Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 543

Presiden Baru Disambut Harapan Baru Pengusaha NTB

0
Lalu Akram(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pelantikan presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming akan dilaksanakan Minggu, 20 Oktober 2024. Kalangan pengusaha di Provinsi NTB juga turut antusias menyambut pemimpin baru republik ini.

Pengusaha di NTB yang tergabung didalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menunggu, gebrakan baru terkait perekonomian, agar pengembangan dunia usaha dapat dilakukan lebih maksimal.

Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin NTB, H. Lalu Akram Wirahady di Mataram, Jumat, 18 Oktober 2024 menilai, pemimpin baru ini akan langsung bergerak cepat. Jika dilihat persiapan pra pelantikan. Dari penentuan calon-calon menteri untuk kabinet baru, 20 Oktober, 21 Oktober dilantik para menteri dan 22 Oktober sidang kabinet.

Menurut Lalu Akram, penguatan tim ekonomi pemimpin baru diharapkan dapat berdampak kepada penguatan pengelolaan ekonomi republik Indonesia yang lebih baik. Dengan harapan dapat mensejahterakan rakyat.

Dua program besar yang menjadi perhatian adalah program makan siang gratis bagi anak-anak sekolah. Menurutnya, program strategis ini tidak hanya akan berdampak kepada pemenuhan gizi anak-anak yang menjadi sasaran program.

Lebih dari itu, rantai perputaran ekonominya akan sangat membantu pemulihan ekonomi rakyat. Sebab, dengan tingginya kebutuhan bahan baku untuk program makan gratis ini, produksi petani dari sayur mayur atau yang terkait dengan lauk pauk akan semakin bergairah.

“Bayangkan itu, tidak sedikit kebutuhannya. Dampaknya adalah kepada petani secara luas. Sektor pertanian akan bergairah, dan ekonomi ikutannya juga akan bergairah,” tambahnya.

Kedua, dengan melanjutkan program rumah subsidi, baik di pedesaan, maupun di perkotaan, menurut Lalu Akram, efeknya sangat besar terhadap perputaran ekonomi.

Program rumah subsidi telah menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang cukup signifikan dalam mendorong pertumbuhan sektor properti dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, seiring berjalannya waktu, program ini juga membawa sejumlah dampak ekonomi yang perlu diperhatikan.

Program perumahan secara langsung mendorong peningkatan permintaan akan bahan bangunan, tenaga kerja konstruksi, dan layanan terkait properti lainnya. Hal ini berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

Pembangunan perumahan embutuhkan banyak tenaga kerja, baik terampil maupun tidak terampil. Ini membantu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dengan memiliki rumah sendiri, masyarakat cenderung meningkatkan pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga lainnya, seperti perabot, elektronik, dan jasa perbaikan. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan konsumsi dan perekonomian secara keseluruhan.

Industri yang terkait dengan sektor properti, seperti industri bahan bangunan, perbankan, dan jasa keuangan, juga akan ikut tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan perumahan subsidi, kata Lalu Akram.

Program rumah subsidi tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang lebih kecil. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah tersebut secara merata.

“Program-program kepala negara yang baru sangat bagus, dan bersentuhan langsung dengan ekonomi. Saat ini yang perlu diperhatikan perekonomian kerakyatan. Karena infrastruktur sudah terbangun dimana-mana,” demikian Lalu. Akram.(bul)

Krisis Air Pengaruhi Lama Kunjungan Wisatawan di Gili Tramena

0
Kunjungan wisatawan ke Gili Trawangan (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Ketua Asosiasi Travel Indonesia (Astindo) NTB, Sahlan M Saleh mengungkapkan krisis air di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air (Tramena) berdampak terhadap lama kunjungan wisatawan ke destinasi wisata tersebut.

“Kunjungan wisatawan ke Tramena bisa tujuh sampai sepuluh hari. Namun, karena krisis air yang semakin sulit mereka memutuskan untuk beranjak dari Tramena lebih awal,” ujarnya di Mataram, Kamis 17 Oktober 2024.

Sahlan menuturkan krisis air dapat mengganggu pariwisata mulai dari kenyamanan wisatawan, potensi jumlah pengeluaran yang dibelanjakan wisatawan, hingga memengaruhi minat wisatawan yang akan berkunjung.

Astindo berharap pemerintah bisa segera mengatasi permasalahan krisis air tersebut agar Gili Tramena tidak sepi kunjungan wisatawan. Sahlan mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat terkait dengan perkembangan kondisi pariwisata di Gili Tramena tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata NTB. Namun, langkah konkret untuk menyelesaikan krisis air ada di tangan pemerintah provinsi,” ujarnya. Sahlan mengharapkan krisis air tidak menjadi persoalan yang berlarut-larut hingga menimbulkan dampak yang lebih buruk bagi aktivitas pariwisata di Gili Tramena.

“Jangan terbiasa menyelesaikan masalah setelah persoalannya semakin sulit. Mumpung wisatawan kita masih berkunjung ke tiga gili, sebaiknya kita atasi sebaik mungkin,” pungkasnya.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, krisis air di Gili Tramena terjadi karena perusahaan air baku di kawasan tersebut dihentikan oleh pemerintah pusat akibat limbah yang mencemari dan merusak ekosistem laut.

Pada 24 September 2024, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mencabut izin lokasi perairan PT Tirta Cipta Nirwana lantaran aktivitas produksi air baku yang dilakukan oleh perusahaan itu terbukti membuang limbah ke laut.

Berdasarkan investigasi Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, limbah yang dibuang ke laut itu mencemari dan merusak terumbu karang yang berada di Gili Trawangan. Pencemaran laut itu menyebabkan kelimpahan ikan karang di sana menurun hingga 75 persen. (ant)

Distanbun NTB Sukses Mitigasi Dampak Gagal Panen Akibat Kekeringan

0
Muhammad Taufieq Hidayat(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB, Muhammad Taufieq Hidayat mengakui bahwa ada sekitar 200  hektare lahan petani di NTB yang mengalami gagal panen akibat kekeringan di tahun 2024 ini. Namun, Distanbun NTB berhasil melakukam mitigasi melalui sejumlah kebijakan.

“Gagal panen sekitar 1,62 persen, sekitar 1.400 ton, kalau dikonversi dari luas tanam kita yaa sekitar 200 hektare,” ujarnya kepada Suara NTB.

Aktivitas panen petani di NTB.(ekbisntb.com/ist)

Meski demikian, ujar Taufieq, saat ini kebutuhan pangan NTB sudah sangat cukup. Yang mana di musim panen ketiga ini petani NTB sudah panen sekitar 1,262 juta ton gabah kering giling. Dan dikatakan mampu mencapai target nasional yaitu 1,40 juta ton di tahun 2024 ini.

“Di luas areal panen kita sebesar 242 ribu hektare, sementara kebutuhan kita dalam daerah kalau tidak semua padi keluar, kebutuhan kita setara 962 ribu ton gabah kering giling,” lanjutnya.

Meski ada beberapa hektare lahan petani alami gagal panen, Taufieq menjelaskan bahwa NTB mendapatkan tambahan areal tanam seluas 54 ribu hektare, dan sudah dimanfaatkan seluas 37 ribu hektare.

Pun dengan adanya bantuan pompanisasi dan irigasi perpompaan, hasil panen NTB dikatakan meningkat untuk tahun ini. “Meski ada gagal panen, ada perluasan areal tanam kita, ada intensifikasi pompanisasi, ada peningkatan produktivitas. Sehingga kekeringan meluas tidak berdampak signifikan terhadap produksi kita,” jelasnya.

Meski NTB masih berada di puncak kekeringan, Taufieq mengaku tidak khawatir dengan hasil panen petani. Pasalnya, dengan adanya bantuan pompanisasi dan penambahan areal tanam dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Yang mana awalnya petani hanya bisa panen padi dua kali, kini bisa tiga hingga empat kali.

“Memang kita berdampak meluas kekeringan, tapi bisa diantisipasi dengan mitigasi Pompanisasi. Sehingga mencatat kita per September sudah 1,262 juta ton produksi kita,” pungkasnya. (era)

Kontes Inovasi 2024, Mahasiswa dan Dosen Didorong Ciptakan Solusi Ekonomi Berkelanjutan

0
Suasana Kontes Inovasi 2024 dengan mengangkat tema “Produk Kreatif dan Inovatif Berbasis Riset Menuju Ekonomi Berkelanjutan” di Ruang Sidang Utama LPPM Unram pada Senin 15 Oktober 2024 dan Rabu 16 Oktober 2024. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Universitas Mataram (Unram) melalui Pusat Pengelola Inkubator Bisnis dan Inovasi (Kubinov) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) resmi menggelar Kontes Inovasi 2024 dengan mengangkat tema “Produk Kreatif dan Inovatif Berbasis Riset Menuju Ekonomi Berkelanjutan” berlangsung di Ruang Sidang Utama LPPM Unram pada Senin 15 Oktober 2024 dan Rabu 16 Oktober 2024. Kegiatan itu bertujuan mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan mahasiswa dan dosen.

Dalam kegiatan ini hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unram, Dr. Sujita, S.T., M.T.; Kepala LPPM Unram, Prof. Dr. Ir. Sukartono, M.Agr didampingi oleh Sekretaris LPPM Unram, Prof. Dr. Ir. I Gusti Putu Muliarta Aryana, MP.; Dr. Didy Ika Supryadi, SE., MM. selaku Kepala Pusat Kubinov LPPM Unram dan Abdurrahman, SE., MM. selaku Ketua Panitia Kontes Inovasi 2024.

Ketua Panitia Kontes Inovasi 2024, Abdurrahman, SE., MM., dalam laporannya menyampaikan bahwa kontes inovasi tahun ini berlangsung selama dua hari, diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari 27 mahasiswa dan 7 dosen. “Kami berharap ini dapat menjadi langkah awal untuk mempublikasikan hasil karya dosen dan mahasiswa, baik melalui penelitian maupun pengabdian masyarakat yang bermanfaat bagi institusi dan masyarakat,” ungkapnya.

Dengan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen, kontes ini membuka ruang bagi setiap individu untuk mengekspresikan ide-ide segar yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai inovasi yang dihadirkan mencakup bidang teknologi, kesehatan, lingkungan, dan sosial yang menunjukkan keberagaman pemikiran dan pendekatan yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada.

Kepala LPPM Unram, Prof. Dr. Ir. Sukartono, M.Agr. menyampaikan, kontes ini merupakan kesempatan bagi para inovator untuk menunjukkan potensi mereka, serta mendapatkan dukungan dalam mengembangkan ide-ide menjadi produk nyata. Pihaknya berharap dapat menciptakan sinergi antara akademisi dan masyarakat serta instansi pemerintah.

“Melalui kontes ini, Unram tidak hanya meningkatkan kreativitas dan kolaborasi di kalangan civitas akademika, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang sejalan dengan visi universitas untuk menjadi institusi unggul dan berdaya saing global. Inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi universitas di kancah nasional dan internasional,” ujar Prof. Sukartono.

Kontes ini turut mendorong kolaborasi dan pertukaran ide yang konstruktif. Setiap inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat, sekaligus meningkatkan relevansi penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh civitas akademika.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unram, Dr. Sujita, S.T., M.T. saat membuka acara menegaskan, kontes ini diharapkan dapat mendorong semangat inovasi yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa dan dosen, serta menciptakan sinergi antara dunia akademik, industri, dan pemerintah.

“Dengan dukungan dari berbagai pihak, inovasi yang dihasilkan tidak hanya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga pada pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan semangat untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat, Unram berharap Kontes Inovasi 2024 dapat menjadi platform bagi generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat. (ron)

Kenalkan Adat dan Budaya Lokal, Pelaku Wisata di Sekotong Diajarkan Bahasa Inggris

0
Suasana perkenalan dan pengajaran dasar bahasa Inggris sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat Program inovasi Mandalika-BIPA untuk Masyarakat Inovatif yang digelar Kantor Bahasa NTB di Desa Pengantap, Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Program inovasi Mandalika-BIPA untuk Masyarakat Inovatif (Mandalika-Bumi) terus digalakkan oleh Kantor Bahasa Provinsi NTB. Sejak tahun 2023, program ini menjadi program inovasi yang menyasar para pelaku atau pegiat wisata dengan sasaran desa wisata. Pada tahun 2024 ini, desa wisata sasaran kegiatan, yaitu Desa Pengantap yang terletak di Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan ini melibatkan 20 peserta yang terdiri atas pelaku wisata dan masyarakat umum di Desa Pengantap, pada Kamis 17 Oktober 2024. Pada kesempatan ini, Ketua Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) BIPA Kantor Bahasa NTB, Zamzam Hariro menuturkan kegiatan Mandalika-Bumi merupakan salah satu wujud kepedulian Kantor Bahasa NTB dalam pemajuan bahasa dan sastra, baik bahasa Indonesia, daerah, maupun asing.

“Kami berupaya turut memajukan ekonomi melalui pariwisata. Salah satu caranya, yaitu dengan mengenalkan adat istiadat, budaya, dan cerita legenda kepada para wisatawan yang datang ke daerah Sekotong, terutama wisatawan asing. Hal ini bagus untuk kita kembangkan. Hal yang perlu kita lakukan adalah membuat wisatawan asing merasa nyaman dan merasakan keramahan kita,” tutur Zamzam.

Ia melanjutkan kegiatan dengan perkenalan dan pengajaran dasar bahasa Inggris sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Praktik juga diberikan seputar pengucapan kosakata dasar dalam bahasa Inggris sebagai bekal untuk percakapan atau komunikasi dasar masyarakat.

“Kami di sini sudah sering kedatangan wisatawan asing. Bahkan, beberapa wisatawan asing menginap cukup lama dan mempelajari kebudayaan lokal di sini,” ungkap Gunawan, salah seorang pegiat budaya dan wisata di Desa Pengantap. Ia juga merupakan salah seorang guru master Revitalisasi Bahasa Daerah tahun 2022.

Zamzam mengungkapkan pengembangan wisata berbasis lokal merupakan materi yang harus digarap dan dilaksanakan bersama. Selama tiga hari ke depan, pengajaran bahasa Inggris dilakukan berbasis kearifan lokal dengan mengunjungi berbagai lokasi wisata yang digarap oleh masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, pada kegiatan ini, Gunawan juga menceritakan berbagai kisah di balik penamaan lokasi wisata yang ada di Sekotong, mulai dari sejarah Gili Kere, cerita lokal Inaq Butuh dan Amaq Butuh, kisah Gunung Langit, dan beberapa kisah lainnya. Rencana ke depannya, kisah ini akan diangkat ke dalam bentuk buku cerita sebagai salah satu penunjang wisata di Desa Pengantap. (ron)

Pengembangan Teknologi Kelapa Sawit Didorong Lewat Skema Pendanaan Riset

0
Suasana sosialisasi Program Grant Riset Sawit 2024 kerja sama BPDPKS bersama Universitas Mataram melalui LPPM pada Senin 15 Oktober 2024. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Universitas Mataram (Unram) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar sosialisasi Program Grant Riset Sawit 2024 bertempat di Auditorium M. Yusuf Abu Bakar Unram pada Senin 15 Oktober 2024.

Sosialisasi ini bertujuan memperkenalkan skema pendanaan riset kelapa sawit menghasilkan teknologi dan/atau kebijakan yang mampu mewujudkan industri kelapa sawit nasional yang tangguh di pasar global, dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk peneliti, akademisi, dan praktisi industri kelapa sawit.

Dalam kegiatan ini hadir Kepala LPPM Unram, Prof. Dr. Ir. Sukartono, M.Agr.  didampingi Sekretaris Prof. Dr. Ir. I Gusti Putu Muliarta Aryana, M.P., serta 58 dosen dan peneliti di lingkungan Unram, serta menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, Prof. (Ris). Ir. Didiek Hadjar Goenadi, M.Sc., Ph.D., IPU., INV.

“Melalui grant riset ini, kami berharap dapat mendorong inovasi dan penerapan teknologi baru yang akan meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia,” ujar Prof. (Ris). Ir. Didiek Hadjar, selaku Koordinator Komite Penelitian dan Pengembangan BPDPKS.

Program ini mencakup berbagai tema riset, mulai dari peningkatan teknik budidaya, pengolahan hasil, hingga aspek pemasaran dan keberlanjutan lingkungan. Peserta sosialisasi diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pengajuan proposal riset yang sesuai dengan prioritas penelitian yang telah ditetapkan.

“Kerja sama antara BPDPKS dan Unram ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret, guna menjawab tantangan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” tambahnya.

Sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara akademisi dan industri, sehingga penelitian yang dilakukan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi pengembangan sektor kelapa sawit di Indonesia.

Kepala LPPM Unram, Prof. Dr. Ir. Sukartono, M.Agr. sekaligus moderator dalam kegiatan sosialisasi ini menekankan kegiatan ini merupakan langkah strategis yang memungkinkan para peneliti di lingkungan Unram untuk mengembangkan proposal riset yang sejalan dengan fokus dan prioritas yang ditetapkan oleh BPDPKS.

“Kami mengajak semua peneliti untuk berpartisipasi aktif dalam program ini dengan mengajukan ide-ide yang relevan. Sosialisasi ini merupakan peluang berharga untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi dan industri. Dengan memfokuskan riset pada seluruh aspek hulu hingga hilir perkebunan kelapa sawit, kami berharap dapat menghadirkan narasumber secara langsung untuk mengadakan klinik proposal sebelum pengajuan,” ungkap Prof. Sukartono.

Sebagai penutup Prof. Sukartono mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua peserta yang telah hadir dalam sosialisasi Program Grant Riset Sawit 2024. Dengan kolaborasi, BPDPKS dan LPPM Unram berkomitmen untuk menghasilkan teknologi dan kebijakan yang akan memperkuat industri kelapa sawit nasional di pasar global, dan bersama-sama mewujudkan masa depan yang berdaya saing dan berkelanjutan bagi sektor kelapa sawit Indonesia. (ron)

Tingkatkan Kesejahteraan Peternak, Pjs Bupati Sumbawa Serahkan 199 Bibit Sapi untuk Peternak

0
Penyaluran bibit sapi Bali betina ke sejumlah kelompok ternak di 10 kecamatan di Kabupaten Sumbawa, Kamis 17 Oktober 2024.(ekbisntb.com/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Penjabat Bupati Sumbawa, Dr. Najamuddin Amy, menyerahkan 199 ekor sapi bibit betina dengan tinggi 100 sentimeter bagi 26 kelompok peternak penerima bantuan yang tersebar di 10 Kecamatan.

“Tujuan utama dari program bantuan hibah ternak sapi ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengembangkan sektor peternakan, mendukung ketahanan pangan, dan menciptakan kemandirian ekonomi,” kata Doktor Najam, Kamis 17 Oktober 2024.

Doktor Najam melanjutkan, dengan adanya penambahan jumlah ternak sapi diharapkan bisa meningkatkan populasi ternak secara keseluruhan. Bantuan bibit ini, juga diharapkan adanya peningkatan kualitas genetik sapi sehingga produktivitasnya meningkat.

“Tujuan akhir kita untuk membantu memenuhi kebutuhan dan ketahanan pangan masyarakat di dalam daerah dan mengurangi ketergantungan pada impor, ” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbawa, H. Junaidi mengatakan, 26 kelompok ternak tersebut tersebar di 10 kecamatan. Yakni Batu Lanteh, Empang, Lab. Badas, Lape, Moyo Hilir, Moyo Hulu, Moyo Utara, Sumbawa, kecamatan Tarano dan Unter Iwes.

“Bantuan ini juga tersebar di 21 desa di Kabupaten Sumbawa yang dibiayai dari APBD Kabupaten Sumbawa tahun 2024,” Sebutnya.

Haji Jun memastikan bahwa bantuan Hibah kelompok tani ternak ini telah dilakukan verifikasi CPCL oleh KUPT prokeswan kecamatan. Berdasarkan hasil CPCL, dan kelompok tani ternak ditetapkan melalui SK Bupati Sumbawa Nomor 1564 tahun 2024 sebagai penerima bantuan hibah ternak.

“Jadi, semua proses sudah kita lalui sehingga kami pastikan bantuan ini telah menyalahi aturan yang berlaku, ” tukasnya. (ils)

Hindari Politisasi, Bulog Tunda Penyaluran Bantuan Pangan

0
Zuhri Hanafi(ekbisntb.com/dok)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumbawa, menunda penyaluran bantuan pangan pemerintah khusus untuk bulan November 2024 untuk menghindari politisasi atas bantuan tersebut.

“Jadi, program bantuan pangan pemerintah ini berlaku sepanjang tahun dan tidak ada kaitannya denvan Pilkada, karena bantuan ini murni dari pemerintah,” Kata pimpinan cabang (Pinca) Sub Divre Sumbawa, Zuhri Hanafi, kepada wartawan, Kamis 17 Oktober 2024.

Zuhri pun meyakinkan, penyaluran terhadap bantuan pangan tersebut tetap mendapat pengawalan dari satgas pangan. Hal tersebut dilakukan untuk menekan terjadinya penyimpangan dan munculnya penerima yang tidak terdata sebelumnya.

“Penyaluran bantuan ini tetap diawasi dan dikawal satgas pangan untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan saat pelaksanaan nanti,” terangnya.

Karena saat ini berada di musim kampanye Pilkada, maka penyaluran bantuan ini dihentikan penyalurannya untuk sementara. Pihaknya baru akan melanjutkan penyaluran, bantuan akan kembali pada bulan Desember 2024 mendatang.

“Bantuan ini murni program pemerintah yang tidak boleh ditumpangi sedikitpun oleh partai politik ataupun Pilkada. Karena ini murni program pemerintah yang sudah berjalan sejak Januari,” ujarnya.

Dijelaskan Zuhri dalam pendistribusian bantuan tersebut pihaknya melibatkan aparat, masyarakat dan semua pihak terkait lainnya. Karena bantuan ini tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak manapun apalagi kaitannya dengan Politik.

“Untuk penyaluran bantuan pangan pemerintah di Oktober ini sudah dilakukan, sementara untuk November kita tiadakan karena kita khawatir dimanfaatkan karena bertepatan dengan momen politik,” tambahnya.

Ia menambahkan, untuk penerima bantuan tersebut murni dari pemerintah pusat. Dimana sebelumnya data penerima telah diusulkan sejak tahun 2023 lalu, sehingga muncullah nama penerimanya.

“Jadi, bantuan ini bukan ditentukan baru-baru ini, Bulog menyalurkan bantuan sesuai data yang diterima dari pemerintah pusat. Khusus untuk bantuan pangan pemerintah menyiapkan 10 kilogram beras,” tukasnya. (ils)

AKD Terbentuk, F-Demokrat Minta Lintas Komisi Sikapi Krisi Air Bersih

0
Krisis air di Gili Meno diatasi dengan suplai menggunakan tongkang. Namun kemampuan APBD yang terbatas membuat program ini dipertanyakan. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Dicabutnya Izin Lokasi (sekarang KKPR) PT. Tiara Cipta Nirwana (TCN) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan menandai dimulainya persoalan baru, yakni ancaman krisis air bersih terhadap warga di dua Gili – Meno dan Trawangan, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Untuk itu, Fraksi Demokrat meminta lintas komisi maupun pimpinan DPRD untuk memberikan respons cepat atas hak dasar masyarakat tersebut.

Ketua Fraksi Demokrat, Ardianto, S.H., dikonfirmasi via telepon, Kamis 17 Oktober 2024 mengatakan, komisi-komisi di DPRD sesuai tupoksinya harus terlibat merespon isu air bersih di Gili Trawangan dan Meno. Pasalnya, persoalan Inlok perusahaan mitra PDAM yang sudah dicabut oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, bisa berdampak sangat luas. Tidak adanya pemenuhan akan air bersih, berdampak pada kualitas hidup, kesehatan warga, maupun keberlangsungan ekonomi masyarakat dan pengusaha perhotelan.

“Sesuai urusan masing-masing Komisi, maka hal yang sifatnya memberi masukan dan saran kepada pemerintah harus segera dilakukan. Atensi kita adalah bagaimana hak dasar masyarakat tidak tersandera oleh konflik perusahaan atau hal lain,” tegasnya.

Menurut dia, jangan sampai persoalan Pemda atau persoalan TCN justru menimbulkan kesenjangan kepentingan dasar berupa air bersih. DPRD sebagai representasi masyarakat harus berperan memberi saran, masukan ataupun solusi haik yang bersifat jjangka pendek, maupun jangka panjang.

“Persoalan TCN ya TCN, tapi tentu Pemda harus berikan solusi. Apakah distribusi air dengan pembiayaan APBD atau lobi ke pusat,” imbuhnya.

Menurut Anggota Komisi I DPRD ini, eksekutif dan DPRD KLU tidak boleh lambat memberi respon. Pasalnya, asosiasi pengusaha di satu sisi, sudah mengajukan surat ke eksekutif yang ditembuskan kepada berbagai tingkat pemerintahan termasuk lembaga legislatif.

“Apakah solusinya menggunakan tongkang, ya itu urusan Komisi II. Kalau berbicara APBD dan hak dasar masayarakat, muat tidak muat (anggaran), itu harus dipikirkan. Kalau urusan masyarakat, saya yakin selalu ada jalan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPRD KLU, Agus Jasmani, saat dikonfirmasi tak membantah pihaknya sudah bertemu dengan eksekutif melibatkan instansi teknis lain. Hanya saja, pembahasan di internal DPRD terhadap pemberian saran kepada eksekutif belum dilakukan.

“Memang surat dari asosiasi sudah kita terima, walaupun sifatnya tembusan. Kita juga rapat dengan Pak Bupati, tetapi untuk jelasnya akan kita sampaikan menyusul,” jawab Agus.

Politisi PKB ini berpandangan, persoalan air bersih ini memberi banyak pelajaran bagi manajemen pemerintahan. Utamanya, sebuah usaha yang dijalankan oleh swasta harus ramah lingkungan dan tidak merugikan masyarakat untuk jangka panjang. (ari)

Muhammad Suhaelan, Anak Penderita Polio Tetap Semangat Sekolah di Tengah Keterbatasan

0
Suhaelan bersama ibunya Jawahir di rumahnya di Tembang Putik Kecamatan Wanasaba. (ekbisntb.com/rus)

Muhammad Suhaelan, siswa kelas III di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Marraqitta’limat Desa Tembeng Putik Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tetap semangat sekolah meski di tengah keterbatasan. Penyakit polio yang dideritanya membuat ia tak bisa berjalan seperti anak seusianya.

MENJAWAB Ekbis NTB saat ditemui di kediamannya, Kamis 17 Oktober 2024, Suhaelan mengatakan kaki-kakinya terasa berat.  Meski begitu, ia mengaku tidak ada yang sakit.

Dari sekolah ke rumahnya jaraknya lebih dari 1 km. Keterbatasan fisik yang tidak normal tidak membuatnya patah semangat untuk tetap belajar. Ia selalu sambut hari-harinya dengan senyum. Setiap pagi hari selalu saja ada yang baik hati mengantarnya ke sekolah. Namun, terkadang karena jarak yang cukup jauh, acap kali ia terpaksa tak bisa berangkat, karena tidak ada yang antar.

Kondisi Suhaelan ini membuat LP2M Mitra Sehati turun tangan menyalurkan bantuan. Suhaelan dihadiahi sepeda listrik dengan tujuan bisa digunakan setiap hari ini pergi sekolah.

Ketua LP2M Mitra Sehati, Syamsuri menjelaskan setelah Suhaelan diberikan sepeda listrik tiap hari ia bisa bersekolah. Tidak pernah lagi alfa.

Kondisi fisik Suhaelan dan ekonomi keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan membuat LP2M Mitra Sehati ini tersentuh. Selain telah diberikan sepeda listrik, Suhaelan dan keluarga akan dibangunkan kamar mandi dengan water closet duduk. Terlihat, kondisi rumah sederhana tempat tinggalnya bersama ibu dan ayah sambungnya butuh perhatian.

Suhaelan juga setiap hari membantu orang tuanya jualan untuk membantu perekonomian keluarga. Suhaelan kemudian dijanjikan modal usaha untuk mengembangkan usaha jualan jajanan serabi dan jajanan kecil lainnya.

Ibu kandung Suhaelan, Jawahir menuturkan sebenarnya anaknya lahir normal pada bulan September 2009 silam. Akan tetapi, setelah usia dua tahun kondisi fisiknya tiba-tiba berubah dan diduga terkena polio.

Keterbatasan ekonomi keluarga membuat ia tak bisa membawa Suhaelan berobat. Jawahir hanya bisa pasrah dengan kondisi fisik anaknya. Ia sendiri kerap sakit-sakitan. Ayah kandung Suhaelan sudah lama meninggal. Ia kini tinggal bersama ayah sambung Suhaelan yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di Pasar Aikmel.

Sementara itu, di MTs Marraqitta’limat, Suhaelan dikenal sebagai anak yang berprestasi. Pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan beberapa waktu lalu, Suhaelan tampil sebagai salah satu perwakilan sekolah.

Wakil Kepala MTs Bidang Kesiswaan, Asnan menuturkan siswa didiknya termasuk anak yang cukup membanggakan. Suhaelan memiliki suara cukup merdu. “Dia ini seorang qori,” tuturnya.

Suhaelan menjadi satu-satunya anak berkebutuhan khusus di Mts Marraqitta’limat Tembeng Putik. Selama dua tahun ini dipastikan tidak pernah mendengar temannya melakukan perundungan. Sebelum dapat bantuan sepeda motor listrik, tidak jarang para pendidik yang mengantar Suhaelan pulang.

Perkembangan fisik Suhaelan katanya terus dipantau pihak sekolah. Dia menduga karena asupan gizi yang kurang membuat pertumbuhan kesehatan anak didiknya tersebut dilihat kurang baik.  “Kayaknya karena asupan gizi kurang,” ungkapnya.

Pihak sekolah ini mengaku saat ini belum mengarah kepada sekolah inklusi. Pasalnya, anak yang berkebutuhan khusus tidak disiapkan fasilitas khusus juga. Seperti tempat kamar mandi yang tidak berperspektif inklusi, sehingga Suhaelan masih cukup kesulitan ketika hendak ke kamar mandi. “Kita belum memiliki anggaran yang cukup untuk memenuhi itu,” demikian jawabnya. (rus)