Thursday, April 9, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 562

Harga Emas Antam pada Senin Turun Rp4.000 Menjadi Rp1,478 Juta per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), yang terdeteksi dari laman Logam Mulia, Senin pagi (7/10/2024), turun Rp4.000, sehingga harga emas per gram kini menjadi Rp1 .478.000.

Adapun harga jual kembali (buyback) emasan pada Senin, menjadi Rp1.317.000 per gram.

Transaksi harga jual yang dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No.34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp789.000
  • Harga emas 1 gram: Rp1.478.000
  • Harga emas 2 gram: Rp2.896.000
  • Harga emas 3 gram: Rp4.319.000
  • Harga emas 5 gram: Rp7.165.000
  • Harga emas 10 gram: Rp14.275.000
  • Harga emas 25 gram: Rp35.562.000
  • Harga emas 50 gram: Rp71.045.000 – Harga emas 100 gram: Rp142.012.000
  • Harga emas 250 gram: Rp354.765.000
  • Harga emas 500 gram: Rp709. 320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.418.600.000

Potongan harga pajak beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Rupiah Melemah di Tengah Kondisi Ketenagakerjaan AS yang Solid

0
Ilustrasi uang dollar(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin berpeluang melemah di tengah kondisi ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang masih solid.

Pada awal perdagangan Senin, rupiah merosot 155 poin atau 1 persen menjadi Rp15.640 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.485 per dolar AS.

“Rupiah masih berpeluang melemah terhadap dolar AS hari ini. Indeks dolar AS terlihat bergerak menguat di kisaran 102,40-an pagi ini, di mana di Jumat pagi masih di kisaran 101,70-an,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Ariston menuturkan data non-farm payrolls (NFP) AS yang dirilis Jumat pekan lalu menunjukkan kondisi ketenagakerjaan AS yang masih solid, yakni 254 ribu pada September 2024, lebih tinggi dibanding 159 ribu pada bulan sebelumnya.

“Kondisi yang masih bagus ini bisa mendorong The Fed (bank sentral AS) untuk mengurungkan kebijakan pemangkasan suku bunga yang lebih besar,” ujarnya.

Selain itu, ketegangan di Timur Tengah yang belakangan meningkat juga menjadi pendorong penguatan dolar AS sebagai aset safe haven.

“Konflik kelihatannya terus berlanjut dengan Israel diketahui menyusun rencana untuk melakukan penyerangan, apalagi setelah negaranya Kembali diserang oleh Iran,” tuturnya.

Ariston memprediksi rupiah bisa bergerak melemah ke arah Rp15.580 per dolar AS, dengan potensi support di kisaran Rp15.430 per dolar AS hari ini. (ant)

PUPR: Perumahan Subsidi Bersertifikat BGH Wujudkan Lingkungan Nyaman

0
Perumahan Subsidi(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan perumahan bersubsidi yang memiliki sertifikat bangunan gedung hijau (BGH) mampu mewujudkan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat.

“Adanya perumahan bersubsidi yang memiliki sertifikat BGH menunjukkan bahwa sektor properti tetap maju dan berkembang dan mampu mewujudkan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto di Jakarta, Senin.

Sertifikasi BGH meliputi serangkaian proses pengukuran dan evaluasi terhadap kinerja bangunan dalam hal efisiensi energi, pengelolaan sumber daya, penggunaan material dan teknologi ramah lingkungan, serta kualitas sanitasi pada area bangunan.

“Sertifikasi BGH yang diberikan agar pembangunan dapat dilaksanakan secara tertib dan mendorong penyelenggaraan bangunan gedung yang memiliki kinerja terukur secara signifikan, efisien, aman, sehat, mudah, nyaman, ramah lingkungan, hemat energi dan udara, dan sumber daya lainnya,” katanya.

Iwan menambahkan sektor perumahan dan kawasan organisasi memberikan kontribusi positif dalam pertumbuhan ekonomi, baik secara nasional maupun di tingkat daerah.

Namun demikian, kesiapan para pemangku kepentingan untuk memahami dan mendukung prinsip-prinsip bangunan ramah lingkungan juga merupakan tantangan yang merupakan aspek penting dalam menciptakan keberhasilan penerapan bangunan ramah lingkungan untuk rumah bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sertifikasi bangunan hijau dilaksanakan dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 123 Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

Pemerintah melalui Menteri PUPR telah menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21 Tahun 2022 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.

Iwan juga mengingatkan bahwa seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya penyerapan dan perlindungan lingkungan, sertifikasi bangunan gedung hijau menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan yang ramah lingkungan.

Bangunan gedung hijau bukan sekedar tren, melainkan sebuah komitmen untuk menciptakan ruang yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, saya yakin kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih baik dalam penyelenggaraan pembangunan perumahan di Indonesia. Sertifikasi bangunan gedung hijau sebagai salah satu pilar dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Dengan pendekatan yang tepat, subsidi rumah sederhana tidak hanya bisa menjadi tempat tinggal yang terjangkau, tetapi juga bisa memenuhi standar bangunan gedung hijau.

“Sertifikasi ini tidak hanya memberikan pengakuan atas upaya kita dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan banyak manfaat, baik secara ekonomis maupun sosial. Bangunan yang ramah lingkungan cenderung memiliki efisiensi energi yang lebih baik, biaya operasional yang lebih rendah, serta memberikan kenyamanan yang lebih bagi penghuninya,” kata Iwan.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perumahan menyerahkan Sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) untuk perumahan bersubsidi Mulia Gading Kencana (MGK) di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Adanya sertifikasi BGH yang diberikan agar pembangunan perumahan dapat dilaksanakan secara tertib dan mendorong penyelenggaraan bangunan gedung sebagai salah satu pilar dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Iwan mengucapkan terima kasih kepada semua tim yang telah bekerja keras, para arsitek, insinyur, dan semua pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam mewujudkan visi bangunan hijau ini.

Perumahan Mulia Gading Kencana menjadi contoh bahwa rumah sederhana subsidi juga bisa berkualitas tinggi dan perumahan ramah lingkungan tidak mahal. (ant)

BCA Senggigi Sunset Jazz Pukau Ribuan Penonton

0
Ribuan pengunjung datang menyaksikan event Sengigigi Sunset Jazz (ekbisntb.com/her)

BCA Senggigi Sunset Jazz 2024 yang digelar pada Sabtu 5 Oktober 2024 berhasil memukau ribuan penonton di Pantai Kerandangan, Kawasan Pariwisata Senggigi Kecamatan Batulayar, Lombok Barat. Ribuan penonton diajak bernyanyi bersama dengan Yura Yunita, Maliq & D’Essentials, Tiara Andini, Andre Hehanussa, dan Fiersa Besari. Mereka berhasil memikat hati penonton dengan lagu-lagu andalannya.

Ketua Penyelanggara BCA Senggigi Sunset Jazz Neti Rusi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Lombok yang hadir meramaikan acara, yang mana  kebahagiaan Senggigi Sunset Jazz selalu diterima masyarakat Lombok.

“NRG Bahagya by Nuraga selaku penyelenggara sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Polda NTB, dan para pihak yang sudah menyukseskan jalannya BCA Senggigi Sunset Jazz 2024. Selama perjalanan dari tahun 2017, Insya Allah kami akan terus melakukan evaluasi agar event ini selalu lebih baik dan ada progress setiap tahunnya,”katanya di lokasi acara, Sabtu 5 Oktober 2024.

BCA Senggigi Sunset Jazz 2024 menjadi acara yang tidak terlupakan oleh para penonton maupun artis yang hadir. “Ini pertama kali saya manggung di tepi pantai dan ditemani senja, saya tidak akan melupakan momen ini,” kata Fiersa Besari di atas panggung sebelum membawakan lagu “Waktu yang Salah”.

Salah satu penampil lainnya, Andre Hehanussa mengatakan dirinya merasa bersyukur bisa tampil di festival musik jazz tepi pantai karena suasananya benar-benar hype dan penuh semangat. “Pengunjung yang hadir luar biasa banyak dan antusias, bahkan bisa diajak sing along. Manggung di sini mengingatkan saya pada pengalaman 30 tahun yang lalu, saat energi dan kegembiraan penonton sama-sama terasa membara. Ini adalah momen yang sangat spesial dan berkesan bagi saya,” ucapnya setelah usai turun dari panggung.

Keceriaan BCA Senggigi Sunset Jazz tidak hanya dirasakan oleh artis penampil dan para penonton. UMKM turut memeriahkan acara turut berbahagia. Yati salah satu UMKM di BCA Senggigi Sunset Jazz 2024 mengatakan dirinya sangat bersyukur dapat berpartisipasi di festival musik yang sudah diselenggarakan setiap tahun. “Rezeki yang datang melimpah dalam satu malam acara BCA Senggigi Sunset Jazz,” ucapnya.(her)

Program Sampah Jadi Pulsa, Jaga Lingkungan Sekaligus Jaga Kuota   

0
Taufik saat memasukkan botol bekas air mineral di dropbox di Mandalika (ekbisntb.com/ris)

Taufik tampak sumringah saat mencoba memasukkan 14 botol bekas air mineral ke dropbox yang khusus disediakan oleh Indosat Ooredoo Hutchison di Mandalika, tepatnya di depan Sirkuit Mandalika tanggal 25 September 2024 lalu. Dari belasan botol plastik tersebut berubah menjadi pulsa sebesar Rp1.650 yang langsung masuk ke kartu 3 miliknya.

Pria dari Desa Mujur Lombok Tengah ini menilai bahwa program ini sangat menarik dan menguntungkan masyarakat. Selain mengedukasi masyarakat bahwa sampah berdampak buruk bagi lingkungan jika dibuang sembarang, sampah sesungguhnya memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.

“Program saya di desa juga mengikuti bank sampah, jadi saya sangat senang dan antusias sekali terhadap kegiatan ini,” tutur Taufik.

Ia mengatakan, sampah plastik menjadi problem bersama. Banyak daerah yang warganya membuang sampah plastik ke sungai atau tempat lain yang tidak seharusnya. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi lingkungan di masa depan. Karena itulah kehadiran Indosat yang menyediakan dropbox tempat penukaran sampah botol bekas air meneral jadi pulsa bisa menjadi solusi bagi lingkungan dan ekonomi.

“Sampah ini merusak lingkungan. Banyak masyarakat yang tak paham mengelola sampah ini dan belum sadar bagaimana cara hidup yang baik dari sampah,” katanya.

Diharapkan, program mengubah sampah jadi pulsa ini terus berkelanjutan. Tidak hanya di satu titik saja, namun bisa menyebar ke titik-titik yang lain untuk membangun kesadaran bersama terkait dengan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah.

“Semoga bisa terjangkau di seluruh titik di Pulau Lombok, terutama di daerah wisata yang banyak sampahnya,” harapnya.

Pengunjung lainnya, Pradnya Sita mencoba memasukkan satu botol plastik bekas minumnya ke dropbox di Mandalika. Setelah memasukkan nomor IM3 miliknya, satu botol plastik bekas itu berubah menjadi pulsa 1000.

“Ini keren sih. Kalau orang tahu dan program ini berkelanjutan mungkin tak kan ada sampah plastik yang terbuang sia-sia. Ini program jaga lingkungan sekaligus jaga kuota,” katanya sambil tertawa.

Dalam mendukung terjaganya kelestarian lingkungan yang keberlanjutan selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2024, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) telah meluncurkan kampanye lingkungan bertajuk #TrashFreeRace, sebagai bagian dari inisiatif CSR di Pilar Lingkungan.

Kampanye ini bertujuan mendorong kesadaran masyarakat dan para penonton MotoGP Mandalika tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang membawa manfaat dan bernilai tambah.

Melalui kampanye ini, Indosat memperkenalkan solusi inovatif “Sampah Jadi Pulsa”, dimana para penonton MotoGP Mandalika dan masyarakat setempat dapat menukarkan sampah botol plastik menjadi pulsa atau paket data, baik IM3 maupun Tri. Reverse Vending Machine (RVM) atau dropbox “Sampah Jadi Pulsa” akan ditempatkan di sekitar Sirkuit Mandalika, sehingga masyarakat dapat berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan sambil menikmati ajang balap dunia ini.

Bekerja sama dengan para pelaku usaha lokal, Indosat menempatkan lima unit dropbox sampah botol plastik di lokasi strategis di Kuta Mandalika. Kolaborasi ini memperluas jangkauan kampanye dan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan. Kampanye digital di berbagai platform juga akan menyebarkan pesan tentang pengelolaan dan pemilahan sampah yang benar, serta mengedukasi publik mengenai dampak positif dari pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

EVP Head of Circe Java Indosat Ooredoo Hutchison Fahd Yudhanegoro,  mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendukung MotoGP Mandalika 2024, tidak hanya dengan memastikan jaringan yang optimal, tetapi juga dari segi kelestarian lingkungan yang keberlanjutan.

“Melalui kampanye #TrashFreeRace, diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk menyebarkan gerakan melestarikan lingkungan secara berkelanjutan sambil memberdayakan masyarakat untuk mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” ujarnya.

Untuk berpartisipasi dalam gerakan ini, masyarakat cukup datang ke dropbox  Sampah Jadi Pulsa dengan membawa botol plastik dan memastikan memiliki nomor Indosat (IM3 atau Tri) yang aktif. Setelah memasukkan nomor ponsel terdaftar dan verifikasi One-Time-Password (OTP), mereka dapat memasukkan botol plastik yang akan dikonversi menjadi poin.

Setiap botol bernilai 50 poin, dengan minimal 1.000 poin untuk penukaran. QR Code akan muncul untuk menukarkan poin menjadi pulsa. Selama kampanye #TrashFreeRace Mandalika, setiap pengunjung yang mendonasikan botol pertamanya akan langsung menerima 1.000 poin sebagai apresiasi atas partisipasi mereka dalam program ini.

Botol plastik bekas yang terkumpul melalui RVM akan dikelola oleh Conplas, mitra pengelola sampah lokal, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan komunitas UMKM. Sampah tersebut akan didaur ulang menjadi paving block untuk pembangunan infrastruktur di Lombok, memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat setempat.

CEO Conplas Amrul Ikhsan sendiri mengaku sangat mengapresiasi inisiatif dari Indosat Ooredoo Hutchison terkait penyediaan dropbox sampah jadi pulsa ini dan berharap hal tersebut bisa memotivasi pihak lain untuk memberikan dampak yang lebih luas.

“Kami percaya bahwa teknologi digital dapat membawa kemajuan bagi peradaban manusia dan pelestarian lingkungan hidup khususnya di Nusa Tenggara Barat,” ujar Amrul Ikhsan.

Sejak diluncurkan pada tahun 2022, Reverse Vending Machine (RVM) telah tersebar di seluruh Indonesia yang terdapat di Bogor, Semarang, Medan, Makassar, dan Mandalika. Hingga 2024, sampah botol plastik yang terkumpul mencapai sekitar 23.000 botol atau sekitar 437 kg plastik dan telah terkonversi menjadi pulsa senilai 14 juta rupiah yang didapatkan dari 1.032 orang yang ikut berpartisipasi.

VP Head of External Communications, Indosat Ooredoo Hutchison Eni Nur Ifati mengaku, program ini dipercaya dapat melestarikan lingkungan secara berkelanjutan seraya memberdayakan masyarakat lewat daur ulang sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Indosat akan terus melanjutkan kerja sama strategis dengan mitra lokal maupun global untuk mencapai tujuan besarnya dalam memberdayakan Indonesia.

“Dengan Program tukar sampah menjadi pulsa ini diharapkan agar bagaimana kawasan atau arena balapan ini tetap dalam keadaan bersih tidak dipenuhi sampah (botol plastik) berserakan,“ katanya.

Eni memaparkan salah satu tujuan utama Indosat meluncurkan program tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar memiliki pola hidup bersih dengan memanfaatkan sampah-sampah botol plastik untuk menjadikan sesuatu yang memiliki nilai manfaat.

“Ini salah satu yang menjadi dasar dan motivasi Indosat untuk melakukan hal ini. Kita tidak hanya mengerjakan dan mengurus urusan bisnis saja, tetapi kami ingin membantu pemerintah dalam meningkatkan pembangunan di daerah ini, “jelasnya.(ris)

DKP Lotim Minta Masyarakat Turut Jaga Kondusivitas Investasi Tambak Udang

0
Muhammad Zainuddin (ekbisntb.com/dok)

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lombol Timur (Lotim) meminta masyarakat turut jaga kondusivitas investasi tambak udang. Semua investor diyakinkan sudah terikat dengan aturan.

Hal ini disampaikan Kepala DKP Lotim, Muhammad Zainuddin menjawab Ekbis NTB di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Diketahui, salah satu tambak udang yang baru memulai investasi, yakni PT Anugrah Sukses Aquaindo di Suryawangi beberapa waktu lalu dimintai warga sekitar agar membuka jalan menuju pantai dan dibuatkan lokasi tambatan perahu.

Sepengetahuan Kadis Kelautan dan Perikanan Lotim ini, jalan menuju pantai sudah tidak masalah. Tuntutan warga pun siap dipenuhi pihak investor dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) nantinya. Sementara, PT ASA ini belum mulai produksi dan masih dalam tahapan penataan lokasi tambak.

Besarnya tingkat abrasi di Pantai Suryawangi Kecamatan Labuhan Haji ini memaksa pihak investor ini harus melakukan pemasangan pemecah gelombang di sepanjang bibir pantai. “Ada sekitar 40 meter yang abrasi,” tuturnya.

Lurah Suryawangi, Ziat Wijaya yang dikonfirmasi terpisah mengatakan warganya menuntut ada pembebasan lahan menuju pantai. Lurah ini memastikan tidak ada akses yang warga ditutup menuju pantai.

“Aksesnya tidak ditutup, sudah ada dua meter, cuma warga minta di perlebar,’ sebutnya.

Diakuinya, sudah ada itikad baik dari pihak perusahaan. Hanya saja, masih terbentur soal harga lahan yang diminta warga terlalu melambung. Diketahui saat awal pembebasan dulu dibeli hanya Rp 5 juta per are. Sedangkan, saat ini ada warga pemilik lahan menginginkan harga tanahnya Rp 2 juta per meter persegi. “Saat ini kita masih memfasilitasi untuk lobi warga pemilik lahan,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk lokasi tempat tambatan perahu saat ini yang ditempati nelayan merupakan kebun milik warga, bukan tempat umum. Tingginya tingkat abrasi membuat lahan banyak tergerus.

Pimpinan PT ASA, Trijadi Prametu saat diwawancarai via ponselnya mengatakan pihaknya saat ini sedang proses persiapan membangun tambak kawasan seluas 8 hektar.

ASA memulai investasi sejak 2023 lalu. Persoalan abrasi diakui menjadi perihal yang cukup berat dihadapi saat ini. Dimana, abrasi cukup parah. Tanah warga yang hilang akibat abrasi sepengetahuan Tri saat ini sudah lebih dari 40 meter, sehingga pihak perusahaan ini saat ini telah berusaha memasang beronjong di pinggir pantai guna meminimalisir dampak abrasi.

ASA berencana akan memulai beroperasi bulan depan. Saat ini, selain persoalan abrasi, pihak investor ini sempat tersendat komunikasinya dengan nelayan setempat. Nelayan menginginkan pelebaran jalan dan ada lokasi tempat tambatan perahu. Ketentuan menyiapkan tambatan perahu tersebut katanya tidak ada ketentuan tertulis yang mewajibkan pihak investor tambak udang ini harus menyediakan lokasi tersebut. Meski demikian, ASA siap bantu nantinya lewat CSR perusahaan setelah beroperasi. “Cuma kita akan sekarang belum beroperasi, kita miskomunikasi saja kemarin dengan nelayan” ungkapnya.

Akibat abrasi ini, tambatan perahu nelayan diakui turut hilang. Sehingga saat ini nelayan menempati tanah warga sebelah lokasi PT ASA. Pihak nelayan menginginkan lokasi tambatan perahu dimaksud turut dibebaskan oleh pihak perusahaan. Sampai saat ini belum ada keputusan final mengenai pembebasan tersebut. “Kita diminta fasilitasi di depan, tapi masalahnya kita belum beroperasi. Kalau sudah beroperasi, pasti kita akan bantu lewat CSR kita,” imbuhnya.

Para warga yang menuntut ini diminta bersabar dulu. Pihak perusahaan tidak juga dipaksa secara sepihak karena tidak ada aturan hitam di atas putih. Soal akses ke pantai juga sudah ada sekitar 2 meter. Warga minta diperlebar menjadi 3 meter juga siap dipenuhi nantinya oleh pihak perusahaan. “Cuma yang punya tanah kan belum selesai berembuk dengan pihak keluarganya,” demikian ungkapnya. (rus)

Sambut Hari Sumpah Pemuda, Pokdarwis Kebon Datu Gelar Rally Motor dan Pertunjukan Musik

0
Potensi desa wisata di Desa Peresak, Kecamatan Narmada. (ekbisntb.com/ist)

KELOMPOK Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Peresak, Kecamatan Narmada, Lombok Barat akan menggelar acara bertajuk Kebon Datu Wisata Rally Motor 2024 akhir Oktober mendatang. Kegiatan yang juga diwarnai pertunjukan musik ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2024. Acara ini akan dimulai pukul 08.00 pagi hingga selesai di kawasan wisata Kebon Datu, Dusun Peresak Utara.

Ketua Panitia Kebun Datu Wisata Rally Motor 2024 Sahrul Hadi, menjelaskan, rute reli akan melewati jalur wisata mulai dari Kebon Datu-Suranadi-Sesaot-Kumbu-Keru dan kembali ke lokasi awal.

‘’Selain reli motor, acara ini juga akan dimeriahkan oleh pertunjukan live music dan beragam hadiah menarik. Hadiah utama berupa satu unit sepeda motor (second) untuk pemenang, serta berbagai door prize, seperti alat elektronik, sepeda, dan perlengkapan rumah tangga,’’ ujarnya, Sabtu 5 Oktober 2024.

Acara ini, tambahnya, digelar Pokdarwis dengan tujuan mempromosikan wisata Kebon Datu dan meningkatkan sektor UMKM masyarakat, khususnya di Narmada. Pihaknya mengharapkan dengan kegiatan ini juga akan semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung ke Desa Peresak.

“Acara ini kami gelar agar pemerintah lebih memperhatikan potensi wisata lokal seperti Kebon Datu yang masih terbengkalai. Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar,” harapnya.

Namun, kendala utama yang dihadapi panitia adalah masalah pendanaan. “Masyarakat Desa Perasak memulai semuanya dari nol, dan sejauh ini, kami mengumpulkan dana secara mandiri,” kata Samsul Hadi, Ketua Panitia.

Diakuinya, persiapan acara sudah cukup matang, dengan delapan orang panitia yang didukung oleh Kepala Desa Peresak. Panitia telah mengajukan beberapa proposal serta perizinan kepada pihak Polda dan Kapolda, dan saat ini sedang menunggu respons dari donatur serta pihak kepolisian.

“Kami berharap Dinas Pariwisata baik di tingkat kabupaten maupun provinsi bisa turut serta dalam mendukung acara ini, karena kami ingin memajukan desa wisata,” ujarnya. (r)

Gelar Ngontel Sehat Berbudaya, Upaya KOSTI Lestarikan Warisan Budaya Indonesia

0
Anggota KOSTI NTB pose bersama di ikon Kota Mataram Tembolak sebelum menuju Taman Udayana, Minggu 6 Oktober 2024. (ekbisntb.com/ist)

KUMPULAN Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) NTB kembali menggelar kegiatan Ngontel Sehat Berbudaya, Minggu (6/10). Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya Indonesia, sekaligus memperingati Hari Batik Nasional dan Hari Tentara Nasional (TNI) ke 79.

Dengan tema “Lestarikan Budaya Indonesia”, kegiatan ini diikuti oleh 80 hingga 100 anggota. Kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap tahunnya dan juga menjadi tempat untuk menjalin tali silaturahmi. Adapun rute kegiatan ini, mereka memulai perjalanan dari Tembolak atau by pass di lingkar selatan Kota Mataram dan finish di Taman Udayana.

Ketua KOSTI NTB Agus Cahyono, S.H., M.H., menjelaskan kegiatan Ngontel Sehat Berbudaya diselenggarakan juga di berbagai kabupaten yang ada di NTB, sesuai dengan surat edaran yang diberikan oleh KOSTI Pusat “Jadi Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa juga mengadakan sendiri kegiatan Ngontel ini. Karena tiap Kabupaten itu ada KOSTI nya sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada yang berbeda dengan tahun lalu, karena dari tema dan rute juga sama dengan tahun yang lalu. Selain itu anggota KOSTI juga saat ini merupakan generasi muda. “Jadi saat ini tidak hanya orang-orang tua yang sudah PNS saja, sekarang anak-anak remaja juga banyak yang ikut serta dalam KOSTI ini, ” tambahnya.

Tidak ada persiapan yang dipersiapkan khsusus untuk kegiatan ini, hanya mempersiapkan kesehatan diri dan kondisi sepedanya agar layak dipakai.

Agus berharap agar kegiatan ini dapat memotivasi, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat NTB akan pola hidup yang sehat, serta dapat membawa nama baik NTB hingga semakin terkenal dengan adanya kegiatan ini. “Terutama jiwa-jiwa nasionalisme harus tetap ditanamkan dalam kehidupan kami, ” jelasnya. (r)

Sepuluh Tahun Capaian Kerja Pemerintah: Andil Pajak agar Si Mungil Kian Rancak

0
Salah satu gerai UMKM(ekbisntb.com/ant)

Oleh Yacob Yahya, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak, pendapat pribadi

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berperan vital dalam mengakselerasi perputaran roda perekonomian nasional. Menurut Kementerian Koperasi dan UMKM (KUMKM), pelaku usaha yang acap disebut sektor informal ini berkontribusi 60,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Badan Pusat Statistik mencatat bahwa PDB Indonesia tahun 2023 sebesar Rp20.892,4 triliun. Artinya, hampir Rp12.640 triliun PDB ditopang oleh UMKM.

Tak cuma di pasar domestik, “si mungil” juga meramaikan pasar internasional. UMKM menyumbang 15,6% terhadap ekspor non-migas; meraih rasio partisipasi dalam rantai pasokan dunia (global supply chain) sebesar 4,1%; serta berkontribusi 60% atas investasi nasional.

Para pelaku UMKM membuktikan bahwa mereka ulet dan tangguh di tengah tantangan kondisi perekonomian. Di saat banyak perusahaan raksasa limbung terhantam situasi dunia usaha yang tak baik-baik saja, UMKM justru tetap bertahan menghadapi gempuran. Krisis ekonomi 1998 telah mencatat, UMKM tetap survive di tengah kelesuan.

Selain itu, UMKM juga menjadi penyelamat dari problem pengangguran. Masih menurut Kementerian KUMKM, tenaga kerja yang terserap mencapai 96,9%. Sementara itu, menurut Kementerian Ketenagakerjaan, pada tahun 2023, jumlah penduduk bekerja mencapai 140 juta.

Namun, di sisi lain, tidak dapat dimungkiri bahwa para pelaku UMKM masih terkendala dengan penyelenggaraan akuntansi. Kurangnya literasi ihwal pembukuan dan pencatatan ini setidaknya menimbulkan dua persoalan. Pertama, peluang UMKM untuk mengakses kredit perbankan guna ekspansi usaha menjadi terbatas atau tidak bankable karena masalah tata buku itu tadi. Mereka belum dapat menyajikan laporan keuangan yang cukup meyakinkan lembaga keuangan formal untuk mengucurkan pinjaman kepada mereka. Kedua, mereka terhambat dalam berkontribusi membayar pajak secara benar. Karena baik omzet (perputaran usaha kotor) maupun laba bersih tidak dapat disajikan secara akurat, besarnya kewajiban pajak pun kurang tepat mereka hitung untuk selanjutnya mereka setorkan.

Dari sinilah, mengingat pentingnya peran para pelaku UMKM dalam perekonomian kita, tentu negara mendukung dan mendorong sejumlah kemudahan bagi mereka. Sebagai pengelola “Uang Kita” atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui kebijakan fiskal, Beranjak dari permasalahan di atas, pemerintah juga telah menyiapkan terobosan bagi para pelaku UMKM untuk berpartisipasi membayar pajaknya.

Satu Dekade Peran Pajak

Kementerian Keuangan dalam kurun sepuluh tahun terakhir periode pemerintahan Presiden Joko Widodo memberikan stimulus kepada sektor UMKM, khusunya melalui kebijakan perpajakan. Jika sedikit kita tarik ke belakang, setahun sebelum pergantian tongkat estafet kepemimpinan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah “mewariskan” fasilitas perpajakan bagi UMKM. Legacy tersebut berupa Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu (PP 46/2013).

PP 46/2013 merupakan inovasi yang memudahkan pelaku UMKM berkontribusi dengan membayar pajaknya secara simpel. Cukup kalikan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final 1% dari omzet bulanan, pelaku UMKM dapat menghitung pajaknya dengan gampang, untuk selanjutnya ia setorkan ke kas negara dan laporkan melalui surat pemberitahuan. Fasilitas ini dinikmati oleh pelaku UMKM dengan omzet sampai dengan Rp4,8 miliar dalam setahun.

Selanjutnya, Presiden Jokowi membuat gebrakan dengan program tax amnesty, melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Kemudahan itu berupa tarif yang jauh lebih rendah daripada harta repatriasi dalam negeri ataupun harta deklarasi luar negeri.

Sesuai dengan periodenya, tarif tebusan pajak atas harta repatriasi dalam negeri adalah 2% (periode pertama 1 Juli hingga 30 September 2016), 3% (periode kedua 1 Oktober sampai dengan 31 Desember 2016), dan 5% (periode ketiga atau terakhir 1 Januari hingga 31 Maret 2017). Sementara itu, tarif tebusan pajak atas harta deklarasi luar negeri sebesar 4%, 6%, dan 10% untuk masing-masing periode secara berurutan.

Nah, khusus pelaku UMKM, dari 1 Juli 2016 hingga 31 Maret 2017 tidak mengenal kenaikan tarif tebusan. Jika pelaku UMKM mengungkapkan nilai harta sampai dengan Rp10 miliar, berlaku tarif tebusan 0,5%, dan nilai harta lebih dari 10 miliar dikenai tarif tebusan 2%.

Selang beberapa waktu, PP 46/2016 dirasa perlu untuk ditinjau ulang. Oleh karena itu, terbitlah PP 23/2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu. Belakangan, PP 46/2018 direvisi melalui PP 55/2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan.

Ketentuan di atas mengatur bahwa tarif PPh Final turun menjadi 0,5%. Artinya, seumpama seorang pedagang nasi bungkus, dia cukup membayar pajak sebesar satu porsi tiap kali berhasil menjual 200 bungkus nasi. Sangat ringan, bukan?

Tahun 2020 merupakan pukulan telak bagi dunia usaha karena pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) merebak ke segala penjuru dunia. Aktivitas bisnis di tingkat global lumpuh dan ekonomi lesu. Mobilisasi pun terkunci karena lockdown.

Berpacu dengan waktu agar segera bangkit, pemerintah mengambil langkah tepat dengan meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dengan enam fokus area, yakni kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, dukungan UMKM, pembiayaan korporasi, serta pemerintah daerah dan sektoral kementerian.

Menurut Kementerian Keuangan, dukungan UMKM membutuhkan total anggaran Rp123,46 triliun. Dukungan UMKM tersebut berupa antara lain dengan insentif pajak ditanggung Pemerintah atas PPh Final UMKM (PP23/2018), serta relaksasi pembayaran angsuran dan bunga kredit. Bahkan pasca-pandemi pun, sejumlah insentif tetap digelontorkan.

Berkaca pada sederet kebijakan perpajakan tersebut, terbukti bahwa Uang Kita selama satu dekade ini bekerja bersama demi menjaga kinerja para pelaku UMKM. Tentunya, agar keberlangsungan usaha mereka semakin ciamik, karena merekalah penggerak roda perekonomian.

Hidupkan UMKM Kuliner Lokal, Senggigi Sunset Jazz 2024 Bukan Sekedar Festival Musik

0
Event Senggigi Sunset Jazz menghidupkan UMKM kuliner lokal NTB dan Nusantara. (ekbisntb.com/ist)

Tidak hanya menampilkan festival musik, BCA Senggigi Sunset Jazz (SSJ) tahun ini juga menghadirkan Festival Kuliner yang menghadirkan sekitar 45 jenis kuliner dari berbagai daerah di Pulau Lombok hingga sejumlah kuliner dari sejumlah daerah di Indonesia.

ADANYA festival kuliner di salah satu event terbesar di Lombok Barat (Lobar) ini diharapkan bisa menjadi panggung jualan dan promosi bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Lombok khususnya di daerah Lobar.

Ke depannya, Festival Kuliner ini diproyeksikan menjadi cikal bakal Senggigi Fair, event festival kuliner yang akan diselenggarakan rutin di kawasan Senggigi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar dalam upaya menghidupkan geliat UMKM serta mendongkrak kepariwisataan di Lobar.

Festival Kuliner ini terbagi menjadi dua kelompok kuliner yakni Kuliner Nusantara yang berisikan makanan-makanan khas sejumlah daerah di Indonesia seperti Batagor dari Bandung, Pempek dari Palembang, Empal Gentong dari Cirebon hingga Sate Bulayak dari Lombok.

Kuliner Nusantara ini ditujukan agar pengunjung yang datang dari luar Pulau Lombok bisa mencicipi kuliner khas Lombok dan sebaliknya pengunjung lokal juga bisa mencoba kuliner khas dari daerah lain.

Kelompok lainnya diisi dengan sejumlah kuliner kreasi dari berbagai UMKM yang terlebih dahulu melalui proses kurasi.

Adanya Festival Kuliner ini para penonton BCA SSJ 2024 yang hadir tidak hanya puas dengan penampilan artis papan atas yang tampil di panggung namun juga terpuaskan dengan aneka ragam kuliner berkualitas yang tersedia di stan-stan di area Festival Kuliner.

Ismi, pengunjung asal Gunungsari yang ditemui di area festival kuliner mengaku terkesan dengan jumlah pengunjung yang datang ke BCA SSJ 2024 ini terutama saat waktu jeda untuk makan di area Festival Kuliner.

“Lebih ramai dari tahu lalu, jadi semoga area kuliner dibesarin lagi dan tempat duduknya diperbanyak,” ucap Ismi sembari menikmati rasa sejumlah kuliner yang ia beli bersama teman-temannya.

“Dari segi rasa enak-enak, tadi sudah nyoba Onigiri, cilok dan beberapa minuman, teman-teman yang lain juga makan yang lain rata-rata enak, pingin nyoba yang lain lagi cuma ramai antrean jadi malas nunggu nanti keburu mulai artisnya,” lanjutnya.

Di tempat yang sama Adam, pengunjung asal Mataram yang datang bersama istrinya memberikan kesan yang sangat bagus bagi festival musik yang dikombinasikan dengan Festival Kuliner di BCA SSJ 2024 ini.

“Tata letak di areanya juga bagus sekali, terutama yang di area kuliner, ternyata sebanyak ini keren. Tadi udah nyoba ayam geprek doang ini rencana mau hunting yang lain lagi nih,” ucapnya.

Tidak hanya memuaskan pengunjung, tentu Festival Kuliner memberikan senyuman indah bagi para UMKM atau pedagang yang hadir mengisi stan-stan di Festival Kuliner BCA SSJ 2024 ini.

Hayati, pramu saji di stan Kuliner Nusantara mengaku cukup puas dengan gelaran Festival Kuliner ini. “Dari tadi alhamdulillah banyak yang laku, terutama yang paling laris batagor ama pempek,” ucapnya.

Senada dengan Hayati, Syamsudin, pedagang aneka cilok asal Mavilla Rengganis Bajur Labuapi mengaku cukup terkejut dengan penjualan yang ia peroleh.

“Awalnya saya kira iuran untuk ikut jualan di sini itu agak banyak, tapi ternyata alhamdulillah kalau saya perkirakan sampe sekarang itu sudah lumayan lebihnya,” ucap Syamsudin tersenyum sumringah.

Tidak lupa pedagang yang sehari-hari berjualan di lingkungan kampus UIN Mataram ini berharap event seperti BCA SSJ 2024 ini bisa sering diselenggarakan Pemkab Lobar dan tetap bisa melibatkan UMKM. (her)