Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 553

Masyarakat KSB, Lombok Utara, dan Bima Tertinggi Belanja di Tokopedia

0

Lombok (ekbisntb.com) – Transaksi belanja online di Tokopedia di wilayah Indonesia Timur, tanpa terkecuali di Provinsi NTB mengalami peningkatan pada semester I 2024 dibandingkan semester II 2023. Terdapat sejumlah daerah di Indonesia Timur yang mencatat kenaikan belanja tertinggi.

Dalam keterangan resmi ke media ini, Rabu, 9 Oktober 2024, Communications Senior Lead Tokopedia and TikTok E-commerce, Antonia Adega memaparkan, animo masyarakat untuk belanja online melalui Tokopedia di Provinsi NTB dan NTT cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

Wilayah dengan kenaikan tertinggi jumlah transaksi di NTB melalui Tokopedia, antara lain Sumbawa Barat, Lombok Utara, dan Bima. Beberapa kategori produk dengan kenaikan tertinggi jumlah transaksi di NTB melalui Tokopedia, antara lain, pakaian muslim pria, perlengkapan ibadah, dan dress muslim wanita, dengan rata-rata hampir 2 kali lipat.

Sedangkan sejumlah wilayah dengan kenaikan tertinggi jumlah transaksi di NTT melalui Tokopedia adalah Rote Ndao, Kupang, dan Sumba Tengah. Sedangkan beberapa kategori produk dengan kenaikan tertinggi jumlah transaksi di NTT melalui Tokopedia, yaitu Outerwear Muslim Wanita, Merchandise (contoh: photobook, photocard, poster), dan Machinery (contoh: mesin bending, mesin bandsaw), dengan rata-rata hampir 3,5 kali lipat.

Sejumlah wilayah dengan kenaikan tertinggi jumlah transaksi di Maluku melalui Tokopedia, antara lain: Kepulauan Aru, Maluku Tenggara, dan Tual. Sedangkan kategori produk dengan kenaikan tertinggi jumlah transaksi di Maluku melalui Tokopedia, antara lain: Pakaian Muslim Pria, Helm Motor, serta Gitar dan Bass, dengan rata-rata hampir 2 kali lipat.

Tokopedia juga mencatat peningkatan animo masyarakat di Papua. Sejumlah wilayah yang mengalami kenaikan tertinggi jumlah transaksi di Papua melalui Tokopedia, antara lain: Deiyai, Mamberamo Tengah, dan Waropen, dengan rata-rata lebih dari 1,5 kali lipat. Sedangkan kategori produk dengan kenaikan tertinggi jumlah transaksi di Papua melalui Tokopedia, yaitu Perawatan Bayi, Pakaian Muslim Pria, dan Peralatan Olahraga Air, dengan rata-rata lebih dari 2 kali lipat.

Di sisi lain, di ShopTokopedia pada kuartal II 2024 dibandingkan kuartal I 2024, secara keseluruhan (data nasional atau seluruh wilayah di Indonesia), terdapat sejumlah wilayah dengan kenaikan tertinggi jumlah transaksi, antara lain: Bali, Kalimantan Selatan, dan NTB.

Beberapa kategori produk dengan kenaikan tertinggi jumlah transaksi di Indonesia melalui ShopTokopedia, antara lain: Peralatan Kamar Mandi, Women’s Special Clothing (contoh: pakaian adat), Perlengkapan Taman, Perlengkapan Olahraga dan Kegiatan Luar Ruangan, serta Perlengkapan Barbecue, dengan rata-rata hampir 2 kali lipat.

“Mempelajari kondisi pasar, seperti produk terlaris, bisa mendatangkan ide memulai usaha. Maka Tokopedia dan ShopTokopedia membagikan wawasan pasar di berbagai kesempatan; saat ini berkaitan dengan wilayah Indonesia Timur. Wawasan pasar seperti ini bisa mempermudah pelaku usaha atau calon pelaku usaha menentukan jenis produk apa yang sebaiknya dijual atau dikembangkan di wilayah tertentu,” kata Antonia.(bul)

NTB Ekspor Vanili Organik dan Mutiara Senilai Rp18 Miliar

0
Pelepasan ekspor komoditas oleh Sekda NTB, Drs. H. Lalu. Gita Ariadi, M. Si bersama Kepala Balai Karantina NTB, Agus Mugiyanto sekaligus penyerahan sertifikat ekspor.(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Dua komoditas pertanian dan kelautan perikanan Provinsi NTB diekspor pada Rabu, 9 Oktober 2024. Nilainya mencapai Rp18 miliar.

Pelepasan ekspor dilakukan di Kantor Balai Karantina NTB di Lembar, Kabupaten Lombok Barat oleh Sekda NTB, Drs. H. Lalu. Gita Ariadi, M. Si bersama Kepala Balai Karantina NTB, Agus Mugiyanto, Deputy Kepala BI NTB, Achmad Fauzi, dan stakeholder terkait lainnya.

Vanili organik diekspor oleh UD. Rempah Organic Lombok, senilai Rp6 miliar. Sementara mutiara laut yang diekspor adalah hasil budidaya PT. Auto Pearl Culture di perairan Lombok Timur.

Vanili organik diekspor ke Amerika Serikat. Sementara mutiara diekspor ke Australia dengan volume 44 Kg atau senilai Rp 12 miliar. Sebelumnya, pada 1 Oktober 2024, PT. Auto Pearl juga melakukan ekspor mutiara dengan volume 42 Kg atau senilai Rp11 miliar.

Komiditas yang diekspor ini merupakan dampingan dari Balai Karantina NTB dan kemudahan dokumen-dokumen ekspor.

Secara bersamaan pelepasan ekspor, sekaligus diserahkan kepada para eksportir sertifikat Health Certificate For Fish and Fish Products ( KI-1) atau Sertifikat Kesehatan Ikan Dan Produk Ikan (Ekspor) KI-1. 9. Penyerahan dokumen Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Untuk Ekspor (KT-1). Serta Penyerahan Surat Keterangan Asal (SKA) / Certificate of Origin (COO).

Sekda NTB, Drs. H. Lalu. Gita Ariadi, M. Si menekankan pentingnya K3. K3 pertama dimaksud adalah Kualitas bagi vanili organik yang diekspor. Ini peluang bagi petani untuk memproduksii vanili dengan tanpa menggunakan bahan-bahan kimia.

K kedua adalah Kuantitas, petani dituntut untuk meningkatkan terus menerus produksi, ditengah tingginya permintaan pasar luar negeri.

“Kita punya potensi lahan yang cukup mendukung. Tinggal Dinas Pertanian mendorong untuk masyarakat demam Bertani vanili organik,” katanya.

K yang ketiga dimaksud adalah menjaga Kontinyuitas, didalamnya dukungan pemerintah untuk mendukung para eksportir memenuhi syarat-syarat ekspor dengan mudah. Sehingg ekspor komoditas semakin meningkat dan berkesinambungan.

“Atas nama pemerintah daerah, terimakasih kepada Karantina NTB dan yang lainnya, yang telah terus giat mendukung peningkatan ekspor NTB,” demikian mantan Pj. Gubernur NTB ini.

Kepala Balai Karantina NTB, Agus Mugiyanto juga menyampaikan, Karantina mendukung semua produk yang dihasilkan di NTB untuk diekspor. Dengan catatan, memenuhi standar untuk dikirim ke luar negeri. Bebas hama dan penyakit.

Untuk mendongkrak perekonomian daerah lebih kuat, menurutnya, bila perlu NTB jangan lagi mengekspor komoditas dalam bentuk barang mentah.

“Sebaiknya yang sudah diolah yang diekspor, kita sama-sama dorong itu. Kalau bisa ekspor bahan olahan sudah jadi karena nilai ekonominya cukup tinggi,” tambahnya.

Agus menambahkan, peluang pasar di luar negeri sangat terbuka. Tidak terpengaruh oleh negara-negara yang tengah berperang atau berkonflik. Permintaan tetap tinggi.

“Komoditas pertanian dan kelautan perikanan itu pasarnya tetap terbuka. Yang penting semua persyaratan ekspor dipenuhi. Walaupun kekurangan kita, tidak ada pelabuhan khusus ekspor,” tambahnya.

Beberapa komoditas lain yang potensial ekspor selain vanili dan mutiara adalah rumput laut, kelor, mente, porang, dan lainnya yang harus terus dipacu hulu hingga hilirnya.(bul)

Tekan Inflasi, Sumbawa Gelar Gerakan Pangan Murah

0
Kegiatan gerakan pangan murah GPM di kantor camat Utan diserbu masyarakat yang membutuhkan pangan murah.(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Sumbawa, menggelar gerakan pangan murah (GPM) yang akan dilakukan di 10 kecamatan salah satunya di kecamatan Utan untuk menekan inflasi yang kiranya akan terjadi di wilayah setempat.

“Saat ini memang untuk GPM sangat dibutuhkan oleh masyarakat, apalagi saat ini sedang dalam musim kemarau sehingga pasokan pangan sangat dibutuhkan, ” kata Kadis DKP, Irin Wahyu Indarni kepada wartawan, Selasa 8 Oktober 2024.

Irin pun meyakinkan, ada beberapa kriteria lokasi pelaksanaan GPM yakni daerah padat penduduk, rentan dan rawan pangan. Tentu tujuan akhirnya yakni untuk menekan angka stunting dan Kecamatan Utan menjadi salah satu wilayah dengan kasus stunting yang cukup tinggi.

“Jadi, GPM ini kita laksanakan berdasarkan data Kabupaten yang dikhususkan bagi daerah yang membutuhkan stabilisasi harga dan pasokan pangan termasuk juga wilayah yang rawan pangan, ” ujarnya.

Irin melanjutkan, kegiatan ini sebagai bentuk ikhtiar Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, telur, minyak goreng, daging ayam, dan sembako lainnya. Tentu barang tersebut dibeli dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan kios masyarakat.

“Alhamdulillah untuk kondisi pangan kita tidak menghawatirkan, tetapi membutuhkan sedikit sentuhan pemerintah untuk menekan harga bahan pokok yang terjadi di pasaran makanya kita gelar GPM ini, ” tambahnya.

Dia pun meyakinkan, GPM ini setiap tahun dilakukan agar Indeks Harga Konsumsi (IHK) bisa turun. Karena pada prinsipnya untuk menekan laju inflasi ditentukan oleh perilaku konsumen jika harga tinggi maka daya beli masyarakat akan rendah.

“Kami tetap berusaha agar IHK kita terkendali dan turun salah satunya adanya opsi pembelian pangan dengan harga yang lebih murah untuk membantu masyarakat,” timpalnya. (ils)

Bencana Kekeringan di Lobar Meluas hingga 40 Dusun dan 17 Desa

0
Tim Pemkab Lobar turun mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) semakin meluas. Hingga saat ini terdapat 17 desa yang tersebar di enam kecamatan terdampak kekeringan. Pemerintah Kabupaten Lobar pun berupaya gerak melakukan upaya penanganan dengan mendistribusikan air bersih ke warga terdampak kekeringan. Air bersih yang sudah didistribusikan ke warga terdampak mencapai 1,5 juta liter.

Pemkab mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan unsur TNI, Polri, PT. Air Minum Giri Menang (AMGM) dan beberapa stakeholder terkait lainnya untuk membahas langkah penanganan kekeringan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lobar H. Sabidin menjelaskan wilayah kekeringan di wilayah Lombok Barat semakin bertambah dari 5 kecamatan menjadi 6 kecamatan.

“Kemudian dari 14 desa yang terdampak, kini sudah menjadi 17 desa dan dari 37 dusun menjadi 41 dusun terdampak kekeringan yang tersebar di Kabupaten Lombok Barat,” terang Sabidin, Selasa 8 Oktober 2024.

Untuk pendistribusian air bersih, Sabidin menjelaskan bahwa semua mobil tangki yang jumlahnya 13 unit telah dikerahkan baik dari PT. AMGM, TNI, Polri Bank NTB Syariah, Pelindo dan dari pihak lain yang tidak tercatat.

 “Sampai bulan Oktober lebih dari 1,5 Juta liter yang sudah tersalurkan kami salurkan ke lokasi yang terdampak kekurangan pasokan air bersih,” jelasnya.

Pihaknya juga akan merencanakan kembali mendistribusikan pada bulan Oktober ini sebanyak 250 tangki dan menyalurkan tandon-tandon kepada masyarakat untuk penampungan air bersih.”Untuk jadwal pendistribusian bulan ini sudah ada tinggal kita turun melayani,” ujarnya.

Namun untuk kelancaran pendistribusian ke wilayah yang cukup jauh, pihak terkait meminta pemerintah daerah untuk mendukung dan membantu operasional agar dalam pendistribusian air kepada masyarakat tidak terkendala.

Sementara itu Penjabat Bupati Lobar H. Ilham, setelah mendengar penyampaian dan masukan dari beberapa camat, Kepala OPD dan dinas terkait, berharap agar semangat terus ditingkatkan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan.

“Karena masyarakat membutuhkan kita, maka kita tidak boleh lelah dan jenuh dan kita harus isi permintaan mereka, ” perintahnya.

Tidak hanya itu, aparatur pemerintah juga harus siap membantu serta mendukung apa yang dibutuhkan oleh BPBD dan instansi lainnya terkait operasional pada saat melaksanakan tugas mendistribusikan air kepada masyarakat. “Silakah buat kebutuhan dan rencana yang sesuai kemudian ajukan. Dalam DPA anggaran memang tidak ada namun nanti kita siapkan melalui jalan lain untuk mendukung itu,”kata Ilham.

Disebutkan, pengalaman dari tahun ke tahun kekeringan selalu menjadi kasus setiap tahunnya di Lombok Barat. Untuk itu ia meminta pihak BPBD membuat  perencanaan yang rutin agar dapat terlaksana tahun depan. “Jangan ketika bencana kekeringan ada baru kita bereaksi. Tapi kita harus antisipasi sebelum bencana terjadi. Silakan buat perencanaan untuk tahun depan,”pungkasnya. (her)

Kemiskinan Ekstrem – Loteng Terendah di NTB

0
H. Lalu Firman Wijaya (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Persentase jumlah penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini tersisa sekitar 0,72 persen. Hal ini menjadikan Loteng sebagai daerah dengan persentase penduduk miskin ekstrem terendah di NTB. Masifnya program-program pengentasan kemiskinan yang digalakkan selama tiga tahun terakhir di masa kepemimpinan Bupati dan Wabup Loteng H.L. Pathul Bahri, S.IP., M.AP., dan Dr. H. M. Nursiah, jadi pemicu utama menurun signifikannya kemiskinan ekstrem di Loteng.

“Dalam tiga tahun terakhir, angka kemiskinan ekstrem di Loteng turun signifikan. Dari 3,40 persen di awal kepemimpinan Pathul-Nursiah menjadi 0,72 persen untuk saat ini. Dengan pencapaian ini, Loteng kini memiliki angka kemiskinan ekstrem terendah di NTB,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., dalam keterangannya, Selasa 8 Oktober 2024.

Sementara untuk angka kemiskinan juru sekitar 1,37 persen dalam tiga tahun. Di mana angka kemiskinan di Loteng saat ini sudah diangka 11 persen. Itu menandakan kalau program-program pembangunan yang dijalankan Pemkab Loteng cukup berhasil dalam upaya menekan angka kemiskinan di daerah ini.

“Penurunan angka kemiskinan ini menjadi bukti kalau upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat mulai membuahkan hasil. Akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan semakin luas, serta program perlindungan sosial berjalan lebih efektif,” terangnya.

Selain angka kemiskinan, lanjut Firman sejumlah indikator makro pembangunan di Loteng juga menunjukkan tren perbaikan. Misalnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang melonjak dari 66,72 pada 2021 menjadi 70,41 pada 2023. Kenaikan sebesar 3,69 poin tersebut terbilang signifikan jika dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya yang hanya meningkat 3,21 poin.

Bahwa dalam tiga tahun terakhir kepemimpinan Pathul-Nursiah, kenaikan IPM bisa melampaui peningkatan IPM di lima tahun sebelumnnya. Hal itu mencerminkan efektivitas kebijakan di bidang pendidikan, kesehatan, serta perekonomian yang diusung pemerintah daerah.

Di sektor ekonomi, Loteng juga menunjukkan proses pemulihan yang solid pasca pandemi Covid-19. Dibuktikan dengan angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi di tahun 2023 lalu yang mencapai 5,77 persen. Naik dari 3,55 persen dari tahun sebelumnya dan, menjadi yang tertinggi di NTB, karena ditopang oleh peningkatan sektor pariwisata, pertanian, dan pembangunan infrastruktur yang juga masif.

Begitu juga angka pengangguran terbuka turun dari 3,02 persen pada 2022 menjadi 2,78 di tahun 2023 lalu. Didorong dengan banyak program padat karya, dukungan terhadap UMKM hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Loteng juga membaik. Dari Rp 11,47 juta di tahun 2021 lalu menjadi Rp 12,10 juta tahun 2023. Ini mencerminkan kalau kesejahteraan masyarakat Loteng semakin membaik,” imbuhnya.

Meski menunjukkan perkembangan yang positif, Pemkab Loteng tegas Firman tidak mau berpuas diri. Menurutnya, masih banyak tantangan pembangunan yang harus dijawab. Artinya, perjuangan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah ini belum usai.

“Peningkatan ini memang menunjukkan bahwa Loteng sudah pada jalur yang tepat. Namun perjuangan belum selesai sesungguhnya. Kita masih harus terus bekerjasama guna menciptakan masa depan yang lebih baik,” tutup mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng ini. (kir)

Versi CN Traveller, Pulau Lombok Masuk 10 Pulau Terbaik di Asia 2024

0
Pantai Pandanan di Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu objek wisata yang ada di Pulau Lombok. Pantai indah, pasir putih dan bersih menjadikan banyak wisatawan lokal, Nusantara dan mancanegara datang berkunjung ke tempat ini dan membuat betah. Bahkan versi CN Traveller, Pulau Lombok masuk 10 pulau terbaik Asia tahun 2024. (ekbisntb.com/ham) 

Lombok (ekbisntb.com) – Pulau Lombok masuk dalam 10 pulau terbaik di Asia tahun 2024 versi CN Traveller. CN Traveller merilis daftar 10 pulau terbaik di benua-benua di dunia, termasuk di dalamnya 10 terbaik di Asia dalam penghargaan Reader’s Choice Awards tahun ini.

Penghargaan tersebut disusun atas penilaian ratusan ribu responden yang mengisi kuesioner selama periode April hingga Juni 2024. Nominasi pemenang dinilai berdasarkan serangkaian aspek-aspek yang relevan dengan skala 5 poin standard yakni luar biasa, sangat baik, baik, cukup, dan buruk.

Untuk 10 pulau terbaik di Asia, Pulau Bali menduduki peringkat tertinggi dengan total skor 95,71 mengalahkan beberapa pulau di Asia yang menjadi juara. Sementara wakil Indonesia lainnya, Pulau Lombok masuk 10 besar pulau terbaik di Asia.

Berikut ini, 10 pulau terbaik di Asia versi CN Traveller, Bali, Indonesia (skor 95,71), kedua, Phú Quoc, Vietnam (skor 95,36), ketiga Koh Samui, Thailand (skor 94,29), ke empat Langkawi, Malaysia (skor 94,21) dan Penang, Malaysia (skor 91,34). Pada posisi ke enam, ada Pulau Phuket, Thailand (skor 90,83), Koh Lanta, Thailand (skor 90,71), ke delapan Pulau Andaman, India (skor 90,48), sembilan Sri Lanka (skor, 90,34) dan Pulau Lombok, Indonesia berada pada peringkat 10 dengan skor 90,21.

Masuknya Pulau Lombok pada posisi 10 besar Pulau Terbaik di Asia versi CN Traveller, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB Jamaluddin, S.Sos., M.T., mengaku bangga. Hal ini, ujarnya, menjadi motivasi pemerintah daerah dan stakeholder pariwisata  ke depan untuk mempertahankan prestasi dan menjadi lebih baik lagi.

‘’Mudah-mudahan ke depan, teman-teman pelaku-pelaku pariwisata kita, pokdarwis, pemerintah kabupaten/kota/ provinsi bahkan Indonesia supaya memberi perhatian lebih untuk mengembangkan destinasi-destinasi wisata kita yang ada di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa,’’ ujarnya menjawab Ekbis NTB, Selasa 8 Oktober 2024.

Menurutnya, bukan saja destinasi wisata yang harus diperhatikan, tapi desa-desa wisata, kuliner, budaya hingga wisata religi juga tidak boleh diabaikan. Apalagi Pulau Lombok terkenal dengan Serambi Madinah yang terkenal dengan ribuan masjid  pernah mendapatkan penghargaan Muslim Friendly, halal tourism dan lainnya. Diakuinya, pariwisata NTB secara perlahan mulai bangkit, meski pasca pandemi Covid-19, untuk bangkit kembali sangat berat, karena membutuhkan biaya anggaran promosi yang tidak sedikit.

‘’Kami Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan terima kasih kepada pihak yang sudah melakukan penilaian dengan melibatkan banyak wisatawan. Mudah-mudahan dengan makin terkenalnya Nusa Tenggara Barat, Pulau Lombok ini banyak wisatawan mancanegara, wisatawan Nusantara berdatangan ke Nusa Tenggara Barat baik ke Pulau Lombok maupun ke Pulau Sumbawa,’’ harapya.

Selain itu, dengan sudah ditetapkannya Kawasan Mandalika sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas, bukan saja wisatawan akan menonton olahraga saja, seperti MotoGP di Sirkuit Mandalika, MXGP dan lainnya, tapi ke depan akan banyak wisatawan mancanegara dan nusantara bangga dengan produk-produk lokal NTB.

Pihaknya mengharapkan semakin banyak event dan penilaian positif dari wisatawan mancanegara akan menjadi pemacu bagi semua pelaku industri pariwisata di NTB bergandengan tangan untuk menjaga kelestarian alam, budaya, kuliner. Termasuk, menciptakan Sapta Pesona agar orang yang datang ke NTB merasa aman, merasa nyaman, kebersihan lingkungan tetap terjaga.

‘’Begitu juga dengan keindahan, kesejukan kenyamanan dan mereka mendapatkan kenangan supaya dapat menceritakan kepada teman-temannya, keluarganya supaya bisa kembali lagi ke Lombok dan ke Sumbawa untuk berwisata. Mudah-mudahan target 2,5 juta wisatawan tahun 2024 ini bisa terpenuhi,’’ harapnya.  (ham)

Pemkot Mataram Distribusi Bantuan Bibit Ikan nila ke 50 Kelurahan

0
Kelompok budidaya ikan air tawar dalam keramba di Sungai Jangkuk, Kelurahan Pejeruk Ampenan, sedang melepas bibit bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram, telah mendistribusikan ratusan ribu bibit ikan air tawar jenis nila dan lele kepada kelompok budi daya ikan di 50 kelurahan se-Kota Mataram.

“Bantuan bibit ikan air tawar itu kami bagikan ke kelompok budi daya ikan melalui program pemanfaatan pekarangan,” kata Kepala DKP Kota Mataram Irwan Harimansyah di Mataram, Rabu.

Dikatakan, di setiap kelurahan bantuan bibit ikan air tawar yang diberikan sesuai dengan kapasitas kolam yang dimiliki dengan kisaran 5.000-10.000 ekor per kelurahan. Sementara untuk pendistribusian ke kelompok, diserahkan kepada pihak kelurahan agar bisa merata dan disesuaikan dengan kondisi kolam budi daya milik warga.

“Ada kelompok yang budi daya menggunakan kolam terpal, ada juga yang menggunakan keramba dengan memanfaatkan air sungai,” katanya.

Menurutnya, pendistribusian bibit ikan air tawar tersebut dimaksudkan sebagai salah satu upaya meningkatkan konsumsi ikan di tengah masyarakat, sekaligus upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Produksi ikan dari kelompok sebagian ada yang dikonsumsi dan ada juga yang dijual. Hasil penjualan kemudian dimanfaatkan lagi sebagai modal awal lagi untuk budi daya dan keuntungan menjadi tabungan bersama.

Dalam pelaksanaan program itu, diakuinya ada kelompok yang berhasil dan ada juga yang gagal.

“Berhasil tetap kami dukung. Sedangkan yang gagal jadi bahan evaluasi kami untuk mencari solusi. Mungkin karena faktor air, pakan, atau lainnya,” katanya.

Kelurahan Pejeruk Ampenan menjadi salah satu kelompok budi daya yang dinilai berhasil melaksanakan program bud idaya ikan air tawar melalui pemanfaatan pekarangan dan keramba.

Menurut Lurah Pejeruk Mataram Lalu Bagus Afriady, pemberian bibit ikan nila itu sebagai bentuk pembinaan dan motivasi DKP kepada kelompok yang melaksanakan program budi daya dengan memanfaatkan pekarangan yakni sekitar 5-6 warga.

“Selama ini DKP aktif memberikan pendampingan, pembinaan bagaimana melakukan pembibitan, perawatan hingga panen,” katanya.

Menurutnya, program pemanfaatan pekarangan dengan budi daya ikan air tawar jenis nila yang mulai dikembangkan tahun 2023 dimaksudkan untuk meningkatkan konsumsi ikan sekaligus peningkatan pendapatan keluarga.

Manfaat dari program itu kini sudah mulai dirasakan para anggota kelompok, karena dalam sekali panen dalam waktu 3-4 bulan mereka bisa menghasilkan 40 kilogram.

Untuk budi daya dengan skala pemanfaatan pekarangan, kata dia, produksi ikan yang dihasilkan warga itu termasuk banyak, begitu juga untuk budi daya di keramba.

Ketika panen, lanjut Bagus, hasilnya rata-rata dijual dengan harga Rp30.000-Rp33.000 per kilogram.

“Uang hasil penjualan, diputar kembali untuk membeli bibit dan pakan, sehingga warga punya dana kelompok yang digunakan untuk berbagai kebutuhan,” katanya. (ant)

Disnaker Mataram Beri Pelatihan Kerja Barista dan Sablon

0
H. Rudi Suryawan (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, memberikan pelatihan keterampilan kerja bidang barista dan sablon dengan menyasar 80 orang masyarakat miskin yang tercatat dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

“Dua pelatihan itu, saat ini tahap seleksi pendaftaran peserta. Pelatihan dijadwalkan mulai 15 Oktober 2024, hingga 10 hari ke depan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram H Rudi Suryawan di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan, sebanyak 80 orang peserta yang menjadi sasaran pelatihan kerja tersebut terbagi menjadi dua, dengan rincian 40 orang untuk pelatihan barista dan 40 orang pelatihan sablon.

Kegiatan pelatihan kerja tersebut bertujuan untuk memberikan keterampilan bagi masyarakat sekaligus membuka lapangan usaha secara mandiri sehingga peserta bisa keluar dari kategori keluarga miskin.

“Kegiatan pelatihan barista dan sablon itu merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Diharapkan melalui pelatihan itu, peserta dapat mempraktikkan keterampilan yang didapat untuk diaplikasikan guna peningkatan ekonomi rumah tangga dan kemandirian berusaha.

“Kami juga berharap pelatihan yang akan didapat bisa menjadi modal peserta menciptakan lapangan kerja dan akhirnya dapat menekan angka pengangguran di Kota Mataram,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, lanjutnya, setelah pelatihan para peserta akan mendapatkan bantuan berbagai peralatan sesuai dengan jenis pelatihan yang diikuti.

“Bantuan peralatan itu, dimaksudkan menjadi modal awal peserta membuka usaha sendiri hingga mampu menjadi pengusaha mandiri,” katanya.

Lebih jauh Rudi mengatakan, dua pelatihan kerja tersebut merupakan pelatihan kerja terakhir yang dilaksanakan Disnaker Kota Mataram tahun 2024.

Sebelumnya sudah ada tiga pelatihan kerja yang dilaksanakan dengan menyasar masyarakat miskin yang berada dalam DTKS. Tiga pelatihan yang sudah dilaksanakan meliputi pelatihan tata rias, otomotif, dan pelatihan tata boga.

Kuota masing-masing jenis pelatihan tetap sebanyak 40 peserta yang rata-rata masuk dalam DTKS dengan kategori pencari kerja dari masyarakat umum dan purna pekerja migran Indonesia (PMI).

“Total anggaran untuk lima jenis pelatihan itu sekitar Rp1 miliar yang bersumber dari dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) tahun 2024,” katanya. (ant)

Cadangan Devisa RI Diproyeksikan 145-155 Miliar Dolar AS di Akhir 2024

0
Ilustrasi Uang(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Chief Economist Permata Bank Josua Pardede memproyeksikan cadangan devisa Indonesia akan berada di kisaran 145 sampai 155 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir tahun 2024.

Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia di posisi sebesar 149,9 miliar dolar AS pada September 2024, atau menurun 300 juta dolar AS dibandingkan sebesar 150,2 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2024.

“Kami memproyeksikan cadangan devisa akan berkisar antara 145-155 miliar dolar AS pada akhir tahun ini. Oleh karena itu, kami mengantisipasi nilai tukar rupiah akan berada pada kisaran Rp 15.300 sampai 15.600 per dolar AS pada akhir 2024,” ujar Josua di Jakarta, Selasa.

Josua menjelaskan, sentimen risk-on yang didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) pada sisa tahun 2024 akan mulai berkurang seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan pasar tenaga kerja AS yang membukukan data yang kuat.

“Sehingga, memberikan tekanan pada cadangan devisa dan stabilitas rupiah,” ujar Josua.

Kemudian, lanjutnya, kemungkinan sentimen risk-off akan meningkat di masa mendatang seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama antara Israel dan Iran, yang dapat meningkatkan permintaan untuk aset-aset yang aman dan memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dikombinasikan dengan data pasar tenaga kerja AS yang kuat, Ia menjelaskan ketegangan yang meningkat juga dapat meningkatkan harga minyak global, sehingga menimbulkan risiko terhadap kemajuan disinflasi di AS.

Hal tersebut, lanjutnya, dapat menunda atau membatasi ruang gerak The Fed untuk menurunkan suku bunga acuannya, sehingga membuat aset-aset AS menjadi lebih menarik bagi investor.

“Akibatnya, dolar AS cenderung menguat terhadap mata uang global,” ujar Josua.

Apabila kondisi tersebut terus berlanjut, Ia memperkirakan BI akan menggunakan cadangan devisanya untuk mengintervensi pasar valuta asing (valas) dan menstabilkan nilai tukar rupiah, sehingga akan berpotensi mengurangi cadangan devisa.

“Namun, jika ketegangan geopolitik mereda, masih ada potensi untuk arus modal masuk. Mengingat fundamental dan prospek ekonomi Indonesia yang relatif lebih kuat dibandingkan dengan negara-negara lain,” ujar Josua.

Dalam kesempatan ini, Ia menjelaskan bahwa Indonesia mencatatkan arus modal masuk bersih sebesar 2,76 miliar miliar dolar AS di pasar saham dan obligasi sepanjang September 2024, yang mana kepemilikan investor asing pada Surat Berharga Negara (SBN) meningkat menjadi 1,34 miliar dolar AS.

“Sementara investor asing membukukan net buy sebesar 1,42 miliar dolar AS di pasar saham,” ujar Josua.

Di sisi lain, lanjutnya, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) melaporkan arus keluar bersih sebesar 3,47 miliar dolar AS pada September 2024.

Kemudian, pemerintah pada periode sama menerbitkan obligasi global dalam dua mata uang yang terdaftar di Securities and Exchange Commission (SEC), masing-masing sebesar 1,8 miliar dolar AS dan 750 juta Euro. (ant)

Bahlil Ingatkan Penyaluran BBM Subsidi Agar Sesuai Ketentuan

0
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan agar penyaluran BBM subsidi sesuai ketentuan untuk menghindari penyalahgunaan yang merugikan negara.

“Saya pikir tentang pendistribusian, saya cuma titip aja, saya ini dulu pengusaha, pengusaha kecil-kecilan tambang juga. Ada pengusaha pompa bensin itu menyalurkan BBM subsidi, tetapi kalau malam hari solarnya itu dikencingin, dimasukkan di drum,” kata Bahlil dalam Penganugerahan Penghargaan Keselamatan Migas Tahun 2024 di Jakarta, Senin malam.

Ia meminta agar praktik-praktik yang tidak sesuai, seperti penjualan BBM subsidi ke industri dengan selisih harga yang menguntungkan, tidak ada lagi.

“Kalau bayar subsidinya itu Rp7.000, Rp8.000. Kalau solar industri contoh Rp11.000, ya sudah selisih Rp3.000 (per liter) kita cincai aja. Jadi, tambah di situ. Udah kelakuan-kelakuan begitu,” ujarnya.

Oleh karena itu, Bahlil menekankan bahwa penyalahgunaan subsidi harus dihentikan karena subsidi negara sangat besar, mencapai ratusan triliun rupiah.

“Saya minta setop sudah, karena subsidi negara terbesar, subsidi kita terlalu besar,” ucapnya.

Menteri ESDM menambahkan bahwa kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat harga minyak dunia yang saat ini sedang tak menentu akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Saya mohon untuk mulai hati-hati, mulai hati-hati, karena subsidi kita ini gede, apalagi harga minyak dunia sekarang mulai ada mengkhawatirkan akibat perang yang ada di Timur Tengah,” jelasnya.

Menteri ESDM mengajak semua pihak bisa konsisten menjalankan peraturan tanpa penyimpangan, demi menjaga keberlanjutan ekonomi dan lingkungan.

Bahlil mengingatkan bahwa ketidakpatuhan terhadap aturan bisa menyebabkan kerugian besar bagi negara, sehingga kolaborasi antara semua pemangku kepentingan sangat dibutuhkan.

Ia berharap pelanggaran seperti penyalahgunaan subsidi bisa diminimalkan melalui pengawasan ketat dan disiplin dari seluruh pihak terkait.

“Kita sama-sama berkolaborasi untuk saling mengingatkan,” kata Bahlil. (ant)