Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 638

Tujuh PMI NTB di Irak Minta Dipulangkan

0
Noerman Adhiguna(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Tujuh Pekerja Migrant Indonesia (PMI) asal Provinsi NTB mengadu ke pemerintah Indonesia untuk dipulangkan.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) NTB, Noerman Adhiguna di Mataram, Selasa, 6 Agustus 2024 menyampaikan, dua dari tujuh PMI asal NTB ini sudah difasilitasi pemulangannya hingga ke kampung halaman.

“Tinggal lima orang, informasinya satu orang dari lima orang ini juga sudah ditangani,” katanya.

Noerman menyebut, dari tujuh PMI ini, enam berasal dari Kabupaten Sumbawa, dan satu orang dari Kabupaten Lombok Barat.

“yang sudah dipulangkan ini wanita,” jelas Noerman. Ditambahkannya, para PMI di Irak ini diketahui berangkat bekerja secara tidak prosedural, atau illegal. Belum diketahui kapan berangkatnya, dan siapa sponsor yang memberangkatkannya.

“Bisa jadi awalnya mau berangkat bekerja ke Arab Saudi, tapi dikirim ke Irak. Sekarang minta dipulangkan,” terangnya.

Pemberangkatan PMI ke luar negeri dengan tanpa prosedur ini, lanjut Noerman, bisa saja diberangkatkan tanpa dilatih terlebih dahulu. Sehingga sampai di negara tujuan, PMI tersebut tidak memenuhi syarat untuk bekerja di pihak tujuan penempatan. Sehingga, menimbulkan masalah.

“Hal ini harus menjadi pembelajaran. Kalau bekerja di luar negeri, gunakan jalur resmi. Sehingga mekanisme pemberangkatannya resmi. Dan tidak bermasalah,” demikiian Noerman.(bul)

Binaan BI NTB Raup Cuan dan Penghargaan di FEKDI x KKI 2024

0
Festival Ekonomi Keuangan Digital dan Karya Kreatif Indonesia (FEKDI x KKI) 2024(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB memfasilitasi lima UMKM binaannya pada kegiatan kolaborasi Festival Ekonomi Keuangan Digital dan Karya Kreatif Indonesia (FEKDI x KKI) 2024 yang dilaksanakan pada tanggal 1 – 4 Agustus 2024 di Jakarta Convention Center (JCC).

Diantaranya, Mawar Tenun dan Naung Songket sebagai UMKM dengan produk wastra dan Lombok NTB Pearls, Lamops Craftworks, serta Indah Mutiara Lombok sebagai UMKM dengan produk kriya.

UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB menoreh prestasi. Lamops Craftworks dan Mawar Tenun berhasil terpilih untuk menampilkan produk terbaiknya melalui Pagelaran Karya Kreatif Sustainable Fashion.

Mengangkat tema Asa Wastra Membumi, UMKM Mawar Tenun berkolaborasi dengan desainer Mel Ahyar untuk mengolah tenun dengan proses dan pewarna alam dari NTB dan dipadukan dengan aksesoris tas Rumah Rakuji binaan BI Kalimantan Barat. Keseluruhan busana yang ditampilkan dipadukan serasi dengan untaian aksesoris kerang mutiara dari UMKM Lamops Craftworks.

Tidak hanya itu, UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB juga mendapat apresiasi atas inovasi dan kegigihannya mempromosikan produk lokal, hal ini tercermin dari UMKM Ana Pearls yang berhasil mengikuti Penandatanganan Kesepakatan Business Matching Ekspor bersama Starlight Pearls dari China dengan nominal kerja sama senilai Rp1,15 miliar dan UD Rempah Organik dengan Singing Dog dari USA senilai Rp6 miliar.

Produk wastra UMKM Mawar Tenun juga kembali hadir sebagai juara ketiga UMKM Terinovatif KKI 2024 dari total 350 UMKM yang hadir pada pagelaran karya kreatif muda bertema “Wastra Masa Kini”. Penghargaan tersebut diharapkan dapat memacu para pelaku UMKM lainnya agar semakin produktif, inovatif, dan resilien, sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah, UMKM NTB mendapat banyak apresiasi pada kegiatan FEKDI x KKI 2024. Kita tidak akan berhenti pada posisi ini, kita akan dukung terus agar UMKM NTB dapat mencapai level yang lebih tinggi,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap.

Omzet penjualan produk 30 UMKM Binaan BI NTB di luar pameran KKI periode 10 Juli sampai 4 Agustus 2024 senilai Rp2.5 miliar lebih dan omzet penjualan produk lima UMKM yang hadir dalam acara pameran KKI senilai Rp1.7 miliar lebih.

Masih dalam rangkaian acara penutupan FEKDI x KKI 2024, BI NTB juga meraih apresiasi membanggakan sebagai TIM QRIS Jelajah Indonesia 2024 terbaik di wilayah Bali Nusra yang dihadiri langsung oleh peserta QRIS Jelajah Indonesia wilayah NTB, yakni Adiputra, Abu Rizal Kholid, dan Rizkika Rachma Yani. Para pemenang tersebut telah menghasilkan inovasi solusi digital untuk pengembangan ekonomi dan keuangan digital nasional serta model baru kampanye perluasan digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia.

Bank Indonesia berharap pagelaran FEKDI x KKI 2024 ini dapat memperkuat ekonomi dan keuangan digital serta inklusif untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan dukungan yang konsistensi, inovasi, serta sinergi pengembangan ekonomi dan keuangan digital dalam mendukung pengembangan UMKM untuk bersama berkontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

Sebagai turunan event nasional ini, Kantor Perwakilan Provinsi NTB akan menggandeng Dekranasda Provinsi, Kabupaten dan Kota dalam kegiatan Karya Kreatif NTB yang digandengkan dengan Lombok Sumbawa Tenun Festival (LSTF) pada tanggal 24-25 Agustus 2024 mendatang.

FEKDI x KKI adalah perhelatan sinergi Bank Indonesia bersama Pemerintah, otoritas, asosiasi/industri, dan pelaku usaha yang telah menghasilkan inovasi dalam mendukung akselerasi ekonomi dan keuangan digital, mendukung inklusi keuangan digital, memperluas edukasi, meningkatkan omzet dan mendorong UMKM Go Export.

Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan bahwa Ekonomi Digital pada tahun 2030 diproyeksikan akan tumbuh 4 kali lipat menjadi Rp.5.800 triliun, pembayaran digital akan tumbuh 2,5 kali lipat menjadi Rp12.300 triliun dan puncak bonus demografi gen Y, Z, dan Alpha yang akan mencapai usia produktif sebanyak 68%.

Oleh karena itu, transformasi digital perlu terus diperkuat untuk mengakselerasi pertumbuhan berbagai sektor ekonomi, termasuk UMKM. Digitalisasi pada proses produksi, pemasaran, serta pembayaran akan mendorong kemajuan UMKM di tingkat domestik dan global.

Selaras dengan itu, Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan, dalam lima tahun terakhir transformasi digital nasional mengalami akselerasi secara pesat. Pengembangan ekonomi dan keuangan digital melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2019-2025 telah mencatatkan beberapa pencapaian diantaranya adalah besarnya jumlah pengguna QRIS dengan lebih dari 50 juta pengguna yang sebagian besar UMKM. Bank Indonesia mengajak seluruh elemen pemerintahan, otoritas, asosiasi dan industri, serta masyarakat untuk terus memperkuat sinergi transformasi digital nasional dalam memajukan ekonomi keuangan digital nasional.(bul)

Status KLB, NTB Tak Punya Anggaran Tangani Rabies

0
Kadisnakkeswan NTB, Muhamad Riadi(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, SP, M.Ec.Dev menyampaikan, meski NTB khususnya Pulau Sumbawa masuk dalam Kategori Luar Biasa (KLB) rabies, namun anggaran daerah belum mendukung untuk penanganan hewan pembawa rabies (HPR).

“Pengadaan vaksin rabies dari Kementrian kita sudah tiga kali minta, tapi tidak direspon. Kita diminta menggunakan APBD untuk pengadaan vaksin rabies ini, kami sudah sampaikan ke teman-teman kabupaten/kota karena gigitan naik terus,” katanya, Selasa, 6 Agustus 2024.

Riyadi mengatakan baru kabupaten Bima yang mengalokasikan APBD untuk penanganan rabies. Daerah lainnya seperti kabupaten Dompu, Kota Bima, Sumbawa, dan Sumbawa Barat belum memberikan respon terkait permintaan Pemprov NTB untuk menganggarkan penanganan rabies.

“Kami berharap di APBD perubahan ini ada dukungan anggaran. Karena dari kementrian anggarannya sudah sangat minim sekali. Kalau kita bandingkan antara anggaran di tahun 2023 dengan di tahun ini sangat-sangat signifikan terjadi pengurangan anggaran,” lanjutnya.

Jumlah hewan pembawa rabies tahun 2024 ini dinilai lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktornya adalah karena penularan penyakit ini sangat cepat, ditambah nihilnya dukungan anggaran untuk penanganan HPR.

Sampai dengan bulan Juli 2024, tercatat 504 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR), 46 diantaranya dinyatakan positif rabies. Kasus GHPR tersebut terjadi di Pulau Sumbawa. Sementara di Pulau Lombok berstatus bebas rabies.

Mantan Kadistanbun NTB ini mengatakan untuk menjaga Pulau Lombok dari penularan rabies, pihaknya ketat melakukan pengawasan lalu lintas hewan. “Jangan sampai hewan pembawa rabies dari Sumbawa masuk ke Lombok. Bali juga terinfeksi rabies, jadi itu yang kita kontrol. Pulau Lombok ini kejepit antara pulau Bali dan Sumbawa, kalau kita tidak ketat-ketat mengawasi lalu lintas ternak, bisa jadi itu masuk ke pulau Lombok,” bebernya.

Riyadi menuturkan bahwa cukup sulit provinsi NTB terbebas dari rabies, apalagi dengan kondisi banyaknya anjing liar yang terinfeksi virus ini. Sehingga pemberian vaksin akan memakan waktu untuk menangkap dan menyuntikkan kepada hewan liar tersebut.
Untuk menekan jumlahnya, bisa juga dengan melakukan fertilisasi atau memandulkan hewan-hewan pembawa rabies. Namun, karena proses ini juga membutuhkan dana, sehingga saat ini pemerintah provinsi belum melakukan upaya pemberantasan rabies selain berkoordinasi dengan kabupaten/kota.

“Ini kan kita harapkan dilakukan fertilisasi, dimandulkan. Karena kalau mau diburu tidak mungkin, nanti akan menyebabkan reaksi di masyarakat, yang paling hewani ya memang dikebiri atau difertilisasi,” tutupnya. (era)

Pabrik Gula di Dompu Belum Mendongkrak Semangat Petani Menanam Tebu

0
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) provinsi NTB, M. Taufieq Hidayat (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Di Provinsi Nusa Tenggara Barat berdiri pabrik gula terbesar di Indonesia Timur, PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) yang sudah ada di Dompu sejak tahun 2016. Meski demikian, keberadaan pabrik gula ini belum mampu mendongkrak semangat para petani menanam tebu.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) provinsi NTB, M. Taufieq Hidayat, petani masih enggan menanam tebu akibat harga jual komoditas perkebunan ini yang masih rendah. Sehingga, petani memilih untuk menanam komoditas lain yang memberikan keuntungan lebih.

Meski telah disediakan lahan khusus perkebunan tebu seluas 3000 hektare. Namun, petani malah mengisi lahan tersebut dengan menanam jagung.

“Disitu (perkebunan tebu, red) kan masih banyak yang belum tertanam lahannya, jadinya tertanam dengan komoditi lain. Artinya petani menanam komoditi lain karena harga jual tebu masih kecil,” ujarnya.

Menurutnya, jika harga tebu mengalami kenaikan atau terjadi kestabilan harga pada komoditas ini, pasti petani akan berupaya untuk menanam dan menjadikan NTB sebagai daerah penghasil tebu tertinggi.

“Kita butuh kepastian harga, dan komoditi lain juga rata-rata, kalau kita proyeksikan lahan khusus tebu, apa insentif petani kalau menanam tebu, apakah ada jaminan keuntungan, apa biaya meningkat,” ujarnya.

Karena produksi tebu di NTB tidak begitu tinggi, Taufieq mengatakan pabrik SMS mengimpor tebu dari mana saja, asalkan kebutuhan industrinya terpenuhi. Yang pasti, petani masih enggan untuk menanam tebu karena harga komoditi ini dinilai masih rendah.

Ia menjelaskan, karena kapasitas tebu PT SMS sangat tinggi, saat ini kebutuhan bahan bakunya masih mengimpor gula setengah jadi yang diolah di pabrik menjadi gula siap pasar. Menurutnya, itu tidak menjadi masalah karena memang petani yang enggan menggarap lahan tebu ini.

Jika pabrik menginginkan tebu lokal dan memberikan jaminan harga kepada petani, NTB masih memiliki lahan sekitar 50 ribu hektare untuk ditanami komoditi ini. Pun Pemerintah Provinsi NTB juga siap mendukung pengembangan pengelolaan tebu oleh petani.

“kita punya kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PPB), artinya, ada sekitar 50 ribu hectare yang masih belum dikembangkan. Dengan kapasitas mesin pabrik gula yang besar itu, masih potensi kita kembangkan tebu ini,” tandasnya. (era)

Harga Emas Antam Selasa Turun Jadi Rp1,413 Juta per Gram

0
Emas Batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Selasa pagi, turun sebesar Rp7.000 per gram, sehingga menjadi Rp1.413.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas batangan berada di posisi Rp1.420.000 per gram pada Senin 5 Agustus 2024.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Selasa, yakni sebesar Rp1.266.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di Logam Mulia Antam pada Selasa:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp756.500
  • Harga emas 1 gram: Rp1.413.000
  • Harga emas 2 gram: Rp2.766.000
  • Harga emas 3 gram: Rp4.124.000
  • Harga emas 5 gram: Rp6.840.000
  • Harga emas 10 gram: Rp13.625.000
  • Harga emas 25 gram: Rp33.937.000
  • Harga emas 50 gram: Rp67.795.000
  • Harga emas 100 gram: Rp135.512.000
  • Harga emas 250 gram: Rp338.515.000
  • Harga emas 500 gram: Rp676.820.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.353.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Realisasi Investasi Triwulan II 2024 di NTB Capai Rp16,70 triliun

0
Ilustrasi Aktaifitas usaha(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Nusa Tenggara Barat mencatat realisasi nilai investasi triwulan II 2024 mencapai Rp16,70 triliun, mengalami peningkatan 142 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp6,89 triliun.

“Capaian realisasi investasi tersebut didominasi oleh penanaman modal dalam negeri,” kata Pelaksana Tugas Kepala DPMPTSP Nusa Tenggara Barat Wahyu Hidayat di Mataram, Selasa.

Pada April sampai Juni 2024, angka penanaman modal dalam negeri atau PMDN di Nusa Tenggara Barat tercatat mencapai Rp15,38 triliun.

Sedangkan, nilai realisasi investasi dari kegiatan penanaman modal asing atau PMA berjumlah Rp1,35 triliun.

Wahyu menuturkan realisasi terbesar PMDN berada di Kabupaten Sumbawa Barat dengan angka mencapai Rp14,34 triliun, Kota Mataram sebanyak Rp411 miliar dan Kabupaten Sumbawa sebesar Rp290 miliar.

Adapun realisasi terbesar PMA juga berlokasi di Kabupaten Sumbawa Barat dengan jumlah Rp807 miliar, Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp172 miliar, dan Kabupaten Lombok Utara mencapai Rp135 miliar.

“Tiga sektor realisasi investasi triwulan II 2024 didominasi oleh sektor pertambangan, perindustrian dan perdagangan,” kata Wahyu.

Lebih lanjut Wahyu menyampaikan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar realisasi investasi bertumbuh di Nusa Tenggara Barat dengan mempermudah proses perizinan serta memfasilitasi kegiatan penanaman modal ketika ada permasalahan dan hambatan.

Menurutnya, investasi bukan tanggung jawab satu pihak saja melainkan juga tanggung jawab bersama termasuk media massa.

“Intinya bagaimana DPMPTSP bisa hadir untuk menyelesaikan bottleneck yang dialami oleh para pelaku usaha, sehingga mereka segera merealisasikan investasi di Nusa Tenggara Barat,” pungkas Wahyu. (ant)

Sejumlah Negara Memanas, Ketua BPPD : Kesempatan Menawarkan Kedamaian di Lombok – Sumbawa

0
Sahlan M. Saleh (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Sejumlah negara di dunia tengah memanas, sebagian bahkan sedang berperang. Pelaku pariwisata melihat situasi ini dari sisi positif untuk terus mempromosikan dan meyakinkan wisatawan untuk berlibur menikmati ketenangan di Lombok dan Sumbawa.

Negara – negara di dunia yang tengah berperang diantaranya. Rusia – Ukraina, Israel – Palestina. Bahkan berpotensi meluas ke Iran dan Lebanon.
Sementara negara yang situasinya tengah memanas diantaranya, London (Inggris), dan Bangladesh. Kementerian Luar Negeri bahkan mengeluarkan imbauan WNI jangan bepergian ke negara – negara yang situasinya mengkhawatirkan tersebut.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB sekaligus Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB, Sahlan M Saleh di Mataram, Selasa, Agustus 2024 mengatakan, pariwisata NTB juga pasti terkena dampaknya.
Sebab wisatawan yang berkunjung ke daerah ini juga berasal dari negara- negara yang tengah memanas. Baik di Eropa, maupun Asia.

” Ini membatasi ruang gerak promosi pariwisata kita,” katanya.

Kendati demikian, Sahlan mengaskan, ditengah situasi seperti ini, masih terbuka peluang dengan mencoba mengambil kesempatan terhadap situasi ini untuk menyampaikan sebaiknya ke Lombok-Sumbawa saja karena situasinya lebih aman.

“Dan pasar potensial kita Asia adalah Malaysia, Australia, Jepang dan China,” tambahnya.

Sahlan menegaskan kembali, bisa saja ditengah situasi negara – negara yang tengah memanas ini berwisata dalam waktu yang relatif lebih lama.

Karena itu, kata Sahlan, kesempatan ini dapat dimanfaatkan bersama untuk mendorong promosi pariwisata Lombok – Sumbawa. Jika tidak secara langsung, dapat dimassifkan promosinya secara online.(bul)

Kemlu Minta WNI di London Tingkatkan Kewaspadaan

0
Kerusuhan di London (ekbisntb.com/detiknews)

Lombok (ekbisntb.com) – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui KBRI London telah sampaikan imbauan kepada WNI di Inggris, menyusul kerusuhan yg terjadi di beberapa kota di Inggris yg terpicu oleh penikaman pada kelas tari di Southport pada Senin, 29 Juli 2024.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan Kemlu, Selasa, 6 Agustus 2024 disampaikan, masyarakat WNI diminta utk meningkatkan kewaspadaan, mempertimbangkan urgensi jika beraktivitas di luar rumah, hindari kerumunan massa dan lokasi lokasi yg berpotensi jd tempat berkumpulnya demonstran.

Para WNI diminta selalu memantau dan mengikuti arahan otoritas setempat. Dalam kondisi darurat, segera hubungi nomor darurat setempat 112 atau 999 ataupun saluran kekonsuleran KBRI +447795105477 atau +447425648007.

Berdasarkan komunikasi dg komunitas Indonesia, hingga saat ini tidak ada WNI yg menjadi korban.

Jumlah WNI yg tercatat di beberapa kota di Inggris antara lain:

  • Sunderland: 18
  • Manchester: 532
  • Leeds: 467
  • Nottingham: 290
  • Bristol: 228
  • Liverpool: 134
  • London: 3279.(bul)

Kemlu Keluarkan Imbauan, Tunda Bepergian ke Bangladesh

0
Kerusuha di Bangladesh (ekbisntb.com/cnbc)

Lombok (ekbisntb.com) – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengeluarkan imbauan agar masyarakat menunda rencana bepergian ke Bangladesh.

Menyusul situasi yang kian memanas di Ibu Kota Bangladesh karena unjuk rasa besar – besaran dan kerusuhan menuntut perdana menteri Bangladesh, Sheikh Hasina mundur.

Dalam keterangan resmi Kemlu, Senin, 5 Agustus 2024 dosampaikan. Mencermati perkembangan situasi dan kondisi keamanan terkini di Bangladesh, KBRI Dhaka telah meningkatkan status kedaruratan dari Siaga III menjadi Siaga II.

Memperhatikan keselamatan dan keamanan, diimbau kepada para WNI di Bangladesh untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi aktivitas luar rumah untuk hal-hal non-esensial, serta menghindari kerumunan massa dan lokasi demonstrasi.

Para WNI juga diharapkan dapat terus menjaga komunikasi dan mengikuti langkah-langkah kontingensi yang ditetapkan KBRI Dhaka.​

Bagi WNI yg memiliki rencana perjalanan ke Bangladesh, diimbau untuk menunda perjalanan ke Bangladesh, sampai ​situasi dan kondisi keamanan membaik.

Dalam kondisi darurat, segera laporkan kondisi kepada otoritas keamanan setempat dan hotline KBRI Dhaka.
⁠KBRI Dhaka: (+880) 1614444552.
Direktorat Pelindungan WNI Kemlu: (+62) 812 9007 0027.(bul)

Relokasi PKL Tembolak Dipastikan Rampung

0
Sejumlah PKL di jalan bypass yang akan direlokasi. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram akan merelokasi 60 pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sekitar badan jalan Bypass-Mataram, di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Dipastikan relokasi diselesaikan tahun ini sambil menunggu pengerjaan lapak dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Uun Pujianto mengatakan, relokasi tersebut sedang dalam proses dan dipastikan tahun ini sudah rampung. Rombong PKL telah rampung dikerjakan sembari menunggu container. “Dan itu fasilitas yang hanya bisa digunakan PKL dari Kota Mataram. Nah, untuk lapak bisa dijadikan tempat untuk nongkrong atau duduk-duduk,” Kata Uun dikonfirmasi pada Senin 5 Agustus 2024.

Para pedagang kaki lima yang akan dipindahkan lokasinya yaitu diutamakan dari Kota Mataram. Sementara sisa PKL yang berasal dari luar Mataram nantinya akan ditertibkan oleh tim gabungan terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan.

Uun menyebutkan, anggaran dialokasikan untuk pembangunan 60 lapak mencapai Rp190 juta. Relokasi sambungnya, sebenarnya akan menggunakan kawasan yang lebih strategis, sehingga lahan kosong yang ada di Perpustakaan Kota Mataram yang tidak jauh dari lokasi sebelumnya, di jalan bypass dipilih menjadi tempat relokasi. (ulf)