Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 608

Kapal Pengangkut Gas Alam Terbesar di Dunia Sandar di Jetty PLTMGU Lombok Peaker, Siap Tunjang Keandalan Listrik Sistem Lombok

0
Kapal pengangkut gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG) pertama dan terbesar di dunia, Jayanti Baruna(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kapal pengangkut gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG) pertama dan terbesar di dunia, Jayanti Baruna, telah berlabuh di Jetty Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas dan Uap (PLTMGU) Lombok Peaker, Kecamatan Sekarbela, Mataram, Selasa, 3 September 2024.

First cargo kapal berkapasitas 23,38 MMSCF (Juta Standar Kaki Kubik Per Hari) ini diiringi water salute dan horn CNG Vessel sebagai bentuk penyambutan dan penghormatan secara simbolis.

Sandaran pertama CNG Jayanti Baruna di Jetty Lombok Peaker disambut oleh segenap insan PLN, di antaranya Executive Vice President Manajemen Konstruksi Jawa Madura Bali Maluku Papua Nusa Tenggara (EVP MKJ) Ratnasari Sjamsuddin, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), PT PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Timur dan Bali, serta PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTB.

Kapal dengan kategori green Shipping (dapat dioperasikan dengan BBM ataupun gas) ini tiba di Lombok Peaker membawa gas alam terkompresi dari Gresik, Jawa Timur, yang selanjutnya akan melalui serangkaian prosedur sebelum menyuplai energi untuk operasional PLTMGU Lombok Peaker.

Kapal pengangkut CNG menyimpan gas alam dalam wadah bertekanan dengan suhu lingkungan. Tidak seperti kapal pengangkut gas alam cair (liquid natural gas/LNG), kapal pengangkut CNG tidak memerlukan peralatan yang mahal seperti fasilitas pencairan (liquefaction) dan terminal regasifikasi.

“Hari ini apa yang kita rencanakan dan cita-citakan, proyek CNG Vessel dan CNG plant, baik di Gresik dan Lombok, sudah mendekati tahap akhir di mana perjalanan panjang dari proyek ini khususnya terkait dengan Vessel CNG kita dari Cina diproduksi dan alhamdulillah sudah sampai di Jetty Lombok Peaker,” kata EVP MKJ Ratnasari Sjamsuddin.

EVP MKJ Ratnasari mengungkapkan hanya tinggal menunggu waktu bagi PLTMGU Lombok Peaker untuk dapat beroperasi menggunakan gas dan meninggalkan energi solar. Sehingga, akan lebih ramah lingkungan.

“Ini adalah tujuan utama dari pembangunan CNG Vessel dan CNG plant, yaitu untuk menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik, menekan angka subsidi, sekaligus meningkatkan keandalan Sistem Lombok ini,” ucap EVP MKJ Ratnasari Sjamsuddin.

Keberhasilan penyandaran kapal CNG di Lombok Peaker ini tak lain berkat ditunjang infrastruktur terminal khusus (tersus) Jetty PLTMGU Lombok Peaker yang memadai.

Jetty yang telah memeroleh penetapan pemenuhan komitmen pengoperasian ini memang didesain untuk mengefisienkan proses bongkar muat bahan bakar yang akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional PLTMGU Lombok Peaker yang merupakan salah satu backbone pembangkit penyedia energi listrik pada Sistem Lombok.

General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra, Abdul Nahwan, mengatakan kalau jetty yang menempati posisi vital dalam menunjang operasional pembangkit ini mampu menampung sandaran kapal hingga maksimum 8000 DWT.

“Di samping suplai energi yang ramah lingkungan, kehadiran Jetty Lombok Peaker juga turut berkontribusi menurunkan BPP dari pembangkit itu sendiri,” ucap Abdul Nahwan.

Jetty untuk pelabuhan bongkar muat tersebut juga telah disesuaikan dengan kondisi lingkungan, sesuai izin yang telah dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan, sehingga dengan demikian keberadaan dermaga tidak mencemari lingkungan, apalagi mengganggu aktivitas masyarakat sekitar yang berprofesi sebagai nelayan.(bul)

BPPD NTB Khawatir, Rute Baru yang Dibuka Maskapai akan Tutup Lagi

0
Pengurus BPPD NTB, Sahlan M. Saleh (tengah), Abd Syukur, dan Umbu Joka saat berdiskusi tentang rute baru dari dan ke Lombok (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB mengkhawatirkan maskapai akan menutup kembali rute baru yang dibuka dari dan ke Lombok. Kekhawatiran ini menyusul masih rendahnya tingkat keterisian pesawat (load factor) pada rute-rute yang belum lama dibuka.

Ketua BPPD Provinsi NTB, Sahlan M. Saleh menyebut dua rute yang akan dibuka, Lombok Semarang dan Semarang – Lombok yang akan dilayani oleh maskapai Super Air Jet pada 8 September 2024 ini. dan rute Lombok – Batam ,Batam- Lombok yang akan dilayani juga oleh Super Air Jet pada 13 September 2024.

Selain Super Air Jet, maskapai Pelita Air juga mulai melayani rute Lombok-Jakarta dan sebaliknya pada 19 September 2024 dengan frekuensi penerbangan setiap hari.

“Sekarang sudah terbuka penerbangan ke sejumlah daerah dari dan ke Lombok. Jangan sampai, rute-rute yang baru dibuka ini akan tutup lagi,” katanya, Rabu, 4 September 2024 di sekretariat bersama BPPD NTB.

Kegelisahan BPPD soal eksistensi rute-rute baru ini karena masih rendahnya load factor pesawat pada rute-rute baru yang sudah dibuka sebelumnya. Diantaranya, Makasar, Balikpapan.

“Saya sudah hubungan manajemen maskapainya, katanya load factor masih kecil. Sementara biaya operasionalnya besar,” katanya.

Padahal, menurut Sahlan, agar maskapai membuka rute baru bukan perkara mudah. Karena itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab moral agar maskapai-masakapai ini tetap meramaikan layanan penerbangan dari dan ke Lombok.

BPPD NTB akan bersurat ke pemerintah daerah, termasuk kabupaten/kota di Provinsi NTB untuk mendorong promosi kegiatan agar rute-rute yang sudah dilayani maskapai ini tetap bisa dipertahankan.

“Kita akan bersurat ke pemerintah daerah, dan para stakeholder. Bagaimana caranya menggerakkan unsurnya, atau mempromosikan ke jaringannya di luar . atau bagaimana caranya menghadirkan event-event yang bisa mendatangkan orang dari luar, agar rute-rute yang sudah ada ini bisa terisi,” katanya.

“Ini tanggung jawab moral kita bersama. Tidak bisa BPPD sendiri, atau yang lainnya sendiri. Jangan sampai pas giliran ndak ada maskapai, kita teriaknya sana sini. Giliran sudah ada penerbangan, tidak ada yang mau mengisinya,” tambahnya.

Sahlan mengatakan, beberapa histori rute-rute domestic maupun internasional yang sudah dilayani dari dan ke Lombok, namun tutup. Diantaranya, Solo, Bandung, Banjarmasin, Kupang. Australia, dan Singapore.

“Sekali lagi, tidak mudah menghadirkan penerbanggan baru. Sekarang sudah ada. Tinggal dijaga. Dan dikembangkan,” ujarnya.

BPPD NTB juga akan mempromosikan ke seluruh asosiasi stakeholder, dan yang terkait. Termasuk, akan melakukan road show ke luar negeri, dan daerah-daerah yang sudah dilayani langsung penerbangan dari Lombok. Agar pemerintah daerah dan para mitra di luar dapat memanfaatkan rute-rute yang sudah ad aini untuk berwisata, atau melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi sehingga pesawatnya terisi.

“Karena kita sangat tergantung dari daerah lain, dan tergantung pariwisatanya. Sebab hal ini berkaitan dengan ekonomi langsung. Semakin banyak orang berlalu lalang, tidak saja maskapai tetap hidup, tetapi ekonomi masyarakat akan tumbuh dan bekembang jika perputaran uang di sini semakin besar.

Sebagai informasi tambahan, dengan adanya tambahan rute penerbangan Super Air Jet dan Pelita Air, nantinya Bandara Lombok akan melayani konektivitas langsung dari Lombok menuju sepuluh destinasi domestik, yaitu Jakarta (CGK), Surabaya (SUB), Yogyakarta (YIA), Bali (DPS), Bima (BMU), Sumbawa Besar (SWQ), Makassar (UPG), Balikpapan (BPN), Semarang (SRG), dan Batam (BTH). Penerbangan-penerbangan tersebut dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia (GA), Citilink (QG), Lion Air (JT), Batik Air (ID), Super Air Jet (IU), Wings Air (IW), dan Pelita Air (IP).

Sedangkan untuk penerbangan internasional, saat ini ada dua destinasi yakni tujuan Kuala Lumpur (KUL) yang dilayani oleh maskapai Indonesia AirAsia (QZ), AirAsia Berhad (AK), dan Batik Air Malaysia (OD) serta tujuan Singapura yang dilayani oleh Scoot (TR).(bul)

Kinerja Keuangan Moncer, BSI Cetak Pertumbuhan Laba 20,28 Persen

0
Direktur Information Technology Saladin D. Effendi, Wakil Direktur Utama Bob T. Ananta, Direktur Finance & Strategy Ade Cahyo Nugroho, Direktur Sales & Distribution Anton Sukarna, Direktur Risk Management Grandhis H. Harumansyah (paling kanan). (ekbisntb.com/r)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan kinerja keuangan yang sangat impresif pada kuartal II 2024. Per Juni 2024, laba bersih BSI mencapai Rp3,4 triliun, tumbuh 20,28% secara tahunan, menjadikan perseroan menorehkan pertumbuhan tertinggi di antara Top 10 bank di Indonesia.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan Perseroan berhasil menjaga kinerja keuangan dan bisnis secara sehat dan berkualitas sepanjang kuartal II tahun 2024, di tengah makroekonomi cukup menantang yang ditandai dengan naiknya suku bunga acuan seperti BI Rate yang naik ke level 6,25% pada awal kuartal II 2024 untuk mendukung stabilitas nilai rukar rupiah.

“Alhamdulillah, pertumbuhan BSI dalam berbagai indikator kunci, seperti aset, DPK, laba bersih, dan rasio CASA, merupakan yang tertinggi di industri perbankan nasional. Prestasi ini adalah bukti bahwa BSI sebagai bank syariah mampu bersaing dan unggul di tengah dinamika industri yang semakin kompetitif. Pertumbuhan yang konsisten di berbagai aspek ini juga mencerminkan solidnya kinerja BSI yang berkelanjutan,” kata Hery.

Hery menjelaskan capaian kinerja tersebut antara lain buah dari konsistensi manajemen menerapkan strategi bisnis perusahaan untuk fokus tumbuh sustain pada segmen ritel, konsumer dan UMKM baik dari sisi dana maupun pembiayaan. Saat ini komposisi dana murah mencapai 62,05%, sementara komposisi pembiayaan 71,73% berada di segmen ritel dan konsumer termasuk UMKM. Pada sisi lain baik dari sisi overhead cost maupun kualitas kredit terjaga dengan baik.

Lebih jauh Hery mengatakan bersyukur di tengah likuiditas yang ketat menyusul kenaikan suku bunga acuan, BSI masih dapat menumbuhkan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp296,70 triliun, naik 17,50%. Ditambah lagi, kinerja Tabungan naik 16,09% ke level Rp128,78 triliun di mana sekitar 39% atau Rp49,96 triliun merupakan tabungan Wadiah di mana perusahaan tidak memberikan bagi hasil sehingga dapat menjaga level cost of fund.

Likuiditas BSI bertumbuh juga seiring pertambahan nasabah yang per posisi Juni 2024 telah mencapai 20,46 juta. Solidnya likuiditas menopang kinerja pembiayaan BSI yang juga tumbuh di atas rerata industri perbankan nasional dengan kualitas yang terjaga. Per Juni 2024, pembiayaan BSI mencapai Rp257,39 triliun, tumbuh 15,99% yoy dengan NPF yang turun ke level 1,99% (gross) jauh membaik dibanding Juni 2023 sebesar 2,31%.

Kinerja pembiayaan ditopang oleh pembiayaan segmen ritel dan konsumer termasuk UMKM yang mencapai Rp184,61 triliun. Segmen wholesale mengomposisi 28,27% dengan outstanding Rp72,77 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa segmen ritel, konsumer dan UMKM memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan pembiayaan BSI, termasuk di produk gadai dan cicil emas. Sejalan dengan strategi pertumbuhan, pembiayaan emas BSI per posisi Juni 2024 mencapai Rp8,97 triliun, tumbuh 41,27% dengan NPF 0,07%.

Saat ini investasi emas cukup menarik minat termasuk generasi muda karena tergolong safe-haven dan kemampuannya untuk melindungi nilai aset dari inflasi. Pembiayaan cicil emas memiliki pertumbuhan signifikan mencapai 100,10% ke level Rp3,56 triliun, sementara gadai emas berada di level Rp5,41 triliun tumbuh 18,38%. ‘’Pembiayaan berbasis emas serta Tabungan emas saat ini telah dapat diakses secara digital melalui BSI Mobile,’’ ungkapnya.

Dengan kondisi likuiditas dan pembiayaan, sepanjang kuartal II 2024 pendapatan perusahaan ditopang oleh pendapatan margin dan bagi hasil yang naik 11,44% menjadi Rp12,08 triliun, serta pendapatan berbasis fee yang tumbuh 28,01% menjadi Rp2,48 triliun. Di sisi lain, rasio efisiensi (BOPO) turun dari 70,87% ke level 69,23%.  Di sisi rasio profitabilitas ROE perusahaan membaik ke 17,88% naik dari 17,27% posisi Juni 2023.

Hery pun menegaskan, selain laba bersih, beberapa indikator kinerja juga mencatatkan pertumbuhan dobel digit dan menjadi yang tertinggi di antara Top 10 bank di Indonesia. Untuk aset, BSI mencatat pertumbuhan sebesar 15,10% yoy menjadi Rp360,85 triliun, dan ini sebagai pertumbuhan tertinggi. Pertumbuhan Dana pihak ketiga (DPK) BSI sebesar 17,50% yoy menjadikannya yang tertinggi pula di Top 10 Bank Indonesia.

Layanan Digital Semakin Diminati

Selain indikator kinerja tersebut, pada Juni 2024 jumlah pengguna BSI Mobile ikut pula melonjak 12,72% (ytd) menjadi 7,12 juta orang. Hingga periode tersebut BSI mobile mencatatkan jumlah transaksi sebanyak 247,32 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp298,82 triliun.

BSI juga agresif meningkatkan Merchant QRIS untuk transaksi pembayaran. Hingga Juni 2024, Jumlah merchant QRIS yang bekerjasama dengan BSI mencapai 358 ribu, naik 30,84%. Untuk menjangkau masyarakat yang berada di daerah yang belum terdapat layanan bank, BSI Agen siap melayani kebutuhan nasabah mulai dari tarik tunai, transfer dan juga pembayaran lainnya.

Hingga Juni 2024, jumlah BSI Agen mencapai 102 ribu di seluruh Indonesia yang mencatatkan volume transaksi sebesar 12,7 juta dengan nilai mencapai Rp26,89 triliun. Menjamurnya BSI Agen membuktikan bahwa minat masyarakat bertransaksi syariah meningkat yang berdampak positif untuk pembukaan lapangan kerja baru melalui profesi BSI Agen.

BSI Kian Fokus Pada Green Activity

BSI juga aktif dalam mengimplementasikan prinsip Environment, Social and Governance (ESG). Diantara pelaksanaan prinsip ESG adalah pembiayaan keuangan berkelanjutan mencapai mencapai Rp61,1 triliun yang didominasi oleh pembiayaan UMKM sebesar Rp47,7 triliun, sementara pembiayaan green sektor didominasi sektor eco-efficient product Rp6,2 triliun, proyek eco-green Rp5,9 triliun dan energi terbarukan Rp0,7 triliun.

Di sisi lain, salah satu implementasi aktivitas ini adalah penyediaan 50 titik mesin RVM (Reverse Vending Machine) di seluruh Indonesia. Inisiatif tersebut saat ini berdampak pada pengurangan emisi karbon sebanyak 176,5 ton CO2eq dan telah mendaur ulang sebanyak 33,3 ton limbah plastik.

Kontribusi BSI untuk Masyarakat

Kontribusi lainnya dari BSI bagi masyarakat terlihat pula dari program spiritual dan sosial perseroan hingga Juni 2024. Di mana BSI telah menghimpun ziswaf sebesar Rp545 Miliar untuk penyaluran manfaat di sektor ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan dan dakwah advokasi yang penyaluran tersebut bekerjasama dengan pihak ketiga.

Adapun total penerima manfaat bidang di bidang ekonomi sebanyak 8.000 orang, bidang pendidikan sekitar 20.000 penerima manfaat. Sementara penerima manfaat di bidang kemanusiaan sebanyak 1,3 juta orang. Untuk penerima manfaat di bidang kesehatan sebanyak 3.000 orang, bidang dakwah dan advokasi 13.000 orang.

Dukung Penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut 2024

Di sisi lain, Hery juga menjelaskan bahwa BSI memberikan dukungan kuat pada penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) pada September 2024, khususnya yang dilaksanakan di Provinsi Aceh.

Selain sebagai Sponsor Platinum, BSI juga aktif meningkatkan layanan BSI di Bumi Serambi Mekah seperti penambahan mesin ATM, EDC, serta penyediaan uang kas. Khusus Aceh, dilakukan penambahan mesin ATM untuk mempermudah masyarakat menarik dana tunai sehingga total akan mencapai 910 unit ATM naik dari sekitar 795 posisi sebelum pelaksanaan PON.

Sementara EDC merchant akan bertambah menjadi 1.367 unit dari 987 unit. Untuk EDC BSI Agen akan bertambah menjadi 3.600 unit dari 3.121 unit. Penambahan juga dilakukan pada layanan laku pandai BSI Smart Agen menjadi sebanyak 18.000 dari 17.570 dan layanan QRIS menjadi 45.000 unit dari 43.774 unit. Sedangkan user register BSI Mobile ditargetkan meningkat menjadi 1 juta user dari posisi akhir Juli 2024 sebanyak 873.459 user yang terdaftar.

Hery menegaskan PON XXI Aceh-Sumut 2024 sebagai momen istimewa dan bersejarah, khususnya bagi masyarakat Aceh dan tentunya juga bagi BSI. Sebab, untuk pertama kalinya Aceh akan menjadi tuan rumah ajang multi-olahraga nasional dan BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia bertekad untuk mendukung suksesnya gelaran PON XXI.

“Bagi BSI, Aceh merupakan daerah yang sangat istimewa dan strategis. Tentu menjadi sebuah kehormatan bagi kami sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, untuk terus mengiringi pembangunan ekonomi di daerah Serambi Mekah ini. Salah satunya mendukung suksesnya penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut 2024. Ini selaras dengan komitmen BSI menjadi energi bagi Serambi Mekah untuk membangun dan menciptakan ekonomi yang mandiri, serta mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin,” pungkas Hery. (r)

PIN Polio Dosis II di NTB Sudah Capai Angka 90,4 Persen, Tim Gelar Jemput Bola

0
Pj Gubernur NTB Hassanudin saat menyaksikan anak-anak disuntik vaksin polio didampingi Wali Kota Mataram, Selasa 23 Juli 2024.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio putaran atau dosis II di Provinsi NTB sudah mencapai angka 90,4 persen per tanggal 2 September 2024 pukul 21.00 Wita. Diharapkan capaian pemberian imunisasi dosis II ini bisa mencapai target sebanyak 95 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr.dr H. Lalu Hamzi Fikri mengatakan, untuk mencapai target pemberian imunisasi polio di NTB, pihaknya melakukan sweeping atau jemput bola kepada seluruh sasaran. Meskipun data proyeksi berada di angka 90,4 persen untuk dosis II, namun data ril sebenarnya berada di angka 98,9 persen.

“Di dalam capaian itu sebenarnya ada data proyeksi sama ril. Kita sudah sampaikan ke pusat bahwa antara proyeksi sama ril itu berbeda. Dan ini menjadi atensi pemerintah pusat juga. Untuk capaian data ril kita untuk dosis I saja kita sudah bisa di angka 101 persen, namun data proyeksi 92,5 persen. Nah sekarang dosis II sudah 90,4 persen data proyeksi, dan ril kita sudah di angka 98,6 persen,” kata H. Lalu Hamzi Fikri kepada Ekbis NTB, Selasa 3 September 2024 kemarin.

Ia mengatakan, Dinas Kesehatan Provinsi NTB akan terus berupaya agar jangan sampai ada bayi-bayi di NTB yang belum mendapatkan imunisasi untuk mencegah masuknya kasus polio di NTB. Patut disyukuri bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya kasus polio di daerah ini.

“Kita tak ingin di tujuh provinsi (kasus polio-red) masuk ke NTB, maka diperlukan imunisasi ini untuk proteksi anak-anak kita yang berusia 0-7 tahun,” katanya.

Untuk diketahui, sasaran vaksin polio di NTB sebanyak 820.487 anak usia 0-7 tahun. Hingga kemarin, anak yang sudah divaksin sebanyak 741.724 orang, sehingga cakupan kumulatif untuk dosis I sebanyak 92,5 persen dan dosis II sebanyak 90,4 persen.

“Cakupan harian sebanyak 0,1 persen atau sekitar 1.168 anak,” katanya.

Sebelumnya, Pj Gubernur NTB Hassanudin memuji antusiasme orang tua membawa anaknya ke tempat pelaksanaan PIN Polio. Itu menjadi bukti bahwa para orang tua sudah tahu cara menyayangi anak yang benar. Yaitu dengan menjaga kesehatannya agar tidak menderita penyakit polio.

“Karena virus polio sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kelumpuhan seumur hidup,” kata Hassanudin di acara pencanangan PIN Polio Tahap II di Provinsi NTB digelar serentak di seluruh kabupaten/kota, Selasa 23 Juli 2024 lalu.

Dijelaskan, hingga saat ini memang tidak ditemukan adanya kasus polio di NTB. Namun karena adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di tujuh provinsi di Indonesia sehingga pemerintah bertekad memutus rantai penularan virus polio tersebut.

Hassanudin menegaskan, PIN Polio ini harus didukung semua pihak untuk menghadirkan sasaran ke Pos Pelayanan PIN Polio. Mulai dari keluarga, kader, kepala dusun, kepala lingkungan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengelola PAUD, TK, termasuk SD kelas satu dan dua, serta sekolah keagamaan.(ris)

Pemprov NTB Berharap Hosting Fee MotoGP Didanai Pusat

0
Asisten II Setda Provinsi NTB, H. Fathul Gani saat menjelaskan terkait hosting fee, Selasa, 3 September 2024 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Asisten II Setda Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si berharap seluruh biaya Hosting Fee MotoGP Mandalika 2024 didanai oleh Pemerintah Pusat.

Harapan ini muncul akibat dari tidak adanya alokasi anggaran dari daerah untuk pembiayaan Hosting Fee, juga karena banyaknya acara nasional yang dibebankan kepada daerah salah satunya adalah Pilkada serentak dan Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kementrian Pariwisata siap berkoordinasi dengan Pemprov, ya itu kita pegang. Kita berharap pusat sepenuhnya,” ujarnya, Selasa, 3 September 2024.

Sebelumnya, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan pihaknya siap kolaborasi dengan Pemprov NTB dan Pemda untuk membantu ITDC dalam membayar biaya Hosting kepada pemegang hak komersial eksklusif MotoGP, Dorna Sports.

Namun, karena Pemerintah Kabupaten juga tidak sanggup untuk membiayai hosting fee senilai Rp231 miliar ini, Pemprov NTB berharap Pemerintah Pusat memahami kondisi fiskal daerah NTB yang juga lemah.

“Tapi kita berharap pusat yang membayar seluruhnya, Pemerintah Kabupaten/Kota juga sama saja kondisi kita saat ini. Jadi, pusat mengharapkan pemda, kita harapkan pusat,” lanjut Gani.

Ia mengatakan fokus anggaran Pemprov NTB dan Pemerintah Kabupaten/Kota saat ini terfokus pada penyelenggaraan Pilkada serentak, yang mana program ini menyedot cukup banyak anggaran. “Kabupaten/Kota ndak sanggup, ya kan sama saja kondisi kita saat ini, sama-sama membiayai Pilkada serentak, dan fokus kita disitu,” sambungnya.

Gani menegaskan bahwa Pemprov NTB bukannya tidak sanggup untuk membantu membiayai Hosting Fee MotoGP ini, hanya saja pihaknya perlu mengetahui bagaimana mekanisme pembayaran, pun kalau bisa ia berharap keseluruhan pembiayaan ditanggung oleh pusat.

“Bukan masalah tidak mampu, mekanismenya kan harus dipahami, kita berharap ya pusat bayar semua,” pungkasnya. (era)

Jaga Arsip Daerah, Pemprov NTB Terapkan Aplikasi SRIKANDI

0
Sekda NTB dan Sekretaris ANRI setelah press Conference, Selasa, 3 September 2024 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sukses menggelar rapat koordinasi penerapan Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) yang diselenggarakan pada Selasa, 3 September 2024 di Mataram.

Rakor ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi dan Pemkot Mataram.

Sekretaris Daerah NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan perlu penerapan SRIKANDI ini untuk menjaga segala arsip daerah.

Menurutnya, dengan kasus hilangnya data pemerintah pusat beberapa menjadi catatan untuk mulai menggunakan aplikasi yang lebih aman sehingga segala dokumentasi tidak hilang jejak.

“Sekarang kita memproduksi dokumen surat menyurat kan tinggi sekali, menjadi penting ketika terdokumentasi dengan baik. Kalau kita memproduksi dokumen tanpa terdokumentasi dengan baik, kehilangan jejak nanti, makanya sistem SRIKANDI terus akan mengalami proses untuk penguatan-penguatan, dan kini kita sudah bertransformasi dari manual, menuju digital, dan ini sebuah keniscayaan,” jelasnya.

Selain itu, dengan dunia yang serba digital saat ini, penerapan Aplikasi SRIKANDI ini dinilai sangat mampu menyiapkan SDM daerah yang lebih unggul.

“Penekanan pada penyiapan SDM kita, dan ini adalah generasi muda yang akan melanjutkan birokrat-birokrat. Saat ini saja pendaftaran CPNS sudah melek IT dan lain sebagainya, jadi kantor kita ada di genggaman, proses birokrasi berlangsung secara lebih cepat, tapi harus dipastikan tetap ada keamanannya,” lanjutnya.

Menurut Sekretaris Utama Arsip Nasional (ANRI) RI, Rini Agustina, S.H., MAP., diterapkannya Aplikasi SRIKANDI ini dalam upaya untuk membentuk aplikasi satu data, artinya, seluruh bentuk kearsipan akan berpusat di aplikasi tersebut.

“Aplikasi SRIKANDI sebagai super aplikasi di bidang kearsipan, yang akan kita pergunakan sebagai sarana komunikasi kedinasan yang akan terintegrasi nantinya untuk bisa diterapkan diseluruh Indonesia,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa dengan diterapkan Aplikasi SRIKANDI oleh seluruh Pemerintah Daerah, maka akan lebih memudahkan koneksi bai kantar pusat dengan daerah, maupun daerah dan daerah.

Apabila Pemerintah Daerah telah memiliki aplikasi arsip sendiri, Rini mengatakan pihaknya membebaskan Pemda tersebut untuk menerapkan aplikasinya, asalkan bisa terkoneksi dengan aplikasi SRIKANDI.

“Seluruh pemerintah daerah diwajibkan untuk menggunakan srikandi ini, karena kalau tidak maka tidak akan bisa berkomunikasi. Apabila dia (pemda, red) masih memiliki aplikasi sendiri-sendiri yang dibangun, saya rasa ketika itu masih terconnect monggo saja bisa diaplikasikan dan itu dapat izinnya agar bisa connect di aplikasi SRIKANDI adalah izin di Kominfo,” jelasnya.

Penerapan Aplikasi SRIKANDI diharapkan mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi di bidang kearsipan, misalnya jika dulu ingin mengirim surat membutuhkan waktu yang lama, kini hanya tinggal klik, surat tersebut sudah tersampaikan pada tujuannya. (era)

Pemkab Lotim Komitmen Tingkatkan Jaringan Pasar Bawang Putih

0
Penjabat Bupati Lotim, HM. Juaini Taofik saat Panen bawang putih beberapa waktu lalu di Sembalun.(ekbisntb.com)

Lotim (ekbisntb.com) – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) berkomitmen untuk meningkatkan jaringan pasar untuk perdagangan komoditi bawang putih. Hal ini menjawab persoalan harga bawang putih yang selama ini selalu dikeluhkan petani.

Penegasan ini disampaikan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Pemerintah Daerah Kabupaten Lotim, Dr. Fauzan, Selasa kemarin. Dia mengutip penjelasan sebelumnya dari Penjabat Bupati Lotim, H.M. Juaini Taofik saat mengikuti panen raya bawang putih di Sembalun Lawang Kecamatan Sembalun beberapa waktu lalu.

Pj. Bupati tidak menampik hasil panen yang baik sejauh ini kerap terbentur dengan masalah harga. Sangat diharapkan harga jual bawang putih ini tetap hadirkan keuntungan bagi petani. Selain kuantitas produksi bagus, maka kualitas harga juga diharapkan juga bagus.

Pj. Bupati juga menyoroti pentingnya regenerasi petani di wilayah Sembalun, yang merupakan pusat hortikultura penting di Lombok Timur. Ia berharap banyak petani muda yang akan mengembangkan pertanian di daerah ini, memajukan tidak hanya Lombok Timur tetapi juga Indonesia secara keseluruhan.

Kepala Dinas Pertanian, Sahri, menambahkan bahwa budidaya bawang putih di Lombok Timur pada tahun ini mencapai luas terluas, yakni 425 hektar yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Sembalun, Suela, dan Wanasaba. Luas terbesar terdapat di Sembalun dengan 380 hektar. Hasil panen rata-rata mencapai 21 ton per hektar.

Program bawang putih, yang didukung oleh Upland Project, diharapkan dapat terus meningkatkan kesuksesannya untuk mendapatkan dukungan yang lebih luas di masa depan. Program ini fokus pada peningkatan kapasitas kelembagaan petani dan keterampilan dalam produksi bawang putih, memberikan harapan bagi perkembangan sektor pertanian di Lombok Timur. (rus)

BPBD KSB Sebut Jumlah Warga Terdampak Kekeringan Bertambah

0
Abdul Hamid(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat menyatakan, sejauh ini jumlah warga yang terdampak kekeringan terus bertambah.

“Data kami terbaru sekitar 7.700-an jiwa yang saat ini kesulitan air bersih sebagai dampak kekeringan tahun ini,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD KSB, Abdul Hamid, Selasa 3 September 2024.

Penambahan jumlah jiwa terdampak kekeringan itu, kata Hamid paling banyak terjadi di kecamatan Poto Tano. Ada dua desa yang melaporkan terus bertambahnya warganya yang semakin kesulitan memperoleh air bersih, yakni desa Senayan dan Kiantar.

Selain di kecamatan Poto Tano, tambahan wilayah baru yang melaporkan diri ke BPBD warganya mulai kesulitan memperoleh air bersih berasal dari kecamatan Jereweh dan Maluk. “Di Maluk laporannya dari desa Benete sementara Jereweh dari Jelenga,” sebut Hamid.

Diakui Hamid, dampak kekeringan terhadap masyarakat kali ini dalam kurun waktu sebulan cukup signifikan. “Sebelumnya itu hanya sekitar 5.700 jiwa di tiga kecamatan. Tapi dalam sebulan berikutnya, sekarang ini sudah 7.700-an jiwa,” sebutnya.

Dari sisi jumlah wilayah, dampak kekeringan tahun ini juga terus meluas. Jika sebelumnya hanya terjadi di 3 kecamatan kini bertambah menjadi 5 kecamatan dan 11 desa. Adapun desa-desa terdampak itu diantaranya Desa Poto Tano, Desa Tambak Sari, Desa Kiantar, Desa Senayan dan Desa Mantar di Kecamatan Poto Tano. Desa Air Suning, Lamusung dan Kelanir di Kecamatan Seteluk. Desa Seloto di kecamatan Taliwang, desa Jelenga di Jereweh dan desa Benete di kecamatan Maluk.

Untuk membantu warga yang terdampak kekeringan itu, BPBD KSB pun terus melaksanakan kegiatan distribusi air bersih. Hamid mengatakan, di masa perpanjangan ketiga siaga darurat bencana kekeringan ini pihaknya setiap hari menyalurkan sebanyak 34 tangki air setiap harinya ke seluruh desa terdampak.

“Setiap hari tanpa henti kami menyalurkan air bersih dalam 3 bulan terakhir,” sebut Hamid seraya menyampaikan masa tanggap darurat perpanjangan ketiga ini akan berlaku hingga tanggal 24 September mendatang.

“Kalau perkiraan BMKG kemarau tahun ini akan sampai bulan November. Jadi kalau kondisinya benar dan masyarakat tetap kesukitan mendapatkan air bersih maka kita akan terus perpanjang siaga darurat (bencana) kekeringannya,” sambung Hamid. (bug)

Pemkot Harus Jadi Bapak Ekonomi

0
Ismul Hidayat(ekbisntb.com/fit)

KETUA Fraksi PKS DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat, SIP., menyambut baik rencana kerjasama Pemkot Mataram dengan Angkasa Pura, dalam mengelola bekas Bandara Selaparang. ‘’Saya kira ini kabar yang bagus. Perlu kita lebih aktif menjemput peluang. Karena memang eks Bandara ini kita suarakan jauh sebelumnya untuk bagaimana kemudian Pemkot bisa memanfaatkan dan mendayagunakannya,’’ ujarnya kepada Ekbis NTB di sela menghadiri kegiatan Bimtek di Mataram, Selasa 3 September 2024.

Dewan, lanjut Ismul, berharap dengan pemanfaatan bekas Bandara Selaparang oleh Pemkot Mataram bagaimana kemudian peluang ekonomi betul-betul bisa digunakan dan mengembangkan potensi lokal. ‘’Jadi ketika berbicara di situ pusat ekonomi kuliner, jangan sampai kemudian produk lokal kita tertinggal,’’ katanya.

Kerjasama pemanfaatan bekas Bandara Selaparang, kata anggota dewan dari daerah pemilihan Selaparang ini, merupakan kesempatan untuk bisa merangkul potensi-potensi kuliner Kota Mataram untuk ada di satu tempat. ‘’Eks Bandara kan bisa kita bilang rest area antar kota. Dimana orang memang diajak mampir di rest area kuliner produk Kota Mataram,’’ imbuhnya.

Jangan sampai, pusat kuliner di bekas bandara Selaparang nantinya justru diwarnai oleh produk-produk yang banyak ditemukan di toko swalayan. ‘’Tapi betul-betul orang yang hadir di kota ini di samping memang kita suguhkan visualisasi yang bagus, juga rasa. Bahwa apa yang mereka makan, kulineran itu memang produk lokal. Selain makan, mereka juga bisa menjadikan itu sebagai oleh-oleh,’’ terang Ismul.

Anggota dewan tiga periode ini menegaskan bahwa peluang ini harus dimanfaatkan oleh Pemkot Mataram. Tidak sekedar menyediakan tempat, tapi justru yang memanfaatkannya kalangan pengusaha menengah. Ismul berharap Pemkot Mataram menjadi bapak ekonomi bagi warga.

Dia menyayangkan event MotoGP yang tinggal menghitung hari, justru belum dimanfaatkan oleh Pemkot Mataram. ‘’Kita masih suka berdebat dengan sesuatu yang misalnya mengadakan kemarin, ada kekurangan, kenapa kita tidak bicarakan apa nilai plus dari MotoGP. Kemudian apa yang bisa yang bisa jemput peluang,’’ jelasnya.

Terlebih kalau berbicara bekas Bandara Selaparang, sebetulnya berbicara Kelurahan Rembiga. ‘’Sudah nampak ndak produk warga Rembiga dari kuliner sate. Jangan hanya satu yang Nampak, terus sudah selesai. Padahal potensi itu banyak,’’ demikian Ismul.

Seharusnya, lapak sate Rembiga berjejeran seperti lapak sate Bulayak di Narmada. ‘’Itu kira-kira yang seharusnya menjadi pemikiran kita bersama. Eks Bandara dan Rembiga,’’ pungkasnya. (fit)

Penyebaran Monkeypox, Penonton MotoGP Tidak Lakukan Pemeriksaan Khusus

0
H. Emirald Isfihan. (ekbisntb.com/cem) 

Lombok (ekbisntb.com) – Kementerian Kesehatan mengatensi penyebaran penyakit monkeypox. Seluruh pintu masuk terutama di bandara dan pelabuhan diawasi ketat. Wisatawan mancanegara dan domestik yang akan menonton MotoGP tidak dilakukan  pemeriksaan secara khusus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan menegaskan, penyebaran penyakit monkeypox sangat diatensi apalagi adanya penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Artinya, seluruh tamu baik mancanegara dan domestik juga akan berkunjung ke Kota Mataram sebagai pusat perbelanjaan, hiburan serta pusat akomodasi.

Antisipasi penyebaran virus monkeypox dilakukan dengan memaksimalkan peran tenaga kesehatan melalui fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan kasus tersebut. “ Jadi bukan skrining khusus tetapi memanfaatkan pelayanan melalui nakes untuk mewaspadai penyebaran penyakit monkeypox,” terang Emirald dikonfirmasi pada Selasa 3 September 2024.

Beberapa direktur rumah sakit di Kota Mataram diakui Emirald, telah berkoordinasi untuk menekan penyebaran kasus tersebut. Salah satunya melalui diagnosis tenaga kesehatan saat memeriksa pasien.  Pasien ingin mendapatkan perawatan pasti mengeluhkan penyakit yang diderita. Oleh karena itu, pemeriksaan secara khusus tidak diberlakukan bagi pembalap, official maupun penonton MotoGP. “Peran nakes inilah yang kita optimalkan,” ujarnya.

Secara dampak penyebaran penyakit monkeypox ini dikhawatirkan pada kehidupan. Jangan sampai kata dia, penyebaran berlebihan menyebabkan kebijakan pemerintah pusat melakukan pembatasan aktivitas masyarakat dan lain-lain.

Dari awal pemerintah melakukan kewaspadaan terhadap kasus ini. Paling tidak ditekankan melakukan penanganan secara cepat tidak menimbulkan penyebaran lebih luas lagi. Penderita harus diisolasi secara mandiri tidak seperti penyebaran virus Covid-19. “Cukup isolasi mandiri saja untuk mengantisipasi penularan virus ini,” demikian kata dia. (cem).