Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 6

Bupati Amar Dukung Poto Tano Jadi Lumbung Hortikultura

0
Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah saat berdialog dengan para petani hortikultura di Kecamatan Poto Tano, Jumat (27/3/2026) lalu. (Suara NTB/bug)

Taliwang (ekbisntb.com) – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. Amar Nurmansyah menyatakan pemerintah akan mendukung penuh aktivitas pertanian masyarakat Kecamatan Poto Tano, KSB yang kini mulai menggeliatkan berbagai usaha tanaman hortikulutra.

Pernyataan dukungan Bupati Amar itu disampaikan langsung kepada sejumlah kelompok petani hortikultura Kecamatan Poto Tano saat hadir panen perdana melon hidroponik sistem Machida di Pusat Edukasi Agrowisata Pertanian Terintegrasi, Poto Tano, Jumat (27/3/2026) pekan lalu.

“Silakan menanam. Dan apapun kebutuhannya, mulai dari bibit sarana dan prasarana sampai pendampingan akan pemerintah sediakan,” tegas Bupati di hadapan para petani.

Ia mengatakan Kecamatan Poto Tano saat ini secara bertahap tengah diarahkan menjadi menjadi pusat pengembangan tanaman hortikultura dalam desain Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa. Karena itu Pemkab KSB melalui Dinas Pertanian, bertahap mulai mengarahkan masyarakat petani untuk budi daya berbagai komoditas tanaman hortikulutra.

“Sekarang ini kita sedang panen melon, terus bapak ibu kan ada yang mengusahakan tanaman lain seperti sayur-mayur dan jenis buah lainnya. Itu semua silakan dilanjutkan karena kita akan jadikan Poto Tano sebagai lumbung penghasil berbagai jenis tanaman horti,” dukung Bupati.

Dukungan pemerintah untuk menjadikan Poto Tano sebagai pusat produksi tanaman hortikultura, kata Bupati, tidak akan berhenti diproduksi. Ia menegaskan, di sisi pasar pun akan turut pula disediakan. Bupati mengungkap, kebutuhan bahan-bahan makanan dari komoditas tanaman hortikultura di proyek pertambangan Batu Hijau sangat tinggi. Dan pasar tersebut akan menjadi sasaran dari aktivitas produksi tanaman para petani di kecamatan Poto Tano.

“Di sana (Batu Hijau) untuk pisang saja butuhnya sampai satu ton per hari. Berbagai jenis buah ratusan kilogram, seperti melon dan semangka. Kita sudah isi sebagian kebutuhan itu, tapi masih kurang. Maka kita perlu terus tingkatkan produksi,” kata Bupati.

Sebagai bentuk keseriusan dukungannya, Bupati pada kesempatan itu langsung meminta Dinas Pertanian segera memetakan kelompok tani agar usaha yang dikembangkan benar-benar sesuai kebutuhan pasar dan berorientasi bisnis. Termasuk juga membina petani untuk mengubah pola-pola pemasarannya dari yang sebelumnya trandisional menjadi lebih modern.

“Pada pengemasan produk dan pola bertani tolong dinas teknis dampingi. Dan kembali saya sampaikan di sini apapun kebutuhannya, pemerintah siap menyediakan,” imbuh Bupati. (bug)

Pelabuhan Soro Kempo Kembali Layani Bongkar Muat Jagung

0
Aktivitas Pelabuhan Soro Kempo, Kabupaten Dompu pada Sabtu (28/3/2026). Pelabuhan Soro Kempo, kembali melayani bongkar muat jagung pada tahun 2026. (Suara NTB/ula)

Dompu (ekbisntb.com) – Pelabuhan Soro Kempo, Kabupaten Dompu kembali melayani bongkar muat jagung pada tahun 2026. Bongkar muat perdana dimulai pada 18 Maret 2026 setelah tidak ada layanan sejak November 2025 lalu.

Kepala Pelabuhan Soro Kempo, Anshar, SH di Kempo, Sabtu (28/3/2026) mengakui, layanan Pelabuhan Soro Kempo sempat terhenti pascainsiden antar pihak ekspedisi dan buruh pada November 2025 lalu. Akibatnya, pihak ekspedisi mengalihkan lokasi pengiriman barangnya melalui Pelabuhan Calabai, Pelabuhan Bima, dan Pelabuhan Badas Sumbawa.

“Sejak ribut November 2025 lalu, tanggal 18 Maret kemarin kembali melayani bongkar muat jagung di Pelabuhan Soro Kempo. Ini kapal kedua yang angkut jagung dari ekspedisi milik Gudang jagung yang ada,” jelas Anshar.

Kembali dibukanya layanan ekspedisi melalui Pelabuhan Soro setelah dilakukan pengaturan pengiriman dari masing-masing gudang. Saat ini menggunakan sistem gilir dan masing-masing gudang dengan ekspedisinya diundi agar tidak menimbulkan kecemburuan.

“Alhamdulillah sekarang berlangsung aman. Buruh dari masyarakat sekitar juga bisa kembali bekerja. Para pengusaha dan pemilik kapal juga bisa menerima layanan dengan baik,” ungkapnya.

Pelabuhan Soro Kempo merupakan pelabuhan yang terdaftar sebagai aset daerah Kabupaten Dompu. Pelabuhan ini juga menjadi sentra pengiriman jagung para pengusaha Dompu ke luar daerah. Selain jaraknya yang relatif dekat dengan gudang penampung, layanan pelabuhan relatif terjangkau. Termasuk jembatan timbang dan lainnya.

Pelabuhan yang dibangun sejak 1995 ini diharapkan bisa ditingkatkan melalui renovasi area labuh kapal dan penambahan tempat sandar kapal. Karena saat ini, tempat sandaran kapal masih satu, sehingga kapal harus mengantri beberapa hari.

Dengan fasilitas yang ada, Pelabuhan Soro termasuk salah satu penyumbang PAD terbanyak di Kabupaten Dompu. Pada 2025 lalu, PAD dari Pelabuhan Soro Kempo mencapai Rp600 juta lebih. (ula)

2.449 Warga Lewirato Terima Bantuan Pangan

0
Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, memberikan bantuan secara simbolis kepada warga Kelurahan Lewirato, di Kantor Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Sabtu (28/3/2026). (Suara NTB/ist)

Bima (ekbisntb.com) – Sebanyak 2.449 warga penerima manfaat di Kota Bima menerima bantuan pangan tahap I alokasi Februari-Maret 2026 berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per orang, sebagai langkah pemerintah menjaga stabilitas kebutuhan pokok sekaligus menekan inflasi daerah.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., di Kantor Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Sabtu (28/3/2026). Bantuan pangan yang disalurkan kepada masyarakat bersumber dari Bulog sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sehari-hari, khususnya kelompok penerima manfaat.

Di Kelurahan Lewirato, terdapat 123 penerima manfaat yang memperoleh bantuan untuk kebutuhan dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026. Penyaluran dilakukan secara simbolis kepada empat warga penerima, salah satunya Ibu Rugaya, sebelum distribusi dilanjutkan kepada penerima lainnya.

Wali Kota Bima Rahman menegaskan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan pangan tersebut. Ia meminta seluruh unsur di tingkat kelurahan hingga lingkungan untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Pastikan bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, program bantuan pangan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Bantuan pangan yang diberikan secara berkala dinilai mampu membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Selain memastikan ketepatan distribusi bantuan, Wali Kota juga mengingatkan peran lurah, RT, dan RW agar lebih responsif terhadap kondisi sosial warga, khususnya yang tinggal di rumah tidak layak huni. Ia meminta perangkat wilayah untuk mengusulkan warga yang memenuhi syarat ke dalam program bantuan bedah rumah.

“Kami minta lurah, RT, dan RW tidak menutup mata terhadap warga yang tinggal di rumah tidak layak huni,” tegasnya.

Ia menambahkan, usulan bantuan bedah rumah harus memperhatikan status kepemilikan lahan agar tidak dalam kondisi sengketa. Hal tersebut penting untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Bima terus mengoptimalkan program bantuan sosial sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah. Penyaluran bantuan pangan dinilai tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berperan dalam menjaga daya beli warga serta menekan laju inflasi di tingkat lokal.

Melalui distribusi bantuan pangan tahap I ini, pemerintah berharap ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga, khususnya bagi kelompok rentan. Program serupa direncanakan akan terus berlanjut sesuai alokasi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah Kota Bima. (hir)

PAD Sampah Kota Bima Triwulan I Capai Rp125 Juta

0
Syahrial Nuryadin (Suara NTB/ist)

Kota Bima (ekbisntb.com) – Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi persampahan Kota Bima pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai sekitar Rp125 juta. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada dua tahun sebelumnya dan menjadi modal awal pencapaian target Rp950 juta pada tahun anggaran 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima, Syahrial Nuryadin, S.IP., M.M., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil penguatan sistem pembayaran serta meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam membayar retribusi persampahan.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Kami menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang semakin aktif dan taat dalam membayar retribusi persampahan, serta kepada seluruh jajaran petugas yang terus bekerja di lapangan dalam memperkuat pelayanan dan sistem penerimaan,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Ia menjabarkan data DLH Kota Bima menunjukkan, realisasi penerimaan PAD retribusi persampahan pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai sekitar Rp125 juta. Jika dibandingkan periode yang sama, capaian ini meningkat cukup tajam.

Pada Triwulan I Tahun 2024, penerimaan tercatat sekitar Rp77 juta atau 11,04 persen dari target Rp700 juta. Sementara pada Triwulan I Tahun 2025 tercatat sekitar Rp76 juta atau 10,95 persen dari target yang sama.

“Pada tahun 2026, capaian Triwulan I tidak hanya meningkat dari sisi persentase, tetapi juga dari sisi nominal. Realisasi sebesar Rp125 juta meningkat hampir 62 persen dibandingkan periode yang sama Tahun 2024 dan sekitar 63 persen dibandingkan Tahun 2025,” paparnya.

Selain itu, nilai penerimaan sebesar Rp125 juta tersebut belum termasuk kontribusi retribusi persampahan dari masing-masing kelurahan. Dengan potensi tambahan tersebut, peluang peningkatan penerimaan pada triwulan berikutnya dinilai masih terbuka cukup besar.

Secara tahunan, target PAD retribusi persampahan pada Tahun 2024 dan Tahun 2025 masing-masing ditetapkan sebesar Rp700 juta. Pada Tahun 2024, realisasi tercapai sebesar 49,92 persen atau sekitar Rp349 juta. Sementara pada Tahun 2025 meningkat menjadi 57,59 persen atau sekitar Rp403 juta.

“Pada Tahun 2026, target penerimaan PAD retribusi persampahan dinaikkan menjadi Rp950 juta. Pemerintah daerah menargetkan capaian realisasi hingga akhir tahun dapat mencapai sekitar 90 persen dari total target tersebut,” tuturnya.

Syahrial menegaskan, peningkatan penerimaan PAD retribusi persampahan tidak terlepas dari sejumlah inovasi yang terus diperkuat oleh DLH, termasuk digitalisasi sistem pembayaran dan penguatan pelayanan di lapangan.

DLH mulai memperluas penggunaan pembayaran digital melalui QRIS, memperkuat layanan pada titik-titik pelayanan, serta mengoptimalkan tim PAD retribusi persampahan di lapangan untuk meningkatkan cakupan layanan dan kemudahan pembayaran.

Ia juga berharap peran aktif pemerintah wilayah, khususnya lurah, dapat terus ditingkatkan dalam mendorong kepatuhan masyarakat membayar retribusi persampahan. “Kami meyakini, jika seluruh lurah aktif dan rutin membantu mendorong pembayaran retribusi persampahan di wilayahnya, maka target PAD Retribusi Persampahan Tahun 2026 akan semakin optimis untuk tercapai,” tambahnya.

DLH Kota Bima menilai tren peningkatan pada awal tahun ini menjadi indikator positif bagi pencapaian target tahunan. Dukungan masyarakat, penguatan sistem pembayaran, serta kerja lapangan yang konsisten dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan penerimaan PAD retribusi persampahan sepanjang Tahun 2026. (hir)

Tidak Ada Pengaduan Pembayaran THR di Sumbawa

0
Auliah Asman (Suara NTB/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa, memastikan tidak menerima pengaduan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) selama posko pengaduan dibuka.

“Selama tidak ada pengaduan kita asumsikan pembayaran THR berjalan normal. Pemerintah juga telah membuka pos pengaduan sebelumnya tetapi tidak ada laporan,” kata Sekretaris Disnakertrans Sumbawa, Auliah Asman, kepada Suara NTB, pekan kemarin.

Meski tidak ada pengaduan, tetapi pihaknya tidak bisa memastikan apakah perusahaan taat dalam membayar THR atau tidak. Sebab pemerintah bersifat pasif terkait hal tersebut, selama tidak ada pengaduan dari karyawan maka pemerintah menganggap THR para karyawan sudah terbayarkan semua.

“Kita tidak bisa berbuat lebih untuk memastikan THR ini terbayarkan secara keseluruhan, karena tidak kewenangan pengawasan di kami melainkan berada di stakeholder yang lain,” ucapnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan aturan, paling lambat pembayaran THR dilakukan perusahaan H-7 lebaran hingga H+7. Karena tidak adanya laporan, ia menduga perusahaan sudah taat asas meskipun nilainya akan disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan.

“Karena H+7 sudah berakhir, maka secara otomatis posko pengaduan yang kita buka kemarin sudah kita tutup secara resmi. Tetapi kami juga tetap membuka ruang jika ada pengaduan nanti,” ujarnya.

Pemberian THR lanjutnya, jika mengacu ke aturan maka karyawan sudah berhak menerima THR sejak bulan pertama bekerja bukan lagi menunggu tiga bulan. Hanya saja untuk ketentuan yang dimaksud akan disesuaikan dengan masa kontrak dengan pihak perusahaan.

“Jadi, di aturan terbaru setelah menjadi karyawan maka haknya berupa THR sudah harus diberikan tidak lagi menunggu waktu tiga bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, posko pengaduan itu disiapkan pemerintah untuk menjamin hak mereka selama bekerja. Sehingga diharapkan bagi karyawan yang belum dibayarkan THR nya untuk melapor dan pastinya akan diberikan sanksi sesuai dengan kepada aturan berlaku.

“Kita tetap memberikan atensi khusus jika ada perusahaan yang tidak membayarkan THR karyawannya karena sudah aturan yang mengatur hal tersebut,” tegasnya. (ils)

Jadi Daya Tarik Wisatawan Asing, Gubernur NTB dan Bupati Ikut Prosesi Lebaran Topat di Lobar

0
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati H. Lalu Ahmad Zaini dan Forkopimda menari bersama wisatawan setelah prosesi Lebaran Topat. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Tradisi budaya unik Lebaran Topat di Lombok Barat (Lobar) menjadi agenda tahunan. Kali ini, ajang atau event tradisi budaya ini dipusatkan di Amphiteater Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lobar. Dalam prosesi Lebaran Topat ini kental dengan kesakralan dari akar tradisi yang menjadi warisan leluhur masyarakat Lombok yang sarat nilai religi, spiritual, dan sosial.

Prosesi ini melalui berbagai ritual, mulai dari mengambil air di Lingkoq Beleq, ziarah makam, zikir, dan doa. Dilanjutkan parade Gunungan Ketupat hingga memotong ketupat menjadi puncak prosesi Lebaran Topat. Selepas acara sakral itu, Bupati Lobar bersama Gubernur NTB makan ketupat hingga menari bersama para wisatawan asing.

Pada Sabtu (28/3/2026), sekitar pukul 08.00 Wita, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal bersama istri, Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha, jajaran Forkopimda dan Kepala OPD berkumpul di Kantor Camat Batulayar lalu naik cidomo menuju Lingkok Beleq.

Di Lingkoq Beleq, Gubenur dan Bupati serta Forkopimda mengambil air dari sumber air yang ada di sana. Kemudian mereka berjalan kaki dari Lingkok Beleq menuju Makam Batulayar. Di Makam Batulayar, dilakukan prosesi zikir dan doa. Selanjutnya, Bupati dan Wakil Bupati, Gubernur serta Forkopimda Lobar naik mobil dari Makam Batulayar menuju lokasi start Pawai Gunungan Topat.

Parade Gunungan Topat diikuti oleh Bupati Lobar dan Wakil Bupati Lobar, Gubernur NTB serta Forkopimda Lobar dengan titik finis di Amphiteater Senggigi, lokasi puncak acara lebaran Topat. Puncak acara dilakukan belah ketupat oleh Gubernur bersama Bupati, Wabup dan jajaran Forkopimda.

Setelah belah ketupat, Gubernur bersama Bupati dan Wabup serta Forkopimda duduk secara lesehan untuk memakan tupat yang telah disiapkan pada dulang pesaji. Mereka bersama-sama pengunjung dan wisatawan asing makan ketupat bersama. Tampak wisatawan dari berbagai negera, seperti mahasiswa Malaysia yang sedang KKN Internasional di sejumlah desa di Lobar ikut makan-makan hidangan ketupat. Ada juga wisatawan dari Australia, German, dan negara lain begitu menikmati makanan khas Sasak itu.

“Ini makanan khas (Sasak Lombok) yang enak,” kata Sharan, salah seorang wisatawan dari Malaysia.

Makanan khas yang disajikan dirasakan sangat pas dengan lidahnya, karena sesama negara Asia. Keunikan bentuk Topat dan rasa dipadukan dengan bumbu dan cara penyajian di dulang pesaji menjadi daya tarik tersendiri baginya. Terlebih dengan bungkusan event budaya tradisi lokal semacam ini sangat menarik. Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan tradisi unik ini. Sehingga dari event ini menjadi hal baru yang diperolehnya di Lombok.

Hal ini kata Sharan, sesuai dengan tujuannya belajar atau KKN Internasional di Lobar bersama puluhan mahasiswa Malaysia lainnya, yakni belajar tradisi lokal dan cara hidup masyarakat lokal di wilayah Lobar.

Usai prosesi Lebaran Topat, Gubernur dan Bupati serta Forkopimda menari bersama wisatawan asing. Tampak wisatawan asyik joget bareng mengikuti irama musik di atas panggung.

Dalam kesempatan itu, Bupati LAZ, menyampaikan Lebaran Topat kali ini digelar begitu berbeda dan variatif. Sehingga event ini mampu menjadi daya tarik wisatawan lokal dan dari berbagai negara yang ikut menyaksikan. “Alhamdulillah dari pengunjung berbagai negara hadir menyaksikan event ini, karena kami berupaya menghadirkan yang berbeda,” kata LAZ.

Menurutnya, event ini menjadi daya tarik karena Lebaran Topat bukan sekadar perayaan, melainkan warisan leluhur masyarakat Lombok yang sarat nilai spiritual dan sosial. Lebaran Topat diperingati setiap 8 Syawal, tepat sepekan setelah Idulfitri. Tradisi ini telah mengakar kuat, ditandai dengan ziarah ke makam para ulama, doa bersama, hingga kebersamaan masyarakat yang memadati kawasan pantai, khususnya di wilayah Kecamatan Batulayar.

Berbagai atraksi budaya, termasuk parade kreatif yang melibatkan pelaku pariwisata seperti hotel dan resort, turut meramaikan suasana. Ke depan, ia pun akan terus melakukan penyempurnaan pada pelaksanaan kegiatan ini agar lebih ramai pengunjung.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal pun menyapa para wisatawan yang hadir. Iqbal menyampaikan bahwa di NTB, khususnya Pulau Lombok ini menyiapkan berbagai event unik dalam setahun yang bisa disaksikan oleh wisatawan. Meskipun perayaan Lebaran Topat terus mengalami evolusi dari sisi kemasan dan penyelenggaraan, namun prosesi serta nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya tetap terjaga. (her)

Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kalimango Sumbawa

0
Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kalimango Sumbawa
Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kalimango Sumbawa

Sumbawa (ekbisntb.com) – PT Bank NTB Syariah kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di Dusun Sawo, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, PT Bank NTB Syariah hadir memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di lokasi tersebut.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan dasar bagi para korban, di antaranya terpal, kasur, perlengkapan mandi untuk dewasa dan anak-anak, paket sembako, air mineral, pakaian untuk anak-anak dan perempuan, serta dukungan satu unit tangki air bersih guna membantu memenuhi kebutuhan air di lokasi terdampak.

Branch Manager Bank NTB Syariah Kantor Cabang Sumbawa, Ika Listiana, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga setempat serta harapan agar bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban.

“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita di Dusun Sawo, Desa Kalimango. Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar serta meringankan beban para korban dalam masa pemulihan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Bank NTB Syariah akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan kebencanaan.

“Sebagai bank daerah, kami memiliki tanggung jawab untuk senantiasa hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami akan terus responsif terhadap berbagai kondisi yang dihadapi masyarakat, terutama saat terjadi musibah,” tambahnya.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung melalui posko yang berlokasi di Kantor Desa Kalimango dan diterima oleh Kepala Desa setempat. Selain itu, satu unit tangki air bersih disiagakan di lokasi untuk beberapa hari ke depan guna mendukung kebutuhan air bersih warga terdampak.

Melalui langkah cepat ini, Bank NTB Syariah berharap dapat membantu mempercepat proses pemulihan para korban serta memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus memperkuat pelaksanaan program sosial yang inklusif dan berkelanjutan, guna memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.(bul)

Pasca Idul Fitri, BULOG NTB Percepat Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga

0

Mataram (ekbisntb.com)- Perum BULOG Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat pasca Hari Raya Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat setelah periode Lebaran.
Penyaluran bantuan pangan dilakukan pada Jumat (27/3/2026) di Kelurahan Gomong, Selaparang, Kota Mataram, dengan total 306 Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Program ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan bahan pangan pokok di masyarakat. Setiap PBP menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan bahwa percepatan penyaluran bantuan menjadi strategi penting untuk mengendalikan kondisi pasar pasca Lebaran.
“Pasca Idul Fitri, kami menggenjot penyaluran bantuan pangan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. BULOG juga memastikan stok pangan dalam kondisi aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, BULOG berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah dengan prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah.
“Kami memastikan program ini berjalan berkelanjutan, termasuk setelah Hari Besar Keagamaan Nasional, agar masyarakat tetap mendapatkan akses bahan pangan pokok dengan harga terjangkau,” tambahnya.
Selain di Kota Mataram, penyaluran bantuan pangan juga dilakukan secara serentak di wilayah kerja lainnya. Kantor Cabang Lombok Timur menyalurkan bantuan di Desa Sukamulia, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur.
Percepatan distribusi bantuan ini dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meringankan beban pengeluaran rumah tangga setelah Lebaran. Di sisi lain, program ini juga berperan menjaga keseimbangan pasokan di pasar sehingga potensi kenaikan harga dapat ditekan.
Secara lebih luas, program bantuan pangan ini merupakan bagian dari pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) oleh Perum BULOG dalam menjaga kesinambungan rantai pasok pangan nasional, mulai dari tingkat petani hingga konsumen.
Melalui langkah ini, BULOG bersama pemerintah terus berupaya memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, sekaligus menjamin masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok secara aman dan terjangkau, baik sebelum maupun setelah momentum Lebaran.(bul)

AMMAN Buka Beasiswa Alat Berat Angkatan I untuk Putra Daerah

0

Sumbawa Barat (ekbisntb.com)- Peluang berkarir di industri alat berat kini semakin terbuka bagi pemuda Sumbawa Barat dan Sumbawa. Salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) meluncurkan Program Beasiswa Mekanik Alat Berat Batch I untuk menjaring dan mendidik talenta terbaik putra daerah agar siap menjadi mekanik alat berat profesional berstandar industri nasional dan global.
Program ini merupakan hasil kolaborasi AMMAN dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa serta UT School. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen AMMAN dalam mendukung visi ‘KSB dan KS Maju Luar Biasa’ melalui penguatan kualitas sumber daya manusia lokal.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, beasiswa ini dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga kerja kompeten dan berdaya saing tinggi di industri alat berat.
“Kami melihat potensi besar pada pemuda Sumbawa Barat dan Sumbawa. Melalui program beasiswa ini, AMMAN ingin membuka akses seluas-luasnya terhadap pendidikan vokasi berkualitas, agar putra daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama di industri alat berat,” ujar Aji Suryanto, Senior Manager Social Impact AMMAN.
Fasilitas dan Manfaat Beasiswa
Peserta terpilih akan memperoleh berbagai fasilitas, termasuk:
● Bebas biaya pendidikan dan pelatihan selama program
● Akomodasi dan transportasi
● Uang saku dan seragam
● Sertifikasi BNSP yang diakui secara nasional
● Job Connect, peluang penempatan kerja setelah lulus di berbagai wilayah Indonesia
Persyaratan Peserta
Program ini terbuka bagi pemuda dengan kriteria:
● Putra daerah KSB atau KS (dibuktikan dengan Kartu Keluarga)
● Usia maksimal 24 tahun dan tinggi badan minimal 160 cm
● Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, tidak bertato dan bertindik
● Lulusan SMA/SMK/sederajat dengan nilai rata-rata rapor minimal 7,0
● Memiliki minat kuat pada bidang alat berat
● Bersedia tidak menikah selama masa pelatihan dan siap ditempatkan di mana saja setelah lulus
● Terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan
Tahapan Seleksi dan Pendidikan
Proses seleksi dan pendidikan meliputi:

  1. Seleksi: Administrasi → Tes fisik, psikotes, TPA & wawancara → Medical Check-Up
  2. Pendidikan:
    ○ Pembinaan mental dan fisik (Bintalsik)
    ○ In-class training (4 bulan)
    ○ On Job Training (8 bulan)
  3. Output: Sertifikasi kompetensi dan penyaluran kerja
    Pendaftaran
    Pendaftaran dilakukan secara daring melalui: bit.ly/beasiswamekanikalatberatbatch1
    Jadwal pendaftaran:
    ● Wilayah KSB: 11 – 31 Maret 2026
    ● Wilayah Sumbawa: 10 – 31 Maret 2026
    Seluruh proses seleksi gratis dan tidak dipungut biaya apa pun. Peserta diimbau membaca dan memenuhi seluruh persyaratan agar tidak gugur pada tahap administrasi.
    Melalui Program Beasiswa Mekanik Alat Berat Batch I, AMMAN mengajak generasi muda Sumbawa Barat dan Sumbawa untuk mengambil peran aktif dalam membangun masa depan industri yang berkelanjutan.(r/bul)

Bupati Amar Lakukan Panen Perdana Melon di Poto Tano

0
Bupati KSB - Amar Nurmansyah menyimak presentasi yang disampaikan inisiator penanaman melon sistem hidroponik. (Suara NTB/bug)

Taliwang (ekbisntb.com) – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. Amar Nurmansyah menghadiri acara panen perdana buah melon yang digelar Dinas Pertanian di lokasi Edukasi Agrowisata Industri atau BBI Poto Tano pada, Jumat (27/3/2026).

Bupati yang hadir bersama sejumlah kepala OPD itu sekaligus berkesempatan berdialog dengan para petani pembudidaya dan memantau progres transformasi BBI Poto Tano yang kini telah disulap menjadi lokasi Edukasi Agrowisata.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian yang telah menginisasi program penanaman buah melon tersebut. Menurutnya program Demplot Melon Hidroponik sistem Machida ini bisa menjadi kegiatan alternatif penamanan berbagai jenis buah oleh masyarakat ke depannya. “Pemanfaatan teknologi itu memang wajib di semua sektor. Terutama di sini (KSB, red) pada sektor pertanian,” katanya.

Bupati menyampaikan pemerintah siap mendukung penuh berbagai inisiatif program di bidang pertanian. Terlebih jika kegiatan itu dikembangkan dan fokus pada peningkatan nilai ekomomi bagi masyarakat. “Apa saja. Selama itu baik kita (pemerintah) pastinya akan dukung,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatun dalam laporannya menyampaikan, terdapat 3 jenis varietas melon yang dikembangkan dalam program demplot ini, diantaranya jenis Appolo F1, Sunny F1, Sweet Hamy dan Lavender. “Kegiatannya sudah kami mulai tahun lalu dan sampai sekarang sudah tiga kali panen,” ungkapnya.

Dalam menjalankan program ini Dinas Pertanian melibatkan warga petani. Selain penanaman secara mandiri, petani binaan kelompok dan para anak muda yang tergabung dalam kelompok tani milenial.

Program ini lanjut Jamilatun akan terus dikembangkan. Ke depan kata dia, sejumlah komoditas buah-buahan siap diuji coba di lahan yang telah disediakan di BBI Poto Tano. “Lahan yang kami siapkan di sini ada 105 hektar untuk program hortikultura. Dan itu bertahap akan kita manfaatkan semuanya,” imbuhnya.(bug)