Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 546

Harga Emas Antam Rabu Naik Rp3.000 Jadi Rp1,49 Juta Per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Rabu pagi (16/10) naik Rp3.000. Sehingga harga emas per gram kini menjadi Rp1.491.000.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Rabu, menjadi Rp1.341.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Rabu:

-Harga emas 0,5 gram: Rp795.500

– Harga emas 1 gram: Rp1.491.000

– Harga emas 2 gram: Rp2.922.000

– Harga emas 3 gram: Rp4.358.000

– Harga emas 5 gram: Rp7.230.000

– Harga emas 10 gram: Rp14.405.000

– Harga emas 25 gram: Rp35.887.000

– Harga emas 50 gram: Rp71.695.000

– Harga emas 100 gram: Rp143.312.000

– Harga emas 250 gram: Rp358.015.000

– Harga emas 500 gram: Rp715.820.000

– Harga emas 1.000 gram: Rp1.431.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

MRPTNI Rumuskan Kebijakan Pengembangan Wirausaha Berbasis Lingkungan

0
Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI)(ekbisntb.com/ant)

Malang Raya (ekbisntb.com) – Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menginisiasi pembentukan rumusan kebijakan keseimbangan antara pengembangan wirausaha berbasis lingkungan, melalui Semiloka Wirausaha Merdeka yang digelar di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.

“Kami berkumpul pada semiloka ini untuk membicarakan solusi bagaimana menumbuhkan banyak wirausaha tetapi tetap memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan,” kata Sekretaris Eksekutif MRPTNI Andi Ilham Mahmud di Kota Malang.

Dia menjelaskan, berkembangnya wirausaha merupakan hal positif bagi suatu negara, sebab dari situ lahir banyak lapangan pekerjaan yang pada akhirnya mengikis pengangguran dan kemiskinan.

Kendati demikian, lanjutnya, wirausaha juga harus memiliki kesadaran untuk terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Muncul isu bahwa negara dengan banyak wirausaha cenderung melakukan eksploitasi sumber daya alam berlebihan. Ini merupakan isu baru dan sifatnya global, yakni mengenai ESG atau Environmental, Social, and Governance,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, seluruh perguruan tinggi yang berkumpul pada semiloka ini akan berupa memunculkan rumusan pengembangan wirausaha yang memiliki pengukuran terhadap dampak lingkungan.

“Perlu berhati-hati karena jangan sampai wirausaha berkembang pesat tetapi lingkungan rusak,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo mengatakan, untuk memajukan dunia wirausaha Indonesia di era modern ini sudah sewajarnya jika dibarengi dengan langkah menjaga keasrian kondisi ekosistem alam.

“Kata kuncinya ini adalah wirausaha, ekonomi hijau, dan AI. Ketiganya hal itu saling berkesinambungan,” kata Prof Widodo.

Butuh kebijakan baku agar penerapan ketiga poin tersebut bisa berjalan berkelanjutan. Oleh karena itu, pihaknya siap memberikan masukan terhadap penyusunan rumusan pada semiloka ini.

“Keberhasilan akan muncul kalau dibarengi ekosistem dan kebijakan, itu yang akan kami bahas hari ini termasuk kurikulum,” ujar dia.

Selain itu, Prof Widodo menambahkan sudah ada sejumlah langkah telah dilaksanakan untuk menyumbang pengembangan wirausaha Tanah Air, seperti berkolaborasi dengan pelaku industri maupun dunia usaha dalam memberikan pendampingan bagi mahasiswa yang siap berwirausaha.

Selanjutnya, pemberian intensif atau program khusus bagi mahasiswa yang ingin membangun startup.

“Ini untuk membangun paradigma orang tua agar anaknya tidak hanya didukung menjadi pekerja. Karena memang masih ada yang menganggap bahwa berwirausaha itu bukan pekerjaan yang sukses,” tuturnya. (ant)

Final Kejurnas Balap Motor Pertamina Mandalika Racing Series 2024 Bakal Seru

0
Perjalanan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Motor Sportbike Pertamina Mandalika Racing Series 2024(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Perjalanan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Motor Sportbike Pertamina Mandalika Racing Series 2024 memasuki tahap akhir atau babak final pada 18-20 Oktober 224 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok NTB.

Putaran final akan memunculkan para Juara Nasional Balap Motor 2024 di kelas Sport 150, Sport 250 dan Supersport 600. Selain itu juga akan menasbihkan juara-juara lainnya di Supporting Class yakni Junior Sport 150 U-15, Underbone 150 Open, Superbike 1000 dan Supersport 600 community.

Sebagai ronde penentuan, tentu saja para mekanik dan kru tim akan bekerja keras untuk membuat tunggangan para pembalapnya lebih maksimal. Meski sudah didapatkan titel Juara Nasional darii putaran keempat lalu untuk kelas Sport 250 melalui Andi Farid Izidihar (ART Jogja) serta kelas Supersport 600 oleh M Adenanta Putra (AHRT) namun akan lebih bergengsi bila dikukuhkan pada babak final.

Perebutan Juara Nasional Sport 150 akan menjadi pertarungan menarik antara pimpinan klasemen sementara yakni Aldiaz Aqsa Ismaya (Yamaha Yamalube Ziear LFN HP969 RBT34 ARL Thestrokes55) dengan 147 poin melawan Galang Hendra Pratama (Yamaha BAF Yamalube Akai Jaya MBKW2 Racing) yang mengoleksi 139 serta Murobbil Vitoni (Yamaha LFN HP969 RCB Proliner NHK Navaro RT) dengan 124 poin. Mereka akan memperebutkan 62 total poin dalam dua race serta Superpole race.

Tidak kalah menarik di kelas pembibitan Junior Sport 150 U-15 yang tahun depan akan menjadi kelas Kejurnas, dipastikan bakal mengetengahkan duel seru antara Valera Octavianus (Bethar Motor JPNW Racing Team) yang memimpin klasemen dengan 84 poin melawan Dana Dyaksa Widapangestu (Yamaha Yamalube Aditama SCM NHK PASN VND RBT34 SSS STSJ Braw) sebanyak 83 poin serta Davino Britani (Honda BKJU Gordon Mulfi Pride RCB Priliner Pirelli NHK KYB SSS) 80 poin, Sabian Fathul Ilmi ((Yamaha Yamalube Aditama SCM NHK PASN VND RBT34 SSS STSJ Braw) 74 poin, Ziven Rozul Abiysalim (ART Kalimantan) 72 poin.

Pada kelas Underbone 150 Open yang juga akan memperebutkan satu unit Yamaha MX King dari LFN akan diperebutkan oleh Fahmi Basam (Yamaha LFN HP969 RCB Proliner NHK Navaro RT) dengan 107 poin melawan Dimas Juliatmoko (Merak Racetech RCB Proliner Gordons Pirelli RH57 RK KYB) yang mempunya nilai sama 107, Murobbil Vitoni (Yamaha LFN HP969 RCB Proliner NHK Navaro RT) dengan 105 poin, Aditya Fauzi (VMK Racetech Kawahara Yamaha Yamalube Pirelli Repsol KYB RK VND) 100, Reynaldi Pradana (Yamaha Aben Racing Racetech Racertees RCB Priliner KYB) 83 poin.

Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA mengatakan, Pertamina Mandalika Racing Series telah menjadi entitas baru di kancah balap motor nasional dengan tingkat kompetisi tinggi.

” Sebuah perjalanan panjang untuk membangun Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series hingga menjadikannya sebagai sebuah event balap Kejurnas bergengsi di Tanah Air. Dari kualitas pembalap yang ikut, kemasan event membuat MRS menjadi barometer event balap motor di Indonesia. MRS telah membuktikan konsistensinya hingga menjadi sebuah kejuaraan kompetitif sebelum para pembalap Indonesia naik level ke tingkat internasional. Pada putaran final ini kita akan mendapatkan para Juara Nasional yang nantinya bisa melanjutkan kiprahnya untuk bisa mencetak prestasi membanggakan di dunia balap motor Indonesia,”ujar Priandhi.

Sedangkan Eddy Saputra, Deputi Olahraga Sepeda Motor IMI Pusat mengatakan putaran final Pertamina Mandalika Racing Series 2024 akan menjadi tolak ukur penyelenggaraan tahun depan.

”Tahun depan formatnya akan dbuat 3 hari mulai dari Jumat untuk free practice seperrti halnya event internasional lainnya sehiingga pembalap kita terbiasa nantinya. Regulasi akan kita benahi dalam Rakornas nanti Desember sekaligus apresiasi untuk para Juara Nasional dari MRS,”tukas Eddy.

Berbeda dengan putarah sebelumnya, pada final round akan melangsungkan Championship Night berupa malam penghargaan dan ramah tamah untuk para juara selama satu musim berjalan.(bul)

Harga Rumput Laut Anjlok, Akibat Pengusaha China Turun Langsung Belanja ke Petani

0
Rumput laut kotoni (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Harga pembelian rumput laut belakangan anjlok, akibat pengusaha – pengusaha asal China yang mendapatkan akses terlalu bebas langsung turun belanja ke petani.

Pengusaha-pengusaha rumput laut asal China memutus langsung mata rantai perdagangan yang selama ini berjalan.

“Sekarang buyer dari China turun langsung beli ke petani. Membeli dengan harga petani. Kalau dulu, buyer nerima di China. Orang-orang sini yang suplai,” kata Husnul Khotimah, salah satu pengusaha rumput laut NTB.

Menurutnya, izin tinggal sementara yang diberikan oleh negara, kerap dimanfaatkan untuk turun langsung ke sentra-sentra produksi rumput laut. Sehingga, mata rantai bisnisnya yang tadinya melalui perusahaan-perusahaan lokal, atau mitra lokal menjadi terpangkas.

Husnul mengatakan, sebelumnya, harga jual rumput laut mencapai Rp40 ribu per Kg. diterima langsung di negaranya. Belakangan, buyer ini menawarkan harga beli sangat rendah, Rp15.000 per Kg. Sesuai harga petani.

“Kalau ndak sanggup, ya mereka beli langsung ke petani. Makanya kita ngambil untungnya sekarang hanya Rp1.000 per Kg, dari harga petani. Terima di Surabaya. Rantai ekonominya menjadi terpangkas sekarang. Karena mereka leluasa turun langsung belanja ke petani,” kata Husnul di Mataram, Rabu, 16 Oktober 2024.

Harapannya, pola ini diproteksi oleh negara. Buyer dari luar harusnya diatur mengikuti tata niaga yang berlaku. Sehingga, nilai rantai ekonominya tetap dapat dipertahankan.

“Samalah, bagaimana China juga memproteksi orang luar negaranya masuk. Tidak bisa leluasa,” tambahnya.

Disisi lain, Husnul mengatakan, permintaan buyer dari China untuk rumput laut sangat tinggi. Bahkan unlimited. Untuk rumput laut jenis kotoni.

Rumput laut kotoni adalah salah satu jenis rumput laut merah (Rhodophyta) yang sangat populer di Indonesia. Jenis ini sering dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan potensi yang besar dalam berbagai industri.

Ciri-ciri rumput laut kotoni ini bagian tubuh berbentuk silindris atau pipih, dengan percabangan yang tidak teratur dan kasar.

Umumnya berwarna merah, namun dapat bervariasi tergantung kondisi lingkungan. Potensi dan Manfaat Rumput Laut Kotoni diantaranya sebagai sumber utama karagenan, yaitu sejenis polisakarida yang banyak digunakan dalam industri makanan, farmasi, dan kosmetik sebagai pengental, penstabil, dan pembentuk gel.

Kaya akan serat, vitamin, dan mineral, sehingga memiliki potensi sebagai bahan pangan fungsional. Dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti agar-agar, nata de sea, tepung rumput laut, dan suplemen makanan. Wilayah Budidaya di Indonesia tersebar di Provinsi NTB, NTT, Bali, dan Sulawesi.

Husnul menambahkan, satu buyer permintaannya sampai seratus ton perbulan. Namun kendala yang dihadapi, masyarakat belum memiliki alat pembersih. Sehingga prosesnya dilakukan di Surabaya, sebelum diekspor ke China.

“Barangnya ada, tapi kecenderungannya rumput laut kita masih kotor. Dan pola pembersihannya di sini masih manual. Melibatkan tenaga langsung manusia. Sehingga proses menjadi lama untuk memenuhi permintaan yang tinggi,” demikian Husnul.(bul)

Kayu Manis dan Vanili Terjual Senilai Rp191 Juta pada Pasar Lelang ke-III Disdag NTB

0
Plh. Kadis Perdagangan Provinsi NTB, H. Heri Agustiadi, S.Sos.,MM membuka kegiatan pasar lelang ke III tahun 2024.(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Bidang Pengembangan Perdagangaan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Provinsi NTB kembali menyelenggarakan kegiatan pasar lelang ke – III tahun 2024. Puluhan pengusaha komoditas, baik yang pengusaha penyedia, maupun pengusaha pembeli mengikuti kegiatan ini.

Pasar lelang ke III digelar Rabu, 16 Oktober 2024, di Hotel Aston Inn, Mataram. Dibuka langsung oleh Plh. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H. Heri Agustiadi, S.Sos.,MM, didampingi Kepala Bidang PPDN, Endang Sri Wahyuni, S.STP.

Digelar selama setengah hari, transaksi jual beli komoditas tercatat mencapai Rp191 juta. Terjual 100 Kg vanili senilai Rp35 juta. Kayu manis 3.000 Kg senilai Rp156 juta.

Beberapa jenis komoditas lainnya yang ditawarkan diantaranya, rumput laut, bawang merah, cabe merah, kopi, minyak goreng, madu, ubi jalar, beras, jagung, biji mete.

Pasar lelang adalah sebuah mekanisme jual beli di mana barang atau jasa ditawarkan kepada banyak calon pembeli. Harga barang atau jasa tersebut ditentukan melalui proses penawaran yang kompetitif, di mana pembeli akan saling bersaing untuk mendapatkan barang atau jasa tersebut dengan harga tertinggi.

Mekanisme Pasar Lelang, yaitu pemilik komoditas menawarkan secara terbuka, harga, volume, dan kualitas komoditas yang ditawarkan. Harga penawaran peserta lelang dimulai dari harga terendah, hingga harga tertinggi. Peserta yang menawarkan harga tertinggi pada akhir lelang akan menjadi pemenang dan transaksi jual beli dapat dilakukan secara langsung.

Plh. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H. Heri Agustiadi, S.Sos.,MM dalam kesempatan ini menyampaikan, pentingnya kegiatan pasar lelang dengan mempertemukan langsung penjual dan pembeli. sehingga harga yang diterima tidak melalui mata rantai yang panjang.

Dalam kesempatan ini, ditekankan pentingnya pemilik komoditas memperhatikan kualitas komoditas yang ditawarkan dalam pasar lelang. Sehingga, tidak menjadi keluhan saat transaksi ril di lapangan.

“Karena di pasar lelang ini barang yang ditunjukkan hanya sampel, kita harapkan kualitasnya juga sama dengan barang yang tersedia di gudang. Sehingga transaksi jual beli yang sudah disepakati tidak gagal,” katanya.

Menurutnya, pengusaha yang mengikuti kegiatan pasar lelang ini harus memperhatikan trust atau kepercayaa. Penjual menyediakan sesuai kualitas dan volume saat komoditas ditawarkan. Pembeli juga harus memenuhi nilai beli yang sudah disepakati.

“Supaya terbangun kepercayaan. Dan kerjasama antar penjual dengan pembeli bisa berlangsung dalam jangka panjang,” tegasnya.

Jika kegiatan pasar lelang ini berjalan, sesuai harapan pemerintah. Transaksi berjalan dalam jangka panjang antara penyedia komoditas dengan pengusaha pembeli, dampaknya kepada perputaran ekonomi.

“Tenaga kerja terserap, perputaran uang terjadi dengan baik. Ekonomi daerah akan menjadi semakin tumbuh. Itu tujuan besarnya,” demikian Heri.(bul)

Tangani Kekeringan, Distan Lobar Salurkan Bantuan 498 Unit Pompa pada Petani

0
Bantuan pompa yang didroping kepada petani dalam menangani masalah kekeringan. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Pertanian (Distan) Lombok Barat (Lobar) menyalurkan bantuan bantuan berupa mesin pompa dan kelengkapannya kepada para petani. Mesin pompa ini untuk menangani dan meminimalisir dampak kekeringan yang masih melanda daerah Lobar. Adanya bantuan ini pun cukup membantu menyelamatkan lahan warga dari dampak kekeringan.

Kepala Distan Lobar Damayanti Widyaningrum mengatakan kekeringan yang melanda Lobar berdampak terhadap lahan pertanian warga. Di mana terdapat kurang dari 100 hektar yang terdampak, namun yang gagal panen mencapai 1 hektar, karena lahan tadah hujan dan kering. Daerah ini juga tidak memiliki sumber air yang mau disedot. Sedangkan sebagian besar bisa ditangani melalui program pompanisasi.

“Satu hektar yang gagal panen, karena tadah hujan dan bantuan pompa belum datang, sedangkan yang lain bisa tertangani, karena ada bantuan pompanisasi dan irigasi perpompaan dari pusat,”kata Damayanti, kemarin.

Sejauh ini bantuan pompa sudah didrop pusat sebanyak 498 unit lengkap dengan alatnya ditambah bantuan irigasi perpompaan sebanyak 18-19 unit.

Para petani antre mengambil alat pompa ke kantor, karena jumlah bantuan ini begitu banyak. Pihaknya juga memprioritaskan yang boleh mengambil duluan alat pompa para petani yang ada di wilayah yang kering tedampak parah. “Biar segera dapat ditangani,”imbuhnya. Sedangkan petani yang ada di wilayah cenderung masih basah seperti Narmada dan Lingsar didrop belakangan.

Penyaluran alat pompa ini akan selesai pada pekan – pekan ini. Para petani diingatkan agar pompa tersebut dimanfaatkan segera, begitu menerima bantuan tersebut. “Jangan sampai disimpan,” sambungnya.

Diakui bantuan pompa ini masih kurang karena jumlah petani Lobar sangat banyak. Di mana jumlah poktan saja mencapai 2.076 poktan. “Jadi belum bisa meng-cover semua, yang baru bisa kita cover petani yang tanam padi karena prioritasnya perluasan areal tanaman padi,” jelasnya.

Sedangkan petani yang tanam jagung kedelai atau lainnya belum diberikan bantuan. Diupayakan tahun depan akan diberikan bantuan. Adanya bantuan pompanisasi ini pun cukup membantu petani, karena lahan  warga yang tadinya terancam dampak kekeringan bisa diairi dan diselamatkan. “Alhamdulillah petani cukup terbantu,”ujarnya.

Selain itu, pompanisasi ini menambah animo warga tanam padi, karena petani yang sebelumnya tidak tanam padi, dengan adanya pompa mereka menanam padi. “Banyak petani mau tanam padi,” imbuhnya.

Selain melalui bantuan pompanisasi, pihaknya telah meminta kepada para penyuluh agar menginformasikan kepada petani yang mengalami kekeringan dilaporkan agar bisa dibantu pompa.

Pihaknya juga telah memerintahkan kepada penyuluh untuk mensosialisasikan kepada petani soal perkiraan cuaca BMKG, bahwa kekeringan diperkirakan hingga akhir Oktober untuk di wilayah Utara. Karena hujan akan turun dipekrirakan pada akhir bulan Oktober nanti. Sedangkan di wilayah selatan, diperkirakan akan turun hujan pada akhir November.

Puncak musim hujan akan terjadi bulan November sedangkan di wilayah selatan terjadi pada bulan Januari. “Utara yang lebih dulu hujan,”imbuhnya. Untuk produksi hasil panen hingga saat ini mencapai 150 ribu ton, sehingga ia optimis surplus 25 ribu ton bisa dipertahankan. (her)

Disdag Temukan Beras Diduga Oplosan SPHP

0
Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengecek beras SPHP di salah satu pedagang di Pasar Mandalika pada, Selasa 15 Oktober 2024. Dari hasil pengecekan ditemukan pedagang mengoplos beras SPHP. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perdagangan Kota Mataram turun memantauan terhadap pedagang beras di Pasar Mandalika pada, Selasa 15 Oktober 2024. Dari hasil pengecekan ditemukan pedagang beras mengoplos beras stabilitas pasokan dan harga pangan.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, pemantauan dilakukan untuk mengecek beras ketersedian beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di pasar tradisional. Beras yang dikeluarkan Badan Urusan Logistik (Bulog) diminati oleh masyarakat. Khusus di Pasar Mandalika terdapat 15 mitra Bulog yang menjual beras SPHP dengan jatah 1,5 ton. “Hari ini, (kemarin,red) Bulog mendistribusikan beras SPHP ke mitra,” terangnya.

Selain mengecek distribusi lanjutnya, ia juga menindaklanjuti laporan indikasi pedagang mengoplos beras SPHP. Dari hasil pemantauan ternyata ditemukan pedagang mengoplos beras SPHP. Pihaknya menanyakan alasan pedagang melakukan tindakan tersebut, karena rata-rata beras SPHP diminati oleh warga ekonomi ke bawah. “Jadi beras SPHP diambil di mitra 10 karung dengan harga Rp12 ribu perkilogram, kemudian dijual dengan harga Rp13 ribu perkilogram,” sebutnya.

Pihaknya tidak serta-merta melakukan penindakan terhadap pedagang melainkan perlu sosialisasi dan edukasi kepada pedagang. Selain itu, berkoordinasi dengan Bulog untuk mengumpulkan mitranya agar selektif menjual beras ke pedagang lainnya.

Berbeda halnya apabila mitra Bulog yang melakukan pelanggaran seperti itu, maka tidak ditolerir atau dipecat sebagai mitra. Kasus ini pernah ditemukan di Pasar Mandalika. “Jadi ada satu mitra langsung dipecat gara-gara mengoplos beras SPHP dalam jumlah besar,” pungkasnya.

Sementara itu, Aen, pedagang beras di Pasar Mandalika dengan polos menuturkan alasannya mengoplos beras SPHP tersebut. Beras SPHP dijual seharga Rp13 ribu perkilogram karena banyak diminati oleh warga dengan ekonomi ke bawah. “Banyak yang nyari buruh-buruh di pasar ini,” tuturnya.

Ia tidak memiliki keinginan untuk mengoplos beras tersebut, melainkan hanya memenuhi permintaan warga. Warga yang berprofesi sebagai buruh panggul di pasar tidak mampu membeli beras premium dengan harga Rp15 ribu-Rp16ribu perkilogram. “Kalau ini beras SPHP harganya Rp13 ribu. Ini beras dari healer (penggiling,red) harganya Rp14 ribu perkilogram,” tuturnya. (cem)

Berdampak pada Perekonomian Warga

0
Rudy Herlambang. (ekbisntb.com/ist)

RENCANA relokasi pedagang ikan di Jalan Saleh Sungkar atau depan Makam Bintaro, Kecamatan Ampenan sangat diapresiasi. Selain mengurangi potensi kemacetan, juga memiliki dampak terhadap perekonomian warga setempat.

Lurah Bintaro, Rudy Herlambang menerangkan, penataan lapak pedagang ikan di kawasan rumah susun sederhana sewa (rusunawa)Bintaro diharapkan bisa segera terealisasi. Pasalnya, aktifitas pedagang di Jalan Saleh Sungkar menimbulkan kemacetan, sehingga mengganggu warga yang akan beraktifitas maupun sekolah. “Iya, kita berharap supaya betul-betul terealisasi,” katanya.

Menurutnya, relokasi pedagang ikan di kawasan Rusunawa Bintaro memberikan peluang bagi warga untuk meningkatkan perekonomian mereka. Warga bisa menjadi buruh panggul, petugas kebersihan, serta mengelola lahan parkir.

Potensi ini akan dikomunikasikan dengan kepala lingkungan pasca pedagang direlokasi ke dalam bisa dioptimalkan pengelolaan kawasan tersebut. “Kita berharap ada dampak ekonominya,” pungkasnya.

Pengelolaan pasar ikan diharapkan bisa maksimal terutama dari sisi kebersihan. Kawasan itu sangat berdekatan dengan pemukiman atau tempat tinggal warga sehingga kenyaman dinilai sangat penting. “Namanya pedagang ikan pasti ada sisa limbahnya terutama airnya kan bau. Makanya, harus dipastikan penampungan airnya,” ujarnya.

Disamping itu, fasilitas pendukung seperti akses jalan serta penerangan jalan diharapkan dilengkapi. Walaupun informasinya, organisasi perangkat daerah (OPD) teknis mulai membangun jalan masuk ke kawasan tersebut. Sebelum proses pengerjaan jalan sepanjang 200 meter, pihaknya akan mensosialisasikan kepada warga terutama yang tinggal di rusunawa agar mencari jalan alternatif selama proses pengerasaan jalan tersebut. (cem)

Mangkrak, Lapak Pedagang Ikan Belum Dimanfaatkan

0
Lapak pedagang ikan di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, pasca dibangun belum bisa dimanfaatkan alias mangkrak. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Lapak pedagang ikan di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, pasca dibangun belum bisa dimanfaatkan alias mangkrak. Ketersediaan sarana-prasarana pendukung lainnya disinyalir menjadi pemicu.

Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah menjelaskan, pembangunan lanjutan lapak pedagang ikan di Kelurahan Bintaro,Kecamatan Ampenan telah dianggarkan senilai Rp500 juta melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) di tahun 2025. Anggaran itu dinilai tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh bangunan lapak tersebut. Di satu sisi, anggaran pengurukan saja membutuhkan biaya Rp800 juta. “Makanya lagi dibahas oleh TAPD tambahan anggarannya,” pungkasnya.

Ditegaskan, lapak pedagang ikan bukan tidak bisa dimanfaatkan. Pihaknya bisa saja memindahkan seluruh pedagang tetapi sarana-prasarana pendukung seperti lampu penerang jalan dan jalan masuk belum tuntas. Selain itu, pedagang menolak direlokasi apabila hanya sebagian pedagang. “Mereka tidak mau kalau yang direlokasi sebagian pedagang saja,” pungkasnya.

Mantan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram menyadari bahwa kejaksaan maupun kepolisian selalu mendorong agar proyek fisik dituntaskan sekaligus atau tidak dikerjakan secara bertahap, tetapi keterbatasan anggaran menjadi kendala.

Secara keseluruhan pembangunan lapak pedagang ikan membutuhkan anggaran Rp2,6 miliar. “Kita mau saja menyelesaikan semuanya tetapi anggarannya tidak cukup. Pengurukan saja dengan kedalaman 1,5 meter membutuhkan anggaran Rp800 juta,” jelasnya.

Aktifitas pedagang diakui, mengganggu pengendara yang melintas dari arah Mataram menuju Senggigi. Namun demikian, pihaknya tidak bisa memaksa pedagang untuk direlokasi dengan alasan lokasinya tidak memadai.

Seperti diketahui, lapak pedagang ikan di Lingkungan Bintaro Jaya, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan mulai dibangun tahun 2023 dengan anggaran sekitar Rp400 juta. Dengan anggaran itu hanya terbangun pondasi dan tiang penyangga saja atau tanpa atap. (cem)

Pj Bupati Lotim Terima Rencana Induk DTW Cemara Siu Sembalun dari Menparekraf

0
Pj Bupati Lotim menerima Master Plan DTW Cemara Siu Sembalun dari Menparekraf, Sandiaga Uno, Senin. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Penjabat (PJ) Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Muhammad Juaini Taofik, resmi menerima Rencana Induk (Master Plan) Daya Tarik Wisata (DTW) Cemara Siu di Sembalun dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno. Penyerahan master plan tersebut berlangsung pada acara rutin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yaitu Weekly Brief with Sandi Uno, yang diselenggarakan pada Senin 14 Oktober 2024 di Jakarta.

Demikian disampaikan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (PKP) Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim, M. Azro’i kepada media, Selasa 15 Oktober 2024 kemarin. Mengutip penjelasan Pj Bupati Juaini Taofik, dia mengungkapkan komitmen Pemerintah Daerah Lotim untuk segera memanfaatkan master plan tersebut sebagai upaya pengembangan pariwisata di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa master plan ini sangat dinantikan oleh berbagai pihak. Mulai dari pelaku pariwisata hingga pemerhati lingkungan, mengingat lokasi Cemara Siu yang berada di kawasan Sembalun, bagian dari Geopark Rinjani.

“Keberadaan master plan ini akan semakin meningkatkan semangat para pemangku kepentingan pariwisata di Lombok Timur. Terlebih dengan adanya tren peningkatan kunjungan wisatawan ke Lombok Timur yang terus mengalami kenaikan,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lombok Timur pada tahun 2023 mencapai 53 ribu orang, dan pada tahun 2024, hingga bulan September, angka tersebut sudah mencapai 94 ribu orang.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam acara tersebut juga menyerahkan master plan untuk tiga destinasi lainnya, yaitu Air Terjun Tekaan Telu di Tomohon (Sulawesi Utara), Pulau Dodola di Kabupaten Pulau Morotai (Maluku Utara), dan Pulau Kumala di Kota Tenggarong (Kutai Kartanegara).

Sandiaga Uno menyampaikan apresiasinya kepada tim penyusun master plan yang melibatkan akademisi di setiap destinasi tersebut.

Acara Weekly Brief with Sandi Uno sendiri merupakan format temu pers dari Kemenparekraf yang menghadirkan informasi terkini mengenai perkembangan program dan kebijakan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Master plan ini diharapkan dapat menjadi panduan strategis dalam mengembangkan potensi wisata di Cemara Siu, sekaligus mendorong peningkatan jumlah wisatawan dan pertumbuhan ekonomi di Lombok Timur.

Berdasarkan Master Plan ini akan dibangun portal hub di Cemara Siu oleh Kemenparekraf. Lokasi tersebut akan menjadi salah satu destinasi wisata utama ketika wisatawan datang ke Sembalun. Segala informasi tentang wisata Sembalun akan ditemukan penjelasan detailnya di Cemara Siu. Karena menjadi pusat informasi wisata dan budaya di Sembalun dan Geopark Rinjani secara umum. (rus)