Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 547

Kendalikan Inflasi Tetap Terjaga

0
Wirajaya Kusuma  (ekbisntb.com/dok)

JUMLAH kabupaten/kota di Indonesia yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di minggu kedua bulan Oktober 2024 tercatat lebih banyak daripada yang mengalami kenaikan.  Di Provinsi NTB sendiri angka IPH sebagai proxy inflasi tercatat sebesar 0,14 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Wirajaya Kusuma usai mengikuti rakor pengendalian inflasi nasional yang digelar secara hybrid, Senin 14 Oktober 2024. Rapat tersebut dipimpin oleh Dirjen Pembangunan Daerah, Restuardy Daud didampingi oleh narasumber dari Kementerian Lembaga terkait.

Ia mengatakan, ada sejumlah komoditas yang tercatat mengalami kenaikan pada minggu kedua bulan Oktober diantaranya bawang merah, minyak goreng, telur ayam ras, cabai rawit, dan bawang putih.

“Dalam rakor tersebut Pak Dirjen menyoroti harga minyak goreng curah yang masih dijual di atas HET. Kemudian dari Bapanas juga menyoroti terkait dana dekon, di mana dana ini sangat dibutuhkan untuk penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Wirajaya.

Untuk diketahui, tingkat inflasi nasional pada bulan September 2024 secara y-o-y masih terjaga dalam rentang target 2,5 ±1 persen yaitu di angka 1,84 persen, sedangkan inflasi Provinsi NTB sebesar 1,77 persen. Sementara inflasi secara y-to-d dari Januari sampai dengan September juga relatif terkendali di angka 0,74 persen, dengan komoditas penyumbang dari komponen inti dan administered price masing-masing sebesar 1,07 persen dan 0,13 persen.

“Sedangkan untuk penyumbang deflasi berasal dari komponen volatile foods atau harga-harga yang bergejolak” kata Wirajaya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Statistik Harga BPS Windhiarso Putranto mengatakan, secara nasional jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan IPH cenderung lebih banyak daripada daerah yang mengalami kenaikan IPH. Artinya potensi deflasi sampai dengan minggu kedua Oktober masih didominasi oleh perkembangan harga pangan.

Berdasarkan peta perkembangan IPH secara nasional, tak ada kabupaten/kota di NTB yang masuk dalam 10 besar daerah dengan kenaikan atau penurunan IPH tertinggi seperti pada ekspose pekan-pekan sebelumnya. Angka IPH yang moderat memang dibutuhkan untuk mengendalikan inflasi agar tetap terjaga.

“Meskipun terjadi kenaikan, namun upaya untuk menjaga income atau pendapatan dari sisi petani juga harus dijaga,” kata Windhiarso Putranto.(ris)

Kebersihan Objek Wisata Masih Jadi PR

0
H. Fathul Gani (ekbisntb.com/dok)

KEBERSIHAN objek wisata di NTB masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus ditangani. Indahnya objek wisata yang dimiliki NTB masih belum sebanding dengan kesadaran masyarakat atau wisatawan membuang sampah pada tempatnya.

Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Setda NTB Dr. H. Fathul Gani, M.Si., mengingatkan jika kebersihan objek wisata tidak hanya menjadi tugas pengelola atau pemerintah semata. Menurutnya, kesadaran wisatawan untuk membuang sampah pada tempatnya harus ditingkatkan.

“Kebersihan ini menjadi bukan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat setempat, tapi tanggung jawab kita bersama. Kalau kita pergi berwisata janganlah meninggalkan sampah sembarangan. Paling tidak kita sadar juga bagaimana kita berperilaku bersih terhadap objek-objek wisata bukan hanya di Sembalun, tetapi di seluruh destinasi wisata kita,” ujarnya menanggapi keluhan wisatawan yang viral di media sosial terkait banyaknya sampah di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Selasa 15 Oktober 2024.

Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB ini menyebut , jika wisatawan mancanegara sangat alergi terhadap dua hal. Pertama pada penyakit dan masalah sampah. Untuk itu, pihaknya mengharapkan agar pengelola pariwisata dan juga kelompok sadar wisata (pokdarwis) di tempat tersebut memiliki komitmen kuat dalam menciptakan suasana lingkungan yang bersih dan bebas sampah. Tidak hanya itu, memiliki kebijakan yang meminta wisatawan agar tetap menjaga kebersihan, sehingga wisatawan yang datang berkunjung merasa aman dan nyaman selama berkunjung.

Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota siap melakukan pembinaan terhadap pengelola objek wisata terkait masalah hospitality  khususnya penanganan sampah hingga kenyamanan selama berwisata.

Sebelumnya Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB Sahlan M. Saleh menegaskan masukan dari wisatawan ini sudah menjadi perhatian pihaknya di BPPD.  “Bahkan sebelum kami masuk dalam kepengurusan BPPD, pengelolaan destinasi yang kurang memenuhi standar menjadi tanggung jawab kita bersama bukan hanya tanggung jawab pemerintah,” terangnya.

BPPD NTB, tambahnya, akan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Lombok Timur untuk mengambil langkah strategis terhadap keluhan wisatawan terhadap kebersihan dan tata kelola destinasi kebanggaan masyarakat NTB.

Selain itu, keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha dalam memenuhi standar kebersihan harus sejalan dengan indahnya destinasi seperti Sembalun. “Ssungguhnya pengelolaan destinasi tidak bisa kita lepas begitu saja pada masyarakat tapi harus melalui pembinaan dan ditentukan aturan yang baik demi menjaga lingkungan,” tandasnya. (ham)

Disnakertrans NTB Tekankan Tiga Modal Utama untuk Magang ke Jepang

0
I Gede Putu Aryadi(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi menekankan tiga modal utama yang harus dikuasai untuk bisa magang ke Jepang.

“Pertama itu adalah kemampuan bahasa, kedua budaya, dan ketiga adalah kesehatan,” kata Aryadi pada program bantuan pelatihan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) 2024 yang diselenggarakan oleh LPK Non Style International School melalui keterangan tertulis di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan kemampuan bahasa, khususnya Bahasa Jepang, sangat penting karena orang Jepang tidak mau menggunakan bahasa lain. Kedua, pelajari juga budayanya karena orang Jepang sangat menghargai budaya. Yang ketiga, harus sehat.

“Kenapa harus sehat? Karena disiplin adalah nilai yang sangat dijunjung di Jepang. Kalau kita tidak sehat, tidak mungkin bisa bekerja dengan baik dan disiplin,” ujarnya.

Aryadi menuturkan bahwa negara Jepang memiliki masyarakat yang sangat disiplin. Karena itu, disiplin dan mental yang kuat adalah kunci sukses di sana. Disiplin adalah kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari di Jepang.

“Disiplin sangat ditekankan di Jepang. Dari disiplin inilah lahir etos kerja yang membuat kita produktif, efektif, dan efisien. Setiap jabatan harus memiliki etos dan etik yang baik agar terhindar dari kecelakaan kerja. Dengan etos kerja yang baik, kalian tidak hanya akan sukses sebagai pekerja, tetapi juga bisa menjadi pengusaha atau pemimpin di masa depan,” jelas Aryadi.

Ia juga berpesan kepada para peserta untuk mempersiapkan mental, meluruskan niat, dan membangun semangat untuk menghadapi setiap ujian yang ada. Menurut dia, mental adalah salah satu faktor penting yang menentukan kesuksesan dalam seleksi.

Terakhir Aryadi menginformasikan bahwa untuk bekerja di Jepang, terdapat tiga jalur utama, yaitu melalui program magang, bekerja melalui program penempatan G to G dan berangkat mandiri. Ia juga menginformasikan bahwa terdapat program percontohan yang memungkinkan perusahaan dengan job order untuk mengirimkan pekerja terampil ke Jepang melalui pola P to P.

“Setelah magang, mereka bisa melanjutkan sebagai skill workers dengan gaji yang lebih baik. Kami hanya menunggu job order-nya,” katanya.

Program bantuan Pelatihan LPKS 2024 yang diselenggarakan oleh LPK Non Style International School merupakan program bantuan yang bersumber dari APBN melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur dengan fokus pelatihan pada Bahasa Jepang Level N5.

Sebanyak 16 peserta pelatihan di LPK Non Style telah menjalani pelatihan selama dua bulan dan dinyatakan lulus semua.

Aryadi menjelaskan bahwa BPVP Lombok Timur merupakan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) di bawah Dirjen Binalavotas Kementerian Tenaga Kerja dengan wilayah binaan yang mencakup tiga provinsi, yakni Bali, NTB, dan NTT. BPVP ini membawahi 16 Balai Latihan Kerja (BLK)/Lembaga Latihan Kerja (LLK) dan 93 BLK Komunitas. (ant)

Bank NTB Syariah Serahkan Bantuan Perlengkapan Perpustakaan pada Perpustakaan Jendela

0
Perwakilan Bank NTB Syariah Dharma menyerahkan bantuan perlengkapan perpustakaan pada pihak Perpustakaan Jendela, Pagutan, Kota Mataram. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Perpustakaan Jendela di Kelurahan Pagutan Kota Mataram, salah satu mitra program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di wilayah NTB, menerima suntikan semangat baru.

Bank NTB Syariah secara resmi menyerahkan bantuan berupa tiga buah rak buku kokoh, satu unit speaker portabel berkualitas, dan satu unit Smart TV yang modern.

Penyerahan bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen Bank NTB Syariah Mataram dalam mendukung pengembangan literasi masyarakat NTB. Adanya fasilitas tambahan ini, diharapkan Perpustakaan Jendela semakin menarik minat baca masyarakat, terutama generasi muda.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bank NTB Syariah Mataram,” ujar, Kepala Perpustakaan Jendela, Fera dalam keterangan tertulis yang diterima ekbisntb.com, Selasa 15 Oktober 2024.

Adanya fasilitas baru ini, ujarnya, pihaknya optimis dapat meningkatkan kualitas layanan dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi masyarakat sekitar.

Kehadiran Smart TV, misalnya, memungkinkan perpustakaan menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi yang lebih interaktif, seperti nobar film dokumenter, diskusi buku, atau bahkan pembelajaran daring. Sementara itu, speaker portabel akan menambah semarak suasana saat kegiatan membaca bersama atau lomba storytelling.

Perwakilan Bank NTB Syariah Dharma yakin jika literasi adalah kunci untuk membuka pintu masa depan yang lebih cerah. Menurutnya, dengan mendukung pengembangan perpustakaan, dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTB.

Selain itu, kolaborasi antara Bank NTB Syariah dan Perpustakaan Jendela menjadi contoh nyata bagaimana sektor perbankan dapat berperan aktif dalam memajukan sektor pendidikan dan kebudayaan. ‘’Dengan bantuan fasilitas baru, perpustakaan diharapkan menjadi pusat kegiatan literasi yang lebih menarik dan inklusif, serta berkontribusi dalam membangun Kota Mataram yang lebih cerdas,’’ ujarnya. (r)

Harga Beras Naik, Beras SPHP Dianggap Efektif Mengendalikan Harga di Pasaran

0
Beras lokal(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Harga beras lokal mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir, meski besaran kenaikannya tidak signifikan. Jika sebelumnya harga kisaran Rp15.000 per Kg, naik menjadi Rp15.200 per Kg, atau kenaikannya Rp200 per Kg.

Ketua Forum Komunikasi Sales Marketing (FKSM) NTB, Hasbi menyebutkan, kenaikan harga beras lokal ini mengindikasikan kondisi produksi beras lokal ditengah musim kemarau.

“Yang ditakuti sekarang di musim kemarau ini orang gagal panen. Tapi tidak terlalu mengkhawatirkan. Bagusnya, karena sekarang dari Bulog rutin suplai untuk beras SPHP, itu efektif membantu untuk menekan harga beras di pasaran,” ujar GM MGM ini, Selasa, 15 Oktober 2024.

Menurutnya, jika tidak diimbangi terus suplai beras SPHP, dikhawatirkan harga beras akan naik tinggi. Beberapa outlet penjual beras menurut Hasbi mengakui, mengakui penjualan beras premium mengalami penurunan. Karena banyak konsumen yang beralih membeli beras SPHP, karena melihat harga ekonomisnya.

“Ada perubahan perilaku konsumen. Misalnya dulu dia beli beras premium 10 kg, sekarang mereka beli 5 Kg beras premium, 5 Kg beras SPHP. Karena jauh harganya, yang premium Rp83-84 ribu per 5 Kg, SPHP cuma Rp57.800 per 5 Kg,” terangnya.

Masuknya beras SPHP ini pelan-pelan mempengaruhi pasar, yang sebelumnya konsumsinya beras premium, beralih ke beras SPHP. Bukan hanya kelas menengah kebawah yang konsumsi beras SPHP. Bahkan menurut Hasbi, warung-warung tenda juga sudah menggunakan beras SPHP dicampur dengan beras medium.

“Kami pengusaha tetap ingin ada distribusi juga (SPHP), karena bisa menekan harga beras yang lain,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat dengan harga terjangkau, Bulog juga terus melakukan kegiatan Operasi Pasar (OP). Bekerjasama dengan dinas dan instansi terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di NTB.

Sebelumnya, Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog NTB, Sri Muniati mengatakan, Bulog menggelontorkan sebanyak 2 ton beras SPHP (Penugasan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) pada setiap titik operasi pasar. Harga beras SPHP dalam kemasan 5 Kg ini Rp57 ribu. Atau harga penjualannya maksimal di pasaran Rp12.500 per Kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Selain itu, sejumlah kebijakan pemerintah dilakukan untuk menjaga stabilitas harga beras di masyarakat terjaga. Selain mendistribusikan beras SPHP ke pasar tradisional dan pusat-pusat keramaian hingga pedesaan dengan kerjasama antar pemerintah, kelompok-kelompok masyarakat juga dapat mengajukan kerjasama ke Bulog untuk menggelar operasi pasar. Bulog yang menyediakan berasnya dan langsung mendistribusikan ke titik yang diusulkan.

“Silakan saja, kalau ada kelompok masyarakat untuk mengajukan kerjasama untuk operasi pasar. Kita siapkan berasnya, dijual dengan harga sesuai HPP. Dan kita terus mendorong semua mitra kita, harus tersedia beras SPHP yang harganya tidak boleh dijual dari batas yang ditentukan pemerintah. Beras SPHP ini beras dalam kemasan dengan kualitas cukup bagus. berasnya adalah beras yang diserap dari petani di NTB,” ujarnya.(bul)

Menhub: Angkutan Umum Perkotaan RI Berkembang Pesat di 10 Tahun

0
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa angkutan umum perkotaan di Indonesia telah berkembang sangat pesat dalam 10 tahun terakhir, dalam mendukung aksesibilitas dan mobilitas masyarakat.

“Perkembangan angkutan umum perkotaan mengalami perkembangan sangat pesat 10 tahun terakhir,” kata Menhub dalam Seminar Nasional ‘Arah Kebijakan Transportasi Nasional dalam Penguatan Angkutan Umum Perkotaan di Indonesia’ yang digelar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), di Institut Teknologi Bandung (ITB), di Bandung, Jawa Barat, Senin.

Menhub menyampaikan pembangunan transportasi perkotaan berperan penting dalam menggerakkan ekonomi dan menunjang mobilitas massa.

“Dalam 10 tahun terakhir ini, pemerintah telah memfasilitasi dilakukannya akselerasi transformasi transportasi perkotaan di Indonesia,” ujar Menhub dalam keterangan di Jakarta.

Tonggak pertama diawali dengan pembangunan double track kereta api Jawa bagian selatan dan sebagian wilayah Jawa Barat serta double-double track untuk kawasan Jabodetabek.

“Sejumlah milestone atau tonggak telah menandai transformasi transportasi perkotaan dalam satu dasawarsa ini,” ujarnya pula.

Dengan adanya pembangunan jalur kereta api ini, angkutan perkeretaapian perkotaan pun berkembang pesat.

Jumlah penumpang angkutan massal kereta rel listrik (KRL) saja telah mencapai 1,2 juta penumpang per harinya. Ini menjadi tonggak awal transformasi angkutan perkotaan.

Setelah itu, tonggak kedua adalah dibangunnya kereta api Makassar-Pare-pare yang menjadi kereta pertama di kawasan timur Indonesia.

Saat ini KA Makassar-Pare-pare lintas Maros-Garongkong telah beroperasi. KA ini merupakan bagian dari KA TransSulawesi yang akan menghubungkan Makassar dengan Manado.

“Tak hanya angkutan penumpang, tapi angkutan logistiknya pun dikembangkan,” ujarnya lagi.

Menurut Menhub, ke depan, kehadiran kerata api TransSulawesi ini akan menstimulasi pertumbuhan ekonomi dan berkembangnya wilayah Sulawesi serta mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru,

Selanjutnya, tonggak ketiga adalah dengan dibangunnya transportasi Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta dan Light Rail Transit (LRT) di Palembang dan Jabodetabek. Menhub menilai, kehadiran MRT dan LRT ini menjadi salah satu upaya untuk mengatasi kemacetan di perkotaan.

Berikutnya, tonggak transformasi perkotaan kian meningkat dengan hadirnya kereta api cepat Whoosh Jakarta-Bandung. Teknologi kereta cepat yang dihadirkan di Indonesia ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara.

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan mendorong bangsa Indonesia, untuk pembelajaran teknologi, metode, dan manajemen konstruksi yang lebih efisien, serta mengadopsi teknologi perkeretaapian yang lebih tinggi.

“Presiden ingin sekali ada teknologi yang paling canggih di dunia, yakni kereta cepat, bisa diterapkan di Indonesia. Awalnya, banyak yang menentang. Namun, pada akhirnya banyak yang mengapresiasi adanya kereta cepat ini,” ujar Menhub.

Lebih lanjut Menhub mengatakan, tonggak penting selanjutnya dalam transportasi perkotaan adalah elektrifikasi transportasi serta integrasi antarangkutan yang mendorong keberlanjutan transportasi perkotaan.

Dalam hal ini, pemerintah terus mendorong dan memfasilitasi penggunaan kendaraan berbasis listrik, baik melalui pembuatan aturan, maupun pemberian subsidi.

Terkait integrasi, wilayah perkotaan, khususnya Jabodetabek, saat ini telah terintegrasi dengan sangat baik. Sistem transportasi perkotaan telah terintegrasi, baik secara fisik maupun digital, yang melibatkan berbagai moda, seperti KRL, BRT, kereta bandara, MRT, dan LRT.

“Sistem transportasi Jabodetabek diharapkan menjadi proyek percontohan transportasi perkotaan yang efisien, aman, nyaman, inklusif, dan ramah lingkungan,” kata Menhub pula.

Menhub berharap para akademisi pun dapat menopang transformasi transportasi ini melalui riset, opini dan masukan yang dapat membangun transportasi perkotaan.

Baginya, riset lebih lanjut dari akademisi seperti ITB akan dibutuhkan. Contohnya pembuatan baterai untuk menunjang kendaraan listrik yang murah, ringan, dan tahan lama.

“Inovasi-inovasi ini dibutuhkan untuk memberikan solusi sehingga pada akhirnya, apa yang kita lakukan memberikan kemajuan bagi transportasi Indonesia dan memberikan kebanggaan,” kata Menhub menegaskan. (ant)

Investor Pasar Modal Tembus 14 Juta SID

0
Ilustrasi pasar modal (ekbisntb.com/mckinsey.com)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan bangga mengumumkan pencapaian terbaru, yakni jumlah investor pasar modal di Indonesia yang telah melampaui 14 juta single investor identification (SID) pada Kamis, 3 Oktober 2024 sejumlah 14.001.651 SID, tumbuh 1.833.590 SID baru dibanding posisi di akhir tahun lalu sebesar 12.168.061 SID.

Pencapaian ini berhasil di raih berkat sinergi yang erat antara BEI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organizations (SRO), serta para pemangku kepentingan lainnya, dan didukung oleh strategi inovasi digitalisasi edukasi yang efektif untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat yang senantiasa dilakukan oleh BEI.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengatakan, industri pasar modal memiliki peran yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan perekonomian negara.

“Pasar modal Indonesia yang maju dan stabil akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Walau demikian, hal tersebut tetap harus disertai dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, sektor bisnis, dan masyarakat,” ujar Iman, Kamis, 4 Oktober 2024.

Pertumbuhan investor yang disertai dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat diharapkan dapat memperkuat daya tahan pasar modal Indonesia dalam menghadapi dinamika global, termasuk aliran dana investor asing.

Sejak awal tahun ini hingga akhir September 2024, BEI telah mengadakan 19.779 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 24 juta peserta. Kegiatan yang dimaksud termasuk Sekolah Pasar Modal (SPM), program Duta Pasar Modal (DPM), dan berbagai webinar yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat di seluruh Indonesia tentang investasi.

BEI juga aktif mengkampanyekan gerakan #AkuInvestorSaham, yang sukses menarik perhatian generasi muda. Saat ini, sekitar 79% dari total investor baru berusia di bawah 40 tahun yang menunjukkan tingginya partisipasi dan ketertarikan generasi muda dalam berinvestasi di pasar modal.

Strategi Digitalisasi dan Peran Galeri Investasi BEI

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan, BEI terus mengembangkan infrastruktur digitalnya. Platform IDX Mobile yang saat ini sudah memiliki 193.968 pengguna, kini menjadi salah satu pilar edukasi digital yang memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan informasi pasar modal yang mudah diakses dan akurat. Pengembangan digital ini adalah bagian dari strategi BEI dalam mengatasi tantangan akses literasi pasar modal di Indonesia.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, angka jumlah investor pasar modal saat ini sebenarnya masih sedikit, khususnya jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Meski demikian, dengan semakin berkembangnya digitalisasi teknologi saat ini maka semakin banyak pula perusahaan sekuritas yang menyediakan wadah bagi investor untuk bertransaksi saham. Hal tersebut dapat semakin memudahkan masyarakat Indonesia untuk menjadi investor di pasar modal Indonesia.

Selain itu, sinergi antara BEI dan berbagai pemangku kepentingan juga memainkan peran penting dalam strategi pengembangan pasar modal. Dalam hal ini, Galeri Investasi (GI) BEI menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung literasi keuangan dan pasar modal di seluruh Indonesia. Saat ini, BEI telah memiliki 927 GI BEI yang tersebar di berbagai daerah.

“Galeri Investasi BEI tidak hanya menjadi jembatan antara dunia akademis dan pasar modal, tetapi juga memainkan peran penting dalam mendekatkan masyarakat umum dengan edukasi pasar modal,” lanjut Jeffrey.

Dengan berbagai program edukasi seperti SPM yang diadakan di seluruh Kantor Perwakilan BEI, diharapkan akan semakin meningkatkan inklusifitas pasar modal Indonesia dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang ada.
Melalui berbagai inisiatif dan inovasi yang terus dilakukan, BEI optimistis jumlah investor saham di Indonesia akan semakin bertumbuh, seiring dengan peningkatan literasi keuangan dan pasar modal di kalangan masyarakat.(bul)

ITDC Tegaskan Tidak Ada Utang Hosting Fee ke Dorna

0
Chairman MotoGP Indonesia 2024 Troy Reza Warokka(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC menegaskan tidak ada utang terkait hosting fee kepada Dorna Sport terkait penyelenggaraan event MotoGP 2024 di Pertamina Mandalika International Circuit. Bahwa, pembayaran hosting fee penyelenggaraan event MotoGP dilakukan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan bersama antara ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku penyelenggara event MotoGP Indonesia.

Chairman MotoGP Indonesia 2024 Troy Reza Warokka menegaskan, pihaknya merasa perlu menyampaikan tanggapan resmi atas informasi yang tidak tepat mengenai utang hosting fee kepada Dorna Sports.

Dijelaskannya, pembayaran hosting fee dilakukan secara terjadwal sesuai dengan perjanjian resmi antara ITDC dan Dorna Sports, sehingga tidak terdapat utang yang ditinggalkan oleh ITDC maupun MGPA selaku penyelenggara event MotoGP, karena semua proses pembayaran dilakukan sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat dan disepakati bersama antara ITDC dan Dorna Sports selaku pemenang hak penyelenggaraan event MotoGP.

“Selain itu, pembayaran hosting fee ini dilakukan dengan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui program Wonderful Indonesia,” tambah Troy.

Sebelumnya, gelaran event MotoGP 2024 di sirkuit internasional Mandalika 27-29 September 2024, berlangsung sukses. Dengan sekitar 120 ribu lebih penonton hadir langsung di Sirkuit Mandalika untuk menyaksikan aksi para pembalap dunia. Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri juga turut hadir menyaksikan balapan final sekaligus berkesempatan menyerahkan trofi kepada para pembalap.

Adapun pun jadwal balapan MotoGP 2025, sirkuit Mandalika bakal mengelar balapan pada awal Oktober 2025. “Kami berharap bisa menggelar balapan di awal tahun. Tapi jadwal sudah ditentukan oleh Dorna,” sebut Deputy CEO MGPA Samsul Purba, sebelumnya. (kir)

Harga Emas Antam Selasa Turun Rp2.000 Jadi Rp1,488 Juta Per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Selasa pagi 15 Oktober 2024 turun Rp2.000. Sehingga harga emas per gram kini menjadi Rp1.488.000.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Selasa, menjadi Rp1.338.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Selasa:

-Harga emas 0,5 gram: Rp794.000

– Harga emas 1 gram: Rp1.488.000

– Harga emas 2 gram: Rp2.916.000

– Harga emas 3 gram: Rp4.349.000

– Harga emas 5 gram: Rp7.215.000

– Harga emas 10 gram: Rp14.375.000

– Harga emas 25 gram: Rp35.812.000

– Harga emas 50 gram: Rp71.545.000

– Harga emas 100 gram: Rp143.012.000

– Harga emas 250 gram: Rp357.265.000

– Harga emas 500 gram: Rp714.320.000

– Harga emas 1.000 gram: Rp1.428.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

BSI dan IPB Himpun Dana Rp20,9 Miliar untuk 165 Mahasiswa Kurang Mampu

0
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) University membantu mahasiswa kurang mampu melalui produk deposito wakaf bernama BSI Deposito Wakaf Seri 1-Alumni IPB yang sudah menghimpun dana senilai Rp20,09 miliar dengan 165 mahasiswa penerima manfaat.

“Melalui deposito wakaf ini, kini sudah terhimpun dana Rp20,09 miliar dengan 165 mahasiswa penerima manfaat tahap pertama sejak instrumen deposito wakaf tersebut diterbitkan pada November 2023,” ujar Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Sebagai bank syariah sekaligus Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU), lanjutnya, BSI berkomitmen untuk selalu aktif dalam pengembangan gerakan wakaf di Indonesia.

Pihaknya meyakini potensi wakaf uang di Indonesia yang ditaksir mencapai sebesar Rp180 triliun per tahun dapat direalisasikan jika semua pihak berkolaborasi.

”Tercatat, hari ini sebanyak 165 orang mahasiswa tidak mampu tahap pertama telah menerima manfaat dari program ini dengan nilai beasiswa berkisar antara Rp3 juta-Rp5 juta rupiah per orang. Insya Allah, ke depan jumlah mahasiswa penerima manfaat ini akan terus bertambah seiring penambahan imbal hasil Deposito Wakaf yang juga akan terus bertambah,” katanya.

Kini, sudah berjalan empat seri penerbitan BSI Deposito Wakaf dari berbagai universitas dan tiga universitas yang sedang dalam penjajakan. Inovasi instrumen keuangan syariah ini diharapkan mampu memberikan terobosan baru untuk memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi mahasiswa berprestasi, tetapi secara finansial membutuhkan biaya.

Untuk itu, produk BSI Deposito Wakaf ini nantinya akan terus dikembangkan. Deposito wakaf bakal memiliki fitur yang terhubung dengan pembiayaan, sehingga imbal hasil deposito menjadi angsuran atas pembiayaan wakaf produktif yang dikelola Nazir. Dengan demikian, proyek wakaf produktif tidak perlu harus menunggu dana terkumpul dan dapat lebih cepat direalisasikan.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan bahwa IPB menjadi salah satu kampus dengan eksekusi tercepat dan menjadi motor penggerak deposito wakaf. Karena itu, dirinya merekomendasikan adanya penerbitan seri lanjutan agar dana deposito wakaf yang kembali ke nasabah akan masuk kembali sebagai dana Wakaf Uang Sementara, dan imbal hasilnya dapat terus dimanfaatkan.

Ketua Umum Himpunan Alumni IPB Walneg S Jas mengatakan pihaknya menargetkan seribu penerima beasiswa dari deposito wakaf Nazhir IPB-BSI-01-Alumni IPB dengan jumlah dana himpunan mencapai Rp100 miliar. Hal ini dinilai akan lebih cepat terwujud bila para alumni bisa secara ikhlas berkontribusi lebih demi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.

“Deposito Wakaf ini merupakan inisiasi yang positif antara Himpunan Alumni IPB dan BSI agar mahasiswa kurang mampu di IPB bisa menyelesaikan pendidikan mereka tanpa perlu risau akan biaya. Tentu ke depannya kita berharap akan lebih banyak alumni yang berkontribusi agar kebermanfaatan dari deposito wakaf ini bisa dirasakan oleh lebih banyak mahasiswa,” ungkap Walneg.

Deposito wakaf seri Nazhir IPB-BSI-01-Alumni IPB merupakan program wakaf uang sementara melalui skema cash waqf linked deposit (CWLD). Program tersebut ditujukan untuk membantu biaya pendidikan bagi para mahasiswa IPB University bagi yang mengalami kendala. (ant)