Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 604

Tarif Parkir akan Naik

0
Jukir di Pasar Cakranegara mengatur kendaraan yang parkir pada Rabu 4 September 2024. Dinas Perhubungan akan menaikkan tarif retribusi parkir kendaraan seiring meningkatnya target parkir di Kota Mataram. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perhubungan Kota Mataram mengklarifikasi bahwa target retribusi parkir pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2025 mengalami kenaikan dari Rp15,5 miliar menjadi Rp18 miliar. Proyeksi kenaikan target dengan asumsi menaikkan tarif retribusi parkir. “Kertas kerja sudah kita serahkan melalui UPT Perparkiran ke TAPD,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin.

Akan tetapi sebaliknya, apabila tidak disetujui kenaikan tarif parkir tepi jalan umum maka dilakukan evaluasi kembali terhadap target. Kemungkinan kata dia, target akan ditetapkan seperti tahun 2024. Ditegaskan, asumsi target retribusi parkir Rp15,5 miliar sebenarnya perkiraan adanya kenaikan tarif. “Target kita tahun ini Rp15,5 miliar sebenarnya asumsinya ada kenaikan tarif,” sebutnya.

Mantan Camat Selaparang ini menyebutkan, kenaikan tarif kendaraan roda empat dari sebelumnya Rp2.000 sekali parkir menjadi Rp3.000. Perubahan retribusi harus melalui proses perubahan peraturan daerah di dewan serta komunikasi politik. Walaupun dalam lampiran perda sebelumnya tarif parkir telah ditetapkan Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. “Cuma berdasarkan hitungan Dishub seharusnya Rp3.500, tetapi dibulatkan ke atas menjadi Rp5.000,” ujarnya.

Dishub memilih opsi apabila tarif parkir tidak disesuaikan atau tidak disetujui oleh kepala daerah, maka akan ditawarkan untuk disesuaikan dengan tarif Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp3.000 untuk roda empat.

Perbaikan tata kelola perparkiran di Kota Mataram telah dimulai melalui langkah tegas memberikan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) bagi juru parkir nakal. Selain itu, koordinator lapangan diminta lebih intensif untuk pengawasan ke masing-masing jukir. Deteksi awal juga perlu dilakukan terutama bagi jukir yang menunggak pembayaran retribusi. “Kalau ada jukir yang menunggak satu atau dua minggu supaya didatangi langsung apa yang menjadi penyebabnya, supaya tidak menumpuk tunggakannya,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan Bank Indonesia dan Bank NTB Syariah untuk memberikan dukungan menambah bahan kontak untuk layanan parkir berupa cover jok dan cover kaca. Tujuannya, jukir tidak memiliki alasan untuk tidak memarkirkan konsumen supaya pelanggan lebih nyaman. (cem)

Harga Publish Kamar Hotel Melonjak Tajam Saat MotoGP 2024, Ini Ratenya

0
Harga Publish Kamar Hotel(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Harga komar hotel di Kota Mataram saat berlangsungnya event balap MotoGP Mandalika 2024 melonjak tajam dari harga biasa.

Dilihat harga publish kamar hotel di Online Travel Agent (OTA) di Traveloka, Jumat, 6 September 2024, di Aston Inn Mataram, harga kamar hotel tanggal 27 September 2024 Rp3,4 juta/malam. Di Golden Palace harganya Rp3,7 juta/malam. Lombok Astoria Rp4,8 juta/malam. Lombok Raya Rp2,1 juta/malam.

Beberapa harga kamar hotel yang kenaikannya masih relative normal diantaranya, Hotel Santika Rp1,5 juta/malam. Lombok Plaza Rp1,3 juta/malam. Grand Legi Rp1,3 juta/malam. Puri Indah Rp1,4 juta/malam.

Padahal, pada hari-hari biasa, harga kamar hotel di Kota Mataram ini kisaran harga Rp500 ribu, Rp800 ribu/malam, hingga Rp1 jutaan/malam.

Sementara itu, harga vila di Lombok Tengah, salah satunya Tampah Hills di Lancing, Kuta harganya Rp25 juta/malam. Sikara Lombok Hotel Rp11 juta/malam. Harmony Villas Lombok Rp6,8 juta/malam. The White Bay Kuta Lombok, Rp3,4 juta/malam. Villa Alasa Rp39 Juta/malam, pada hari biasa harganya Rp8 juta/malam.

Sebelumnya, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Kepala BPPD, Sahlan M. Saleh menyayangkan harga paket nonton MotoGP ke Sirkuit Sepang, Malaysia jauh lebih murah dibandingkan dengan paket nonton MotoGP di Mandalika, Lombok.

Harga paket wisata ke Malaysia termasuk untuk menonton MotoGP hanya Rp5 juta saja, di Mandalika, termasuk dengan harga tiket pesawat mencapai Rp12 juta. Dua kali lipat lebih murah ke Sepang dibanding ke Mandalika.

Menurutnya, faktor utama yang menyebabkan tingginya harga paket wisata ke Mandalika pada saat MotoGP ini terletak pada harga tiket pesawat. Yang mana harga tiket pesawat dari Jakarta – Lombok maupun sebaliknya dimulai dari angka Rp1 juta.

Selain karena faktor penerbangan, para pelaku perhotelan juga memanfaatkan momentum perhelatan motor dunia ini dengan menaikkan harga hotel hingga berkali lipat, sehingga perihal ini menyebabkan banyak wisatawan takut untuk berkunjung ke Lombok, khususnya saat ada acara besar.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Ni Ketut Wolini jauh-jauh hari meminta kepada pemerintah daerah untuk merevisi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2022 terkait dengan harga hotel saat ada acara internasional di NTB.

Peraturan Gubernur nomor 9 tahun 2022 tersebut berisi tentang memperbolehkan menaikkan harga kamar hotel sampai tiga kali lipat untuk hotel yang berada di zona I (Lombok Tengah), kemudian untuk zona II (Kota Mataram dan Lombok Barat), hotel boleh menaikkan harga kamar hingga dua kali lipat, dan hotel di zona III (Lombok Utara) boleh menaikkan harga kamar satu kali lipat.

Menurutnya, sejak dibuatnya Pergub terkait dengan harga hotel, PHRI selalu menjadikan Pergub tersebut sebagai acuan dalam menaikkan harga kamar hotel. Namun, yang jadi permasalahan, pemerintah daerah tidak membuat peraturan terkait dengan broker atau pihak ketiga, yang mana tentu broker menaikkan harga kamar hotel untuk mendapat untung.

“Travel, broker dan sebagainya itu mereka tidak diatur berapa yang bisa menaikkan dari harga hotel. Nah di situ juga memicu terjadinya ada tinggi harga kamar hotel,” tandasnya (bul)

Mataram Jadi Destinasi Favorit Liburan Orang Indonesia

0
Kota Tua Ampenan menjadi salah satu pilihan destinasi wisata bagi wisatawan domestik jika berkunjung ke Kota Mataram. Mataram juga ditetapkan sebagai destinasi wisata favorit untuk berliburan orang Indonesia. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Kota Mataram menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik atau dalam negeri untuk datang berlibur. Meskipun tidak memiliki sumber daya alam, keramahtamahan masyarakat, akomodasi yang lengkap serta kuliner yang enak menjadi alasan wisatawan untuk datang berlibur.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana mengapresiasi sekaligus berterima kasih kepada wisawatan Indonesia yang memilih Kota Mataram sebagai salah satu destinasi wisata liburan. Diketahui, ibukota Provinsi NTB ini, tidak memiliki sumberdaya alam yang eksotik. Akan tetapi, fasilitas akomodasi yang lengkap, kuliner serta kriya yang beragam menjadi daya tarik pengunjung.

Selain itu, keramahtamahan warga Kota Mataram, juga dinilai sebagai daya tarik tersendiri bagi masyarakat. “Kita mengapresiasi Kota Mataram menjadi salah satu dari tujuh kota ternyaman di Indonesia dan sekarang menjadi tujuan wisata favorit orang Indonesia,” terang Walikota dikonfirmasi pada Kamis 5 September 2024.

Kebijakan politik pemerintah pusat menjadi Kota Mataram sebagai kawasan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICEl), sehingga menjadi tempat yang representatif.

Walikota menyadari bahwa Kota Mataram tidak bisa menawarkan tempat wisata berbasis alam. Ia memiliki komitmen mengubah Mataram menjadi kota yang lebih nyaman dengan infrastruktur yang baik dan mempersiapkan masyarakat untuk mendukung MICE, menjaga kebersihan hingga hal-hal lainnya yang menjadi prioritas bersama.

“Kesiapan dari masyarakat sangat penting untuk mendukung MICE. Kita sadar betul bahwa kota ini tidak bisa menawarkan wisata alam,” ujarnya.

Camat Ampenan, Muzakkir Walad juga bersyukur Kota Mataram menjadi salah satu destinasi wisata tujuan liburan orang Indonesia. Ampenan yang memiliki destinasi kota tua dan ditetapkan sebagai kawasan heritage tentunya menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur. “Kita juga bersyukur Mataram menjadi kota tujuan destinasi wisata favorit,” terangnya.

Berdasarkan hasil survey GoosStats, Kota Mataram berada di urutan ketujuh sebagai kota favorit orang Indonesia untuk liburan dengan 9,1 persen setelah Jakarta, Malang, Bogor, Bandung, Denpasar, dan Yogyakarta. Kota Mataram mengalahkan tiga kota lainnya yakni, Manado, Banda Aceh dan Bukit Tinggi. (cem)

Organda NTB akan Telusuri Kasus Penganiayaan Pengemudi Taksi di Lingkar KEK Mandalika

0
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi NTB, Junaidi Kasum(ekbisntb.com/rri)

Lombok (ekbisntb.com) – Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi NTB, Junaidi Kasum menegaskan akan menelusuri kasus penganiyaan yang dilakukan terhadap pengemudi taksi saat di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Saya baru dapat informasi. Akan saya cek. Apakah ini persoalan perorangan, perusahaan atau apa. Jangan emosi yang dikedepankan. Karena ini menyangkut juga citra daerah. nanti kita akan sampaikan kepada teman teman yang ada di kawasan Mandalika,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah dan seluruh stakeholder sedang berfokus untuk mempersiapkan menyambut digelarnya kembali seri MotoGP di Sirkuit Mandalika. Menurutnya, tidak ada aturan khusus di sana yang mengatur trayek antar jemput penumpang, ataupun penonton balapan nanti.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Dirlantas, maupun ITDC sebagai pengelola kawasan,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, dua orang pengemudi Blue Bird dianiaya oleh lebih dari dua orang saat mangkal di sekitar KEK Mandalika.

Peristiwa penganiayaan terjadi hari Rabu, 4 September 2024, sekitar pukul 16.30 WITA di parkiran Mandalika Beach Club (MBC). Pemukulan terhadi secara tiba-tiba, hingga pengemudi taksi melarikan diri.

Diduga, peristiwa ini terjadi berkaitan dengan wilayah operasional yang ingin dikelola hanya oleh masyarakat transportasi tertentu. Kejadian penganiayaan kepada dua pengemudi Blue Bird inipun sudah dilaporkan ke Polres Lombok Tengah.

Manager Pool Lombok Taksi, Fakhrizal Syam di Mataram, Kamis, 5 September 2024 menyampaikan, Sesuai izin yang diterima, Blue Bird dapat melakukan mengantar dan menjemput penumpang di seluruh Wilayah Lombok.

“Kehadiran kami di Mandalika untuk memberikan support terhadap layanan yang lebih berkualitas, sehingga Blue Bird bisa berkontribusi positif terhadap perkembangan pariwisata di Lombok, sayang ada oknum oknum yang tidak bertanggung jawab hingga pengemudi kami mengalami kerugian. Untuk kasus ini kami serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib,” ujarnya. (bul)

MPP Beri Dampak Signifikan, Ketua DPRD Sebut Mataram Mall Sedang Berbenah

0
Abdul Malik(ekbisntb.com/fit)

Lombok (ekbisntb.com) – Hadirnya MPP (Mall Pelayanan Publik) di Mataram Mall, membawa angin segar bagi mall pertama di Kota Mataram ini. Banyaknya pengunjung yang datang ke sana, terutama untuk mengurus masalah administrasi, sejatinya menjadi potensi baru bagi pendapatan daerah. Sehingga muncul dorongan dari beberapa pihak untuk meninjau kembali besaran royalti yang disetorkan pihak ketiga kepada Pemkot Mataram selaku pemilik lahan.

Namun, Ketua Sementara DPRD Kota Mataram, Abdul Malik, S.Sos., memiliki pandangan yang berbeda. Dia melihat Mataram Mall justru sedang berbenah. ‘’Jadi kalau menurut saya, yang ramai di sana itu memang pelayanan publiknya,’’ katanya kepada Ekbis NTB di sela menghadiri kegiatan orientasi di Mataram, Kamis 5 September 2024.

Kalau untuk kegiatan ekonomi di dalam mall itu sendiri, lanjut Malik, masih belum ada perubahan signifikan. ‘’Kalau untuk yang lain-lain ini belum. Kami  lihat masih stagnan. Masih banyak toko yang tutup,’’ imbuhnya.

Namun di sisi lain, orang nomor satu di DPRD Kota Mataram ini tidak menyangkal, hadirnya MPP di Mataram Mall juga memberikan dampak bagi sektor perparkiran di sana. Pantauan Ekbis NTB, halaman samping Mataram Mall dipadati pengunjung yang parkir hendak mengurus administrasi di MPP Mataram Mall.

’Nah inilah perlunya sembari berjalan. Artinya ada inovasi MPP sangat bagus yang dilakukan ini. Artinya orang sambil bermain sambil membuat KTP. Semua bisa terakomodir,’’ terangnya. Politisi Partai Golkar ini mengatakan, setelah pimpinan dewan dan AKD definitif, Dewan tentu akan mengevaluasi kondisi di sana.

Pada bagian lain, Malik mendorong Dishub Kota Mataram menemukan pola penanganan retribusi parkir. Terlebih dengan hadirnya MPP di Mataram Mall yang otomatis menjadi sumber retribusi bagi Kota Mataram. Terkait target retribusi parkir yang selama ini tidak pernah mencapai target, anggota dewan dari daerah pemilihan Cakranegara ini yakin dan percaya bahwa Pemkot Mataram sudah melakukan yang terbaik.

‘’Baik menggunakan system qrus, dengan melakukan uji petik juga sudah. Ya nanti kita coba komunikasi dengan Dishub. Kira-kira pola apa yang paling tepat untuk mendapat retribusi parkir yang besar. (fit)

Harga Kebutuhan Pokok di Mataram Naik Jelang Maulid Nabi Muhammad

0
Aktivitas pedagang di Pasar Pagesangan, Kota Mataram, Kamis 5 September 2024(ekbisntb/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Sejumlah kebutuhan bahan pokok (bapok) di Pasar Pagesangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat mulai merangsek naik menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad.

Seorang pedagang di Pasar Pegasangan, Ahmad di Mataram, Kamis, membenarkan adanya kenaikan sejumlah bahan pokok, menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad.

“Ya menjelang maulid harga sudah naik, rata-rata kenaikannya bervariasi dari Rp1.000 sampai dengan Rp5.000 per kilogram,” ujarnya di Pasar Pagesangan.

Ia mencontohkan untuk harga beras super saja dari awalnya Rp14 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp15 ribu per kilogram. Sedangkan, beras biasa yang tadinya dijual dengan harga Rp11 ribu kini menjadi Rp12 ribu per kilogram.

Tak hanya beras, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang putih yang tadinya Rp35 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu per kilogram. Berikutnya daging sapi juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp110 ribu per kilogram kini menjadi Rp130 ribu per kilogram.

Meski ada kenaikan harga, Ahmad tidak memungkiri di komoditas tertentu justru harganya tetap stabil dan turun. Contoh bawang merah masih di jual di kisaran Rp20 ribu per kilogram.

Kemudian minyak goreng juga harganya Rp18 ribu per liter. Termasuk telur ayam Rp52 ribu per trai. Sedangkan cabai rawit yang sebelumnya harganya berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp30 ribu per kilogram.

“Begitupun cabai merah keriting yang sebelumnya dijual dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, kini menjadi Rp20 ribu per kilogram,” terang Ahmad.

Hal senada juga dibenarkan pedagang lain, Ibu Sumi, bahwa kenaikan ini sebetulnya sudah biasa terjadi saat masuk hari-besar keagamaan, seperti Hari Raya Idul Fitri, menjelang Ramadhan dan hari besar keagamaan lainnya.

“Jadi kalau naik nggak pas maulid aja, setiap hari besar pasti naik,” katanya.

Naiknya beberapa bahan pokok, terutama beras ini menyebabkan banyak pembeli di Pasar Induk Pagesangan mengeluh.

Seorang pembeli Ibu Siti, mengaku sangat mengeluhkan kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut, utamanya harga beras.

“Biasanya saya beli beras super itu Rp13 ribu per kilogram, sekarang harus bayar Rp14 ribu. Padahal, kebutuhan sehari-hari sudah banyak, apalagi kalau maulid pengeluaran semakin besar. Kami jadi harus lebih menghemat untuk kebutuhan lain,” ujar Siti.

Terkait kondisi ini, dirinya berharap pemerintah daerah baik Pemerintah Kota Mataram dan Pemerintah Provinsi NTB untuk mengambil langkah kongkrit menekan harga kebutuhan pokok tersebut bisa turun.

“Kami berharap secepatnya ada perhatian dari pemerintah untuk menurunkan harga,” katanya. (ant)

Kantor KSOP Kelas III Lembar jalin kerjasama dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNRAM

0
Kantor KSOP Kelas III Lembar jalin kerjasama dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNRAM(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar menandatangai perjanjian kerjasama dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram terkait dukungan untuk program studi Kedokteran Spesialis Kelautan yang merupakan program studi yang baru saja terbentuk di Universitas Mataram

Dalam perjanjian ini KSOP Kelas III Lembar akan membantu untuk memfasilitasi kegiatan Pendidikan, Penelitian dan juga Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa FKIK Universitas Mataram di wilayah kerja KSOP Kelas III Lembar nantinya.

Kepala Kantor KSOP Kelas III Lembar, Capt. Purgana menyatakan siap mendukung dengan seluruh fasilitas dan sumber daya yang dimiliki Kantor KSOP Lembar sehingga nantinya kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat bisa berrhasil dan memberikan dampak positif bagi insan maritim yang ada di bawah koordinator KSOP Lembar maupun bagi mahasiswa FKIK Universitas Mataram itu sendiri.

Penandatanganan Kerjasama ini dilaksanakan di Hotel Aruna Senggigi, Kamis, 5 September 2024 dan dibuka langsung Kepala KSOP Kelas III Lembar Capt. Purgana, dan juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, yakni Dr. dr. Arfi Syamsun, Sp.KF., M.Si.Med.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan sosialisai keselamatan pelayaran dan tata cara Penanganan serta pengangkutan Barang Berbahaya di Pelabuhan.

Dengan narasumber dari KSOP Kelas III Lembar, BPTD, DLHK dan juga Navigasi Benoa, rangkaian kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman stakeholder yang ada di pelabuhan Lembar dalam menangani muatan Barang Berbahaya di Pelabuhan.(bul)

Pemerintah Layani Penonton MotoGP yang Datang dari Lima Pintu Masuk Lombok

0
Lalu Mohammad Faozal (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB melakukan persiapan untuk memaksimalkan pelayanan penonton MotoGP Mandalika 2024 yang datang melalui lima pintu masuk Lombok yaitu Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Pelabuhan Gili Mas, Pelabuhan Lembar Lombok Barat, Pelabuhan Bangsal Lombok Utara, dan Pelabuhan Kayangan Lombok Timur.

Kepala Dishub Provinsi NTB Lalu Mohammad Faozal memberikan pemaparan terkait dengan kondisi lima pintu masuk Lombok tersebut dalam dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan MotoGP 2024 yang digelar oleh Polda NTB di Mataram, Kamis , 5 September 2024.

Lalu Mohammad Faozal mengatakan, di BIZAM masih banyak kursi pesawat yang belum terjual untuk tanggal 25 – 29 September mendatang. Dishub sendiri memperkirakan pergerakan penonton yang datang melalui BIZAM sekitar 25 persen.

Kemudian di pintu masuk Pelabuhan Gili Mas, terdapat empat kapal yang melayani rute Tanjung Perak Surabaya – Gili Mas Lombok serta empat unit kapal untuk rute Tangjung Wangi Banyuwangi – Gili Mas. Pelabuhan ini akan melayani penonton yang datang dari Jawa yang umumnya menggunakan kendaraan.

“Sedangkan gate tiga yaitu Pelabuhan Lembar, telah tersedia kapal penyeberangan rute Padangbai Bali – Lembar sebanyak 25 unit kapal. Kemudian Pelabuhan Jangkar (Situbondo)– Lembar tersedia lima kapal dengan kapasitas yang sangat siap,” kata Faozal.

Selanjutnya pintu masuk Lombok melalui Pelabuhan Bangsal Lombok Utara, umumnya didatangi oleh penumpang yang datang dari Bali. Di sini terdapat 35 kapal cepat yang melayani rute ini setiap hari dengan kapasitas angkut hampir 3500 dalam sehari.

“Jadi kalaupun ada penonton yang stay di Bali dan datang ke Lombok menggunakan fasilitas kapal cepat ini, maka rute ini pun sangat siap dan Pelabuhan Bangsal juga sangat siap,” terang Faozal.

Kemudian pintu masuk Lombok dari Pelabuhan Kayangan memiliki 10 kapal yang beroperasi setiap hari. Adapun total kapal di rute Kayangan – Pototano ini sebanyak 27 unit kapal dan dalam kondisi sangat siap untuk melayani masyarakat Pulau Sumbawa yang akan menonton MotoGP Mandalika.

Faozal mengatakan, untuk lalu lintas kendaraan yang memasuki kawasan Mandalika selama event MotoGP tanggal 27 – 29 September, pihaknya bersama dengan kepolisian sudah siap mengatur kendaraan untuk masuk ke kantong-kantor parkir di kawasan Sirkuit Mandalika dengan cacatan mereka sudah memiliki tiket dan stiker kendaraan.

“Jadi mereka yang punya akses adalah yang punya tiket nonton MotoGP dan yang sudah memiliki stiker di kendaraan,” imbuhnya.

Untuk sementara waktu dari tanggal 27 – 29 September, Dishub NTB bersama kepolisian akan membatasi pergerakan kendaraan menuju Mandalika diluar kepentingan MotoGP. “Kami juga akan mengeluarkan surat imbauan dari Dishub NTB untuk membatasi kendaraan logistik dengan kapasitas besar pada periode tanggal 25 – 29 sehingga tak mengganggu traffic yang akan menuju Mandalika,” tutupnya.(ris)

Tiga Pekan Jelang MotoGP, Masih Banyak Kamar Hotel yang Tersedia

0
I Gusti Lanang Patra (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Tiga pekan menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika tanggal 27 – 29 September 2024, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan bahwa masih banyak kamar hotel yang tersedia di Lombok. Tak hanya di wilayah Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara dan Lombok Timur saja, namun di Lombok Tengah pun masih ada kamar yang belum terpesan.

Ketua Dewan Kehormatan PHRI NTB, I Gusti Lanang Patra mengatakan, ada tiga zona untuk ketersediaan akomodasi MotoGP di Lombok yaitu zona satu, zona dua dan zona tiga. Zona satu berada di Mandalika dan sekitarnya, zona dua di Kota Mataram dan sekitarnya serta zona tiga di wilayah Senggigi dan sekitarnya.

Pada ring atau zona satu di kawasan Mandalika dan sekitarnya, sampai saat ini sekitar 90 hingga 95 persen kamar hotel berbintang yang sudah terpesan untuk tanggal 27 – 29 September. Pihak yang paling banyak memesan adalah pembalap, kru dan ofisial MotoGP.

“Sedangkan kamar non bintang seperti homestay dan guesshouse masih kisaran 30 sampai 40 persen keterisiannya. Artinya orang yang sudah booking,” kata I Gusti Lanang Patra dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan MotoGP 2024 yang digelar oleh Polda NTB di Hotel Lombok Raya, Kamis , 5 September 2024.

Selanjutnya di Kota Mataram yang masuk dalam zona dua, reservasi kamar di hotel bintang saat MotoGP 2024 baru 40 – 50 persen. Sedangkan hotel non bintang baru terpesan antara 10 – 20 persen saja. Adapun di kawasan Senggigi, hotel bintang yang sudah direservasi untuk MotoGP baru sekitar 30 persen. Begitu juga di kawasan Tiga Gili Lombok Utara masih banyak kamar yang tersedia.

“Jadi kesimpulannya, ketersediaan hotel masih banyak. Tak ada masalah. Karena ada penonton MotoGP khususnya dari luar daerah mereka ada yang menginap di Bali. Ini yang menyebabkan juga hotel-hotel di Lombok berkurang reservasinya,” katanya.

Gusti Lanang Patra mengatakan, terkait dengan harga kamar hotel di momentum MotoGP, para pelaku usaha perhotelan sejauh ini masih tetap berpedoman pada Pergub terkait pembatasan harga kamar saat event internasional.

Ia mengakui bahwa di MotoGP tahun 2022 lalu memang harga kamar hotel rata-rata tinggi. Namun yang membuat harga kamar hotel tinggi sesungguhnya adalah permainan para broker. Para broker membeli harga kamar dengan harga tertentu di pengelola property, namun dijual lagi ke pihak lain dengan harga yang sangat tinggi.

“Namun pada MotoGP tahun 2023 lalu, para broker banyak yang collapse, bahkan ada yang sampai nangis-nangis minta kembalikan kamar, ya ndak bisa. Karena kebiasaan mareka membayar kamar semua kemudian mereka jual, nah di tahun kemarin penonton turun sehingga mereka tak bisa jual kamar. Nah pada MotoGP yang ketiga ini boleh dibilang, broker sudah tak ada lagi,” katanya.(ris)

Tiket MotoGP Mandalika Baru Terjual 27 Ribu, Penyelenggara Tebar Sejumlah Promo

0
Penjualan tiket MotoGP secara offline di Lombok Epicentrum Mall (ekbisntb.com/ris)

Lombok (ekbisntb.com) – Hingga saat ini penjualan tiket MotoGP Mandalika 2024 baru mencapai angka 27 ribu lembar. Penyelenggara menggunakan sistem pejualan melalui loket.com. Meskipun pelayanan penjualan ada juga yang dilakukan secara offline, namun loket.com yang mencetak tiket dari para pembeli.

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengatakan, penyelenggara menggandeng sejumlah pihak dalam rangka mempercepat penjualan tiket MotoGP ini. Tentu ada beberapa promo menarik berupa potongan harga untuk para pembeli.

“Semua penjualannya lewat loket.com. Jadi dari online, dari offline ujungnya adalah di loket.com. Jadi bilangan dari dia ini rekapitulasinya selalu ada jeda waktunya antara 25 ribu sampai 27 ribu, itu sudah confirm dilepas oleh loket.com untuk dibuatkan fisiknya,” kata Priandhi Satria kepada Ekbis NTB, Kamis 5 September 2024.

Untuk zona penonton, di kelas Royal Box dan Deluxe sudah hampir habis terpesan yang diperuntukkan untuk tamu negara dan dari penikmat MotoGP yang menginginkan keistimewaan. Royal Box dengan 900 seat dan Deluxe 300 seat tinggal tersisa beberapa seat saja.

“Royal dengan kapasitas sekitar 900 kapasitas orang ya. Dari 900 itu beberapa kita book untuk kedatangan Bapak Presiden dan Presiden terpilih dan juga mungkin bapak Wakil Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Sisanya ada beberapa Box yang kita jual,” katanya.

Sedangkan untuk kursi penonton di Grandstand A,B,C,D,E,F,G,H,I,J, dan Grandstand K serta general admission masih banyak yang belum terpesan dan akan terus dilakukan penjualan bersama perusahaan mitra. Pihaknya kata Priandhi, terus berupaya menjual semaksimal mungkin tiket MotoGP sesuai dengan target penonton tahun ini yang lebih dari 100 ribu orang.

“Kalau promosi sudah banyak ya, mulai dari penjualan tiket 50 persen, kemudian yang baru ini adalah Kerjasama kami dengan Bank Mandiri dengan penjualan tiket seharga 1 rupiah untuk kelas-kelas tertentu melalui aplikasi Livin’. Ini sangat murah sekali ya, karena Mandiri tak hanya mensponsori saja, namun mencari traffic dari penontonnya,” ujarnya.

Menjelang pelaksanaan MotoGP, Sirkuit Mandalika sudah ditutup untuk kegiatan otomotif dan motosport, namun tetap dibuka untuk kunjungan masyarakat di Jumat, Sabtu dan Minggu. “Kita tutup untuk kegiatan Motorsport karena lintasannya kiri kanan kita cat mulai Senin kemarin,” katanya.

Adapun jadwal MotoGP 2024 yaitu 27 September 2024 Free Practice Moto3, Moto2, dan MotoGP. Selanjutnya tanggal 28 September 2024 kegiatan Sprint Race MotoGP & Qualification Moto3, Moto2, MotoGP. Sedangkan di hari Minggu tanggal 29 September 2024 agenda Main Race Moto3, Moto2, MotoGP. Seluruh rangkaian acara ini menjanjikan pengalaman yang mendebarkan dan penuh adrenalin.(ris)