Thursday, April 9, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 662

Kerjasama dengan Iduka, Siswa Kelas Industri di SMKN 1 Gerung Diseleksi

0
Seleksi siswa kelas Industri SMKN 1 Gerung kerjsama dengan pihak Iduka. (EKbis NTB/ist)

Siswa-siswi SMKN 1 Gerung Lombok Barat (Lobar) yang ikut dalam program kelas industri bekerja sama dengan Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (Iduka). Pihak sekolah bersama Mitra Iduka Hotel Lombok Astoria melakukan seleksi terhadap siswa siswi yang masuk sekelas industri pada tahun ajaran baru ini.

“Di tahun ajaran baru ini kami bekerjasama dengan pihak hotel Lombok Astoria menyeleksi langsung siswa yang akan masuk di kelas industri, karena harapannya bisa sesuai dengan yang dibutuhkan dengan industri, dunia usaha dan dunia kerja (Iduka),” kata Kepala SMKN 1 Gerung Hj Erni Zuhara, M.Pd., didampingi Wakasek Kurikulum Hasni Handini Tsurraya, SST.Par, M.Pd., akhir pekan kemarin.

Dijelaskan, Kelas Industri Jurusan Perhotelan hasil kerjasama dengan hotel Lombok Astoria. Kelas Industri ini merupakan hasil kerjasama sekolah dengan pihak Iduka (industri, dunia usaha dan dunia kerja) dalam rangka menyiapkan peserta didik agar lebih kompeten di bidangnya, sehingga siap untuk diserap oleh Iduka.

Kerja sama ini mencakup penyelarasan kurikulum, seleksi peserta didik dan program guru tamu termasuk program praktik kerja lapangan (PKL). “Termasuk  pengenalan dunia industri  melalui program One Week Training,” ujarnya.

Wakasek Kurikulum SMKN 1 Gerung Hasni Handini, mengatakan kegiatan ini lanjutan dari program kelas industri bersama mitra iduka Hotel Lombok Astoria. “Nah di tahun ajaran baru ini kami bekerjasama dengan pihak hotel Lombok Astoria menyeleksi langsung siswa yang akan masuk di kelas industri harapannya bisa sesuai dengan yang dibutuhkan dengan dunia industri,”kata Hasni.

Pihak hotel dalam hal ini GM Lombok Astoria Saeno Kunto beserta tim membantu menyeleksi langsung siswa kelas industri ini.

Beberapa kriteria penilaian kelas industri ini yaitu dari atitude, grooming, skill dalam berkomunikasi, kemampuan bahasa Inggris dan passion (keinginan) dan nantinya siswa yang masuk kelas industri akan melaksanakan  kegiatan PKL di Hotel Lombok Astoria. “Harapannya siswa siswi yang akan masuk kelas industri ini dapat langsung terserap ataupun direkomendasikan untuk bisa langsung bekerja di industri hotel atau kapal pesiar,” harapnya.

Dijelaskan, perbedaan kelas industri dengan kelas yang reguler, dimana siswa kelas industri akan mendapatkan banyak pengalaman di industri nantinya.

Dan lanjutan dari program ini, setelah selesai seleksi siswa yang terpilih akan diadakan Coaching Clinic oleh pihak Lombok Astoria sekaligus dengan orang tua siswanya. (her)

Komunitas Pecinta Lingkungan dan OPD Bersihkan Pantai Cemara

0
Ratusan orang dari unsur warga, komunitas dan jajaran OPD turun membersihkan sampah di Pantai Cemara Lembar, Minggu 21 juni 2024. (Ekbis NTB/ist)

Lombok merupakan sepuluh destinasi wisata di luar Pulau Bali yang menjadi destinasi tujuan wisatawan di Indonesia. Selain menawarkan berbagai macam budaya unik yang masih terjaga, Lombok sampai saat ini juga masih mengandalkan destinasi wisata alam sebagai objek wisata untuk dijual, khususnya objek wisata pantai.

Di Lombok Barat (Lobar), wisata pantai atau pesisir masih menjadi salah satu pilihan utama buat para wisatawan untuk dikunjungi. Hal tersebut membuat pantai-pantai di Lobar harus tetap diberikan perhatian lebih, baik dari segi keamanan, kenyamanan maupun kebersihan. Hal tersebut menjadi latar belakang diadakannya kegiatan ‘’Beriuk Persik Pesisir’’ (bersama bersihkan pesisir) yang dilakukan di Pantai Cemara, Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Minggu (21/7/2024) pagi.

“Karena seperti kita ketahui bersama faktor kebersihan menjadi salah satu tolak ukur untuk kita bisa dilihat dan dinikmati oleh masyarakat,” jelas Ketua Panitia Beriuk Persik Pesisi, Lalu Kusnadi Anggrat pada saat membuka kegiatan.

Kegiatan ini bersifat edukatif dan melibatkan seluruh masyarakat Lembar Selatan, selain itu ada juga Komunitas, mahasiswa dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lobar. “Sasaran utama dari kegiatan ini adalah bagaimana kita menyadarkan masyarakat untuk perduli akan kebersihan dan kesehatan.” tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Lobar,  Agus Gunawan mengatakan kegiatan bersih-bersih pantai ini merupakan kegiatan Lombok sinergi di mana dalam kegiatan ini melibatkan berbagai stakeholder terkait seperti Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB, Rumah Sakit Tripat Gerung serta beberapa komunitas pencinta lingkungan.

“Kita harapkan kegiatan ini sebagai momentum agar tidak hanya ada sadar wisata yang terkait dengan kebersihan bagi masyarakat, tetapi juga kepada para pengunjung yang berwisata di Pantai Cemara ini,” harapnya.

Setelah kegiatan ini, ke depannya harus ada tindak lanjut bagaimana kebersihan Pantai Cemara ini khususnya nantinya akan dibuatkan semacam Peraturan Desa (Perdes) terkait bagaimana dengan kebersihan di Pantai Cemara ini.”Misalnya seperti kegiatan Jumat bersih yang dilakukan oleh semua pedagang yang ada disini, kemudian sanksinya kalau ada yang buang sampah sembarangan akan mendapatkan sanksi, mungkin juga dari pemerintah nanti akan melakukan intervensi dengan menyediakan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada di sini,” jelas Agus.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Desa Lembar Selatan H.M. Saleh. Dikatakannya bahwa Pemerintah Desa Lembar Selatan dan juga masyarakat sangat antusias dan berkomitmen agar Pantai Cemara selalu bersih demi kemajuan pariwisata di Lembar Selatan pada khususnya dan Lobar pada umumnya.

“Kami dari pemerintah desa selalu memberikan arahan kepada masyarakat agar jangan membuang sampah sembarangan, dengan cara menyediakan tong sampah di setiap lapak jualan yang ada di sepanjang Pantai Cemara ini,” ujarnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan ini nantinya RSUP NTB akan menjadikan Pantai Cemara menjadi salah satu binaan dari RSUP NTB tentunya dengan berkolaborasi dengan Rumah Sakit Tripat Gerung agar ke depannya Pantai Cemara bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa dibanggakan. Turut hadir dalam kegiatan kali ini Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda)  Lobar, H. Fauzan Husniady, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTB, Hj. Lale Prayatni, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. HL. Herman Mahaputra, Direktur Rumah Sakit Tripat dr. H. Suryadi serta Camat Lembar Agus Sutrisman. (her)

Event Alunan Budaya , Siswa SMAN 1 Pringgasela  Tampilkan Tenun Sasak

0
SMAN 1 Pringgasela ikut ambil bagian pada Event Alunan Budaya Desa Pringgasela pekan kemarin.  (Ekbis NTB/ist)

Event Alunan Budaya Desa Pringgasela merupakan acara budaya yang diselenggarakan setiap tahun oleh masyarakat Desa Pringgasela yang dipelopori oleh pemuda pemuda Desa Pringgasela. Event Alunan Budaya ke 8 Desa Pringgasela berhasil masuk kalender event nasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Dalam kegiatan Kharisma Event Nusantara 2024.

Hal ini  menjadi sejarah baru bagi pariwisata Lombok Timur (Lotim). Terlebih lagi dari sekian banyak event pariwisata yang diusulkan ke pemerintah hanya ini yang berhasil lolos  menjadi salah satu  event pariwisata tingkat nasional.

Alunan Budaya Pringgasela dinyatakan lulus kurasi oleh pemerintah pusat. Dari 3.450 event yang diajukan dari seluruh Indonesia.  34 event dinyatakan lulus kurasi. Dan Lotim dengan event Alunan Budaya Desa Pringgasela masuk dalam daftar ke 34 event tersebut.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di antaranya pawai budaya, hiburan rakyat, bazar budaya, karnaval tenun, pertunjukan seni dan kolosal. Dalam event ini, SMAN 1 Pringgasela ikut ambil bagian dengan menampilkan busana hasil kerajinan tenun ikat.

Kepala SMAN 1 Pringgasela Taufik Fansuri mengatakan, sekolahnya ikut dilibatkan dalam rangkaian event tersebut. “Iya. Semua elemen lembaga pendidikan, unsur masyarakat dan lain-lain. Juga dari luar daerah,” katanya, dalam keterangan yang diterima, Minggu 21 juni 2024. (her)

Dua Bulan Jelang MotoGP, PHRI Minta Pergub Hotel Direvisi

0
Ni Ketut Wolini (Ekbis NTB/era), Sahlan M. Saleh (Ekbis NTB/ham)

 DUA bulan menjelang perhelatan MotoGP Mandalika 2024, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Ni Ketut Wolini meminta kepada pemerintah daerah untuk merevisi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2022 terkait dengan harga hotel saat ada acara internasional di NTB.

Ia mengatakan dengan tingginya harga hotel tiap kali menjelang MotoGP ini dapat merusak citra hotel, karena menaikkan harga yang cukup tinggi.

“Pada waktu pembuatan Pergub, kami dari PHRI tidak dilibatkan, sehingga di situ memang Pergub itu perlu ada revisi karena biar tidak setiap ada perhelatan MotoGP selalu hotel yang menjadi kambing hitam. Artinya harga hotel terlalu tinggi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui dari Peraturan Gubernur nomor 9 tahun 2022 tersebut berisi tentang memperbolehkan menaikkan harga kamar hotel sampai tiga kali lipat untuk hotel yang berada di zona satu, atau hotel yang berada di kawasan pergelaran. Kemudian untuk zona dua, hotel boleh menaikkan harga kamar hingga dua kali lipat, dan bisa menaikkan satu kali lipat untuk zona tiga.

Ia melanjutkan sejak dibuatnya Pergub terkait dengan harga hotel, PHRI selalu menjadikan Pergub tersebut sebagai acuan dalam menaikkan harga kamar hotel. Namun, yang jadi permasalahan, pemerintah daerah tidak membuat peraturan terkait dengan broker atau pihak ketiga, yang mana tentu broker menaikkan harga kamar hotel untuk mendapat untung.

“Travel, broker dan sebagainya itu mereka tidak diatur berapa yang bisa menaikkan dari harga hotel. Nah di situ juga memicu terjadinya ada tinggi harga kamar hotel,” lanjutnya.

Meski demikian, tetap saja setiap menjelang gelaran MotoGP atau gelaran internasional lainnya di NTB, harga kamar hotel terus menjadi permasalahan karena dinilai cukup tinggi. Oleh karenanya diperlukan adanya revisi Pergub yang mana di dalam peraturan tersebut khusus membahas terkait harga bagi para travel ataupun broker.

“Perlu pemda menyikapi dengan cepat harga-harga pergub seperti itu biar tidak harga kamar hotel kelihatan tinggi padahal sesuai dengan pergub,” tukasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Sahlan M. Saleh. Ketua Astindo ini mengharapkan ada sanksi lebih tegas terhadap penerapan Pergub ini, sehingga tidak ada pihak yang sembarangan menaikkan kamar hotel.

Meski demikian, ujarnya, pemberian sanksi terhadap penerapan Pergub Nomor 9 2022 itu merupakan ranah pemerintah. ‘’Bisa saja sanksinya izin tidak diperpanjang. Pergub hanya sebatas imbauan pada pengelola hotel. Kalau harga ada harga khusus berdasarkan zona. Zona 1 ada di Mandalika, 3 kali kenaikan. Namun harga hotel yang berlaku saat ini adalah harga promo bukan harga publish. Kalau harga publish jauh lebih tinggi. Tarifnya berdasarkan harga publish yang mereka dapatkan,’’ terangnya.

Sementara pada periode MotoGP, tambahnya, ketersediaan hotel masih banyak bagi wisatawan. Namun, yang calon penonton yang sudah booking tiket dan kamar hotel juga sudah banyak. Jumlah yang akan booking kamar hotel untuk menonton MotoGP jelang event akan semakin meningkat. (era/ham)

Kurangi “Capital Outflow” Saat MotoGP

0

EVENT MotoGP Mandalika selalu membawa harapan yang positif untuk perputaran uang dalam daerah. Sebab ratusan ribu penonton balap motor tersebut akan bertransaksi dan berbelanja untuk kebutuhan akomodasi, transportasi, makan minum hingga suvenir.

Namun yang perlu dikurangi yaitu capital outflow atau keluarnya dana atau modal dari dalam daerah atau dalam negeri baik secara langsung  maupun secara tidak langsung. Sebab keluarnya dana dari NTB saat perhelatan event internasional, seperti MotoGP akan mengurangi perputaran uang dalam daerah.

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD NTB H. Ruslan Turmuzi kepada Ekbis NTB akhir pekan kemarin. Ia mengatakan, untuk meningkatkan uang yang beredar dalam daerah, maka pemerintah dan penyelenggara harus mengurangi uang yang keluar daerah atau keluar negeri dengan cara lebih banyak melibatkan SDM dan sarana lokal.

“Yang menjadi persoalan hari ini adalah banyaknya uang yang beredar di MotoGP itu terjadi yang namanya capital outflow. Karena mereka kan mencari uang di MotoGP. Pemodalnya dari luar, sehingga uang itu tak diinvestasikan kembali di Lombok,” kata Ruslan Turmuzi.

Uang banyak yang keluar dari NTB lantaran pemilik moda transportasi, pemilik akomodasi atau pengusaha restoran dan suvenir banyak yang berasal dari luar daerah. Uang yang diperoleh saat event besar terkadang tak diinvestasikan kembali ke NTB.

Dengan demikian, dampak ekonomi yang diperoleh saat MotoGP terbatas pada transaksi UMKM di dalam dan di luar kawasan Mandalika, penyewaan akomodasi yang dimiliki oleh warga lokal,  pajak hotel, restoran, pajak periklanan dan beberapa transaksi di sektor jasa lainnya yang angkanya relatif belum begitu besar.

“Tentu kita memberikan respons yang positif terhadap penyelenggaraan MotoGP di Lombok. Saat ini Lombok telah dikenal oleh lebih dari 1 miliar orang di dunia karena efek MotoGP. Namun saya rasa masih berbanding berbanding terbalik dengan pertumbuhan ekonomi dalam daerah,” ujar politisi PDIP ini.(ris)

Target 125.000 Penonton, MotoGP 2024 Dirancang Paling Spektakuler

0
Sirkuit Mandalika yang menjadi lokasi pelaksanaan MotoGP. (Ekbis NTB/ist),  Pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MotoGP melakukan persiapan awal dalam mensukseskan event berskala internasional ini. (Ekbis NTB/bul)

Pelaksanaan MotoGP sebentar lagi digelar. Event MotoGP ini akan menjadi lebih spesial, karena rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin dan jajaran Kabinet Indonesia Maju. Akan hadir juga Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka bersama calon anggota kabinetnya. Dengan target 125.000 penonton, MotoGP 2024 dirancang lebih spektakuler.

TANGGAL 27 hingga 29 September 2024 nanti, Sirkuit Mandalika akan menjadi lokasi pelaksanaan MotoGP. Kesiapan pelaksanaan diharapkan mampu memberikan kesan yang bagus bagi pembalap dan juga penonton dari luar daerah atau luar negeri.

Pihak Injourney Tourism Development Corporation (ITDC), Mandalika Grand Prix Asscociation (MGPA), pemerintah daerah dan stakeholder lainnya berusaha menyiapkan event nanti menjadi lebih baik, karena akan dihadiri langsung oleh petinggi penting di negara ini.  Bahkan, Sabtu, 13 Juli 2024 lalu dilakukan Meet and Greet dua pembalap MotoGP di Bali. Dilanjutkan dengan parade menuju salah satu objek wisata di Bali.

Vice President Commercial Injourney Tourism Development Corporation (ITDC), Mirsya Annisa Ibrahim menyampaikan, gelaran MotoGP Mandalika tahun 2024 ini akan dibuat paling spektakuler.

Sejumlah persiapan tengah dilakukan. Dengan kenaikan penonton ditargetkan minimal 125.000 dari jumlah penonton MotoGP tahun 2023 lalu sebanyak 102.000. atau dengan target pertambahan minimal 23 ribu lebih.

Menjadikan MotoGP Mandalika tahun ini paling spektakuler, kata Mirsya, dimulai dengan digelarnya road to MotoGP yang sudah dilaksanakan di Bali dengan mendatangkan dua bintang MotoGP, yakni Fabio Di Giannantonio dan Marco Bezzecchi yang disambut sangat ramai oleh penggemar MotoGP di Pulau Dewata.

“Selanjutnya kita akan lanjutkan road show di lima kota. Dan acara-acara pendukung lainnya bersama stakeholder. Dan Pemprov NTB serta Pemkab Lombok Tengah juga gencar melakukan promosi,” ungkapnya.

Road show pembalap MotoGP ini untuk pertama kali dilakukan di dunia, selama penyelenggaraan MotoGP. Puncaknya akan digelar parade para bintang dan pembalap MotoGP di Mataram pada tanggal 25 September diakhiri dengan Meet and Greet. “Para bintang balap MotoGP ini akan menyapa segenap masyarakat Lombok,” tambahnya.

Mirsya menambahkan, keyakinan akan spektakulernya MotoGP Mandalika tahun 2024 ini karena promosi yang dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya dan jauh lebih besar. Gaung yang dilakukan tahun ini menurutnya jauh lebih besar. dimulai promosi Bulan Februari 2024, melalui media, road show-road show. Dukung oleh seluruh stakeholders, apalagi ini acara terbesar di Indonesia. “Dengan semua yang dilakukan, promosinya bisa mendatangkan target minial 125 ribu penonton,” katanya.

Selain itu, Presiden Joko Widodo direncanakan akan menonton langsung MotoGP, bersama dengan presiden terpilih Prabowo Subianto. Meski kehadiran dua presiden ini di Sirkuit Mandalika masih harus dikonformasi kembali.

“MotoGP musim ketiga ini, kita berkomitmen bersama untuk melanjutkan legacy Bapak Jokowi. Karena memang MotoGP ini juga diinisiasi oleh Bapak Presiden Jokowi. Dengan spirit melanjutkan legacy Pak Jokowi dan spirit membangun pariwisata Lombok, NTB, sehingga membuat gaungnya akan semakin besar,” katanya.

Kehadiran dua presiden ini diyakini akan menjadi magnet tersendiri untuk mendatangkan lebih banyak orang. Selain itu, tambah Mirsya, rencananya tahun ini ITDC akan membuat MotoGP Experience Gallery, atau semacam museum MotoGP yang bisa dikunjungi. Lokasinya di tempat parkir yang dilewati penonton, sangat strategis. Di tempat ini, penonton akan mendapatkan pengetahuan mengenai legenda – legenda MotoGP, sejarah MotoGP, sejarah Sirkuit Mandalika.

“Bisa lihat piala-piala MotoGP, kostum MotoGP, semua bisa dilihat. Rencananya akan diluncurkan saat MotoGP bersama festival-festival yang lebih waow dari sebelumnya. Sehingga MotoGP tahun ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi penonton,” demikian  Mirsya.

Sementara pengelola Sirkuit Mandalika, Mandalika Grand Prix Association ( MGPA ) memastikan kesiapan di dalam sirkuit untuk menyambut perhelatan balap motor paling bergengsi di dunia ini.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria menyampaikan, sebetulnya tidak ada hal yang cukup substantial yang harus dipersiapkan di sirkuit. Apalagi sirkuit ini sudah beberapa kali digunakan untuk balap MotoGP.

“Pemeliharaan dilakukan secara harian dan mingguan untuk pembersihan, kerapian. Yang paling memakan waktu adalah proses pengecatan marka sirkuit. Agar terlihat cantik. Karena balapan ini akan diliput menggunakan helikopter dan disiarkan diseluruh negara. Untuk terlihat cantik, dilakukan pengecatan merah putih, dan hijau supaya terlihat cerah dan baik,” ujarnya.

Pengecatan marka jalan sirkuit adalah proses aplikasi cat khusus pada permukaan jalan sirkuit untuk memberikan petunjuk visual kepada pembalap. Marka-marka ini sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perlombaan.

Fungsi marka jalan sirkuit di antaranya, penunjuk jalur untuk batas lintasan, tikungan, dan area berbahaya lainnya. Memberikan informasi seperti nomor tikungan, zona pengereman, dan area pit stop. Meningkatkan visibilitas pada kondisi cuaca yang berbeda, terutama saat malam hari.

Event MotoGP ini juga mendapat atensi dari Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin. Dalam beberapa kali kesempatan, baik saat bertemu dengan jajaran PT. MGPA hingga pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB periode 2024-2028, mantan Pj Gubernur Sumatera Utara ini mengingatkan agar seluruh elemen serius dalam mempersiapkan pelaksanaannya. Terlebih, event ini nanti akan juga dihadiri Presiden Jokowi, Wapres K.H. Ma’ruf Amin dan jajarannya serta Presiden dan Wapres Terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Pj Gubernur Hassanudin juga meminta agar panitia di daerah memperbaiki dan menyempurnakan layanan atau fasilitas yang belum maksimal pada pelaksanaan MotoGP sebelumnya. “Sempurnakan yang belum sempurna pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. MotoGP tahun ini diharapkan lebih baik dari segala aspek,” ujarnya saat menerima jajaran direksi MGPA, beberapa waktu lalu.

Selain itu, tambahnya, pada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tanggung jawab  agar lebih maksimal dalam mendukung pelaksanaan MotoGP. Apalagi event ini akan dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi dan Presiden dan Wapres Terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Hal ini, ujarnya, merupakan peristiwa yang langka, sehingga harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin, sehingga menjadi kado manis bagi Presiden Jokowi dan Wapres K.H. Ma’ruf Amin di akhir masa jabatannya.

Tidak hanya itu, pada jajaran pelaksana, khususnya MGPA, Pj Gubernur mengingatkan, agar pada event MotoGP ini tetap mengedepankan kearifan lokal. Dicontohkan, ketika pelaksanaan MotoGP yang pertama, ketika saat balapan berlangsung turun hujan dengan  deras. Saat itu, tampil pawang hujan, Rara yang menarik perhatian pembalap dan menjadi pembeda dari pelaksanaan MotoGP di negara lain. Untuk itu, harapnya, kearifan lokal ada event MotoGP ini harus lebih banyak ditampilkan

Begitu juga saat menerima pengurus BPPD NTB, Selasa (16/7/2024), Pj Gubernur mengharapkan agar tim promosi daerah ini menjadikan sejumlah persoalan yang menjadi penghambat, seperti masalah tarif kamar hotel, tiket pesawat dan masalah lainnya bisa diatasi. Hal ini didasari keinginan agar dari sisi pelayanan dan promosi event MotoGP semakin banyak yang datang menonton dan memberikan yang terbaik bagi daerah, bangsa dan negara.

 Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB juga langsung mengumpulkan seluruh stakeholder, di Aula Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Rabu (17/7/2024). Tujuannya, untuk mempersiapkan suksesnya pelaksanaan MotoGP Mandalika.

Unsur tersebut terdiri dari unsur masyarakat transportasi, akomodasi, biro perjalanan wisata, perhotelan, maskapai penerbangan, pengelola Sirkuit Mandalika dan KEK Mandalika, bandara, kepolisian, stakeholder terkait di Pemprov NTB dan kabupaten/kota. Termasuk dari jajaran Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi.

Beberapa hal mengerucut dalam pertemuan ini terutama soal tingginya harga tiket pesawat dan masih perlunya dilakukan penambahan penerbangan, sehingga memudahkan akses orang datang dari berbagai penjuru untuk datang menyaksikan gelaran MotoGP.

Persoalan utama ini rencananya akan dibahas lagi secara secara berkelanjutan untuk mendapatkan titik temu. Sehingga target sukses penyelenggaraan dan sukses dampaknya terhadap ekonomi masyarakat lokal bisa diwujudkan.

Kepala Dishub Provinsi NTB, Lalu. Moh. Faozal mengemukakan, terhadap beberapa persoalan yang masih menjadi perhatian utama ini akan dibahas kembali, terutama dengan pimpinan maskapai.

“Kita akan tindaklanjuti lagi pertemuan ini dengan gathering bersama airline. Untuk memastikan komitmen airline, dalam rangka mendukung MotoGP. Bisa dengan extra flight, termasuk mahalnya harga tiket pesawat dari dan ke Lombok yang menjadi keluhan banyak pihak,” katanya.

Kesiapan-kesiapan lainnya, menurut Lalu Faozal relatif cukup siap, karena NTB sudah beberapa kali memiliki pengalaman melaksanakan event-event besar lainnya, selain event internasional MotoGP.

“Kita sudah punya pengalaman, tinggal kita matangkan saja sebenarnya. Misalnya soal konektivitas lait kan sudah kita bangun, tinggal kita mantabkan. Ini kita mengawali saja, persiapan kita akan terus berproses,” tegas mantan Kepala Dinas Pariwisata NTB ini. (ham/bul)

Koleksi Kebaya Tien Soeharto Bakal Ditampilkan di Acara HKN

0
Kebaya Raden Ayu Siti Hartina atau Tien Soeharto.

Jakarta (ekbisntb.com)- Koleksi kebaya mendiang istri dari Presiden ke-2 Soeharto, Raden Ayu Siti Hartina atau yang akrab disapa Tien Soeharto bakal ditampilkan pada peringatan Hari Kebaya Nasional (HKN) 2024 yang akan diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta pada 24 Juli mendatang.

“Sebanyak delapan kebaya legendaris koleksi Ibu Tien akan ditampilkan. Kowani sudah melakukan audiensi dengan anaknya yakni Ibu Titiek Soeharto. Beliau sangat mengapresiasi pelaksanaan Hari Kebaya Nasional yang akan diselenggarakan untuk pertama kalinya ini,” kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Giwo menuturkan delapan kebaya yang akan ditampilkan tersebut, merupakan kebaya model kutu baru yang dipasangkan dengan kain wiron, sebuah kain batik yang salah satu ujungnya dilipat-lipat seperti kipas.

Koleksi kebaya dan kain tersebut nantinya akan dipasang di manekin, sehingga pengunjung dapat berfoto bersama dengan kebaya koleksi Ibu Tien Soeharto.

Giwo menjelaskan dipamerkannya kedelapan kebaya tersebut merupakan bentuk kekaguman Titiek Soeharto akan adanya penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional.

Alasan lainnya yakni adanya peran Ibu Tien Soeharto yang semasa hidupnya juga dikenal sebagai perempuan Indonesia yang mencintai kebaya secara konsisten karena selalu mengenakannya dalam berbagai kegiatan.

“Bahkan semasa menyandang status sebagai ibu negara, Tien Soeharto juga tetap konsisten menggunakan kebaya baik pada acara resmi kenegaraan dan acara lainnya,” katanya.

Peringatan Hari Kebaya Nasional 2024 dirayakan berdasarkan aturan yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 tentang Hari Kebaya Nasional. Hal tersebut dijadikan sebagai upaya sinergitas bagi perempuan Indonesia dan Asia Tenggara dalam mengajukan kebaya sebagai warisan budaya tak benda melalui joint nomination ke UNESCO.

Dengan mengusung tema “Lestarikan Budaya dengan Bangga Berkebaya”, Kowani bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, komunitas kebaya, media massa, dan berbagai mitra berupaya untuk memperkenalkan dan menggaungkan kembali kebaya sebagai bagian dan sejarah perjuangan para perempuan Indonesia.

Tujuan lainnya adalah meningkatkan wujud cinta, bangga pada identitas bangsa dan tanah air, melestarikan warisan budaya dengan menjadikan kebaya sebagai salah satu wadah kreativitas tanpa menghilangkan nilai pakem dari kebaya, serta menjadikan kebaya sebagai busana wanita yang dipakai dalam berbagai acara. (ant)

Foto:

Pemasangan Bilah Terakhir Garuda Kantor Presiden di IKN telah Selesai

0
Detik-detik pemasangan bilah terakhir garuda di IKN(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com)- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan pemasangan bilah terakhir garuda Kantor Presiden di Ibu Kota Nusantara atau IKN, Kalimantan Timur telah selesai.

“Alhamdulillah kita melihat dan melakukan pelaksanaan pemasangan bilah ke-4650 yang menandai selesainya pembangunan garuda kita ini,” ujar Menteri PUPR sekaligus Plt Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono di Jakarta, Senin.

Pemasangan bilah terakhir dan tertinggi (topping off) di Sayap Barat Selubung Garuda telah dituntaskan dengan pemasangan bilah ke 4650.

Pemasangan turut disaksikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (sekaligus Plt Kepala OIKN) dan Nyoman Nuarta, perupa yang merancang dan membuat bilah-bilah tembaga pembentuk Sayap Garuda.

Hal ini juga merupakan bagian dari penyelesaian akhir gedung Kantor Presiden di Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) IKN.

Sebelumnya pemasangan bilah perdana dilakukan pada 17 September 2023 oleh Presiden Joko Widodo.

Sebagai informasi, bilah selubung sayap garuda terakhir untuk Istana Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN) telah tuntas dikirim dari lokakarya PT Siluet Nyoman Nuarta di NuArt Sculpture Park Bandung ke ibu kota negara baru di Sepaku, Penajam Paser, Kalimantan Timur.

Presiden Direktur PT Siluet Nyoman Nuarta yakni Nyoman Nuarta menjelaskan bahwa pengiriman bilah sayap garuda bukan pekerjaan ringan. Ia menjelaskan burung garuda raksasa itu dirancang dengan bentangan sayap sepanjang 177 meter dan tinggi 77 meter.

Bilah sayap tersebut terbuat dari kuningan dan baja anti korosi produksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, yang sangat berat dan perlu diangkut dengan cara yang tepat.

Patung garuda IKN dibangun dengan 4.661 bilah selubung, dengan satu selubungnya memiliki berat 0,3 ton. Patung garuda IKN memiliki bobot total 1.398,3 ton. (ant)

Undang Dispar Se Indonesia Berpartisipasi saat MotoGP

0
Jamaluddin (ekbisntb/ham)

EVENT MotoGP yang dijadwalkan tanggal 27-29 September 2024 mendatang tidak hanya menjadi milik Masyarakat NTB saja. Event ini merupakan milik seluruh rakyat Indonesia, sehingga harus melibatkan pemerintah daerah (pemda), melalui Dinas Pariwisata (Dispar) daerah masing-masing.

Pemprov NTB melalui Dispar Provinsi NTB sudah berbicara dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno agar bersurat ke pemda se Indonesia untuk bisa berpartisipasi di event MotoGP.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap event MotoGP akan digelar dengan tetap mengakomodir pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai salah satu side event MotoGP, yakni di Lombok Sumbawa Nusantara Fair. ‘’Kita mengundang 38 provinsi di Indonesia untuk ikut berpartisipasi. Sama halnya seperti daerah yang ada di NTB, tiap daerah yang datang berpartisipasi akan diberikan stan sebagai lokasi untuk mempromosikan produk dari daerahnya,’’ ungkap Kepala Dispar Provinsi NTB Jamaluddin, S.Sos., M.T., Selasa, 16 Juli 2024.

Pada tahun ini, pelaksanaan MotoGP ditargetkan bisa mendatangkan 150 ribu penonton. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan realisasi penonton event MotoGP tahun 2023 yang mencapai 102.929 orang. Pihaknya yakin, target 150.000 penonton ini bisa tercapai, karena Presiden Ir. H. Joko Widodo dan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan bersama jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju dan calon menteri akan datang menonton.

‘’Hampir semua Kepala Dispar siap akan datang ke Lombok untuk menyaksikan event balap motor dunia tersebut. Apalagi banyak dari Kepala Dispar di beberapa daerah di Indonesia belum pernah melihat sirkuit kebanggaan Indonesia ini,’’ terangnya.

Selain itu, ungkapnya ,Pemprov juga akan bersurat ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengajak seluruh kepala daerah di Indonesia. Mulai dari gubernur, bupati dan walikota supaya dapat mengikuti Lombok Sumbawa Nusantara Fair di Sirkuit Mandalika sekaligus mereka juga bisa ikut mempromosikan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kreatif yang ada di daerahnya masing-masing.

Harapan senada disampaikan Direktur Utama MGPA Priandhi Satria saat bersilaturahmi dengan Pj Gubernur NTB Hassanudin, Kamis, 4 Juli 2024.

Menurutnya, event MotoGP memiliki potensi besar dalam mempromosikan industri otomotif Indonesia secara global. Penyelenggaraan ARRC dan IndonesianGP 2024 diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan pada berbagai sektor, khususnya di NTB.

“Mari kita jadikan ARRC dan IndonesianGP sebagai kebanggaan nasional dan dorongan bagi kemajuan industri otomotif Indonesia,” katanya.

Diakuinya sudah ada daerah di Indonesia yang siap mengikuti Lombok Sumbawa Festival. Pihaknya berharap agar semakin banyak daerah di Indonesia yang bisa berpartisipasi saat MotoGP berlangsung. Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan lokasi  dalam mengakomodir pelaku UMKM dari seluruh Indonesia mempromosikan potensi yang dimiliki. (ham)

Kembali Lakukan Kurasi, UMKM Pendatang Baru  Diberi Kesempatan

0
Ahmad Masyhuri (Ekbis NTB/ulf) , Ika Asni Susanthi (Ekbis NTB/ulf)

USAHA Mikro Kecil dan Menengah *UMKM) Provinsi NTB yang akan terlibat dalam gelaran MotoGP 2024 pada September mendatang akan dikurasi kembali. Hal itu dilakukan agar pelaku UMKM pendatang baru mendapatkan kesempatan yang sama pada event tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mengupayakan dukungan dan sudah bersurat kepada Kementerian Koperasi dan UKM untuk diberikan fasilitas sarana prasarana bagi para pelaku UKM yang ada di NTB. Seperti tahun pertama pelaksanaan, Kementerian Koperasi memberikan bantuan yang cukup besar bagi para pelaku UMKM, yaitu menyiapkan dua tenda roder dengan kapasitas 80 UMKM di satu tenda.

“Kalau sudah diarahkan untuk bersurat, kemungkinan ada lampu hijau dan dukungannya bisa 90 persen,” ujarnya saat dikonfirmasi pekan kemarin.

Jumlah UMKM yang akan dilibatkan tahun ini minimal sama dengan tahun lalu sebanyak 60 UMKM, dengan 80 persen didominasi oleh pelaku UMKM kuliner, dan diharapkan pelaksanaan tahun ini akan ada penambahan.

Untuk meningkatkan kualitas, pihaknya tengah melakukan koordinasi, pelatihan, dan diklat serta pendampingan bagi pelaku UMKM, seperti peningkatan kapasitas produk untuk mendapatkan sertifikat UMKM, kemudian permodalan dibantu aksesnya ke perbankan, hingga kebutuhan kemasan produk dari pelaku UMKM itu sendiri.

“Sekarang sedang ada diklat, memang ini koperasi tapi koperasi biasanya diisi juga oleh UMKM, seperti itu, nanti ada bagian khusus UMKM sendiri,” jelasnya.

Terkait ketersediaan lokasi untuk pelaku UMKM, ia mengakui sudah bersurat ke pihak ITDC dan belum ada jawaban. Namun, melihat dari dua tahun pelaksanaan MotoGP sebelumnya, ia menyatakan ITDC selalu menyediakan tempat dan Provinsi NTB selalu mendapatkan manfaat lebih dibanding provinsi lain, mengingat posisinya sebagai tuan rumah.  “Untuk lokasi mudah-mudahan aman,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hasil yang diharapkan para pelaku UMKM pada event internasional tersebut tidak hanya pendapatan penjualan saja. Melainkan bagaimana mendidik UMKM untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya. Baik bersaing dengan UMKM lain, berbisnis, maupun melakukan transaksi digital. Mengingat ini adalah bagian dari kesempatan internasional dan terbuka bagi mereka.

“Jadi ada cerita untuk UMKM lain.  60 UMKM yang masuk harapannnya bisa bercerita, dan berkomunikasi, karena rata-rata kan mereka punya komunitas untuk bergaul dengan sesama pelaku UMKM. Efeknya itu bukan hanya di uang saja, walaupun juga penting, tapi tidak melulu,” jelasnya.

Para pelaku UMKM diharapkan bisa menjemput bola dan memanfaatkan ruang kosong yang disediakan pihak-pihak ITDC di luar sirkuit. Pun hotel-hotel yang ada Mataram dan sekitarnya untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk menjajalkan jualannya, mengingat wisatawan yang berkunjung tidak hanya tinggal di area Mandalika.

“Dan biasanya setiap tahun kami mengirim surat untuk pelaku hotel maupun restoran untuk menyiapkan space bagi pelaku UMKM,” pungkasnya.

Sementara  Ketua Komunitas Sahabat UMKM NTB, Ika Asni Susanthi menegaskan kesiapan pihaknya menyambut perhelatan MotoGP dua bulan lagi. Komunitas ini beranggotakan 300 UMKM yang berproduksi setiap hari, dengan berbagai sub sektor yaitu kriya, kuliner, dan fashion.

 “Kalau di komunitas kami UMKMnya selalu produksi, mereka memiliki usaha dan mereka sudah siap dalam event apapun, begitu pun untuk masalah produk,” ujarnya.

Pengalaman tahun lalu, UMKM yang ditunjuk pemerintah untuk event MotoGP sekitar 20 persen dari jumlah anggota. Tahun ini diakuinya belum ada pemilihan oleh dinas terkait untuk dilibatkan dalam event tersebut, melainkan biasanya akan ada penunjukkan mendekati hari pelaksanaan event.

Terkait jumlah produk yang disiapkan, UMKM yang telah dipilih menyediakan stok dua kali lipat dari hari biasanya. Kemudian, penambahan stok akan dilakukan pada hari selanjutnya jika produk UMKM banyak terjual. “Kalau pengalamannya tahun lalu, mereka saya dengar lumayan penjualannya,” ungkapnya.

Ia berharap, untuk pelaksanaan tahun ini, fasilitas yang diberikan bagi para pelaku UMKM lebih ditingkatkan lagi meskipun diberikan secara gratis. Baik dari segi tenda dan lokasi yang mudah dijangkau pengunjung MotoGP. Mengingat modal usaha dari para pelaku UMKM yang tidak sedikit, yang meliputi biaya operasional dan modal produksi yang dikeluarkan. Kemudian, dinas-dinas terkait merangkul UMKM-UMKM baru, dan memberikan kesempatan kepada UMKM tersebut yang memiliki produk bagus, layak untuk dijual dan dikonsumsi.

“Biasanya ada kurasi, jadi dikurasi dulu dan berikan kesempatan kepada UMKM yang baru. Dan terkait fasilitas, memang tahun sebelumnya sudah baik sekali, namun perlu ditingkatkan lagi supaya mendongkrak penjualan para pelaku UMKM,” pungkasnya (ulf)