Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 619

Mentan Siap Pacu Produksi Daging untuk Program Makan Bergizi Gratis

0
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com)- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan siap memacu peningkatan produksi daging sapi hingga ayam untuk menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Kita komitmen akan mendukung program makan bergizi gratis, antara lain meningkatkan produksi daging (sapi, kambing dan ayam) sampai pada tingkat pengolahannya (hilirisasi) juga akan kita siapkan melalui offtaker yang ada,” kata Mentan seusai menghadiri rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin.

Mentan mengatakan Kementerian Pertanian siap memberikan dukungan penuh terhadap program makan bergizi gratis yang direncanakan oleh pemerintahan baru 2024-2029.

Amran menyampaikan dukungan ini mencakup upaya peningkatan produksi daging dan kerja sama dengan pengusaha besar untuk proses hilirisasi.

“Persiapan itu di antaranya meningkatkan produksi daging maupun proses hilirisasi yang dikerjasamakan dengan para pengusaha besar,” ujarnya.

Menurut dia, keterlibatan pengusaha juga sangat penting untuk mempercepat pelaksanaan program yang diinginkan presiden terpilih.

Meskipun begitu, dia berharap adanya penambahan anggaran bagi Kementerian Pertanian sebesar Rp68 triliun.

“Kita memang perlu pengusaha untuk sektor pertanian. Selain itu kita juga memerlukan instrumen APBN dari sisi pangan, pasti kita akan mensupport program makan bergizi gratis,” katanya.

Untuk mendukung program makan bergizi gratis, kata Amran, Kementan telah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebagai penyedia makanan.

“Kementan fokus pada peningkatan produksi peternakan sebagai bagian dari persiapan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga mempersiapkan peningkatan produksi padi sebagai bagian dari strategi lainnya. Salah satu langkah yang diambil adalah memperluas areal tanam melalui solusi pompanisasi.

Mentan menjelaskan bahwa dukungan terhadap berbagai program pertanian tetap menjadi prioritas. Namun, saat ini anggaran yang tersedia masih didominasi oleh proyek cetak sawah, irigasi, dan optimasi lahan rawa.

Dengan adanya program tersebut, kata Amran, pemerintah berharap dapat meningkatkan produksi pangan secara keseluruhan dan memastikan ketersediaan pangan yang bergizi bagi masyarakat. (ant)

Baru 16 Persen Pekerja Mandiri Terlindungi

0
I Gede Putu Aryadi (ekbisntb.com/ist)

KEPALA Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi menyatakan bahwa aspek perlindungan sosial di NTB yang masih perlu mendapat perhatian serius. Sebab dari 595 ribu pekerja formal, hanya sekitar 60 persen yang telah terlindungi oleh jaminan sosial.

Kondisi lebih memprihatinkan terlihat pada pekerja mandiri atau pekerja rentan, di mana dari 1 juta orang, hanya sekitar 16 persen saja yang sudah terlindungi. Karenanya, Disnakertrans dan seluruh stakeholder terkait perlu berinovasi dan mencari cara untuk terus bisa meningkatkan perlindungan sosial bagi pekerja di Provinsi NTB, terutama pekerja rentan atau pekerja informal.

“Cakupan perlindungan sosial bagi pekerja formal dan informal harus segera ditingkatkan. Ketiadaan perlindungan sosial merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya masalah turunan lainnya, termasuk kemiskinan ekstrem,” kata I Gede Putu Aryadi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Petani dan Buruh Tani Tembakau Melalui Anggaran DBH CHT yang berlangsung akhir pekan kemarin.

Aryadi mengatakan, dalam upaya meningkatkan cakupan perlindungan sosial, Disnakertrans NTB bersama dengan DPRD Provinsi NTB saat ini tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Ketenagakerjaan, yang salah satu pasalnya mengatur perlindungan sosial bagi pekerja informal atau pekerja rentan.

“Untuk pekerja formal, aturannya sudah jelas, dan pemerintah hanya perlu melakukan pengawasan. Namun, untuk pekerja informal, aturannya belum ada. Oleh karena itu, Raperda ini merupakan bukti kehadiran pemerintah dalam menciptakan keadilan melalui regulasi yang jelas dan sah,” ungkapnya.

Aryadi juga mengungkapkan bahwa tiga tahun lalu, Disnakertrans NTB telah menyurati Kementerian Keuangan RI untuk mengusulkan agar dana DBH CHT dapat dialokasikan bagi pekerja rentan yang belum terlindungi jaminan sosialnya. Sebelumnya, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) sudah sejak 10 tahun lalu mengusulkan hal ini, dan pada tahun 2022 setelah Disnakertrans Provinsi NTB bersurat, usulan ini akhirnya disetujui oleh pemerintah pusat. Kebijakan ini bahkan dijadikan percontohan dan sudah diujicobakan di 35 daerah.

“Usulan ini telah direspons Kementerian pada tahun 2022, dan pada tahun ini akan diakomodasi dalam perubahan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) yang akan mengatur dengan lebih jelas bahwa sebagian dari DBH CHT dapat dialokasikan untuk pembayaran perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja penerima upah,” tuturnya.

Aryadi menyinggung tentang perlindungan sosial bagi petugas penyelenggara Pemilu yang juga dikategorikan sebagai pekerja rentan. Dalam Tahun Pemilu ini, Presiden telah menginstruksikan agar jaminan sosial ketenagakerjaan diberikan kepada para penyelenggara Pemilu. KPU telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah terkait hal ini.

“Kita perlu memvalidasi data dengan benar agar para petugas penyelenggara Pemilu dapat menerima perlindungan yang sesuai dengan hak mereka. Pekerjaan mereka meski bersifat sementara tapi memiliki risiko tinggi sehingga perlu ada jaminan perlindungan yang tepat,” tegas Aryadi.

Selain memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan, Aryadi juga menyebutkan bahwa pemerintah juga mengupayakan perlindungan sosial bagi pekerja AKAD (Antar Kerja Antar Daerah) dan AKAN (Antar Kerja Antar Negara) sudah mendapat perlindungan jaminan sosial dari sebelum berangkat. Sehingga jika terjadi sesuatu di kota atau negara setempat bisa langsung diklaim ke perusahaan.

“Jika sebelumnya perlindungan hanya diberikan setelah pekerja tiba di lokasi tujuan, kini kita minta agar pembayaran dilakukan sebelum mereka berangkat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pekerja benar-benar terlindungi, karena ada kekhawatiran jika sudah sampai, pembayaran tidak dilakukan,” ujarnya.(ris)

Diwarnai Konser Tiga Hari, MotoGP Mandalika 2024 Hadirkan Slank, Geisha, Ada Band hingga Gigi

0
Pentolan Slank, Bimbim, saat memberikan keterangan tentang penampilannya di MotoGP 2024 mendatang.(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Pertamina Grand Prix of Indonesia alias MotoGP 2024 akan kembali digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 27-29 September 2024. Di musim ke-3 ini, InJourney melalui anak usahanya PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC dan PT MGPA Nusantara Jaya, selaku promotor MotoGP di Indonesia, berkomitmen menyajikan gelaran yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, MotoGP 2024 akan menjadi gelaran yang inklusif, tidak hanya untuk penggemar motorsport, tetapi juga untuk semua kalangan dan lapisan masyarakat Indonesia. Demikian disampaikan manajemen InJourney melalui siaran pers yang diterima Suara NTB, Senin 26 Agustus 2024.

Dengan tagline “Ignite Your Thrills,” MotoGP Mandalika tahun ini akan menyajikan rangkaian aksi balap yang seru dan menegangkan dari para bintang MotoGP di sirkuit terindah di dunia, serta festival side event yang dirancang untuk menarik antusiasme dari seluruh lapisan masyarakat dengan penampilan artis-artis ternama.

Merayakan “Spirit of Indonesia”, pengunjung akan disuguhkan after-race music festival yang menampilkan band dan penyanyi ternama Indonesia dari berbagai genre. Di hari pertama, penampilan akan dimeriahkan oleh Lombok Etnho Fusion dan Pelita Groove. Hari kedua akan menampilkan Slank, Geisha, dan Ada Band, sementara hari terakhir akan diisi oleh penampilan Gigi, Ghea Youbi, dan DJ Yasmin.

Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), Maya Watono mengatakan, “Mandalika telah ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dengan pertumbuhan wisatawan nusantara tertinggi di tahun 2023, dan tingkat keterisian sirkuit mencapai hingga 240 hari dalam setahun, khususnya selama gelaran MotoGP yang tahun ini menjadi penyelenggaraan ketiga. Dengan inklusivitas melalui kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, kami berharap dapat menghadirkan audience yang lebih luas dan beragam. Kami optimis bahwa kontribusi MotoGP akan terus meningkat, setelah sebelumnya menyumbang sebesar Rp4,3 triliun pada tahun 2023.”

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2024 Troy Warokka menjelaskan, “Lebih dari sekadar hiburan, side event MotoGP tahun ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia, sekaligus memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan. Bagi mereka yang tidak tertarik pada balapan, tersedia tiket festival yang memungkinkan pengunjung menikmati semua hiburan di luar lintasan balap dan mendapat pengalaman berkesan berkunjung ke Sirkuit kebanggaan Indonesia.”

Inklusivitas MotoGP Mandalika 2024 diwujudkan dengan dukungan PT Bank Mandiri (Persero) sebagai ticketing partner yang menyediakan kemudahan bagi masyarakat Indonesia untuk memperoleh tiket MotoGP melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.  Penawaran Livin’ Super Sale akan berlangsung dari  2 hingga 8 September 2024, dan Livin’ Special mulai dari 9 hingga 29 September 2024. Livin’ Super Sale dan Livin’ Special menawarkan potongan harga menarik untuk berbagai kategori tiket MotoGP, mulai dari Friday Pass seharga Rp.1 hingga Weekend Pass dengan diskon hingga 70%. Penawaran ini memberikan kesempatan bagi penggemar dari berbagai kalangan untuk menikmati MotoGP 2024 dengan harga yang lebih terjangkau.

Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Teuku Ali Usman menyatakan, “Kami menyampaikan ucapan terima kasih atas kolaborasi yang telah terjalin dengan sangat baik selama tiga tahun terakhir bersama InJourney dan ITDC-MGPA. Tahun ini, kolaborasi kami semakin meluas, tidak hanya dalam aspek komersial sebagai ticketing partner, tetapi juga melalui berbagai dukungan strategis. Dukungan tersebut meliputi push notification langsung kepada 25 juta pengguna aplikasi Livin’ by Mandiri, pemanfaatan aset Mandiri, serta promosi intensif melalui media dan media sosial Mandiri. Kami berharap, sinergi yang kuat ini dapat mendorong penjualan tiket dan turut mensukseskan gelaran MotoGP 2024 di The Mandalika.”

Sementara itu, sebagai rangkaian dari Road to MotoGP, kolaborasi ITDC-MGPA dan Bank Mandiri juga akan menggelar Mandiri Mandalika Festival of Speed (MFoS) pada 30 Agustus – 1 September 2024. Mandiri MFoS yang didukung oleh berbagai komunitas seperti Porsche, BMW, JDM, dan Mini Cooper, akan menampilkan berbagai kompetisi motorsport berkelas nasional.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association Priandhi Satria mengungkapkan, “Kehadiran berbagai komunitas motorsport di Sirkuit Mandalika pada event Mandiri MFoS adalah untuk menyuarakan dukungan dan kerjasama untuk kesuksesan gelaran MotoGP tahun ini.  Selain itu, melalui Mandiri MFoS, kami juga berkomitmen untuk meningkatkan aspek operasional dan keamanan penyelenggaraan MotoGP 2024, sehingga para penggemar dapat menikmati balapan dengan pengalaman yang maksimal dan aman.”

Mandiri MFoS dapat dinikmati secara langsung oleh pengunjung Sirkuit Mandalika dengan akses gratis ke Grandstand K.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyaksikan MotoGP pada 27-29 September 2024. Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024 tidak hanya menghadirkan aksi balap motor kelas dunia, tetapi juga menjadi perayaan budaya dan hiburan yang tak terlupakan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Troy Warokka. (r)

Kerap Dicuri, Dishub NTB akan Pasang 535 Titik PJU Seminggu Jelang MotoGP

0
Kadishub NTB, L. M. Faozal. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu. Muhammad Faozal mengatakan pihaknya akan memasang lampu penerangan di 535 titik yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika seminggu sebelum perhelatan MotoGP berlangsung.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir pencurian lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) pada saat balapan berlangsung.

“Rencananya kita akan pasang kira-kita H-seminggu dari tanggal 27 September, sebanyak 535 titik,” ujarnya dalam pemaparannya pada Rakor persiapan MotoGP di RS Mandalika, Senin, 26 Agustus 2024.

Ia mengatakan ini kali ketiga pihaknya membenahi perihal penerangan jalan yang ada di KEK Mandalika. Lampu penerangan jalan yang ada di kawasan tersebut kerap kali dicuri warga.

Meski Dishub NTB telah melakukan upaya agar penerangan tersebut tidak bisa dicuri, namun tidak berhasil, tetap saja penerangan jalan tersebut hilang.

“Ini sudah ke tiga kali. Dua kali event kita benahi. Motifnya hampir sama. Event pertama kita kehilangan kabel karena kabel ditanam dibawah tanah, dan itu hilang sepanjang 7,3 KM, sudah kita benahi dan kabelnya sudah kita naikkan, tidak lagi dibawah. Naik ke atas sekarang yang hilang itu trapo,” lanjutnya.

Menurut Faozal, jumlah total lampu penerangan jalan yang ada di KEK Mandalika sebanyak 677 penerangan tersebar di rute Bypass 1 sejumlah 163, dari Bandara menuju bundaran Sunggung sebanyak 430 titik, dari Bundaran Sunggung sampai ke Sirkuit terdapat 84 titik. Dari total tersebut, 530 diantaranya tidak berfungsi atau mati.

Pemasangan kembali di 530 titik ini, Dishub NTB bersama dengan Kementrian Perhubungan mengeluarkan total belanja senilai Rp2,3 miliar.

Mantan Kadis Pariwisata ini mengatakan pihaknya sudah melaporkan hilangnya lampu penerangan jalan ini ke pihak Kepolisian, namun karena proses pemanggilan yang berjilid-jilid sehingga pihakknya tidak melanjutkan proses laporan tersebut.

“Kita sudah melapor ke polisi, tapi kita yang cape dibanding dengan pencuri untuk dimintai keterangan dan seterusnya,” katanya.

Karena penerangan yang ada di KEK Mandalika seringkali hilang, Dishub tidak akan memasang LPJU jauh dari epicentrum MotoGP, tapi akan memasang 530 LPJU tersebut di sekitar perhelatan. “Tidak ada pilihan, kami akan pasang. Hitungan kami tidak terlalu jauh dari event. Kalau terlalu jauh nanti hilang lagi,” pungkasnya.(era)

Sail Boat Race Elak-Elak Jual Pariwisata Sekotong ke Dunia Luar

0
Lomba Perahu Layar atau Sail Boat Race Elak-Elak digelar di pesisir Pantai Elak-Elak, Sekotong, Minggu 25 Agustus 2024. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Lomba Perahu Layar atau Sail Boat Race Elak-Elak kembali digelar di pesisir Pantai Elak-Elak, Sekotong, Minggu 25 Agustus 2024. Lomba ini berlangsung meriah karena tidak hanya diikuti oleh nelayan lokal Sekotong saja, tapi juga dari luar Pulau Lombok.

Lomba yang dikemas dalam event Pesona Lombok Barat ini juga menampilkan pertunjukan seni tradisional, live music, pasar rakyat, pameran produk UMKM, dan pelayanan pembukaan rekening Bank NTB Syariah, serta doorprize menarik dari Bank NTB Syariah.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati Makan Ikan Tongkol gratis yang disajikan oleh ibu-ibu nelayan lokal. Ada 65 porsi yang disiapkan bagi pengunjung yang telah berbelanja di stand-stand UMKM yang ada. “Tahun ini lebih meriah karena lebih banyak yang isi acaranya. Ditambah ada banyak doorprizenya,” ungkap Hafiz, salah seorang pengunjung.

Lomba Perahu Layar sendiri diikuti oleh 43 nelayan dari Lombok Barat, Mataram, Lombok Utara, hingga Bali. Peserta terbagi dalam dua kelas berdasarkan ukuran dan kecepatan yang dihasilkan perahu, yakni kelas A dan kelas B. Total hadiah yang direbutkan peserta sebesar Rp15.000.000,.

Asisten II Setda Lobar Najamuddin, menegaskan, kegiatan Sail Boat Race sangat diapresiasi oleh Penjabat Bupati Lobar H. Ilham dan diharapkan terus melaksanakan kegiatan ini. Apalagi pengembangan destinasi wisata Lobar ke depan kita akan banyak sekali membuka destinasi – destinasi wisata baru.

‘’Dan yang lama akan kita kembangkan. Di mana Sekotong ini kita bagi jadi dua zona, ada zona pariwisata, ada zona pertambangan. Di pesisir pantai kita kembangkan pariwisata melalui kegiatan-kegiatan atau event yang terus kita laksanakan seperti ini,” katanya saat acara.

Sail Boat Race Elak-Elak tahun ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Lombok Barat bersama kelompok nelayan Bina Warga Pesisir Dusun Pengawisan Desa Persiapan Pesisir Mas melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari Kantor Bea Cukai Mataram.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Agus Gunawan berharap dapat diselenggarakan kembali dengan lebih meriah di tahun berikutnya. Dikatakan, Sail Boat Race ini menjadi yang keempat kali dan pesertanya sudah lebih besar dari tahun sebelumnya. Ke depan mungkin event ini nantinya akan dikolaborasikan dengan beberapa event yang punya potensi untuk menarik wisatawan.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Lobar Abu Bakar Abdullah yang turut hadir memberikan apresiasi atas kemeriahan acara. Ia melihat, event tersebut berpotensi menjadi acara lebih besar lagi yang dapat meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. (her)

Sebelum Diberangkatkan, Bank NTB Syariah Berikan Pembekalan dan Manasik Umrah bagi Karyawan

0
Bank NTB Syariah melaksanakan kegiatan pembekalan dan manasik umrah(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebanyak 142 pegawai mendapat kesempatan mengikuti ibadah Umrah sebagai apresiasi manajemen yang bertajuk “Insan Amanah Umrah Bank NTB Syariah” dengan pemberangkatan dibagi menjadi 3 kafilah yakni pada bulan September, Oktober, dan November.

Spesialnya, Jamaah Umrah kali ini tidak hanya pegawai saja tetapi diikuti juga dengan para pemenang program undian pengguna setia Mobile Banking Bank NTB Syariah yang tersebar diseluruh Provinsi NTB dan rombongan keluarga dari suami, istri, orang tua dan anak ikut bergabung dalam program tersebut.

Sebelum diberangkatkan, Bank NTB Syariah melaksanakan kegiatan pembekalan dan manasik umrah pada Sabtu dan Minggu , 24-25 Agustua 2024.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang tata cara pelaksanakan ibadah umrah.

Pembekalan diberika oleh ACT Consulting International dengan materi mengenai wajib Umrah, rukun Umrah, sunnah umrah dan hal – hal yang dilarang selama pelaksanaan ibadah Umrah.

Semua penjelasan tersebut terangkum dengan maksud agar mendapat hikmah Ibadah yang bermanfaat bagi para jemaah dalam menemukan jati diri dan tujuan hidup serta tujuan bekerja yang penuh makna.

Pada pemberangkatan jemaah Umrah tahun ini, Bank NTB Syariah bekerjasama dengan PT Muhsinin Tour & Travel dan PT Yastha Mandiri Tour & Travel.

Jadwal rencana perjalanan yang dijelaskan oleh masing – masing pihak travel mengingat padatnya kegiatan yang akan dilaksanakan agar rangkaian kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo mengharapkan jika dengan adanya program Insan Amanah Umrah Bank NTB Syariah untuk para pegawai berprestasi ini dapat menambah semangat dalam bekerja, memberikan keberkahan dan mendapatkan manfaat yang berkelanjutan bagi Bank NTB Syariah.

Selanjutnya, H. Kukuh juga menitipkan doa agar Bank NTB Syariah menjadi Bank yang semakin baik dan tumbuh dalam kinerja serta semakin bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih luas.(bul)

Matangkan Persiapan MotoGP, Pemprov NTB Gelar Rakor Bahas Kebersihan hingga Penanganan Satwa Liar

0
Pj Gubernur dan OPD berfoto setelah rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang rapat RS Mandalika, Senin, 26 Agustus 2024. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebulan menjelang MotoGP, Pemerintah Provinsi NTB menggelar rapat koordinasi persiapan perhelatan MotoGP Mandalika 2024 yang akan digelar pada 27 – 29 September 2024.

Penjabat Gubernur NTB, Mayjen (Purn) Hassanudin mengatakan rapat ini digelar untuk mengkoordinasikan hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk mensukseskan MotoGP 2024. Pada rapat ini, diundang 14 OPD terkait untuk memaparkan sejauh mana persiapan dalam menyambut gelaran ini.

“Berangkat dari pelaksanaan MotoGP dua tahun lalu, kami evaluasi dan kami sempurnakan itu,” ujarnya, Senin, 26 Agustus 2024.

Ia menekankan kepada para OPD untuk selalu berkoordinasi dan menyusun rencana-rencana yang akan dilakukan untuk suksesnya pelaksanaan MotoGP tahun ini.
Apalagi dengan rencana kedatangan dua presiden Indonesia, yaitu Presiden Jokowi dan Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

“Di momen terakhir pemerintahan Pak Jokowi, dan persiapan pemerintahan baru Pak Prabowo Subianto dapat membawa kesan yang positif bagi bangsa dan negara secara khusus, NTB yang sangat kita cintai,” lanjutnya.

Sementara itu, Asisten II Setda Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si memaparkan rencana serta persiapan yang sudah dilaksanakan oleh stakeholder.

Hal pertama yang disoroti Gani agar suksesnya penyelenggaraan ini adalah terkait dengan cuaca. ia berharap selama dua hari MotoGP, tidak terjadi hujan besar yang dapat mempengaruhi balapan.

Apalagi dengan adanya isu Megathrust 8,9 SR yang akan melanda NTB, ia berharap adanya isu ini tidak berdampak pada jumlah kunjungan saat pelaksanaan MotoGP berlangsung.

Kebersihan kawasan di epicentrum tempat perhelatan berlangsung juga menjadi bagian yang tak kalah penting yang disiapkan oleh Pemprov NTB.

Yang mana, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB telah melangsungkan pembersihan di sekitar sirkuit Mandalika pada Jum’at lalu. Dikumpulkan setidaknya 5 ton sampah di hari pertama pembersihan.

Kemudian, Pemprov NTB juga mengatensi minimnya penerangan jalan yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, begitupun dengan lalu lintas pada saat perhelatan berlangsung.

Untuk itu, Gani menjamin bahwa Dishub NTB telah menyiapkan penerangan yang akan dipasang di 550 titik di sekitar kawasan Mandalika.

“Penataan taman dan lampu menjadi atensi, tetapi Kadishub sudah memberikan jaminan 550 titik lampu akan terpasang,” katanya.

Terkait dengan penyambutan tamu dan sapta pesona, Gani mengatakan Dinas Pariwisata telah menyiapkan perihal tersebut. Yang mana akan ada pertunjukan 250 talenta yang telah disiapkan oleh Dinas Pariwisata.

Selain itu, Dispar juga gencar melakukan pengendalian harga tiket hotel dan pesawat dengan berkoordinasi dengan anggota BPPD NTB.

UMKM dan IKM juga tak luput menjadi perhatian Pemprov, untuk menciptakan perputaran ekonomi masyarakat, tiga dinas yaitu Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, dan Dinas Koperasi UKM disiapkan untuk melakukan pengembangan dan promosi UMKM dan IKM.

Tak hanya itu, pengendalian satwa liar di sekitar lokasi perhelatan juga perlu penanganan. Yang mana Disnakkeswan NTB menyebutkan bahwa terdapat sekitar 200 – 300 ekor anjing liar yang ada di kawasan KEK Mandalika. Saat ini, jumlah tersebut sudah dalam pengawasan dan pengamanan sehingga dipastikan pada saat perhelatan MotoGP, hewan liar tersebut tidak akan mengganggu pembalap dan penonton. (era)

Mentan: Tambahan Anggaran 2025 untuk Cetak Sawah 1 Juta Hektare

0
Amran Sulaiman(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan usulan tambahan anggaran tahun 2025 sebesar Rp68 triliun salah satunya ditujukan untuk mencetak sawah seluas satu juta hektare.

“Kementerian Pertanian mengusulkan tambahan anggaran Rp68 triliun yang akan digunakan untuk mencetak sawah 1 juta hektare, optimalisasi lahan 600.000 hektare intensifikasi dan modernisasi pertanian, penyediaan susu gratis, pekarangan pangan bergizi, dan lainnya,” ujar Amran dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin.

Menurut dia, dengan memperhatikan jumlah pagu anggaran yang dialokasikan sampai saat ini untuk Kementerian Pertanian masih sangat terbatas, tentunya akan sulit untuk mendorong terjadinya peningkatan produksi pangan tahun 2025 secara signifikan.

“Untuk itu kami mohon dukungan dari seluruh Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPR RI agar pagu anggaran di Kementerian Pertanian Tahun 2025 dapat meningkat,” katanya.

Pagu anggaran Kementerian Pertanian untuk 2025 ditetapkan sebesar Rp7,91 triliun dengan rincian anggaran program yakni Program Ketersediaan Akses dan Konsumsi Pangan Berkualitas Rp2,73 triliun, Program Nilai Tambah dan Daya Saing Industri Rp1,61 triliun, Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Rp658,64 miliar, dan Program Dukungan Manajemen Rp2,9 triliun.

Sedangkan perincian pagu anggaran dari masing-masing eselon satu tahun 2025 adalah sebagai berikut Sekretariat Jenderal Rp1,12 triliun, Inspektorat Jenderal Rp58,24 miliar, Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan Rp1,02 triliun, Ditjen Hortikultura Rp902,9 miliar.

Kemudian Ditjen Perkebunan 407,2 miliar, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Rp1,25 triliun, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Rp1,08 triliun, Badan Standardisasi dan Instrumen Pertanian Rp1,129 triliun, serta Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Rp932,24 miliar.

Adapun pada tahun 2025 Kementerian pertanian menargetkan produksi komoditas utama sebagai berikut produksi beras 32 juta ton, jagung 16,68 juta ton, kedelai 350.000 ton, aneka cabe 3.08 juta ton, bawang merah 1,99 juta ton, kopi 772.000 ton, kakao 641,4 ribu ton, tebu 36,04 juta ton, kelapa 2,88 juta ton, daging sapi kerbau 399,41 ribu ton, dan daging ayam 4,34 juta ton.

Sebagai informasi, Pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp124,4 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 untuk memperkuat ketahanan pangan.

Anggaran itu bakal digulirkan seperti untuk sisi pra-produksi, produksi, distribusi hingga pemasaran. Dari sisi pra-produksi, anggaran akan digunakan untuk bantuan alat tangkap ikan sebanyak 10 ribu unit, subsidi pupuk 8,5—9,5 juta ton, bantuan alat dan mesin pertanian 1.012 unit, bantuan benih ikan 131,6 juta ekor, bantuan benih pangan 2.267 hektare, kredit usaha rakyat (KUR) pertanian, dan subsidi resi gudang.

Sementara dari sisi produksi, anggaran dialokasikan untuk program food estate di Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kemudian, juga untuk cetak sawah 250 ribu hektare, pengembangan kawasan padi 485 ribu hektare, kawasan jagung 250 ribu hektare, bendungan 12 unit, jaringan irigrasi 17 ribu hektare, lahan pertanian pangan produktif 20,4 kilometer persegi, dan asuransi pertanian 1 juta hektare.

Pada sisi distribusi, anggaran digunakan untuk kebutuhan pelabuhan logistik, jalan sepanjang 49.782 kilometer, akses jalan tol, kereta api, finalisasi lima bandara, jalan daerah, cold storage, serta jalan usaha tani.

Selanjutnya, anggaran untuk pemasaran digunakan untuk cadangan pangan pemerintah, subsidi cadangan pangan, stabilitas pasokan dan harga pangan, gerakan pangan murah di 39 lokasi, revitalisasi pasar rakyat, serta KUR UMKM. (ant)

Harga Emas Antam Senin Pagi Stabil di Rp1,420 Juta per Gram

0
Emas Antam(ekbisntb.com/ant)

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin pagi, stabil di level Rp1.420.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Senin, yakni sebesar Rp1.267.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp760.000
  • Harga emas 1 gram: Rp1.420.000
  • Harga emas 2 gram: Rp2.784.000
  • Harga emas 3 gram: Rp4.156.000
  • Harga emas 5 gram: Rp6.904.000
  • Harga emas 10 gram: Rp13.730.000
  • Harga emas 25 gram: Rp34.162.500
  • Harga emas 50 gram: Rp68.205.000
  • Harga emas 100 gram: Rp136.290.000
  • Harga emas 250 gram: Rp340.337.500
  • Harga emas 500 gram: Rp680.375.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.360.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Survei: Tiga Manfaat Wajib ada untuk Menarik Minat Pelamar Kerja

0
Paparkan hasil survei (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Survei Populix dan KitaLulus menyebutkan selain gaji ada tiga manfaat yaitu tunjangan hari raya (THR), jaminan sosial ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) dan asuransi Kesehatan (BPJS Kesehatan) yang menjadi pertimbangan pelamar kerja memilih perusahaan.

Survei terhadap para pencari kerja menunjukkan benefit ini dipilih oleh 65 persen sampai 75 persen pencari kerja. Benefit lain yang jadi pertimbangan adalah upah lembur (63 persen), bonus kinerja (63 persen) dan cuti tahunan (62 persen).

Sementara pendidikan dan pelatihan, tunjangan tempat tinggal, serta cuti melahirkan menempati 3 terbawah sebagai tunjangan yang diminati pencari kerja.

“Secara umum, responden banyak yang mempertimbangkan gaji (75 persen), pengembangan diri (69 persen), dan jenjang karir (59 persen) saat mencari pekerjaan,” kata Peneliti Senior Populix, Wayan Aristana Prawira dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Di sisi lain, lingkungan kerja serta fleksibilitas kerja (baik waktu maupun tempat) cukup dipertimbangkan oleh responden, diikuti dengan tunjangan yang ditawarkan perusahaan (43 persen).

Meski menjadi salah satu benefit yang dibutuhkan para pencari kerja, namun masih banyak perusahaan yang belum mematuhi kewajibannya untuk memberikan jaminan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

“Dalam survei ini misalnya hanya 35 persen pekerja yang mengaku pernah menerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan secara penuh. Kemudian, sebanyak 12 persen pekerja mengaku pernah menerima namun hanya BPJS Kesehatan saja, dan 11 persen pernah menerima tetapi hanya BPJS Ketenagakerjaan saja,” ujar Aris.

Dia juga menyebutkan, bagi pekerja, tunjangan atau benefit jaminan sosial sangat bermanfaat. “Sebesar 96 persen responden yang pernah mendapatkan jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan menyatakan bahwa layanan tersebut sangat bermanfaat,” kata Aris.

Banyak responden memandang bahwa BPJS Ketenagakerjaan bermanfaat karena memberikan jaminan/dana/tabungan pensiun/hari tua (31%) dan sebagai dana darurat/dana ketika tidak bekerja (18 persen).

Sementara itu, di antara berbagai jenis jaminan ketenagakerjaan, pekerja memberikan penilaian berbeda terhadap masing-masing jaminan.

Secara umum, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Pensiun dianggap paling penting oleh responden pencari kerja, disusul oleh Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan. (ant)