Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 637

Harga Bawang Putih Tembus Rp44.880 per kg dan Minyak Rp20.220 per kg

0
Sejumlah warga membeli minyak goreng kemasan di kegiatan Gerak Pangan Murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram belum lama ini di Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Harga bawang putih tembus Rp44.880 per kg dan minyak Rp20.220 per kg. (ekbisntb.com/cem)

Jakarta (ekbisntb.com) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga sejumlah pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional rata-rata naik, bawang putih tembus Rp44.880 per kilogram (kg) dan minyak goreng kemasan sederhana Rp20.220 per kg, per 7 Agustus 2024.

Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas yang dilansir Rabu, pukul 06.30 WIB, harga pangan rata-tata melonjak naik seperti beras premium naik 1,29 persen atau Rp200 menjadi Rp15.750 per kg.

Sedangkan beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog turun tipis 1,67 persen atau Rp210 menjadi Rp12.370 per kg; sama halnya dengan beras premium juga turun tipis 1,32 persen atau Rp180 menjadi Rp13.410 per kg.

Sementara itu harga komoditas bawang merah naik hingga 15,01 persen atau Rp3.950 menjadi Rp30.270 per kg; sedangkan bawang putih bonggol turun 12,79 persen atau Rp5.090 menjadi Rp44.880 per kg.

Kemudian harga komoditas cabai merah keriting naik 8,28 persen atau Rp3.670 menjadi Rp48.020 per kg; sedangkan cabai rawit merah turun 5,43 persen atau Rp3.800 menjadi Rp66.170 per kg.

Berikutnya harga daging sapi murni naik 2,19 persen atau Rp2.960 menjadi Rp138.280 per kg; begitu pun daging ayam ras naik 11,85 persen atau Rp4.140 menjadi Rp39.080 per kg; telur ayam ras juga naik 13,39 persen atau Rp3.880 menjadi Rp32.860 per kg.

Selanjutnya, kedelai biji kering (impor) terpantau naik 12,04 persen atau Rp1.440 menjadi Rp13.400 per kg; sementara itu gula konsumsi juga naik 6,30 persen atau Rp1.130 menjadi Rp19.060 per kg.

Selanjutnya, minyak goreng kemasan sederhana naik 12,15 persen atau Rp2.190 menjadi Rp20.220 per kg; sedangkan minyak goreng curah turun 5,79 persen atau Rp930 menjadi Rp15.130 per kg.

Berikutnya harga tepung terigu curah terpantau turun 1,65 persen atau Rp170 menjadi Rp10.110 per kg; begitu pun tepung terigu non curah juga naik 8,63 persen atau Rp1.150 menjadi Rp14.470 per kg.

Sementara itu, jagung di tingkat peternak terpantau naik 23,60 persen atau Rp1.350 menjadi Rp7.070 per kg; sama halnya dengan garam halus beryodium juga naik 4,69 persen atau Rp540 menjadi Rp12.050 per kg.

Sementara itu, harga ikan kembung naik hingga 21,33 persen atau Rp7.880 menjadi Rp44.820 per kg; ikan tongkol juga naik 26,63 persen atau Rp8.270 menjadi Rp39.320 per kg; begitu pun ika bandeng naik hingga 35,18 persen atau Rp11.580 menjadi Rp44.500 per kg. (cem)

Destry Kembali Jabat Deputi Gubernur Senior BI Periode 2024-2029

0
Destry Damayanti saat pengambilan sumpah jabatan sebagai Deputi Gubernur Senior BI Periode 2024-2029 (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Destry Damayanti kembali menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) untuk periode 2024-2029, setelah sebelumnya menjabat pada periode 2019-2024.

“Saya bersumpah bahwa saya akan melaksanakan tugas dan kewajiban Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab saya bersumpah bahwa saya akan setia terhadap negara konstitusi dan haluan negara,” kata Destry saat mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Mahkamah Agung di Jakarta, Rabu.

Ia juga bersumpah bahwa dalam melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan tersebut, tidak akan menerima langsung atau tidak langsung dari siapapun juga sesuatu, janji atau pemberian dalam bentuk apapun.

“Saya bersumpah bahwa saya untuk menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia langsung atau tidak langsung dengan nama dan dalih apapun tidak memberikan atau menjanjikan untuk memberikan sesuatu kepada siapapun juga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Mahkamah Agung Prof Muhammad Syarifuddin mengatakan, berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 74/P Tahun 2024 tanggal 10 Juli 2024, Destry Damayanti telah diangkat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Perempuan kelahiran 16 Desember 1963 itu memiliki latar belakang sebagai seorang ekonom.

Sebelum menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry pernah menjabat sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005-2011) dan Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011-2015).

Ia juga pernah menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian Keuangan (2014-2015). Selain itu, Destry pernah menduduki jabatan sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan sejak September 2015-Agustus 2019.

Destry juga dipercaya oleh Presiden Joko Widodo menjadi Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi pada 21 Mei 2015.

Alumni Universitas Indonesia tersebut juga pernah bekerja di Badan Analisa Keuangan dan Moneter (BAKM) Kementerian keuangan pada Agustus 1992 hingga Maret 1997. (ant)

Pemerintah Vietnam Jajaki Kerja Sama di Sumbawa

0
Sekda Sumbawa bersama Kadislutkan saat menerima kunjungan dari Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam.(ekbisntb.com/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemerintah Vietnam melalui Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan (Ministry of Agricultural and Rural Development) menjajaki potensi investasi budi daya lobster di Kabupaten Sumbawa.

“Jadi, pemerintah Vietnam sudah berkunjung ke Sumbawa untuk melakukan pengecekan secara langsung terkait lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat untuk ber investasi dalam budi daya lobster,” kata Sekretaris daerah (Sekda) Sumbawa, Dr. Budi Prasetiyo kepada wartawan, Selasa 6 Agustus 2024.

Dikatakan Sekda, kunjungan Kementerian pertanian dan pembangunan pedesaan Vietnam ingin memastikan potensi di Sumbawa bisa dijadikan peluang kerja sama khususnya lobster. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kontribusi positif terutama di bidang pertanian, kelautan dan perikanan.

“Kunjungan ini diharapkan mendapat dukungan dari Pemda, dan para pihak dapat memberikan dukungan dan ramah investasi,” ucapnya.

Meski Pemda Sumbawa memberikan dukungan, terang sekda, namun ada sejumlah persyaratan utama yang harus dipenuhi. Seperti melibatkan tenaga kerja lokal, serta tranformasi dan transfer keahlian kepada tenaga kerja yang ada di Kabupaten Sumbawa.

“Ini direspon positif, mudahan akan banyak lagi yang melihat potensi Sumbawa. Terutama di empat potensi yang kita miliki yaitu pertanian, kelautan dan perikanan, pertambangan, serta pariwisata,” tambahnya.

Atas potensi kerjasama ini, lanjut sekda,  Pemda Sumbawa tetap berkomunikasi dengan kementerian terkait di pusat. Sehingga Sumbawa bisa dijadikan lokus penguatan sumber daya pertanian, kelautan, perikanan, dan pengembangan pedesaan.

“Kami tetap akan berkoordinasi dengan Kementerian terkait dengan harapan bisa mendukung pengembangan sektor perikanan di Sumbawa sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat,” tukasnya. (ils)

NTB Butuh Inflasi yang Terkendali

0
H. Fathul Gani (ekbisntb.com/dok)

PEMPROV NTB menginginkan agar inflasi di daerah ini tetap terkendali dengan rentang 2,5 persen ± 1 persen. Inflasi pada bulan Juli kemarin tercatat sebesar 1,91 persen. Artinya angka tersebut masih dalam target yang diberikan oleh pemerintah di tahun 2024 ini.

Asisten II Setda Provinsi NTB Dr H. Fathul Gani mengatakan, angka inflasi yang moderat dan terkendali akan mendorong konsumsi dan investasi. Ketika harga barang dan jasa diperkirakan akan meningkat, konsumen cenderung membelanjakan uang mereka dan dunia usaha kemungkinan akan berinvestasi dan memperluas bisnis mereka.

Selain itu, inflasi yang terkendali membantu menghindari risiko deflasi, yaitu penurunan harga secara umum yang dapat menyebabkan perlambatan ekonomi. Inflasi yang terkendali juga memungkinkan penyesuaian harga dan upah secara alami dalam perekonomian, sehingga membantu mengurangi ketegangan dalam pasar tenaga kerja.

“Inflasi harus tetap terjaga, jangan sampai terjadi deflasi juga atau inflasi yang terlalu dalam sebab hal itu akan menganggu sirkulasi barang, kemudian belanja konsumen segala macam akan menjadi stagnan nanti. Sekarang kan inflasi normal 2,5 persen plus minus 1 persen, namun jangan terlalu dalam karena itu artinya tak ada aktifitas ekonomi,” kata H. Fathul Gani kepada Suara NTB kemarin.

Implikasi atau dampak dari inflasi yang terkendali antara lain tereduksinya tingkat pengangguran. Ketika inflasi terjadi, uang yang beredar di masyarakat biasanya lebih banyak, yang dapat mendorong peningkatan permintaan terhadap barang dan jasa. Peningkatan permintaan ini seringkali diikuti oleh peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih besar. Akibatnya, perusahaan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka, yang pada gilirannya dapat menurunkan tingkat pengangguran.

Inflasi yang terkendali akan menjaga stabilitas ekonomi. Inflasi yang terkendali membantu menjaga stabilitas ekonomi karena memberikan prediktabilitas harga. Keputusan finansial yang lebih cerdas dan terukur lahir dari inflasi yang terkendali. Inflasi yang terkendali juga akan meningkatkan pendapatan serta membuka lapangan kerja yang pada akhirnya akan meningkatkan roda perekonomian pada suatu negara.(ris)

Ekonomi NTB Tumbuh 11,06 Persen, Ekonom Dorong Penguatan Sektor Industri dan Perdagangan

0
Dr. M Firmansyah (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Ekonomi Provinsi NTB di Triwulan II-2024 terhadap Triwulan II-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 11,06 persen (y-on-y). Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menunjukkan pertumbuhan terjadi pada 17 lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan yang paling signifikan adalah Pertambangan dan Penggalian sebesar 46 persen.

Menurut pengamat ekonomi Universitas Mataram (Unram) Dr. M Firmansyah, penopang utama pertumbuhana ekonomi NTB adalah sektor pertambangan. Jika ekspor mineral tambang bagus maka pertumbuhan ekonomi daerah juga ikut terdongkrak. Selain pertambangan, tentu ada sejumlah kegiatan dan lapangan usaha lain yang memantik pertumbuhan ekonomi NTB seperti jasa keuangan, usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, pertanian dan lainnya.

“Termasuk aktivitas politik. Aktivitas politik ini kan gencar pembelanjaan alat peraga dan seterusnya. Namun itu tak terlalu signifikan dibanding dengan peningkatan di sektor pertambangan,” kata M Firmansyah kepada Suara NTB, Selasa 6 Agustus 2024 kemarin.

Ia menilai, aspek pertambangan yang memberi andil tertinggi dalam pertumbuhan ekonomi tentu tak ada kejutan. Sebab yang lebih diinginkan yaitu muncul nilai tambah yang tinggi dari sektor industri dan perdagangan, sebab dua sektor ini menjadi kontributor dari kegiatan masyarakat kalangan menengah.

“Namun kita cukup lega ya, sambil kita berharap mudah-mudahan dunia usaha terus membaik, jadi orang bisa menganggap untuk bisnis kedepan orang bisa meyakini bisa berjalan dengan baik dengan acuan pertumbuhan ekonomi yang sekarang,” ujar Firmansyah.

Ia mengatakan, pemerintah dan stakeholder harus terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan kontribusi semua sektor, terutama di sektor perdagangan dan sektor industri. Kalau bicara sektor pertanian yang selama ini memiliki share paling dominan terhadap perekonomian NTB, persoalannya adalah pada aspek nilai tambah yang relatif masih kecil.

“Produksi kita memang masih ditopang oleh sektor pertanian di sampaing pertambangan, namun untuk persoalan nilai tambah dan industrialisasi tentu saja kita berharap idealnya pertumbuhan sektor pertanian itu men-trigger pertumbuhan sektor industri atau sektor perdagangan. Namun sementara ini dengan pertumbuhan yang 11,06 persen itu harus dipikirkan agar pertumbuhan itu berkualitas” katanya.

Ia mengatakan, orang akan memprediksi pertumbuhan ekonomi berkualitas ketika sektor industri dan perdagangan di PDRB itu mulai signifikan. Karena sektor-sektor inilah yang menyerap lapangan kerja dan meningkatkan akumulasi modal.

Sebelumnya, Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, perekonomian NTB berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan II-2024 mencapai Rp46,80 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp28,06 triliun.

Ekonomi NTB Triwulan II-2024 terhadap Triwulan II-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 11,06 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 46,00 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 92,20 persen.

Sementara ekonomi NTB Semester I-2024 terhadap Semester I-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 7,90 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 27,17 persen. Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 37,20 persen.(ris)

26 Ribu Tiket MotoGP Sudah Terjual, Tersisa Tiket Reguler

0
Deputy GM The Mandalika Mamit Hussein (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Jumlah tiket nonton MotoGP Mandalika yang terjual dua bulan jelang perhelatan balap dunia tersebut sudah mencapai 26 ribu lebih atau sekitar 30 persen dari target penonton. Dengan menyisakan paling banyak tiket reguler. Adapun untuk tiket premium sudah habis terjual.

Demikian diungkapkan Deputy General Manager The Mandalika Mamit Hussein saat dikonfirmasi wartawan di kawasan The Mandalika, Selasa 6 Agustus 2024.

Dikatakannya, dari berbagai kategori tiket nonton MotoGP yang disiapkan, tiket kategori premium yang paling banyak diburu. Di mana dari sekitar 3 ribu tiket yang disiapkan, sudah terjual seluruhnya. Jadi bagi penonton yang belum kebagian tiket, saat ini hanya bisa membeli tiket kategori reguler saja, baik itu yang tiket grandstand maupun tiket general admission atau festival.

“Khusus untuk tiket premium saat ini sudah habis terjual dan jumlahnya memang terbatas, hanya sekitar 3 ribu tiket saja. Dengan pembeli didominasi dari kalangan corporate (perusahaan) serta kelompok atau grup. Terutama dari kalangan perusahaan swasta,’’ ujarnya.

Sehingga untuk penjualan tiket MotoGP saat ini lebih fokus untuk penjualan tiket regular, selain menyasar penonton dari luar NTB, juga menyasar penonton dari NTB. Pihaknya pun memberikan harga khusus, baik itu masyakat NTB ataupun luar NTB. Penawaran harga khususnya juga berlaku untuk pembelian tiket secara grup.

“Untuk menggenjot penjualan tiket, selain kita lakukan secara online. Saat ini kita juga mulai mengintensifkan penjualan tiket secara offline. Dengan menggandeng beberapa pihak,” ujar Mamit.

Disinggung persiapan gelaran MotoGP sendiri, Mamit menegaskan sejauh ini terus berjalan. Salah satu yang sedang dilakukan yakni pembenahan area grandstand A dan B, berupa perpanjangan atap tribun supaya seluruh area tribun bisa tertutup dengan baik. Dengan begitu penonton di area tribun tersebut tidak lagi kepanasan seperti yang dikeluhkan sebelumnya.

Pembenahan atap tribun tersebut direncanakan selama sebulan lebih. Dan, diharapkan jelang gelaran MotoGP pada 27-29 September 2024 mendatang, tribun sudah siap digunakan. “Untuk tahun ini kita benahi tribun grandstand A dan B dulu. Tahun berikutnya baru ke area tribun yang lain,” terangnya.

Selain kesiapan anggaran, waktu juga dinilai tidak mencukupi jika mau membenahi area tribun yang lain. Sehingga tahun ini difokuskan untuk tribun grandstand A dan B dulu. (kir)

Sentra Olahan Agro akan Dibangun di NTB

0
Kadisperin NTB, Hj. Nuryanti(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebagai daerah lumbung pangan, banyak hasil bumi NTB langsung di ekspor tanpa dilakukan pengolahan di dalam daerah. Hal ini mengakibatkan nilai tambah komoditas tersebut menjadi rendah, sehingga untuk meningkatkan nilai barang Dinas Perindustrian Provinsi NTB mengupayakan terwujudnya sentra olahan agro di provinsi ini.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti SE.,ME mengatakan pihaknya telah mengupayakan adanya pabrik atau industri pengolahan barang mentah sejak tahun 2022, namun permintaan ini ditolak oleh Kemendagri.

“Kami mengusulkan pada tahun 2022 itu ada UPT khusus yang menangani industri hulu. Itu sudah kita buat kajiannya, tela’ah, sampai Kemendagri malah ditolak,” katanya, Selasa, 6 Agustus 2024.

Nuryanti mengatakan, dengan kondisi saat ini, yang mana harga tomat rendah serta panen yang melimpah membuat pihaknya perlu mewujudkan industri olahan pangan mentah. Industri ini diperuntukkan untuk menjaga stok pangan tetap tersedia.

Karena pengajuan sebelumnya ditolak oleh Kemendagri, Pemprov NTB melalui Dinas Perindustrian kembali mengajukan dibangunnya industri olahan di NTB. Pengajuan ini dikatakan sangat didukung oleh Kementrian Perindustrian.

“Dari kementrian Perindustrian sendiri sangat support dan mendukung untuk adanya sentra olahan agro di NTB. Itu proposal sudah diajukan ke Kementrian Perindustrian dan Insya Allah untuk tahun berikutnya kita sudah ada lampu hijau,” lanjutnya.

Sentra olahan agro ini rencananya akan dibangun di Lombok Timur dengan anggaran sekitar Rp30 miliar, nilai tersebut diperuntukkan untuk membeli mesin dan peralatan untuk pengolahan.

“Itu sudah kita on progress, mudah-mudahan tahun depan disetujui Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Perindustrian untuk industry olahan tomat yang kita usulkan tempatnya di Sakra, Lombok Timur, ada bangunan Pemda Provinsi bekas Poltekkes. Jadi tidak terlalu banyak membebani APBD karena ada aset yang bisa dimanfaatkan,” tutupnya. (era)

Investasi di Kota Bima dan Bima Masih Terendah di NTB

0
Berikut ini realisasi investasi semester I tahun 2024 di kabupaten/kota se NTB. (sumber DPMPTSP NTB) (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Dibandingkan dengan pemerintah kabupaten/kota di NTB, realisasi investasi di Kabupaten dan Kota Bima pada semester I tahun 2024 ini masih rendah. Dari data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, realisasi investasi pada semester I tahun 2024 di Kabupaten Bima baru mencapai Rp57 miliar dan Kota Bima sebesar Rp68 miliar.

Realisasi investasi ini menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Provinsi NTB Wahyu Hidayat, S.STP, M.AP., sangat jauh dibandingkan dengan 8 kabupaten/kota lainnya di NTB. ‘’Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berada di nomor 1, daerah yang paling tinggi realisasi investasinya, yakni menembus angka Rp21,94 triliun lebih. Investasi ini terdiri dari PMDN sebesar Rp19,759 triliun dan PMA sebesar Rp2,184 triliun. Disusul Kota Mataram di peringkat kedua dengan realisasi investasi sebesar Rp654 miliar. Terdiri dari PMDN Rp595 miliar dan PMA Rp59 miliar,’’ ujarnya saat memberikan keterangan, Selasa 6 Agustus 2024.

Rendahnya realisasi investasi di Kabupaten Bima dan Kota Bima ini, ungkapnya, menjadi pertanyaan pihaknya di DPMPTSP Provinsi NTB. Hal ini juga menjadi atensi pihaknya agar pada semester II tahun 2024, realisasi investasi di Kabupaten Bima dan Kota Bima bisa meningkat.

‘’Pada semester II ini kami sedang menyusun peta potensi. Dalam menyusun peta potensi ini, DPMPTSP Provinsi NTB akan berkolaborasi dengan DPMPTSP Kota bima dan Kabupaten Bima apa potensi yang ada di sana? Kemudian peluang apa yang bisa dikembangkan?’’ ujarnya.

Dari hasil peta potensi ini, tambahnya, akan menjadi dasar pihaknya dalam menawarkan potensi dan peluang yang ada di Kota Bima dan Kabupaten Bima pada investor, sehingga realisasi investasi bisa lebih baik lagi.

Diakuinya, Kota Bima dan Kabupaten Bima memiliki potensi yang cukup besar di bidang pariwisata, peternakan, pertanian dan sektor lainnya. Adanya potensi ini akan menjadi dasar pihaknya dalam menjual atau menawarkan pada investor agar berminat menanamkan investasinya di daerah ini.

‘’Kita akan mencari peluang baru untuk dikembangkan, sehingga Bima dan Kota Bima bisa bersaing dengan 8 kabupaten/kota yang ada di NTB,’’ harapnya.(ham)

Realisasi Investasi Semester I 2024 di NTB Tembus Rp25,54 Triliun

0
Plt Kepala DPMPTSP Wahyu Hidayat menjelaskan mengenai realisasi investasi semester I tahun 2024, Selasa 6 Agustus 2024. (ekbisntb.com/ham)

Mataram (ekbisntb.com) – Mendatangkan investasi dalam jumlah besar menjadi target pemerintah, baik pusat, provinsi hingga kabupaten/kota. Begitu juga di NTB dengan potensi yang besar, membutuhkan investor yang serius untuk menanamkan investasinya. Sebagai contoh, pada tahun 2024, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) realisasi investasi semester I ditargetkan sebesar Rp25,4 triliun. Namun, target ini berhasil terlampaui dengan realisasi sebesar Rp25,54 triliun.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB Wahyu Hidayat, S.STP., M.AP., kepada wartawan saat memberikan keterangan, Selasa 6 Agustus 2024.

Meski pihaknya berhasil melampaui target realisasi investasi sesuai RPJMD, DPMPTSP masih harus terus meningkatkan realisasi investasi hingga akhir tahun. Pasalnya, pihaknya masih memiliki beban memenuhi target dari pemerintah pusat tahun 2024 untuk NTB sebesar Rp26,9 triliun atau baru 95 persen. Untuk itu, pihaknya bersama jajaran DPMPTSP terus berusaha meningkatkan investasi dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta instansi teknis lainnya agar realisasi investasi pada semester berikutnya bisa lebih baik.

Realisasi investasi sebesar Rp25,54 triliun ini, ungkapnya, Sebagian besar berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN sebesar Rp21,89 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp3,64 triliun lebih. Pihaknya bersyukur, minat investor nasional berinvestasi di NTB cukup tinggi dibandingkan dengan investor asing.

Dari data yang dimiliki, realisasi investasi pada semester I 2024 paling besar didongkrak sektor pertambangan atau Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mencapai Rp18,014 triliun. Disusul sektor perindustrian sebesar Rp4,73 triliun, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar Rp1,206 triliun, sektor perdagangan dan lainnya.

‘’Untuk sektor ESDM atau pertambangan sebesar Rp18,014 triliun, terdiri dari PMDN Rp15,41 triliun dan PMA Rp2,59 triliun. Sektor perindustrian sebesar Rp4,73 triliun yang terdiri dari PMDN Rp4,69 triliun dan PMA sebesar Rp41,604 miliar. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar Rp1,206 triliun, terdiri dari PMDN Rp363,25 miliar dan PMA Rp843,114 miliar,’’ jelasnya.

Sektor yang juga menyumbang besar untuk investasi tahun 2024, tambahnya, adalah perdagangan sebesar Rp940,57 miliar, terdiri dari PMDN Rp825,954 miliar dan PMA Rp114,621 miliar. Sementara sektor transportasi sebesar Rp187,28 miliar yang terdiri dari PMDN Rp187,251 miliar dan PMA Rp35 juta, kemudian ketenagakerjaan dengan Rp 175,114 miliar, terdiri dari PMDN sebesar Rp169,693 miliar dan PMA sebesar Rp5,420 miliar.

Disinggung kabupaten/kota yang tertinggi realisasi investasinya, mantan Kabag Protokol pada Biro Administrasi dan Pimpinan Setda NTB ini menyebut ada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang menembus angka Rp21,94 triliun lebih. Investasi ini terdiri dari PMDN sebesar Rp19,759 triliun dan PMA sebesar Rp2,184 triliun. Realisasi investasi di KSB didongkrak sektor pertambangan. Dan saat ini, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sedang mempercepat pembangunan smelter tembaga di KSB yang ditargetkan rampung tahun 2024 ini.

Sementara realisasi investasi tertinggi kedua berada di Kota Mataram, sebesar Rp654 miliar. Terdiri dari PMDN Rp595 miliar dan PMA Rp59 miliar disusul Kabupaten Sumbawa sebesar Rp601 miliar, terdiri dari PMDN Rp551,7 miliar dan PMA Rp49,8 miliar. Sedangkan daerah yang terendah realisasi investasinya, ujarnya, ada di Kota Bima dan Kabupaten Bima, yaitu Rp68 miliar dan Rp57 miliar.

Meski demikian, ujarnya, DPMPTSP NTB tidak akan berhenti pada angka 100 persen realisasi investasi. Pihaknya bakal berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pelaku usaha, termasuk media massa agar realisasi investasi di NTB semakin meningkat dan semakin baik dari waktu ke waktu. Termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang angka investasinya kecil agar ke depan, investasi di Kota Bima hingga Kabupaten Bima bisa meningkat. (ham)

Plug In JNE Shipping Bersama Shopify Tawarkan Solusi Kiriman Lengkap

0
(kiri-kanan) Sandi Yanuariawan (Business Communication Senior Analyst), Iyus Rustandi (Kepala Cabang JNE Bandung), Kurnia Hayati (Marcom & Partnership Regional Jabar), Murah Lestari (Head of Regional Jawa Barat), Armand Prasetya (Head of IT Boleh Dicoba Digital), Mayland H. Prasetyo (Bussiness Development & Partnersip Div. Head JNE), Mohamad Iqbal (Co-Founder Orderfaz), Hendra Pradana (Head Sales Regional Jawa Barat) di acara Launching Plugin JNE Shipping Satu Solusi Untuk Solusi Pengiriman Lengkap (ekbisntb.com/r)

Lombok (ekbisntb.com) – JNE sebagai Perusahaan pengiriman Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi bagian dalam pengembangan UMKM terlebih dengan percepatan teknologi digital, yang saat ini menuntut para UMKM atau entrepreneur untuk dapat memanfaatkan berbagai fitur dan system yang mempermudah pengembangan usahanya dan mendorong pertumbuhan ekonomi Nasional.

JNE memiliki kapabilitas pengiriman yang telah hadir hampir 34 tahun untuk memberikan solusi untuk para pengusaha, UMKM, atau penjual online dalam mengembangkan website berjualan dengan menghadirkan Plug In JNE Shipping bersama Shopify dengan memberikan beragam layanan untuk pengelolaan pesanan di webstore dengan mudah, efektif dan efisien.

Plug in JNE Shipping yang terintegrasi dengan Shopify yakni Platform Software as a Service (SAAS) yang menawarkan pengguna tidak direpotkan untuk menyediakan server, mengatur bandwich – hosting, dan memastikan performa website lancar dengan traffic yang maksimal.

Seluruh fitur layanan dan benefit ini dijelaskan dalam acara webinar “Launching JNE Plug in JNE Shipping” yang mengangkat tema “Satu Plug in untuk Solusi Pengiriman Lengkap membangun Bisnis Berkelanjutan”, yang menghadirkan berbagai narasumber yaitu Hirman R Rivano (Founder 3Second Group), Armand Prasetya (Head of IT Boleh Dicoba Digital), Mayland H. Prasetyo (Partnership Div. Head JNE), dan moderator M. Iqbal (Co-Founder Orderfaz) pada Rabu, 21 Juli 2024 secara online.

M. Feriadi, Presiden Direktur JNE dalam sambutannya menyampaikan, JNE berkolaborasi dengan berbagai pihak khususnya dalam pengembangan inovasi digital yang menjadi langkah strategis yang menegaskan komitmen JNE untuk terus menghadirkan solusi – solusi digital yang inovatif dan bermanfaat untuk masyarakat.

Lebih lanjut Feriadi mengatakan, JNE percaya bahwa teknologi harus mempercepat, bukan menghambat, hal itu yang melatarbelakangi JNE terus mengembangkan solusi yang memungkinkan bisnis para UMKM untuk berkembang lebih cepat dan lebih efisien.

Mayland H. Prasetyo, Partnersip Div. Head JNE dalam pemaparannya menyampaikan, Plug In JNE Shipping hadir untuk menjawab seluruh kebutuhan pelangan setia JNE yang fokus dalam pengembangan website, applikasi atau ekstensi yang dirancang untuk menambah fungsi toko online secara langsung dengan hanya menginstal applikasi di https://apps.shopify.com/jne-shipping tanpa perlu mendevelop atau menggunakan webstore builder dalam penggunaan platform shopify.

Dengan kata lain JNE Plug in ini menawarkan layanan one stop solution dengan banyak keuntungan yaitu plug in secara gratis tanpa biaya bulanan maupun biaya per transaksi, tersedia dedicated customer service, tersedianya fasilitas pembayaran tempo atau termin pilihan, dan integrasi semua kebutuhan pengiriman dalam satu plugin untuk layananan kiriman express, Cargo, hingga International Shipping.

Dalam kegiatan ini Hirman R Rivano selaku Founder 3Second Group menginspirasi para pelaku usaha yang hadir dengan sharing bagaimana membangun brand 3Second serta pentingnya membangun website ecommerce dalam brandnya dan JNE sebagai mitra kiriman.

Armand Prasetya selaku Head of IT Boleh Dicoba Digital yang merupakan certified partner shopify di Indonesia menyampaikan langkah – langkah pengembangan website yang terintegrasi dengan shopify yang dipandu oleh M. Iqbal selaku Co-Founder Orderfaz sebagai expertis pengembangan system digital di Indonesia.

Kegiatan berlangsung semakin meriah dengan berbagai promo dan hadiah yang diberikan kepada seluruh peserta yang hadir, yaitu 10 bonus poin JLC, voucher ongkir sebesar 2 juta rupiah bagi 10 pelanggan yang terpilih dan menginstal Plug in JNE Shipping, voucher ongkos kirim Roket (Kiriman Instan JNE), doorprize voucher belanja jutaan rupiah, serta voucher belanja kiriman sebesar 100.000,- untuk 5 peserta beruntung.(*)