Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 653

Baznas NTB Salurkan Rp3,5 Miliar Untuk GTT dan Siswa Berprestasi

0
Ketua Baznas NTB, Muhammad Said saat menjelaskan perihal Beasiswa Baznas NTB Cerdas, Rabu, 24 Juli 2024 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Amil Zakat, Infaq, dan Sodaqoh (Baznas) NTB menyalurkan Rp3,5 miliar untuk Guru Tidak Tetap (GTT) dan siswa berprestasi yang ada di provinsi ini.

Rp1,7 miliar diberikan kepada sebanyak 3.400 GTT yang ada di NTB, dan Rp1,8 miliar diberikan kepada 4.500 orang siswa berprestasi kurang mampu.

Pj Gubernur Provinsi NTB, Mayjen (Purn) Hassanudin sangat mengapresiasi dan bersyukur dengan program Baznas ini. Menurutnya, bantuan pendidikan sangat strategis dalam membantu mensejahterakan masyarakat.

“Saya sangat bersyukur bahwa Baznas ini adalah mitra yang produktif dalam rangka sama-sama menuju mensejahterakan masyarakat kita,” ujarnya.

Ia berharap adanya bantuan beasiswa Baznas NTB Cerdas ini mampu mendorong dan menberikan motivasi kepada guru untuk terus berupaya mencerdaskan bangsa karena pendidikan adalah investasi untuk menuju Indonesia emas kedepannya.

“Ini sangat membantu, mudah-mudahan ini menjadi motivasi. Guru-guru ini adalah pahlawan tanpa jasa yang bekerja sangat krusial bagi kita dan guru ini adalah investasi generasi, dan anak-anak investasi bagi Nusa Tenggara Barat,” lanjutnya.

Mantan Penjabat Gubernur Sumatera Utara ini juga menghimbau kepada seluruh masyarakat NTB untuk terus berzakat untuk membantu sesama, apalagi penduduk NTB mayoritas muslim sehingga menunaikan zakat menjadi salah satu anjuran dalam agama Islam.

Ketua Baznas NTB, Dr. TGH. Muhammad Said mengatakan hal senada, bahwa bantuan beasiswa Baznas NTB Cerdas ini menjadi salah satu program tahunan untuk membantu para guru dan siswa berprestasi yang kurang mampu.

Fokus utama bantuan Baznas NTB Cerdas tahun ini mengarah kepada sekolah-sekolah negeri, hal ini karena sekolah negeri lah yang memberikan zakatnya kepada Baznas NTB.

Meski demikian, sekolah swasta juga masuk dalam bantuan beasiswa Baznas, apalagi mulai banyak GTT mengajar di sekolah swasta. Namun, Said berharap bagi sekolah swasta yang ingin menerima bantuan beasiswa Baznas, diharapkan juga untuk berkontribusi memberikan zakatnya kepada Baznas.

“Sekolah-sekolah negeri ini berzakatnya ke Baznas, kalau sekolah swasta kan banyak juga GTT nya, kita berikan kepada mereka, tapi sekarang kita minta kepada sekolah-sekolah, Ponpes dan sebagainya yang mau menerima bantuan ini, dia juga berkontribusi ke Baznas,” ujarnya.

Adapun jumlah bantuan beasiswa Baznas NTB cerdas ini diberikan sebanyak Rp400 ribu per siswa, dan untuk guru sebanyak Rp600 ribu. Adapula bantuan lainnya yang akan disalurkan oleh Baznas yaitu bantuan penelitian mahasiswa sejumlah Rp2,4 miliar ditujukan kepada 1.984 orang mahasiswa, bantuan study luar negeri senilai Rp1,8 miliar untuk 385 orang.

Lebih lanjut, Said mengatakan setiap tahunnya permintaan bantuan beasiswa dari sekolah-sekolah ini semakin meningkat. Sehingga pihaknya meminta untuk sekolah selalu mengupdate data penerima bantuan.

“Diajukan, kita minta datanya dari sekolah, kemudian di Dikbud diserahkan ke kita,” tutupnya. (era)

Pekerja NTB Tersebar di 108 Negara

0
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, , I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, , I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H menyebut daerah ini menjadi pengirim Pekerja Migrant Indonesia (PMI) terbanyak keempat di seluruh Indonesia.

“Berdasarkan data 15 tahun terakhir, jumlah penempatan PMI NTB di luar negeri mencapai 589.023 orang yang tersebar di 108 negara penempatan,” ujar Aryadi.

Selama pandemi COVID-19, banyak negara penempatan tidak menerima PMI. Namun, pada tahun 2021, terdapat 800 penempatan, dan jumlah tersebut meningkat menjadi 7.500 pada tahun 2022.

Aryadi melanjutkan, pada tahun 2023, pengiriman PMI sudah berjalan normal dengan sekitar 27.700 penempatan di 18 negara. Negara tujuan paling favorit antara lain Malaysia, Taiwan, Hongkong, dan Jepang.

“Sebagai lumbung PMI, tentu saja banyak permasalahan yang terjadi. Oleh karena itu, sejak tahun 2021, Pemprov NTB meluncurkan Program Zero Unprosedural PMI,” tambahnya.

Program Zero Unprosedural PMI merupakan upaya untuk meminimalisir kasus PMI dan memberantas mafia PMI. Pemprov NTB bekerja sama dengan BP3MI NTB dan berbagai stakeholder terkait untuk mencapai tujuan ini.

Banyak kasus PMI non prosedural yang ditangani Disnakertrans NTB berawal dari tidak sesuainya informasi yang disampaikan ke masyarakat. Sebagai contoh, Aryadi mengungkapkan bahwa Direktur Cabang PT. PSM telah divonis 8 tahun penjara dan didenda Rp300 juta karena penyalahgunaan job order dan izin rekrut, yang menimbulkan banyak korban di masyarakat.

“Ini pertama kalinya dalam sejarah Disnaker menjadi saksi ahli di persidangan yang menindak perusahaan dan perorangan sebagai tindak pidana berat. Kasus ini perlu disosialisasikan agar perusahaan lain dapat mengambil pelajaran,” tegas Aryadi.

Oleh karena untuk meningkatkan perlindungan PMI, Disnakertrans NTB lebih giat melakukan edukasi, diseminasi, dan sosialisasi tentang permasalahan CPMI (Calon Pekerja Migran Indonesia) sejak tahun 2021.

“Saya tak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat untuk jangan mau direkrut oleh PL atau calo dan mengingatkan perusahaan agar tidak melakukan rekrutmen tanpa izin dan job order,” tegas Aryadi.

Aryadi mengungkapkan bahwa kolaborasi daerah dan pusat serta antar instansi dan masyarakat sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah PMI. Kebijakan yang telah dilakukan Disnakertrans NTB antara lain mewajibkan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) memiliki kantor cabang di NTB agar bisa dilacak dan dipantau oleh dinas setempat.

Lebih lanjut sebagai upaya meningkatkan perlindungan PMI, Disnakertrans NTB mengajukan beberapa usulan penting pada saat kunjungan kerja Tim Pengawas DPR RI Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ( TIMWAS PPMI) di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Selasa 23 Juli 2024.

Pertama, agar dana pelatihan dapat dilimpahkan ke daerah untuk dikelola sebagai dana dekonsentrasi. Selanjutnya, Disnakertrans NTB menekankan pentingnya transisi dari UU No. 39 Tahun 2004 ke UU No. 18 Tahun 2017, dengan mewajibkan P3MI menyiapkan petugas antar kerja yang bersertifikasi.

Selain itu, Aryadi juga menyoroti perlunya kewenangan pemerintah Provinsi dalam penerbitan ID CPMI melalui sistem SiapKerja.com. Hal ini diharapkan dapat mempermudah CPMI lintas kabupaten/kota sehingga tidak perlu ke Disnakertrans asal.

Disnakertrans NTB juga mengusulkan agar pemerintah desa disiapkan anggaran perlindungan CPMI yang bersumber dari pusat atau Kementerian Desa, terutama untuk pos pelayanan pemberangkatan CPMI, pemulangan PMI, dan penyebaran informasi peluang kerja PMI.

Sebagai bagian dari penegakan hukum, Aryadi menekankan bahwa kasus-kasus TPPO harus ditangani dengan serius, dan sanksi yang lebih berat perlu diterapkan sesuai UU No. 18 Tahun 2017. Disnakertrans NTB juga berupaya membuka akses ke P3MI mengenai job order penempatan dan menginformasikannya ke desa, serta mengingatkan kepala desa agar tidak asal memberikan surat rekomendasi. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antar instansi dan masyarakat sangat penting dalam menyelesaikan masalah PMI.(bul)

NTB Sudah Zona Merah Kekeringan

0
Kalak BPBD, Ahmadi(ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com)-Provinsi NTB memasuki zona merah kekeringan. Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur nomor 300.2.1-429 tanggal 24 Juni 2024, Provinsi NTB ditetapkan siaga bencana kekeringan.

Dari sepuluh Kabupaten/Kota yang ada di NTB, tujuh daerah sudah membuat Surat Keputusan (SK) kekeringan, lima diantaranya dalam tahap siaga, dan dua lainnya tanggap darurat kekeringan.

Lima daerah siaga kekeringan ada Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Dompu, dan kota Bima. Daerah tanggap darurat kekeringan ada kabupaten Sumbawa Barat dan kabupaten Sumbawa.

Kabupaten Lombok Tengah dan Bima sedang proses pembuatan SK, sedangkan kota Mataram masih aman dari ancaman kekeringan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) provinsi NTB, Ir. H. Ahmadi mengatakan untuk membantu masyarakat mengatasi kekeringan ini dibutuhkan sumber daya yang cukup, baik dari SDM, anggaran, dan sebagainya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kabupaten/Kota untuk membantu mengatasi permasalahan kekeringan yang melanda banyak kawasan di NTB.

Ia menjelaskan, ada beberapa kawasan di NTB yang masih belum bisa dijangkau untuk pendistribusian air bersih secara otomatis, seperti halnya di kawasan pesisir. Sehingga, akan dibantu dengan mendistribusikan air menggunakan tangki.

Selain itu, bencana kekeringan ini juga dibedakan menjadi dua. Bencana kekeringan air bersih dan bencana kekeringan lahan pertanian atau irigasi.

Untuk kekeringan air bersih, yang mana menjadi kebutuhan pokok masyarakat, saat ini masih ditangani oleh BPBD Kabupaten/Kota. Karena menurutnya, bencana kekeringan ini belum memuncak sehingga masih bisa ditangani oleh Kabupaten/Kota.

Ahmadi memperkirakan eskalasi kekeringan akan memuncak pada bulan Agustus mendatang. Sehingga pada saat itu, BPBD provinsi mulai membantu penyaluran air bersih kepada kabupaten/kota.

“Berdasarkan jadwal kita belum, Agustus kayaknya eskalasi kekeringan meningkat, baru kita back up. Kayaknya masih bisa ditangani oleh kabupaten/kota,” ujarnya saat ditemui Suara NTB, Rabu, 24 Juli 2024.

Sementara itu, untuk lahan pertanian, Ahmadi mengatakan Dinas pertanian NTB bersama dengan Kementan telah memiliki strategi untuk mengatasi kekeringan lahan, yaitu dengan perpompaan, irigasi perpompaan, dan pembuatan sumur dangkal dan dalam.

Untuk petani yang lahan pertaniannya rusak akibat kekeringan, pihaknya berharap agar dinas PUPR bisa membantu mengatasi supaya lahan kering tersebut segera mendapatkan aliran air.

“Kita harapkan nanti PUPR, bagaimana puso (lahan kering, red) ini dapat air. Dinas pertanian sudah mengupayakan pompa, perlu dibuat sumur dangkal di sawahnya kalau tidak ada saluran air irigasi,” tutupnya.(era)

99,66 Masyarakat di Mataram, Lobar dan KLU Sudah Tercover JKN

0
Agung Utama Muchlis(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Hampir seluruhnya masyarakat di tiga kabupaten/kota, Mataram, Lombok Barat dan Lombok utara sudah tercover Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan. Sisanya, masyarakat yang belum terdaftar diharapkan secepatnya menjadi peserta.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram Agung Utama Muchlis menyebutkan, saat ini terdapat sebanyak 99,66 persen wargadi tiga wilayahnya ini sudah terlindungi Program JKN.

“Tingga sekian persen saja seratus persen. Tapi kadang-kadang, sesuatu tidak ada yang sampai 10,” ujar Agung.

Capaian UHC atau Universal Health Coverage sebesar 99,66 persen ini menurutnya, tidak lepas dari dukungan dan kerjasama semua pihak terkait. Terutama pemerintah daerah. Baik Pemprov NTB, maupun kabupaten/kota.
“Karena itu, kami sudah lapor juga ke pak Sekda NTB terhadap capaian-capaian ini,” tambahnya.

Agung menyampaikan, terhadap capaian ini, bahkan BPJS Kesehatan Cabang Mataram akan mendapatkan penghargaan yang akan diterima pada Agustus 2024 ini.

Lantas bagaimana dengan sisa masyarakat yang belum tercover JKN? Agung menyampaikan, kemungkinannya, masyarakat yang belum terdaftar JKN belum sadar manfaat menjadi peserta JKN.

“Karena itu, kita meminta kepada yang merasa belum terdaftar sebagai peserta di BPJS Kesehatan, terutama kelompok masyarakat yang ekonominya sudah menengah keatas dan mampu, bisa bergabung sebagai peserta JKN,” ujarnya.

Selain itu, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada peserta JKN untuk meningkatkan kepesertaan masyarakat.

BPJS Kesehatan memainkan peran penting dalam mewujudkan UHC di Indonesia melalui penyelenggaraan JKN. JKN adalah program jaminan kesehatan yang didirikan oleh pemerintah Indonesia untuk memberikan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada seluruh rakyat Indonesia dengan membayar iuran secara berkala.(bul)

Diresmikan, Gedung Olahan Kelapa Lombok Utara Siap Jadi Sentra Ekonomi Baru di NTB

0
Gedung Sentra Olahan Kelapa di Desa Pemenang Timur, Lombok Utara(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Gedung Sentra Olahan Kelapa di Desa Pemenang Timur, Lombok Utara, diresmikan. Fasilitas ini kedepan diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi baru yang mendorong pertumbuhan industri kelapa di Provinsi NTB.

Peresmian dilakukan Rabu 24 Juli 2024. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan di gedung sentra olahan kelapa ini dinatranya, pengolahan kelapa, kegiatan ini meliputi penyaringan air kelapa, pembuatan minyak kelapa, santan, tepung kelapa, kopra, dan berbagai macam produk olahan kelapa lainnya.

Pengemasan, setelah diolah, produk-produk olahan kelapa dikemas dengan rapi dan menarik agar siap untuk dipasarkan. Kemudian pemasaran, dimana produk-produk olahan kelapa dari Sentra Olahan Kelapa Lombok Utara dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan juga ke luar negeri.

Disana juga dijadikan pusat pelatihan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang ingin belajar mengolah kelapa. Sebagai pusat penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan produk-produk olahan kelapa yang baru dan inovatif.

Selain kegiatan-kegiatan di atas, Sentra Olahan Kelapa Lombok Utara juga sering dikunjungi oleh wisatawan yang ingin belajar tentang pengolahan kelapa dan membeli produk-produk olahan kelapa.

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE., ME., mengungkapkan rasa bangganya atas berdirinya gedung sentra olahan kelapa ini.

“Hari ini adalah momen bersejarah bagi kita semua. Dengan adanya sentra ini, kita berharap dapat meningkatkan nilai tambah produk kelapa, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lombok Utara. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri berbasis kelapa di daerah ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH, juga menegaskan, peresmian gedung ini adalah wujud nyata dari kerja sama yang solid antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan pihak swasta.

“Kami yakin bahwa dengan adanya fasilitas ini, produksi dan pengolahan kelapa akan semakin meningkat, dan kita bisa menembus pasar yang lebih luas. Ini adalah langkah besar menuju kemajuan ekonomi daerah kita,” ungkapnya.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKMA) Kementerian Perindustrian, diwakili Yedi Sabaryadi, turut menyampaikan apresiasi dan harapannya.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Sentra olahan kelapa di Desa Pemenang Timur merupakan salah satu bentuk dukungan konkret terhadap industri kecil dan menengah. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk kelapa dari Lombok Utara,” tandasnya.(bul)

BPOM Mataram Terjunkan Tim Pemantau Penarikan Roti Okko di Pasaran

0
Kepala BPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mataram mulai menerjunkan tim untuk memantau penarikan roti Okko dari peredaran. Karena tidak dianggap tak aman bagi konsumen.

“Mulai pagi ini kami akan melakukan pemantauan proses penarikan produk roti merk Okko di pasaran. Bagi rekan rekan yang melihat peredaran roti tersebut untuk dapat bantu melaporkan kepada kami ya,” kata Kepala BPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan, Rabu pagi 24 Juli 2024.

Sebagaimana keterangan resmi BPOM, dengan adanya dugaan penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) berupa natrium dehidroasetat pada produk roti merek Aoka (PT Indonesia Bakery Family, Bandung) dan Okko (PT Abadi Rasa Food, Bandung), BPOM memberikan penjelasan.

Pada 28 Juni 2024, BPOM telah mengambil sampel produk roti Aoka dari peredaran dan melakukan pengujian. Hasil pengujian menunjukkan produk tidak mengandung natrium dehidroasetat. Hal ini sejalan dengan hasil inspeksi ke sarana produksi roti Aoka pada 1 Juli 2024 yang menunjukkan tidak ditemukannya natrium dehidroasetat di sarana produksi.

Selain itu, BPOM melakukan inspeksi ke sarana produksi roti Okko pada 2 Juli 2024 dan menemukan bahwa produsen tidak menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dengan benar dan konsisten. Terhadap temuan ini, BPOM telah melakukan penghentian kegiatan produksi dan peredaran. Sebagai tindak lanjut, BPOM juga melakukan sampling dan pengujian di laboratorium.

Hasil pengujian terhadap sampel roti Okko dari sarana produksi dan peredaran menunjukkan adanya natrium dehidroasetat (sebagai asam dehidroasetat) yang tidak sesuai dengan komposisi pada saat pendaftaran produk dan tidak termasuk BTP yang diizinkan berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan.

Terhadap temuan ini, BPOM memerintahkan produsen roti Okko untuk menarik produk dari peredaran, memusnahkan, dan melaporkan hasilnya kepada BPOM. BPOM melalui unit pelaksana teknis (UPT) di daerah mengawal proses penarikan dan pemusnahan produk roti Okko.

“BPOM terus melakukan pengawasan produk pangan secara komprehensif, meliputi pengawasan sebelum produk beredar (pre-market) hingga pengawasan setelah produk beredar (post-market) untuk menjamin keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

BPOM mengimbau agar masyarakat selalu merujuk informasi tentang obat dan makanan pada sumber yang tepercaya, termasuk website dan akun media sosial resmi BPOM, Contact Center HALOBPOM 1500533 (pulsa lokal), atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.

Yosef menegaskan, sebelum produk beredar, BPOM telah melakukan evaluasi mutu dan keamanan, termasuk komposisinya.

Jika dalam perjanalan ditemukan kandungan yang membahayakan bagi konsumen, BPOM segera mengeluarkan perintah penarikan serta pemberian sanksi sesuai ketentuan.

“BPOM pastinya senantiasa komitmen melindungi masyarakat serta mendukung daya saing pelaku usaha,” demikian Yosef.(bul)

Manfaatkan Pamsimas Mangkrak,  Pemdes Jagaraga Buka Usaha “Depot Air Minum Jaga Raga”

0
Kades Jagaraga M Hasyim bersama jajaran memeriksa unit usaha Depot Air Minum Isi Ulang yang akan dibuka Pemdes. (ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com)-Pemdes Jagaraga Kecamatan Kuripan, Lombok Barat (Lobar) berupaya menghidupkan Pamsimas yang lama tak dimanfaatkamln dengan maksimal alias mangkrak. Pamsimas itu dikembangkan untuk usaha Depot Air Minum (DAM) isi ulang dan layanan Pamdes bagi warga setempat. Depot air minum “Jaga Raga”  berkapasitas ratusan galon per hari itu akan melayani kebutuhan warga desa setempat.

Kades Jagaraga M. Hasyim, ST., mengatakan, pihaknya berinovasi membuka usaha Depot Air Minum Isi Ulang dengan memanfaatkan bantuan Pamsimas yang dibangun tahun 2020 lalu di Dusun Dasan Geres Pande. Pamsimas itu sejak diserahterimakan ke kelompok warga selaku pengelola tahun  2021 lalu, tak maksimal dimanfaatkan hingga saat ini. “Daripada tidak bisa dikelola (dimanfaatkan), kita ambil alih, itu dihibahkan dari pengelola ke pemdes sehingga bisa dikelola desa. Itu syarat dari sisi regulasi,”kata Hasyim, kemarin.

Setelah dihibakan, pihaknya pun berupaya berinovasi memanfaatkan Pamsimas itu untuk membuka beberapa unit usaha BUMDES, yakni usaha depot air minum dan air Pamsimas untuk warga. “Kita berinovasi dengan buka usaha depot dan air Pamsimas,”ujarnya.

Depot ini menjadi embrio untuk nantinya dikembangkan menjadi air kemasan. Usaha depot ini dibawah pengelolaan BUMDES dengan memberdayakan remaja masjid. Kapasitas produksi dari Depot Air isi ulang ini sebut dia mampu mencapai 120 galon per galon per hari. Dimana per hari hasil usaha ini mencapai jutaan dan per bulan bisa puluhan juta rupiah.

Sedangkan untuk layanan air Pamsimas bisa dipakai warga dengan keamanan terjamin, karena dicek setiap bulan oleh pihak dinas terkait. Untuk menggugah partisipasi warga terhadap usaha layanan Pamdes ini, pihaknya akan menyiapkan anggaran dari DD untuk  meter air gratis kepada warga. “Kita mau gratis kan dari DD untuk meter air, untuk kita picu warga menghijaukan air Pamsimas dengan bayar iuran. Jelas lebih murah dari PDAM,”ujarnya.

Untuk usaha depot dan air Pamdes Pamsimas ini, pihaknya dengan merancang peraturan desa (Perdes) bersama warga setempat. Sehingga out put nya nanti jelas berkontribusi warga dan pemdes sesuai dengan ADRT BUMDES. Pihaknya juga menyiapkan SDM yang nanti mengelola unit usaha tersebut, petugas desa sedang di training dibawah binaan pihak perusahaan pengadaan mesin Depot ini.

Sedangkan untuk mesin Depot sendiri dialokasikan Rp35 juta sesuai spek. Pihaknya menargetkan unit usaha ini akan diluncurkan pada HUT desa bulan Agustus nanti. “kita akan launching saat HUT desa pada bulan Agustus,”ujarnya.

Menurutnya peluang usaha ini sangat potensial, karena kebutuhan air sangat pokok bagi warga. Dimana sasaran pasar nantinya memenuhi kebutuhan warga setempat. Terdapat 10 ribu jiwa yang akan menjadi potensi pasar dari usaha tersebut.

Warga pun diajak untuk berbelanja di desa, karena nantinya itu kembali ke warga dalam bentuk bantuan ke warga yang kurang mampu dan bantuan ke masjid. “Itu nanti kembali dinikmati oleh warga dan bantuan ke masjid, sehingga setiap rupiah yang iuran warga untuk air akan menjadi amal jariah,”hadapnya.(her)

Promosikan Budaya Lokal, Aruna Senggigi Siapkan Pengalaman Berpakaian Adat Suku Sasak bagi Tamu

0
Pakaian adat Suku Sasak (ekbisntb.com/r)

Senggigi (ekbisntb.com) – Hotel Aruna Senggigi terus berinovasi dan melakukan berbagai terobosan untuk memberikan pengalaman menginap yang istimewa bagi tamu. Kali ini, Aruna Senggigi mengajak tamu untuk mengenal lebih dekat budaya lokal dengan menyediakan pakaian adat Suku Sasak bagi tamu yang menginap.

Aditya Maulana, General Manager Aruna Senggigi, 23 Juli 2024, menjelaskan, program ini diadakan untuk memberikan pengalaman unik bagi tamu sekaligus sebagai sarana hotel untuk berkontribusi dalam mempromosikan budaya lokal. “Program ini bernama Bepayas Sasak, yang artinya berdandan seperti Suku Sasak. Kami menyediakan baju Lambung untuk wanita dan Pigon lengkap dengan sapuknya untuk pria”, paparnya.

Tamu bisa mencoba mengenakan pakaian adat Suku Sasak ini dan kemudian mengabadikannya di salah satu lokasi ikonik di Hotel Aruna Senggigi yang Bernama Kampung Lombok.

Kampung Lombok memiliki beberapa berugak (bangunan berupa panggung terbuka dengan empat atau enam tiang beratap berbentuk seperti lumbung dengan atap alang-alang) yang merupakan bangunan khas masyarakat Sasak yang biasa digunakan untuk bersantai atau bercengkerama bersama.

“Program ini gratis bagi tamu menginap”, ujar Aditya. “Kami terus berupaya agar tamu kami merasakan pengalaman yang berbeda saat menginap di Aruna Senggigi,” tutupnya. (r)

BPPD NTB Minta Pemerintah Tekan Harga Tiket Pesawat

0
Sahlan M Saleh(ekbisntb.com/ant)

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta dan mendorong pemerintah pusat untuk bisa menekan tingginya harga tiket pesawat.

“Kami minta dan sangat mendorong pemerintah agar harga tiket pesawat ini bisa turun,” kata Ketua BPPD NTB Sahlan M Saleh, di Mataram, Selasa.

Ia menyebutkan salah satu indikator yang membuat harga tiket pesawat ini mahal, karena harga komponen pesawat yang juga tinggi. Contohnya, harga avtur, parkir pesawat, garbarata, airport tax, dan landing fee.

“Ini komponen yang mendorong tinginya harga tiket pesawat,” ujar Saleh yang juga Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) NTB ini pula.

Dia mencontohkan harga tiket pesawat Rp1 juta, dari harga tersebut Rp600 ribu dipotong untuk komponen pesawat, sehingga inilah yang kemudian menurutnya merugikan masyarakat selaku konsumen.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah dapat mengurangi beban komponen tersebut bisa berkurang, sehingga berdampak kepada harga tiket jauh lebih murah.

Menurutnya, bila harga tiket pesawat turun, maka akan berpengaruh pada meningkatnya arus kunjungan wisatawan ke NTB. Mengingat, NTB sebagai salah satu tujuan destinasi di Indonesia, sangat bergantung pada lancarnya transportasi udara tersebut.

“Inilah yang kami dorong kepada pemerintah bagaimana bisa menurunkan harga komponen di pesawat,” katanya lagi. (ant)

Kementan Berikan Bantuan Bibit Jagung untuk Petani Lombok Tengah

0
Petani saat menerima bantuan bibit jagung dari Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, Selasa 23 Juli 2024(ekbisntb.com/ant)

Praya (ekbisntb.com) – Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) memberikan bantuan bibit jagung kepada petani di Lombok Tengah untuk menjaga ketahanan pangan pada 2024. “Total alokasi bantuan bibit jagung dari Kementerian Pertanian itu untuk Lombok Tengah sebanyak 35.460 kilogram atau 35 ton,” kata Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Zaenal Arifin di Lombok Tengah, Selasa 23 Juli 2024.

Ia mengatakan bantuan bibit jagung tersebut dialokasikan untuk para petani di Kecamatan Praya dengan total bantuan 10.290 kilogram, petani di Kecamatan Jonggat 15.000 kilogram dan petani di Kecamatan Praya Barat sebanyak 10.170 kilogram. “Bantuan ini untuk musim tanam ke tiga atau di musim kemarau,” katanya.

Selain bantuan bibit jagung dari Kementerian Pertanian, Lombok Tengah juga mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB sebanyak 15.000 kilogram. Bantuan tersebut dialokasikan untuk petani di Kecamatan Kopang sebanyak 14.250 kilogram dan Kecamatan Praya Tengah sebanyak 750 kilogram.

“Jadi total bantuan bibit jagung untuk Lombok Tengah 2024 ini sebanyak 50.360 kilogram atau 50 ton lebih,” katanya. Ia mengatakan  penyaluran bantuan bibit jagung tersebut mulai dilakukan, karena musim tanam palawija pada musim tanam ketiga ini telah dimulai.

Sementara itu, bantuan bibit kedelai pada tahun anggaran 2024 ini tidak ada, hanya petani diberikan bantuan bibit jagung. “Penyaluran sudah dilakukan, bantuan bibit jagung itu diberikan sebanyak 15 kilogram per hektare,” katanya. (ant)