Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 614

Poltekpar Lombok dan ITDC Bangun Kesepakatan untuk Pengembangan SDM Pariwisata NTB

0
Dirut ITDC Ari Respati dan Direktur Poltekpar Lombok Dr. Ali Muhtasom menandatangani kesepahaman bersama pengembangan SDM pariwisata NTB, Kamis kemarin.(ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Politeknik Pariwisata Lombok bersama PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersepakatan untuk memperkuat kolaborasi guna mendukung upaya pengembangan pariwisata di NTB. Termasuk dalam hal pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisatanya. Langkah strategis tersebut diharapkan bisa menciptakan ekosistem pariwisata NTB yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Kesepakatan bersama ditandai dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara Poltekpar Lombok dan ITDC, di Mataram, Kamis , 29 Agustus 2024. “Kerjasama ini bukan hanya sekadar formalitas. Tetapi wujud komitmen bersama untuk mendorong kemajuan pariwisata masa depan yang lebih baik,” terang Direktur Poltekpar Lombok Dr. Ali Muhtasom, A.Md., MM., CHCM. CHE., dalam keteranganya, Jumat, 30 Agustus 2024.

Bagi Poltekpar Lombok sebutnya, kerjasama tersebut memiliki arti penting. Utamanya dalam mendukung proses belajar mengajar. Di mana dengan sinergi antara dunia pendidikan dan industry tersebut, nantinya mahasiswa Poltekpar Lombok tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan teoritis saja. Tetapi juga pengalaman praktis yang esensial dalam membangun karir di sektor pariwisata.

“Kami berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya tenaga kerja yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi dinamika industri pariwisata yang terus berkembang,” tegasnya.

Pihaknya percaya bahwa pendidikan yang berkualitas itu harus didukung oleh pengalaman praktis yang relevan. Sehingga akan bisa melahirkan profesional-profesional pariwisata yang siap menghadapi tantangan industri di masa depan.

Hal senada juga disamapikan Direktur Utama ITDC Ari Respati. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan SDM, khususnya di bidang pariwisata. Melalui kerjasama strategis tersebut diharapkan akan tercipta tenaga kerja yang unggul dan siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.

“Kerjasama ini mencakup penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya institusi. Dengan adanya kolaborasi ini, kualitas pendidikan vokasi di Lombok dan NTB pada umumnya diharapkan isa meningkat. Sekaligus bisa berontribusi nyata dalam pengembangan pariwisata di kawasan The Mandalika sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia,” jelas Ari.

Pihaknya pun berkomitmen untuk terus memperluas kerjasama sebagai langkah strategis dalam membentuk masa depan pariwisata Indonesia kedepan. Dan, akan terus berinovasi serta beradaptasi untuk memastikan setiap inisiatif yang dihasilkan dari kemitraan yang ada bisa benar-benar berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan dan kemakmuran masyarakat. Sekaligus menjadi kebanggaan nasional. (kir)

MFoS Ajang Terakhir Sebelum Sirkuit Mandalika Ditutup

0
Salah satu mobil balap tengah menjajak lintasan Sirkuit Mandalika dalam ajang Mandiri Festival of Speed (MFoS) Jumat 30 Agustus 2024 kemarin. Ajang tersebut berlangsung hingga Minggu 1 September 2024 besok(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Akhir pekan ini ajang Mandiri Festival of Speed siap digelar di Pertamina Mandalika International Circuit. Ajang tersebut bakal menjadi ajang terakhir yang digelar sebelum sirkuit Mandalika ditutup mulai pekan depan. Untuk persiapan menyambut gelaran event balap dunia MotoGP yang akan berlangsung pada 27-29 September 2024 mendatang.

“MFoS ini merupakan ajang terakhir yang digelar sebelum sirkuit Mandalika kita tutup. Untuk keperluan persiapan menyongsong MotoGP. Terutama pengecatan ulang di area lintasan sirkuit Mandalika yang memang butuh waktu cukup lama,” terang Direktur Utama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) Priandhi Satria, pada acara Sunset Meet Up Road to MotoGP 2024 – MFoS di kawasan Kuta Beach Park (KBP), Jumat (30/8) kemarin.

MGPA selama ajang MFoS juga akan melakukan pengecek terakhir terhadap semua fasilitas dan utilitas penunjang yang ada di sirkuit Mandalika. Mulai panel lampu sirkuit, monitor, CCTV, digital flag dan lainya. Termasuk juga kesiapan marshal dan fasilitas penunjangnya. Seperti bendera dan sarana penunjang lainnya.

“Jadi selama gelaran MFoS ini semua utilitas di sirkuit Mandalika kita aktifkan. Untuk memeriksa kondisinya, apakah masih berfungsi baik atau tidak,” jelas Priandhi.

MFoS sendiri lanjutnya, merupakan gabungan dari beberapa event balap mobil dan motor. Dengan kegiatan dipusatkan di sirkuit Mandalika. Di dalamnya ada ajang Porsche Challenge Indonesia, JDM (Japanese Domestic Market), Radical Indonesia Series serta ajang track day dari komunitas dan penggemar motor dan mobil. Diikuti puluhan mobil dan motor dengan spek balap. Dari pabrikan Jepang dan Eropa.

Dipadukan dengan berbagai kegiatan di luar track. Seperti temu pengemar mobil dan motor serta event hiburan lainya. “Semua itu digabung menjadi satu dalam bentuk festival,” terangnya seraya menambahkan ajang tersebut bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat maupun wisatawan.

Sebagai ajang yang baru pertama kali digelar di Indonesia, kedepan MFoS bisa menjadi sebuah festival yang prestisius. Bisa menghadirkan berbagai kalangan pecinta otomotif, penggemar hingga komunikasi motor dan mobil. Seperti ajang-ajang serupa di luar negeri.

“Tidak kalah penting, dengan semakin banyaknya event yang digelar di sirkuit Mandalika dan kawasan The Mandalika, maka bisa membantu mengerakkan berbagai industry dan dunia usaha di daerah ini. Mulai dari jasa, transportasi, akomodasi, kuliner hingga UMKM,” tambah Direktur Operasi ITDC Wenda R. Nabiel.

Kehadiran berbagai ajang tersebut juga bisa menjadikan sirkuit Mandalika sebagai destinasi wisata yang inklusif. Bisa dinikmati oleh semua kalangan. Bukan menjadi destinasi yang eksklusif yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu saja. “Selama tahun 2024 ini sirkuit Mandalika sudah dibooking untuk berbagai ajang selama 256 hari. Termasuk ajang MFoS yang akan digelar akhir pekan ini. Jadi nyaris sepanjang tahun sirkuit Mandalika selalu diisi dengan berbagai kegiatan,” pungkas Wenda. (kir)

Kiprah Kancira Daha Lestarikan Kerajinan Tenun Muna Pa’a

0
Siti Nursa (60) ketua kelompok tenun Kancira Daha Kecamatan Hu’u saat menenun kain Muna Pa’a didampingi anggotanya di rumah produksi.(ekbisntb.com/ula)

Dompu (ekbisntb.com) – Usia senja tak membuat kedua tangan Siti Nursa kehilangan irama. Jemarinya lincah menata benang-benang berwarna pada alat tenun berbahan kayu. Tatapan matanya tajam, memastikan setiap helai benang berada pada posisi tepat untuk membentuk sebuah pola. Setelah usai serangkaian penenunan tradisional yang cukup rumit dan memakan waktu, tampaklah Muna Pa’a yang menjadi kebanggaan masyarakat Dompu.

Muna Pa’a adalah tenun asli Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada masa kesultanan lampau, kain ini digunakan oleh para sultan dan bangsawan Dompu untuk menunjukkan status kebesaran mereka. Nilai historis yang berharga membuat kain bercorak tiga dimensi ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia pada tahun 2023.

Penetapan tersebut membuat semangat pelestarian warisan budaya Muna Pa’a semakin menggema di Kabupaten Dompu. Kancira Daha, sebuah kelompok tenun yang berasal dari Kecamatan Hu’u, turut mengambil peran. Kelompok yang beranggotakan enam orang perempuan ini terus mengembangkan kapasitas untuk berkontribusi terhadap pelestarian budaya sekaligus meningkatkan taraf ekonomi lokal.

Siti Nursa (60) adalah ketua kelompok tenun Kancira Daha. Menurutnya, sebelum berbentuk kelompok, para perempuan di desanya biasa menenun kain untuk keperluan pribadi. Mereka membuat tenun Nggoli khas Suku Mbojo dari Bima dan Dompu, dan juga kain-kain dengan motif sederhana. Kesamaan minat membuat mereka berkarya secara berkelompok. Nama Kancira Daha sendiri berasal dari nama dusun dan desa setempat.

Nursa menjelaskan, kelompok ini berjalan secara swadaya dengan penuh keterbatasan. Mereka tidak memiliki fasilitas yang memadai maupun pendampingan intensif agar hasil tenun mereka semakin bermutu. Namun semuanya membaik ketika PT Sumbawa Timur Mining (STM), perusahaan yang sedang melakukan eksplorasi tembaga di Kecamatan Hu’u, memberikan perhatian lebih kepada kelompok tenun Kancira Daha pada tahun 2022.

“Sudah banyak dukungan yang diberikan STM sejak awal pendampingan. Perusahaan membuka pengetahuan kami tentang bisnis tenun, meningkatkan promosi, hingga memfasilitasi akses pasar. Kami juga mendapat bantuan peralatan produksi kain tenun dan etalase untuk menyimpan produk-produk kami,” katanya.

Nursa menambahkan, di antara semua dukungan tersebut, yang paling ia syukuri adalah kesediaan perusahaan untuk mengajari kelompok tenun Kancira Daha membuat kain Muna Pa’a. Nursa dan rekan-rekannya cukup mengenal Muna Pa’a dan mengetahui bahwa jenis tenun ini adalah salah satu warisan budaya Dompu, tetapi mereka belum terbiasa membuatnya. Nursa mengatakan bahwa teknik dan pola pembuatan Muna Pa’a tidak sama dengan kain-kain tenun yang biasa ia buat.

“Selama ini kami hanya mendengar dan melihat saja tentang tenun Muna Pa’a. Katanya, tenun ini sudah ada sejak zaman kesultanan dulu. Kami baru belajar membuat Muna Pa’a bersama program pendampingan STM. Ini berbeda dengan tenun yang biasa kami buat karena lebih banyak kreasi dan kami harus lebih teliti,” ucap Nursa.

Meskipun perlu beradaptasi, perlahan tetapi pasti, kelompok tenun Kancira Daha dapat memproduksi kain Muna Pa’a sendiri. Waktu yang dibutuhkan seorang penenun untuk membuat kain Muna Pa’a berukuran satu meter adalah paling lama 14 hari. Pengerjaan ini memakan waktu dua kali lipat lebih lama dibandingkan kain tenun biasa. Namun, para anggota kelompok mengaku menikmati setiap prosesnya.

Dari segi ekonomi, kerajinan tenun Muna Pa’a dapat memberikan penghasilan tambahan bagi para anggota Kancira Daha yang sebagian berprofesi sebagai petani sayur-mayur. Harga satu kain Muna Pa’a berukuran panjang 4 meter dan lebar 68 centimeter berkisar Rp.600.000. “Pendampingan oleh STM telah meningkatkan kemampuan kami dalam membuat kain-kain tradisional dan membantu kami dalam mewujudkan kemandirian ekonomi,” ujar Nursa.

Kini masing – masing anggota memiliki peralatan tenun tradisional dan disimpan di setiap rumah. Sehingga anggota bisa menenun di sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga. Rumah kayu 9 tiang milik Siti Nursa menjadi tempat pertemuan kelompok. Sehingga kekompakan kelompok bisa terus terjaga.

Sejak didampingi STM, nama Kancira Daha beserta produk-produk yang dibuatnya semakin dikenal luas. Kelompok ini difasilitasi untuk terhubung dengan Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu demi pengembangan usaha yang lebih baik. Selain itu, Kancira Daha juga mengikuti pameran-pameran usaha lokal seperti Dompu Expo bersama STM pada Juni 2024 lalu dan tak menutup kemungkinan untuk terlibat pada pameran lainnya yang lebih besar.

“Alhamdulillah produk kami semakin dikenal. Kami telah membuatkan pesananan Muna Pa’a sebanyak 22 lembar untuk kantor pemerintahan, termasuk digunakan oleh Bapak Bupati Kabupaten Dompu beserta Ibu. Kami juga menjalin kerja sama dengan pengusaha wisata di Pantai Lakey Hu’u untuk pembuatan oleh-oleh. Belum lagi, berbagai pesanan yang datang dari STM untuk keperluan dalam negeri dan luar negeri,” jelas Nursa.

Nursa dan para anggota kelompok tenun Kancira Daha sangat menghargai program pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi yang diinisiasi oleh STM. Program ini berkontribusi dalam pelestarian kain tradisional di Kabupaten Dompu, khususnya tenun Muna Pa’a. Program ini juga memberi kesempatan bagi para peremuan Desa Daha untuk memperkuat ekonomi keluarga.

“Dukungan dari STM sangat berarti bagi kami dan semoga semakin banyak pihak-pihak yang peduli terhadap perkembangan UMKM. Kami berharap tradisi tenun tradisional ini tidak hanya dilakukan oleh orang-orang berusia lanjut seperti saya, tetapi juga oleh generasi muda. Kain tenun ini harus terus ada dan menjadi ciri khas Kabupaten Dompu,” tandasnya. (ula)

Dewan Pers Tetapkan 11 Anggota Komite Perpres Publisher Rights

0
Acara kegiatan penetapan anggota komite(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Dewan Pers telah menetapkan 11 anggota Komite pelaksana Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Platform Digital Mendukung Jurnalis Berkualitas atau Perpres Publisher Rights.

“Tim seleksi telah menetapkan 11 orang sebagai anggota komite Perpres Nomor 32 Tahun 2024 yang telah ditetapkan melalui putusan Dewan Pers tanggal 19 Agustus 2024,” ujar Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu di Jakarta, Jumat.

Ninik menjelaskan, sebanyak 11 anggota komite tersebut terdiri atas lima orang unsur Dewan Pers, lima orang mewakili unsur ahli dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, dan satu orang mewakili unsur pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Adapun nama-nama anggota tersebut yakni Alexander Carolus Suban, Fransiskus Surdiarsis, Herik Kurniawan, Sasmito, dan Dr. Suprato. Kelimanya merupakan unsur dari Dewan Pers.

Dari unsur pakar atau ahli yakni Ambang Priyonggo MA, Damar Juniarto, Dr. Guntur Syahputra Saragih, Indriaswati Dyah Saptaningrum, dan Kristiono Setyadi.

Sementara dari unsur pemerintah adalah Mediodecci Lustarini yang merupakan Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo.

Ninik mengatakan 11 anggota komite yang telah ditetapkan tersebut akan mulai melaksanakan tugas mulai 1 September 2024.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas, kata dia, setiap anggota komite telah menerima surat keputusan dari Dewan Pers yang mencakup empat aspek penting.

Pertama, standar tata kelola komite; kedua, standar operasional perjanjian kerja sama antara perusahaan pers dan platform digital; ketiga, standar operasional mediasi; dan keempat, standar operasional pengawasan terhadap dukungan platform digital dalam mendukung jurnalisme berkualitas. Hal tersebut sesuai dengan mandat Pasal 7 dalam Perpres tersebut.

Ninik berharap komite ini dapat bekerja optimal sesuai dengan tujuan Perpres, salah satunya adalah mendukung ekosistem pers yang lebih sehat serta memastikan adanya pembagian keuntungan yang adil antara perusahaan platform dan perusahaan pers.

Lebih lanjut Ninik menambahkan bahwa komite ini pada dasarnya berfungsi secara pasif dalam konteks perjanjian antara publisher dan platform dengan perusahaan pers yang bersifat business-to-business (B2B).

Apabila terjadi sengketa atau ada perusahaan pers yang membutuhkan konsultasi mengenai perjanjian kerja dengan platform digital, komite akan berperan sebagai mediator atau konsultan.

“Karena selain perusahaan-perusahaan pers yang besar yang sekarang ini sudah mandiri bisa melakukan sendiri, banyak juga perusahaan pers yang kecil-kecil yang belum memahami bagaimana cara melakukan kerja sama,” ucap dia.

Di samping itu, lanjutnya, komite diharapkan dapat aktif dalam melakukan pengawasan agar platform digital memberikan dukungan yang signifikan untuk membangun ekosistem digital yang sehat di Indonesia.

Hal itu termasuk memfasilitasi pemberitaan yang sesuai dengan undang-undang dasar, keberagaman, serta mendorong inklusivitas. Komite juga akan memastikan bahwa perusahaan platform dan perusahaan pers memberikan dukungan kepada jurnalis melalui berbagai pelatihan.

Selain itu, pasal 5 Perpres ini juga menekankan pentingnya perusahaan platform untuk merancang algoritma yang mendukung peraturan pemerintah, mencegah polarisasi, dan mempromosikan keberagaman serta inklusivitas di Indonesia.

“Kita berharap dengan terbentuknya komite ini, jurnalisme berkualitas dapat lebih terlindungi, sementara hak-hak jurnalis dan media tetap terjaga,” ucap Ninik. (ant)

OJK: Penting Meningkatkan Literasi Keuangan Bagi Perempuan

0
Seminar penyuluhan literasi keuangan(ekbisntb.com/ant)

Pekalongan (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan Tegal (OJK), Jawa Tengah, memandang pentingnya meningkatkan literasi keuangan di kalangan perempuan karena sesuai hasil survei literasi dan inklusi keuangan syariah secara nasional oleh OJK bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik 2023 mencapai 26,3 persen.

“Selain itu, tingkat indeks literasi keuangan syariah sebesar 39,1 persen menunjukkan pemahaman yang rendah terhadap produk-produk keuangan syariah yang dipasarkan oleh lembaga keuangan syariah,” kata Kepala OJK Tegal Novianto Utono di Pekalongan, Kamis.

Ia mengatakan tiga pilar utama yang harus dikuasai yaitu menabung, investasi, dan proteksi.

“Meski menabung tidak secara langsung membuat seseorang kaya namun dengan menerapkan kebiasaan menabung secara rutin dapat menanamkan disiplin finansial,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap investasi yang tidak jelas dan berisiko tinggi, maupun yang dapat membawa kerugian besar.

“Hal-hal inilah kami menggarisbawahi pentingnya mengurangi gap antara inklusi dan literasi keuangan di masyarakat,” katanya.

Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Ida Ayu Dwirani mengingatkan risiko-risiko kehidupan yang dapat mempengaruhi keuangan keluarga.

Risiko-risiko tersebut seperti sakit, kecelakaan, atau kematian yang dapat mengancam stabilitas keuangan keluarga namun risiko itu dapat dikelola dengan baik melalui perencanaan keuangan yang matang, termasuk dengan proteksi asuransi.

“Oleh karena itu, kami memberikan wawasan mendalam bagi para peserta tentang pentingnya proteksi dan perencanaan keuangan untuk menjaga kesejahteraan keluarga,” katanya. (ant)

Kemenkop RI Mendorong NTB Mengembangkan Potensi Luar Biasa Pertanian dan Perikanan

0
Riza Damanik (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) terus mendorong peningkatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi NTB, khususnya dalam memanfaatkan potensi sumber daya alamnya yang begitu besar.

Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Koperasi dan UKM RI, Riza Damanik, saat mengikuti kegiatan launching merk “MyNyale” yang di inisiasi United Nation Industrial Development Organization (UNIDO), Jumat, 30 Agustus 2024 di Senggigi, Lombok Barat.

Menurut Riza, NTB ini punya dua kekuatan besar, yaitu agriculture yang luar biasa dengan kesuburan tanahnya. Dan aqua cutlute karena lautnya yang sangat subur. NTB memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan. Kedua sektor ini sangat subur dan menjadi anugerah tersendiri bagi provinsi ini.

“NTB ini di darat subur, di laut subur,” tegasnya.

Potensi yang begitu subur ini bisa dioptimalkan untuk meningkatkan nilai tambah produk UMKM melalui inovasi dan pengembangan produk turunan hasil pertanian, dan kelautan.

Salah satu komoditas unggulan NTB yang sangat potensial di laut adalah rumput laut. Riza menyoroti potensi besar rumput laut yang bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi, seperti bioplastik, pupuk organik, dan makanan olahan. Atau sejenisnya. Perempuan-perempuan pesisir dapat dikelola dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan industry turunan produk kelautan.

“Dengan memanfaatkan potensi laut melibatkan UMKM, kita bisa membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. karena suksesnya ekonomi dari pesisir itu ada di tangan perempuan. Bapaknya menangkap atau membudidaya, ibunya yang mengolah. Ini yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Selain rumput laut, sektor pertanian juga menjadi perhatian utama. Kemenkop UKM mendorong pengembangan klaster ekonomi berbasis pertanian NTB dari hulu ke hilir.

“Tadi kita sudah diskusi juga dengan kepala dinas perdagangan NTB. Bisa dikembangkan inovasi pembiayaan untuk mendukung petani dan UMKM,” tambah Riza.

Untuk mendukung pengembangan UMKM di sektor pertanian dan perikanan, Kemenkop UKM telah mengembangkan beberapa skema pembiayaan inovatif. Salah satunya adalah blended financing antara pembiayaan untuk koperasi sebagai offtaker dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Selain itu, skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) kluster juga akan dimanfaatkan untuk mendukung UMKM di sektor pertanian dan kelautan.

“Dengan skema ini, petani mendapatkan pembiayaan untuk produksi, sementara koperasi mendapatkan pembiayaan untuk membeli produk petani. Skema ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi petani.” jelas Riza.

Riza optimistis bahwa dengan berbagai upaya yang dilakukan, ekonomi NTB akan tumbuh lebih pesat.

“Saya kira, dengan begini, ekonomi bisa tumbuh lebih Gemilang pada akhirnya,” ujarnya.

Kemenkop dan UKM RI, sambungnya, dalam dua tahun terakhir ini menekankan perioritas pada dua hal. Bagaimana mendorong ekonomi UMKM lebih ramah lingkungan. Dan mendorong perempuan dan anak anak muda lebih aktif terlibat dalam memperkuat pelaku UMKM supaya menghasilkan produk-produk yang bernilai tambah.

“Kita punya PR ini,” katanya.

Kemenkop dan UKM RI sudah bekerjasama dengan banyak institusi dalam dan luar negeri, dimana salah satu perioritasnya adalah mengembangkan UMKM dan koperasi di sektot ril. Dalam hal ini pertanian dan perikanan.

Untuk memperkuat ekosistem ekonomi, diperlukan inovasi-inovasi terus menerus terhadap produk pertanian dan perikanan ini.

Hadir dalam kegiatan ini, unsur dari Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Dinas Perdagangan NTB, Bank Indonesia, Kamar Dagang Industri (Kadin) dan UMKM serta unsur terkait lainnya.(bul)

Jelang MotoGP 2024, Sirkuit Mandalika Akan Ditutup

0
Sirkuit Mandalika (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Mandalika Grandprix Assosation (MGPA) selaku pengelola event di Sirkuit Mandalika akan melakukan penutupan, jelang diselenggarakannya balapan MotoGP tanggal 27-29 September 2024 ini.

“Urgent sih tidak ada, mulai minggu depan kami tutup sirkuitnya karena kita akan melakukan pengecatan saja. Itu paling makan waktu. Kalau sudah selesai kita cat, nggak bisa langsung dipakai harus nunggu kering,” ujar Direktur Utama MGPA Prihandi Satria, Jumat, 30 Agustus 2024.

Pengecatnya dilakukan di pinggiran sirkut dan beberapa titik kerb yang catnya mulai memudar karena setelah dilintasi roda kendaraan yang masuk di Sirkuit. Sementar untuk motif, Andhi mengatakan masih tetap menggunakan motif Batik Sasambo.

“Mungkin kita menambahkan beberapa logo sponsor dibeberapa tikungan. Tidak ada (penambahan alat,red) tahun ini kita ada beberapa kali menjalankan event, semua mempergunakan barang yang sama, yang membedakan kendaraan pembalapnya saja,” jelasnya.

Andhi menegaskan kembali, persiapan pelaksaan event internasional ini bisa sudah sangat siap. Baik kesiapan di dalam sirkuit, maupun luar sirkuit. Untuk kesiapan di dalam sirkuit, diantaranya rambu-rambu, hingga marshal. Bahkan pada 30 Agustus sampai 1 September 2024, digelar salah satu event Mandalika Off Speed sekaligus untuk memeriksa semua sistem yang akan digunakan nanti ketika MotoGP. Termasuk untuk memastikan alat-alat evakuasi.

“Dari bendera, sampai semuanya di cek. Kita lihat mana yang bagus, mana yang bermasalah, mana yang perlu di perbaiki, dirawat dan mana perlu di ganti,” katanya.

Sementara untuk kesiapan diluar trek, dari paddock hanya mempersiapkan segala sesuatu untuk menunjang jalannya balapan saja. Seperti paddock cafe, garasi, kontainer komponen motor balap,BBM dan lain- lainnya.

“Semua berjalan dengan baik dan rutin. Karena menjalankan event pertamina mandalika sirkuit ini sudah menjadi satu rutunitas bagi kita semua MGPA, baik dari sistemnya, elektroniknya, marshal dan operasinya,” jelasnya.

Ada juga beberapa side event yang akan dilaksanakan dalam rangkaian MotoGP Mandalika 2024, diantaranya, hiburan menampilkan band-band musik selama moment berlangsungnya MotoGP. Untuk itu, Andhi mengatakan, dibutuhkan terus menerus dukungan semua pihak, masyarakat, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat untuk mendukung lancarnya balapan bergengsi di dunia ini.

“Karena ini (MotoGP) adalah event besar, dan Indonesia menjadi tuan rumah,” tambahnya.

“Kita tetap butuh dukungan para stakeholder baik di pusat mulai pemerintah, kementerian lembaga lainnya dan semua para pihak. Ini bukan event ITDC saja, trapi event kita semua,” tandasnya.(bul)

BPPD NTB Sayangkan, Nonton MotoGP Mandalika Lebih Mahal Dibanding Nonton di Sepang

0
Sahlan M. Saleh (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB, Sahlan M. Saleh menyayangkan harga paket nonton MotoGP ke Sirkuit Sepang, Malaysia jauh lebih murah dibandingkan dengan paket nonton MotoGP di Mandalika, Lombok.

Perbedaan harga paket nonton MotoGP ini dikatakan dapat mempengaruhi jumlah kunjungan atau wisatawan ke Mandalika pada saat perhelatan berlangsung. Apalagi jarak antara gelaran MotoGP Mandalika 27-29 September 2024 ini dengan balapan di Sirkuit Sepang hanya satu bulan.

“Harga tiket ini sangat mempengaruhi demand MotoGP ini, karena Sepang, Malaysia sedang menjual juga, Buriram sedang menjual juga. Paket ke Sepang dan Buriram jauh lebih murah,” ujarnya.

Harga paket wisata ke Malaysia termasuk untuk menonton MotoGP hanya Rp5 juta saja, di Mandalika, termasuk dengan harga tiket pesawat mencapai Rp12 juta. Dua kali lipat lebih murah ke Sepang dibanding ke Mandalika.

Ketua Astindo NTB ini juga mengatakan tingginya harga paket wisata NTB mengganggu kegiatan promosinya, apalagi negara tetangga menjual paket wisata dengan harga jauh lebih murah, ditambah lagi fasilitas seperti sirkuit tidak hanya ada di Mandalika.

Menurutnya, faktor utama yang menyebabkan tingginya harga paket wisata ke Mandalika pada saat MotoGP ini terletak pada harga tiket pesawat. Yang mana harga tiket pesawat dari Jakarta – Lombok atau sebaliknya dimulai dari angka Rp1 juta.

Selain karena faktor penerbangan, para pelaku perhotelan juga memanfaatkan momentum perhelatan motor dunia ini dengan menaikkan harga hotel hingga berkali lipat, sehingga perihal ini menyebabkan banyak wisatawan takut untuk berkunjung ke Lombok, khususnya saat ada acara besar.

Meski demikian, sebagai Badan Promosi Pariwisata, Sahlan mengatakan pihaknya dengan anggota BPPD akan memaksimalkan promosi MotoGP Mandalika 2024 ini.
“Semua organisasi pariwisata, mari kita bahu membahu. Kita promosikan MotoGP kita untuk bagaimana penontonnya semakin banyak, dan tentu lini bisnis asosiasi itu tumbuh dan baik kembali seperti sebelum covid-19,” jelasnya.(era)

PT.Pertamina Melirik Afrika untuk Mengamankan Pasokan Energi

0
Aktifitas pengisian BBM (ekbisntb.com/tribunnews.com)

Jakarta (ekbisntb.com) – Perusahaan minyak dan gas milik negara PT Petrokimia Gresik akan memanfaatkan Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 sebagai wadah untuk menjajaki peluang kerja sama dengan negara-negara Afrika guna mengamankan pasokan energi nasional.

“Kami sangat terbuka terhadap peluang kerja sama dengan negara-negara di Afrika. Kepentingan negara-negara Afrika bagi PT. PERTAMINA adalah upaya kami untuk mengamankan sumber energi bagi Indonesia,” kata Direktur Pemasaran dan Operasional PT Patra Jasa, Litta Indriya Ariesca, dalam jumpa pers, Kamis.

Menurutnya, sejak 2013, PT. Pertamina telah melebarkan sayap bisnisnya di Afrika. Di sektor hulu dan gas, PT. Pertamina telah hadir di Aljazair, Gabon, Nigeria, Angola, Namibia, dan Tanzania.

Total produksinya telah mencapai sekitar 78,2 juta barel minyak per hari (MBOEPD) atau 34,1 juta barel minyak per hari dan sekitar 255,4 juta kaki kubik (MMcf) gas per hari.

Minyak mentah dari Afrika, ujarnya, cocok untuk kilang milik PT.

“Pada IAF kali ini, kami akan menampilkan beberapa produk atau layanan yang dapat dikembangkan di negara-negara Afrika. Dan tentu saja, kami masih terus berekspansi, terutama di hulu, dalam hal pengembangan energi nasional di mana,” ungkapnya.

Pada forum tersebut, Petronas akan memperkenalkan sejumlah anak perusahaannya, seperti PT. Petrosea Tbk.

Ariesca menambahkan, Afrika memiliki potensi yang sangat besar pada tahun 2063 dengan mempertimbangkan Agenda Pembangunan Afrika. Oleh karena itu, PT.Pertamina ingin bekerja sama dengan negara-negara Afrika untuk mengeksplorasi peluang potensial tersebut.

Direktur Utama dan CEO PT ESSA Industries Indonesia, Kanishk Laroya, mengatakan perusahaannya yang bergerak di sektor energi dan kimia melalui kilang LPG dan pabrik amonia, melihat potensi di sektor pupuk di Tanzania.

Setelah berkunjung ke Tanzania pada bulan Agustus 2013, ia menyadari bahwa Tanzania memiliki banyak peluang yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Namun, menurutnya, diperlukan lebih banyak penelitian untuk membangun bisnis di Tanzania.

“Apa yang kami lihat di Tanzania sangat ramah. Faktanya, Indonesia dan Tanzania memiliki sejarah yang sangat istimewa, di mana Presiden Tanzania dan (Bapak Pendiri Indonesia) Bung Karno sangat dekat saat itu, dan Tanzania juga merasa bahwa budaya Indonesia kami sangat mirip dengan budaya mereka,” kata Laroya.

Oleh karena itu, Laroya berharap IAF dapat menjadi momentum bagi perusahaan-perusahaan dari Indonesia dan sejumlah negara di Afrika untuk saling memasuki pasar masing-masing dengan lebih mudah dengan landasan bisnis dan hukum yang lebih konkret.

IAF akan diselenggarakan di Bali pada tanggal 1–3 September 2024. Acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh 28 kepala negara dan sekitar 800 peserta yang mewakili pemerintah, organisasi internasional dan regional, serta pengusaha dari Indonesia dan Afrika. (ant)

Harga Emas Antam Jumat Pagi Naik Rp1.000 jadi Rp1,413 juta per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Jumat pagi, meningkat tipis Rp1.000 menjadi Rp1.413.000 per gram.

Pada Kamis (29/8), harga emas Antam berada di level Rp1.412.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Jumat, yakni sebesar Rp1.260.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Jumat :

  • Harga emas 0,5 gram: Rp756.500
  • Harga emas 1 gram: Rp1.413.000
  • Harga emas 2 gram: Rp2.770.000
  • Harga emas 3 gram: Rp4.135.000
  • Harga emas 5 gram: Rp6.869.000
  • Harga emas 10 gram: Rp13.660.000
  • Harga emas 25 gram: Rp33.987.500
  • Harga emas 50 gram: Rp67.885.000
  • Harga emas 100 gram: Rp135.590.000
  • Harga emas 250 gram: Rp338.587.500
  • Harga emas 500 gram: Rp676.875.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.353.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)