Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 574

Rupiah Melemah Karena Faktor Teknikal

0
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Pengamat mata uang Rully Arya Wisnubroto mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi faktor teknikal.

“Sepertinya memang ada faktor teknikal mengingat rupiah sudah menguat signifikan dalam beberapa waktu,” ujarnya ketika ditanya Antara, Jakarta, Selasa.

Hingga saat ini, kurs rupiah melemah 66 poin atau 0,44 persen menjadi Rp15.206 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.140 per dolar AS.

Selain faktor teknikal, peningkatan lumayan drastis arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik mempengaruhi pelemahan rupiah.

“Memang arus modal asing keluar juga lumayan drastis di akhir-akhir bulan September,” ucap Rully.

Bank Indonesia (BI) mengatakan aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik mencapai Rp9,73 triliun selama periode transaksi 23-26 September 2024. Nilai tersebut terdiri dari aliran modal asing keluar bersih di pasar saham Rp2,88 triliun, Surat Berharga Negara (SBN) Rp1,30 triliun, dan di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) Rp5,55 triliun.

Dengan demikian, sejak 1-26 September 2024, total modal asing masuk bersih di pasar SBN Rp31,07 triliun, di pasar saham Rp57,13 triliun, dan di SRBI Rp193,60 triliun.

Pada Senin (30/9), kurs rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan tergelincir menjadi Rp15.140 per dolar AS setelah rilis inflasi Indeks Harga Belanja Personal atau Personal Consumption Expenditure (PCE) Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari ekspektasi.

Pada akhir perdagangan Senin, rupiah merosot 15 poin atau 0,10 persen menjadi Rp15.140 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.125 per dolar AS.

“Indeks PCE secara bulanan di bulan Agustus turun ke 0,1 persen ‘month on month’ (mom) dari 0,2 persen mom, sesuai dengan ekspektasi. Namun, Indeks Harga PCE tahunan menurun ke 2,2 persen year on year (yoy), lebih rendah dari ekspektasi 2,3 persen yoy,” kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede. (ant)

Kemendag: Tol Laut Wujudkan Pemerataan Ekonomi di Pelosok Negeri

0
Ilustrasi Kapal Tol Laut(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Moga Simatupang menyatakan bahwa Tol Laut mengefisienkan distribusi logistik, mengurangi disparitas harga dan mewujudkan pemerataan ekonomi di pelosok negeri.

“Efisiensi ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh pelosok negeri,” kata Moga dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan pemerintah melalui Kemendag mengintegrasikan Program Tol Laut itu dengan program Sinergi Gerai Maritim (SIGM) yang mencakup pembangunan depo di beberapa daerah serta pelaksanaan kegiatan temu bisnis yang melibatkan pelaku usaha dari berbagai wilayah.

Dengan adanya SIGM, distribusi barang dari produsen ke konsumen diharapkan dapat berjalan lebih efisien.

Menurutnya, integrasi program Tol Laut dengan SIGM itu berdampak positif pada perekonomian masyarakat setempat, serta memberikan akses yang lebih adil terhadap bahan pokok dan barang penting lainnya.

Selain itu, efisiensi Tol Laut telah membantu menstabilkan harga di berbagai daerah dengan mempercepat arus distribusi barang.

“Kalau kita flashback, Tol Laut ini dasarnya Peraturan Presiden, lalu kita turunkan menjadi aturan di Kementerian Perdagangan. Ada 11 bahan pokok, 7 bahan penting, dan 32 barang lainnya yang masuk dalam pengaturan distribusi Tol Laut,” ucapnya.

Salah satu target utama peluncuran Tol Laut adalah untuk mengatasi ketimpangan harga di berbagai wilayah Indonesia. Efek positif penurunan disparitas harga ini terasa lebih signifikan di wilayah Timur Indonesia, yang selama ini menghadapi tantangan logistik lebih besar dibandingkan dengan wilayah lainnya.

“Perkembangan Tol Laut berdasarkan koefisien variasi sebagai indikator disparitas harga antarwilayah dan antarwaktu menunjukkan penurunan yang signifikan. Pada tahun 2015, koefisien variasinya tercatat 14,2 persen, sedangkan pada tahun 2024 turun menjadi 10,25 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dalam 10 tahun terakhir, program Tol Laut membuktikan bahwa inisiatif pemerintah untuk menciptakan pemerataan ekonomi dapat terwujud dengan komitmen bersama dari berbagai pihak.

Moga menambahkan koordinasi lintas lembaga menjadi kunci utama keberhasilan program Tol Laut dalam menekan disparitas harga antarwilayah.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan produksi lokal agar muatan balik dapat dioptimalkan, sehingga biaya logistik dapat ditekan dan harga barang di wilayah Timur semakin kompetitif.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa layanan Tol Laut merupakan inisiasi Presiden Joko Widodo untuk mendukung angkutan logistik di wilayah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar dan perbatasan).

“Dasar inisiasi Presiden untuk menghadirkan layanan Tol Laut adalah angkutan logistik ke wilayah timur yang belum maksimal, ditandai dengan adanya disparitas harga,” kata Menhub di Jakarta, Senin 30 September 2024.

Dia menyampaikan bahwa selama 10 tahun melayani masyarakat Indonesia, Tol Laut telah mengalami peningkatan signifikan baik dari sisi jumlah trayek, muatan, maupun armada kapal.

“Tahun 2015 kami memulai layanan Tol Laut yang menghubungkan titik-titik di barat dan timur, dari awalnya 3 trayek menjadi 39 trayek,” ungkap Menhub.

Menhub menuturkan, melalui Tol Laut, pemerintah berkomitmen mendukung pembangunan wilayah-wilayah 3TP. Tujuan dari Tol Laut yaitu menghindari kelangkaan barang dan menurunkan disparitas harga.

Ia menyebutkan jumlah muatan berkembang dari tahun 2015 yang hanya memuat 30 ton dengan 88 TEU’s menjadi 989,75 ton dengan 31,878 TEUs pada tahun 2023. Jumlah kapal yang awalnya pada tahun 2015 hanya sebanyak 3 kapal telah berkembang menjadi 39 Kapal pada tahun 2024.

Kemudian jumlah trayek juga mengalami perkembangan dari tahun 2015 yang hanya terdapat 3 trayek menjadi 39 trayek pada tahun 2024. Sedangkan jumlah Pelabuhan Singgah dari awalnya pada tahun 2015 hanya sebanyak 11 pelabuhan berkembang menjadi 114 Pelabuhan pada tahun 2024. (ant)

Penumpang di Bandara Lombok Naik 6,9 Persen Selama MotoGP 2024

0
Penumpang di Bandara Lombok(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Angkasa Pura I Bandara Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat pertumbuhan penumpang selama ajang MotoGP Indonesia 2024 meningkat 6,9 persen bila dibandingkan dengan penumpang ajang MotoGP 2023.

“Tahun ini ada kenaikan pergerakan penumpang sebesar 6,9 persen,” kata Humas Bandara Lombok Arif Haryanto di Lombok Tengah, Selasa.

Ia mengatakan, selama periode MotoGP Indonesia 2024 yang telah berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika (25 September 2024 sampai 1 Oktober 2024) tercatat ada 52.762 penumpang yang tiba dan berangkat dari Bandara Lombok.

“Dibandingkan dengan periode MotoGP Indonesia 2023 pergerakan penumpang berjumlah 49.344 orang baik yang datang maupun berangkat atau meningkat 6,9 persen,” katanya.

Ia mengatakan, selama periode MotoGP 2024 rata-rata pergerakan penumpang per hari ada 8.794 penumpang. Sebelum MotoGP 2024 ada di angka 7.434 penumpang per hari.

“Ada peningkatan 18,3 persen,” katanya.

Sebelumnya, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Lombok Barata Singgih Riwahono mengatakan dari sisi layanan, untuk mendukung MotoGP Bandara Lombok beroperasi 24 jam mulai 15 September hingga 1 Oktober 2024 dari yang sebelumnya hanya 15 jam.

“Penambahan waktu operasional bandara ini bertujuan untuk mengakomodir permintaan penerbangan tambahan atau extra flight dari pihak maskapai,” katanya.

Pada ajang MotoGP Indonesia 2024, Bandara Lombok mencatat telah menerima permintaan 74 penerbangan tambahan (extra flight) pada periode 22 September hingga 1 Oktober 2024. Rinciannya yaitu maskapai Garuda Indonesia 40 penerbangan tambahan, Citilink (18), AirAsia (8), dan Wings Air (8).

Pada periode event MotoGP tahun ini, diprediksi puncak pergerakan penumpang akan terjadi pada 29 September 2024 dengan jumlah penumpang sebanyak 12.573 penumpang.

Angka ini naik 23 persen jika dibandingkan dengan puncak pergerakan penumpang pada MotoGP 2023 lalu yang tercatat 10.351 penumpang.

Sementara itu, pesawat kargo yang membawa logistik dan perlengkapan agenda MotoGP 2024 dijadwalkan tiba di Bandara Lombok pada 24 dan 25 September 2024 mendatang.

Sebanyak lima penerbangan pesawat kargo Qatar Airways jenis Boeing 777 akan mengangkut 510 ton logistik MotoGP 2024.

“Jumlah kargo ini meningkat sebesar 31 persen dibandingkan dengan jumlah kargo yang tiba pada MotoGP 2023 dengan total 387 ton,” katanya. (ant)

Pertamina Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series Per 1 Oktober

0
PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero)(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM nonsubsidi Pertamax Series dan Dex Series mulai 1 Oktober 2024, sebagai bentuk penyesuaian berkala.

“Penyesuaian berkala untuk harga BBM Non-subsidi bulan Oktober 2024. Harga Pertamax Series dan Dex Series mengalami penurunan signifikan. Harga baru berlaku pada 1 Oktober 2024,” kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan, harga BBM Non-subsidi selalu dievaluasi berkala mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus dan juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

“Evaluasi dan penyesuaian harga untuk BBM Non-subsidi rutin dilakukan. Bisa tetap, bisa naik dan bahkan bisa turun, tergantung trend harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Pada Oktober ini, semua harga BBM Non Subsidi Pertamina mengalami penurunan harga,” ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa untuk Pertamax Turbo (RON 98), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp13.250 per liter; Pertamax Green (RON 95) menjadi Rp12.700 per liter, dan untuk Pertamax (RON 92) menjadi Rp12.100.

Sedangkan untuk harga Dexlite (CN 51) terdapat penyesuaian harga menjadi Rp12.700 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp13.150 per liternya.

Heppy mengatakan bahwa harga itu berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti di wilayah DKI Jakarta.

“Kami terus berkomitmen untuk menyediakan produk dengan kualitas yang terjamin dengan harga yang kompetitif di seluruh wilayah Indonesia,” kata Heppy. (ant)

Ekspor Mete Mentah Dihentikan, KWT Sugian Fokus Melakukan Pengolahan

0
Handedi, Marketing KWT Sugian menunjukkan produk olahan kemasan KWT Sugian yang diperkanlkan saat moment MotoGP Mandalika 2024.(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, telah mengambil keputusan strategis untuk menghentikan ekspor mete mentah ke Taiwan dan Hongkong. Keputusan ini diambil setelah kelompok menilai bahwa ekspor dalam bentuk gelondongan tidak memberikan nilai tambah yang signifikan bagi anggota KWT.

“Kami melihat bahwa ekspor mete mentah tidak sejalan dengan visi misi KWT Sugian yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian,” ujar Handedi, Marketing KWT Sugian.

Selama ini, KWT Sugian telah mengekspor mete mentah dengan menggunakan izin ekspor pihak lain. Namun, praktik ini dinilai tidak menguntungkan dalam jangka panjang karena keuntungan yang diperoleh sangat kecil.

“Dengan menghentikan ekspor mentah, kami dapat fokus pada pengolahan mete menjadi produk-produk bernilai tambah,” tambah Handedi.

Keputusan KWT Sugian ini bukan tanpa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah persaingan dengan pengepul dari Jawa yang menawarkan harga tinggi kepada petani. Selain itu, fluktuasi harga mete juga menjadi kendala tersendiri.

KWT Sugian melihat peluang besar dalam pengolahan mete. Dengan mengolah mete menjadi produk-produk seperti kacang mete panggang, minyak mete, atau produk olahan lainnya, KWT Sugian dapat meningkatkan nilai jual produk dan membuka pasar yang lebih luas.

Untuk mendukung upaya pengolahan mete, KWT Sugian membutuhkan berbagai dukungan, seperti akses terhadap teknologi pengolahan, pelatihan bagi anggota, serta bantuan dalam pemasaran produk.

“Kami berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan dukungan kepada KWT Sugian agar dapat mengembangkan usaha pengolahan mete ini,” pungkas Handedi.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sugian adalah salah satu mitra binaan Pertamina Patra Niaga yang difasilitasi pada event “Pertamina Energizing You Festival” bersamaan dengan event balap MotoGP 2024 yang berlangsung di Pertamina Grand Prix of Indonesia, 27 – 29 September 2024.

Handedi menceritakan pengalaman KWT Desa Sugian dibina oleh Pertamina Patra Niaga, sejak tahun 2021. KWT ini terbentuk tahun 2017, dulunya, kehidupan para ibu-ibu di Desa Sugian, Lombok Timur, sangat sederhana. Mereka mengandalkan penghasilan dari penjualan mete mentah. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka menyadari bahwa potensi mete jauh lebih besar dari sekadar dijual dalam bentuk mentah.

Berkat dukungan Pertamina, para ibu-ibu ini belajar mengolah mete menjadi berbagai produk yang lebih bernilai, seperti kacang mete panggang dan keripik mete. Mereka juga diberikan pelatihan tentang manajemen usaha dan pemasaran.

Kini, KWT Sugian telah menjadi produsen olahan mete yang sukses. Produk mereka tidak hanya diminati di pasar lokal, tetapi juga telah merambah pasar di luar daerah. Keberhasilan KWT Sugian membuktikan bahwa dengan kerja keras, semangat pantang menyerah, dan dukungan komunitas, perempuan di pedesaan pun dapat meraih kesuksesan.(bul)

NTB Urutan ke Tujuh Daerah Tertinggi Pembatalan Haji

0
Sosialisasi pengelolaan keuangan haji BPKH RI (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Provinsi NTB menempati urutan ke tujuh jumlah calon jemaah haji yang membatalkan haji, karena berbagai alasan.

Sebagaimana disampaikan Amri Yusuf, Anggota Badan Pelaksana Bidang Akuntansi dan Keuangan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Haji BPKH RI di Ballroom Bank NTB Syariah, Selasa, 1 Oktober 2024.

Pertama, provinsi Jawa Timur dengan calon jemaah haji yang membatalkan berangkat haji adalah Jawa Timur sebanyak 10.304 orang, Jawa Barat 9.000 orang, Jawa Tengah 6.222 orang.

Banten 2. 226 orang. Jakarta 2.244 orang, Sumatera Utara 1.916 orang, NTB 1.734 orang. Sulawesi Selatan 1. 504 orang. Kalimantan Selatan 1.322 orang. Dan Lampung 1.306 orang.

Amri juga menyampaikan beberapa faktor yang mempengaruhi calon jemaah haji membatalkan . Diantaranya, karena kebutuhan ekonomi.

“Terbanyak pembatalan haji terutama saat COVID-19,” katanya.

Selain itu, calon jemaah memilih untuk melaksanakan umrah. Masa tunggu yang cukup lama terutama bagi lansia.

Dengan jumlah calon jemaah haji yang masuk dalam daftar tunggu saat ini mencapai 5.422.053 orang.

Jika dirata ratakan, masa tunggu berhaji yaitu 26 tahun. Di daerah daerah tertentu, ada masa tunggunya mencapai 40an tahun.

Amri menambahkan faktor pembatalan haji, calon jemaah memilih pindah ke haji khusus / furoda.

Calon jemaah sakit permanen, meninggal, dan kenaikan biaya haji.

Amri menegaskan, sangat menyayangkan calon jemaah yang membatalkan haji dan memilih umrah.

“Padahal, berhaji itu adalah ibadah wajib (bagi yang mampu), lantas kenapa kita memilih yang sunnat (umrah),” tandasnya.

Sementara itu, Ali Sahban dari Kanwil Kemenag NTB menyampaikan, berdasarkan temuan di lapangan dan fakta yang didapatkan, kebanyakan calon jemaah membatalkan haji dan memilih menarik dananya karena lamanya masa tunggu berangkat haji, sampai 37 tahun.

Dengan lamanya masa tunggu ini, banyak calon jemaah yang dipengaruhi untuk menarik dana dan berangkat umrah.

“Calon jemaah haji dibujuk, toh juga sama sama ibadah di Tanah Suci, lebih baik umrah. Nunggu haji belum tentu umurnya sampai. Ini yang bikin calon jemaah memilih menarik dana haji dan berumrah,” kata Ali Sahban.

Hal ini juga sangat disayangkan. Mengapa harus memilih berumah, padalah haji adalah ibadah besar.

Karena itu, diminta kepada penghulu dan KBIH di kabupaten/kota untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembatalan haji.

Dalam sosialisasi ini, juga dikemukakan, lama menunggu berangkat haji di Indonesia jauh lebih cepat dibandingkan masa tunggu di Malaysia yang sampai 125 tahun. Namun jumlah pembatalan hajinya sangat kecil.

Dalam kesempatan ini, Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo menyampaikan apresiasi kepada BPKH untuk kerjasama selama ini dan terselenggaranya kegiatan sosialisasi yang menghadirkan seluruh stakeholder.(bul)

Kembangkan Ekowisata Pesisir Berkelanjutan, Unram Berkolaborasi dengan Berbagai Kampus

0
Foto bersama peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan kolaborasi nasional antara Unram, UHO, UBT, dan Undova pada Jumat 27 September 2024 dalam rangka merayakan Dies Natalis ke-62 Unram.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Dalam suasana yang penuh semangat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mataram (LPPM Unram) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan kolaborasi nasional antara Unram, Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Borneo Tarakan (UBT), dan Universitas Cordova Indonesia (Undova). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat 27 September 2024 dalam rangka merayakan Dies Natalis ke-62 Unram dengan tema “Pengembangan Kawasan Pesisir Menuju Ekowisata Berkelanjutan.”

Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Muluk, Dusun Ebangah, Desa Sengkol Lombok Tengah, dan dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Sukartono, M.Agr. selaku Kepala LPPM Unram didampingi oleh Sekretaris LPPM, Prof. Dr. Ir. I Gusti Putu Muliarta Aryana, M.P.; Kepala Pusat Pengabdian, Dr. Ni Wayan Sri Suliartini, S.P., M.P.; dan Dr. Nunik Cokrowati, S.Pi., M.Si selaku Ketua Panitia.

Di samping itu, turut hadir Dr. La Aba, S.Si, M.Si. Ketua LPPM UHO; Dr. Etty Wahyuni Ms., S.Hut., M.P., Ketua LPPM UBT; dan Silmi Kaffah, S.E., M.H. mewakili Kepala DPPM Undova.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini di antaranya Prof. Ma’ruf Kasim, S.Pi., M.Si., Ph.D.; Eka Sunarwidhi Prasedya, S.Si., M.Sc., Ph.D.; Dr. Ratno Achyani, S.Pi., M.Si .; Apt. Anggit Listyacahyani Sunarwidhi, S.Farm., M.Sc., Ph.D.; Dr. Kurniawan Yunianto; Silmi Kaffah, S.E., M.H.; dan Dr. Nunik Cokrowati, S.Pi.,M.Si.

Acara ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Prof. Sukartono dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara universitas dan masyarakat.

“Kami percaya bahwa kerja sama ini akan membawa perubahan positif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Guru Besar Fakultas Pertanian Unram ini menegaskan, melalui kolaborasi ini, pihaknya berharap dapat menghasilkan pengabdian masyarakat yang relevan dan aplikatif, serta menciptakan model pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan. Selain itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani rumput laut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan mereka, menciptakan lapangan kerja, dan mengangkat kualitas hidup masyarakat pesisir secara keseluruhan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif ini demi kesejahteraan masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang ekowisata,” ujarnya.

Kegiatan ini meliputi serangkaian diskusi dan pelatihan yang dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah budidaya rumput laut, di mana tim dari UHO, Prof. Maruf Kasim memberikan pelatihan tentang teknik budidaya yang ramah lingkungan dan efektif dalam meningkatkan hasil budidaya rumput laut dengan baik.

“Melalui teknologi yang ramah lingkungan, kami berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat pesisir dengan menyediakan alat dan metode yang mudah diakses. Dengan pendekatan yang berbasis pada prinsip ekologi, kami berharap dapat memberikan solusi yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga mampu mendukung kesejahteraan petani rumput laut,” papar Prof. Maruf Kasim.

Selain itu, diskusi tentang pengelolaan kawasan pesisir juga menjadi sorotan. Para akademisi dari UBT dan Undova mengedukasi peserta mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. Mereka berbagi strategi pengelolaan yang dapat meningkatkan daya tarik wisata kawasan pesisir sambil tetap menjaga kelestarian alam.

Dr. Ratno Achyani, S.Pi., M.Si. menyoroti bahwa, upaya untuk melestarikan ekosistem laut harus menjadi prioritas semua pihak. “Dengan menjaga kualitas lingkungan, kita tidak hanya memastikan keberlangsungan hidup berbagai spesies laut, tetapi juga meningkatkan produktivitas budidaya rumput laut dan keberlanjutan sektor ini secara keseluruhan,” ujarnya.

Pemberdayaan masyarakat pesisir menjadi pilar penting dalam kegiatan ini. Melalui berbagai sesi interaktif, peserta diajak untuk berkontribusi dalam pengembangan potensi wisata di daerah mereka. Tim dari Unram memberikan panduan tentang bagaimana para pembudidaya rumput laut mendukung ekonomi masyarakat.

Di akhir acara, dilakukan penyerahan bantuan alat untuk proses budidaya rumput laut oleh Unram kepada masyarakat pembudidaya rumput laut sebagai aksi nyata Unram dalam mendukung pengembangan kawasan pesisir. (ron)

Wisuda Digelar Hari Ini, STP Mataram Hasilkan SDM Berkualitas untuk Industri Pariwisata

0
Ketua STP Mataram, Halus Mandala (paling kiri) didampingi Ketua Panitia Wisuda Ke-XXV STP Mataram dan jajarannya saat memberikan keterangan tentang wisuda di ruang kerja Ketua STP Mataram, Senin 30 September 2024.(ekbisntb.com/ron)

Lombok (ekbisntb.com) – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram menggelar Wisuda ke-XXV dan Pelepasan Program Satu Tahun Pusdiklat Tyatama Mataram, di Hotel Lombok Vaganza pada Selasa (1/10) hari ini. Setiap tahun, STP Mataram berkontribusi dalam penyediaan SDM untuk Industri Pariwisata, termasuk penyediaan SDM sebagai guru Pariwisata di berbagai SMK. Serta, berperan aktif dalam mewujudkan perkembangan Pariwisata NTB.

Lulusan STP Mataram banyak yang sudah langsung bekerja sebelum diwisuda, bahkan tak sedikit yang menjadi pemilik atau owner berbagai usaha. STP Mataram tidak hanya menyediakan lulusan yang andal dalam bekerja, tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala, M.Hum., ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/9) mengatakan, wisuda kali ini merupakan wisuda ke-25 sejak berdirinya Akpar Mataram, sekaligus wisuda keenam setelah perubahan bentuk menjadi STP Mataram dan wisuda keempat bagi Prodi S1 Pariwisata.

STP Mataram akan mewisuda 201 orang yang terdiri atas Program 1 Tahun sebanyak 21 orang, program D-III Perhotelan sebanyak 33 orang, program D-III UPW sebanyak 21 orang, dan Prodi S1 Pariwisata sebanyak 126 orang.

“Dengan demikian, sejak berdiri tahun 1996 hingga pelaksanaan wisuda ke-25, STP Mataram telah meluluskan 3.939 orang. Mereka telah bekerja di berbagai bidang, sebagai ASN, karyawan hotel, sebagai Chef, Barista, dll. di antaranya telah menduduki posisi penting sebagai GM & Manager Hotel,” ujar Halus Mandala didampingi Ketua Panitia Wisuda ke-XXV, Dr. Sri Susanty, M.Par., yang juga Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat STP Mataram.

Saat ini, STP Mataram mewisuda 37 calon guru Pariwisata dari 40 mahasiswa yang diusulkan oleh SMK-SMK se-NTB atas biaya penuh dari Yayasan STP Mataram. Jumlah dana yang dikeluarkan selama 4 tahun terakhir sebesar Rp2 miliar lebih untuk beasiswa dimaksud. Di samping kontribusi itu, STP Mataram berperan aktif dalam mewujudkan perkembangan Pariwisata NTB. STP Mataram sebelum Covid 19, telah aktif menjadi sekretaris dan anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB selama tiga periode berturut-turut.

Sri Susanty menambahkan, tahun ini STP Mataram juga berpatisipasi aktif mempromosikan Pariwisata NTB di kalangan generasi muda melalui Lomba Video Pendek Nasional dengan Piala Bergilir Ketua STP Mataram.

“Insyaallah hari ini pialanya akan diserahkan kepada para pemenang dengan hadiah Juara I beasiswa penuh kuliah di STP Mataram, Juara II beasiswa 4 semester, Juara III beasiswa 2 semester, dan 10 pemenang harapan dengan hadiah voucer menginap di Hotel Lombok Vaganza,” ujar Sri didamping Ketua Tracer Study STP Mataram, Lalu Mahsar, M.Pd.; Sekretaris Program Vocational STP Mataram, Danu Satria Prayuda, M.Par., dan Wakil Bidang Akademik STP Mataram, Dr. I Wayan Suteja, M.Par.

Selanjutnya, STP Mataram masih eksis menjadi penyelenggara MICE dengan venue 2 meeting room, 2 ballroom, dan 20 room Hotel Lombok Vaganza, dan bahkan secara rutin sebagai venue acara-acara wedding, serta beberapa mahasiswa berperan aktif dalam penyelenggaraan MotoGP 27-29 September 2024 yang baru lalu.

Halus menjelaskan, di bidang kerja sama, pihaknya menjalin kemitraan Luar Negeri, seperti Universitas Utara Malaysia, Universitas Sains Malaysia untuk pertukaran dosen tamu & pertukaran mahasiswa dengan menampilkan seni dan budaya masing-masing, PT JACCES, PT Sanjaya Thanry Bahtera, dan PT Granada Internasional untuk pengiriman mahasiswa ke Luar Negeri dengan tujuan mengikuti internship di beberapa hotel di Jepang. Serta berbagai kemitraan dalam negeri. Berbagai kerja sama itu berdampak positif bagi Indikator Kinerja Utama (IKU) 6.

“Dari hasil kerja sama itu, STP Mataram menduduki peringkat 5 untuk IKU 6 terbaik Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Bali dan NTB,” ujar Halus Mandala.

Halus juga menyampaikan, sebagai Ketua STP Mataram, Pusdiklat Tyatama Mataram, dan Badan Penyelenggara STP Mataram mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja sama dengan baik, membantu dengan tulus seluruh proses penyelenggaraan pendidikan di STP Mataram sampai terlaksananya upacara wisuda. (ron)

Skema Pembayaran Hosting Fee Dimatangkan, Menpora Pastikan MotoGP Mandalika Digelar Kembali

0
Menpora Dita Ariotedjo turut mendampingi Presiden Joko Widodo saat ajang MotoGP Mandalika, Mingggu 29 September 2024. Menpora memastikan ajang MotoGP akan tetap digelar di Sirkuit Mandalika tahun depan. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo memastikan gelaran ajang MotoGP bakal kembali hadir di Pertamina Mandalika International Circuit tahun depan. Menurutnya, tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan gelaran ajang dunia tersebut. Persoalan ada kendala dalam hal pembayaran hosting fee, Menpora menegaskan skema pembayarannya segera akan dimatangkan.

“Pasti ini (MotoGP) akan berlangsung terus. Tidak akan putus, InsyaAllah,” tegas Menpora Dito Ariotedjo saat dikonfirmasi Ekbis NTB di Sirkuit Mandalika, Minggu 29 September 2024.

Diakuinya, memang ada sedikit persoalan terkait gelaran MotoGP yakni pembayaran hosting fee yang belum tuntas. Tetapi hal itu sebenarnya bukan jadi persoalan utama, karena pemerintah saat ini sedang membahas skema penyelesaiannya. Agar bagaimana kemudian ajang MotoGP bisa terus berlanjut tanpa terkendala pembayaran hosting fee.

Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan oleh pemerintah untuk menjawab persoalan hosting fee MotoGP ialah melalui program Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF). Program yang memang khusus dipersiapkan sebagai program pendanaan yang bertujuan untuk mendukung sejumlah kegiatan  pariwisata yang memiliki berpotensi serta daya tarik tinggi. Sekaligus berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tujuan wisata.

Dan, ajang MotoGP masuk dalam kategori untuk mendapat pendanaan dari program IQTF tersebut. Pembahasan awal terkait pemberian dukungan program IQTF ke ajang MotoGP sudah dilaksanakan. Untuk selanjutnya dimatangkan. “Kita akan lanjut pertemuan dengan Bapak Presiden terkait Indonesia Quality Tourism Fund. Dan, tahun depan pendanaan Indonesia Quality Tourism Fund sudah bisa digunakan,” ujarnya.

Disinggung skema pembayaran hosting fee dari program IQTF, Menpora mengatakan sudah ada. Tinggal eksekusi saja di tahun depan. “Skema (pembayaran) sudah ada,” tegas Dito.

Program IQTF merupakan program dana abadi kepariwisataan. Dengan anggaran bersumber dari APBN dan akan mulai dilaksanakan pada tahun 2025 mendatang. Untuk tahap awal, pemerintah pusat akan mengalokasikan dana sebesar Rp 2 triliun yang akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan kepariwisataan. Program IQTF sendiri telah mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo. (kir)

4.100 KK di Dua Desa Krisis Air Bersih-525 Hektar Tak Bisa Ditanami, Petani Rugi Satu Miliar

0
Lahan pertanian yang terdampak kekeringan di wilayah Giri Sasak. Pemerintah desa mengharapkan pemerintah turun tangan mengatasi persoalan kekeringan yang terjadi setiap tahun. (ekbisntb.com/ist)

Lombok(ekbisntb.com) – Akibat kemarau berkepanjangan, belasan desa di Lombok Barat (Lobar) mengalami krisis air. Tak hanya itu, warga sudah mulai merasakan kerugian akibat panen padi yang sudah tak tertolong lagi. Petani diperkirakan merugi hingga ratusan juta akibat tak bisa menanami lahannya pertaniannya yang tandus.

Kepala Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan Hamdani menjelaskan, luas lahan sawah yang terdampak kekeringan sekitar 225 hektar. Dengan kemungkinan perkiraan hasil panen satu hektar sawah bisa mencapai 5 ton padi dengan harga Gabah Kering Giling (GKG) Rp8 juta per ton. “Sekitar setengah miliar sampai satu miliaran lah kalau dihitung kasar kerugiannya,” terangnya, kemarin.

Pada musim kering, biasanya petani menanam tumbuhan lain pengganti padi, seperti palawija, kacang panjang, kedelai, dan lain-lain. Namun kondisi saat ini, dari 75 persen warga petani yang terdampak sudah tidak memungkinkan lagi untuk melakukan penanaman. “Ini sangat kritis sekali,” sebutnya.

Kondisi ini membuat ketersediaan pangan masyarakat juga berkurang. Pihak desa berupaya melakukan permohonan kepada dinas terkait untuk bantuan tambahan beras dan suplai air. Dirinya berharap kepada pemerintah untuk terus melakukan distribusi bantuan air. Yang setidaknya dilakukan secara bergilir di setiap dusun. “Kalau tidak cepat diatasi ini kasihan masyarakat. Sumur saja sudah tidak ada harapan. Bahkan untuk minum kita beli air galon,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga membutuhkan bantuan tandon untuk penampungan air. Tandon ini untuk menampung air kebutuhan 7 dusun dengan 1.600 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kekeringan. Apalagi memang desa ini berada pada dataran tinggi pada wilayah tadah hujan, sehingga membutuhkan solusi jangka panjang, yang tidak dilakukan hanya pada musim kemarau saja. Seperti pembuatan sumur bor untuk tiap dusun ini. Dirinya mengaku sudah dijanjikan sumur bor sejak lima tahun lalu.

“Untuk pertanian kita tidak pikirkan itu dulu. Untuk hidup dulu,” tukasnya. Dari wilayah yang terdampak, ada satu dusun yang memiliki sumur bor. Yakni di Dusun Tanah Poteq. Dengan adanya sumur bor tersebut, kebutuhan air warga akan tercukupi.Warga Dusun Tanah Poteq tidak lagi membutuhkan distribusi air.

Ia mengatakan, jika aliran air tetap lancar, kebutuhan air bersih dipastikan akan terpenuhi. Pengeboran itu merupakan bantuan dari  Kementerian Sosial (Kemensos) dan Polda NTB pada 2023 lalu.“Kalau dusun itu, sudah sedikit bisa tertangani airnya,” tambahnya.

Hal serupa yang terjadi di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung. Kepala Desa Banyu Urip, M Selamat Riadi mengatakan ada 4 dusun dengan 2500 KK yang terdampak desa tersebut. “Setiap hari disuplai air,” kata Riadi.

Kondisi lahan pertanian yang terdampak kekeringan sekitar 300 an hektar lahan sawah yang sudah tidak dapat tertolong. Sehingga ada beberapa yanv mrmilih untuk menanam tumbuhan lain, dan sisanya mangkrak.

“Kita utamakan untuk sehari-hari dulu. Karena pertanian sudah sia sia,” ucapnya.

Ia mengaku, sudah mengusulkan untuk pembuatan sumur bor yang ada di empat dusun terdampak. Usulan dilakukan sejak tahun lalu, bahkan tahun ini akan dilakukan kembali, karena hingga saat ini, belum ada sumur bor di wilayah tersebut. (her)