut mencakup 288 area khusus (pusat perbelanjaan, alun-alun, dan lainnya), 57 area transit transportasi (bandara, pelabuhan, dan stasiun), 42 wilayah residensial, 38 jalur mudik (termasuk Rest Area dan SPBU), serta 19 kawasan ibadah (masjid dan rumah ibadah lainnya).

Secara keseluruhan, penguatan kapabilitas jaringan ini melengkapi kehadiran lebih dari 244 ribu BTS Telkomsel berteknologi 4G/LTE dan 5G terkini yang mencakup hingga 97 persen wilayah populasi di Indonesia untuk mendukung pengalaman digital pelanggan yang optimal selama RAFI 2024.

Guna memastikan kestabilan kinerja dan kualitas jaringan broadband secara andal dan efisien, Telkomsel pun telah mengimplementasikan standar arsitektur jaringan Open Digital Architecture (ODA) Autonomous Network pertama di Indonesia, dengan skema zero touch self-assurance berbasis AI untuk lebih cepat mendeteksi, mendiagnosis, mengoptimalkan, dan memulihkan fungsi jaringan secara mandiri dan otomatis.

Konsistensi Telkomsel dalam menghadirkan konektivitas broadband selulernya untuk meningkatkan pengalaman digital seluruh pelanggannya secara merata dan setara di Indonesia sebelumnya telah diakui secara global dengan meraih gelar Best Mobile Coverage dan Fastest Mobile Network sekaligus, serta gelar Best Mobile Network selama 5 kali berturut dari Ookla® Speedtest Awards™ .

Pada momentum idul fitri, Telkomsel menyiapkan 154 Posko Siaga RAFI di berbagai lokasi strategis se-Indonesia. Setiap Posko Siaga tidak hanya merupakan pusat layanan komprehensif untuk kebutuhan digital pelanggan, seperti dengan penukaran Telkomsel Poin, pembelian kartu perdana Telkomsel Lite, pembelian voucher isi ulang, instalasi aplikasi MyTelkomsel, pendaftaran produk FMC IndiHome, Orbit, dan Telkomsel One, dan sebagainya, tetapi juga sebagai tempat di mana kehadiran Telkomsel lebih dari sekadar penyedia layanan, tetapi juga sebagai sahabat yang mengerti dan peduli.

Kegiatan interaktif, seperti games, live music, massage chair, hingga phone charging, juga dihadirkan sebagai sarana untuk berbagi kegembiraan dan kebersamaan. (bul)

Galaxy A35 5G, Smartphone untuk Mudik Lebaran Lebih “Awesome”

0
Fitur Awesome Samsung Galaxy A35 5G (Ekbis NTB)
Mataram (Ekbis NTB) – Samsung Galaxy A35 5G hadir dengan berbagai fitur Awesome mulai dari triple camera mumpuni untuk hasil foto dan video ciamik untuk mengabadikan momen selama perjalanan mudik dan silaturahmi.
Layar Super AMOLED 6,6 inci dengan refresh rate 120Hz untuk cek peta dan sosmed mulus, dipadukan prosesor octa core yang powerful dan baterai 5.000mAh yang awet untuk menemani sepanjang perjalanan.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager, Samsung Electronics Indonesia menegaskan hal itu.
Berikut cara memanfaatkan fitur-fitur Awesome Galaxy A35 5G untuk bikin pengalaman mudik jadi tambah seru.
Capture momen Awesome setiap saat. Galaxy A35 5G dilengkapi dengan rangkaian triple camera belakang dengan lensa utama 50MP, lensa wide-angle 8MP, dan lensa makro 5MP, serta kamera selfie 13MP. Hasilnya, bisa mendapatkan kualitas foto yang hidup dan jernih untuk mengabadikan momen indah Lebaran tahun ini, dari mudik di awal hingga silaturahmi di Hari Raya.
Tidak perlu khawatir konten gelap saat malam takbiran. Galaxy A35 5G dilengkapi dengan kemampuan nightography sehingga memungkinkan kamu untuk tetap berkonten dalam suasana redup.
Didukung dengan 4x multi-readout, perangkat ini mampu mengurangi noise yang ada ketika memotret dalam kondisi gelap. Selain itu, Galaxy A35 5G juga memiliki Optical Image Stabilization (OIS) dan Video Digital Image Stabilization (VDIS) untuk mengurangi efek guncangan atau getaran tangan agar konten tetap stabil.
Bisa juga mengaktifkan fitur Super HDR Video yang mampu merekam momen silaturahmi Lebaran dengan true 12bit video, memastikan seluruh nuansa warna-warni dari baju Lebaran hingga santapan lezat terekam sempurna.
Teman mudik Awesome untuk bermacam aktivitas, anti boring!
Galaxy A35 5G dibekali dengan prosesor octa core yang memberikan performa tangguh untuk berbagai aktivitas termasuk aktivitas leisure pada saat lebaran. Macet-macetan saat mudik tak masalah, pengguna bisa sambil mabar di jalan. Tak perlu khawatir dalam membuka banyak aplikasi di perangkat ini.
Galaxy A35 5G diperkuat RAM 8GB dan kapasitas penyimpanan internal 128GB dan 256GB yang bisa diperluas dengan kartu memori eksternal MicroSD hingga 1TB, sehingga tidak perlu khawatir kehabisan memori untuk menyimpan aplikasi penting yang mendukung kegiatan mudik.
Dengan kapasitas memori yang besar, bisa menyimpan film atau series kesukaan sebelum bermudik sebanyak-banyaknya, tanpa khawatir akan kehabisan kapasitas memori penyimpanan.
Selain performa yang tangguh, Galaxy A35 5G memiliki kapasitas baterai sebesar 5.000 mAh dengan dukungan kemampuan pengisian daya cepat. Kamu bisa menggunakan Galaxy A35 5G untuk mengakses informasi lalu lintas terkini, rute peta jalan ketika mudik, sekaligus mendengarkan lagu atau podcast kesukaanmu tanpa takut lowbat.
Selanjutnya, layar Super AMOLED 6,6 inci yang cerah dengan refresh rate 120Hz yang dimiliki Galaxy A35 5G mampu menampilkan visual yang terbaik, animasi halus, dan pengalaman menonton dengan baik saat menjelajahi web, streaming video, atau bermain gim. Pengguna bisa dengan santai menikmati film atau series kesukaan di perjalanan kereta ataupun di tengah kemacetan, sehingga pengguna terhindar dari kebosanan atau mati gaya.
Tampil penuh gaya dengan Galaxy A35 5G
Selain suasana hangat dan kekeluargaan, Lebaran juga dipenuhi dengan suasana kegembiraan. Hape baru ketika Lebaran dapat membuatmu makin Awesome Everyday dengan desain yang stylish dengan pilihan warna kekinian, Awesome Ice Blue, Awesome Navy, dan Awesome Lilac. Perangkat ini memiliki dimensi 161,7 x 78 x 8,2 mm dengan berat 209 gram, pas di genggaman dan ringan untuk digunakan pada saat momen silaturahmi mengunjungi keluarga dari satu tempat ke tempat yang lain.
Tunggu apa lagi? Segera dapatkan smartphone Galaxy A35 5G untuk menyambut momen kebersamaan mulai dari Rp4.999.000. Dapatkan juga  paket promosi menarik untuk pembelian Galaxy A35 5G hingga 17 April 2024 berupa gratis upgrade memori ke varian 8GB/256GB dengan membayar harga 8/128GB, cashback bank hingga Rp250.000, cashback Finance+ hingga Rp300.000, 0% bunga dan DP untuk microfinance, dan kuota bulanan Axis prabayar 125 GB selama 6 bulan..
Yuk berkunjung ke Samsung Awesome Generation Space yang ada di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta dari tanggal 27 Maret sampai 31 Maret 2024 ini. Di sana bisa bikin konten dan berkesempatan dapat hadiah smartphone, serta seru-seruan mabar dengan hadiah-hadiah yang menarik, sekaligus mendapatkan bonus tambahan casing jika melakukan pembelian di Awesome Generation Space. (*)

TPAKD Bertekad Memperluas Akses Keuangan Masyarakat Kota Mataram

0
Foto bersama setelah rapat pleno OJK dengan TPKAD (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Dalam rangka mendukung strategi peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan masyarakat di Kota Mataram, OJK Provinsi NTB melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Mataram menyelenggarakan Rapat Pleno pada hari Kamis, 21 Maret 2024 di Ruang Kenari, Aula Sekretariat Daerah Kota Mataram.

Rapat dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan program TPAKD pada tahun 2023, serta menetapkan program unggulan yang akan dilaksanakan selanjutnya.

Hal ini sejalan dengan fungsi TPAKD selaku forum koordinasi bagi Lembaga pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mempercepat akses keuangan di daerah, yang berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi regional dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.

Pada kegiatan tersebut disepakati untuk melanjutkan pelaksanaan program unggulan TPAKD Kota Mataram. Yang pertama yaitu program KEJAR (1 Rekening 1 Pelajar), bertujuan untuk meningkatkan budaya menabung bagi pelajar dan melatih pengelolaan keuangan sejak dini.

Selanjutnya Program HARUM BERSERI (Bebaskan Masyarakat dari Sengsara Riba) yang bertujuan untuk membuka akses pembiayaan berbasis Syariah tanpa margin kepada masyarakat pelaku usaha ultra mikro, sehingga terbebas dari jerat rentenir. Program ini juga menjadi alternatif sumber permodalan usaha dengan proses cepat, mudah, berbiaya rendah, dan persyaratan sederhana.

Kemudian yang terakhir yaitu penetapan zona inklusi dan literasi keuangan melalui layanan QRIS sebagai alat transaksi, yang bertujuan untuk memudahkan proses transaksi secara cepat dan terjaga keamanannya.

Dengan adanya sinergitas dan kolaborasi para pihak di TPAKD Kota Mataram, diharapkan dapat membuka akses keuangan yang seluas-luasnya bagi masyarakat, yang memberikan dampat positif pada pertumbuhan ekonomi Kota Mataram.(bul)

OJK Dorong Penguatan Ekonomi Difabel dan PMI Purna di Bima

0
Foto bersama pelatihan edukasi keuangan OJK (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai kegiatan edukasi dan literasi keuangan bagi masyarakat termasuk penyandang disabilitas agar memiliki kemandirian dan dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Kepala OJK Nusa Tenggara Barat, Rico Rinaldy saat membuka pelatihan menyampaikan, pentingnya pemahaman dan keterampilan keuangan yang baik sebagai kunci untuk membangun fondasi finansial yang kokoh dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Literasi keuangan adalah keterampilan hidup esensial yang harus dimiliki oleh setiap individu. Dengan literasi keuangan yang kuat, kita mampu membuat keputusan yang bijak, mengelola risiko, dan merencanakan masa depan yang lebih stabil. Mari bersama-sama mengangkat standar keuangan pribadi dan mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera di Provinsi NTB,” kata Rico.

Kegiatan edukasi keuangan tersebut dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesos Setda Kota Bima Alwi Yasin, Analis Senior Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK Grani Ayuningtyas Harmani serta diikuti oleh 515 peserta yang merupakan penyandang disabilitas.

Alwi Yasin dalam sambutannya menyampaikan bahwa edukasi keuangan yang diselenggarakan oleh OJK merupakan agenda penting bagi semua kalangan termasuk bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara finansial.

“Hari ini, melalui kegiatan ini, tidak hanya memberikan pelajaran, tetapi juga memupuk rasa percaya diri dan kemandirian. Saya yakin, dengan akses yang setara terhadap pendidikan keuangan, kita akan mampu membangun masa depan yang lebih baik. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang inklusif dan memberdayakan setiap individu, tanpa terkecuali, untuk meraih kesuksesan finansial,” kata Alwi.

Rangkaian kegiatan edukasi keuangan di NTB dilanjutkan dengan kegiatan edukasi keuangan bagi Purna dan Pendamping Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Bima pada 27 Maret 2024.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri oleh Plh. Sekda Kabupaten Bima, Putarman, dan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat Noerman Adhiguna serta diikuti oleh 580 peserta pendamping PMI.

Para peserta dibekali materi terkait Pengenalan OJK, Waspada Investasi dan Pinjaman Online Ilegal, materi Pengenalan Industri Jasa Keuangan serta Produk dan Layanan Jasa Keuangan, dan materi Perencanaan Keuangan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dan keterampilan merencanakan dan mengelola keuangannya serta keterampilan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan dengan baik.

Materi Pengenalan Keuangan Syariah juga disampaikan dalam rangka mendukung Gebyar Ramadhan Keuangan (GERAK) Syariah yang berlangsung selama bulan Ramadan 2024.

Selain itu, tersedia booth dari Industri Jasa Keuangan di lokasi kegiatan sebagai infrastruktur untuk mempermudah masyarakat mengakses produk dan layanan jasa keuangan pada saat kegiatan edukasi berlangsung.(bul)