Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 643

Banyak Proyek di Lobar Mangkrak

0
Foto salah satu proyek mangkrak dibangun sia-sia di Kebon Datu Desa Peresak Kecamatan Narmada terbengkalai.(ekbisntb.com/ift)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Sejumlah proyek yang dibangun Pemkab Lombok Barat (Lobar) sejak beberapa tahun terakhir hingga kini belum dimanfaatkan maksimal alias mangkrak. Berbagai jenis proyek yang kebanyakan pada sektor Pariwisata, Perindustrian dan Perdagangan tersebut diperkirakan menelan anggaran hingga 13,9 miliar. Perencanaan Pemkab Lobar pun disorot tidak matang dalam membangun sejumlah proyek mubazir tersebut.

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun Suara NTB, beberapa fasilitas pariwisata dan UMKM yang tak berfungsi maksimal di antaranya, bangunan Pasar Seni dan Kuliner di kawasan Pura Lingsar Desa Lingsar  yang dibangun tahun 2016 dengan menelan anggaran Rp3,1 miliar tak dimanfaatkan. Dan Gedung Budaya Narmada senilai Rp2,6 Miliar. Galeri UMKM Desa Pusuk Lestari, Kecamatan Batulayar       yang dibangun dengan anggaran Rp1,4 miliar.

Kemudian Fasilitas Wisata gunung Sasak Kecamatan Gerung      senilai Rp1,6 miliar.  Proyek art shop (pasar seni) dan kuliner di Lingsar yang menelan anggaran Rp3,1 miliar. Selanjutnya bangunan artshop pameran dan sentra tenun Kebon Ayu Gerung senilai Rp1,5 Miliar dan trigona park Batulayar yang dibangun dengan biaya Rp1 Miliar. Dan proyek penataan kawasan Taman Narmada di Kebon Datu Desa Peresak kecamatan Narmada yang dibangun dengan anggaran Rp2,7 miliar.

Ketua Komisi III DPRD Lobar, H. Jumahir menyoroti banyaknya proyek yang dibangun sia-sia tersebut. Di antaranya di Kebon Datu Desa Peresak yang sudah dibangun beberapa tahun lalu. “Ini sudah dibangun, kalau tidak dimanfaatkan kan sia-sia,” kata Jumahir, kemarin. Kendalanya di Kebon Datu dan proyek lainnya yang dibangun, akses jalan yang tidak memadai. Di mana akses pengunjung menuju lokasi tersebut jembatannya kecil. “Kalau pengunjung tidak bisa ke tempat ini kan sia-sia,” ujar politisi Golkar ini.

Jembatan dan jalan kecil, sehingga sulit dilewati kendaraan besar roda empat dan tidak bisa dilalui bus. Ditambah lagi akses menuju lokasi wisata itu, masih jalan setapak. Jangankan pengunjung, warga yang mau berjualan di lokasi itu pun enggan untuk ke sana karena sepi, tidak ada pengunjung.

Sekarang yang perlu dilakukan kata Sektretaris Golkar Lobar itu, bagaimana upaya Pemda dalam hal ini Dinas terkait seperti Dinas Pariwisata dan lainnya untuk memanfaatkan proyek tersebut. Tentunya butuh dibangun akses memadai yang bisa dijangkau oleh pengunjung. Konsekuensinya butuh pembiayaan lagi untuk itu. Pemda harus memprioritaskannya.

“Seharusnya itu masuk dalam perencanaan waktu pembangunan proyek itu dulu, dilengkapi akses,” tegasnya. Di sinilah, menurutnya yang kurang direncanakan oleh OPD dan konsultan perencana. Sehingga kalau itu sudah disiapkan, begitu proyek selesai dibangun dengan akses jalan memadai maka langsung bisa dimanfaatkan.

Sama seperti proyek Trigona Park Bengkaung Batulayar, dibangun di akses jalan terjal curam dan menanjak sehingga menyulitkan penghujung masuk. Termasuk TPST yang dibangun di Senteluk, tak maksimal melayani warga karena tidak ada jalan khusus. Sehingga kalau melewati pemukiman warga menjadi persoalan. Ia menilai, melihat kondisi proyek yang mangkrak ini disebabkan oleh perencanaan Pemda kurang matang. “Perencanaan proyek ini tidak matang,”tegasnya.

Padahal saat ini Pemkab kesulitan merealisasikan usulan warga akibat fiskal yang terbatas. Di satu sisi justru Pemkab membangun proyek tak bisa dimanfaatkan oleh warga alias mubazir.

Pihaknya menilai Pemkab membangun tanpa memikirkan dan mengkaji aspek azas manfaat. Padahal sebuah pembangunan itu tujuannya mendongrak ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. “Kalau tidak bisa dimanfaatkan, kan dua ini tidak bisa terkaper,” ujarnya.

Karena itu, belajar dari kasus proyek mangkrak ini kedepan perlu Pemkab selektif membangun. “Bila perlu dilakukan hearing publik kepada warga terhadap proyek yang dibangun,”ujarnya. Sehingga diharapkan proyek yang dibangun bisa sesuai kebutuhan warga, bukan sebaliknya. Pemkab membangun justru pendekatan sekadar bangun proyek.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Agus Gunawan mengatakan, pihaknya akan memanggil Kabid terkait yang menangani. Ia akan menanyakan ke Kabid Destinasi. Diketahui proyek wisata itu dibangun disaat Agus belum menjabat sebagai Kadispar. (her)

Terdampak Musim Kemarau, Dinsos NTB Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Bersih ke Warga

0
Proses distribusi air bersih ke salah satu dusun di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh Dinsos NTB. (ekbisntb.com/ift)

Mataram (ekbisntb.com)- Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTB masih tetap mengirimkan air bersih ke pelosok-pelosok desa yang membutuhkan air bersih di musim kemarau ini. Selama bulan Juli 2024 saja, Dinsos NTB mendistribusikan sebanyak 220 ribu liter air bersih.

Kepala Dinsos NTB Dr. H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., mengatakan, selama Juli ini air didistribusikan ke wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Lombok Timur. Di wilayah Lombok Timur, fokus pendistribusian air ke wilayah Kecamatan Jerowaru yang memang menjadi langganan kekeringan.

“Kalau Lombok Utara pengantaran air ke wilayah Pemenang, Lombok Tengah ada di Kecamatan Jonggat dan Labulia. Lombok Barat ada di wilayah Batulayar. Ini kita sesuaikan dengan permintaan masyarakat, karena ada beberapa wilayah yang memang kekeringan namun kan belum ada permintaan masyarakat,” kata H.Ahsanul Khalik kepada wartawan, Rabu 31 Juli 2024.

Ia mengatakan, di Bulan September dan seterusnya, Dinsos NTB tak hanya melakukan distribusi air bersih berdasarkan permintaan warga, namun tim dinas sudah membuat jadwal pendistribusian ke wilayah-wilayah yang terdampak musim kemarau secara bergiliran.

Dr. Aka, sapaan akrabnya mengaku tetap optimis bisa memenuhi permintaan masyarakat karena distribusi air bersih ini bukan hanya tugas dari Dinsos saja. Namun ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB serta lembaga lain seperti PMI, LAZ Dasi NTB serta sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat ikut ambil bagian dalam proses pendistribusian air bersih ini.

“Dan yang rutin itu nanti dari Kepolisian, jadi Insya Allah tetap bisa terpenuhi. Perkiraan kita, permintaan yang tinggi itu mulai September, Oktober, dan November. Namun nanti permintaan masyarakat itu akan sampai pada awal Februari 2025. Meskipun musim hujan sudah turun, tetap dilakukan distribusi, karena meski hujan turun belum tentu sudah ada air,” katanya.

Ia menambahkan, armada pengangkut air bersih yang dimiliki Dinsos NTB sebanyak empat unit mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 5000 liter. Seluruh mobil ini ada di gudang Dinsos NTB. Sebenarnya ada satu mobil tangki lagi yang dimiliki oleh Dinsos NTB, namun ditempatkan di Dinsos Kabupaten Dompu untuk bisa membantu pelayanan di kabupaten tersebut, karena Dinsos Dompu tidak memiliki mobil tangki.

“Adapun penanganan air bersih untuk Pulau Sumbawa ditangani oleh Dinas Sosial Kabupaten/Kota karena sudah ada juga mobil tangki masing-masing,” tutupnya.(ris)

Perkuat Kerja Sama, NTB dan Bali Rumuskan Pengembangan Sektor Pariwisata dan Pangan

0
Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr. Iswandi, M.Si., saat memberi pemaparan dalam Musrenbang Kerja sama antara Provinsi NTB dan Provinsi Bali yang berlangsung di Hotel Pullman Mandalika, Lombok Tengah, Rabu 31 Juli 2024. (ekbisntb.com/ift)

Praya (ekbisntb.com) – Pemprov NTB dan Pemprov Bali memperkuat kerja sama pengembangan daerah, terutama di bidang pariwisata dan pangan. Hal tersebut ditandai dengan digelarnya kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kerjasama antara Provinsi NTB dan Provinsi Bali yang berlangsung di Hotel Pullman Mandalika, Lombok Tengah, Rabu 31 Juli 2024.

Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr. Iswandi, M.Si., dalam kesempatan tersebut menyampaikan musyawarah ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama di antara Provinsi NTB dan Bali yang sebelumnya juga sudah tertuang di dalam dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah disepakati di akhir 2023 lalu.

“Memuat kerja sama di urusan kelautan, pariwisata, koperasi, pertanian, industri, perdagangan, dan perhubungan. Maka pagi ini (kemarin, red) kita laksanakan musyawarah bersama untuk menentukan mana yang prioritas untuk lima tahun ke depan, “ujar Iswandi.

Menurutnya, pariwisata menjadi salah satu sektor utama yang diharapkan dapat berkembang sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga selaras dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan di dalam RPJPN 2025-2045. Menjadikan Bali Nusra sebagai Superhub Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusantara bertaraf Internasional.  “Oleh karena itu dalam konteks ini, diharapkan pariwisata diantara Bali Nusra dapat terintegrasi” tambahnya.

Untuk mencapainya, menurutnya, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, salah satunya adalah mencari solusi dari kondisi mahalnya harga tiket pesawat keluar dan masuk Pulau Lombok.

“Mari kita dengarkan masukan dari para praktisi yang hadir, apa yang bisa dilakukan Pemerintah Daerah NTB untuk menurunkan harga tiket ini,” pungkasnya menutup sambutan.

Melengkapi apa yang telah disampaikan Kepala Bappeda NTB, Direktur Regional II, Mohammad Roudo, ST, MPP, Ph.D dari Bappenas RI yang hadir langsung dalam kegiatan ini juga menjelaskan untuk mencapai arah pembangunan Bali Nusra yang tertuang di dalam RPJPN tersebut, RKP tahun 2025 yang telah disusun menyebutkan akan dibuatnya pengembangan paket perjalanan antara Bali dan NTB, juga penambahan rute penerbangan domestik dan internasional.

Tidak hanya pariwisata, menurutnya pengembangan sektor pangan juga jadi prioritas di NTB. Oleh karena itu Pemerintah di tahun 2025 akan mendukung penguatan kemandirian daerah berbasis perikanan perkebunan, peternakan,

Memiliki potensi besar di dalam pariwisata, Bali yang memiliki brand dan pasar wisman terbaik juga pintu masuk utama wisatawan mancanegara diharapkan dapat menjadi titik inlet dan outlet wisman menuju destinasi wisata di sekitarnya seperti Banyuwangi, Gili Tramena, Labuan Bajo, dan Bromo-Tengger-Semeru).

“Oleh karena itu untuk mencapainya dibutuhkan ketuntasan pembangunan destinasi pariwisata, dalam hal atraksi, amenitas, aksesibilitas, infrastruktur, dan SDM,” ujarnya.

Roudo berharap, Provinsi NTB dan Bali serius menjalin kerjasama dalam dua sektor. Pengembangan paket wisata terpadu untuk sektor pariwisata, dan penguatan rantai pasok pangan.  “Provinsi NTB yang memiliki beragam potensi komoditas unggulan di sektor pangan menjadi pemasok bagi Provinsi Bali sebagai pasarnya,” ujarnya. (ris)

Pastikan Ketersediaan Stok

0
Lalu Gita Ariadi (ekbisntb.com/ist)

PROVINSI NTB tetap berupaya mengendalikan laju inflasi daerah sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Meski angka inflasi daerah cukup fluktuatif, kondisi inflasi di NTB cukup terjaga. Misalnya di bulan Juni 2024, inflasi berada di angka 2,12 persen (yoy), di bawah nasional yang sebesar 2,51 persen (yoy).

Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., yang juga selaku Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB mengatakan, jika saat ini terdapat sejumlah komoditas terpantau naik seperti beras, cabai dan minyak goreng, maka TPID akan mendalami dan melakukan antisipasi di lapangan. Tim juga akan melakukan pengecekan ketersediaan beras di gudang-gudang Bulog.

“Tapi saya yakin stok masih tersedia. Yang terpenting adalah memastikan ketersediaan barang-barang komoditi kebutuhan pokok masyarakat,” kata Lalu Gita Ariadi kepada wartawan usai menerima kunjungan TPID Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka Capacity Building di Kantor Gubernur NTB, Rabu 31 Juli 2024.

Ia mengatakan, harga-harga barang kebutuhan pokok sangat fluktuatif, karena tergantung permintaan dan penawaran di lapangan. Namun saat ini TPID NTB melihat harga kebutuhan pokok tak ada yang terlalu dikhawatirkan, sebab biasanya kenaikan barang terjadi saat momentum hari-hari besar keagamaan atau event-event nasional dan internasional.

Sekda mengatakan, turun dan naikknya komoditas bagian dari mekanisme alami dan dipengaruhi oleh pasar, sehingga tugas pemerintah adalah ketika harga naik, akan segera dilakukan pengendalian. Begitu juga saat harga barang turun drastis, pemerintah juga merupaya menormalkan harga agar memberi keuntungan bagi petani.

“Turun naik itu bagian dari sebuah dinamika,harga pasar itu alami saja. Kalau terlalu rendah juga tak baik,” katanya.

Menurutnya, salah satu upaya rutin yang dilakukan oleh TPID NTB untuk menstabilkan harga di masyarakat yaitu dengan melakukan operasi pasar (OP), baik di pasar tradisional maupun di lokasi-lokasi tertentu. Misalnya pada saat harga beras yang sempat naik beberapa waktu lalu, pemerintah bersama Bulog gencar melakukan OP untuk menstabilkan harga.

“Ini kan tugas Tim Pengendali untuk mengendalikan. Kalau naik karena ada permainan, ini yang tak boleh. Kalau di moment Pilkada, tentu kita lihat apakah signifikan permintaan barang atau tidak, nanti kita lihat,” katanya.

Untuk diketahui, Pemprov NTB telah meraih penghargaan TPID Award 2024 dalam kategori TPID Provinsi Berkinerja Terbaik dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi tahun 2024 di Istana Negara tanggal 14 Juni 2024.

Prestasi TPID Award tersebut diharapkan menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi TPID Provinsi, kabupaten, dan kota untuk terus bekerja keras dalam mengendalikan inflasi. Penekanan TIPD yaitu ketersediaan dan keterjangkauan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat.(ris)

Disebut Tak Punya Branding, Pariwisata NTB Jalan di Tempat

0
Sahlan M. Saleh (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – NTB sekarang ini menjadi tuan rumah sejumlah event berskala internasional. Banyaknya event berskala internasional yang digelar di NTB ini belum mampu ditangkap oleh pemerintah daerah dan juga pelaku pariwisata yang ada. Meski banyak event internasional yang digelar, seperti MotoGP di Sirkuit Mandalika, perkembangan pariwisata NTB disebut jalan di tempat.

 Kondisi ini diakui Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB, Sahlan M. Saleh, karena pariwisata NTB belum memiliki branding atau ciri dalam pengembangan pariwisatanya. Untuk itu, hal ini menjadi dasar dari pihaknya dalam mengembangkan pariwisata NTB jauh lebih baik di masa mendatang.

 ‘’Karena kehilangan ciri. Kita akan fokus pada satu ciri, sehingga kita punya kemampuan mem-branding secara tepat. Katakan saja seperti sport tourism, wisata halal, budaya segala macam, cob akita kaji sama-sama. Apakah linier dengan pemerintah daerah atau desa? Itu yang harus kita ukur, sehingga ketika kita menyampaikan fokus branding kita satu spot, maka kita harus fokus pada satu spot,’’ ungkapnya saat ditemui usai Rapat Konsolidasi dan Sinkronisasi Program Promosi Pariwisata Provinsi NTB di Hotel Lombok Astoria Mataram, Rabu 31 Juli 2024.

Hal ini, tambah Ketua Astindo Provinsi NTB ini, akan menjadi pekerjaan rumah pihak BPPD NTB dalam memperjuangkan ciri pariwisata NTB seperti yang sudah ditetapkan, sehingga harus disatukan persepsinya satu sama lain.  Pihaknya ingin ketika pariwisata NTB sudah memiliki branding yang tepat, maka upaya menjadikan pariwisata NTB bersaing di skala nasional dan internasional bisa terwujud.

Selain masalah branding, ungkapnya, hal yang mesti diselesaikan adalah masalah hospitality (keramahan atau kenyamanan) bagi wisatawan saat berkunjung ke objek wisata. Menurutnya, masalah hospitality tidak hanya menjadi tugas BPPD NTB dalam menuntaskannya, namun menjadi tugas bersama pemerintah daerah, pemerintah desa hingga pelaku pariwisata.

Dalam hal ini, peningkatan sumber daya manusia (SDM) harus terus dilakukan dengan pelatihan, kampanye sadar wisata, sehingga hospitality membaik. Untuk itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan semua elemen pariwisata, sehingga wisatawan merasa aman, nyaman ketika berkunjung ke satu objek wisata.

Menurutnya, jika keramahan pada wisatawan juga akan berpengaruh pada masa lama tinggal (length of stay) di NTB. Apalagi selama ini yang menjadi kendala, lama tinggal wisatawan masih singkat, sehingga perlu ada upaya yang dilakukan pemerintah dan juga industri wisata di daerah ini.

Diakuinya, lama menginap wisatawan di satu daerah disebabkan dua faktor. Pertama, destinasi wisata yang dituju dan atraksi. ‘’Bila kita menyediakan atraksi dengan baik dan menarik bagi mereka, tentu mereka terus menunggu untuk atraksi itu. Bila destinasi terus banyak, terus tumbuh itu, maka mereka akan ada khasanah untuk pergi. Sehingga itu yang perlu kita kembangkan inovasi,’’ terangnya.

BPPD NTB dengan 9 anggota  dari sejumlah asosiasi pariwisata, media, penerbangan, akademisi akan berusaha melakukan inovasi mengembangkan atraksi hingga destinasi. Dalam mengembangkan atraksi ini, NTB memiliki budayawan yang harus diminta masukannya. ‘’Suatu waktu kita akan undang budayawan yang ada di daerah ini untuk kita gali atraksi-atraksi. Contoh sederhana yang paling dekat akan kami lakukan adalah suara musik di hotel-hotel tidak lagi memutar musik dari Sunda. Kita akan kumpulkan budayawan untuk menghadirkan musik-musik NTB,’’ tambahnya.

Sebelumnya, Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial Kemasyarakatan Izzudin Mahili, S.STP., mengingatkan terkait pengembangan pariwisata NTB yang belum memiliki arah dan tujuan yang pasti. Menurutnya, pengembangan pariwisata di NTB ini harus memiliki branding yang jelas, sehingga berbagai macam potensi atau event yang digelar di NTB mampu memberikan hasil maksimal.

Kritikan senada juga disampaikan Prof. Dr. Halus Mandala. Akademisi yang sudah lama bergelut dalam pengembangan pariwisata di NTB ini meminta agar pemerintah daerah dan juga pengurus BPPD NTB memperhatikan masalah kenyamanan dan keramahan saat wisatawan berkunjung ke daerah ini.

Pihaknya tidak ingin lagi mendengar ada wisatawan yang kapok berkunjung ke NTB, karena saat mereka berkunjung tidak nyaman dan aman. Inilah yang menjadi tugas besar pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata di daerah ini. (ham)

NTB Daftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual 200-an Motif Tenun

0
Penjabat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTB Dessy Hassanudin (kanan) menyaksikan produk fesyen Muslim karya peserta program pelatihan inkubasi di Mataram, Rabu 31 Juli 2024. (eknisntb.com/ift)

Mataram (ekbisntb.com) –  emerintah Provinsi NTB tahun ini mendaftarkan hak atas kekayaan intelektual atau HAKI bagi 200-an motif tenun dari wilayah tersebut agar mendapatkan sertifikasi indikasi geografis maupun komunal.

Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti menuturkan, sebelumnya sudah ada 15 motif tenun yang telah mendapatkan hak atas kekayaan intelektual.

“Tenun yang sedang berproses ada lebih banyak lagi, mungkin sekitar 200-an HAKI kami proses tahun ini,” ujarnya di Mataram, Rabu 31 Juli 2024.

Nuryanti menuturkan, salah satu motif tenun yang sudah mendapatkan hak kekayaan intelektual adalah motif Subahnale dari Desa Sukarara di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Motif Subahnale diambil dari kata Subhanallah. Motif itu punya tingkat kerumitan tertinggi, sehingga para penenun harus bersabar dan selalu berserah diri kepada Tuhan agar proses menenun berjalan lancar.

Ketika proses menenun motif Subahnale selesai, maka penenun akan menyebut kata Subhanallah atau dalam dialek masyarakat Suku Sasak disebut Subahnale.

Pemerintah NTB menekankan pentingnya perlindungan terhadap kekayaan intelektual motif-motif tenun lokal agar tidak dijiplak oleh daerah lain maupun negara lain.

Tak hanya memberikan legitimasi hukum, sertifikasi HAKI juga bertujuan agar produk tenun bisa mendongkrak ekonomi dan pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

“Industri tenun di NTB adalah sebuah budaya, sehingga kami terus berupaya mendorong agar ini yang perlu kita dorong ke arah ekonomi,” pungkas Nuryanti. (ant)

Mahasiswa Unram Latih Pelaku UMKM di Nipah Inovasi Dimsum Baronang

0
Mahasiswa KKN PMD kelompok 2 yang melaksanakan KKN di Desa Malaka KLU bersama Dosen Pembimbing Muazar Habibi. (ekbisntb.com/ift)

Lombok (ekbisntb.com) – Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB memberikan pelatihan inovasi produk baru kuliner Dimsum Baronang kepada para Pelaku UMKM di Pantai Nipah, Selasa, 23 Juli 2024 lalu.

Mahasiswa KKN Unram Kelompok 2 di bawah bimbingan DR. Muazar Habibi. S.Psi., M.Psych. M.Pd., ini menginisiasi pelatihan melibatkan 12 orang ini untuk menginspirasi dan sebagai bentuk dukungan bagi pelaku UMKM di kawasan wisata itu untuk berinovasi dalam mengembangkan variasi menu kuliner yang disajikan bagi pengunjung di destinasi wisata pantai tersebut.

Mahasiswa KKN Unram melaksanakan kegiatan ini bertujuan sebagai katalisator untuk membangkitkan inovasi pemilik-pemilik UMKM di Pantai Nipah untuk mengembangkan menu-menu yang disajikan di warung miliknya. “Kami memilih UMKM Nipah karena salah satunya di Nipah ada tempat konservasi Penyu yang dikelola oleh Turtle Conservation Community yang tentunya menjadi daya tarik pariwisata,”kata Ketua Kelompok KKN, Restu Ramadhan.

Selain pelatihan Dimsum Baronang, kegiatan ini dirangkai dengan Talk Show bersama Direktur BUMDES Desa Malaka, H. Sopian Hadi, SH. Talk Show ini sekaligus mengsosialisasikan terkait usaha simpan pinjam yang dijalankan BUMDES sebagai salah satu tempat pinjaman modal bagi UMKM-UMKM di pantai Nipah. Pemateri dalam kegiatan ini langsung oleh tim KKN PMD Unram Desa Malaka beranggotakan 9 orang. Kesembilan mahasiswa KKN ini berasal dari Fakultas Ekonomi, Teknik, FHISIP dan Pertanian. Dimana Meyla Fazia sebagai Pemateri Utama.

Restu Ramadhan menyampaikan bahwa program kerja yang dilaksanakan ini sangat bermanfaat bagi keberlanjutan UMKM yang ada di Pantai Nipah, “wisatawan yang datang bisa mencicipi dimsum baronang sembari menunggu ikan bakar yang sedang panggang, tentunya ini akan mendapatkan keuntungan lebih bagi pemilik lapak di pesisir pantai nipah,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Malaka H. Akmaludin Ichwan, S.A.P.,MM., menyampaikan bahwa KKN PMD Unram Desa Malaka 2 merupakan kelompok KKN terinspiratif karena mampu membuat inovasi produk yang anti mainstream dan memanfaatkan hasil laut yang berasal dari pesisir Desa Malaka. “Program ini sangat kami sambut baik bersama para pelaku UMKM di Pantai Nipah,” kata Kades Malaka.

Hal senada juga disampaikan salah satu pemilik lapak Fikri. Bahwa kuliner Dimsum Baronang hasil inovasi dari KKN Unram ini sangat enak dan memiliki citarasa yang unik serta memiliki daya jual yang tinggi kepada wisatawan. “Kami semua pemilik UMKM di Pantai Nipah mengucapkan terima kasih kepada KKN PMD Unram Desa Malaka 2 karena telah memberikan inovasi dan inspirasi kepada pemilik lapak di pantai Nipah,” ucapnya.

Mahasiswa Unram ini sendiri telah melaksanakan kegiatan KKN sejak tanggal 2 Juli lalu yang direncanakan hingga tanggal 22 Agustus. Mereka pun telah melaksanakan kegiatan KKN memasuki hari ke 19. (her)

Batik Air Malaysia Mulai Layani Penerbangan ke Lombok

0
Batik Air (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbismtb.com) – PT Angkasa Pura I Bandara Lombok menambah opsi penerbangan langsung dari dan menuju Kuala Lumpur mulai hari ini, Rabu 31 Juli 2024. Tambahan penerbangan tersebut dilayani oleh maskapai Batik Air Malaysia.

Penerbangan perdana rute ini ditandai dengan kedatangan pesawat Batik Air Malaysia dari Kuala Lumpur yang disambut dengan seremonial water salute sesaat setelah mendarat di Bandara Lombok pada pukul 19.45 WITA.

Pesawat jenis Boeing 737-800 bernomor penerbangan OD 366 ini membawa 113 penumpang dan 7 kru pesawat. Perwakilan penumpang dan kru pesawat yang tiba kemudian disambut dengan pengalungan kain khas Sasak oleh General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Lombok Barata Singgih Riwahono serta perwakilan maskapai.

“Kami menyambut baik hadirnya Batik Air Malaysia rute penerbangan Lombok-Kuala Lumpur dan sebaliknya ini. Hal ini tentunya akan semakin memudahkan para pelaku perjalanan dan wisatawan dari Kuala Lumpur untuk datang ke Lombok serta memberikan akses langsung bagi warga NTB untuk menjelajah destinasi internasional melalui Kuala Lumpur, Malaysia. Semoga rute penerbangan ini dapat semakin mendukung kemajuan pariwisata dan perekonomian NTB, apalagi sebentar lagi Lombok akan menjadi tuan rumah bagi event bergengsi kelas dunia MotoGP 2024,” ujar Barata Singgih Riwahono.

Batik Air Malaysia rute Lombok-Kuala Lumpur beroperasi dengan frekuensi penerbangan empat kali seminggu setiap hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pesawat bernomor penerbangan OD 367 berangkat dari Lombok pukul 10.00 WITA dan dijadwalkan tiba di Kuala Lumpur pukul 13.10 waktu setempat.

Sedangkan rute Kuala Lumpur-Lombok dilayani setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu dengan pesawat bernomor penerbangan OD 366 yang lepas landas dari Kuala Lumpur pukul 16.30 waktu setempat dan tiba di Lombok pukul 19.45 WITA.

“Selain Batik Air Malaysia, penerbangan dari dan menuju Kuala Lumpur saat ini dilayani juga oleh maskapai AirAsia Indonesia dengan frekuensi penerbangan tujuh kali seminggu atau setiap hari, AirAsia Berhad dengan frekuensi penerbangan tiga kali seminggu setiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu, serta Super Air Jet dengan frekuensi dua kali seminggu setiap Kamis dan Minggu,” imbuh Barata.(bul)

Masyarakat Antusias Saksikan Festival Dayung di Lombok Utara

0
Lomba dayung sampan Pemda Lombok Utara mendapat antusiasme tinggi masyarakat. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Memperingati HUT Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan HUT RI (Juli – Agustus) tahun 2024 ini, Pemda melalui Panitia HUT, menggelar festival Dayung Sampan di pantai Impos, Desa Medana, Kecamatan Tanjung. Pada babak final, Rabu 31 Juli 2024, lomba puncak mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Lombok Utara dari berbagai desa dan kecamatan.

Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, saat membuka final festival menyampaikan rasa syukurnya atas acara yang terselenggara dengan lancar. Ia juga menyambut positif, tingginya antusiasme masyarakat yang memenuhi sepanjang pantai di sekitar lokasi festival.

“Alhamdulillah, acara Final Dayung Sampan dalam rangka ulang tahun ke-16 Kabupaten Lombok Utara dan HUT RI ke-79 berjalan dengan lancar,” kata Djohan.

Menurut dia, lomba dayung sampan ini menjadi salah satu kegiatan tahunan yang diminati banyak orang dan menjadi daya tarik wisata di Lombok Utara. Jika dengan tepat, ia yakin lomba ini akan ikut mengundang minat wisatawan mancanegara baik untuk menonton maupun sebagai peserta lomba.

Djohan menyambung, Lombok Utara sebagai daerah tujuan wisata, harus menciptakan kreasi acara yang bisa mengundang banyak orang. Pasalnya, setiap tahun, kunjungan wisatawan – khususnya pascagempa, mengalami peningkatan signifikan.

“Setiap tahun, kita kedatangan hampir satu juta wisatawan domestik dan mancanegara. Ini penting untuk mendorong peningkatan pendapatan untuk daerah dan masyarakat,” terangnya.

Tidak hanya itu, Djohan juga menyinggung pentingnya pembangunan jalan lingkar Utara sepanjang 11 km. Sesuai hasil kajian Pemda, proyek tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 700 miliar. Meski belum terbangun, namun ke depan, keberadaan proyek ini dianggap vital karena mendukung mobilitas ekonomi masyarakat dari sisi perdagangan, kuliner, maupun wisata. “Kami berharap bantuan dari pusat untuk merealisasikan proyek ini,” ujarnya.

Kesempatan serupa, Djohan juga mengajak masyarakat untuk memerangi rokok ilegal yang saat ini meresahkan pemerintah. Kampanye Gempur Rokok Ilegal agar dilakukan secara bersama, melalui peran aktif warga untuk melawan peredaran rokok tanpa cukai tersebut. “Mari kita hindari hal-hal yang merugikan negara demi kemajuan daerah kita,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pada lomba final Dayung Sampan 2024, peserta terdiri dari 100 orang. Terbagi dalam 5 regu per kecamatan, dengan masing-masing regu terdiri dari 5 orang. Para pemenang diharapkan menjadikan momentum ini sebagai motivasi meningkatkan skill sebagai pelaut, maupun menjadikan dayung sebagai olahraga yang potensial untuk jangka panjang. (ari)

Majukan Pariwisata NTB, BPPD Minta Masukan Pelaku Pariwisata dan Pemda Se NTB

0
Ketua BPPD NTB Sahlan M. Saleh saat memberikan materi pada Rapat Konsolidasi dan Sinkronisasi Sinkronisasi Program Promosi Pariwisata Provinsi NTB di Hotel Lombok Astoria Mataram, Rabu, 31 Juli 2024. (ekbisntb.com/ham)

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB dan Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB menggelar Rapat Konsolidasi dan Sinkronisasi Program Promosi Pariwisata Provinsi NTB di Hotel Lombok Astoria Mataram, Rabu, 31 Juli 2024. Kegiatan ini selain dihadiri pelaku industri pariwisata di NTB juga dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB, Dispar kabupaten/kota se NTB.

Rapat yang dibuka Kepala Dispar NTB Jamaluddin, S.Sos., M.T., mewakili Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin, mengingatkan kepada pelaku pariwisata dan juga pemerintah kabupaten/kota yang ada di daerah ini terkait dengan pagelaran sejumlah event internasional di NTB, khususnya MotoGP.

Selain itu, tambahnya, adanya kegiatan ini bisa menyamakan persepsi dari para pelaku pariwisata dan stakeholder yang ada di daerah ini, sehingga apa yang menjadi target tahun 2024 ini bisa tercapai. Jamaluddin menyebut, jika pada tahun 2024 ini, target kunjungan wisatawan ke NTB sebanyak 2,5 juta orang.

‘’Mudah-mudahan dengan dilantiknya pengurus BPPD yang baru ini, maka target wisatawan mancanegara dan Nusantara kita tahun 2024 ini 2,5 juta bisa terpenuhi. Tahun kemarin 2023 kita targetkan 2 juta. Alhamdulillah bisa 2,2 juta,’’ ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan dengan bertambahnya beberapa penerbangan ke NTB akan semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Apalagi, awal Agustus ini ada penambahan penerbangan dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) ke Kuala Lumpur menggunakan maskapai Batik Air.

Tidak hanya itu, tambahnya, pengurus BPPD NTB bersama jajaran industri pariwisata dan juga pemerintah kabupaten/kota terus meningkatkan sinergitas dalam membangun pariwisata. Termasuk melakukan promosi pariwisata dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik Nusantara maupun mancanegara. ‘’Harapan kami bukan saja membiayai promosi dari APBD, tapi juga bisa mencari dana sendiri di luar APBD,’’ tambahnya.

Ketua BPPD Provinsi NTB Sahlan M. Saleh menegaskan komitmen pihaknya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah ini. Salah satu yang dilakukan adalah dengan berkoordinasi dengan industri pariwisata di NTB, kemudian akan melakukan road show ke pemerintah kabupaten/kota dengan tujuan menyerap aspirasi atau persoalan yang ada di masyarakat. Dari masukan yang diperoleh pihaknya menjadi dasar dalam mengambil kebijakan untuk mengembangkan promosi dan bersinergi, sehingga pariwisata NTB bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. (ham)