Sunday, April 5, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 640

Tinggi, Minat Pelaku Pariwisata Malaysia Jual NTB

0
Badrun (ekbisntb.com/ift)

Mataram (ekbisntb.com) – Malaysia merupakan salah satu negara di kawasan ASEAN yang memiliki potensi pasar yang cukup besar dibandingkan negara ASEAN lainnya. Besarnya potensi Malaysia ini, dilihat dari kunjungan wisatawan Malaysia ke NTB dari tahun ke tahun, khususnya Pulau Lombok cukup tinggi.

Hal ini juga menjadi dasar bagi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi NTB menggelar Roadshow dan Business Matching ke Malaysia selama tiga hari, yakni tanggal 24 hingga 26 Juli 2024 lalu.

‘’Anggota ASPPI ada 20 orang yang berangkat dari Lombok ke Malaysia. Travel agent di Kuala lumpur sangat antusias dengan hadirnya biro perjalanan wisata dari NTB saat ikut table top,’’ ujar Ketua DPD ASPPI NTB Badrun pada Suara NTB, kemarin.

Diakuinya, pihaknya mengundang 50 travel agent dari Malaysia hadir langsung ke Lombok. Namun, travel agent dari Malaysia yang ingin datang langsung ke Lombok cukup banyak. ‘’Kita mengundang 20 travel agent, tapi yang ingin hadir ke Lombok sebanyak 55 travel agent, karena antusiasme mereka menjual Lombok,’’ tambahnya.

Selama mengikuti table top di Hotel Transit Kuala Lumpur, jumlah peserta yang hadir sebanyak 100 travel agent. Hal ini membuktikan minat dari pelaku pariwisata di Malaysia dalam menjual paket pariwisata ke NTB cukup tinggi.

‘’Jadi luar biasa acara yang kami kemas kemarin itu, dampaknya untuk kemajuan pariwisata, khususnya bagi NTB sangat berdampak sekali,’’ ungkapnya.

Diakuinya, nilai transaksi saat table top itu tidak menjadi tujuan, karena jika mengadakan table top tidak langsung berdampak, tapi butuh waktu berminggu-minggu atau sebulan. Meski ada nilai transaksi saat table top sekitar Rp2 miliar, pihaknya yakin jika semakin banyak paket yang terjual akan semakin banyak dampak yang ditimbulkan bagi daerah, khususnya pelaku pariwisata.

Disinggung mengenai pesanan paket untuk MotoGP, Badrun mengaku, baru 10 persen. Pesanan baru dari beberapa kota di Indonesia dan sejumlah pemesan dari Malaysia, Singapura dan negara lainnya.  Menurutnya masih minimnya pesanan paket menonton MotoGP di Sirkuit Mandalika, karena masih banya anggapan yang muncul di kalangan peminat MotoGP, menonton MotoGP di Sirkuit Mandalika masih mahal.

‘’Sebagian besar pesanan berasal dari dalam negeri, karena kembali lagi seperti disampaikan masih ada anggapan paket MotoGP masih sedikit mahal dibandingkan dengan datang ke Sepang, Malaysia,’’ terangnya.

Sama dengan pendapat sejumlah pelaku pariwisata lainnya, mahalnya paket menonton MotoGP di Sirkuit Mandalika, karena masalah penerbangan yang msaih minim. Dicontohkannya, sekarang akses dari luar Pulau Lombok menggunakan pesawat terbang masih sedikit, sehingga menyebabkan harga tiket pesawat mahal dan berdampak pada paket. ‘’Solusinya adalah penambahan penerbangan,’’ terangnya.

Pihaknya berharap dengan bertambahnya jumlah penerbangan dari Malaysia sekarang ini setidaknya berpengaruh terhadap jumlah wisatawan, baik yang datang menonton MotoGP atau untuk berwisata.

Sebelumnya, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB Sahlan M. Saleh, mengakui, jika sebagian besar wisatawam mancanegara yang berkunjung ke NTB sebagian besar dari Malaysia. Hingga pertengahan tahun 2024 ini, jumlah wisatawan asal Malaysia sebanyak 24 ribu lebih disusul Singapura, Inggris, Jerman, Prancis, Australia. Khusus untuk Australia, ujarnya, masih belum banyak, karena akan meningkat pada bulan Agustus hingga akhir tahun.

Atas dasar itu, pihaknya lebih banyak melakukan promosi ke negara-negara yang memiliki potensi besar warganya banyak berkunjung ke NTB. Namun, pada tahun 2025, pihaknya akan melakukan promosi pariwisata ke beberapa negara ASEAN, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Timur Tengah, bahkan akan menyasar Eropa hingga Amerika Serikat. (ham)

RSUD Mataram akan Bangun Rumah Singgah bagi Keluarga Pasien

0
Hj. NK. Eka Nurhayati. (ekbisntb.com/ift)

Mataram (ekbisntb.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram akan membangun rumah singgah. Rumah singgah ini diprioritaskan bagi keluarga pasien tidak mampu yang berasal dari luar daerah.

Direktur RSUD Kota Mataram, dr. Hj. NK. Eka Nurhayati menerangkan, Pemkot Mataram memiliki kebijakan untuk membangun rumah singgah bagi keluarga pasien yang tidak mampu. Pasien di RSUD Kota Mataram bukan saja warga kota melainkan berasal dari Kabupaten Bima, Dompu, Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, KLU dan lain sebagainya. “RSUD Kota Mataram rumah sakit rujukan, jadi pasiennya berasal dari Pulau Sumbawa juga,” terang Eka.

Rumah singgah yang akan dibangun bersamaan dengan lahan parkir akan diberikan secara gratis untuk pasien BPJS. Hal ini menjadi komitmen Walikota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana memberikan pelayanan yang paripurna bagi masyarakat tidak mampu. Eka mengatakan, rumah sakit di kota-kota besar seperti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta menyediakan rumah singgah dan dikelola oleh swasta. “Kalau yang di RSCM Jakarta ada rumah singgah, tetapi dikelola swasta dan dijual. Berbeda dengan Kota Mataram diberikan secara gratis,” terangnya.

Pembangunan rumah singgah diharapkan bisa terealisasi sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa secara paripurna. Eka mengakui, perencanaan bangunan rumah singgah ini belum dibuat karena dananya diposting pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2025.

Akan tetapi, pihaknya telah memiliki konsep rumah singgah akan dibangun seperti aula dan diberikan sekat serta fasilitas. Fasilitasnya berupa kasur atau karpet, kamar mandi, dan lain sebagainya. Sebenarnya, ada keinginan menyediakan seperti kamar tetapi dikhawatirkan membutuhkan anggaran besar dan keluarga pasien akan berebut untuk menempati kamar tersebut. “Kalau dibuat seperti aula lebih mudah. Nanti disiapkan tikar atau kasur. Jadi kalau tidak dipakai bisa disusun kasurnya,” demikian kata dia. (cem).

“Kalau yang di RSCM Jakarta ada rumah singgah, tetapi dikelola swasta dan dijual. Berbeda dengan Kota Mataram diberikan secara gratis

Kelola Pabrik Porang—kecil, Lotim Kerjasama dengan PT SPBLotim Kerjasama dengan PT SPB

0
Nota kerjasama yang ditunjukkan Pj Bupati HM Juaini Taofik bersama Direktur PT SPB, Dhian Rahardian didampingi Pj Sekda dan Kadis Perindustrian Lotim. (ekbisntb.com/ift)

Selong (ekbisntb.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) telah menandatangani kesepakatan dengan PT. Sanindo Porang Berkah (PT SPB) terkait penggunaan dan pengoperasian Sentra Industri Porang Kabupaten Lombok Timur. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Pj. Bupati Lotim, H. Muhammad Juaini Taofik dan Direktur PT SPB, Dhian Rahardian pada Kamis 1 Agustus 2024.

Kepala Dinas Perindustrian Lotim, Muhammad Azlan yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat 2 Agustus 2024  mengatakan, pabrik porang yang dibangun di Pringgabaya ini tinggal dioperasikan. Gedung pabrik beserta dengan peralatannya sudah disediakan.

Disampaikan, pengelolaan pengembangan Porang ini juga akan bekerja sama dengan Petani Porang yang Terhimpun dalam Perhimpunan Petani Porang Nusantara (P3N) Serta IKM Pengolah Hasil Porang.

Biaya operasional pabrik yang cukup besar. Di mana, persyaratan ekspor yang cukup ketat  serta butuh keahlian khusus dalam pengolahan porang agar sesuai dengan Standar Keamanan Pangan.

Sebelumnya, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim, Ahmad Azro’i merilis, penandatanganan kerjasama Pemkab Lotm dengan PT SPB ini dilaksanakan di ruang kerja Pj. Bupati dengan disaksikan oleh Pj. Sekda, H. Hasni Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ahmad Masfu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Zaedar Rohman, Kepala Dinas Perindustrian Muhammad Azlan, Kepala Dinas Penanaan Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu, Husnul Basri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Achsan Nasirul Huda serta sejumlah Kepala Bagian lingkup Sekretariat Daerah lainnya.

Pj. Bupati menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani porang di Lombok Timur. Ia berharap bahan baku porang tidak hanya diolah setengah jadi, tetapi juga diolah hingga menjadi barang jadi yang memiliki nilai lebih tinggi.

“Perekonomian masyarakat yang baik akan mendorong sistem ekonomi yang baik,” ujar Pj. Bupati. Ia berharap kedua belah pihak, baik Pemda maupun PT SPB dapat mencapai tujuan masing-masing melalui kerja sama ini.

Direktur PT SPB, Dhian Rahardian mengharapkan hubungan saling menguntungkan dapat tercipta antara pihaknya dengan Pemda dan petani porang di Lombok Timur. Ia menambahkan bahwa pihaknya membutuhkan waktu untuk persiapan dan menargetkan operasional pabrik dimulai pada Mei 2025 mendatang.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan industri porang di Lombok Timur akan semakin berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. (rus)

Perbaiki Rumah Tak Layak Huni, Pemuda di Buwun Sejati Kumpulkan Donasi

0
Para pemuda di Desa Buwun Sejati, Narmada mengumpulkan sumbangan untuk perbaiki rumah warga tak layak huni. (ekbisntb.com/ift)

Pemuda di Desa Buwun Sejati, Narmada, Lombok Barat (Lobar), menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama. Itu dilakukan dengan membuka donasi mengumpulkan sumbangan untuk perbaiki rumah warga yang tak layak huni atau kumuh. Mereka pun berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp25 juta.

DIALAH Inaq Murni, yang dibangun rumahnya dari hasil donasi tersebut. Inak Murni, sudah puluhan tahun tinggal seorang diri dengan rumah tidak layak huni. Inak Murni sehari-harinya hanya membantu warga setempat. Mulai dari menyapu, mencuci dan yang lainnya.

Dengan upah yang jauh dari kata layak, yakni Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per hari. Rumahnya yang berlantaikan semen, berdinding setengah bedek itu pun kerap  dimasuki ular.

Karena miris melihat kondisi tersebut, para pemuda di Dusun Pembuwun, RT 06 pun membagikan kisah pilu Inak Murni tersebut ke media sosial. Dan akhirnya banyak warganet, terlebih warga sana yang kini tengah merantau di luar daerah menjadi tergerak hatinya untuk berdonasi. “Akhirnya kita buka donasi, ada online, ada offline juga dari teman-teman di sini dan temen-teman yang merantau. Ada juga bantu kita lewat komunitas journey home,” tutur perwakilan pemuda, Agus Roy Juanda, dikonfirmasi beberapa hari yang lalu.

Mereka pun tak menyangka dapat mengumpulkan donasi sebesar Rp25 juta tersebut dalam waktu kurang dari 1 bulan. Kini, Inak Murni pun akan dibangunkan rumah secara gotong royong melalui donasi yang sudah terkumpul tersebut. Bahkan, pemuda dan warga di sana juga berencana untuk membantu menambahkan perlengkapan rumah bagi Inak Murni. Karena di rumah kecil berukuran kurang lebih 5×4 meter itu hanya ada kamar tidur tanpa kamar mandi dan dapur.

“Kalau untuk rumahnya, kita cukup kok dengan donasi Rp25 juta ini. Sama luas bangunan yang dibuatin tetap seperti awal. Trus kita juga kan gotong royong sama pemuda dan masyarakat di sini,” bebernya. Pembangunan rumah itu pun akan diupayakan bersama dengan masyarakat sana yang sebagian besarnya berprofesi sebagai tukang bangunan. Yang ongkosnya pun akan diupayakan melalui donasi yang sudah terkumpul tersebut.

“Notabene warga di sini kuli (bangunan), jadi kita gotong royong tapi dipertanggungjawabkan sama pemuda di sini,” terangnya. Kendati kondisi Inak Murni sudah kerap kali disuarakan untuk dimintakan bantuan kepada pemerintah, namun hingga kini, kata dia, bantuan tersebut tak kunjung terealisasi. Oleh karena itu para pemuda di sana tergerak untuk membantu. “Di desa Buwun Sejati banyak yang rumahnya kayak gini,” bebernya.

Roy berharap, kepedulian sosial mereka ini sekiranya dapat menjadi contoh dan menginspirasi banyak pemuda-pemuda lainnya di luar sana. Untuk lebih peduli dan peka terhadap kondisi warga atau tetangga yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka.”Semoga apa yang kami lakukan di sini, bisa menginspiarasi pemuda-pemuda di Lombok untuk melihat warganya yang seperti ini. Dan gak perlu nunggu Pemerintah dulu, kalau terlalu lama (realisasi),” harap Roy.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Buwun Sejati, Muhidin mengaku bahwa di Desa tersebut mamang banyak warga yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH). Dan salah satunya adalah Inak Murni tersebut. “Sudah kita usulkan, di RTLH ada sekitar 130 an yang kita usulkan. Cuma belum realisasi dari Pemda sampai saat ini,” terang Muhidin, melalui sambungan telepon.

Namun pihaknya membantah jika pemerintah desa dinilai mengabaikan kondisi warganya tersebut. Lantaran Muhidin mengaku sudah lama pihaknya mengajukan perbaikan untuk rumah Inak Murni bersama dengan ratusan warga lainnya. Hanya saja, sampai saat ini masih menunggu realisasi.

“Tapi kalau memungkinkan, nanti di anggaran tahun 2025 kita akan bahas sama Kadus-Kadus itu. Jika sekiranya kita anggarkan dari desa, kita akan bahas berapa jumlahnya untuk kita masukkan di APBDes,” bebernya.

Pihaknya pun mengaku akan berupaya untuk bisa memberikan bantuan untuk perbaikan rumah Inak Murni, yang saat ini sudah mulai dilakukan oleh para pemuda dan warga setempat. “Makanya kita nanti akan support, mungkin nanti bentuknya barang seperti semen. Karena kalau dari Desa kan ini belum masuk di anggaran Desa, kalau belum masuk di RKPdes (Rencana Kerja Pemerintah Desa), gak berani kita,” ucaapnya.

Karena jika ada laporan terkait warga, diakuinya itu harus melalui prosedur yang bisa dilaporkan mulai RT, kemudian Kadus dan BPD, baru lah ke Pemerintah Desa. Muhidin memastikan, selama ini Inak Murni masuk dalam data masyarakat kurang mampu yang tetap menerima bantuan sosial (Bansos).”Iya dapat (Bansos) dia (Inak Murni). Karena permasalahan Dusun, kita menerima dari bawah, ada RT, Kadus, BPD. Dia yang lebih tahu yang mana yang paling kaya atau miskin, jadi kita Desa tinggal menunggu mana yang diusulkan,” pungkasnya. (her)

Dikunjungi Wisatawan Kapal Pesiar, Akses Jalan di Desa Wisata Banyumulek Rusak jadi Kendala

0
Wisatawan kapal pesiar keliling di desa wisata Banyumulek naik Cidomo. (ekbisntb.com/ift)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri,  Lombok Barat (Lobar) merupakan sentra kerajinan gerabah. Gerabah pun menjadi daya tarik pengunjung sejak lama. Kini, desa ini menjadi langganan disinggahi tamu kapal pesiar. Namun sayang, kondisi infrastruktur jalan menjadi kendala.

Sekitar 700 meter jalan utama di desa wisata ini kondisinya rusak parah dan belum pernah diperbaiki dalam waktu yang cukup lama. Kondisi jalan yang buruk ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak negatif pada sektor pariwisata.

Miftahul Firdaus, warga Desa Banyumulek, mengungkapkan kerusakan jalan sudah berlangsung belasan tahun dan belum ada perbaikan signifikan. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama bagi wisatawan yang berkunjung ke desa gerabah ini.

“Sudah berkali-kali kami usulkan ke pemerintah daerah, namun belum ada realisasi,” ujar Miftahul saat ditemui di lokasi jalan rusak Banyumulek,  Kamis 1 Agustus 2024. Miftahul menambahkan setiap hari, ratusan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, berkunjung ke Desa Banyumulek. Namun, kondisi jalan yang rusak membuat mereka merasa tidak nyaman.

Senada dengan Miftahul, Kepala Desa Banyumulek, M. Jamiludin, juga menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, kerusakan jalan ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama para wisatawan yang ingin berkunjung ke Desa Banyumulek. ‘’Jalan ini merupakan akses utama menuju berbagai fasilitas umum seperti pasar, masjid, dan kuburan. Selain itu, jalan ini juga menghubungkan Desa Banyumulek dengan Desa Telaga Waru,” jelasnya.

Jamiludin menambahkan bahwa pihaknya telah berulang kali mengajukan proposal perbaikan jalan kepada pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya. “Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan ini,” tegasnya.

Jamiludin mengatakan kerusakan jalan di Desa Banyumulek berdampak langsung terhadap perkembangan pariwisata di desa tersebut. Banyak wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, yang mengeluhkan kondisi jalan yang buruk. Padahal, Desa Banyumulek memiliki potensi wisata yang sangat besar, terutama dalam bidang kerajinan gerabah.

Untuk mengatasi masalah ini, warga Desa Banyumulek berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan jalan. Selain itu, pembangunan jembatan penghubung antara Desa Banyumulek dan Desa Telaga Waru juga sangat dibutuhkan.

“Kami berharap pemerintah dapat memprioritaskan perbaikan infrastruktur di Desa Banyumulek. Dengan infrastruktur yang baik, kami yakin pariwisata di desa kami akan semakin berkembang,” pungkas Jamiludin. (her)

Kunjungan Wisatawan Paling Sedikit, Pemprov NTB akan Perbanyak MICE di Lombok Timur

0
Kadispar NTB, Jamaludin saat menjelaskan tentang kunjungan Lotim, Jum’at, 2 Agustus 2024 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistika (BPS) NTB, Lombok Timur menjadi daerah dengan kunjungan wisata terendah di pulau Lombok per Juni 2024.

Kunjungan wisatawan di pulau Lombok tertinggi di kota Mataram yaitu mencapai 63.550, disusul oleh KLU 38.642, Lombok Barat 33.969, Lombok Tengah 30.614, terakhir Lombok Timur hanya 4.431.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pariwisata provinsi NTB, Jamaludin Malady mengatakan akan mulai menyelenggarakan acara di Lombok Timur, salah satunya adalah melaksanakan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

“Kita bisa evaluasi kedepan dengan waktu yang masih ada beberapa bulan lagi untuk tahun 2024 ini. Tentu disana harus kita pindahkan kegiatan-kegiatan ke Lombok Timur,” ujarnya, Jum’at, 2 Agustus 2024.

Ia melanjutkan bahwa dua minggu lalu, telah dilaksanakan Karisma Event Nusantara (KEN) Alunan Budaya Pringgasela. Kegiatan ini berakhir sukses dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, perihal kunjungan wisatawan, menurut mantan Kadis Perkim ini, sebenarnya, Lotim menjadi daerah dengan kunjungan wisatawan tertinggi di NTB, baik dari mancanegara, maupun nusantara.

Hanya saja data jumlah kunjungan ke daerah ini tidak dapat dihitung oleh BPS karena BPS hanya menghitung jumlah kunjungan tamu yang menginap di hotel bintang maupun non bintang.

“Sebenarnya Lotim paling banyak wisatawan mancanegara dan nusantara datang kesana. Tapi mereka tidak nginap di hotel, mereka camping, dia tidak masuk dalam hitungan BPS, kalau yang dihitung itu yang nginap di hotel Bintang dan non Bintang,” terangnya.

Menurutnya, rata-rata wisatawan ke Lombok Timur datang untuk mendaki gunung Rinjani. Sehingga, wisatawan ini tidak membutuhkan penginapan yang berakibat pada sedikitnya data pengunjung Lotim.

“Yang nginap di post satu, post dua, post tiga, mereka tidak dihitung, padahal yang paling banyak kan kesana,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, setiap harinya, banyak wisatawan mancanegara yang mendaki gunung Rinjani, ada yang dari Malaysia, Cina, dan Singapura. Sehingga, walaupun jumlah kunjungan berdasarkan BPS paling sedikit, akan tetapi perputaran ekonomi di daerah ini jalan terus dan mengalami peningkatan.

“Bayangkan orang datang dari Malaysia, tiap hari dari Cina, dari Singapura, itu paling banyak wisata gunung. Mereka datang dari Bandara langsung ke Sembalun, dari Sembalun, itu persiapan naik langsung. Mereka tidak nginap tapi langsung naik, tapi restoran-restoran tetap dapat, karena mereka sebelum naik itu belanja,” jelasnya.

Oleh karena itu, Jamal mengatakan pariwisata Lombok Timur tidak kalah dengan pariwisata yang ada di daerah Lombok lainnya, hanya saja, data kunjungan wisatawan tidak dihitung karena rata-rata kunjungan ke daerah ini adalah untuk camping. (era)

Kabupaten Kota di NTB Penting Memperkuat Cadangan Pangan

0
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, H. Abdul Azis, SH.,MH. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemprov NTB melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB terus mengingatkan agar pemerintah di kabupaten / kota memperhatikan pentingnya menyiapkan cadangan pangan. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dari dampak tidak menentunya iklim, hingga kemungkinan bencana.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, H. Azis, SH.,MH mengingatkan kembali hal ini, dengan harapan, agar kabupaten / kota memperioritaskan menyiapkan cadangan pangan.

Mengapa cadangan pangan daerah penting? Menurutnya, cadangan pangan daerah merupakan benteng pertahanan pertama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Dengan memperkuat cadangan pangan, kabupaten/kota dapat Menjaga Stabilitas Harga: Ketika pasokan pangan mencukupi, fluktuasi harga akibat musim panen atau permintaan yang tinggi dapat diredam. Ini sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan.

Menghadapi Krisis: Bencana alam, konflik, atau gangguan pasokan global dapat mengancam ketersediaan pangan. Cadangan pangan yang memadai akan menjadi jaring pengaman bagi masyarakat ketika terjadi krisis.

Meningkatkan Kemandirian: Dengan mengandalkan produksi lokal, daerah menjadi lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. Hal ini mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat ekonomi daerah.

Mendukung Petani: Cadangan pangan yang dikelola dengan baik dapat menjamin harga jual yang stabil bagi petani. Ini memberikan kepastian ekonomi bagi mereka dan mendorong peningkatan produksi.

Mantan Sekda Kabupaten Sumbawa Barat ini menjelaskan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh kabupaten/kota untuk memperkuat cadangan pangan. Diantaranya, dengan meningkatkan produksi lokal seperti, mendukung program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, memfasilitasi akses petani terhadap teknologi pertanian modern, membuka lahan baru yang potensial untuk pertanian.

Peningkatan Kualitas Infrastruktur bisa dilakukan dengan membangun dan memperbaiki jaringan irigasi. Menyediakan sarana penyimpanan yang memadai. Membangun jalan akses ke daerah pertanian.

Diversifikasi Produk, yaitu mendorong petani untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan. Mengembangkan produk olahan dari hasil pertanian.

“Dan yang paling simpel, kabupaten / kota harus memperioritaskan anggaran daerahnya untuk cadangan pangan. Sewaktu-waktu dapat dikeluarkan ketika terjadi bencana, atau disaat harga beras tinggi,” ujarnya.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB sendiri saat ini memiliki sisa cadangan pangan sebesar 47 ton, dan tengah pengadaan sebanyak 60 ton, didukung APBD NTB. Cadangan pangan inilah yang dikeluarkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) saat harga beras naik sebagai operasi pasar. GPM gencar dilakukan ke desa- desa dan pelosok secara berkala, sehingga masyarakat mendapatkan beras dengan harga sesuai harga petani.

“Kita gencarkan GPM salah satunya menggunakan stok cadangan pangan kita untuk mempengaruhi harga beras yang tinggi. Dan kalau ada bencana-bencana yang tidak terduga, seperti banjir rob dimana nelayan tidak bisa melaut, kebakaran dan lainnya, bantuannya bisa menggunakan cadangan pangan yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Azis mengingatkan kembali potensi bencana bisa terjadi kapan saja. Sehingga, ketika dibutuhkan, cadangan pangannya tidak melulu mengandalkan dari provinsi.

“Daerah tingkat dua itu harus kuat juga cadangan pangannya. Ini penting sekali diperhatikan penganggarannya,” demikian Azis.(bul)

Konsumsi Beras NTB Diatas Rata-rata Nasional

0
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) provinsi NTB, M. Taufieq Hidayat (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) provinsi NTB, M. Taufieq Hidayat mengatakan konsumsi beras penduduk NTB lebih tinggi dari konsumsi rata-rata nasional.

NTB menempati posisi keempat daerah dengan konsumsi beras terbanyak di Indonesia. Dimana masyarakat NTB bisa menghabiskan 98,7 Kg / kapita/ tahun . Sementara konsumsi rata-rata nasional 81 kg per kapita penduduk per tahun.

Menurutnya, perlu adanya keberagaman pangan supaya konsumsi masyarakat NTB tidak melulu nasi. Sehingga masyarakat tidak hanya mengandalkan satu komoditas saja yang mana ketika harga beras naik, masyarakat tidak panik.

Disisi lain, meski konsumsi nasi sangat tinggi, namun stok beras daerah NTB sangat mampu menopang kebutuhan beras masyarakat Bumi Gora ini, yang mana kebutuhan masyarakat akan beras per tahun sekitar 520 ribu ton, sedangkan stok daerah saat ini 800 ribu ton.

“Mungkin kita perlu diversifikasi pangan. Tapi, kalau dikonversikan, 98,7 dikali 5,4 juta jumlah penduduk kita, berarti sekitar 520 ribu ton, masih surplus kita 300 ribu ton,” ujarnya setelah melakukan asosiasi dengan BPS dan Pj Gubernur di Pendopo, Jum’at, 2 Agustus 2024.

Walaupun kini harga beras mengalami kenaikan, Taufieq mengatakan harga saat ini masih stabil, dan pihaknya akan tetap mengupayakan untuk menjaga harga tersebut, khususnya bagi para petani dengan meminta mereka untuk menyiapkan stok atau cadangan pangan untuk keluarga petani tersebut.

“Jadi, mereka jangan menjual semua hasil panennya, sisakan untuk mereka untuk empat bulan kedepan,” lanjutnya.

Sementara itu, target produksi padi di NTB untuk tahun ini mencapai 1,4 juta ton, memasuki musim tanam ketiga ini, jumlah hasil panen padi petani telah mencapai 800 ribu ton. Taufieq dengan yakin bahwa NTB mampu mengejar target produksi tersebut.

Apalagi dengan pompa yang telah disalurkan seluruhnya oleh pemerintah provinsi kepada para petani, sehingga proses produksi padi dinilai tidak ada kendala.

“Kita bisa melebihi stok tahun kemarin. Ini musim tanam ketiga. Program pompanisasi kita penyaluran 517 sudah terpenuhi,” yakinnya.

Meskipun penyaluran pompanisasi ini tidak sesuai target, yang mana awalnya ditargetkan 1000 lebih pompa, namun ini tidak menghambat produksi padi di NTB. Pasalnya, telah tersalurkan sebanyak 442 pompa di musim tanam sebelumnya, artinya sudah ada 959 pompa yang telah didistribusikan kepada petani.

“Kabupaten kita tidak dapat menyerap mesin itu karena proses pengadaan juga agak terlambat karena petani sudah terlanjur menanam komoditas lain. Total pompa 959, per unit itu kan 10 hektare. Sampai 20.000 hektare akan tercapai,” jelasnya.

Kurangnya pompa yang didapatkan oleh petani NTB ini tidak menjadi masalah, hal ini karena masih turun hujan di beberapa daerah di NTB. Sehingga akan menciptakan genangan air yang bisa dimanfaatkan oleh petani. (era)

BPJS Ketenagakerjaan Permudah Pekerja Informal Daftar jadi Peserta Melalui ComboFit Jamsostek di Aplikasi My Telkomsel

0
Kerjasama BPJS dengan Telkomsel dan FITA(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja Indonesia saat ini memang menjadi kebutuhan prioritas. Seluruh risiko pekerjaan mulai dari risiko kecelakaan kerja, hari tua, pensiun, kehilangan pekerjaan hingga risiko kematian bisa terjadi kapanpun dan di manapun.

BPJS Ketenagakerjaan melalui ComboFit Jamsostek di Aplikasi My Telkomsel, memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat khususnya pengguna operator seluler Telkomsel untuk melindungi dirinya dari seluruh risiko pekerjaan dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Deputi Bidang Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan I Putu Wiradana mengatakan, kerja sama pihaknya dengan Telkomsel dan FITA dalam Komunitas Sehat ini merupakan langkah penting dalam menyediakan jaminan perlindungan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat khususnya perlindungan saat bekerja atau berusaha serta saat terjadi risiko kematian.

“Melalui Paket ComboFit Jamsostek, kami berharap dapat memberikan akses yang lebih mudah dan terjangkau untuk layanan kesehatan serta perlindungan ketenagakerjaan. Kami percaya kolaborasi ini akan membawa dampak positif yang besar bagi seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Paket ComboFit Jamsostek merupakan sebuah paket bundling Telkomsel pertama di Indonesia yang menyediakan paket data, layanan kesehatan, dan jaminan perlindungan sekaligus. Bekerja sama dengan aplikasi kesehatan FITA dan BPJS Ketenagakerjaan, Paket ComboFit Jamsostek menawarkan solusi yang mencakup aspek protection dan wellness.

Dengan harga Rp55 ribu melalui MyTelkomsel, pelanggan mendapatkan kuota data hingga 8 GB, langganan FITA Premium Plan selama 30 hari untuk akses ke rencana latihan, resep, artikel, video latihan, Food AI, hingga chat bersama coach, serta Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang dapat diaktifkan dengan link aktivasi yang dikirimkan langsung melalui SMS ke device pelanggan.

“Kami terus menyesuaikan dan terus melakukan pendekatan untuk semua segmen pekerja Indonesia, kemudahan bagi pekerja Indonesia dalam mendaftar kami harapkan akan mempercepat jaminan sosial ketenagakerjaan terimplementasi secara menyeluruh. Pekerja silahkan bekerja dengan keras dan bebas cemas, segala risiko serahkan kepada negara melalui BPJS Ketenagakerjaan,” tambah I Putu Wiradana.

Selanjutnya, VP Prepaid Consumer Marketing Telkomsel, Tuty R. Afriza dalam keterangannya mengatakan, Telkomsel meluncurkan solusi kesehatan satu pintu terbarunya, yakni Komunitas Sehat. Komunitas Sehat yang merupakan solusi kesehatan satu pintu terbaru Telkomsel menjadi komitmen pihaknya sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Indonesia.

“Dengan solusi digital satu pintu yang mencakup berbagai aspek dalam layanan kesehatan, Telkomsel berharap dapat membuka lebih banyak peluang akses digital layanan kesehatan yang lebih terjangkau dan komprehensif bagi seluruh pelanggan,” terang Tuty R. Afriza.

Peluncuran Komunitas Sehat bertepatan dengan pelaksanaan festival musik dan budaya Cooltura di Bali, yang diselenggarakan dalam bentuk Cooltura Run dengan berbagai aktivitas dan keseruan yang berfokus pada kesehatan.

Hadir di enam kota mulai dari 25 Mei 2024 bersama IndiHome, penyelenggaraan festival Cooltura merupakan upaya Telkomsel untuk memberikan pengalaman tak terlupakan bagi seluruh pelanggan yang telah menginspirasi perusahaan untuk terus berinovasi dan menyajikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Sementara itu Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTB Boby Foriawan mengatakan kerja sama ini sangat penting karena dapat memberikan kemudahan bagi para pekerja yakni dengan menawarkan paket bundling yang menyediakan perlindungan sosial ketenagakerjaan, layanan kesehatan dan paket data.

“Ini merupakan sinergi positif untuk menjangkau seluruh segmen pekerja dengan menawarkan paket bundling yang tentunya akan sangat berguna untuk pekerja. Kami juga berharap pekerja dapat semakin aware terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan karena risiko dapat terjadi kapanpun dan dimanapun” tutup Boby.(bul)

OJK Massifkan Kampanye Pemberantasan Judi Online

0
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae(ekbisntb.com/VOI)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae dalam keterangan resmi yang disampaikan OJK NTB, Jumat, 2 Agustus 2024 menegaskan bahwa OJK konsisten melakukan berbagai upaya sesuai dengan kewenangan OJK dalam pemberantasan judi online.

Upaya OJK yang telah dilakukan antara lain memerintahkan bank untuk memblokir lebih dari 6.000 rekening yang diindikasikan terkait dengan transaksi judi online, meminta bank melakukan Enhance Due Diligence (EDD) atas nasabah yang terindikasi terkait transaksi judi online dan melaporkan transaksi tersebut sebagai Transaksi Keuangan Mencurigakan kepada PPATK.

Kemudian, jika dari hasil EDD terbukti nasabah melakukan pelanggaran berat terkait judi online, perbankan dapat membatasi bahkan menghilangkan akses nasabah tersebut untuk melakukan pembukaan rekening di bank (blacklisting).
Aktivitas perjudian merupakan salah satu Tindak Pidana Asal sesuai UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. OJK bersama Perbankan terus berupaya untuk meningkatkan efektivitas penerapan program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT dan PPPSPM).

OJK terus memantau upaya Perbankan untuk merespons tantangan dalam pemberantasan judi online melalui penguatan fungsi satuan kerja APU, PPT dan PPPSPM serta satuan kerja Anti-Fraud, mengintensifkan upaya meminimalisir terjadinya praktek jual beli rekening, serta meningkatkan dan mengoptimalkan penggunaan Teknologi Informasi dalam mengidentifikasi tindak kejahatan ekonomi termasuk judi online.

Selanjutnya perbankan juga telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir pemanfaatan rekening bank terkait transaksi judi online, antara lain dengan menindaklanjuti permintaan OJK untuk melakukan pemblokiran rekening, mengatasi praktek jual beli rekening, menyesuaikan parameter transaksi sehingga dapat menjaring transaksi dalam nominal kecil seperti yang banyak terjadi pada transaksi judi online yang dapat dimulai dari nominal Rp10.000, melakukan web crawling dan berkoordinasi dengan Kominfo untuk menutup website judi online, serta memantau aktivitas transaksi lintas batas negara.

OJK beserta 35 Kantor OJK yang berlokasi diseluruh tanah air telah melakukan kampanye masif tentang pencucian uang berkerjsama dengan perbankan dan pihak terkait. OJK memandang bahwa edukasi publik terkait dengan judi online perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya judi online bagi masyrakat.

Selanjutnya OJK juga telah melakukan koordinasi dengan para pimpinan perbankan untuk menekankan komitmen manajemen dalam melakukan pemberantasan judi online baik secara internal dan eksternal.

“Penanganan judi online harus dilakukan secara bersama oleh Aparat Penegak Hukum dan Kementerian/Lembaga terkait sebagaimana tujuan dari pembentukan Satgas Pemberantasan Perjudian Daring melalui Keppres No. 21 Tahun 2024,” ujarnya.

OJK sebagai bagian dari Satgas Perjudian Daring akan terus berkoordinasi dengan Lembaga Pengawas Pengatur (LPP) dan Kementerian/Lembaga lain termasuk untuk merespons penggunaan kanal sistem pembayaran untuk judi online dalam rangka meningkatkan efektivitas penerapan program APU, PPT dan PPPSPM.(bul)