Home Blog Page 745

MXGP di Sirkuit Selaparang, Keuntungan Pengusaha Perempuan Naik 90 Persen

0
Salah satu lapak anggota womenpreneur Lombok yang ada di sirkuit Selaparang, Minggu, 30 Juni 2024. (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Pelaku usaha perempuan merasakan dampak positif dari penyelenggaraan Motorcross Grand Prix di Sirkuit Selaparang, Kota Mataram. Pendapatan atau keuntungan diperoleh mencapai 90 persen.

Menurut Ketua Womenpreneur Club Lombok, Indah Purwanti mengaku pendapatan anggotanya yang tergabung dalam pengusaha wanita Lombok tersebut mendapatkan peningkatan penghasilan hingga 90 persen pada puncak MXGP seri ke-11 yang diselenggarakan di Sirkuit Selaprang, Kota Mataram.

“Peningkatannya sampai 90 persenan ya,” ujarnya saat dihubungi Suara NTB pada Senin, 1 Juli 2024.

Ia melanjutkan kunjungan di hari kedua MXGP sangat membludak, apalagi ditambah dengan adanya konser, sehingga produk milik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah laris manis.

“Animo di hari kedua bagus banget, mulai dari siang ke sore, race itu puluhan ribu orang, kita lihat sekitar 20.000 orang, laporan dari para member itu laris manis,” ujarnya.

Selain itu, cuaca pada hari kedua MXGP sangat Terik, sehingga anggota UMK womenpreneur Lombok melakukan tambahan produk jualan hingga malam hari.

“Itu panas, kemudian mereka juga refill sampai malam. Malam itu juga sampai jam 22. 00 WITA produk mereka juga habis, karena malam ada pesta rakyat, jadi membludak,” tambahnya.

Perlu diketahui bahwa MXGP menyediakan setidaknya 230 lapak kepada pelaku UMKM, adapun 15 diantaranya merupakan anggota womenpreneur Lombok.

Adapun kemarin, ada anggota womenpreneur berhasil menjual makananya hingga mencapai RP7 juta selama satu hari saja. Sehingga angka ini cukup fantastis jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. (era)

Penyelenggaraan MXGP Untungkan Pedagang Souvenir

0
Stand UMKM yang ada di sirkuit selaparang pada gelaran MXGP, Minggu, 30 Juni 2024. (ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Penyelenggaraan Motocross Grand Prix (MXGP) pada Sabtu-Minggu, 28-29 Juni di Sirkuit Selaparang, Kelurahan Rembiga, Kota Mataram memberikan keuntungan bagi pelaku usaha. Keuntungan dirasakan terutama bagi pedagang souvenir.

Pedagang pada event internasional tersebut tidak hanya berasal dari Mataram atau Pulau Lombok saja, melainkan dari luar daerah. Salah satunya adalah Regi. Ia merupakan pemuda asli Bandung yang mempunyai usaha konveksi di kotanya dan memiliki jaringan di kota Mataram. Regi menjual berbagai macam souvenir. “Saya asli Bandung, tahun lalu juga saya jualan ini (merchandise),” katanya pada Minggu, 30 Juni 2024.

Ia mengaku penjual merchandise tidak begitu banyak, sehingga banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang dan antusias membeli perintilan MXGP yang dijualnya.

“Paling laku itu T-shirt dan Jersey yang kita desain khusus sesuai tema MXGP tahun ini,” lanjutnya.

Selain kaos dan jersey yang telah di desain tersebut, ia juga menjual stiker, topi, tumbler, lanyard, keychain, dan masih banyak lagi. Ia menjual marchandisenya mulai dari harga Rp50.000-Rp250.000

Regi menceritakan pada MXGP tahun 2023, ia menjual sebanyak 12 jenis pakaian desain dan berhasil menghasilkan uang hingga Rp12 juta selama tiga hari. Penyelenggaraan MXGP yang digelar dua seri di Sirkuit Selaparang, Kota Mataram, ia berharap pendapatannya bisa meningkat jika dibanding dengan tahun lalu,

“Kita berharap tahun ini stok habis dan pendapatan meningkat,” harapnya. (era)

Sukses Menggelar Turnamen Golf, PGI NTB Optimis “Sport Tourism” Mengeliat

0
Haji Iron (kiri) menyerahkan hadiah kepada Akhmad Jadid jadi pemenang The Best Groos Overall(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Lombok Golf Open Turnamen dibawah naungan Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Provinsi NTB H. Haerul Warisin sukses diselenggarakan, Minggu 30 Juni 2024 di Lombok Sire Golf Kosaido Lombok Utara. Pada turnamen ini, Akhmad Jadid jadi pemenang The Best Groos Overall, dengan nilai skor 75.

“Ini merupakan tanda – tanda prestasi golf di NTB mulai bangkit. Terutama jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan diselenggarakan di NTB,” kata Haerul Warisin, atau yang akrab dipanggil Haji Iron.

Turnamen golf ini berlangsung meriah, apalagi dirangkai dengan kegiatan sosial pelepasan burung dan penanaman bibit di sekitar lapangan golf Sire, sebagai kampanye pelestarian terhadap lingkungan.

Peserta turnamen berasal dari dalam dan luar negeri, yaitu ekspatriat yang tinggal di gili-gili di Kabupaten Lombok Utara, Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Bahkan beberapa diantaranya adalah ekspatriat yang tinggal di Bali.

Berkaca dari open turnamen ini, Mantan Wakil Bupati Lombok Timur ini meyakini, kesiapan NTB menghadapi PON tahun 2028 mendatang. Selaras dengan kesiapan daerah ini mengembangkan sport tourism, khususnya dari cabang olahraga golf.

PGI NTB akan bersungguh-sungguh mempersiapkan atlet-atlet golf terbaik NTB dan akan memperbanyak kegiatan golf turnamen, minimal empat kali dalam setahun. Serta tetap bergandengan tangan dengan seluruh stakeholder yang perannya sertanya sangat signifikan mendukung setiap turnamen golf di daerah ini.

“Kita meminta kepada pemerintah daerah NTB untuk lebih memperhatikan peningkatan kualitas cabor-cabor terutama golf menyambut PON 2028 sebagai salah satu event besar yang bisa mendorong sektor pariwisata NTB,” katanya.

Apalagi, pengelola lapangan golf Sire ini tengah melakukan pembangunan penambahan fasilitas berupa club house untuk menambah kenyamanan dan menjadikan lapangan golf ini berstandar internasional untuk menyelenggarakan wisata tourism di NTB.

“Terima kasih kepada Bapak Racmat Makkasau PT Amman Mineral Nusa Tenggara , Bpk Farid Amir PT Varindo Lombok Inti , Bapak Alwan S Thio Aston In Hotel Lombok , Bapak Taksaka Luih , Bapak Yudistita Capriadi PT Seven Energy , PT Krida Dinamik Autonusa , BNI , Mandiri ,BRI dan Para sponsor yang selalu setia mensupport Kegiatan PGI NTB. Dan tentunya semua Golfer peserta Lombok Open Golf Tournament Amatir ke 2 serta Managment Sire Golf Kosaido,” demikian Haji Iron.(bul)

Svarga Resort Berkomitmen Laksanakan Kewajiban Terhadap Eks Karyawan

0
Zulpadli (ekbisntb.com/bul)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Pengelola Svarga Resort memastikan profesionalisme perusahaan dengan mempertanggungjawabkan hak-hak kepada eks karyawan yang sudah diberhentikan bekerja karena kondisi perusahaan pasca Pandemi COVID-19.

Hal ini ditegaskan Zulpadli, General Manager Svarga Resort. Sebagaimana diketahui, Svarga Resort memberhentikan sejumlah karyawannya, karena ketidakseimbangan pemasukan dengan biaya operasional yang dikeluarkan, ditengah pemulihan setelah gempa Lombok Tahun 2018 dan pandemi COVID-19 sejak tahun 2020 lalu.

Zulpadli di Senggigi, Lombok Barat, Senin 1 Juli 2024. Diketahui sejak awal tahun 2024 hingga saat ini perolehan jumlah okupansi kamar di Svarga Resort serta jumlah revenue tidak sebanding dengan beban operasional.

Meskipun telah melewati masa pandemi COVID-19, Svarga Resort masih menyatakan belum adanya titik balik terkait kondisi Perusahaan.

“Kami punya 51 kamar, dengan 70 lebih karyawan. Keadaannya kami masih pemulihan setelah COVID-19, sehingga harus melakukan pengurangan jumlah karyawan,” katanya.

Zulpadli menyatakan bahwa Svarga Resort telah berusaha semaksimal mungkin untuk kembali pulih dari kondisi ini dengan memanfaatkan Digital Marketing, berelasi dengan agensi wisata, dan bekerja sama dengan korporasi.

Disisi lain, karyawan-karyawan yang diberhentikan justru mengadu ke Disnaker Kabupaten Lombok Barat, menuntut apa yang disebut sebagai hak-haknya (pesangon).

Sayangnya, jumlah mantan karyawan yang diberhentikan ini tidak sesuai dengan jumlah yang sebenarnya.

“Didata kami, ada 19 orang yang diberhentikan. Tapi yang datang ke Disnaker sampai sebanyak 33 orang. Ada yang sudah berhenti duluan, dan ikut-ikutan nampaknya,” ujarnya.

Karena itu, kata Zul, sebagaimana hasil pertemuan dengan Disnaker Lombok Barat, Svarga Resort tetap berkomitmen terhadap kewajiban perusahaan kepada karyawan yang diberhentikan.

“Tapi harus dipastikan dulu. Jumlahnya harus sama dengan data kami. Baik jumlah, maupun masa kerja. Mari kita cocokkan. Total tuntutan pesangonnya sebesar Rp1,1 miliar. Pada prinsipnya, kita laksanakan kewajiban kita sesuai kemampuan, dan sesuai ketentuan Undang-undang,” demikian Zulpadli.(bul)

Rupiah Melemah, Efek Ganda Bagi Sektor Pariwisata

0
Kabid Kelembagaan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Mawardi. (ekbisntb.com/ulf).

Mataram (ekbisntb.com) – Melemahnya nilai tukar rupiah memberikan dampak bagi industri pariwisata. Disatu sisi, menjadi keuntungan bagi wisatawan mancanegara, namun sebaliknya menjadikan depresiasi rupiah di dalam negeri, karena akan berpengaruh pada biaya operasional.

Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Mawardi di Mataram, Senin 1 Juli 2024 mengatakan bahwa, melemahnya kurs rupiah berdampak positif dan negatifnya terhadap sektor pariwisata.

Ia menyebutkan, wisatawan mancanegara akan diuntungkan karena situasi seperti ini, karena nilai tukar mata uang dan pembiayaan wisatanya menjadi lebih murah. Sehingga semakin banyak yang akan berkunjung.

“Dibuktikan dengan kunjungan wisatawan mancanegara saat ini, banyak yang sudah mulai berdatangan. Keuntungannya bisa dari segi pembelanjaan dan menikmati fasilitas-fasilitas di sini,” jelasnya.

Meskipun, pelemahan nilai rupiah dapat memicu mahalnya pembiayaan, mulai dari harga tiket pesawat dan lain-lain berdasarkan kurs rupiahnya. Hal Ini berdampak terhadap wisatawan domestik.

Dinas Pariwisata Provinsi NTB menargetkan, untuk kunjungan wisatawan asing tahun ini sebanyak 2.5 juta tahun 2024 ini. Pertengahan tahun ini sudah mencapai 1,8 juta wisatawan kunjungan. Target tersebut meningkat dari tahun lalu, yang hanya sebanyak 2 juta wisatawan.

“Target ini akan tercapai dengan kita melihat trafik saat ini, dan mulai terus meningkat. Terbukti dari aktivitas-aktivitas teman-teman travel agent,” ungkapnya. Ia menambahkan, untuk okupansi perhotelan rata-rata di atas 70%. Ia berharap, hal seperti ini akan terus meningkat hingga 100% di bulan Juli-Agustus meskipun kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Hal senada disampaikan juga oleh Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Provinsi NTB, melemahnya kurs dapat menjadi keuntungan bagi turis asing.

“Mungkin dengan beberapa dolar sudah dapat hotel bintang empat, malah bagus bagi mancanegara. Oleh karena itu, problem sekarang itu kita perlu tingkatkan wisatawan mancanegara. Bagaimana akses ke sini itu tidak susah,” ungkapnya.

Ia berharap, Provinsi NTB harus memiliki pintu masuk langsung agar para wisatawan luar tidak singgah di daerah lain terlebih dahulu. Itu menjadi strategi ke depan dari pemerintah dan pihak swasta. Saat ini rute turis mancanegara yang mengarah langsung ke Lombok ada dua, yaitu di Kuala Lumpur-Malaysia dan Singapura.

“Misalnya turis dari Eropa, bisa langsung direct Eropa-Singapura-Lombok, atau Eropa-Kuala Lumpur-Lombok, seperti itu,” pungkasnya. (ulf)

NTB Berpeluang Berkembang dengan Wisata Budaya

0
Bambang Haryo (ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Provinsi NTB memiliki peluang besar jika mengembangkan wisata budaya. Hal ini bisa dijadikan perhatian oleh pemerintah daerah, maupun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sebagaimana dikemukakan Anggota DPR RI Terpilih Bambang Haryo. Menurutnya, selama ini pemerintah hanya fokus pada pengembangan wisata alam saja, padahal NTB memiliki potensi wisata budaya yang sangat luar biasa banyak.

“Ini yang kita sangat mengharapkan kalau budaya ini diperhatikan saya yakin (Kunjungan wisatawan meningkat,red) karena turis itu senangnya lihat budaya bukan alam saja. Ini kebetulan saja alamnya tidak ada ditempat dia tapi mereka lebih tertarik dibudaya,” kata Bambang Haryo di Mataram, Senin 1 Juli 2024.

Sebagai contoh wisatawan asing banyak memilih Bali sebagai tujuan wisata karena melihat adanya kebudayaan yang ditampilkan. Kemudian berkaca dari Negara Asia Tenggara seperti Thailand yang memiliki kunjungan wisatawan empat sampai lima kali lipat dibandingkan jumlah tamu di Indonesia serta lama menginap yang cukup lama.

“Itu karena Negara Gajah Putih tersebut mengandalkan wisata budaya untuk menarik wisatawan dunia. Sedangkan Indoensia yang memiliki ratusan kerajaan tapi belum banyak dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata. Thailand paling Cuma tiga kerajan, Malaysia Cuma sembilan kerajaan, tetapi bagaimana dia eskplore kebudayaan itu sehingga bisa hebat tourisnya dan mereka tinggalnya cukup lama,” ujarnya.

Contoh lainnya Prancis yaitu negara yang tidak memiliki wisata alam tetapi kemudian menawarkan wisata budaya ke pengunjung. Sehingga menjadikan Prancis sebagai negara dengan jumlah wisatawan asing terbesar didunia hingga menyentuh 250 juta.

“Kenapa Lombok ini sedikit sekali wisatawan, kita punya peluang. Malaysia menjadi negara yang harus kita serap, Arab menjadi serapan yang bisa kita serap untuk pariwsata halal tapi tolong tunjukan pada publik pada dunia bahwa kita punya kebudayaan yang sangat banyak dan bagus,” katanya.

Ia menambahkan, jika manajemen wisata budaya ini dikelola dengan baik dan dipromosikan secara maksimal oleh Pemda. Serta budaya yang ada di NTB ini bisa lebih dikembangkan lagi. Dia yakin kunjungan wisata di NTB akan meningkat kedepannya.

Terlebih tidak semua daerah seperti di NTB yang memiliki tempat sebagai peristrirahatan kerajaan. Kebanyakan daerah justru yang terbangun adalah bangunan kerajaannya, bukan tempat peristirahatan raja.

“Kebetulan disini sudah bagus, ada air suci tempat kita minum, air tempat mandi dan sebagainya sudah tersedia. Cuma masih belum ada tari-tarian jadi harusnya disini bisa dipersembahkan tarian-tarian kolosol,” katanya

Bahkan dengan potensi wisata budaya yang ada Lombok ini, wisatawan tidak hanya berkunjung ke Gili Trawangan. Sebaliknya ribuan wisatawan yang ada di Gili Trawangan dapat ditarik untuk mengunjungi tempat-tempat wisata budaya lain di Lombok. Sebagai contoh Taman Narmada di Lombok Barat yang memiliki potensi wisata budaya sama persis dengan budaya Kecak di Uluwatu Bali dan Yogyakarta.

“Harusnya tidak boleh kalah dengan Bali, ada namanya tempat Kecak di Uluwatu, jadi disini itu bisa (Wisata budaya dikembangkan,red), ini juga sama persis dengan di Kerajaan Yogya yang memilih 44 selirnya. Jadi tempat ini adalah milik raja yang bisa kita nikmati sekarang ini,” katanya

Oleh karena itu dia berharap kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI untuk lebih perhatian dalam pengembangan wisata budaya, khususnya di Provinsi NTB. Sebab dia melihat destinasi wisata budaya di NTB masih kurang terpelihara dan belum banyak dilirik Pemda.

“Jadi ini perlu adanya perhatian, kalau ada perawatan bagus, terus ada tari-tarian, dieksplore ada raja-raja zaman dulu, bila perlu kita bisa ada sewa pakaian adat dan sebagainya saya yakin laris. Lombok akan jadi destinasi pariwisata budaya terbesar di Indoensia,” tandasnya.(bul)

Penonton MXGP Membludak, Tembus 40.000 Orang

0
Penonton hiburan MXGP membludak(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Gelaran Motocross Grand Prix (MXGP) seri 1 makin meriah dengan digelarnya malam hiburan, Minggu 30 Juni 2024, menghadirkan band-band populer nasional.

Penampilan musisi ternama seperti Vierratale dan Fourtwenty berhasil menarik penonton hingga membeludak mengisi lokasi hiburan di area Sirkuit MXGP Lombok di di Eks Bandara Selaparang.

Dari target awal penjualan sejumlah 30.000 tiket, jumlah penonton tembus mencapai 40.000 orang sejak pagi hingga malam hari.

Direktur PT Samota Enduro Gemilang (SEG) MXGP, Diaz Rahmah Irhani mengungkapkan, jumlah penonton yang datang baik pada saat pertunjukan MXGP maupun konser jumlahnya sama. Hal itu karena penjualan tiketnya mejadi satu paket, yang mana sekaligus antara MXGP dan tiket konser.

“Total tiket tersebar dan jumlah penonton itu di 40 ribu untuk tiket kedua kegiatan terebut,” ungkap Diaz.

Ia menyebutkan, capaian angka fantastis pada event ini membuktikan bahwa anak muda Indonesia mampu menyelenggarakan acara internasional yang memberikan pengaruh besar pada masyarakat.

Event ini pun membawa berkah bagi pelaku UMKM yang terlibat dalam penyelenggaraan terebut. Kesempatan mereka untuk mendongkrak penghasilan pada event tersebut dilihat dari animo masyarakat yang hadir melampaui target awal panitia penyelenggara MXGP.

“Pelaku UMKMnya happy walaupun sempat ada isu satu dua sebelumnya. Tapi semalem saya denger sampai sold out semua. Jadi, harusnya laku keras,” demikian Diaz. (ulf)

Maret 2024, Penduduk Miskin di NTB Turun Jadi 12,91 Persen

0
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB Wahyudin(ekbisntb.com/ris)

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB menyatakan bahwa persentase penduduk miskin di NTB pada Maret 2024 sebesar 12,91 persen. Angka ini menurun sebesar 0,94 persen poin terhadap Maret 2023 dan menurun 0,91 persen poin terhadap September 2022. Persentase penduduk miskin pada Maret 2024 merupakan yang terendah sepanjang periode September 2014 sampai Maret 2024.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB Wahyudin mengatakan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 709,010 orang, berkurang 42.220 orang terhadap Maret 2023 dan berkurang 3.680 orang terhadap September 2022.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2023–Maret 2024, jumlah penduduk miskin perkotaan turun dari 383.530 orang menjadi 368.540 orang. Sedangkan di perdesaan turun dari 367.700 orang menjadi 340.470 orang.

“Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 13,76 persen menjadi 12,86 persen. Sementara itu, di perdesaan turun dari 13,95 persen menjadi 12,95 persen,” kata Wahyudin saat menyampaikan rilis berita resmi statistik, Senin 1 Juli 2024.

Adapun garis kemiskinan pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp534.703 /kapita/bulan dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp404.637 (75,68 persen) serta garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp130.066 (24,32 persen).

Untuk diketahui, garis kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan non makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Pada Maret 2024, secara rata-rata rumah tangga miskin di Provinsi NTB memiliki 4,14 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp2.213.670 / rumah tangga/bulan.

“Dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan, yang terdiri dari garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan bukan makanan, bahwa peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Besarnya sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2024 sebesar 75,68 persen,” ujarnya.

Secara historis selama 10 tahun terakhir yaitu periode September 2014 – Maret 2024, tingkat kemiskinan di Provinsi NTB mengalami penurunan, baik dari sisi jumlah maupun persentase. Perkecualian pada beberapa periode yaitu Maret 2017, Maret 2020, September 2020, September 2022, dan Maret 2023.

Kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada tahun 2020 merupakan akibat dari adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Sementara itu, kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode Maret 2023 dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu harga BBM yang naik pada akhir triwulan III tahun 2022 berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok hingga saat ini.

“Penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin pada Maret 2024 dikarenakan berbagai faktor diantaranya inflasi yang relatif terkendali, perekonomian NTB tumbuh positif dan berbagai macam program intervensi kemiskinan yang dilakukan pemerintah,” katanya.(ris)

Jika Diminta, BPS Siap Hitung Dampak MXGP

0
MXGP seri I di Sirkuit Eks Bandara Selaparang, Kota Mataram, 29-30 Juni 2024(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan siap menghitung dampak ekonomi dari penyelenggaraan MXGP, jika diminta.

Hal ini dikemukakan Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM, di Mataram, Senin 1 Juli 2024. Pada penyelenggaraan MXGP dua seri di sirkuit eks Bandara Selaparang, 29 Juni sampai 7 Juli 2024, BPS menurutnya tak melakukan perhitungan dampak secara ekonomi.

“Kalau kita diminta menghitung dampaknya sama pak Pj. Gubernur yang baru, kita akan hitung,” jelas Wahyudin.

Ditegaskannya kembali, untuk seri I MXGP yang sudah berlangsung 29-30 Juni 2024, BPS tidak bisa lagi menghitung dampaknya. Kecuali MXGP seri II yang akan dilaksanakan di sirkuit yang sama di eks Bandara Selaparang pada 6-7 Juli 2024.

“Itupun kalau masih memungkinkan,” tambahnya.

Sebab dalam menghitung dampak MXGP ini, beberapa komponen yang disurvey dan dihitung diantaranya, pengeluaran penonton baik untuk untuk biaya tiket masuk, transportasi/angkutan, biaya hotel, souvenir, termasuk survey UMKM dan hotelnya.

Wahyudin menambahkan, untuk penghitungan dampak ekonomi MXGP ini, pembiayaan akan dibebankan kepada Pemda atau yang meminta untuk dihitung dampaknya. Pembiayaan untuk tenaga survey dan pengolah data, termasuk biaya untuk tiket masuk ke arena saat melakukan survey dan penghitungan.

“Kalau analisis data karena menggunakan tenaga organik BPS, tidak perlu bayar,” tambahnya.

Sebelumnya, BPS pernah melakukan penghitungan dampak ekonomi event internasional yang diselenggarakan di NTB, saat penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika. BPS NTB juga melakukan analisis dampak ekonomi MXGP di Sirkuit Samota dan eks Bandara Selaparang tahun 2023 lalu.

Seperti halnya Asian Games, MXGP juga merupakan salah satu event besar olah raga yang pernah diselenggakan di NTB. Penyelenggaraan MXGP Tahun 2023 memberikan dampak nilai produksi daerah NTB.

Lima lapangan usaha yang mengalami peningkatan nilai produksi tertinggi akibat Penyelenggaraan MXGP Tahun 2023 adalah Konstruksi, Industri Pengolahan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Transportasi dan Pergudangan, dan Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor.

Lima lapangan usaha tersebut mengalami peningkatan nilai produksi 107,80 persen dari total output yang tercipta. Dampak produksi domestik dari penyelenggaraan MXGP 2023 paling besar ada pada lapangan usaha Konstruksi.

Penyelenggaraan MXGP Tahun 2023 di Samota dan Selaparang memberikan dampak nilai produksi berturut-turut sebesar Rp35,63 miliar terhadap Kabupaten Sumbawa dan Rp85,17 miliar terhadap Kota Mataram.(bul)

Harga Emas Antam Turun Rp2.000 Jadi Rp1,363 Juta Per Gram

0
Ilustrasi Emas Batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin pagi, turun sebesar Rp2.000 per gram, sehingga menjadi Rp1.363.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas batangan berada di posisi Rp1.365.000 per gram pada Sabtu 29 Juni 2024.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Senin, yakni sebesar Rp1.233.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di Logam Mulia Antam pada Senin 1 Juli 2024:

– Harga emas 0,5 gram: Rp731.500
– Harga emas 1 gram: Rp1.363.000
– Harga emas 2 gram: Rp2.666.000
– Harga emas 3 gram: Rp3.974.000
– Harga emas 5 gram: Rp6.590.000
– Harga emas 10 gram: Rp13.125.000
– Harga emas 25 gram: Rp32.687.000
– Harga emas 50 gram: Rp65.295.000
– Harga emas 100 gram: Rp130.512.000
– Harga emas 250 gram: Rp326.015.000
– Harga emas 500 gram: Rp651.820.000
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.303.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.(Ant)