Sunday, April 5, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 554

Bahlil Ingatkan Penyaluran BBM Subsidi Agar Sesuai Ketentuan

0
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan agar penyaluran BBM subsidi sesuai ketentuan untuk menghindari penyalahgunaan yang merugikan negara.

“Saya pikir tentang pendistribusian, saya cuma titip aja, saya ini dulu pengusaha, pengusaha kecil-kecilan tambang juga. Ada pengusaha pompa bensin itu menyalurkan BBM subsidi, tetapi kalau malam hari solarnya itu dikencingin, dimasukkan di drum,” kata Bahlil dalam Penganugerahan Penghargaan Keselamatan Migas Tahun 2024 di Jakarta, Senin malam.

Ia meminta agar praktik-praktik yang tidak sesuai, seperti penjualan BBM subsidi ke industri dengan selisih harga yang menguntungkan, tidak ada lagi.

“Kalau bayar subsidinya itu Rp7.000, Rp8.000. Kalau solar industri contoh Rp11.000, ya sudah selisih Rp3.000 (per liter) kita cincai aja. Jadi, tambah di situ. Udah kelakuan-kelakuan begitu,” ujarnya.

Oleh karena itu, Bahlil menekankan bahwa penyalahgunaan subsidi harus dihentikan karena subsidi negara sangat besar, mencapai ratusan triliun rupiah.

“Saya minta setop sudah, karena subsidi negara terbesar, subsidi kita terlalu besar,” ucapnya.

Menteri ESDM menambahkan bahwa kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat harga minyak dunia yang saat ini sedang tak menentu akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Saya mohon untuk mulai hati-hati, mulai hati-hati, karena subsidi kita ini gede, apalagi harga minyak dunia sekarang mulai ada mengkhawatirkan akibat perang yang ada di Timur Tengah,” jelasnya.

Menteri ESDM mengajak semua pihak bisa konsisten menjalankan peraturan tanpa penyimpangan, demi menjaga keberlanjutan ekonomi dan lingkungan.

Bahlil mengingatkan bahwa ketidakpatuhan terhadap aturan bisa menyebabkan kerugian besar bagi negara, sehingga kolaborasi antara semua pemangku kepentingan sangat dibutuhkan.

Ia berharap pelanggaran seperti penyalahgunaan subsidi bisa diminimalkan melalui pengawasan ketat dan disiplin dari seluruh pihak terkait.

“Kita sama-sama berkolaborasi untuk saling mengingatkan,” kata Bahlil. (ant)

Presiden Sebut Indonesia Berpotensi Jadi Kekuatan Ekonomi Baru di Asia

0
Presiden Joko Widodo (Jokowi)(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia berpotensi menjadi kekuatan ekonomi baru di Asia bersama India dan China.

Presiden mengatakan bahwa saat ini dunia telah masuk ke abad Asia, di mana terjadi pergeseran pertumbuhan ekonomi dari negara-negara barat ke Asia.

“Karena kita tahu kita sekarang telah masuk ke abad Asia. Pergeseran dari barat menuju ke Asia, growth pertumbuhan ekonomi juga bergeser semuanya ke Asia dan diprediksi diperkirakan Asia nanti akan ada tiga kekuatan ekonomi baru, superpower ekonomi. Tiga negara yang diperkirakan India, China, dan Indonesia. Sekali lagi, ketiganya ada di Asia,” kata Presiden dalam sambutannya saat pembukaan BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa.

Kendati demikian, Kepala Negara mengingatkan untuk menjadi negara dengan ekonomi superpower, banyak tantangan maupun syarat yang harus dilalui.

“Tetapi hati-hati untuk menuju ke tiga negara lagi menjadi superpower ekonomi itu banyak tantangan, banyak syarat-syarat yang harus dilalui. Sebab itu, optimisme itu penting, menjaga optimisme itu penting,” ujar Presiden.

Misalnya, lanjut Presiden, perlambatan ekonomi global dan juga ketegangan geopolitik yang membuat ketidakpastian ekonomi global,

“Saya kira kita tahu semuanya perlambatan ekonomi global diperkirakan masih di angka 2,7-2,8 persen rata-rata dan patut kita syukuri Indonesia masih tumbuh di atas 5 persen growth-nya, juga peningkatan tensi geopolitik. Perang Ukraina belum selesai, masuk perang Israel-Palestina, tambah lagi Israel-Lebanon tambah lagi Iran dengan Israel ketidakpastian ekonomi dunia semakin tidak jelas,” ujar Presiden.

Tantangan selanjutnya terkait dengan perubahan iklim.

“Juga dampak perubahan iklim, ini yang kita hadapi ke depan perlu semuanya mengantisipasi dan menyiapkan untuk ini,” ucap Presiden. (ant)

Pelindo Hadapi Tantangan Teknologi Baru Lewat Program Refreshment

0
PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP)(ekbisntb.com/ant)

Surabaya (ekbisntb.com) – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) berupaya menghadapi berbagai tantangan digital melalui program Refreshment yang ditujukan bagi para operator quay container crane (QCC).

“Ini bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan keunggulan operasional dalam penanganan bongkar muat peti kemas,” kata Direktur Sumber Daya Manusia SPTP Ady Sutrisno di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Program Refreshment Operator QCC telah berlangsung selama tiga hari yakni mulai 28 September hingga 1 Oktober 2024 di Terminal Petikemas New Makassar.

Program itu diikuti oleh 10 operator QCC dari berbagai cabang dan anak perusahaan SPTP Group, termasuk Terminal Petikemas New Makassar, PT Terminal Petikemas Surabaya, dan PT Terminal Teluk Lamong.

Ady mengatakan program Refreshment diselenggarakan seiring dengan perkembangan teknologi dan alat bongkar muat terutama QCC yang mendorong kebutuhan untuk memperbarui pengetahuan operator QCC.

Oleh sebab itu, program ini diadakan untuk memberikan pemahaman terkini tentang peralatan dan prosedur keselamatan, praktik terbaik mengoperasikan QCC serta meningkatkan kapabilitas operator dalam melaksanakan tugas.

Program Refreshment merupakan bagian dari strategi SPTP untuk meningkatkan standar operasional dengan menyegarkan keterampilan para operator QCC sehingga operasi terminal peti kemas lebih aman dan efisien.

“Kami yakin setiap operator dapat meningkatkan keterampilan mereka, bekerja lebih aman, dan berkontribusi secara optimal dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan,” kata Ady.

Selama tiga hari, program ini dibagi menjadi sesi teori dan praktik yaitu peserta dibekali materi mulai dari teori crane, penanganan peti kemas, keterampilan komunikasi, hingga latihan praktik pengoperasian QCC.

Pada hari pertama, peserta mempelajari teori dasar operasi crane, rencana stowage, dan prosedur kerja yang aman.

Hari kedua diisi dengan latihan praktik, di mana peserta mendemonstrasikan kemampuan mereka di kabin QCC sedangkan hari ketiga diakhiri dengan ujian untuk mengukur kompetensi mereka.

Salah satu peserta, Atmaji, menuturkan program Refreshment memberikan manfaat bagi dirinya secara pribadi dalam meningkatkan kompetensi yang dimiliki.

“Keselamatan selalu ditekankan dalam setiap aspek, dan saya merasa lebih percaya diri dalam mengoperasikan peralatan dengan prosedur yang diperbarui,” ujarnya. (ant)

PHRI NTB Minta Dipercepat Penyelesaian Krisis Air Bersih di Gili Trawangan

0
Ketua PHRI NTB, Ni Ketut Wolini (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTB, Ni Ketut Wolini menyoroti krisis air bersih yang melanda Gili Trawangan, Lombok Utara. Menurutnya, kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan berpotensi merusak citra pariwisata di mata internasional.

“Setiap harinya, Gili Trawangan bisa dikunjungi oleh 3.000 wisatawan. dan dominan adalah wisatawan asing. Bayangkan jika masalah air ini tidak segera diatasi, tentu akan berdampak sangat besar pada sektor pariwisata kita,” ungkap Ketut Wolini dalam sebuah wawancara.

Wolini juga menyayangkan sikap pemerintah daerah yang dinilai lamban dalam mencari solusi. Ia mempertanyakan mengapa sebuah pulau kecil seperti Gili Trawangan tidak bisa menemukan solusi untuk masalah air bersih.

“Gili Trawangan ini kan andalan pendapatan asli daerah (PAD) Lombok Utara. Kenapa masalah air bersih saha tidak bisa diselesaikan. Padahal, pariwisata di Gili sudah mendunia,” tegasnya.

PHRI menurutnya sudah melakukan koordinasi dengan para pelaku usaha hotel dan restoran di sana, Namun, menurut Wolini, solusi jangka panjang tetap berada di tangan pemerintah daerah.

“Kami tidak ingin gegabah mengambil tindakan yang justru akan merugikan pariwisata Lombok Utara. Saat ini, kami fokus pada konsolidasi internal dan terus mendorong pemerintah daerah untuk segera mencari solusi yang tepat,” jelasnya.

Ditambahkannya, krisis air bersih di gili Trawangan ini dalam jangka panjang akan berdampak langsung kepada investasi hotel restoran yang sudah tertanam disana.

Selain itu, beberapa permasalahan lain yang juga menjadi sorotan Ketut Wolini adalah belum adanya rumah sakit bertaraf internasional di Gili Trawangan sebagai pelengkap fasilitas pendukung destinasi wisata kelas dunia ini. Ada juga masalah sampah yang semakin menggunung belum mendapat solusi yang efektif.

Wolini menambahkan, seharusnya, dengan PAD yang cukup besar diterima Pemda dari gili-gili, dapat disisihkan untuk mendukung fasilitas penunjang gili Tramena. Jika diharapkan Gili Tramena eksis dalam jangka panjang.

Saat inu distribusi air bersih saat terganggu, karena proses hukum atas perizinan penyedia air bersih ini tengah berlangsung.(bul)
Foto : Ketut Wolini

Menko Marves: Dampak Negatif Ekspor Sedimen Laut Sudah Dipikirkan

0
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa pemerintah sudah memikirkan mengenai dampak negatif ekspor sedimen laut.

“Itu saya pikir sedimennya yang diambil. Kalau itu mendapatkan keuntungan buat negara kenapa tidak? Asalkan tidak merusak lingkungan,” kata Luhut di sela peresmian operasional pabrik lithium iron phosphate (LFP) di Kendal, Jawa Tengah, Selasa.

Menurut dia, kegiatan ekspor sedimen laut tersebut akan dilakukan secara hati-hati.

“Kami semua hati-hati. Tak ada satu gerakan pun yang tidak ada dampak negatifnya. Nah, bagaimana dampak negatif itu yang ditekan sekecil mungkin,” katanya.

Nantinya, kata dia, kuota atau pembatasan ekspor sedimen laut tersebut juga tengah dikaji terkait dampak lingkungannya.

“Intinya gini, pemerintah itu sangat ‘care’ dengan lingkungan, tidak usah khawatir. Nanti pasir atau sedimen laut yang diambil pasti diisi lagi oleh alam,” katanya.

Mengenai perusahaan-perusahaan yang memenangkan tender ekspor sedimentasi laut, Luhut mengaku secara detail kurang begitu paham.

Namun, ia yakin dengan penerapan sistem digital dalam lelang tender akan menghasilkan pemenang yang terbaik tanpa adanya korupsi.

“Saya pikir sekarang pakai digital itu, sekarang lihat korupsi, OTT (operasi tangkap tangan) berkurang. Nanti, saya kira kalau dia (perusahaan, red.) memenuhi syarat akan kami monitor dengan baik,” katanya.

Disinggung mengenai kabar perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo dan Yusril Ihza Mahendra termasuk yang memenangi tender ekspor sedimentasi laut, ia mengaku belum mengetahui.

“Belum tahu, nanti saya cek,” kata Luhut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa ekspor yang dibuka adalah sedimen laut yang mengganggu alur jalannya kapal.

“Sekali lagi, itu bukan pasir laut ya, yang dibuka, adalah sedimen. Sedimen yang mengganggu alur jalannya kapal,” katanya.

Aturan mengenai ekspor hasil sedimentasi di laut berupa pasir laut itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut, serta tindak lanjut dari usulan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan merevisi dua Peraturan Menteri Perdagangan di bidang ekspor.

Revisi tersebut tertuang dalam Permendag Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Permendag Nomor 22 Tahun 2023 tentang Barang yang Dilarang untuk Diekspor dan Permendag Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Permendag Nomor 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor. (ant)

Potensi Cadangan Emas 2,1 Miliar Ton di Dompu Dinilai Menyesatkan

0
Kegiatan FS yang dilakukan PT. STM pada proyek tambang Hu`u, Dompu.(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, H. Sahdan menyinggung soal informasi yang pernah menghebohkan, tentang potensi cadangan emas di wilayah Onto, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu Provinsi NTB sebesar sebesar 2,1 miliar ton.

“Itu informasi salah, info menyesatkan,” katanya di ruang kerjanya, Selasa, 8 Oktober 2024.

Menurut kepala dinas, potensi cadangan emas yang ada di wilayah tersebut hanya sebesar 0,48 persen dari total potensi.

“Bukan berarti potensi kandungan emasnya 2,1 miliar ton. 2,1 miliar ton ini kalau bahasa sederhananya, itu belum diayak. Belum dipisahkan batunya, peraknya, tembaganya. Dan emasnya hanya 0,48 persen dari total potensi itu,” tambahnya.

H. Sahdan menambahkan, sekiranya cadangan emasnya tersimpan sebesar 2,1 miliar ton, betapa kaya rayanya provinsi ini. bahkan tak menutup kemungkinan akan banyak perusahaan yang mengajukan untuk izin eksploitas.

Saat ini saja, sudah sejak 26 tahun lalu PT Sumbawa Timur Mining (STM) sebagai pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 yang ditandatangani dengan Pemerintah Indonesia pada tanggal 19 Februari 1998 masih melakukan pra FS (Feasibility Study) atau analisis. FS berakhir pada tahun 2024 ini. kemudian akan dilanjutkan ke FS selama lima tahun mendatang.

“Kalau hasil FSnya nanti tahun 2030 ditemukan kandungan emas, dan menguntungkan. Itu wajib dieksploitasi sama perusahaan. Tapi kalau hasilnya minus, ya tidak ada usaha yang makan badan (merugi),” ujarnya.

Karena itu, Komisi VII DPRRI terus mendorong PT. STM untuk melakukan percepatan. Agar FS bisa dipercepat dan memastikan perusahaan melakukan eksploitasi seperti yang sudah dilakukan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat.

“Ya, jadi bijak-bijaklah masyarakat menerjemahkan informasi. Saat ini semua sedang mendorong PT. STM supaya mempercepat proyeknya,” demikian H. Sahdan.

Sebelumnya, pada April 2022, STM mengumumkan estimasi sumber daya mineral yang sudah diselesaikan untuk deposit tembaga-emas Onto. Estimasi sumber daya mineral yang diselesaikan pada bulan Desember 2021 ini melaporkan potensi total 2,1 miliar ton (Mt).

Dimana setiap ton bijih diperkirakan mengandung 0,86% tembaga dan 0,48 gram emas. Rincian sumber daya mineral ini diperkirakan, total sumber daya mineral tereka sebesar 1,1 miliar ton (Mt) @ 0,96% Cu dan 0,58 g/t Au dan total Sumber Daya Mineral Tertunjuk sekitar 1,0 Bt @ 0,7% Cu dan 0,4 g/t Au.
Estimasi sumber daya mineral ini memperkuat pandangan bahwa Deposit Onto memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi operasi pertambangan tembaga kelas dunia.

STM telah melakukan kegiatan eksplorasi di dalam KK Proyek Hu’u sejak tahun 2010. Estimasi sumber daya mineral didasarkan pada 74 lubang, dengan total panjang 74.130 meter, yang dibor ke dalam Deposit Onto. Pengeboran akan dilanjutkan pada tahun 2022 dan seterusnya untuk mendukung studi lebih lanjut untuk menentukan ukuran, luas dan karakteristik sumber daya mineral dan memberikan masukan untuk studi teknik. Secara keseluruhan, STM telah menyelesaikan 108 lubang bor (115.591 meter) di dalam KK (di Onto dan prospek lainnya) sejak eksplorasi dimulai pada tahun 2010.(bul)

Dana Bagi Hasil dari PT. AMNT ke Pemprov NTB Menyusut jadi Rp115 Miliar

0
H. Sahdan(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Nilai Dana Bagi Hasil (DBH) usaha tambang yang dikelola PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tahun 2023 untuk Pemprov NTB menyusut menjadi Rp115 miliar. Penyusutannya sebesar Rp3 miliar.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, H. Sahdan, setelah mendapat laporan hasil rapat Pemprov NTB dengan PT. AMNT di Kantor Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi NTB.

H. Sahdan mengatakan, setiap tahun PT. AMNT menyerahkan DBH atau pembagian keuntungan bersih dari kegiatan usaha tambang di Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat. Pembagian dana bagi hasil ini merupakan kontribusi perusahaan di luar pajak dan royalti. Dan disetorkan langsung ke rekening kas umum daerah masing-masing.

Pembagian dana bagi hasil ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan dan Mineral dan Batubara. Pasal 129 ayat (1) menyebutkan Pemegang IUPK pada tahap kegiatan operasi produksi untuk pertambangan mineral logam dan batubara wajib membayar sebesar 4 persen kepada pemerintah pusat dan 6 persen kepada pemerintah daerah dari keuntungan bersih sejak berproduksi.

Kemudian dalam ayat (2) menyebutkan Bagian Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur pemerintah daerah provinsi mendapat bagian sebesar 1,5 persen. Pemerintah daerah kabupaten/kota penghasil mendapat bagian sebesar 2,5 persen. Sementara pemerintah daerah kabupaten/kota lainnya dalam provinsi yang sama mendapat bagian sebesar 2 persen.

“Untuk DBH tahun 2023, seharusnya Pemprov NTB mendapatkan Rp118 miliar. Namun, karena dihitung berdasarkan nilai tukar dolar terhadap rupiah saat ini sekitar Rp15 ribuan, jadinya menyusut Rp3 miliar menjadi Rp115 miliar,” jelas Sahdan, di ruang kerjanya, Selasa, 8 Oktober 2024.

“Sepertinya tidak lama lagi akan ditransfer,” demikian Sahdan.(bul)

Demplot Pupuk Kaltim Tingkatkan Hasil Padi Kapuas 66 Persen

0
Program pendampingan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim)(ekbisntb.com/*)

Lombok (ekbisntb.com) – Program pendampingan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam mendorong produktivitas pertanian melalui Demonstration Plot (Demplot), kembali berhasil meningkatkan hasil komoditas padi masyarakat secara signifikan.

Demplot kali ini dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Tamban Catur Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah, menggunakan varietas padi Inpari 37 dengan total panen komoditas mencapai 8,3 ton/ha.

VP Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim Indah Febrianty, mengungkapkan total panen tersebut mengalami kenaikan sebesar 66 persen, dari hasil perlakuan petani yang sebelumnya hanya berkisar 5 ton/ha.

Kenaikan tersebut menunjukkan produktivitas hasil mampu dioptimalkan, jika tata kelola pertanian dilaksanakan secara benar dan terukur. Hal ini dapat menjadi contoh nyata bagi para petani untuk memaksimalkan hasil pertanian padi, agar makin berdampak terhadap peningkatan hasil komoditas pangan.

“Pendampingan tata kelola pertanian untuk peningkatan hasil produksi dan kualitas padi terus digencarkan Pupuk Kaltim, sebagai salah satu kontribusi Perusahaan terhadap ketahanan pangan dan optimalisasi hasil pertanian secara berkelanjutan,” terang Indah, Selasa, 1 Oktober 2024.

Demplot menjadi sarana edukasi Pupuk Kaltim bagi petani, melalui pengaplikasian langsung tata kelola lahan secara benar, yang didukung pemupukan berimbang sesuai karakteristik lahan dan kebutuhan tanaman. Seperti kali ini, Pupuk Kaltim menggunakan kombinasi Urea Nitrea Granul, ditambah NPK Pelangi 16-16-16 dan pupuk hayati Ecofert, untuk memaksimalkan lahan dan komoditas yang sebelumnya telah dilakukan uji tanah oleh tim agronomis Perusahaan.

Hal ini mengingat peranan pupuk tunggal N (Nitrogen) dengan pupuk majemuk menciptakan kombinasi yang baik, untuk menunjang proses pertumbuhan tanaman padi pada saat masa vegetatif dan generatif. Selain itu penggunaan pupuk hayati juga diperlukan saat masa olah tanah, untuk menjaga kesuburan hingga meningkatkan efisiensi pemupukan, agar kandungan hara dapat diserap dengan baik oleh tanaman.

“Edukasi inilah yang kami tekankan melalui demplot, untuk meningkatkan pemahaman petani dengan pengaplikasian secara langsung. Termasuk pembuktian hasil yang mampu dicapai jika pemupukan berimbang dan tata kelola lahan dilakukan dengan benar,” ucap Indah.

Selain mendorong produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani, program demplot juga upaya Pupuk Kaltim meningkatkan penggunaan pupuk non subsidi, agar ketergantungan petani akan pupuk bersubsidi dapat terus ditekan. Dimana hasil yang didapatkan pun jauh meningkat melalui pola pemupukan yang sesuai karakteristik lahan dengan dosis yang tepat.

Melihat keberhasilan demplot, Pupuk Kaltim berharap para petani dapat menerapkan metode serupa dalam pengelolaan lahan secara berkelanjutan, sehingga hasil yang diperoleh pun semakin optimal. Dimana program yang berorientasi pada peningkatan produktivitas pertanian pangan menjadi salah satu sasaran, agar tata kelola pertanian berkelanjutan dan berdaya saing semakin terwujud dengan hasil yang lebih maksimal.

“Pemupukan berimbang merupakan kunci sukses kenaikan hasil demplot kali ini. Petani pun telah melihat hasil yang lebih maksimal dari sebelumnya, dan kami harap hal ini bisa diadopsi dengan baik oleh petani untuk memacu produktivitas hasil,” tambah Indah.

Koordinator Penyuluh Kec. Tamban Catur, Kab. Kapuas Artani, mengapresiasi keberhasilan demplot Pupuk Kaltim dalam mendorong peningkatan hasil pertanian masyarakat, khususnya di sektor tanaman pangan. Dikatakannya, hal ini diharap makin memacu petani untuk memaksimalkan lahan dan komoditas, sehingga Kalimantan Tengah yang telah diberi kepercayaan Kementerian Pertanian sebagai lumbung pangan nasional, semakin mampu memaksimalkan potensi pertanian yang dimiliki.

Terlebih saat ini Pemerintah juga terus menggencarkan pembukaan lahan cetak sawah baru dan perluasan area tanam, menggunakan berbagai variestas unggulan sesuai karakteristik lahan. Hal ini diharap makin ditopang dengan kemampuan petani, yang secara signifikan mampu mencapai produktivitas hasil maksimal melalui pendampingan demplot Pupuk Kaltim.

“Tata cara demplot ini kami harap bisa diterapkan dengan baik oleh para petani kedepannya, sehingga peran Kalimantan Tengah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional semakin terwujud seiring meningkatnya produktivitas padi oleh para petani,” tutur Artani. (*)

Jaga Stabilitas Harga Beras

0
H. Munawir(ekbisntb.com/dok)

ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Mataram, H. Munawir, SP., MM., angkat bicara terkait mahalnya harga beras. Menurutnya, Bulog sebagai perpanjangan tangan pemerintah memang telah melaksanakan tugasnya untuk menyerap gabah dari petani.

‘’Memang sepintas dianggap memenuhi itu. Tetapi faktanya, ketika dia itu intervensi terhadap harga beras yang meningkat di tengah-tengah masyarakat, tetapi gudang itu tidak pernah memberikan bukti. Bahwa beras itu terjamin di dalam dan kualitasnya sangat baik ketika didistribusikan kepada masyarakat,’’ terang Munawir kepada Ekbis NTB di ruang kerjanya, Senin 7 Oktober 2024.

‘’Jadi antara retorika dan bukti, itu penting sekali,’’ imbuhnya. Ketika Bulog mengatakan kualifikasi gudang mereka sangat baik, kerapkali bertolak belakang dengan kondisi beras yang ke luar dari sana. Tolak ukurnya tentu beras yang beredar di pasaran pada umumnya.

Politisi PPP ini tidak menyangkal, bahwa masa simpan beras memang ada batasnya. Karena beras merupakan kebutuhan pokok, seringkali masyarakat tidak merasakan adanya kenaikan. ‘’Karena memang masyarakat kita tidak pernah berpikir sejauh ini,’’ cetusnya. Oleh karena itu, pemerintahlah yang harus memikirkan masyarakat.

Karena bagaimanapun, kenaikan harga beras ini mau tidak mau akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, anggota dewan dari daerah pemilihan Mataram ini mendorong pemerintah untuk menjaga stabilitas harga beras. Sebab, beras merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan.

Pada bagian lain, pemerintah juga perlu memikirkan kalau misalnya produksi beras melimpah atau surplus. ‘’Kalau seperti ini, apa kira-kira tindakan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga,’’ katanya. Munawir menduga, biang kerok kenaikan harga beras adalah ketidakmampunan Bulog menjaga kualitas beras.

‘’Ketika dibutuhkan oleh masyarakat sebagai bentuk intervensi terhadap kenaikan harga, justru kualitas berasnya tidak terjamin,’’ ucapnya. Sehingga mau tidak mau masyarakat terpaksa membeli beras dengan kualitas bagus dengan harga yang juga lebih mahal.

Munawir berharap pemerintah menjalin kerjasama dengan pengusaha dengan tujuan bagaimana menjamin stabilitas harga dan juga kualitas beras. ‘’Ini kita ada ketimpangan. Ketika ada intervensi teknologi, mengolah beras lama menjadi beras baru. Tetapi ketika dimasak dan dirasakan, rasanya beda. Warna beras itu bisa disulap, tetapi rasa tidak bisa dibohongi,’’ pungkasnya. (fit)

Kemenparekraf Bantu Pemkab Lotim Buat Masterplan DTW Cemara Siu Sembalun

0
Pj Bupati HM. Juaini Taofik dalam kegiatan pembahasan akhir master plan DTW Cemara Siu Geopark Rinjani Sembalun. (ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bantu pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menyusun masterplan Daya Tarik Wisata (DTW) Cemara Siu, Geopark Rinjani Sembalun. Aset milik pemerintah daerah Kabupaten Lotim itu tengah coba dirancang menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Hal ini disampaikan Direktur Pengembangan Destinasi II, Bambang Cahyo Murdoko saat mbuka Fokus Group Diskusi (FGD) tentang pembahasan laporan akhir penyusunan Masterplan DTW Cemara Siu yang digelar di Kantor Desa Tetebatu, Senin 7 Oktober 2024 kemarin.

Tujuan kpenyusunan Masterplan buat panduan strategis dalam pengembangan pariwisata. Dalam penyusunan memperhatikan aspek pelestarian lingkungan, pengembangan masyarakat lokal. Pemberdayaan masyarakat lokal jadi utama. Utamanya yang ada di pedesaan. Sesuai amanah Presiden, bangun destinasi dari bawah dan daerah terluar.

Sembalun diketahui merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Sembalun merupakan geoside Rinjani dan masuk 10 global UNESCO untuk di kembangkan menjadi destinasi kelas Dunia.

Pembangunan wisata yang berkelanjutan itu sangat penting. “Jangan sampai saat ini booming tapi setelah itu hilang,” ungkapnya.

Pariwisata yang dibangun harus berkelanjutan dengan memperhatikan budaya. Karena itulah, setiap event ada pertunjukan seni yang menjadi akar masyarakat setempat. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan untuk generasi penerus.

Masterplan daya tarik wisata Cemara Siu Sembalun lanjut dia, adalah untuk memberikan panduan strategis dalam pengembangan infrastruktur pariwisata, promosi dan pemasaran, pelestarian lingkungan dan budaya, pengembangan sumberdaya manusia serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Penyusunan Masterplan DTW Cemara Siu, Geopark Rinjani dilakukan secara kolaboratif dengan menggandeng Tenaga Ahli dari unsur Akademisi yaitu dari Universitas Mataram yang dilakukan selama 6 bulan.

Kemenparekraf juga telah melakukan penjaringan masukan dari Stakeholder di tingkat Kabupaten dan Provinsi melalui pelaksanaan kegiatan FGD Penyusunan Masterplan Geopark Rinjani di Sembalun pada tanggal 23 Juli 2024 dan dihadiri oleh 60 orang dari OPD, pengelola desa serta para pelaku usaha wisata.

 Penyampaian laporan akhir dokumen Masterplan DTW Cemara Siu lanjut dia, diharapkan menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan dalam melakukan pembangunan dan pengembangan Daya Tarik Wisata.

 Sementara itu,  Penjabat (Pj) Bupati Lotim, H M. Juaini Taofik menyambut gembira perkembangan pembahasan master plan DTW Cemara Siu. Cemara Siu sendiri merupakan aset Pemda Lotim seluas 1,6 hektare yang hingga saat ini masih belum bisa dioptimalkan. Konsep yang diinginkan Lotim, Cemara Siu ini bisa menjadi Portal Hub. Salah satu isinya tentang beragam informasi tentang objek wisata seluruh kawasan Geopark Rinjani.

Sesuai juga masukan dari berbagai elemen masyarakat, Cemara Siu itu mau dibuat seperti apa. Lotim butuh kajian ilmiah. “Kita bersyukur dengan hadirnya Kemenparekraf RI yang mendanai penyusunan Masterplan,” ucapnya.

Masterplan dari DTW Cemara Siu ini akan dibuat dalam bentuk regulasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lotim. Setidaknya dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) guna mengikat banyak pihak dan berikan kepastian. Mau dibangun apa saja di kawasan wisata tersebut dan dampak ekonomi yang akan dimunculkan seperti apa.

Konsep awalnya Cemara Siu menjadi Portal Hub. Maknanya, siapa saja yang masuk ke Sembalun, Cemara Siu menjadi tujuan awal semua pengunjung.

Master plan ini katanya penting sebagai acuan. Rencana bentuk final dari masterplan ini akan diserahkan langsung hasilnya oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI pada tanggal 14 Oktober mendatang.(rus)