Sunday, April 5, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 641

Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp1,431 Juta per gram

0
Ilustrasi Emas Antam(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Jumat pagi, turun Rp2.000 per gram, sehingga menjadi Rp1.431.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas batangan berada di posisi Rp1.433.000 per gram pada Kamis 1 Agustus 2024.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Jumat, yakni sebesar Rp1.284.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di Logam Mulia Antam pada Jumat:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp765.500
  • Harga emas 1 gram: Rp1.431.000
  • Harga emas 2 gram: Rp2.802.000
  • Harga emas 3 gram: Rp4.178.000
  • Harga emas 5 gram: Rp6.930.000
  • Harga emas 10 gram: Rp13.805.000
  • Harga emas 25 gram: Rp34.387.000
  • Harga emas 50 gram: Rp68.695.000
  • Harga emas 100 gram: Rp137.312.000
  • Harga emas 250 gram: Rp343.015.000
  • Harga emas 500 gram: Rp685.820.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.371.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Aparsi Ungkap Alasan Tolak PP Kesehatan terkait Aturan Produk Tembakau

0
Produk rokok (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb) – Asosiasi Pasar Rakyat Seluruh Indonesia (Aparsi) mengungkap alasan penolakan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Sejumlah pasal terkait pelarangan penjualan produk tembakau dalam peraturan tersebut dinilai mengancam keberlangsungan usaha pedagang pasar.

Ketua Umum Aparsi Suhendro dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menyatakan, penerbitan PP Kesehatan itu akan mengancam keberlangsungan hidup 9 juta pedagang di pasar rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia.

Salah satu pasal yang akan diberlakukan, yaitu larangan menjual rokok dalam radius 200 meter dari satuan pendidikan dan tempat bermain serta larangan menjual rokok secara eceran yang dinilai masih sangat rancu untuk diberlakukan.

“Kami menolak keras dua larangan ini karena beberapa faktor. Salah satunya karena banyak pasar yang berdekatan dengan sekolah, institusi pendidikan atau fasilitas bermain anak. Peraturan ini juga dapat menurunkan omzet pedagang pasar yang banyak berasal dari penjualan produk tembakau. Hal ini akan menimbulkan permasalahan baru bagi kami sebagai pelaku usaha,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Suhendro menganggap larangan terhadap produk tembakau yang ditegaskan dalam PP Kesehatan itu dapat menekan pertumbuhan ekonomi pedagang pasar yang sampai saat ini masih baru bertumbuh dari imbas pandemi beberapa tahun sebelumnya.

“Jika aturan ini diberlakukan, kami telah menghitung penurunan omzet usaha sebesar 20-30 persen, bahkan sampai pada ancaman penutupan usaha karena komoditas ini menjadi penyumbang omzet terbesar bagi teman-teman pedagang pasar,” tuturnya.

Sebelumnya, Suhendro telah menyuarakan penolakannya bersama dengan Persatuan Pedagang Kelontong Sumenep Indonesia (PPKSI) yang meminta agar pemerintah menghapuskan larangan penjualan produk tembakau dalam radius 200 meter dari Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Kesehatan.

“Kalau melihat kondisi di lapangan saat ini, aturan ini sama saja ingin mematikan usaha perdagangan rakyat. Jika diterbitkan, maka rantai pasok antara pedagang grosir pasar dengan pedagang kelontong bisa rusak akibat regulasi yang tidak berimbang tersebut,” ujar dia dalam keterangan resminya pada konferensi pers APARSI dan PPKSI beberapa Waktu lalu.

Oleh sebab itu, Suhendro mewakili Aparsi mengambil sikap untuk menolak adanya pemberlakuan PP Kesehatan Nomor 28/2024 yang dinilai mendiskreditkan usaha pedagang pasar.

Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 terkait kesehatan yang mengatur larangan penjualan produk tembakau (rokok) secara eceran satuan per batang, kecuali cerutu atau rokok elektronik.

Ketentuan itu tertera dalam pasal 434 ayat (1) poin c dalam PP tersebut, sebagaimana salinan PP yang dilihat dalam laman jdih.setneg.go.id.

Dalam pasal 434 tertulis Ayat (1) setiap orang dilarang menjual produk tembakau dan rokok elektronik, jika poin (a) disebutkan menggunakan mesin layan diri, poin (b) kepada setiap orang di bawah usia 21 (dua puluh satu) tahun dan perempuan hamil, (c) secara eceran satuan per batang, kecuali bagi produk tembakau berupa cerutu dan rokok elektronik.

Sedangkan poin (d) dengan menempatkan produk tembakau dan rokok elektronik pada area sekitar pintu masuk dan keluar atau pada tempat yang sering dilalui, (e) dalam radius 200 (dua ratus) meter dari satuan pendidikan dan tempat bermain anak, dan (f) menggunakan jasa situs web atau aplikasi elektronik komersial dan media sosial.

Sementara pada pasal 434 ayat (2), ketentuan larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f bagi jasa situs web atau aplikasi elektronik komersial dikecualikan jika terdapat verifikasi umur. (ant)

Pemerintah NTB Imbau Masyarakat Tidak Tergiur Iklan Rokok Nasional

0
Lalu Gita Ariadi (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau warga untuk tidak tergiur dan terobsesi dengan berbagai iklan rokok nasional karena bisa berdampak terhadap industri rokok lokal di Pulau Lombok.

Sekretaris Daerah NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan konsumsi sigaret keretek mesin menyumbang inflasi bulanan bagi Nusa Tenggara Barat sebesar 0,02 persen pada Juli 2024.

“Masyarakat kita kurang rokok murah produk lokal. Kalau tukang becak di Jawa, mereka tetap merokok tetapi punya Retjo Pentung, produk-produk lokal yang sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya di Mataram, Jumat.

Gita mengindikasi andil rokok dalam tingkat inflasi di Nusa Tenggara Barat akibat penduduk yang lebih memilih rokok putih dari luar daerah.

Menurut dia, bila harga rokok tinggi dan masyarakat cenderung mengonsumsi produk rokok dari Lombok, maka inflasi NTB tidak akan terlalu tinggi.

“Kami terus tingkatkan aglomerasi pabrik hasil tembakau, sehingga industri rokok legal di masyarakat semakin berkembang,” kata Gita.

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah penghasil daun tembakau di Indonesia. Pabrik sigaret keretek tangan bertebaran di wilayah tersebut, terutama Pulau Lombok.

Badan Pusat Statistik menyebutkan Nusa Tenggara Barat memproduksi sebanyak 60 ribu ton tembakau pada tahun 2023.

Hingga semester I 2024, Kantor Bea Cukai Mataram mencatat ada sebanyak 121 pabrik hasil tembakau yang memiliki nomor pengusaha barang kena cukai atau NPPBKC aktif di Pulau Lombok. (ant)

Singgah di Gili Mas Lobar, 20 Kapal Pesiar Diperkirakan Angkut 30-40 Ribu Wisatawan Asing

0
Kabid Pemasaran Dispar Lobar Irman Sumantri bersama tamu kapal pesiar. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebanyak 20 kapal pesiar yang sudah singgah di Pelabuhan Gili Mas Lembar Lombok Barat, hingga semester II tahun 2024 pada bulan Agustus ini. Di awal Agustus ini, satu kapal pesiar singgah memuat sekitar 3000 lebih penumpang wisatawan. Dipekrirakan 20 kapal tersebut mengangkut sekitar 30-40 ribu penumpang tamu asing.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat Irman Sumantri, mengatakan sekitar 20 kapal pesiar yang sudah singgah di Gili Mas. “Hingga bulan Agustus ini ada sekitar 20 kapal pesiar yang singgah,” kata Irman Sumantri, kemarin. Termasuk yang singgah di awal bulan ini Kapal pesiar Carnival Splender yang membawa ribuan wisatawan yang singgah.

Lebih lanjut dikatakan dari 20 kapal pesiar itu, kalau dirata-ratakan tiap kapal membawa 1,5 ribu – 2 ribu tamu, maka diperkirakan jumlah tamu yang diangkut mencapai 30 ribu hingga 40 ribu orang. Seperti kapal pesiar Carnival Splender yang singgah, Kamis 1 Agustus 2024 membawa lebih dari 3.000 tamu. “Kalau kita hitung rata-rata 1.500 atau 2.000 orang per kapal, itu berapa puluh ribu tamu kapal pesiar yang dibawa ke sini,”ujarnya.

Tingginya jumlah tamu kapal pesiar ini pun harus dimanfaatkan Pemkab Lobar, terutama bagi pelaku wisata, hotel maupun pelaku UMKM, sehingga pelaku UMKM menyiapkan diri. Para tamu pun didistribusikan atau dibawa ke destinasi – destinasi wisata yang ada di Lombok Barat. Seperti Sekotong, berwisata ke Hotel Sundancer. Para tamu disambut atraksi tarian Gandrung. “Tamu disambut tarian Gandrung,” ujarnya.

Selain itu para tamu di bawa sejumlah lokasi wisata, seperti Banyumulek, pada tamu menikmati wisata gerabah yang dibuat warga setempat. Kemudian ke pura Lingsar, tamu diajak melihat wisata religi, Taman Narmada. Tamu juga berkunjung ke Pasar Seni Sesela dan kawasan Senggigi. (her)

Krisis Air Bersih Landa Dusun Tanjung Bila

0
Warga membuka tandon tempat penampungan air bersih bagi masyarakat Tanjung Bila yang mengalami krisis air bersih.(ekbisntb.com/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com)- Dusun Tanjung Bila, Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Sumbawa, mulai mengalami krisis air bersih, bahkan masyarakat terpaksa menempuh jarak sekitar 1 kilometer untuk mendapatkan air bersih.

“Kondisi ini (krisis air bersih) sudah berlangsung sejak puluhan tahun, mengingat air yang ada rasanya asin karena Tanjung Bila merupakan daerah pesisir,” kata Kepala Dusun Tanjung Bila Syamsuddin kepada wartawan, Kamis 1 Agustus 2024.

Tradisi pengambilan air menggunakan ember dan jirigen dan sudah terjadi sejak lama untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Bahkan ketika suda berada di lokasi air tawar, warga juga harus antri menunggu giliran, mengingat area mata air yang ada tidak terlalu besar.

“Sebenarnya, banyak potensi mata air di sekitar mata air yang ada sekarang tetapi menggali warga dan pemerintah desa tidak memiliki kemampuan secara finansial, apalagi dilakukan secara manual,” ucapnya.

Syamsuddin melanjutkan, berbagai upaya sudah dilakukan warga untuk mendekatkan air bersih tersebut, dengan cara mengusulkan adanya sumur bor, atau proyek air bersih. Namun beberapa kali usulan belum juga direalisasikan pemerintah.

“Jadi seperti inilah nasib kami sampai sekarang, setiap hari jalan kaki sejauh 1 kilometer untuk mendapatkan air bersih dalam memenuhi kebutuhan sehari-sehari,” ucapnya.

Dia pun tidak menampik ada juga warga yang membeli air dari penjual yang datang ke Tanjung Bila dalam 2 kali seminggu. Bahkan harga isi ulang per gallon Rp10.000 dan setiap warga akan membeli air, mulai dari Rp50.000-Rp100.000 untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari.

“Kami berharap pemerintah agar memberikan perhatian dengan merealisasikan pengadaan sumur atau proyek air bersih. Sehingga kesulitan warga untuk mendapatkan air selama ini, bisa teratasi,” harapnya.

Dusun Tanjung Bila saat ini didiami 200-an jiwa dari 56 Kepala Keluarga (KK), dengan wajib pilih 170-an orang. Selain air bersih, warga juga kesulitan akses transportasi karena pemerintah daerah hanya membangun jalan hotmix dari cabang Labuhan Kuris sampai lokasi tambak.

“Jalan bagusnya hanya sampai lokasi tambak, sedangkan ke Dusun Tanjung Bila sejauh 2 kilometer, jalannya masih tanah, rusak dan berlubang,” tukasnya. (ils)

Berkunjung ke KSB, Pj Gubernur Berharap Smelter PT AMNT Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat NTB

0
KUNJUNGAN: Kunjungan Pj Gubernur NTB ke PT AMNT, KSB kemarin. (ekbisntb.com/ift)

Taliwang (ekbisntb.com)- Penjabat (Pj) Gubernur NTB, H. Hassanudin  meninjau proyek smelter tembaga PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)  Kamis 1 Agustus 2024 kemarin. Pj. Gubernur didampingi Vice President External Relations PT AMNT, Susanto Lim.

Dalam kesempatan tersebut, Hassanudin berharap dengan peresmian smelter tembaga PT AMNT ini nantinya mendorong kemajuan industri dan perputaran ekonomi di masyarakat. Sehingga masyarakat NTB bisa semakin makmur dan sejahtera.

Hassanudin juga mengucapkan terima kasih kepada Susanto Lim yang telah mendampingi serta menjelaskan banyak hal terkait pembangunan smelter yang akan segera diresmikan tersebut.

“Terima kasih Pak Susanto Lim, sudah menemani kunjungan kami dan menjelaskan banyak hal tentang PT. Amman Mineral, khususnya terkait pembangunan smelter untuk mendorong kemajuan industri dan perputaran ekonomi,” ujar Pj Gubernur.

Diketahui, keberangkatan Pj Gubernur Hassanudin ke KSB pada Kamis pagi menggunakan Seaplane dari Bandara BIZAM dan landing di Pelabuhan Benete.

Selama perjalanan, Hassanudin sempat mengabadikan keindahan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa menggunakan ponselnya. Kedatangan Hassanudin di KSB kali ini juga didampingi oleh Kadis ESDM, Kadis LHK, Kadis Perindustrian, dan Kadis Kominfotik Provinsi NTB.

“Semoga seluruh kerja keras ini memberikan banyak manfaat untuk masyarakat, daerah bangsa dan negara,” harapnya. (r)

Bulog Pastikan Stok Pangan Aman di Sumbawa dan KSB

0
Zuhri Hanafi.(ekbisntb.com/dok)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com)- Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Sumbawa, memastikan ketersediaan pangan khususnya beras di Sumbawa dan Sumbawa Barat aman hingga dua tahun kedepan.

“Dua tahun tidak akan habis-habis untuk ketersediaan pangan khususnya beras baik untuk Sumbawa dan KSB, karena stok kita sangat surplus,” Kata Pimpinan Cabang Bulog Sumbawa, Zuhri Hanafi, kepada Suara NTB, Kamis 1 Agustus 2024.

Zuhri melanjutkan, posisi saat ini untuk angka serapan gabah sudah mencapai angka 23.000 ton sementara untuk beras di angka 2.100 ton. Kondisi saat ini sangat surplus jika hanya untuk memenuhi ketersediaan pangan di Sumbawa dan KSB tentu jumlah tersebut sangat banyak.

“Karena kita sangat surplus, kita juga berencana untuk melakukan mobilisasi beras ke NTT dan Bali dan saat ini kita mulai siapkan untuk bahan pangan (Bapang) dulu,” ujarnya.

Bahkan di bulan ini (Agustus) lanjut Zuhri, pihaknya akan kembali menyalurkan Bapang untuk tahap ketiga. Hal itu dilakukan untuk menekan dampak inflasi yang berpotensi terjadi di daerah dengan penyediaan beras.

“Mungkin mulai hari senin sudah mulai kita salurkan untuk Bapang tahap ketiga untuk menekan terjadinya inflasi. Termasuk juga mulai menyalurkan SPHP melalui RPK ke sejumlah wilayah,” jelasnya.

Penyaluran Bapang tersebut dikhususkan bagi masyarakat miskin dan yang mengalami rawan pangan dan gizi yang tersebar di seluruh kecamatan. Penyaluran Bapang itu meliputi 24 Kecamatan dan 165 Desa/ Kelurahan.

“Total ada 49.581 penerima bantuan pangan (PBP) di Sumbawa yang dikeluarkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI,” tukasnya. (ils)

Sentra PKL di Mataram Dilengkapi Desain Trap Tangga Estetik

0
Lale Widiahnin,  (ekbisntb.com/ift)

Mataram (ekbisntb.com) – gatakan, pembangunan sentra lapak pedagang kaki lima (PKL) Jalan Lingkar Selatan Mataram, dilengkapi dengan desain trap tangga bernuansa estetik sehingga bisa memberikan kesan bagi setiap orang yang melintas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Kamis, mengatakan, trap tangga estetik
hanya menjadi penopang struktur tanah pada bagian pinggir sentra PKL, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi.

“Trap tangga yang kita bangun sekaligus bisa menjadi tempat duduk dan warga bersantai melihat suasana pagi dan sore di areal Lingkar Selatan,” katanya.

Apalagi, lanjutnya, sentra PKL yang akan dibangun ini berada di pintu masuk Kota Mataram bagian selatan yang menjadi jalur “bypass” menuju Bandara Internasional Lombok.

“Karena itulah, penataan sentra PKL di kawasan ini harus lebih baik dengan titik-titik sebelumnya,” katanya.

Menurutnya, pembangunan trap tangga yang saat ini sedang berjalan itu menggunakan anggaran APBD Kota Mataram sebesar Rp200 juta.

“Untuk panjang trap tangga yang kita bangun sekitar 150 meter, dengan bentuk berkelok-kelok sesuai kondisi pinggir lahan di sentra PKL tersebut,” katanya.

Dikatakan, untuk pembangunan sentra PKL Lingkar Selatan ini, Dinas PUPR hanya bertugas membuat trap tangga yang tadinya hanya sekedar membuat talud untuk menahan tanah uruk samping halaman Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram.

Tapi agar talud bisa berfungsi maksimal dan terlihat lebih estetik maka PUPR merancang dengan membuat trap tangga bernuansa estetik.

“Sedangkan untuk penataan lapak, akan ditangani Dinas Perdagangan,” katanya.

Diketahui, sentra PKL Lingkar Selatan tersebut dibangun untuk merelokasi PKL yang ada di sepanjang “bypass” Kota Mataram, yang selama ini dinilai mengganggu arus lalu lintas dan menjadi zona merah PKL.

Karena itu, sentra PKL ini dibangun untuk keamanan dan kenyamanan para pedagang dan konsumen dalam bertransaksi. (ant)

Fashion Street, Upaya Pemda Wujudkan Bela Beli Produk Lokal

0
Bupati KLU H. Djohan Sjamsu dan istri mengikuti Fashion Street yang diadakan Pemda bersama Dekranasda KLU, Kamis, 1 Agustus 2024. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Pariwisata dan Dekranasda KLU, menggelar Fashion Street 2024, Kamis, 1 Agustus 2024. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meramaikan HUT KLU dan HUT RI, tetapi juga mempertegas keberadaan produk kain dan batik lokal KLU serta kebijakan Bela Beli Produk Lokal produksi UMKM Lombok Utara.

Pada Fashion Street kemarin, Bupati dan istri, serta Wabup dan istri, tak meninggalkan momentum. Seperti gelaran tahun lalu, kedua pemimpin di daerah ini, mengawali Fashion Street pada area yang sudah ditentukan oleh Panitia.

Ketua Dekranasda KLU, Hj. Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu, mengatakan lomba fashion street merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan potensi lokal, khususnya sektor pertanian tembakau dan UMKM di Lombok Utara.

“Sebagai upaya bela beli produk lokal KLU kami mewajibkan kepada seluruh kepala OPD untuk membeli produk UMKM pada kegiatan ini dalam bentuk bingkisan senilai Rp 500 ribu,” tegas Galuh

Dekranasda Lombok Utara, tegas dia, merupakan suatu wadah organisasi nirlaba yang menghimpun pencinta dan peminat seni untuk memayungi dan mengembangkan produk kerajinan dan mengembangkan usaha yang dikelola masyarakat (pelaku UMKM). Lembaga ini juga berupaya meningkatkan kehidupan pelaku bisnisnya, yang sebagian merupakan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM).

Dalam memeriahkan kegiatan fashion street, Dekranasda bekerja sama dengan Dispar Lombok Utara. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari berbagai sponsor, sehingga apresiasi atas penilaian pada lomba ini disiapkan hadiah dan doorprize.

Untuk diketahui, hadiah Fashion Street kali ini, Panitia telah menyiapkan hadiah untuk kategori umum (masyarakat) dan OPD. Untuk peserta Umum, juara I akan memperoleh Rp 3 juta, juara II memperoleh Rp 2 juta dan juara III memperoleh Rp 1 juta.

Sedangkan kategori peserta OPD, Juara I memperoleh Rp 1 juta, juara II memperoleh Rp 750 ribu dan Juara III memperoleh Rp 500 ribu. Pada tingkat peserta OPD, juara I diraih oleh Bagian Hukum Setda KLU, Juara II diraih oleh Dinas PUPR-PKP, dan Juara III diraih oleh BKPSDM serta juara favorit diraih oleh Dinas Kesehatan.

Sementara itu untuk katagori umum, juara I diraih oleh Bumdesma Desa Bayan, Juara I diraih oleh Hendri Kayangan, Juara III diraih oleh PKK Kecamatan Kayangan. (ari)

Poltekpar Lombok Dorong Diversifikasi Destinasi Pariwisata

0
Direktur Poltekpar Lombok Ali Muhtasom (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pariwisata NTB khususnya Pulau Lombok dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Salah satunya bisa dilihat dari terus meningkatkan angka kunjungan wisatawan di daerah ini. Sayangnya, kunjungan wisatawan masih terpaku di beberapa destinasi wisata yang sudah terkenal saja. Seperti di kawasan tiga gili maupun kawasan The Mandalika.

Untuk itu, perlu dilakukan langkah-langkah diversifikas destinasi pariwisata dengan melakukan percepatan pengembangkan destinasi wisata baru. Selain destinasi wisata yang sudah terkenal. Sehingga penyebaran arus wisatawan di daerah ini bisa lebih merata.

Dengan banyaknya destinasi wisata yang bisa dikunjungi, tentunya akan memberikan banyak pilihan bagi wisatawan untuk berwisata di daerah ini. sehingga pada akhirnya bisa mendorong angka kunjungan wisatawan di daerah ini. “Bicara pariwisata NTB, perlu diversifikasi destinasi dengan mengembangkan destinasi wisata baru. Untuk menyebar arus wisatawan,” ujar Direktur Poltekpar Lombok Dr. Ali Muhtasom, Kamis 1 Agustus 2024.

Dalam mendukung diversifikasi destinasi wisatawan, dukungan pemerintah sangat penting. Karena diversifikasi destinasi berkaitan erat dengan daya dukung infastruktur dasar. Akses jalan menuju destinasi wisata misalnya. Mengingat, banyak destinasi wisata di daerah ini yang belum bisa berkembang dengan maksimal, lantaran terkendala minimnya infrastruktur dasar.

Kemudian soal aksabilitas juga perlu untuk ditingkatkan. Misalnya, transportasi udara sejauh ini infrastrukturnya sudah sangat memadai. Tinggal perlu didorong peningkatan dalam jumlah dan kualitas penerbangan. Terutama penerbangan langsung dari berbagai kota besar di Indonesia serta luar negeri.
“Begitu pula transportasi laut, perlu pembenahan. Meskipun ada beberapa pelabuhan, transportasi laut antar pulau masih terbatas dan seringkali tidak terjadwal dengan baik,” imbuhnya.

Kalau dari sisi penyiapan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang handal, Poltekpar Lombok dalam hal ini siap mendukung dan berkontribusi. Karena memang salah satu tugas fungsi Poltekpar Lombok ialah menyiapkan SDM pariwisata yang andal. Tidak hanya melalui jalur pendidikan formal. Tetapi juga melalui pendidikan non formal, seperti pelatihan-pelatihan bagi pelaku pariwisata di daerah ini. Termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pariwisata.

“Terakhir kami memberikan pendidikan dan pelatihan teknis pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) dasar berbasis kompensasi bagi 30 ASN pariwisata. Perwakilan Dinas Pariwisata di NTB serta Kalimantan pecan kemarin di Desa Wisata Kembang Kuning Lombok Timur (Lotim),” terangnya. (kir)