Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 652

Menteri ATR Pastikan Identifikasi Tanah Ulayat di Seluruh Indonesia

0
Agus Harimurti Yudhoyono(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan akan terus menginventarisasi dan mendata semua tanah ulayat yang ada di seluruh Indonesia.

“Kalau sudah jelas clean and clear, setelah itu baru bisa kita terbitkan statusnya, utamanya hak pengelolaan lahan bagi masyarakat hukum adat,” kata Menteri ATR/BPN dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, eksistensi masyarakat hukum adat merupakan isu yang sangat penting karena bukan hanya berbicara isu keadilan dan kesejahteraan, hal itu juga berkaitan erat dengan politik, hukum, dan sosial.

“Jadi esensinya adalah bagaimana masyarakat hukum adat ini bisa mendapatkan haknya, dilindungi, dan juga justru tanah tersebut bisa memiliki nilai ekonomi, produktif bagi peningkatan kesejahteraan mereka,” ujar Menteri ATR/BPN.

Kementerian ATR/BPN berkomitmen mengakselerasi pendaftaran 3,2 juta hektare bidang tanah ulayat bagi sekitar 3.000 masyarakat hukum adat yang tersebar di 16 provinsi di Indonesia yang telah diinventarisasi.

Dia menyebutkan 16 provinsi lokasi tanah ulayat yang telah diinventarisasi dan identifikasi tersebut meliputi Sumatra Barat, Kalimantan Tengah, Bali, NTT, Papua Barat, Papua, Sumatra Utara, Sulawesi Tengah, Aceh, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Hal itu sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Administrasi Pertanahan dan Pendaftaran Tanah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat.

“Ini (pendaftaran tanah ulayat, red) masalah yang tidak sederhana karena kita tahu, tanah-tanah yang ada di berbagai daerah ini juga sudah memiliki peruntukan masing-masing, tetapi kita juga berharap pemerintah selalu hadir untuk menjamin agar Masyarakat Hukum Adat juga dilindungi, dijamin hak-haknya,” kata AHY.

Menteri ATR/BPN juga mengapresiasi langkah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto telah mengoordinasikan berbagai pihak dalam satu forum untuk membicarakan bagaimana menyamakan regulasi dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan tanah ulayat masyarakat hukum adat.

Sementara itu, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa diperlukan langkah bersama sebagai upaya percepatan pendaftaran tanah ulayat, mulai koordinasi dan sinkronisasi implementasi regulasi lintas kementerian.

Kemudian, sosialisasi bersama berbagai regulasi lintas kementerian termasuk dengan masyarakat hukum adat, memutakhirkan data dan sinkronisasi data mengenai status pengakuan hak masyarakat hukum adat, serta koordinasi dan sinkronisasi penentuan lokasi pilot project bersama.

“Sehingga tempatnya di mana, lokasinya di mana, itu kita bisa ketahui bersama dan kita akan lakukan inventarisasi dan identifikasi,” kata Hadi. (ant)

Presiden Terpilih Prabowo: Pertanian Penentu Nasib Bangsa Kedepan

0
H. Prabowo Subianto(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Presiden RI terpilih sekaligus Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyebut bahwa pertanian merupakan sektor yang sangat penting sebagai penentu dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan bangsa.

“Wakil menteri (pertanian) suatu posisi yang sangat strategis dan memikul tanggung jawab yang sangat besar. Ini bukan jabatan etok-etok bukan jabatan ringan, tetapi ini jabatan yang sangat berat dan penting karena nasib bangsa ada di dua bidang ini, satu mengatur keuangan negara di tengah dunia yang penuh ketidakpastian yang satu mengurus pangan,” kata Prabowo dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Prabowo mengatakan hal tersebut saat menggelar acara syukuran atas kepercayaan negara terhadap Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang telah dilantik Presiden Joko Widodo pada Kamis 18 Juli 2024.

Prabowo menyampaikan bahwa pertanian juga merupakan sektor yang paling strategis terutama dalam menumbuhkembangkan ekonomi di tengah ancaman krisis dunia.

Menurutnya, bidang pertanian maupun bidang keuangan yang memiliki tanggung jawab secara spesifik sangatlah vital karena berkaitan langsung dengan nasib rakyat Indonesia.

“Dua bidang ini sangat strategis dan saya percaya bahwa saudara-saudara akan memikul tanggung jawab itu dengan sekuat tenaga, penuh pengabdian, penuh cinta tanah air, bertanggung jawab mulai sekarang atas nasib Bangsa,” katanya.

Prabowo memiliki perhatian khusus pada sektor pertanian yang merupakan sektor dasar bagi ketahanan rakyat. Ia ingin negara memperkuat produktivitas melalui teknologi mekanisasi, keterlibatan anak muda hingga hilirisasi industri.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mempercepat akselerasi produksi yang difokuskan pada dua komoditas utama yaitu jagung dan beras.

Mentan telah memfasilitasi petani dengan tambahan alokasi pupuk subsidi, pembagian benih hingga mentransformasi pertanian tradisional ke pertanian modern.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengajak jajaran kerja di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendukung penuh upaya swasembada yang saat ini tengah dijalankan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melalui penyediaan benih, pupuk, alsintan dan juga solusi cepat pompanisasi.

Menurut Sudaryono, berbagai program tersebut harus dikerjakan secara cepat agar ke depan Indonesia mampu menjadi lumbung pangan dunia.

“Karena itu saya selalu katakan bahwa kesuksesan saya adalah kesuksesan Bapak Menteri Pertanian. Apapun perintah yang diberikan oleh Pak Menteri saya siap dan loyal sebagai bawahan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan sektor pertanian adalah sektor yang sangat penting untuk kemajuan bangsa dan ketahanan negara. Bagi dia, ketersediaan pangan tidak bisa dilihat dari satu sisi melainkan juga harus dikerjakan dari berbagai sisi.

“Kita boleh naik mobil, tetapi ingat kita tidak bisa bergerak kalau kita tidak makan. Oleh karena itu, kita semua yakin dan menyadari bahwa pangan adalah kebutuhan primer semua orang. Pangan itu tidak bisa sebagai mantra kedaulatan pangan, tetapi harus betul-betul kita kerjakan,” kata Sudaryono. (ant)

Harga Pangan 25 Juli Mayoritas Turun, Cabai hingga Rp30.570 Perkilogram

0
Seorang pedagang sayur-mayur di Pasar Mandalika baru-baru ini sedang menunggu pembeli. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, harga sejumlah pangan rata-rata secara nasional di tingkat pedagang eceran turun, mulai beras, bawang, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, hingga cabai merah keriting Rp30.570 per kilogram (kg) per 25 Juli 2024. (ekbisntb.com/cem)

Jakarta (ekbisntb.com) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, harga sejumlah pangan rata-rata secara nasional di tingkat pedagang eceran turun, mulai beras, bawang, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, hingga cabai merah keriting Rp30.570 per kilogram (kg) per 25 Juli 2024.

Berdasarkan data yang dilansir dari Panel Harga Bapanas di Jakarta pada Kamis pukul 06.00 WIB, harga beras premium di tingkat pedagang eceran turun sebesar 6,44 persen atau Rp1.000 menjadi Rp14.530 per kilogram (kg).

Kemudian beras medium turun 3,76 persen atau Rp510 menjadi Rp13.060 per kg, dan beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog juga turun tipis 0,64 persen atau Rp80 menjadi Rp12.500 per kg.

Sama halnya pada harga komoditas bawang merah turun 12,42 persen atau Rp3.670 menjadi Rp25.870 per kg; begitu pun bawang putih bonggol turun 9,47 persen atau Rp3.810 menjadi Rp36.440 per kg.

Selain itu, harga cabai merah keriting juga terpantau turun hingga 30,99 persen atau Rp13.730 menjadi Rp30.570 per kg; lalu cabai rawit merah turun 13,61 persen atau Rp9.060 menjadi Rp57.490 per kg.

Kemudian harga daging sapi murni pun juga ikut turun 6,40 persen atau Rp8.660 di level Rp126.550 per kg; daging ayam ras turun 16,99 persen atau Rp6.000 menjadi Rp29.320 per kg; lalu telur ayam ras turun 8,53 persen atau Rp2.490 menjadi Rp26.700 per kg.

Lalu kedelai biji kering (impor) turun 4,08 persen atau Rp490 menjadi Rp11.520 per kg; lalu gula konsumsi menyusul turun 4,28 persen atau Rp770 menjadi 17.240 per kg.

Selanjutnya, minyak goreng kemasan sederhana ikut turun 5,72 persen atau Rp1.030 menjadi Rp16.990 per kg; kemudian minyak goreng curah turun 5,74 persen atau Rp920 menjadi Rp15.120 per kg.

Berikutnya tepung terigu curah turun 7,48 persen atau Rp770 menjadi Rp9.530 per kg; tepung terigu kemasan turun 8,84 persen atau Rp1.180 di harga Rp12.170 per kg; jagung di tingkat peternak turun hingga 20,56 persen atau Rp1.170 menjadi Rp4.520 per kg; sementara garam halus beryodium turun 12 persen atau Rp1.370 menjadi Rp10.050 per kg.

Sementara itu, harga beberapa jenis ikan kompak naik, yakni ikan kembung naik 7,69 persen atau Rp2.860 menjadi Rp40.030 per kg; ikan tongkol naik 0,66 persen atau Rp210 menjadi Rp31.990 per kg; dan ikan bandeng naik 7,43 persen atau Rp2.460 menjadi Rp35.590 per kg.(ant)

PAD Lobar Masuk Kas Daerah Baru Rp195 Miliar

0
Pj Bupati Lobar dan Pj Sekda evaluasi capaian target PAD(ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com)-Hingga memasuki triwulan III tahun ini, pendapatan asli daerah (PAD) Lombok Barat (Lobar) yang sudah terkumpul mencapai Rp195 miliar lebih dari target Rp. 380 miliar lebih. Sisanya, dari target tersebut diharapkan bisa dicapai hingga akhir tahun ini.

Pj Sekda Lobar, H. Fauzan Husniadi mengatakan, salah satu yang menjadi pokok pembahasan pada evaluasi rapat pimpinan adalah realiasi PAD. “Capaian PAD sudah mencapai 51 persen lebih,”katanya. Dikatakan, Pj Bupati memberikan perhatian khusus dan mengingatkan kepada OPD yang belum maksimal mencapai target dengan pencapaian yang telah dicapai hingga awal triwulan III ini.

Kepala Bapenda Lobar, H. Muhammad Adnan memaparkan besaran PAD yang telah tercatat masuk kedalam kas daerah sampai tanggal 15 Juli 2024 sebesar 51,24% dengan nominal Rp195.040.411.782, dari target sebesar Rp380.634.572.374. “PAD sudah masuk kas Daerah 51,24% dengan nominal Rp195.040.411.782,” sebut Adnan.

Pemkab Lobar menetapkan target sesuai dengan perhitungan rasional menurut potensi yang terdapat di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kalau lihat capaian PAD belasan OPD penghasil masih banyak yang di bawah 50 persen. Bahkan ada yang capaiannya baru 20-30 persen. Atas capaian ini, kinerja belasan OPD ini pun mendapatkan raport merah.

Berdasarkan data realiasi OPD penghasil PAD per tanggal 15 Juli 2024 mencapai 51,24 persen atau Rp195 miliar lebih dari target Rp380 miliar lebih (BLUD dan non BLUD). Sedangkan khusus non BLUD terdapat 14 OPD penghasil, dari target Rp181 miliar lebih baru terealisasi Rp73,7 miliar atau 40 persen lebih. Dari 14 OPD penghasil PAD, Dishub belum ada realiasi alias nol. Selanjutnya OPD-OPD yang paling rendah realisasinya merah mulai dari yang terendah yakni PU TR dari target Rp750.000 baru terealisasi Rp81 juta lebih atau 10,8 persen.

Kemudian Dinas Perhubungan dari target Rp5,1 Miliar baru tercapai Rp661 juta lebih atau 12,9 persen, Dinas Pertanian dari target Rp510 juta baru baru bisa dicapai Rp105 juta atau 20,7 persen lebih. OPD yang dengan perolehan PAD di bawah 50 persen, yakni Disperindag dari target Rp4,9 miliar baru terealisasi Rp1,5 Miliar lebih atau 32 persen. DPMPTSP dari target Rp4,2 miliar baru dicapai Rp1,4 Miliar lebih atau 34 persen. Kemudian Disnaker baru mencapai Rp112 juta lebih atau 37 persen lebih dari target Rp300 juta.

Dispora dan Bapenda masing-masing mencapai Rp59 juta lebih atau 38 persen lebih dari target 155 juta untuk Dispora. Dan dari target Rp139 miliar lebih pada Bapenda baru direalisasikan 54 Miliar lebih atau 38 persen. Dinas Kelautan dan perikanan serta Dikbud sama-sama mampu merealisasikan 39 persen lebih dari target masing-masing, Rp150 juta target dari Dikbud dan Rp200 juta Dislutkan. Dinas LH, lebih tinggi sedikit realisasinya mencapai 48 persen atau kalau diuangkan Rp1,8 Miliar lebih dari target Rp3,9 miliar.

Sedangkan dari sekian banyak OPD tersebut hanya dua OPD yang capaian PAD nya di atas 50 persen. Yakni Dikes non BLUD dari target Rp120 juta mampu terealisasi Rp95 juta lebih atau 79 persen lebih dan BPKAD dari target Rp20,8 Miliar lebih mampu dicapai Rp13,2 miliar lebih atau 63,8 persen.

Banyaknya OPD yang capaian PAD nya di bawah target, Pj Bupati pun melakukan evaluasi. OPD diminta melakukan upaya percepatan agar PAD lebih maksimal dicapai. “Kita dorong OPD melakukan upaya percepatan capaian PAD, karena banyak masih rendah (merah),” tegasnya. (her)

Pemerintah Provinsi NTB tingkatkan pengawasan impor barang

0
Kapal di dermaga Pelabuhan Lembar Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB(ekbisntb.com/ant)

Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Perdagangan Provinsi NTB terus meningkatkan pengawasan impor barang pada berbagai pintu masuk guna meminimalkan masuknya barang-barang secara ilegal ke wilayah tersebut.

“Kami melakukan pengawasan bersama instansi terkait, seperti Bea Cukai, Badan Karantina, Polda, dan KP3,” kata Kepala Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti di Mataram, Rabu 24 Juli 2024.

Nelly menuturkan pintu masuk yang sering dilakukan pengawasan salah satunya Pelabuhan Lembar yang terletak di Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Pelabuhan Lembar menghubungkan Pulau Lombok dengan Surabaya, Bali dan Bima di Pulau Sumbawa.

Berbagai jalan masuk pintu tikus juga terus diawasi bersama pihak kepolisian untuk menekan kasus impor ilegal ke Nusa Tenggara Barat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Nusa Tenggara Barat pada Juni 2024 sebesar 40,37 juta dolar AS. Jumlah itu mengalami penurunan sebesar 59,17 persen bila dibandingkan dengan impor pada Mei 2024 sebesar 98,88 juta dolar AS.

Aktivitas impor bulan Juni 2024 berasal dari Jepang (55,49 persen), Amerika Serikat (9,17 persen), Australia (8,09 persen), Singapura (6,62 persen), China (5,58 persen) dan lainnya (15,05 persen).

Kelompok komoditas impor dengan nilai terbesar adalah karet dan barang dari karet (48,26 persen), mesin-mesin/pesawat mekanik (35,86 persen), kendaraan dan bagiannya (5,42 persen), serta mesin/peralatan listrik (4,02 persen).

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, pemerintah pusat mengumumkan pembentukan Satgas Pengawasan Barang Tertentu yang Diberlakukan Tata Niaga Impor. Salah satu anggota dari satuan tugas tersebut adalah pemerintahan daerah.

Terdapat tujuh jenis barang yang diawasi, yakni tekstil dan produk tekstil, pakaian jadi dan aksesoris pakaian jadi, keramik, elektronik, alas kaki, kosmetik dan barang tekstil sudah jadi.

Pembentukan satgas itu dilatarbelakangi oleh beberapa industri tekstil yang tutup serta keluhan dari dunia usaha nasional terkait maraknya produk-produk impor yang dikategorikan ilegal karena jauh daripada harga yang semestinya dan tidak bisa dipertanggungjawabkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sebagainya, sehingga terjadi PHK, penutupan pabrik dan lain-lain.

“Terkait Satgas di Nusa Tenggara Barat belum kami bentuk, jadi belum ada kerja Satgas,” pungkas Kepala Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti. (ant)

Pajak dari Penyelenggaraan MXGP hanya Belasan Juta

0
Ahmad Amrin. (ekbisntb.com/cem)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemeirntah Kota Mataram memiliki ekspektasi mendapatkan pemasukan dari pajak penyelenggaraan Motocross Grand Prix (MXGP) lebih besar dari tahun sebelumnya. Faktanya jauh dari harapan, karena pajak yang akan disetor ke kas daerah hanya belasan juta.

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin mengklaim, pihaknya tidak memiliki ekspektasi yang besar dari penyelenggaraan Motorcross Grand Prix di Sirkuit Selaparang digelar pada bulan Juni-Juli tersebut. Pengalaman tahun sebelumnya, pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh dari pajak hiburan relatif kecil. Kondisi ini hampir sama sesuai laporan diserahkan PT. Samota Enduro Gemilang selaku penyelenggara. “Saya lihat perhitungannya hanya belasan juta untuk dua seri balapan itu,” terang Amrin dikonfirmasi pada, Rabu 24 Juli 2024.

Minimnya pajak hiburan yang disetor ke kas daerah berbanding lurus dengan sepinya penonton. Selain itu, penyelenggaran memberikan tiket gratis kepada Masyarakat karena tiket-tiket dibeli oleh Badan Usaha Milik Negara maupun perusahaan lainnya. Tiket gratis ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyaksikan balap motorcross tingkat dunia tersebut.

Amrin menambahkan, tiket konser coba akan dihitung kembali karena penonton membeli tiket masuk ke penyelenggara. “Tinggal tiket konsernya saja kita akan lihat seperti apa potensinya,” jelasnya.

Berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) bahwa data yang diterima akan diklarifikasi kepada PT. Samota Endura Gemilang selaku penyelanggara. Pihaknya akan memastikan data tiket yang terjual dan lain sebagainya supaya persepsinya sama.

Bagaimana dengan pendapatan dari pengelolaan parkir? Amrin justru mengapresiasi koperasi milik PT. Angkasa Pura yang kooperatif dan bertanggungjawab terhadap pengelolaan parkir. Pengesahan tiket parkirnya di depan alias transparan, sehingga sumber pendapatan asli daerah yang masuk dari pajak parkir sangat jelas. “Kalau koperasi yang dikelola Angkasa Pura sangat taat. Pengesahannya pun di depan sebelum penyelenggaraan MXGP,” demikian kata dia. (cem)

Harga Minyak Subsidi Melonjak

0
Sejumlah warga membeli minyak goreng subsidi (MinyaKita,red) (ekbisntb.com/ant)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah pusat mengeluarkan produk minyak goreng subsidi untuk mengendalikan harga minyak goreng di tengah masyarakat. Ironinya minyak goreng yang diberi merk MinyaKita sudah tanpa subsidi lagi.

Harga MinyaKita di sejumlah pasar tradisional maupun retail modern di Kota Mataram, kisaran Rp16.000- Rp17.000. Padahal, harga eceran tertinggi ditetapkan pemerintah mencapai Rp14.000 perliter. Tiga wilayah yang masuk zona 1.0 yakni, Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat harus mengeluarkan biaya produksi. Berbeda dengan wilayah yang masuk zona 3.0 seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku dan lain sebagainya masih dapat menikmati minyak goreng subsidi tersebut. “Kita posisinya sama seperti Bali dan Jawa masuk zona 1.0. Jadi dikenakan biaya produksi,” terang Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi pada, Rabu 24 Juli 2024.

Nida menjelaskan, berdasarkan tugas pokok dan fungsinya dalam pengendalian harga barang pokok rutin melakukan pemantauan harga terutama barang-barang yang mengalami pergeseran harga. Harga minyak goreng subsidi (MinyaKita,red) mencapai Rp16 ribu-Rp17 ribu perliter. Sedangkan harga eceran tertinggi sesuai Surat Edaran Kementerian Perdagangan RI Nomor 3 Tahun 2023 bahwa minyak subsidi dijual sekitar Rp14.000 perliter.

Di satu sisi, pemerintah pusat belum mengeluarkan SE terbaru tentang penyesuaian harga minyak goreng subsidi. Sedangkan, pedagang mulai menaikan harga. “Kalau belum terbit aturan yang baru seharusnya masih mengacu harga yang dulu. Sekarang sudah naik saja harganya,” jelasnya.

Nida memahami pasokan minyak goreng subsidi berkurang tidak seperti minyak dengan brand yang lain. Kekosongan atau pengurangan pasokan belum diketahui, karena hasil pemantauan di salah satu distributor pasokannya minyak goreng subsidi sebelumnya ribu dus mengalami penurunan sampai ratusan dus.

Kaitannya dengan NTB yang tidak mendapatkan subsidi atau dikenakan biaya operasional dari produsen. Nida akan berkoordinasi dengan Pemprov NTB, untuk menanyakan ke pemerintah pusat agar pemberian subsidi sama seperti di wilayah zona 3.0 seperti NTT dan Maluku. Jika dihitung dari operasional semestinya Kota Mataram khususnya dan NTB umumnya masuk zona 3.0. “Dari distributor meminta kami untuk mengkomunikasikan ke pemerintah pusat agar NTB masuk zona 3.0 supaya tidak dikenakan biaya produksi,” jelasnya.

Dengan penyesuaian harga HET Rp15.700 untuk MinyaKita dipastikan pedagang akan menjual lebih mahal. (cem)

BI : Sedang Memasuki Era Suku Bunga Rendah

0
Kepala Kantor Perwakilan BI NTB dan jajaran menjelaskan kondisi ekonomi saat ini(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Afriansyah Harahap menyampaikan saat ini memasuki era suku bunga kredit rendah.

“Sebelumnya suku bunga kredit sampai 18 persen, sekarang bisa sampai 9 persen,” ungkap Berry saat bincang-bincang dengan media di Mataram, Rabu 24 Juli 2024.

Berry menambahkan, rendahnya suku bunga kredit ini dipengaruhi beberapa faktor. Diantaranya, faktor persaingan antar lembaga keuangan. Lembaga keuangan memberikan kelunakan kepada masyarakat untuk mendapatkan kredit (syarat-syarat mendapatkan kredit dilonggarkan).

“Bahkan beberapa risiko penyaluran kredit mulai diterima perbankan,” katanya.
Selain itu, saat COVID-19 pemerintah melakukan penyelamatan ekonomi dan jiwa dengan menginjeksi dana besar-besaran. Nilainya menurut Berry, seribuan triliun yang digunakan untuk pembelian obat-obatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar ekonomi cepat recovery.

“Dampaknya, uang yang ada di masyarakat masih banyak,” katanya.

Pada situasi ini, masyarakat dapat memanfaatkan keadaan ini untuk mendapatkan kredit dari lembaga-lembaga keuangan. Yang dapat dimanfaatkan untuk penguatan modal, ekspansi usaha. Sehingga rantai ekonomi menjadi bergerak. Tenaga kerja terserap, dan investasi meningkat.

“Tetapi tidak seterusnya suku bunga kredit rendah ini bagus, kalau terlalu rendah suku bunga, valuta asing makin banyak keluar. Karena itu, Bank Indonesia tetap berupaya menjaga keadaannya tetap stabil,” tambahnya.

Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Juli 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7,00%.

Keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneter pro-stability, yaitu sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025, termasuk untuk memperkuat efektivitas stabilitas nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk modal asing.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar.

terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga. Kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.(bul)

BPPD NTB Dorong Penambahan Penerbangan Domestik ke Lombok

0
Bandara international lombok(ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Selain meminta tambahan jalur penerbangan luar negeri. Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) provinsi Nusa Tenggara Barat juga mengupayakan terwujudnya tambahan penerbangan domestik.

Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh mengatakan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di NTB, dibutuhkan tambahan jalur penerbangan domestik, khusunya dari kota-kota besar.

“Flight domestik pertama yang kita dorong adalah dari kota-kota besar di Indonesia, yang sangat relevan adalah Jawa Tengah, Semarang,” ujarnya.

Menurut ketua Asosiasi Travel Indonesia tersebut, Jawa Tengah khususnya Semarang memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak, sehingga pihaknya mendorong agar dibukanya jalur penerbangan Semarang-Lombok.

Dengan anggaran Rp1 miliar yang diberikan dengan target promosi yang masif menurutnya belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuan promosi pariwisata. Namun, karena anggota BPPD berasal dari kalangan pengusaha dan akademisi, sehingga pihaknya akan berusaha dari berbagai sektor untuk menutupi kebutuhan promosi.

Selain itu, meski NTB terkenal dengan pariwisata halalnya, Sahlan mengatakan kecil kemungkinan untuk membuka jalur pesawat Timur Tengah-Lombok. Hal ini dikarenakan jarak antar kedua daerah tersebut, yang mana membutuhkan 10 jam di pesawat untuk mencapai Timur Tengah dari Bandara Lombok.

“Timur Tengah kita masih ukur relevansinya dengan pesawatnya. Bila kita ukur wisata halal, maka adakah wisatawan yang mau terbang 10 jam dengan transit ke Lombok. Itu kemungkinanya agak kecil,” bebernya.

Namun, jika jalur Lombok-Timur Tengah benar dibuka, maka ini sangat menguntungkan sektor pariwisata Lombok karena kemungkinan besar banyak wisatawan asal Timur Tengah yang berkunjung ke NTB.

Kemudian, Sahlan juga mengupayakan adanya jalur penerbangan Lombok-Eropa, apalagi sales vision atau sales promotion BPPD juga menyasar Eropa.

“Tentu Eropa, karena sales vision kita datangi market-market Asia dan Eropa, salah satunya yang paling dekat adalah The Beauty M di London, kita akan datang ke The Beauty M untuk mempromosikan pariwisata di NTB,” tutupnya. (era)

Dukung Peningkatan Ekonomi dan Investasi, Pemda KLU Beri Penghargaan BI NTB

0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap oleh Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH pada acara Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-16 Kabupaten Lombok Utara Tahun 2024(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Langkah strategis mewujudkan stabilitas harga pangan dan optimalisasi potensi daerah yang terus digaungkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) atas dukungan terhadap peningkatan ekonomi dan investasi di Kabupaten Lombok Utara.

Pemda KLU mengapresiasi upaya pengembangan UMKM dari BI NTB melalui program klaster UMKM produsen komoditas unggulan maupun komoditas ekspor yang diberikan secara langsung kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap oleh Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH pada acara Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-16 Kabupaten Lombok Utara Tahun 2024 di Halaman Kantor Bupati Lombok Utara.

“Kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak dan komponen masyarakat yang telah bekerja sama, bahu-membahu dengan pemerintah daerah, bersatu langkah membangun menyatukan dengan kebersamaan. Semoga kebersamaan ini dapat ditingkatkan, dipertahankan demi dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju lombok utara yang maju,” ujar Bupati Lombok Utara dalam sambutannya.

Diketahui, beberapa program yang telah dilaksanakan BI NTB di daerah Kab. Lombok Utara antara lain:

  1. Klaster Sapi Ngiring Datu di Desa Ganggelang. Program pembinaan dan pendampingan oleh BI NTB sudah dimulai sejak tahun 2018. Kluster ini telah mengembangkan teknologi pertanian yang dapat mendukung kebutuhan pasar di KLU dan mampu mengembangkan produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi serta turut menyerap tenaga kerja bagi daerah sekitar.
  2. Klaster Telur Ayam Ras Telur Jago di Desa Santong. Program pembinaan dan pendampingan oleh BI NTB dimulai sejak tahun 2020. Hadirnya Klaster Telur Ayam Ras Telur Jago ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar tradisional KLU namun juga bekerja sama dengan pasar ritel modern, yakni Hypemart dan menjadi pemasok saat harga tinggi pada program operasi pasar. Sebagai salah satu desa unggas di KLU, Klaster Telur Ayam Ras Telur Jago juga telah melakukan pengembangan pakan mandiri untuk menekan biaya produksi.
  3. Klaster Bawang Merah (Kelompok Baro IV) Kec. Bayan. Program pembinaan dan pendampingan oleh BI NTB dimulai sejak tahun 2021. Klaster Bawang Merah Kelompok Baro IV telah mengimplementasikan program integrated farming, yakni teknologi MA 11. Klaster ini juga turut mendorong penyerapan tenaga kerja di daerah sekitar dan menjadi pemasok kebutuhan pasar di KLU.
  4. PSBI Grand House Vanili di Desa Leong, Kab. Lombok Utara. Untuk mendukung produksi ekspor, BI NTB telah memberikan PSBI kepada kelompok binaan green house (kelompok Persatuan Vanili Leong), yg telah bekerjasama dengan aggregator ( CV Rempah Irganik Lombok) bertujuan untuk mendapatkan kualitas sesuai dengan permintaan pasar global khusunya pasar Amerika

Sejak tahun 2006, Bank Indonesia mulai mengembangkan klaster UMKM produsen komoditas unggulan daerah maupun komoditas ekspor. Program ini bertujuan meningkatkan kinerja UMKM yang tergabung dalam klaster, sehingga pada waktunya dapat berdampak pada peningkatan perekonomian daerah.

Sejalan dengan perkembangan arah kebijakan Bank Indonesia, pengembangan klaster kini lebih diarahkan pada upaya meningkatkan supply komoditas penunjang ketahanan pangan, khususnya komoditas volatile food. Hal ini tak lain sebagai salah satu upaya Bank Indonesia dalam mendukung pengendalian inflasi.(bul)