Wednesday, April 8, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 538

Rupiah Melemah Karena Meningkatnya Kekhawatiran Prospek Ekonomi Dunia

0
Kurs rupiah terhadap dolar AS(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kurs rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa melemah karena meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global mengenai isu kenaikan tarif impor Amerika Serikat (AS) jika Donald Trump menang dalam Pemilihan Presiden AS pada November 2024.

Pada akhir perdagangan Selasa, rupiah tergelincir 63 poin atau 0,41 persen menjadi Rp15.567 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.504 per dolar AS.

“Pembalikan rupiah cenderung disebabkan oleh kekhawatiran mengenai prospek ekonomi global seiring munculnya kembali kekhawatiran atas kenaikan tarif impor AS jika Donald Trump menang dalam pemilu presiden AS November mendatang dan perkembangan ekonomi Tiongkok,” kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Selain itu, pernyataan dari beberapa pejabat bank sentral AS atau Fed mendorong penguatan dolar AS. Salah satu pejabat Fed, Neel Kashkari, menyatakan bahwa ia mendukung laju pemotongan suku bunga kebijakan yang lebih lambat untuk kuartal ini.

Selain itu, ia mempertanyakan apakah suku bunga netral seharusnya lebih tinggi dari proyeksi Fed, dengan mempertimbangkan resiliensi indikator ekonomi AS.

Nada serupa mengenai suku bunga netral juga datang dari pejabat Fed lainnya, Mary Daly. Ia memperkirakan suku bunga netral mendekati 3 persen. Pejabat Fed lainnya, Jeffrey Schmid, setuju pada laju pemotongan suku bunga kebijakan yang lebih lambat.

Menurut Josua, pernyataan mereka menegaskan bahwa beberapa pejabat Fed mendukung pemotongan suku bunga kebijakan yang lebih lambat ke depannya dan suku bunga netral yang lebih tinggi.

Sinyal dari pejabat Fed tersebut meningkatkan permintaan dolar AS, dan meningkatkan imbal hasil (yield) US Treasury. Pada akhir sesi perdagangan Senin, Indeks Dolar AS terapresiasi sebesar 0,50 persen menjadi 104,01, dan yield US Treasury 10-tahun naik sebesar 11 basis poin (bps) menjadi 4,20 persen.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke level Rp15.560 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.465 per dolar AS. (ant)

BI: Uang Beredar Tumbuh Mencapai Rp9.044,9 Triliun pada September 2024

0
Bank Indonesia (BI)(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Bank Indonesia (BI) mengatakan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2024 tercatat sebesar Rp9.044,9 triliun atau tumbuh 7,2 persen year on year (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya.

“Perkembangan ini didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 6,9 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,3 persen (yoy),” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Selasa.

Ramdan menuturkan perkembangan M2 pada September 2024 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat.

Penyaluran kredit pada September 2024 meningkat sebesar 10,4 persen (yoy), tetap tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 10,9 persen (yoy).

Tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh sebesar 12,3 persen (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. Sementara itu, aktiva luar negeri bersih terkontraksi sebesar 0,3 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya terkontraksi sebesar 1,1 persen (yoy).

Kredit yang diberikan hanya dalam bentuk pinjaman (loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (debt securities), tagihan akseptasi (banker’s acceptances), dan tagihan repo.

Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri, dan kredit yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk. (ant)

Harga Emas Antam Selasa Turun Rp4.000 jadi Rp1,510 juta per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Selasa turun Rp4.000, sehingga harga emas per gram kini menjadi Rp1.510.000 juta per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Selasa 22 Oktober 2024 turut turun ke angka Rp1.360.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Selasa:

-Harga emas 0,5 gram: Rp805.000

– Harga emas 1 gram: Rp1.510.000

– Harga emas 2 gram: Rp2.960.000

– Harga emas 3 gram: Rp4.415.000

– Harga emas 5 gram: Rp7.325.000

– Harga emas 10 gram: Rp14.595.000

– Harga emas 25 gram: Rp36.362.000

– Harga emas 50 gram: Rp72.645.000

– Harga emas 100 gram: Rp145.212.000

– Harga emas 250 gram: Rp362.765.000

– Harga emas 500 gram: Rp725.320.000

– Harga emas 1.000 gram: Rp1.450.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Pemerintah Diharapkan Susun Kebijakan Tepat bagi Pekerja Informal

0
Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka diharapkan menyusun kebijakan yang tepat bagi pekerja informal salah satunya di industri transportasi berbasis aplikasi (ride hailing).

Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah mengatakan,saat ini banyak angkatan kerja yang tidak terserap oleh sektor-sektor formal sehingga banyak dari angkatan kerja yang memilih bekerja di sektor informal yang antara lain buruh harian, pekerja borongan pabrik, atau juga sebagai Gig Worker (pekerja lepas) seperti ojek online (ojol) atau taksi online.

“Saat ini ekonomi RI hanya mampu menyerap sekitar 200 ribu tenaga sektor formal setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi. Sehingga dengan PDB di kisaran 5 persen maka sektor formal hanya mampu menyerap sekitar 1-1,2 juta tenaga kerja per tahun,” kata Piter dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Pertumbuhan angkatan kerja baru setiap tahunnya berkisar antara 3- 4 juta, katanya, sementara ketersediaan lapangan kerja formal hanya mampu menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja.

Dampak ketidakseimbangan antara pertumbuhan lapangan kerja formal dengan pertumbuhan angkatan kerja inilah yang membuat banyak angkatan kerja yang memilih pekerjaan informal seperti ojol sebagai penopang biaya hidup.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Segara Research Institute bertajuk “Potret Beban Kerja Dan Penghasilan Pekerja Informal di Indonesia” menunjukan bahwa pekerjaan informal sebagai pengemudi taksi online dan pengemudi ojol menyerap lulusan S1 tertinggi dibandingkan pekerjaan informal lainnya.

Hasil survei itu menunjukkan sebesar 26,53% dari responden pengemudi taksi online, dan 17,42 persen dari responden pengemudi ojol adalah lulusan sarjana.

Menurut hasil survei tersebut, banyaknya angkatan kerja yang memilih bekerja sebagai pengemudi taksi online dan ojol dikarenakan keduanya memiliki banyak kelebihan dibandingkan sektor informal lainnya.

Pertama yaitu dari sisi penghasilan yang lebih besar, dimana rata-rata penghasilan per bulan mereka masing-masing Rp7,23 juta per bulan dan Rp 5,36 juta per bulan. Sementara pekerjaan informal lainnya, misalkan pengemudi konvensional hanya mendapatkan penghasilan rata-rata Rp4,79 juta per bulan.

Kemudian dari sisi jaminan keselamatan kerja dan kesehatan kerja, rata-rata pengemudi taksi online dan ojol mendapatkan bantuan kedua fasilitasi tersebut. Sementara pekerja informal lainnya menyatakan hanya sedikit dari mereka yang mendapatkan fasilitas tersebut.

Selain itu dari sisi waktu atau jam kerja. Dimana ojol atau taksi online memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel dalam menentukan sendiri jumlah jam kerja mereka.

Oleh karena itu, Piter berharap pemerintah memberikan dukungan kebijakan yang tepat terhadap potret pekerja informal sehingga regulasi yang ada mampu melindungi pekerja informal termasuk di sektor ride hailing.

Ketika hendak menerbitkan regulasi terhadap Gig Worker, tambahnya, pemerintah perlu memahami kondisi, tingkat kesejahteraan, dan fasilitas yang dibutuhkan para pekerja informal itu.

“Dan jangan sampai kebijakan tersebut mereduksi prinsip Gig Worker, karena akan merusak ekosistemnya,” katanya.

Menurut dia, tugas pemerintah seharusnya bukan memformalkan pekerjaan informal ke formal, tapi lebih fokus pada penyerapan tenaga kerja di sektor formal. (ant)

ASDP Perkuat Digitalisasi Ferizy Hadapi Liburan Natal-Tahun Baru 2025

0
Aplikasi Ferizy (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam upaya menghadapi lonjakan penumpang selama periode liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 mengoptimalkan layanan reservasi tiket feri secara daring melalui aplikasi Ferizy.

Perseroan memprediksi lonjakan penumpang liburan akhir tahun 2024 akan berlangsung dari 15 Desember 2024 hingga 7 Januari 2025.

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menekankan pentingnya keberhasilan penerapan sistem online ticketing yang telah terbukti pada arus balik Angkutan Lebaran sebelumnya, dengan lebih dari 98,2 persen pemudik tiba tepat waktu di Pelabuhan Bakauheni.

“Kami mendorong masyarakat membeli tiket secara online via Ferizy, minimal H-1 sebelum keberangkatan, serta tiba di pelabuhan sesuai jadwal yang tertera di tiket,” kata Shelvy dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Digitalisasi ini, menurutnya, membantu distribusi arus penumpang lebih merata dan mempercepat proses pelayanan, mengurangi antrean, serta memastikan pencatatan manifes yang lebih akurat.

Tren peningkatan penggunaan aplikasi Ferizy juga menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya terhadap kemudahan dan keandalan platform pemesanan tiket via daring berbasis aplikasi maupun website ini.

Sejak diluncurkan pada 2020, Ferizy telah mengalami pertumbuhan pengguna yang signifikan, mulai dari 438.105 pengguna di tahun pertama hingga mencapai lebih dari 2,5 juta pengguna hingga September 2024.

Saat ini, layanan digital ASDP telah diterapkan di 47 pelabuhan di seluruh Indonesia, memungkinkan pengguna membeli tiket hingga H-60 sebelum keberangkatan.

ASDP juga menyediakan berbagai metode pembayaran, mulai dari transfer bank hingga e-wallet seperti LinkAja, OVO, dan DANA, guna memberikan fleksibilitas bagi pengguna jasa.

ASDP memperluas layanan e-ticketing di Cabang Surabaya, termasuk Pelabuhan Bawean, Paciran dan Gresik, mulai 8 Oktober 2024. Melalui situs trip.ferizy.com, ASDP memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memesan tiket penyeberangan.

“Dengan digitalisasi ini, pengguna jasa tidak perlu khawatir kehabisan tiket karena dapat memesan jauh hari sebelum keberangkatan. Ketika tiba di pelabuhan, pengguna yang telah memiliki tiket dipastikan bisa berangkat,” ujarnya.

ASDP mengoperasikan 6 kapal di Surabaya, dengan total 9 lintasan, termasuk 3 lintasan perintis. Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 31 Agustus 2024, lintasan Gresik-Bawean mencatat kenaikan jumlah penumpang sebesar 40 persen menjadi 20.167 orang, sementara kendaraan mengalami kenaikan 11 persen menjadi 2.758 unit.

Sementara di lintasan Kalianget-Kangean, jumlah penumpang tercatat mencapai 12.282 orang, dengan penurunan 12 persen pada kendaraan roda dua, dan peningkatan 24 persen untuk kendaraan roda empat. Jumlah truk logistik di lintasan ini juga naik 35 persen, mencapai 1.426 unit. (ant)

Mentan Amran Pastikan Stok CPO Cukup untuk Bahan Baku B50

0
Amran Sulaiman(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan ketersediaan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih sangat mencukupi untuk bahan biodiesel 50 persen atau (B50).

Amran mengatakan Indonesia memiliki produksi CPO yang melimpah, yakni sekitar 46 juta ton, sedangkan yang dibutuhkan untuk pembuatan B50 hanya 5,3 juta ton.

“CPO kita produksinya 46 juta ton, sekarang dalam negeri (kebutuhan) kita pakai 20 juta ton. Kita ekspor 26 juta ton, kalau kita mengambil 5,3 juta ton, berarti nggak ada masalah kan,” kata Amran di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, kata Amran, pemerintah lebih mengutamakan kebutuhan di dalam negeri dibandingkan untuk ekspor. Apabila membutuhkan lebih banyak bahan baku CPO untuk B50, maka stok tersebut akan diambil dari kuota ekspor.

“Kita kurangi (kuota ekspor CPO) sesuai kebutuhan dalam negeri. Kita prioritaskan dalam negeri,” ujarnya.

Implementasi B50, lanjut Amran, paling lambat dilaksanakan pada 2026. Namun demikian, program B40 dijalankan pada Januari 2025.

“2025 Januari itu B40, mudah-mudahan bisa lebih cepat,” ucapnya.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, Indonesia telah siap untuk menerapkan wajib bahan bakar minyak (BBM) biodiesel B40 pada 2025.

B40 merupakan bahan bakar dengan komposisi 40 persen minyak kelapa sawit dan 60 persen solar.

“Kesiapan (BBM) B40 sih sudah siap karena kita sekarang (BBM) B35,” kata Airlangga saat Green Initiative Conference 2024 di Jakarta, Selasa 24 September 2024.

Ia juga menyebutkan tidak ada kendala selama proses produksi B40.

Program peningkatan biodiesel B35 menjadi B40 merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjalankan transisi energi dari ketergantungan pada bahan balar fosil ke sumber energi terbarukan.

Nantinya, pemberlakuan B40 akan menyedot banyak penggunaan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebagai bahan dasar untuk BBM tersebut.

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM Eniaya Listiani Dewi menyampaikan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan infrastruktur untuk meningkatkan biodiesel dari B40 menuju B50. (ant)

UMKM NTB Sambut Positif Adanya Kementerian Khusus UMKM RI

0
Indah Purwanti(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi NTB menyambut keputusan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming membentuk Kementerian khusus yang menangani UMKM. Pecahan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo pada 20 Oktober 2024 mengumumkan terbentuknya Kabinet Merah Putih. Didalamnya, terdapat Kementerian UMKM. Menterinya Maman Abdurrahman.

Ketua Lombok Womenpreneur Club (LWC), Indah Purwanti menyampaikan selamat atas dibentuknya Kementerian UMKM RI. Menurut pengusaha mutiara ini, banyak program-program yang dibutuhkan UMKM jika pemerintah republik ini ingin menjadikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian.

Dengan adanya Kementerian UMKM ini, diharapkan pemerintah dapat fokus membangun UMKM. salah satu diantara harapan UMKM adalah dilakukannya pembinaan khusus UMKM sesuai kluster.

Yang terjadi selama ini, pembinaan kepada UMKM nyaris bersifat monoton, dan dilakukan tumpang tindih oleh antar instansi pemerintah.

“Tidak dilakukan pembinaan secara kluster. Misalnya, UMKM grade A adalah UMKM ekspor, program yang diberikan tidak jauh dari ekspor dan jaringan pasar. UMKM kelas B misalnya UMKM yang sudah tuntas standar dan kemasan produknya. Sesuaikan juga pembinaannya. Begitu juga UMKM kelas C atau UMKM pemula, treatment-nya harus khusus. Tidak asalah program untuk semua,” kata Indah di Mataram, Selasa, 22 Oktober 2024.

Selain itu, menurut Indah, perlu dipisahkan program pembinaan masing-masing OPD atau instansi terkait. Misalnya, untuk produksi dan pengolahan produk, dilakukan khusus oleh Dinas Koperasi. Untuk hasil produk, terkait pemasarannya ditangani khusus oleh Dinas Perdagangan. Dan seterusnya, sesuai kaiatan.

Indah Purwanti juga menyinggung keberadaan PLUT KUMKM (Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah) sebagai unit pelaksana teknis yang memberikan jasa non-finansial bagi koperasi dan usaha mikro kecil menengah.

Contohnya PLUT KUMKM yang ada di Jalan Pemuda, Mataram terkesan tumpang tindih programnya dengan Bidang Perdagangan. Seharusnya, program utama membangun UMKM berdasarkan klusternya. Justru PLUT KUMKM fungsinya seperti Perdagangan, menjual produk UMKM.

“Banyak program kepada UMKM yang saling tumpang tindih. Jangan gedung dibangun bagus-bagus tapi tidak besar efeknya kepada UMKM,” jelas Indah.

Selain itu, Indah juga menyampaikan harapan UMKM, agar Kementerian UMKM RI ini nantinya dapat mewujudkan one produk one village atau satu desa satu produk. Misalnya, di Lombok ada Desa Sukarara sebagai penghasil tenun.

Desa-desa lainnya juga harus memiliki keunikan. Sehingga harapan pemerintah untuk satu desa satu produk seperti di Thailand, bisa diwujudkan.

“Kalau soal permodalan, pemerintah sudah menyiapkan KUR (kredit usaha rakyat) dengan bunga kecil. Ini bagus, dan pemerintah bisa meningkatkannya,” demikian Indah.(bul)

Pemprov Prihatin, Kredit Macet Pinjol Tertinggi di Indonesia

0
Dr. H. Fathul Gani, M.Si(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemprov NTB prihatin atas jerat pinjaman online kepada masyarakat yang massif. Tak kalah memperihatinkan adalah persentase kredit macetnya tertinggi di Indonesia.

Asisten II Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani.,M.Si menyampaikan keprihatinan pemerintah daerah terhadap fenomena ini. menurutnya, peran aktif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai otoritas disektor keuangan untuk terus memfasilitasi masyarakat alternatif-alternatif pembiayaan yang mudah dan murah. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan pilihan pembiayaan yang menarik agar pinjol tak merajalela.

“(Pinjol) ini menjadi keprihatinan kita , disatu sisi memang masyarakat membutuhkan akses pembiayaan yang simpel,” katanya, Selasa, 22 Oktober 2024.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB berupaya memperkuat peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Fathul Gani mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih banyaknya masyarakat yang terjebak dalam jeratan rentenir. Padahal, di sisi lain, masyarakat sangat membutuhkan akses pembiayaan untuk meningkatkan perekonomiannya.

“Harapan kita, fungsi koperasi bisa dikembalikan seperti era jayanya dulu. Karena masyarakat sangat membutuhkan akses pembiayaan untuk meningkatkan perekonomiannya,” ujar Ketua Kwarda Pramuka NTB ini.

Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah dengan memperkuat akses permodalan koperasi. Dengan demikian, koperasi dapat memberikan pinjaman kepada anggotanya dengan bunga yang rendah, sehingga masyarakat tidak terjerat pinjaman online (pinjol).

Ia menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, Fathul menyarankan agar koperasi menjalin kemitraan dengan perbankan. Sebagai contoh, program subsidi bunga bank untuk peternak di Lombok Timur dapat dijadikan model.

“Dengan adanya subsidi dari pemerintah, maka beban bunga pinjaman koperasi akan berkurang, sehingga sangat membantu masyarakat,” jelasnya.

Kendati demikian, Fathul menegaskan bahwa tidak semua anggota koperasi juga berhak mendapatkan subsidi bunga. Pemerintah perlu melakukan klasifikasi terhadap kelompok masyarakat yang memang membutuhkan bantuan tersebut.

“Upaya memperkuat fungsi koperasi harus dimulai dari tingkat kabupaten/kota, kemudian pemerintah provinsi dapat memberikan intervensi,” tambahnya.

Selain itu, Fathul juga mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk lebih aktif menyalurkan kredit skala kecil kepada masyarakat.

“BPR juga kita harapkan terus memperluas akses pinjaman. Karena pinjam di pinjol itu hanya Rp500 ribu, atau Rp1 juta,” tegasnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Fathul meminta OJK untuk berperan aktif dalam memfasilitasi dan mengawasi kegiatan koperasi dan BPR.

“Peran aktif OJK sangat penting untuk memerangi pinjol dan rentenir,” pungkasnya.(bul)

Krisis Air Bersih di Gili, KLU Buka Komunikasi dengan KKP

0
Hermanto(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Sejak dicabutnya izin Pemanfaatan Ruang Laut (PRL) PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 27 September 2024 lalu, masalah penyaluran air bersih ke Gili Trawangan dan Gili Meno kembali menjadi masalah. Pasalnya, penyulingan air bersih yang dilakukan oleh PT TCN merupakan satu-satunya sumber air bersih yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di dua lokasi tersebut.

Agar tidak terjadi krisis air bersih seperti yang terjadi beberapa bulan lalu, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menyatakan akan segera membuka komunikasi dengan KKP terkait dengan solusi jangka panjang maupun pendek permasalahan air bersih di dua Gili ini.

“Segera berkomunikasi dan berkoordinasi dengan KKP,” ujar Asisten II Setda KLU, Ir. Hermanto, Senin, 21 Oktober 2024.

Ia mengungkapkan pihaknya telah bersurat kepada pihak Kementerian untuk mendiskusikan lebih lanjut mengenai masalah air bersih di Gili ini.

Hermanto menjelaskan, saat ini penyaluran air bersih ke Gili Meno dan Trawangan masih dilakukan oleh PT TCN. Karena yang dipermasalahkan oleh KKP dan KPK adalah penyulingan yang dilakukan diluar area yang sudah ditetapkan dalam kontrak kerja sama.

“Yang bermasalah itu di tempat yang baru. Yang dapat izin di satu kawasan, dia ngebornya di kawasan lain. Sekarang sudah disetop kegiatan yang bermasalah itu,” ungkapnya.

Menurutnya, alasan PT TCN melakukan pengeboran tanpa izin di luar wilayah kerja sama karena kebutuhan air bersih di Gili cukup tinggi, dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan Kecamatan Tanjung. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Gili ini, dilakukan pengeboran di area lain.

“Kalau air surut, dia mati mesinnya. Oleh itulah dasarnya dia cari tempat baru,” katanya.

Ia melanjutkan, PT TCN telah mencoba mengajukan area penyulingan baru. Namun, karena membutuhkan proses yang cukup panjang, sehingga ia melakukan penyulingan sendiri tanpa izin. (era)

Literasi Kesehatan Mental, Fakultas Kedokteran Unizar Ungkap Tren Baby Boomer hingga Gen Z

0
Acara diseminasi hasil penelitian bertema Literasi Kesehatan Mental Berbasis Internet (e-Heals) dan kaitannya dengan sikap pencarian bantuan kesehatan mental yang digelar tim peneliti FK Unizar, pada Sabtu 19 Oktober 2024. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) menggelar acara diseminasi hasil penelitian penting bertema Literasi Kesehatan Mental Berbasis Internet (e-Heals) dan kaitannya dengan sikap pencarian bantuan kesehatan mental. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom dan disiarkan langsung di YouTube, Sabtu 19 Oktober 2024.

Penelitian tersebut merupakan hibah dari Kemendikburistek tahun 2024, dilakukan oleh tim peneliti Fakultas Kedokteran Unizar, Ayu Anulus, SST., M.K.M., dan dr. Yolly Dahlia, Sp.KJ.

Ayu Anulus menjelaskan, penelitian ini menyoroti bagaimana literasi kesehatan mental berbasis internet memengaruhi sikap masyarakat Indonesia dalam mencari bantuan kesehatan mental, terutama di kalangan empat generasi: Baby Boomer, Generasi X, Generasi Y (Milenial), dan Generasi Z. Dengan semakin meningkatnya penggunaan teknologi serta akses yang lebih luas terhadap informasi kesehatan mental secara daring, penelitian ini menjadi sangat relevan dalam konteks masyarakat modern.

“Selain itu, penelitian ini juga bertujuan memahami perbedaan antar generasi memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan informasi kesehatan mental secara daring,” ujar Ayu Anulus.

Radiah Ajeng Nursyifa, mahasiswa Fakultas Kedokteran Unizar, sebagai pembawa acara. Sementara itu, dua mahasiswa lainnya, Komang Riski Sastrawan dan Sang Ayu Putu Sollenne Abilita, mendukung kelancaran teknis sebagai tim IT.

Dalam sesi pemaparan, tim peneliti mengungkap adanya perbedaan signifikan dalam pemahaman dan sikap terhadap pencarian bantuan kesehatan mental di antara keempat generasi. Generasi Baby Boomer dan X cenderung lebih enggan mencari bantuan kesehatan mental melalui internet dibandingkan dengan Generasi Y dan Z yang lebih familiar dengan teknologi. Temuan ini menunjukkan pentingnya menyesuaikan pendekatan penyebaran informasi agar lebih relevan dan efektif bagi setiap kelompok usia.

Selain pemaparan penelitian, dua pakar di bidang kesehatan mental dan ilmu statisik turut memberikan pandangan mereka. dr. H. Danang Nur Adiwibawa, Sp.KJ., SH, seorang psikiater yang fokus pada kesehatan mental komunitas, menyoroti pentingnya pengembangan platform kesehatan mental yang ramah pengguna, terutama bagi generasi yang kurang akrab dengan teknologi. Ia menekankan platform digital harus mudah diakses dan dipahami oleh semua generasi untuk memaksimalkan dampak positifnya.

Sementara itu, Dr. Lilik Hidayati, S.Si., M.Si., pakar ilmu statistik, menekankan pentingnya kolaborasi antara teknologi dan edukasi. Menurutnya, pendekatan edukatif yang terintegrasi dengan teknologi modern sangat penting untuk meningkatkan literasi kesehatan mental, terutama di kalangan generasi muda yang semakin bergantung pada media digital. Diskusi semakin menarik saat peserta menanyakan bagaimana akses informasi yang masif di internet mempengaruhi kesehatan mental, khususnya di kalangan Generasi Z.

Acara ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana literasi kesehatan mental berbasis internet dapat mengubah sikap masyarakat Indonesia dalam mencari bantuan. “Penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan mental lintas generasi, serta mendorong masyarakat agar lebih proaktif menjaga kesehatan mental,” ujar Ayu Anulus. (ron)