Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 607

Pascakebakaran Bukit Anak Dara, DLHK NTB Perketat Pengawasan Pengungjung

0
Kebakaran gunung anak dara(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kawasan Bukit Anak Dara di kaki Gunung Rinjani, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur mengalami kebakaran selama dua hari yaitu dari tanggal 31 Agustus hingga 2 September 2024. Destinasi wisata itu kemudian ditutup selama satu bulan kedepan untuk memulihkan kawasan yang terbakar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB Julmansyah MAP mengatakan, pascakebakaran bukit Anak Dara dan Bukit Selong maupun kawasan bukit yang masuk wilayah kerja Resor Kecamatan Belanting, pihaknya berupaya memperketat pengawasan masuknya para pengungjung, terutama untuk masyarakat yang camping.

“Belajar dari Bukit Anak Dara, maka seluruh areal wisata di bawah DLHK itu kita perintahkan untuk diperketat bagi para pengunjung, terutama pengunjung yang akan melakukan kegiatan camping,” kata Julmansyah kepada Suara NTB, Rabu, 4 September 2024.

Ia mengatakan, kebakaran yang terjadi di kawasan Bukit Anak Dara dan sekitarnya telah melalap lahan seluas 286 hektare yang mayoritas merupakan vegetasi rerumputan, alang-alang dan semak-semak kering karena imbas dari musim kemarau. Kasus kebakaran ini mengingatkan pada peristiwa kebakaran yang pernah terjadi tahun 2020 lalu.

“Ini persis seperti yang terjadi tahun 2020 lalu. Upaya pemadaman kemarin cukup sulit karena terjadi pada kemiringan 45 drajat dan pada ketinggian 1200 mdpl, jadi memang sangat susah,” ujarnya.

Sebelumnya, Kasi Perlindungan Balai Kesatuan Pengelola Hutan Rinjani Timur Lalu Iskandar mengatakan, pendaki Bukit Anak Dara seluruhnya telah berhasil dievakuasi pada saat kejadian dan pendakian ditutup sementara.

Kondisi saat ini api telah berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan melakukan pemadaman, baik di kawasan Bukit Anak Dara dan Bukit Selong kawasan Sembalun, maupun kawasan bukit yang masuk wilayah kerja Resor Kecamatan Belanting.

“Adapun jenis yang terbakar sebagian besar rumput ilalang, semak belukar, pohon lencing, pohon bakbakan, pohon temek, pohon cemara gunung, pohon akasia, dan pohon getah,” katanya.

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan Bukit Anak Dara, Bukit Selong, wilayah kerja Resor Sembalun dan kawasan kerja Resor Belanting terjadi pada Sabtu 31 Agustus 2024 malam. Tim pengendalian karhutla bergerak menuju lokasi kebakaran yang bisa dijangkau oleh tim untuk dilakukan upaya pemadaman agar api tidak cepat menjalar ke area yang lain.

“Tim membawa peralatan seperti jet shooter air, parang dan peralatan alam seperti ranting kayu basah untuk melakukan upaya pemadaman di titik lokasi kebakaran yang bisa di jangkau. Namun kini api sudah padam,” katanya.(ris)

Di Agustus, Nilai Tukar Petani Provinsi NTB Naik 0,26 Persen

0
Wahyudin (Ekbis NTB-Ist)

Lombok (ekbiantb.com) – Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi NTB cenderung fluktuatif dari bulan ke bulan. Namun secara umum, NTB di Provinsi NTB sudah berada di atas angka 100 yang berarti petani mengalami surplus. Harga produksi naik lebih besar dari kenaikan harga konsumsinya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin mengatakan, khusus di bulan Agustus 2024, berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada delapan kabupaten di Provinsi NTB, NTP Provinsi NTB naik 0,26 persen dibandingkan NTP Bulan Juli 2024, yaitu dari 118,82 menjadi 119,13.

“Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,19 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,07 persen,” kata Wahyudin saat menyampaikan berita statistik kemarin.

Kenaikan NTP bulan Agustus 2024 dipengaruhi oleh naiknya NTP pada Subsektor Tanaman Pangan sebesar 2,91 persen dan Subsektor Perikanan sebesar 0,44 persen. Sementara itu subsektor lainnya mengalami penurunan yakni, Subsektor Hortikultura sebesar 6,98 persen, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 2,38 persen, dan Subsektor Peternakan sebesar 2,09 persen.

Ia menerangkan, pada bulan Agustus 2024, kemampuan daya beli petani di Provinsi NTB pada semua subsektor berada di atas 100 (cukup baik) yang terdiri dari Subsektor Tanaman Pangan sebesar 120,43, Subsektor Hortikultura sebesar 146,55, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 103,98, Subsektor Peternakan sebesar 109,43, dan Subsektor Perikanan sebesar 102,42 poin.

Jika melihat NTP menurut subsektor, maka Nilai Tukar Tanaman Pangan pada bulan Agustus 2024 sebesar 120,43 atau naik 2,91 persen jika dibandingkan bulan lalu. Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 2,78 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani turun sebesar 0,12 persen.

“Kenaikan It pada bulan Agustus 2024 disebabkan oleh naiknya indeks pada kelompok penyusun NTPP yaitu kelompok Padi (khususnya komoditas Gabah) sebesar 2,54 persen dan kelompok Palawija (khususnya komoditas Jagung, Ketela Pohon, Kacang Hijau, Ketela Rambat) sebesar 3,29 persen. Sedangkan penurunan Ib disebabkan oleh turunnya Indeks Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,17 persen,” terangnya.(ris)

Pemprov NTB Kejar Kerja Sama Perdagangan dengan Belanda

0
Kadisdag NTB, Baiq Nelly Yuniarti (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si mengatakan Pemprov NTB mengupayakan kerja sama peragangan dengan Pemerintah Belanda.

Hal tersebut disampaikan setelah menerima kunjungan Netherland Business Support Office (NBSO) di kantor gubernur, Rabu, 4 September 2024.

“Tahun depan mudah-mudahan, saya lagi kejar nih, karena tanggal 10 kita ada pelepasan ekspor di BI. Nah nanti kita bahas lagi sama BI bahwa ada peluang ini,” ujarnya.

Menurutnya, potensi produk NTB sangat banyak yang bisa diekspor ke negeri kincir angin ini. Pemprov NTB sedang mempelajari persyaratan-persyaratan apa saja yang harus dipenuhi agar sesuai standar Belanda.

“Tadi kita sudah paparkan beberapa potensi yang kita miliki. Dan alhamdulillah mereka tertarik, salah satunya adalah terkait PCO, selama ini belum mendapat PCO yang sesuai standar Belanda, ini yang tadi saya minta apa standar mereka,” jelasnya.

Nelly mengatakan beberapa daerah Timur Indonesia, serta Jawa bagian Timur belum bisa memenuhi PCO Belanda, sehingga pihaknya sangat berharap produk NTB cocok dengan standar mereka.

“Dia sudah nyari sampai Jawa Timur, tapi belum dapat. Jatim belum memenuhi standar menurut mereka, mudah-mudahan kita bisa memenuhi,” ujarnya.

NBSO ini dikatakan tertarik dengan banyak produk mentah NTB untuk diolah menjadi bahan jadi.
“Permintaan mereka banyak, mengolah kembali PCO nya menjadi produk lain, dia hanya butuh bahan bakunya,” lanjutnya.

Mantan Kadis Kominfo ini juga mengungkap bahwa saat ini, NTB belum bisa mengekspor produk baik produk mentah maupun produk olahan ke Belanda. Hal tersebut karena standar negara ini yang cukup tinggi.

Namun, pihaknya sudah mengirim beberapa sampel produk kerajinan buah kering yang akan digunakan sebagai hiasan pada saat perayaan natal nanti.

“Belum ada produk kita ke Belanda, ada beberapa, tapi kita baru kirim sampel kemarin, seperti kerajinan buah kering dan sebagainya,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa proses kerja sama perdagangan ini memerlukan proses, sehingga untuk merealisasikan kerja sama NTB dengan Belanda, pihaknya sudah menyiapkan data, dan sertifikat yang dibutuhkan oleh NBSO tersebut.

“Karena memang, berdagang itu gak bisa langsung jadi, berdagang itu kita perlu pick up dulu, promosi dulu, nanti dia balik bawa data yang sudah kita siapkan,” imbuhnya.

Selain ingin menjalin kerja sama di bidang perdagangan, Pemprov NTB juga berupaya mengejar kerja sama di bidang pariwisata.(era)

Rupiah Meningkat Akibat Permintaan Lelang SBN

0
Ilustrasi penukarang uang(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu dibuka meningkat akibat permintaan lelang Surat Berharga Negara (SBN).

Pada awal perdagangan Rabu pagi, rupiah menguat 21 poin atau 0,14 persen menjadi Rp15.505 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.526 per dolar AS.

“Pelemahan rupiah terbatas akibat permintaan lelang SBN,” kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Pemerintah berhasil menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp22 triliun dari total penawaran masuk sebesar Rp45,49 triliun pada lelang obligasi pada Selasa 3 September 2024.

Volume perdagangan obligasi pemerintah tercatat sebesar Rp22,17 triliun pada Selasa 3 September 2024, lebih tinggi dibandingkan volume perdagangan Senin 3 September 2024 yang sebesar Rp17,63 triliun.

Kepemilikan asing pada obligasi Pemerintah Indonesia turun sebesar Rp0,56 triliun menjadi Rp851 triliun atau 14,48 persen dari total yang beredar pada Senin 2 September 2024.

Di sisi eksternal, kekhawatiran pelaku pasar terhadap pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) muncul kembali. Kekhawatiran tersebut disebabkan oleh indikator manufaktur dan indikator sektor konstruksi yang lebih rendah dari perkiraan.

S&P Global US Manufacturing PMI pada Agustus 2024 turun menjadi 47,9, dan bahkan lebih rendah dari perkiraan konsensus sebesar 48.

Sementara itu, ISM Manufaktur AS pada Agustus 2024 meningkat menjadi 47,2 dari 46,8, meskipun lebih rendah dari perkiraan sebesar 47,5 dan masih dalam fase kontraksi.

Data sektor manufaktur AS yang lebih lemah mengindikasikan bahwa sektor manufaktur di AS belum pulih. Selain itu, belanja konstruksi AS mencatat -0,3 persen month on month (mom), lebih rendah dari ekspektasi 0,1 persen mom, mencerminkan pelemahan di sektor konstruksi.

Sektor konstruksi dan manufaktur merupakan kontributor utama produk domestik bruto (PDB) AS, sehingga pelemahan data tersebut menunjukkan risiko yang lebih tinggi dari perlambatan pertumbuhan ekonomi AS di paruh kedua 2024.

Imbal hasil (yield) US Treasury (UST) 10-tahun turun sebesar 7 basis poin (bps) menjadi 3,83 persen karena risiko perlambatan ekonomi AS akan menyebabkan penurunan suku bunga kebijakan dari bank sentral AS atau The Fed.

Josua memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp15.475 per dolar AS sampai dengan Rp15.600 per dolar AS. (ant)

Indonesia Tawarkan Hilirisasi Batu Bara ke China Pacu Dekarbonisasi

0
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Suswantono(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Pemerintah Indonesia menawarkan pengembangan produk turunan (hilirisasi) di sektor batu bara kepada China, seperti peningkatan kualitas, briket batu bara (coal briquettes), pembuatan kokas (cokes making), dan batu bara cair (coal liquefaction) guna memacu dekarbonisasi, sekaligus menurunkan gas rumah kaca.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Suswantono dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu, mengatakan penawaran tersebut bagian dari komitmen Indonesia dalam mengurangi target efek rumah kaca pada pembangunan nasional sebagai ratifikasi Perjanjian Paris dengan mengurangi konsumsi batu bara secara bertahap dan pengembangan dalam bentuk lain.

“Salah satu kebijakan dalam pengelolaan batu bara adalah melakukan pengurangan penggunaan batu bara bersamaan dengan pengakhiran dari PLTU batu bara serta mengembangkannya dalam menjadi bentuk lain, khususnya gas untuk memenuhi kebutuhan elpiji dan industri kimia lainnya seperti pupuk,” kata dia.

Bambang menjelaskan batu bara dapat diolah menjadi produk turunan, baik sebagai bahan baku industri maupun sumber energi.

Enam produk pengembangan batu bara yang dapat dilakukan saat ini adalah peningkatan kualitas batu bara, briket batu bara, kokas, batu bara cair, dan gasifikasi batu bara, termasuk gasifikasi bawah tanah.

Dirinya menyampaikan Indonesia saat ini memiliki sumber daya batu bara sebesar 97,29 miliar ton dan cadangan sebesar 31,71 miliar ton.

Sebagian besar sumber daya dan cadangan itu tersebar di Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Jambi. Sisanya, tersebar di Riau, Kalimantan Utara, Aceh, Bengkulu, Sumatera Barat dan Papua, Sulawesi Barat, dan Jawa bagian barat.

Lebih lanjut, guna mendukung percepatan pengembangan program tersebut, dikatakannya, pemerintah telah menyediakan insentif fiskal berupa keringanan pajak, serta mewajibkan perpanjangan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

“Saat ini sudah ada enam IUPK yang telah merencanakan pengembangan batu bara menjadi gas, pupuk dan kokas. Status saat ini sedang melakukan kajian keekonomian dan studi kelayakan dan semoga pada tahun 2030 sudah bisa commissioning,” katanya. (ant)

Harga Emas Antam Rabu Kembali Naik Rp2.000 Jadi Rp1,406 Juta per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Rabu pagi, kembali naik sebesar Rp2.000, yang sehari sebelumnya naik sebesar Rp3.000, sehingga harga emas per gram kini menjadi Rp1.406.000.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Rabu 4 September 2024, turut naik menjadi Rp1.254.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Rabu:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp753.000
  • Harga emas 1 gram: Rp1.406.000
  • Harga emas 2 gram: Rp2.752.000
  • Harga emas 3 gram: Rp4.103.000
  • Harga emas 5 gram: Rp6.805.000
  • Harga emas 10 gram: Rp13.555.000
  • Harga emas 25 gram: Rp33.762.000
  • Harga emas 50 gram: Rp67.445.000
  • Harga emas 100 gram: Rp134.812.000
  • Harga emas 250 gram: Rp336.765.000
  • Harga emas 500 gram: Rp673.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.346.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Pemerintah Nilai Minat Investor pada Lelang SUN Masih Cukup Solid

0
Ilustrasi grafik perdagnagn saham(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Pemerintah menilai, minat investor pada lelang Surat Utang Negara (SUN) 3 September 2024 masih cukup solid dengan indikasi total kontribusi penawaran masuk (incoming bids) mencapai Rp45,49 triliun atau 2,07 kali dari target indikatif yang telah diumumkan sebelumnya.

Minat investor didorong oleh adanya indikasi soft landing ekonomi Amerika Serikat (AS) dengan tingkat inflasi pengeluaran konsumsi personal (personal consumption expenditure/PCE) yang stabil di level 2,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Tingkat inflasi PCE di AS yang stabil pada level 2,5 persen yoy mendorong meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed Fund Rate sebesar 25 bps dari sebelumnya 50 bps,” kata Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan, di Jakarta, Rabu 4 September 2024.

Selain itu, sentimen positif juga berasal dari domestik dengan data inflasi bulan Agustus 2024 pada level 2,12 persen (yoy) atau terjaga dalam kisaran target 2,5 plus minus 1 persen.

Deni menjelaskan, permintaan investor secara keseluruhan masih dominan pada SUN tenor 6 sampai dengan 11 tahun.

Kontribusi penawaran masuk (incoming bids) dan penawaran dimenangkan (awarded bids) masing-masing tercatat sebesar 64,79 persen dari total incoming bids dan 81,59 persen dari total awarded bids.

Animo investor asing pada lelang SUN hari ini juga masih sangat baik dengan total incoming bids mencapai Rp12,4 triliun.

Mayoritas dari incoming bids tersebut berada pada SUN tenor 11 tahun sebesar Rp6,11 triliun atau 49,31 persen dari total incoming bids investor asing, dan dimenangkan sebesar Rp4,85 triliun atau 22,1 persen dari total awarded bids.

Kemudian seiring dengan relatif stabilnya pasar SBN dalam dua pekan terakhir, Weighted Average Yield (WAY) obligasi negara yang dimenangkan pada lelang SUN hari ini turun sebesar 2 sampai dengan 4 bps apabila dibandingkan dengan level WAY lelang SUN sebelumnya.

“Pemerintah memutuskan untuk memenangkan penawaran sebesar Rp22 triliun pada lelang SUN hari ini, dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder, rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2024, dan kondisi kas negara terkini,” ujar Deni.

Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2024, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 17 September 2024.

Adapun melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI), pada 3 September 2024 pemerintah melelang seri SPN03241204 (penerbitan baru), SPN12250904 (penerbitan baru), FR0104 (pembukaan kembali), FR0103 (pembukaan kembali), FR0098 (pembukaan kembali), FR0097 (pembukaan kembali) dan FR0102 (pembukaan kembali).

Serapan tertinggi berasal dari seri FR0103 yang dimenangkan sebesar Rp9,25 triliun. Seri ini menerima penawaran masuk sebesar Rp14,31 triliun dengan imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,63995 persen.

Kemudian dari seri FR0104, pemerintah memenangkan dana sebesar Rp8,71 triliun dari penawaran masuk Rp15,16 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini yakni 6,46516 persen.

Dari seri FR0097, pemerintah menyerap dana senilai Rp1,91 triliun dari penawaran masuk Rp4,22 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,82970 persen.

Berikutnya, pemerintah memenangkan nominal sebesar Rp1,46 triliun dari seri FR0102. Seri ini tercatat menerima penawaran masuk sebesar Rp3,04 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,84722 persen.

Dari, seri FR0098, pemerintah menyerap Rp7 miliar dari penawaran awal yang masuk sebesar Rp3,19 triliun dengan penerimaan imbal hasil rata-rata 6,70644 persen.

Adapun pemerintah tetap tidak menyerap dana dari seri SPN03241204 dan SPN12250904, meski menerima penawaran masuk masing-masing sebesar Rp2,04 triliun dan Rp3,53 triliun. (ant)

Bapanas Targetkan Cadangan Beras Capai 2 Juta Ton di Akhir Tahun

0
Petani panen beras(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menargetkan cadangan beras pemerintah (CBP) bisa mencapai 2 juta ton pada akhir tahun 2024 ini, mengingat kebutuhan beras akan melonjak tajam menjelang Pilkada Serentak pada November mendatang.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa CBP juga perlu ditingkatkan, karena produksi beras diperkirakan akan menurun pada akhir tahun ini dan awal tahun 2025.

“November, Desember, Januari adalah masa-masa kritis, sehingga Bulog harus punya cadangan beras pemerintah, dan angkanya kami berharap bisa di atas 2 juta ton karena hari ini masih 1,3 juta ton,” kata Arief dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI, di Jakarta, Rabu.

Arief menjelaskan stok beras Perum Bulog secara nasional per 2 September adalah 1,39 juta ton, yang terdiri dari stok on hand sebanyak 1,31 juta ton dan beras impor dalam perjalanan 84,75 ribu ton. Stok tersebut tersebar di seluruh gudang Bulog di kabupaten dan kota di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk menambah stok CBP, karena berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) amatan Juli 2024 update per 22 Agustus, produksi beras pada periode September dan Oktober 2024 akan meningkat masing-masing menjadi 2,87 juta ton dan 2,59 juta ton.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan produksi beras pada Juni yang tercatat 2,06 juta ton dan Juli 2,05 juta ton.

Selain itu, menurut survei BPS, produksi beras pada September dan Oktober itu diperkirakan melampaui konsumsi beras nasional yang hanya 2,58 juta ton dalam periode yang sama, menunjukkan adanya surplus produksi.

“Ini waktunya kita mempersiapkan stok cadangan beras pemerintah … Sehingga kami sangat intens mempersiapkan cadangan pangan pemerintah, khususnya beras,” ujar Arief.

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi pada pekan lalu mengatakan bahwa Bulog, yang mendapatkan kuota impor beras 3,6 juta ton pada tahun ini, telah merealisasikan 2,4 juta ton, sehingga masih ada 1,2 juta ton kuota beras impor yang belum terealisasi.

Impor beras sebanyak 1,2 juta ton itu diharapkan dapat terealisasi sepenuhnya dan tiba sebelum Desember 2024. Beras impor itu akan dijadikan cadangan beras pemerintah, termasuk untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual Rp12.500 per kg.(ant)

Perbedaan Ketangguhan Antar Generasi Menurut Artificial Intelligence

0
Ilustrasi GEN-Z (ekbisntb.com/bogortoday.com)

Lombok (ekbisntb.com) – Secara umum, setiap generasi memiliki karakteristik ketangguhan yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa perbedaan umum yang sering ditemukan menurut Kecerdasan buatan (Artificial intelligence / AI).

Generasi Baby Boomers (lahir sekitar 1946-1964):
o Ciri: Sering diasosiasikan dengan semangat kerja keras, loyalitas pada perusahaan, dan nilai-nilai tradisional. Mereka tumbuh dalam masa pasca perang dan mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat.

o Ketangguhan: Dibentuk oleh pengalaman menghadapi ketidakpastian ekonomi dan perubahan sosial yang cepat. Mereka cenderung memiliki etos kerja yang tinggi dan mampu bertahan dalam kondisi yang sulit.

Generasi X (lahir sekitar 1965-1980):
o Ciri: Dikenal sebagai generasi yang fleksibel, mandiri, dan individualistis. Mereka tumbuh dalam era perubahan teknologi yang cepat dan seringkali harus berganti pekerjaan.

o Ketangguhan: Dibentuk oleh pengalaman menghadapi ketidakstabilan ekonomi dan perubahan sosial yang terus-menerus. Mereka cenderung memiliki keterampilan adaptasi yang baik dan mampu menghadapi perubahan dengan cepat.

Generasi Milenial (lahir sekitar 1981-1996):
o Ciri: Dikenal sebagai generasi yang optimis, terhubung secara digital, dan menghargai keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. Mereka tumbuh dalam era informasi dan teknologi yang sangat maju.

o Ketangguhan: Dibentuk oleh pengalaman menghadapi tantangan ekonomi global dan persaingan yang ketat. Mereka cenderung memiliki keterampilan komunikasi yang baik dan mampu bekerja dalam tim yang beragam.

Generasi Z (lahir sekitar 1997-2012):
o Ciri: Dikenal sebagai generasi yang sangat terhubung dengan teknologi, kreatif, dan beragam. Mereka tumbuh dalam era media sosial dan globalisasi.

o Ketangguhan: Dibentuk oleh pengalaman menghadapi ancaman perubahan iklim, ketidaksetaraan sosial, dan pandemi global. Mereka cenderung memiliki kesadaran sosial yang tinggi dan mampu menghadapi tantangan kompleks.(bul)

Pemprov NTB Targetkan Revitalisasi Kantor Gubernur Rampung Sebelum 17 Desember

0
Pembangunan Kantor Gubernur Provinsi NTB (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Asisten II Setda Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si menargetkan renovasi gedung utama kantor Gubernur Provinsi NTB rampung sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) NTB tanggal 17 Desember 2024.

Ia mengatakan saat ini, seluruh pihak bekerja sesuai dengan standar sehingga target awal penyelesaian bisa selesai sesuai dengan rencana.

“Tanggal 17 Desember selesai, kita upayakan. Untuk perhelatan HUT NTB target kita. Makanya kita terus kebut tapi tetap sesuai standar,” ujarnya.

Renovasi yang hanya memakan waktu lima bulan pengerjaan ini dikatakan sudah sesuai dengan perhitungan, pihaknya juga dapat memantau langsung pengerjaan kantor gubernur karena jarak antara ruangan Asisten II dengan gedung utama yang direnovasi sangat dekat.

“Sekarang renovasi sudah sesuai dengan perhitungan, apalagi ruangan kita dekat. Jadi kita tau perkembangannya gimana, Insya allah tidak molor, professional lah,” lanjutnya.

Renovasi ini dikatakan tidak akan mengganggu kinerja pegawai Pemprov NTB, khususnya bagi pegawai yang ruangannya terdampak renovasi.

“Perpindahan pegawai tidak berpengaruh terhadap kinerja, sekarang ini orang kan ada istilah Work from Home (WFH), tapi kita belum memanfaatkan itu, dimana-mana bisa kita bekerja,” sambungnya.

Dengan kemudahan teknologi saat ini, Gani pastikan bahwa kegiatan renovasi ini tidak akan membawa dampak buruk bagi pekerja dilingkup Pemprov NTB. Asalkan, kebutuhan pegawai seperti wifi dan jaringan yang lancar aman, maka kinerja pegawai tidak akan bermasalah.

“Karena sekarang ini kantor maya, dimanapun kita bisa berkantor, yang penting ada fasilitas wifi kemudian jaringan kuat, selesai. Orang sekarang kita bisa ngoreksi surat dari mana-mana, bisa tanda tangan dari mana-mana,” pastinya.

Sebelumnya, renovasi kantor Gubernur NTB yang menelan anggaran Rp40 miliar tersebut dimulai setelah 17 Agustus 2024 kemarin. Saat ini, proyek kantor gubernur sudah dalam tahap pembongkaran dan mulai pembangunan. (era)