Thursday, April 9, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 564

Tak Jalan, Program Kebijakan ASN Pemkab Lobar Beli Beras Petani

0
Program pembelian beras petani oleh ASN Pemkab Lobar tidak jalan, karena masalah harga beras yang berubah setiap saat. (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Progam kebijakan Pemerintah Lombok Barat (Lobar) untuk pembelian beras dari petani bagi para ASN lingkup Pemkab setempat macet alias tidak jalan. Progam yang diberlakukan sejak dua tahun terakhir (2022-2023) tersebut tak berlanjut lantaran kendala kesepakatan harga beras.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Lobar H. Khalid menerangkan, bahwa program pembelian beras petani oleh ASN memang tidak jalan sejak tahun ini. “Tahun ini belum jalan,” kata mantan Sekdis Pariwisata tersebut, Jumat 4 Oktober 2024.

Dikatakan, harga menjadi salah satu kendala pembelian beras petani. “Karena begitu mau sepakat harga berubah dengan cepat, misalnya Rp12 ribu per kilogram, naik jadi Rp13 ribu, sehingga itu belum berani kita sepakati,”kata Khalid.

Harga beras belum sepakat antara Pemkab Lobar atau pihak Koperasi Tripat dengan kelompok tani penyedia beras, karena perubahan harga yang terlalu cepat. Sebab jika disepakati dengan harga awal, kemudian berubah tentu tidak ada yang akan menalangi kekurangan dari harga ke petani tersebut. Akibat kekhawatiran perubahan harga inipun, piihak dinas belum berani memfasilitasi antara kelompok tani dengan koperasi terkait hal ini. Sebab saat ini  saja harga beras per kilogram berkisar Rp15-16 per kilogram.

“Lalu kalau kita tantangan kesepakatan dengan harga Rp13 ribu, lalu harga Rp15 ribu siapa yang mau talangi kekurangannya itu,” tanyanya.

Soal komitmen kelanjutan program ini, karena dianggap membantu petani? Tentu Pemkab berupaya agar program ini bisa berjalan. Namun demikian mempertimbangkan juga untung rugi dari petani. Termasuk bagi konsumen atau ASN yang membeli tidak terlalu diberatkan soal harga. (her)

Omzet Naik Tiga Kali Lipat Selama MotoGP, Pemilik Usaha Berharap Event Lebih Banyak

0
Ajang MotoGP Mandalika yang disaksikan lebih dari 120 ribu orang memberi dampak signifikan  bagi banyak pelaku usaha. Terutama yang ada di lingkar kawasan The Mandalika. (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Gelaran event MotoGP Mandalika akhir pekan kemarin diakui telah membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat lingkar Sirkuit Mandalika tempat ajang MotoGP berlangsung. Terutama para pemilik usaha di seputaran kawasan Sirkuit Mandalika. Mereka pun berharap ke depan Sirkuit Mandalika bisa semakin ramai dengan hadirnya banyak event di tempat tersebut.

“Kalau bicara dampak ajang MotoGP, sangat terasa. Terutama kami pemilik usaha di lingkar Sirkuit Mandalika merasakan bagaimana cepatnya perputaran ekonomi selama ajang MotoGP berlangsung,” ujar Bape Arul, salah satu pemilik usaha, kepada Ekbis NTB, Jumat 4 Oktober 2024.

Ia mengatakan, selama ajang MotoGP berlangsung pekan kemarin omzet penjualan usahanya melonjak signifikan hingga tiga kali lipat dari hari biasanya. Kalau di hari biasa omzet usaha rata-rata Rp 1 juta. Tapi selama ajang MotoGP kemarin, omzet penjualan meningkat hingga rata-rata Rp 4 juta sehari.

Belum lagi kalau bicara pemilik penginapan, juga tidak kalah besar dampak positif yang dirasakannya. “Mungkin ada yang mengatakan event MotoGP tidak memberi dampak, memang benar. Tapi itu bagi mereka yang tidak mau memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada. Bagi yang pandai membaca dan memanfaatnya peluang, event MotoGP kemarin dampak positifnya sangat terasa,”  terangnya.

Sampai-sampai kalau bisa ajang serupa digelar setiap bulan. Supaya keberadaan Sirkuit Mandalika bisa benar-benar memberikan dampak dalam mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di lingkar kawasan The Mandalika dan NTB secara lebih luas. “Sebagai masyarakat, kami hanya bisa berharap ke depan akan semakin banyak event yang digelar di Sirkuit Mandalika,” tandasnya.

Digelar Oktober 2025

Sebelumnya Deputy Chief Executive Officer (CEO) Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Samsul Purba, menegaskan bahwa ajang MotoGP Mandalika bakal kembali digelar tanggal 3-5 Oktober 2025 mendatang.  Itu sesuai dengan jadwal kalender event balapan MotoGP yang telah dirilis Dorna Sport dan FIM.

Pihaknya sebenarnya sudah mengajukan permintaan ke Dorna Sport supaya ajang MotoGP Mandalika digelar di akhir musim penghujan, antara bulan Maret atau April. Karena pada waktu itu, kawasan disekitar kawasan The Mandalika masih hijau. Pihaknya juga tidak terlalu kesulitan untuk mempersiapkan dan membersihkan lintasan.Tapi karena beberapa pertimbangan, akhirnya MotoGP Mandalika diputusakan digelar di awal bulan Oktober tahun depan.

“Untuk kalender event 2025, kita sempat ditawarkan oleh Dorna untuk menggelar MotoGP Mandalika setelah seri pembuka di Thailand. Namun karena saat itu masih suasana bulan Ramadhan dan Idul Fitri, jadi kami menolak. Sehingga pada akhirnya MotoGP Mandalika digelar di bulan Oktober. Setelah seri GP Jepang,” terangnya.

Tapi yang penting ajang MotoGP Mandalika dipastikan akan kembali digelar tahun depan dan seterusnya. Ajang yang diharapkan bisa menjadi penggerakan tumbuh dan berkembangnya ekonomi di daerah ini. Sekaligus bisa menjadi daya tarik bagi masuknya calon-calon investor ke kawasan The Mandalika. (kir)

Usai Mandalika, Pebalap Binaan Astra Honda Langsung Bidik Podium di IATC Motegi Jepang

0
Pebalap binaan PT AHM Muhammad Kiandra Ramadhipa langsung menuju Jepang untuk melanjutkan perjuangan pada IATC 2024 putaran keempat(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Bertolak dari balapan home race di Mandalika, NTB, pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) Muhammad Kiandra Ramadhipa langsung menuju Jepang untuk melanjutkan perjuangan pada gelaran balap Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2024 putaran keempat yang digelar di sirkuit Mobility Resort Motegi, Jepang pada 5-6 Oktober 2024 ini.

Pada seri sebelumnya yang digelar di Mandalika, Ramadhipa belum dapat tampil maksimal. Meskipun begitu, pebalap asal Jogja ini masih bisa mempertahankan posisinya di 3 besar klasemen sementara IATC musim ini. Bersaing menggunakan Honda NSF250R, Ramadhipa bertekad bisa tampil lebih maksimal untuk mendapat hasil yang membanggakan di putaran kali ini.

“Saya akan fokus menyempurnakan performa saya pada putaran 4 di Motegi sehingga dapat memberikan penampilan terbaik. Tentu tidak mudah karena pebalap tuan rumah akan tampil maksimal. Namun saya memiliki bekal bagus saat balapan di ARRC Motegi, semoga saya bisa mengulanginya di ATC kali ini,” ujar Ramadhipa.

Sirkuit Motegi sendiri memiliki trek sepanjang 4,8 kilometer dengan total 14 tikungan. Pada balapan kali ini Ramadhipa akan bertarung dengan pebalap dari berbagai negara seperti Jepang Malaysia, Thailand, India, Filipina, hingga Australia.

IATC Motegi akan diselenggarakan pada hari Sabtu (5/10) start pukul 14:10 WIB. Sedangkan race kedua dihelat pada Minggu (6/10) start pukul 06:45 WIB. Para pecinta balap yang ingin mendukung perjuangan pebalap Ramadhipa dapat menyaksikan balapan secara live pada channel Youtube Asia Talent Cup. (bul)

Warga Keluhkan Kenaikan Harga Beras

0
Ramli, pedagang beras di Pasar Karang Seraya, Cakranegara menunggu pembeli pada Jumat 4 Oktober 2024. Kenaikan harga beras dikeluhkan oleh masyarakat. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Masyarakat mulai mengeluhkan kenaikan harga beras di Kota Mataram. Salah satu pemicunya adalah harga gabah di tingkat petani juga melonjak drastis. Pengendalian pasokan akan dilakukan agar tidak memicu inflasi.

Seorang ibu rumah tangga, Fitri mengeluhkan kenaikan harga beras cukup drastis dalam satu pekan terakhir. Sebelumnya, ia membeli sekarung beras seharga Rp320.000 dengan takaran 25 kilogram, namun sekarang justru naik menjadi Rp335.000. “Setiap hari naik harga beras ini,” keluhnya.

Kenaikan harga beras di tingkat pengepul akan berdampak terhadap penjualan di tingkat eceran. Di pasar tradisional, harga beras premium mencapai Rp16.500 – Rp17.000 per kilogram. Fitri meminta pemerintah segera mengintervensi agar tidak mempengaruhi terhadap kenaikan harga barang pokok lainnya. “Kalau beras sudah naik, pasti kebutuhan lain akan naik juga,” katanya.

Ramli, pedagang beras di Pasar Karang Seraya mengatakan, kenaikan harga beras jenis premium terjadi sejak dua pekan lalu. Pemicunya harga gabah di tingkat petani melonjak drastis dari bulan sebelumnya. “Harga gabah yang mulai naik,” tuturnya ditemui pada Jumat 4 Oktober 2024.

Sebelumnya, ia menjual harga beras Rp315.000 dengan takaran 25 kilogram. Saat ini, beras dengan takaran sama dijual Rp335.000. Ramli tidak mengetahui secara pasti, apakah kenaikan ini dipicu tinggi permintaan masyarakat pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Kalau pastinya tidak tahu. Yang jelas sudah dua minggu ini naik harganya,” ucapnya.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengakui, beras jenis premium mengalami kenaikan harga tetapi pemerintah selalu mengacu pada beras medium saat ini, masih stabil di harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram. Pihaknya harus memastikan ketersediaan stok beras medium di pasar tradisional terpenuhi atau tidak ada keterlambatan pengiriman pasokan dari Bulog. “Kalau pengiriman tetapi terisi jangan sampai untuk beras SPHP kosong,” ujarnya.

Ia juga tidak mengetahui kenaikan beras premium merupakan imbas pasca perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW atau daya beli masyarakat yang turun. Gejolak harga ini akan dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis serta Bulog, untuk memastikan ketersediaan pasokan terpenuhi. (cem)

Tiga ‘’Kebun Emas’’ di Desa Persiapan Belongas, Sehari Satu Titik Menghasilkan 1 Kg Emas

0
Kawasan tambang emas ilegal di Sekotong. (ekbisntb.com/ant)

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali turun ke NTB dalam rangka melakukan penataan dan penertiban usaha pertambangan ilegal atau yang melanggar aturan. Bahkan KPK terjun ke lokasi tambang di Sekotong Lombok Barat bersama Kementerian LHK, DLHK, Dinas ESDM dan lainnya untuk memasang spanduk berisi penutupan aktivitas pertambangan yang ilegal tersebut.

Selain terjun ke lapangan, Ketua Satuan Tugas Koordinator Supervisi (Satgas Korsup) Wilayah V KPK, Dian Patria bersama pemerintah daerah dan stakeholder juga menggelar Rapt Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Penataan Izin Usaha Wilayah NTB yang berlangsung di Aula BPSDM NTB, Jumat 4 Oktober 2024.

Dian Patria mengatakan, secara umum agenda KPK ke NTB yaitu mendata izin tambang, melihat kepatuhan usaha pertambangan dan memberi sanksi. Adapun rencana aksi KPK saat ini yaitu mendorong kepatuhan terkait keuangan tambang mineral. Kemudian mendorong perusahaan tambang untuk mematuhi masalah lingkungan dan keuangan serta melakukan penertiban terhadap tambang emas ilegal.

“Nanti kita lihat sampai mana prosesnya, nanti kita akan kirim surat rencana aksi yang telah kita susun dan mereka (perusahaan-red) harus melapor,” kata Dian Patria kepada wartawan usai menggelar Rakor tersebut.

Ia mengatakan, di Dusun Lendak Bare Desa Persiapan Belongas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat yang menjadi salah satu objek yang dipantau terdapat tiga titik penambangan atau KPK menyebutnya sebagai ‘’kebun emas’’. Satu ‘’kebun emas’’ bisa menghasilkan 1 kg emas per hari. Tiga titik penambangan bisa menghasilkan 3 kg emas atau sekitar Rp3 miliar per hari.

“Artinya bisa menghasilkan Rp90 miliar per bulan dan Rp1 triliun lebih per tahun hanya dari Lendak Bare saja. Kita tak tahu yang lain yang lain sampai Lantung. Kita bisa bayangkan berapa triliun. Belum lagi zat kimia berbahaya sudah banyak di lapangan dan dibuang langsung ke laut,” kata Dian.

Di kawasan tersebut, KPK menduga ada Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang beraktivitas. Semua peralatannya juga menggunakan alat-alat dari China. Penutupan ini bersifat sementara sampai terbitnya izin Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Lembaga antirasuah itu memasang plang dengan tulisan, “Setiap orang dilarang melakukan kegiatan pertambangan tanpa izin apapun di dalam kawasan hutan Pelangan Sekotong”. Dalam papan menyebut, hal itu melanggar Pasal 89 jo pasal 17 ayat (1) huruf B Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan hutan.

Menurutnya, aktivitas pertambangan di NTB berdampak pada kerusakan lingkungan. Lebih-lebih saat ini, Nusa Tenggara Barat terkenal sebagai daerah destinasi wisata. “Tapi pengalaman di lapangan, kok ada alam dirusak. Alam bawah laut, tambak bertebaran, pencurian terumbu karang, ikan,” katanya.

Berdasarkan informasi dari Dinas ESDM NTB kata Dian, mereka sedang mengurus WPR ke Kementerian ESDM untuk 11 blok tambang. Nantinya, jika sudah mendapat WPR dari Kementerian ESDM, pemerintah daerah bisa mengeluarkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Hal itu berdasarkan Perpres nomor 52 tahun 2022.

“11 blok itu untuk rakyat. Silakan dorong IPR tapi tentu dengan semua syaratnya. Kalau yang ilegal silakan tertibkan. Jangan sampai ada sesuatu di balik ini,” sambung Dian.

Kaitannya dengan adanya 15 TKA China yang bekerja di Tambang Emas Ilegal di bukit Bukit Lendak Bare dan di Bukit Lenong tersebut, KPK mengaku akan berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkumham NTB.(ris)

Beromzet Rp 1,08 Triliun, KPK Tutup Tambang Emas Ilegal di Sekotong

0
Pemasangan plang penutupan aktivitas tambang ilegal di Sekotong (ekbisntb.com/KPK)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Korsup Wilayah V KPK Dian Patria menyebut bahwa aktivitas tambang emas ilegal yang diduga dikelola tenaga kerja asing (TKA) China di wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, diperkirakan beromzet Rp1,08 triliun.

“Ini baru satu lokasi dengan tiga stockpile (tempat penyimpangan sementara produk tambang), dan mungkin disebelahnya ada lagi. Belum lagi yang di Lantung, yang di Dompu, yang di Sumbawa Barat, berapa itu per bulannya? Bisa jadi sampai triliunan kerugian untuk negara,” kata Dian Patria di Mataram, Jumat 4 Oktober 2024.

Nilai omzet tersebut disampaikan Dian berdasarkan hasil turun ke lokasi tambang emas ilegal wilayah Sekotong bersama pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dinas LHK NTB, dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB.

Dari hasil pengumpulan data lapangan, Dian mengatakan aktivitas tambang ilegal di kawasan Sekotong yang diduga dikelola TKA China tersebut berjalan sejak tahun 2021 di atas lahan seluas 98,16 hektare. Lahan tersebut terungkap berada di kawasan izin usaha pertambangan (IUP) milik PT Indotan.

“Lokasinya ini berada di kawasan hutan produksi terbatas (HPT). Perkiraan omzet satu bulan itu bisa mencapai Rp90 miliar atau sekitar Rp1.08 triliun per tahun,” ujarnya.

Dari data Dinas LHK NTB, jelas dia, tercatat ada sedikitnya 26 titik tambang ilegal di wilayah Sekotong. Kawasan IUP PT Indotan juga masuk dalam luasan tersebut.

Dengan gambaran demikian, Dian menilai negara sudah mengalami kerugian yang cukup besar. Kerugian ini diduga muncul karena adanya konspirasi antara pemegang IUP dengan operator tambang.

“Kami melihat ada potensi modus operandi di sini, dimana pemegang izin tidak mengambil tindakan atas operasi tambang ilegal ini, mungkin dengan tujuan untuk menghindari kewajiban pembayaran pajak, royalti, dan kewajiban lainnya kepada negara,” ucap dia.

Selain itu, ditemukan sebagian besar alat berat dan bahan kimia yang digunakan dalam tambang ilegal ini diimpor dari luar negeri, termasuk merkuri yang didatangkan dari China. Alat berat dan terpal khusus yang digunakan untuk proses penyiraman sianida juga berasal dari China.

Belum lagi melihat limbah merkuri dan sianida yang dihasilkan dari proses pengolahan emas. Menurut Dian, kondisi tersebut berpotensi mencemari lingkungan sekitarnya, termasuk sumber air dan pantai yang berada di bawah kawasan tambang.

“Daerah di sekitar tambang ini sangat indah, memiliki potensi wisata yang besar. Namun, tambang ilegal ini yang merusaknya dengan ada merkuri dan sianida yang mereka buang sembarangan. Jika terus dibiarkan, dampaknya akan sangat merugikan masyarakat dan lingkungan setempat,” ujarnya.

Tambang emas ilegal yang diduga dikelola TKA China ini berada di Dusun Lendek Bare, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Dari lokasi tersebut, KPK dalam giat lapangan turut memasang plang peringatan pelarangan kegiatan tambang tanpa izin. Kegiatan ini dilakukan KPK sesuai dengan tugas dan kewenangan dalam mendorong optimalisasi pajak atau pendapatan asli daerah (PAD), yang termasuk dalam salah satu fokus dari Monitoring Center for Prevention (MCP).

“Tujuannya, untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendapatan daerah,” kata Dian.

Tambang Emas Ilegal Ditutup

KPK akhirnya menutup tambang emas secara ilegal di kawasan Sekotong dengan memasang plang peringatan. Menurut Dian,  tujuan pemasangan plang di lokasi tersebut untuk mendorong penegakan aturan dalam persoalan tambang, khususnya yang berada di kawasan hutan.

“Jadi, kami di sini hadir mendampingi KLHK dan Dinas LHK dan ESDM NTB agar mereka bisa menegakkan aturan,’’  kata Dian Patria.

Pada momentum tersebut, dia mengingatkan pemerintah daerah untuk memperhatikan persoalan ini. Apabila ada aktivitas ilegal di dalam kawasan hutan, apalagi yang berkaitan dengan tambang, dian memastikan hal tersebut dapat mengarah pada pelanggaran hukum.

‘’Jangan sampai aktivitas tambang ilegal ini ada unsur pidana yang mengarah ke korupsi, suap menyuap atau ‘bekingan’. Kalau ada indikasi seperti itu, (masyarakat) harus segera melapor,’’ katanya mengingatkan.

Dari hasil permintaan keterangan dengan pihak pemerintah, Dian turut mempertanyakan adanya lahan seluas 98,16 hektare dari tambang emas ilegal tersebut masuk dalam kawasan izin usaha pertambangan (IUP) sebuah perusahaan tambang.

Kok bisa ada tambang ilegal, tapi yang punya IUP tak masalah. Cuman dikasih plang kecil, itu pun di bulan Agustus setelah bertahun-tahun,” kata Dian.

KPK mencurigai pemasangan plang kecil di kawasan IUP itu hanya modus untuk menghindari pajak ke pemerintah. “Ini makanya, pemerintah jangan sampai dirugikan dan masyarakat terkena dampak dari kerusakan lingkungan akibat adanya konspirasi seperti ini,” ujarnya.

Plang yang dipasang KPK itu terdapat logo Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Pemprov NTB dan KPK.

Dalam plang tersebut tertulis setiap orang dilarang melakukan kegiatan pertambangan tanpa izin dalam bentuk apapun di dalam kawasan hutan Pelangan, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Apabila ada yang berbuat demikian, maka terancam pidana paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar sesuai yang diatur dalam Pasal 89 juncto Pasal 17 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.(ris/ant)

Pendakian Jalur Air Berik Bisa Sampai Danau Segara Anak Rinjani

0
Lalu Sungkul (ekbisntb.com/opsintb.com)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah menyatakan pendakian melalui jalur Desa wisata Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara bisa sampai dengan Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Pendakian menuju Gunung Rinjani melalui jalur Desa Wisata Aik Berik Lombok Tengah, bisa turun ke Danau Segara Anak,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah Lalu Sungkul di Lombok Tengah, Jumat.

Ia mengatakan meskipun pendakian melalui jalur Aik Berik tersebut bisa turun ke danau, namun wisatawan yang ingin melakukan pendakian harus mendapatkan izin dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

“Harus ada rekomendasi dari TNGR untuk bisa melakukan pendakian melalui jalur Aik Berik menuju Danau Segara Anak,” katanya.

Ia mengatakan untuk mendukung pengembangan wisata alam pendakian melalui jalur Aik Berik tersebut, pihaknya telah melaksanakan pelatihan dan pembinaan porter sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Artinya porter yang disiapkan di jalur pendakian itu telah bersertifikat,” katanya.

Sebelumnya, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka kembali jalur pendakian menuju Gunung Rinjani Lombok setelah ditutup pada awal Januari-Maret 2024.

“Destinasi wisata alam di Taman Nasional Gunung Rinjani 2024 telah dibuka kembali,” kata Kepala Balai TNGR NTB Dedy Asriadi.

Adapun jalur pendakian yang dibuka di antaranya jalur pendakian Senaru melalui Jebak Gawah Senaru-Pelawangan Senaru-Danau Segara Anak-Jalur Pendakian Senaru/Torean dengan kuota maksimal 150 orang pengunjung per hari.

Kemudian pintu masuk jalur pendakian Sembalun melalui Pelawangan, Sembalun-Puncak Gunung Rinjani/Danau Segara Anak-Jalur Pendakian Sembalun/Torean/Senaru dengan kuota maksimal 150 pengunjung per hari.

“Pintu masuk Jalur pendakian Torean melalui Pelawangan-Puncak Gunung Rinjani/Danau Segara Anak-Jalur Pendakian Torean/Senaru dengan kuota maksimal 100 pengunjung per hari,” katanya.

Selain itu, Jalur Pendakian Aik Berik melalui Jebak Gawah Aik Berik – Pelawangan Aik Berik dengan kuota maksimal 100 orang pengunjung per hari. Jalur pendakian Timbanuh melalui jalur pendakian Timbanuh – Pelawangan Timbanuh dengan kuota maksimal 100 orang pengunjung per hari.

“Jalur pendakian Tete Batu melalui Pelawangan Tete Batu dengan kuota maksimal 100 orang pengunjung per hari,” katanya. (ant)

PLN: Listrik di Sirkuit Mandalika Disuplai Menggunakan Sistem GRID

0
Pengecekan sarana dan prasarana kelistrikan dalam mendukung MotoGP Mandalika. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) menyatakan, listrik di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi satu-satunya sirkuit yang disuplai sepenuhnya dari sistem grid.

Sistem grid adalah sebuah inovasi yang berbeda dari sirkuit lainnya yang umumnya masih mengandalkan genset sebagai sumber listrik utama.

“Pada ajang MotoGP Mandalika 2024, sistem kelistrikan menggunakan sistem grid dengan genset hanya digunakan saat keadaan darurat,” kata General Manager PLN UIW NTB Sudjarwo melalui keterangan tertulisnya di Mataram, Jumat.

Penggunaan sistem grid ini bukan hanya menjadi solusi untuk memastikan stabilitas suplai listrik selama acara, tetapi juga membantu mengurangi jejak karbon.

Dengan tidak lagi bergantung pada genset berbahan bakar fosil, emisi karbon yang biasanya dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dapat ditekan, sejalan dengan inisiatif global untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

“Sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap energi hijau, kawasan Sirkuit Mandalika yang dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) telah mendapatkan sertifikasi Renewable Energy Certificate (REC),” katanya.

Sertifikasi ini memastikan bahwa listrik yang digunakan di kawasan tersebut berasal dari sumber energi terbarukan yang tersertifikasi, memberikan pengakuan internasional atas kontribusi kawasan ini dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

Ia menyatakan bahwa keberhasilan PLN dalam menjaga suplai listrik selama ajang MotoGP Mandalika adalah hasil kerja keras dan persiapan matang.

“Kami sangat bangga menjadi bagian dari inisiatif pengurangan emisi karbon ini. Penggunaan sistem grid di Sirkuit Mandalika adalah langkah PLN dalam mewujudkan masa depan energi yang lebih bersih,” ujarnya.

Dengan kapasitas daya sebesar 395 MW yang dimiliki sistem kelistrikan Lombok, PLN telah mempersiapkan cadangan daya untuk mengantisipasi kebutuhan listrik selama ajang internasional tersebut.

Puncak beban kelistrikan tercatat sebesar 2.786 kVA, dan PLN berhasil memastikan tidak ada gangguan kelistrikan di seluruh venue, termasuk di area VVIP dan lokasi strategis lainnya.

Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto, juga menggarisbawahi pentingnya inovasi kelistrikan seperti sistem grid dengan layanan Zero Down Time (ZDT) ini dalam mendukung acara besar seperti MotoGP.

“Kami telah menyiapkan segala hal, mulai dari suplai listrik, infrastruktur, hingga personel yang siaga 24 jam. Keandalan listrik selama agenda ini menjadi prioritas kami, dan tentunya selaras dengan komitmen global terhadap pengurangan emisi karbon,” ucap Adi.

Selain apresiasi dari Dorna, pujian juga datang dari Menteri BUMN, Erick Thohir, yang mengakui pentingnya peran PLN dalam ajang MotoGP dan komitmen pada pembangunan energi bersih. “Listrik PLN Bagus, ayo bangun listrik hijau!,” ujar Erick.

Penggunaan sistem grid di MotoGP Mandalika tidak hanya memastikan suplai listrik yang stabil dan berkelanjutan, tetapi juga mencerminkan peran Indonesia dalam mendukung transisi energi global dan net zero emission (NZE).

MotoGP Mandalika 2024 menjadi salah satu bukti bahwa energi bersih bisa diterapkan dalam acara berskala internasional tanpa mengorbankan keandalan dan kenyamanan.

Dengan keberhasilan ini, PLN terus memperkuat posisinya sebagai pionir dalam penggunaan energi bersih di berbagai sektor, sekaligus mendukung acara-acara besar dengan pasokan listrik yang andal dan ramah lingkungan. (ant)

OJK Fasilitasi Edukasi Produk Jasa Keuangan Cegah Judi Online

0
Ilustrasi judi online(ekbisntb.com/ameg.id)

Balikpapan (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama Oktober menggandeng sejumlah institusi yang bergerak di industri jasa keuangan, melakukan edukasi tentang produk jasa keuangan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inklusi keuangan sekaligus mencegah judi online.

“Edukasi yang dilakukan seperti melalui pameran, seminar, dan bincang santai, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya inklusi keuangan agar jangan sampai mereka terjerat judi online,” kata Plt Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK Muhammad Ismail Riyadi di Balikpapan, Jumat.

Edukasi inklusi keuangan melalui berbagai pola tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk mencerdaskan masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan uang, sehingga tidak digunakan untuk hal-hal yang bersifat janji atau hayal seperti judi online.

Ia juga menargetkan inklusi keuangan di akhir 2024 ini bisa mencapai 90 persen, salah satu cara yang ditempuh untuk mempercepat tercapainya target ini adalah dengan menggelar Financial Expo (Fin Expo) 2024 di Balikpapan Super Blok (BSB) selama empat hari pada Kamis-Minggu, 3-6 Oktober 2024.

“Bahkan lebih jauh, pemerintah pun menargetkan inklusi keuangan mencapai 98 persen pada 2045 atau bertepatan pada 100 tahun Indonesia merdeka,” kata Riyadi.

Secara sederhana, lanjut ia, inklusi keuangan adalah kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan keuangan formal di mana pun mereka berada.

“Inklusi keuangan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui produk dan layanan keuangan yang tepat waktu, aman, dan terjangkau,” katanya.

Satu wujud inklusi keuangan adalah keberadaan anjungan tunai mandiri (ATM) yang mudah ditemukan di mana-mana, termasuk di desa-desa, karena dengan ATM masyarakat dapat melayani diri sendiri dalam beberapa urusan keuangan, seperti setor-tarik tunai, transfer, dan lainnya.

Sementara Fin Expo 2024 di Balikpapan Super Blok ini dibuka Ismail Riyadi bersama sejumlah pejabat perbankan di Tanah Air sehari sebelumnya, sekaligus membuka pameran dan diskusi yang berlangsung hingga Minggu, 5 Oktober. (ant)

Kementerian PUPR Bangun 10 juta Unit Rumah Lewat Program Sejuta Rumah

0
Properti perumahan (ekbisntb.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun sebanyak 10,2 juta unit rumah bagi masyarakat melalui Program Sejuta Rumah yang dicanangkan selama 10 tahun pemerintahan Presiden RI Joko Widodo.

“Kalau yang Program Sejuta Rumah hasilnya 10,2 juta unit rumah, tapi ini bukan hanya APBN, termasuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) semua,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Jumat.

Di bidang perumahan, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan membangun sebanyak 10,2 juta unit rumah melalui Program Sejuta Rumah.

Kemudian 1,49 juta unit rumah melalui program Rumah Swadaya/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), 40.347 unit rumah khusus dan 71.731 unit rumah susun.

Rusun yang baru saja diresmikan adalah Rusun Universitas Muhammadiyah Sorong yang terdiri dari 1 tower setinggi 3 lantai dengan 43 unit. Rusun ini mampu menampung 168 orang mahasiswa.

“Jadi saya kira kalau untuk capaian programnya sudah bagus, termasuk FLPP-nya nambah terus,” kata Basuki.

Dirinya juga menyampaikan bahwa rencana pemisahan kementerian pekerjaan umum dan kementerian perumahan rakyat pada pemerintahan baru akan membuat lebih fokus dalam mencapai Program Tiga Juta Rumah bagi masyarakat.

“Jadi kalau ke depan menjadi (Program) Tiga Juta Rumah, saya kira dengan pemisahan itu bagus sekali, jadi lebih fokus,” katanya.

Kementerian PUPR senantiasa berkomitmen mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama periode 2014-2024, Kementerian PUPR menyelesaikan sejumlah infrastruktur guna meningkatkan daya saing dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Basuki mengatakan salah satu peran utama infrastruktur, di mana infrastruktur sebagai pemenuhan layanan dasar, seperti penyediaan air minum, jalan dan jembatan, perumahan, sanitasi, dan irigasi.

“Infrastruktur dasar sendiri merupakan modal penting untuk mendukung infrastruktur perekonomian,” kata Menteri Basuki. (ant)