Wednesday, April 8, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 630

Masa Depan Pangan NTB Ada di Tangan Petani Muda

0
Seorang petani muda mengamati buah melon emas hasil budidaya hidroponik yang sudah memasuki masa panen di Lombok Barat. (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – NTB menggantungkan masa depan pangan kepada para petani muda yang terdiri dari generasi milenial, generasi X, dan generasi Z untuk menggarap lahan-lahan pertanian dengan bantuan teknologi serta akses internet.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Taufieq Hidayat di Mataram, Senin 12 Agustus 2024, mengatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan populasi petani muda. ‘’Petani berusia 19-40 tahun di NTB mencapai 35 persen,’’ sebutnya.

Taufiek Hidayat menyebutkan, dari total angkatan kerja di sektor pertanian yang mencapai 950 ribu orang, komposisi petani muda mencapai sekitar 260 ribu orang. Para petani muda itu sebagian besar menyewa lahan karena mereka tidak memiliki lahan.

Pemerintah NTB sedang menyiapkan regulasi agar penyaluran bantuan produksi tidak lagi melalui pendekatan kelompok tani melainkan langsung kepada pekerja pertanian sesuai dengan keahlian mereka.

Pada 2023, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB mencapai Rp166,39 triliun. Sektor usaha pertanian, perkebunan, dan perikanan menyumbang PDRB terbesar mencapai Rp37 triliun.

NTB memiliki 1,4 juta hektare lahan pertanian yang setara dengan 73 persen dari luas lahan daratan daerah tersebut. Sedangkan, luas lahan baku sawah kini berada pada angka 234 ribu hektare yang mampu membuat NTB selalu surplus beras setiap tahun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin mengungkapkan pihaknya telah melakukan Sensus Pertanian pada 2023 dan mengumpulkan para petani muda di Mataram serta Lombok Utara.

“Usaha mereka beragam tidak hanya tanaman pangan dan hortikultura, termasuk juga madu Trigona. Di Mataram, mereka banyak berusaha tanaman hidroponik,” kata Wahyudin.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa keberadaan petani muda membawa angin segar bagi sektor pertanian di kawasan perkotaan yang kini menghadapi tantangan pengurangan lahan akibat pendirian gedung-gedung untuk usaha maupun perkantoran.

Petani muda tidak gagap teknologi. Mereka sudah terbiasa mencari berbagai informasi tentang tanaman melalui internet.

“Pada Sensus Pertanian itu kami sudah mendata ternyata sebagian besar menggunakan internet terkhusus untuk petani milenial dan generasi Z,” pungkas Wahyudin.

Berdasarkan hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2023 oleh BPS, jumlah petani muda di Nusa Tenggara Barat yang berumur 19-39 tahun tercatat sebanyak 225.483 orang atau sekitar 30,37 persen dari total petani di wilayah tersebut yang mencapai 742.343 orang.

Populasi petani muda paling banyak di NTB berada di Lombok Timur mencapai 55.597 orang (24,66 persen), Lombok Tengah 48.818 orang (21,65 persen), dan Kota Bima (15,46 persen). (ant)

Jadwal Resmi GT Fanatec 2025 Ditetapkan, Sirkuit Mandalika Dipastikan Gelar Seri Kedua

0
Ajang balap mobil GT3 siap mentas di sirkuit Mandalika untuk pertama kalinya pada bulan Mei 2025 mendatang. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kalender ajang balap mobil Fanatec GT World Challenge Asia Powered by AWS 2025 telah dirilis. Pertamina Mandalika International Circuit dipastikan menjadi salah satu tuan rumah ajang balap mobil bergensi di Asia tersebut, untuk pertama kalinya. Dari delapan seri yang direncanakan digelar pada tahun depan, Sirkuit Mandalika kebagian menggelar seri kedua. Setelah balapan pembuka di Sirkuit Sepang Malaysia.

Sesuai jadwal resmi yang diterima Ekbis NTB, balapan pembuka akan berlangsung di pada tanggal 11-13 April 2025. Kemudian seri kedua di Airkuit Mandalika berlangsung pada tanggal 9-11 Mei 2025.  Lanjut kemudian ditanggal 30 Mei sampai 1 Juni 2025, seri ketiga di Chang International Circuit, Thailand.

Empat seri berikutnya akan berlangsung di empat sirkuit berbeda di Jepang. Baru kemudian seri terakhir digelar di Tiongkok di bulan Oktober. Namun tanggal dan tempat penyelenggaraannya masih belum diputuskan. “Jadi total ada delapan seri belapan untuk ajang GT Fanatec tahun 2025 mendatang,” sebut Direktur Utama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) Priandhi Satria, dalam keterangannya, Senin 12 Agustus 2024.

Kepastian Sirkuit Mandalika sebagai tuan rumah ajang GT Fanatec diputuskan pada tanggal 28 Juni 2024 lalu setelah pihaknya menyepakati kerjasama penyelenggaran event tersebut dengan SRO Motorsports selaku promotor, bertempat di Fuji Speedway Jepang. Pihaknya pun merasa sangat bangga dan terhormat bisa menyelenggaarakan salah satu balapan mobil bergengsi di Asia tersebut.

Hal ini sebagai bukti kalau Sirkuit Mandalika yang dikelola oleh MGPA dengan ITDC sebagai pemilik kawasan The Mandalika tempat Sirkuit Mandalika berada, telah berhasil menarik perhatian dunia motorsport, baik di tingkat Asia maupun global.

Sebagai bagian datri holding InJourney (PT. Aviasi Pariwisata Indonesia), MGPA dan ITDC berkomitmen menjadi bagian dari ekosistem holding yang berada di bawah Kementerian BUMN, khususnya di sektor aviasi dan pariwisata pertama di Indonesia yang siap membawa keramahan dan keragaman budaya Indonesia kepada dunia melalui Sport Tourism.

Ini tentunya menjadi nafas baru bagi industri pariwisata di Indonesia untuk mendorong kebangkitan sektor pariwisata. Sekaligus siap mengorkestrasi serta menjadi wadah untuk berkolaborasi dan berintegrasi dalam misi pengembangan wisata Indonesia melalui dunia motorsport.

Musim balap 2025 bakal menjadi musim terbesar untuk ajang GT Fanatec Asia. Di mana ada dua kejuaraan utama yang bakal digelar, Fanatec GT World Challenge Asia Powered by AWS serta Japan Cup. Dengan menampilkan total 20 balapan di delapan seri balapan. Di mana Fanatec GT Asia tetap dikhususkan untuk mobil GT3. Sedangkan format multi-kelas tetap menjadi bagian dari Japan Cup yang khusus digelar di sirkuit yang ada di Jepang. (kir)

Ajak Generasi Muda Jadi Pengusaha

0
H.M. Nurul Ichsan(ekbisntb.com/fit)

KOMPLEKSNYA persoalan di masyarakat, terutama masalah pengangguran dan putus sekolah, membuat H. M. Nurul Ichsan terpanggil untuk memperluas ladang pengabdiannya melalui jalur parlemen. Mencalonkan diri dari daerah pemilihan Cakranegara, dia berhasil duduk sebagai anggota DPRD Kota Mataram periode 2024 – 2029 dengan meraup 1.657 suara.

Ditemui Ekbis NTB di ruang Fraksi PKS DPRD Kota Mataram, Senin 12 Agustus 2024 Ichsan menuturkan bahwa dirinya termotivasi menjadi anggota Dewan karena ingin membantu generasi muda. ‘’Saya melihat di generasi muda kita ini banyak yang pengangguran, banyak yang putus sekolah. Kebetulan backround saya sebagai pengusaha, jadi di sanalah saya ingin melihat generasi muda ini punya peluang untuk bekerja,’’ ungkapnya.

Dari empat bidang usaha yang dimilikinya, masing-masing usaha percetakan dan fotokopi, usaha komputer, usaha katering dan usaha perbengkelan, politisi PKS ini, selalu mengakomodir warga sekitar sebagai pekerja. Apalagi, di setiap angkatan kelulusan sekolah, potensi pengangguran terus bertambah. ‘’Makanya dengan jadi dewan ini, saya bisa menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan,’’ harap Ichsan.

Sebelum menjadi anggota dewan, pria kelahiran Karang Tapen ini sudah merintis program yang dinamainya BUML (Badan Usaha Milik Lingkungan). BUML ini, lanjut Ichsan, sudah banyak menyerap tenaga kerja. Program BUML ini nantinya akan diperbanyak melalui program Pokir (pokok-pokok pikiran) dewan.

‘’Di tiap lingkungan itu dia harus punya usaha. Apakah air isi ulang, laundry dan lain sebagainya. Dan program inilah yang saya tawarkan,’’ ujarnya. Dengan demikian, lingkungan tidak terlalu ketergantungan. ‘’Kita ingin bagaimana lingkungan ini bisa mandiri, punya usaha-usaha,’’ demikian Ichsan.

Ichsan tidak menampik bahwa di masyarakat, terutama di kalangan generasi muda masih ada mindset, bahwa bekerja harus menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil). ‘’Makanya di sini pentingnya kita mengedukasi kepada masyarakat. Jangan kita lebih mengutamakan menjadi PNS. Karena hasil menjadi pengusaha atau entrepreneur lebih menjanjikan ketimbang menjadi PNS,’’ terang pria 48 tahun ini.

Pada bagian lain, Ichsan memandang, banyaknya dunia usaha di Cakranegara nyatanya belum sepenuhnya mampu menjawab persoalan pengangguran di daerah ini. Oleh karena itu, dia mengajak generasi muda untuk menjadi pengusaha, minimal di lingkungannya sendiri. (fit)

Taman Loang Baloq Mataram Masuk Nominasi Desa Wisata Berkelanjutan

0
Sejumlah pengunjung melihat koleksi binatang di "mini zoo" Taman Loang Baloq, Kota Mataram. (ekbisntb.com/fit)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Pariwisata Kota Mataram, menyebutkan wisata Taman Loang Baloq, berhasil masuk menjadi salah satu nominasi program sertifikasi desa wisata berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Senin, mengatakan, Taman Loang Baloq menjadi salah satu nominasi bersama enam desa wisata berkelanjutan se-Indonesia dan saat ini sedang dilakukan verifikasi.

“Dari hasil tim survei Kemenparekraf saat turun, Insya Allah Taman Loang Baloq bisa lolos dan dapat program sertifikasi desa wisata berkelanjutan,” katanya.

Hal itu disampaikan setelah tim survei dari Kemenparekraf RI pada awal Agustus 2024, melakukan kunjungan ke kawasan Taman Loang Baloq dan sentra-sentra pendukung lain desa wisata di Kecamatan Sekarbela.

Taman Loang Baloq merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Mataram, karena menyatukan antara wisata alam berupa Pantai Loang Baloq, taman buatan pusat hiburan rakyat Loang Baloq, dan wisata religi karena terdapat Makam Loang Baloq yang dikeramatkan oleh masyarakat di daerah ini dan selalu ramai didatangi peziarah.

Menurut Cahya, apabila Taman Loang Baloq berhasil mendapatkan program sertifikasi desa wisata berkelanjutan, maka pemerintah melalui Kemenparekraf akan melaksanakan pembinaan per tiga tahun.

“Untuk bentuk-bentuk program pembinaan, kita belum dijelaskan secara detail,” katanya.

Namun demikian, pembinaan tentu akan dilakukan secara masif atau tidak hanya pada objek wisata melainkan juga fasilitas penunjang desa wisata.

Seperti fasilitas penginapan baik itu hotel ataupun “homestay”, pusat kerajinan usaha mikro kecil menengah (UMKM) misalnya UMKM kuliner, garmen, maupun kriya.

“Kawasan Sekarbela merupakan sentra kerajinan emas, perak, dan mutiara yang menjadi produk unggulan di daerah ini,” katanya.

Sebelumnya, pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang diselenggarakan Kemenparekraf RI, Kampung Wisata Loang Baloq berhasil meraih juara pertama kategori suvenir.

Dalam ajang ADWI 2022, di NTB, Kota Mataram meraih juara bersama dengan Desa Wisata Buwun Sejati Kabupaten Lombok Barat dengan meraih juara harapan dua dalam kategori desa wisata rintisan.

Karena itu, lanjut Cahya, program sertifikasi desa wisata berkelanjutan yang dilaksanakan tahun ini, kemungkinan bagian dari lanjutan keberhasilan Loang Baloq meraih juara satu pada ADWI tahun 2022.

“Kita berharap, semoga hasil verifikasi yang dilakukan tim survei, memberikan kabar gembira agar kawasan Taman Loang Baloq bisa terus diupdate,” katanya. (ekbisntb.com/ant)

Sedang Uji Coba, Produksi Smelter Amman Mencapai 18 Ton Emas Setahun

0
Kadis ESDM, H. Sahdan(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang rencananya akan diresmikan Presiden Jokowi pada September 2024 ini sedang dalam tahap commissioning atau uji coba.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi NTB, H. Sahdan ST., MT., mengatakan saat ini PT Amman sedang dalam tahap percobaan perangkaian fasilitas yang akan digunakan untuk produksi hasil pertambangan.

“Semua dicoba satu persatu. Mudah-mudahan apa yang sudah dirangkai ini digunakan dengan baik, itu aja harapan kita,” ujarnya setelah rapat paripurna DPRD, Senin, 12 Agustus 2024.

Sahdan mengaku meski masih dalam tahap commissioning, yang pasti smelter yang ada di KSB ini akan mulai produksi di awal tahun 2025. Yang mana pertambangan ini mampu menghasilkan 950 ribu ton konsentrat pertahun.

Tingginya hasil produksi konsentrat PT Amman tersebut mampu menghasilkan 18 ton emas, 77 ton perak, 600 lebih ton tembaga, dan hampir 1 juta ton asam sulfat yang bisa dimanfaatkan menjadi pupuk.

Akibat tingginya hasil produksi PT Amman membutuhkan pengelola yang telah professional di bidangnya. Sehingga, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) telah memanggil beberapa perusahaan untuk membantu mengelola smelter KSB ini.

Kemudian, untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi NTB berupaya untuk menjadikan Kabupaten Sumbawa Barat menjadi daerah industri. Yang mana saat ini, Pemprov NTB sedang berupaya agar kawasan industry KSB masuk dalam Peraturan Presiden terpilih.

“Sekarang bagaimana caranya kawasan industri ini bisa masuk di Perpres pak Prabowo 2024-2029. Kalau kemarin di pak Jokowi ada Perpres no. 82, itu yang menghasilkan smelter. Nah sekarang ini setelah kita punya smelter, kita mesti punya hilirisasi,” jelasnya.

Sehingga, dengan masuknya KSB menjadi kawasan industry, akan memberikan keluasan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar Smelter.

Selain itu, Pemprov NTB juga berupaya memaksimalkan pengelolaan Smelter yang mana luas kawasan Smelter ialah 1.200 hektare, namun yang baru dikelola hanya 200 hektare. (era)

Disnakertrans NTB akan Dalami Dugaan WNA di Tambang Rakyat Sekotong

0
Gede aryadi(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H menegaskan akan mendalami informasi dugaan adanya Warga Negara Asing (WNA) yang ikut bekerja dalam kegiatan tambang di Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Menyusul adanya aksi pembakaran camp-camp pekerja tambang ilegal di Dusun Lendek Bare, Lenong Batu Montor Desa Persiapan Belongas Kecamatan Sekotong, Sabtu 10 Agustus 2024 Pukul 21.00 WITA. Pembakaran camp dilakukan warga setempat atas dugaan penambangan yang dilakukan oleh warga negara asing.

“Seharusnya ini sudah di ranahnya penegak hukum. Kalau sampai ke pengadilan, yang terkait ketenagakerjaan, pasti kita dimintai keterangan juga sebagai saksi oleh aparat,” ujar Gede Aryadi, Senin, 12 Agustus 2024.
Mantan Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB ini menegaskan, jangan membenarkan siapapun dari luar negeri yang bekerja tanpa dokumen resmi. Atau yang tidak dilaporkan.

“Kalau kita sebut mereka pekerja, seakan kita mengakui. Kalaupun di sana ada dari asing yang ikut bekerja secara ilegal, itu namanya kejahatan karena menyalahgunakan izin kunjuangan ke Indonesia. Harusnya Imigrasi ranahnya,” tambahnya.

Berdasarkan ketentuan yang diatur dalam penggunaan tenaga kerja asing, menurut kepala dinas, perusahaan harus terlebih dahulu melaporkan rencana penggunaan tenaga kerja asing ke pemerintah pusat.

Berdasarkan Permenaker Nomor 8 Tahun 2021 untuk penggunaan tenaga kerja asing bagi pemberi kerja TKA wajib memiliki Pengesahan RPTKA yang sebelumnya melalui tahapan proses penilaian kelayakan. Dan mengikuti ketentuan-ketentuan selanjutnya.

Gede Aryadi mengatakan, untuk pekerja asing yang terdaftar, saat ini terbesar digunakan oleh perusahaan tambang, PT. AMNT di Batu Hijau.

“Ada sebanyak 726 pekerja asing yang digunakan. Dan itu dilaporkan ke pusat,” jelas kepala dinas.

Pekerja-pekerja asing ini oleh negara diatur harus membayar retribusi. Bagi pekerja asing yang pekerjaannya lintas provinsi, retribusinya ditarik oleh pusat. Sementara bagi pekerja asing yang bekerjanya di perusahaan lintas kabupaten/kota, retribusinya ditarik oleh provinsi.

Sementara pekerja asing yang bekerja di perusahaan hanya di kabupaten/kota, maka retribusinya ditarik oleh kabupaten/kota terkait.

“tahun 2023 lebih dari Rp100 juta retribusi pekerja asing yang masuk ke provinsi. Karena perusahaan-perusahaan melaporkan tenaga kerjanya yang dilibatkan. Nah kalau kondisi yang di Sekotong, kan tidak ada laporan oleh perusahaan, kalau kemudian ada indikasi pekerja asing yang menambang, itu menurut saya masuk kejahatan hukum. Tapi kita akan telusuri,” demikiam Gede Aryadi.(bul)

Buntut Pembakaran Camp Penambang Ilegal, Dinas ESDM Minta Tambang Rakyat di Sekotong Ditertibkan

0
H. Sahdan (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB meminta tambang rakyat yang dilakukan secara illegal di Sekotong, Kabupaten Lombok Barat ditertinbkan Aparat Penegak Hukum (APH).

Menuyusl terjadinya aksi pembakaran camp-camp penambang illegal di Dusun Lendek Bare, Lenong Batu Montor Desa Persiapan Belongas Kecamatan Sekotong, Sabtu 10 Agustus 2024 Pukul 21.00 WITA.

Pembakaran camp dilakukan warga setempat atas dugaan penambangan yang dilakukan oleh warga negara asing, bahkan menggunakan alat berat dan dinilai merusak kelestarian tanpa tanpa tanggung jawab.

Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, H. Sahdan mengaku prihatin atas kejadian ini. Dijelaskannya, wilayah tambang di Sekotong terdiri dari dua blok, yaitu Blok Simba dan Blok Lemer. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kejadikan pembakaran camp penambang terjadi di wilayah tambang yang sudah dikuasai oleh PT. Indotan Lombok Barat Bangkit.

“Ibaratnya, kita yang punya rumah, orang lain yang masuk. Informasinya juga, ada situs yang sangat dihormati masyarakat di sana yang akan digali (ditambang). Sehingga muncul kemarahan warga. Tolong informasi ini dicocokkan dengan fakta lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Sahdan menjelaskan, tambang-tambang rakyat yang ada di Sekotong statusnya illegal. Sehingga sangat penting ditertibkan.

“Karena dampaknya ke daerah tidak ada. Merugikan,” tambahnya.

Terdapat 30 Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Sekotong. Rencananya, tim dari Kementerian ESDM akan turun dalam waktu dekat ini untun melakukan pengecekan dokumen WPR yang diusulkan daerah.

Jika dianggap sudah memenuhi ketentuan, selanjutnya Dinas ESDM NTB akan mengeluarkan Persetujuan Teknis (Pertek), yang kemudian izin-izinnya akan dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP).

“Setelah izin-izinnya lengkap. Masyarakat boleh menambang. Tetapi ketentuan teknik penambangan, hingga pasca tambangnya juga harus mengikuti ketentuan. Ini yang masih berproses,” tambahnya.

“Karena itu, kita berharap ditertibkan PETI (Pertambangan Tanpa Izin) ini. karena apapun yang namanya illegal, tidak dibenarkan. Dan merugikan,” demikian H. Sahdan.(bul)

MTI NTB Desak Pemkab Lobar Bersikap, Antisipasi Tutupnya Layanan Kapal Cepat Padang Bai-Senggigi

0
Iwan P Balukea(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Provinsi NTB meminta pemerintah Kabupaten Lombok Barat secara khusus untuk mengambil langkah-langkah konstruktif, menyusul adanya wacana berhenti beroperasinya kapal cepat (fastboat) rute Padang Bai-Senggigi dan sebaliknya.
“Atas nama Masyarakat Transportasi Indonesia NTB, kami sangat mendukung keinginan pihak operator fastboat Senggigi – Padang Bai, yaitu PT Eka Jaya Fastboat,” kata Ketua MTI NTB, Iwan P. Balukea di Mataram, Senin, 12 Agustus 2024.

Diketahui, Rute fastboat Senggigi-Padangbai atau sebaliknya terancam tutup. Lantaran fasilitas dermaga Senggigi di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, yang dinilai buruk dan tidak lagi memenuhi standard operating procedure (SOP). Kondisi dermaga Senggigi itu menjadi keluhan para operator kapal cepat rute Padangbai-Senggigi, terutama Eka Jaya Fastboat.

“Saya sendiri sudah dua kali menggunakan layanan Fastboat dari Eka Jaya ini, sangat comfort. Dengan hadirnya moda transportasi laut seperti fastboat jurusan Senggigi Padang Bay dan sebaliknya, sangat membantu arus kedatangan wisatawan dari Bali ke lombok bagian utara seperti Senggigi dan Tiga Gili di Lombok Utara,” tambahnya.

MTI berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Barat merespon ini dengan segera melakukan langkah-langkah konstruktif. Kehadiran operator fastboat di Lombok saat ini menurutnya merupakan salah satu pilihan transportasi laut yang sangat diminati karena praktis, tidak seperti keluar masuk bandar udara atau airport.

“Fastboat Eka Jaya punya standart minimum pelayanan, jadi pemerintah harus menyiapkan sarananya.Sesuai pengamatan kami, secara hitungan bisnis, penumpang atau tamu yang diseberangkan oleh Eka Jaya dari Bali ke Lombok ini sangat potensial,” kata Iwan.

Jangan sampai, karena fasiltas pelabuhan sandar bagi fastboat ini menjadikan rencana global Pariwisata Indonesia khususnya NTB tidak terealisasi. Perputaran ekonomi menjadi tersendat. Karena itu, MTI NTB mendesak agar persoalan ini menjadi perhatian seluruh pihak-pihak terkait.(bul)

UT Mataram Gelar MY-UT Tournament 2024, Ratusan Pelajar di NTB Ikuti Kompetisi Nasional Ini

0
Rektor UT Prof. Ojat Darojat (dua dari kanan) menjelaskan terkait dengan kegiatan Gelar MY-UT Tournament 2024 (ekbisntb.com/ist)

UNIVERSITAS Terbuka (UT) menggelar event Mobile Legends: Bang Bang Youth Universitas Terbuka atau MY-UT Tournament 2024. In merupakan salah satu agenda Universitas Terbuka dalam rangka Dies Natalis Ke-40 Universitas Terbuka.

MY-UT Tournament 2024 ini adalah ajang kompetisi Mobile Legends: Bang Bang Youth tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka dan diperuntukkan bagi tim-tim pelajar SMA/SMK/sederajat untuk MY-UT Tournament bertanding mewakili sekolahnya masing-masing.

Pembukaan MY-UT Tournament dilaksanakan di UT Mataramdan UT bandung pada Minggu (11/8) kemarin. Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. dan Ketua Umum Ikatan Alumni UT Jenderal TNI (Purn.) H. Moeldoko, S.IP., yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua IV IKA UT Mayjen (Purn) Erro Kusnara, S.IP., membuka secara resmi acara MY-UT Tournament 2024 di UT Mataram bersama UT Bandung.

Rektor UT Ojat Darojat mengatakan, pertandingan MY-UT Tournament 2024 secara nasional diikuti oleh 3.546 peserta pelajar yang bertanding secara serentak dan tersebar di 12 provinsi di 34 kabupaten/kota. Pertandingan MY-UT Tournament 2024 ini dilaksanakan secara daring dan luring, dengan sistem pertandingan 5 vs 5 secara berjenjang dari babak penyisihan kabupaten/kota (10-11 Agustus 2024).

Kemudian babak penyisihan provinsi (12 Agustus 2024), penyisihan babak zona (24 Agustus 2024) dan babak final yang akan diselengarakan di UT Pusat tanggal 1-2 September 2024. Pertandingan MY-UT Tournament 2024 berhadiah total 600 juta rupiah dan beasiswa pendidikan program sarjana di Universitas Terbuka.

Kegiatan MY-UT Tournament ini dapat terlaksana atas dukungan penuh dari IKA UT Pusat dan Daerah, MPL ID, Pengurus Besar E-Sport Indonesia (PbeSI), Akademi Garudaku, Provider Tri sebagai sponsor utama kegiatan ini, Gramedia Printing, mitra UT dan tim panitia yang telah membantu kelancaran acara.

UT Mataram sendiri menghadirkan 60 tim dengan 360 peserta MY-UT Tournament 2024 yang akan bertanding mewakili masing-masing sekolahnya (SMU/SMK/sederajat) di NTB. Pertandingan dilaksanakan di tiga kabupaten/kota, yaitu Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Sumbawa.

Menurut Rektor Penyelenggaraan MY-UT Tournament bertujuan untuk menumbuhkembangkan bibit-bibit unggul atlet e-Sport Indonesia. Mobile Legends game ini mempunyai sisi positif seperti: melatih kerjasama dan keterampilan tim, mengasah otak, melatih kesabaran, meningkatkan kontrol respons, meningkatkan akurasi, meningkatkan kemampuan regulasi emosi.

“Kemudian membentuk kepribadian yang tidak impulsif dan tidak rentan stres. Keterampilan motorik penggunaan teknologi, kerja sama tim, dan manajemen personal menjadi pendukung yang sangat cocok untuk mengikuti pendidikan di Universitas Terbuka,” kata Prof. Ojat Darojat.

Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk menekuni dunia e-Sport namun dapat melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang pendidikan tinggi, khususnya di Universitas Terbuka. Selain itu, melalui MY-UT Tournament ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan bakat mereka dalam bidang e-Sport, berprestasi pada level nasional, serta menjalin-hubungan antar pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia mengatakan, MY-UT Tournament 2024 ini pada dasarnya adalah salah satu upaya menyampaikan visi/misi Universitas Terbuka kepada sekolah-sekolah dan para pelajar SMU/K/sederajat Indonesia, dan mendukung perkembangan e-Sport Indonesia yang selaras dengan kepentingan pendidikan para pemainnya. (ris)

Punya Keunggulan, Kangkung Lombok Harus Tetap Dibudidayakan

0
Made Slamet (ekbisntb.com/ris)

KANGKUNG Lombok menjadi salah satu produk Indikasi Geografis yang dipamerkan pada kegiatan Sidang Majelis Umum ke 65 Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) di Jenewa, Swiss pada tanggal 9-17 Juli 2024

Terdaftar sejak 15 Desember 2011, kangkung Lombok sangat mudah dikenali dari ukuran pucuk dan daunnya yang tebal. Batangnya tampak sangat gemuk hijau, terlihat sangat segar namun gampang patah. Ciri-ciri ini yang menjadi pembeda dari jenis kangkung lainnya di Nusantara.

Olahan kangkung Lombok menjadi kuliner yang populer masyarakat Lombok. Salah satunya yang paling terkenal adalah pelecing kangkung Lombok. Masyarakat luar daerah juga banyak yang menggemari jenis kangkung Lombok ini, sehingga penjualan ke luar daerah tak pernah berhenti.

Anggota Komisi II DPRD NTB Made Slamet, M.M., mengatakan, kangkung Lombok sudah tersohor di Nusantara, sehingga harus terus dibudidayakan dengan baik. Jangan sampai kangkung Lombok punah karena alihfungsi lahan yang kian marak terjadi.

“Kangkung Lombok ini memiliki diferensiasi dari jenis kangkung lain di luar daerah. Rasanya gurih, sehingga banyak diolah menjadi aneka jenis kulier. Ini harus tetap dilestarikan, apalagi kangkung Lombok sudah terdaftar di Indikasi Geografis,” kata Made Slamet kepada Ekbis NTB akhir pekan kemarin.

Politisi PDIP ini mengatakan, pemerintah harus tetap memberi perhatian kepada petani kangkung Lombok. Selain agar mereka tetap eksis dalam budidaya usaha tanaman kangkung, perhatian juga diperlukan agar kangkung Lombok ini tak punah, karena kalah saing dengan usaha pertanian lainnya.

“Saya lihat permintaan konsumen terhadap kangkung Lombok masih tetap tinggi. Sehingga perhatian pemerintah jangan sampai kendur,” imbuhnya.

Ia juga mendorong dilakukannya riset atau penelitian oleh kalangan akademik terkait kangkung Lombok guna meningkatkan kualitas jenis kangkung ini. Tentu hilir dari riset adalah bagaimana membuat komoditas menjadi lebih unggul dan pada akhirnya bisa mensejahterakan petani.

Untuk diketahui, tanaman kangkung ini hampir bisa ditemuai di seluruh wilayah Indonesia dan Asia pada umumnya. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik, akan tetapi memiliki sifat dan rasa yang berbeda-beda. Sehingga menjadikan tanaman sayur kangkung murah, banyak dijumpai di pasar-pasar dan menjadikan faktor pendukung sebagai sayuran murah dan mudah ditemui.

Namun tidak semua kangkung mempunyai kualitas dan rasa yang baik seperti kangkung asal daerah Lombok, NTB. Panjang kangkung ini rata-rata bisa mencapai 30-40 cm yang dibudidaya di lahan sawah atau pada aliran sungai dengan ketersediaan air mencukupi.

Kangkung jenis ini yang paling digemari oleh masyarakat karena memiliki rasa yang gurih renyah, batangnya lebih panjang, lebih hijau dan lebih muda. (ris)