Wednesday, April 8, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 535

DKP Siapkan Bantuan 10,6 Ton Beras untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem

0
Faesal Abdussamad(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, telah menyiapkan bantuan 10,6 ton beras cadangan pangan sebagai antisipasi dampak cuaca ekstrem yang biasa terjadi setiap akhir tahun hingga awal tahun.

“Beras cadangan pangan itu merupakan alokasi bantuan untuk warga terdampak bencana melalui APBD Kota Mataram,” kata Kepala Bidang Distribusi Cadangan Pangan DKP Kota Mataram Faesal Abdussamad di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan 10,6 ton beras cadangan pangan itu pengadaan pada 2024 melalui APBD perubahan, sebanyak 10 ton dan sisanya 600 kilogram merupakan sisa alokasi pada 2023.

Setiap tahun, DKP Kota Mataram menyiapkan bantuan beras cadangan pangan 10 ton. Jika ada sisa tahun sebelumnya akan dilakukan akumulasi dengan pengadaan tahun berikutnya.

“Seperti alokasi tahun 2023 sebanyak 10 ton, tapi sampai saat ini yang terpakai 9 ton 400 kilogram sehingga sisa 600 kilogram kami akumulasi dengan pengadaan tahun ini,” katanya.

Dia mengatakan beras tersebut bisa dikeluarkan ketika ada ada laporan warga terdampak bencana, misalnya dampak kemarau atau bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin puting beliung, gelombang pasang, serta longsor.

“Selama itu ada laporan dan permintaan, beras siap kami didistribusikan ke warga,” katanya.

Namun demikian, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan warga yang terdampak kemarau dan membutuhkan bantuan beras sebab dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya untuk dampak kemarau memang belum pernah ada.

“Mataram berada di wilayah hilir sehingga untuk potensi kekeringan relatif kecil. Tapi bencana yang biasa terjadi adalah banjir dan gelombang pasang akibat cuaca ekstrem,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, untuk memudahkan pendistribusian ketika terjadi bencana, beras cadangan pangan itu sudah dikemas per 10 kilogram dengan jenis beras medium.

“Meskipun beras cadangan pangan yang kami siapkan merupakan beras medium, namun kami memastikan kualitas beras tersebut bagus dan layak konsumsi,” katanya.

Faesal mengatakan pemanfaatan beras cadangan pangan yang dianggarkan melalui APBD Kota Mataram ini berbeda dengan beras cadangan pangan pemerintah (CPP) atau anggaran APBN yang jumlah sasaran, jumlah beras yang diberikan, dan penyaluran sudah ditentukan pemerintah pusat.

Beras cadangan pangan Pemerintah Kota Mataram dikeluarkan sesuai dengan SK Wali Kota Mataram ketika ada masyarakat yang terdampak bencana, baik bencana alam maupun non-alam.

“Untuk sasaran, volume beras yang dibagi berapa kali diberikan berbeda-beda sesuai kondisi calon penerima bantuan. Jadi bedakan antara CPP dan beras cadangan pangan dari Pemerintah Kota Mataram,” katanya. (ant)

SPN NTB Minta UMP 2025 Naik 12 Persen

0
Lalu Wirasakti (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pekerja yang tergabung di Serikat Pekerja Nasional (SPN) NTB minta kenaikan upah tahun 2025 sebesar 12 persen. Besaran tuntutan kenaikan upah ini sama seperti tahun 2023.

Ketua SPN NTB, Lalu Wira Sakti di Mataram, Jumat, 25 Oktober 2024 menilai, minimal kenaikan upah atau UMP (Upah Minimum Provinsi) 10-12 persen. Jika mengacu dari kenaikan upah tahun 2023 lalu hanya 3 persen, sementara berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional tahun lalu 5,2 persen lebih dan inflasi sekitar 2,8 persen. Sehingga ditotal kenaikan upah seharusnya 8 persen.

“Yang jelas harapan dan pasar argumentasi saya selaku ketua DPD SPN NTB, untuk kenaikan upah buruh tahun 2025 adalah 8-12 persen. Ini argumentasi dan tuntutan SPN NTB,” ujarnya.

Menurutnya, jika menghitung kenaikan upah dengan undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Maka itu hitungannya berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Namun ternyata kenaikan tidak sesuai yang diharapkan pekerja.

Sebagaimana diketahui ketetapan upah tahun lalu sesuai dengan surat Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) pada 15 September 2023 terkait penyampaian informasi tata cara penetapan UMP 2024 serta data kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan untuk penetapan UMP 2024.

“Tapi tidak tau rumusan yang akan dipakai besok oleh pemerintah dalam hal ini Kemenaker hitungannya bagaimana,” tambahnya.

Tuntutan kenaikan upah yang diminta oleh serikat pekerja, tambahnya sebesar 8-12 persen, merujuk dari kenaikan upah PNS, TNI/POLRI tahun lalu sebesar 8 persen. Karena itu, bisa menjadi acuan penetapan UMP/UMK dari 8-12 persen. Ditambah kondisi pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang cukup bagus tahun lalu, sehingga hitungannya sudah sesuai dengan tuntutan mereka.

Sementara itu, sesuai dengan pasal 88D ayat (2) UU No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja mengatur formula penghitungan upah minimum memuat variabel pertumbuhan ekonomi atau inflasi. Lebih lanjut aturan pengupahan termasuk upah minimum sebagaimana mandat UU 11/2020 diatur dlm Peraturan Pemerintah (PP) No.36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Ini acuan untuk kenaikan upah buruh, inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Karena kalau di undang-undang 13 tahun 2003 berdasarkan survei harga yang dilakukan dewan pengupahan. Tapi sekarang Dewan pengupahan seperti mandul,” tandasnya.(bul)

BPPD NTB Kritik AP I Bandara Lombok Soal Kurangnya Penerbangan dari dan ke Lombok

0
Aktifitas bandara(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB menyampaikan kritik kepada PT. Angkasa Pura I Bandara Lombok, selaku pengelola Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Menyusul semakin berkurangnya pesawat yang melayani penerbangan dari dan ke Lombok.

Ketua BPPD Provinsi NTB, Sahlan M. Saleh di Mataram, Jumat, 25 Oktober 2024 mengatakan, Angkasa Pura Lombok tidak terlibat dalam kegiatan promosi bersama – sama potensi dan destinasi wisata NTB.

Sahlan menegaskan, Angkasa Pura jangan hanya diam saja menerima airport tax dari penumpang. Tetapi, harus ikut pro aktif bersama pemerintah daerah dan stakeholder NTB untuk berpromosi bersama meningkatkan demand atau penumpang.
“Karena ini menjadi tanggung jawab Angkasa Pura. Harusnya kerjasama dengan industri pariwisata dan tidak hanya promosi sendiri saja. Saya mengkritisi Angkasa Pura, agar mau berpromosi sama kita. Sehingga kegiatan-kegiatan yang ada, Angkasa Pura berperan aktif juga, dampaknya juga untuk Angkasa Pura,” ujarnya.

Jika jumlah rute penerbangan bertambah dan promosi juga dilakukan semua pihak. Maka tidak menutup kemungkinan kunjungan wisatawan meningkat, begitu juga dengan jumlah penumpang pesawat akan bertambah. Kondisi ini juga menurutnya dapat memberikan dampak positif pada Angkasa Pura.

“Kita industri ini perluas jangkauan promosi bukan hanya mengkaji satu destinasi, atau satu titik promosi, Jakarta, Surabaya. Tapi gimana di sisi lain jangan di anggap kecil. Seperti Madiun, Kediri itu bagian penting dari pasar kita,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, penerbangan ke dan dari Lombok tak begitu banyak, sehingga berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan ke NTB. Padahal, NTB memiliki beberapa destinasi wisata yang ditawarkan. Kondisi ini menjadi perhatian khusus, baik itu oleh Astindo maupun Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB.

“Kita punya atensi khusus soal ini, artinya daya dorong promosi kita masih kurang, sehingga minat wisatawan itu berkurang ke Lombok belakangan ini, akibat dari pada penerbangan kita kurang,” ungkapnya.

Maka dari itu, harus ada promosi bersama untuk mendorong wisatawan itu tumbuh. Angkasa Pura diharapkan tidak hanya menerima begitu saja jumlah penumpang, tetapi mereka ikut berpromosi bersama-sama. Jangan hanya diam saja, dan tidak menyerahkan keadaan ke maskapai.

Ditambahkannya, harus terus didorong direct flight baru antara lain, Semarang, Balikpapan, Batam supaya sektornya tinggi. Meskipun, sudah masuk rute-rute tersebut, namun load factor rendah sehingga jumlah penumpang itu tidak banyak.

Menanggapi ini, Humas PT. AP I Bandara Lombok, Arif Haryanto mengatakan, AP I secara spesifik adalah pengelola bandara yang tugasnya menjamin operasional di bandara berjalan dengan selamat, aman, dan nyaman. Upaya promosi ke maskapai supaya mau membuka rute baru ke Lombok dilakukan dengan memberikan diskon landing fee. Untuk promosi ke publik terkait destinasi wisata sebagai bagian dari pemicu agar wisatawan datang ke Lombok, sebenernya akan lebih optimal dilakukan oleh holding kami, yaitu PT Aviasi Pariwisata. Tapi kalau lihat daerah lain, promosi dari Pemda juga harusnya bisa lebih masif di luaran sana,” katanya.

Saat ini Bandara Lombok melayani konektivitas langsung menuju sepuluh destinasi domestik, yaitu Jakarta (CGK), Surabaya (SUB), Yogyakarta (YIA), Bali (DPS), Bima (BMU), Sumbawa Besar (SWQ), Makassar (UPG), Balikpapan (BPN), Semarang (SRG), dan Batam (BTH). Penerbangan-penerbangan tersebut dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia (GA), Citilink (QG), Lion Air (JT), Batik Air (ID), Super Air Jet (IU), Wings Air (IW), dan Pelita Air (IP).

Sedangkan untuk penerbangan internasional, saat ini ada dua destinasi yakni tujuan Kuala Lumpur (KUL) yang dilayani oleh maskapai Indonesia AirAsia (QZ), AirAsia Berhad (AK), dan Batik Air Malaysia (OD) serta tujuan Singapura yang dilayani oleh Scoot (TR).

“Kalau saat ini ya memang tren penumpang turun, tahun-tahun lalu kalau Oktober-November- Desember biasanya naik lagi. Kita bandingkan dengan Juli 2024 lalu yang ada momen liburan sekolah ya. Oktober 2024 ini rata-rata penumpang 6.000 per hari. Juli 2024, ada 7.000 an penumpang per hari. Pergerakan pesawat Oktober 2024 ini rata-rata 60 pergerakan per hari. Pada Juli 2024 ada 70 pergerakan per hari,” tandasnya.(bul)

Rupiah Melemah di Tengah Menguatnya Pasar Tenaga Kerja AS

0
Kurs rupiah terhadap dolar AS(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan Jumat dibuka melemah di tengah menguatnya pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS).

Pada awal perdagangan Jumat, rupiah turun 31 poin atau 0,20 persen menjadi Rp15.615 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.584 per dolar AS.

“Data Klaim Pengangguran juga menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang kuat. Klaim Pengangguran Awal AS untuk pekan yang berakhir pada 18 Oktober 2024 secara tak terduga turun menjadi 227 ribu dari 242 ribu,” kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Selain itu, data advanced untuk S&P Global US Manufacturing PMI naik menjadi 47,8 pada Oktober 2024, lebih tinggi dari yang diperkirakan sebesar 47,5 dan melampaui periode sebelumnya sebesar 47,3. S&P Global US Services PMI juga secara mengejutkan naik menjadi 55,3 dari 55,2.

Josua menuturkan Beige Book meredakan kekhawatiran dari investor mengenai kemungkinan jeda pemotongan suku bunga kebijakan.

“Sentimen dari Beige Book juga melampaui sentimen dari beberapa indikator ekonomi AS, yang tercatat lebih kuat dari yang diperkirakan,” tuturnya.​​​

Beige Book merupakan laporan reguler bank sentral AS tentang kondisi ekonomi terkini di 12 Distrik Federal Reserve, berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk laporan penelitian dan wawancara dengan kontak bisnis.

Ia memprediksi kurs rupiah berada di kisaran Rp15.500 per dolar AS sampai dengan Rp15.625 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Volume perdagangan obligasi pemerintah tercatat sebesar Rp19,20 triliun pada Kamis, lebih rendah dibandingkan volume perdagangan Rabu yang sebesar Rp24,84 triliun. (ant)

ITDC Catat Pertumbuhan Kunjungan yang Signifikan di Triwulan III 2024

0
Mandalika Lombok(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) mencatatkan pertumbuhan signifikan untuk jumlah kunjungan wisata di Nusa Dua Bali, Mandalika Lombok dan Golo Mori Nusa Tenggara Timur (NTT) selama triwulan III 2024.

Direktur Utama ITDC Ari Respati menyampaikan pertumbuhan kunjungan wisatawan di masing-masing kawasan yang dikelola adalah hasil dari penerapan strategi jangka panjang ITDC dalam menciptakan kawasan pariwisata yang terintegrasi dan memiliki daya saing tinggi.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem pariwisata yang ada dengan meningkatkan infrastruktur, kualitas pelayanan, dan diversifikasi produk wisata, sehingga kawasan kami dapat terus bersaing di pasar global,” ujar Ari melalui keterangan di Jakarta, Jumat.

Selama Juli hingga September 2024, ketiga kawasan pariwisata mencatat performa positif. The Nusa Dua, Bali, mencapai 84,60 persen, yang didorong oleh strategi peningkatan frekuensi dan kualitas penyelenggaraan kegiatan internasional seperti Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dan leisure events yang menjadi pilar utama daya tarik kawasan.

The Mandalika, Lombok juga menunjukkan hasil yang positif selama triwulan III 2024. Hal ini didorong oleh strategi efektif dalam memanfaatkan momentum Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024, Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC), Mandiri Mandalika Festival of Speed (MFoS), dan Cinema on The Beach.

Secara keseluruhan, rata-rata tingkat okupansi The Mandalika selama Triwulan III 2024 mencapai 70,73 persen. Ini mencerminkan daya tarik dan potensi pertumbuhan kawasan yang terus berkembang.

Sementara itu, The Golo Mori, NTT meskipun belum memiliki fasilitas akomodasi hotel, berhasil mencatat jumlah kunjungan yang signifikan selama triwulan III.

The Golo Mori mencatat total kunjungan sebanyak 5.641 wisatawan, menunjukkan peningkatan minat wisatawan dari promosi dan upaya pengembangan yang dilakukan untuk memperkenalkan The Golo Mori sebagai destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Ari mengatakan ITDC berkomitmen untuk memastikan kesiapan seluruh kawasan dengan memprioritaskan inovasi dan peningkatan kualitas layanan.

“Kami akan mengimplementasikan langkah-langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kunjungan, tetapi juga menciptakan pengalaman wisata yang berkesan dan berkelanjutan,” ucapnya. (ant)

Wamentan: 3 Juta Hektare Sawah Dicetak Demi Ketahanan Pangan Indonesia

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisnbt.com) – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian tengah menggencarkan program cetak sawah baru seluas 3 juta hektare untuk memperkuat ketahanan pangan menghadapi tantangan global dan pertumbuhan penduduk.

“Program ini, menjadi bagian dari langkah strategis dalam menghadapi ancaman krisis pangan global serta menjaga stabilitas nasional di sektor pertanian,” kata Wamentan dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Wamentan menuturkan bahwa dengan proyeksi pertumbuhan penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 330 juta pada tahun 2050, kebutuhan akan bahan pangan juga meningkat pesat.

Menurutnya, saat ini lahan pertanian yang ada sudah semakin terbatas akibat alih fungsi lahan menjadi kawasan industri dan perumahan.

“Oleh karena itu, cetak sawah baru menjadi solusi krusial untuk memperluas area produksi beras, komoditas pangan utama bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut selain karena faktor domestik, juga lantaran dinamika global juga berperan penting dalam urgensi cetak sawah ini.

“Ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, dan terganggunya rantai pasokan pangan internasional akibat berbagai konflik geopolitik, termasuk perang Rusia-Ukraina, memperparah kondisi pangan dunia,” kata pria yang akrab disapa Mas Dar itu.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan populasi besar, tidak bisa bergantung pada impor pangan. Kemandirian dalam sektor pertanian menjadi semakin vital untuk menghadapi ketidakpastian tersebut.

Wamentan juga menyampaikan bahwa program cetak sawah akan diintegrasikan dengan program pertanian modern yang memanfaatkan teknologi, seperti penggunaan benih unggul, irigasi modern, dan mekanisasi pertanian.

“Ini bukan hanya tentang memperluas lahan, tetapi juga memastikan produktivitas pertanian bisa meningkat signifikan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, cetak sawah juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan.

Meski Indonesia telah swasembada beras beberapa tahun terakhir, ancaman krisis pangan global mengingatkan betapa pentingnya meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri agar tetap dapat memenuhi kebutuhan di masa depan.

Pemerintah saat ini juga menargetkan, bahwa cetak sawah ini tentu akan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan mendorong perekonomian desa.

“Cetak sawah bukan hanya upaya peningkatan ketahanan pangan, tetapi juga cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mengurangi kemiskinan di daerah pedesaan,” terang Sudaryono.

Dengan langkah strategis ini, tambah Wamentan, Indonesia diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus siap menghadapi perubahan dan ketidakpastian kondisi global yang semakin kompleks. (ant)

Harga Emas Antam Jumat Tembus ke Rp1,529 Juta per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Jumat pagi 25 Oktober 2024 mengalami perubahan sebanyak Rp14.000 dibandingkan sehari sebelumnya yang dijual dengan harga Rp1.515.000, sehingga kini harga emas per gram menjadi Rp1.529.000.

Adapun lonjakan harga tersebut terjadi pada Kamis malam, dengan turut menaikkan harga beli kembali (buyback) emas Antam menjadi Rp1.379.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Jumat:

-Harga emas 0,5 gram: Rp814.500
– Harga emas 1 gram: Rp1.529.000
– Harga emas 2 gram: Rp2.998.000
– Harga emas 3 gram: Rp4.472.000
– Harga emas 5 gram: Rp7.420.000
– Harga emas 10 gram: Rp14.785.000
– Harga emas 25 gram: Rp36.837.000
– Harga emas 50 gram: Rp73.595.000
– Harga emas 100 gram: Rp147.112.000
– Harga emas 250 gram: Rp367.515.000
– Harga emas 500 gram: Rp734.820.000
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.469.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Peran Perbankan Syariah Menguatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

0
Workshop Peran Perbankan Syariah terhadap Perekonomian Daerah(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan OJK terus berupaya mengembangkan industri perbankan syariah yang semakin mendukung pertumbuhan perekonomian termasuk di daerah.

“Kolaborasi antara OJK, Pemerintah Daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) dan industri perbankan syariah ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat untuk pertumbuhan perbankan syariah, khususnya dalam mendukung program-program ekonomi dan prioritas pembagunan di daerah,” kata Dian dalam “Workshop Peran Perbankan Syariah terhadap Perekonomian Daerah” di Banda Aceh, Kamis. Workshop digelar sebagai rangkaian Kegiatan Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah Tahun 2024 di Banda Aceh 24-26 Oktober ini.

Dian menyampaikan bahwa industri perbankan syariah telah menunjukkan kinerja dan ketahanan yang baik termasuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa krisis ekonomi dan pandemi Covid. Pada Agustus 2024, pangsa pasar perbankan syariah meningkat menjadi 7,33 persen, dengan pertumbuhan aset mencapai 10,37 persen atau sebesar Rp902,39 triliun.

Dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia, OJK juga telah menerbitkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023-2027 yang menekankan pentingnya sinergi yang lebih kuat dalam ekosistem ekonomi syariah.

“Salah satu langkah penting pengembangannya adalah melalui ekspansi penggunaan layanan perbankan syariah dalam setiap transaksi keuangan di ekosistem ekonomi syariah,” kata Dian.

Untuk mendukung upaya tersebut, OJK juga telah meluncurkan Roadmap Penguatan Bank Pembangunan Daerah (BPD) 2024-2027 pada 14 Oktober lalu.
“Melalui roadmap ini, OJK memperkuat komitmennya dalam mendorong peningkatan sinergi antara BPD dengan program-program pemerintah daerah, termasuk rencana pembangunan yang akan dilakukan ke depan,” tambah Dian.
Dian berharap sinergi yang kuat pada ekosistem keuangan syariah akan membuka peluang pembiayaan baru dan memungkinkan penguatan akses keuangan, terutama pada sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, dan infrastruktur.

Hadir dalam workshop dimaksud, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh dan Pembangunan Zulkifli, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sholahudin Al Aiyub.

Para narasumber antara lain Pj. Bupati Kabupaten Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik, Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo, Perwakilan Direktorat Pendapatan Daerah – Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Mirni Sumiyati, perwakilan Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Daerah, perwakilan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) dan perwakilan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Syariah.

Melalui acara pertemuan tahunan ini, perbankan syariah diharapkan menjadi industri yang sehat, efisien, berintegritas, dan berdaya saing sesuai dengan prinsip syariah sehingga dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.(bul)

Hubungan Akademisi dan Industri Penting untuk Dorong Perkembangan Iptek

0
LPPM Unram saat menerima kunjungan dari PT. Amman Mineral Nusa Tenggara di Ruang Sidang LPPM Unram, pada Jumat 18 Oktober 2024 lalu. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mataram (LPPM Unram) menerima kunjungan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Ruang Sidang LPPM Unram, pada Jumat 18 Oktober 2024 lalu. Pertemuan ini menunjukkan pentingnya hubungan kerja sama antara akademisi dan industri untuk mendorong perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

Dalam kegiatan ini hadir Kepala LPPM Unram Prof. Dr. Ir. Sukartono, M.Agr. yang didampingi oleh Sekretaris LPPM Unram Prof. Dr. Ir. I Gusti Putu Muliarta Aryana, MP. dan Dr. Ir. Misbahuddin, ST., MT.IPU selaku Kepala Pusat Kerjasama dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) LPPM Unram serta peneliti di bidang perikanan dan kelautan, serta Agus Setianto dan beserta jajaran dari PT. Amman Mineral Nusa Tenggara.

Dalam sambutannya Kepala LPPM Unram, Prof. Dr. Ir. Sukartono, M.Agr. menyatakan kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi yang sangat berarti antara Unram dan PT. AMNT. Ia menekankan hubungan yang baik antara dunia akademis dan industri sangat penting untuk mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), serta untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat.

“Silaturahmi ini akan membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih erat dan produktif, di mana kedua pihak dapat saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya,” ujar Prof. Sukartono.

Prof. Sukartono menambahkan adanya sinergi yang kuat, diharapkan bisa muncul berbagai inisiatif dan program yang tidak hanya bermanfaat bagi kedua institusi, tetapi juga bagi masyarakat luas. Prof. Sukartono menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal, serta memperkuat upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya alam.

Sebagai bagian dari pertemuan ini, LPPM Unram dan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara menandatangani nota kesepahaman untuk melakukan kerja sama survei perikanan di wilayah perairan sekitar Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa Barat. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kondisi ekosistem perairan di daerah tersebut serta untuk mendukung upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Dalam konteks survei ini, diharapkan dapat diperoleh data yang akurat mengenai populasi ikan, kesehatan ekosistem, kualitas air laut dan dampak aktivitas manusia terhadap perairan. Hasil dari survei ini akan menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut dan pengembangan program-program yang mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan.

Melalui kolaborasi ini kedua pihak dapat saling mendukung dalam penelitian dan pengabdian masyarakat, serta memberikan kontribusi positif bagi pengembangan wilayah dan masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam menjalin hubungan yang lebih erat antara akademisi dan industri demi kemajuan bersama.(ron)

Dorong Produksi Maggot Secara Massif

0
Abd Rachman(ekbisntb.com/fit)

KETUA Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd Rachman, SH., mengapresiasi program pengembangbiakan maggot untuk pakan ikan air tawar. ‘’Jadi rencana DLH terkait pengembangbiakan maggot untuk dipasarkan ke peternak ikan, itu memang inovasi yang luar biasa sekali,’’ ungkapnya kepada Ekbis NTB di DPRD Kota Mataram kemarin.

Ini sejalan dengan kondisi bahwa pakan ikan pabrikan harganya cukup tinggi. Tentunya, lanjut Rachman, pengembangbiakan maggot ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi mahalnya harga pakan ikan. Namun, yang perlu diingat bahwa, maggot untuk pakan ikan harus diproduksi dalam jumlah yang massif.

Dengan bertambahnya jumlah TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) di Kota Mataram, Rachman yakin, kebutuhan akan maggot sebagai pakan ikan, akan dapat terpenuhi. Seperti diketahui, Kota Mataram sudah memiliki satu TPST yang sudah beroperasi yakni TPST Sandubaya. Saat ini, Pemkot Mataram sedang membangun TPST lainnya di Kebontalo. Bahkan, DLH Kota Mataram menargetkan Kota Mataram memiliki tiga TPST.

Untuk mengurai produksi sampah di Kota Mataram, dari 280 ton per hari, TPST Sandubaya hanya bisa mengolah sekitar 60 ton sampah per hari. ‘’Tentunya sisa itu DLH harus berpikir inovatif, bagaimana cara menghilangkan sampah tanpa menimbulkan masalah lagi,’’ ucap mantan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram ini.

Program pengembangbiakan maggot, kata Rachman, salah satu cara yang dikombinasikan oleh DLH Kota Mataram selain dengan menggunakan incinerator. Ketua DPC partai Gerindra Kota Mataram ini berharap nantinya TPST mampu memberikan sumbangsih yang besar dalam hal penuntasan masalah sampah di Kota Mataram.

‘’Dan juga bisa menghasilkan. Salah satunya dengam maggot. Bahwa itu bisa dijual secara massif kepada peternak ikan yang ada di Kota Mataram,’’ demikian Rachman. Menjawab keraguan peternak ikan terkait pakan maggot, dia mendorong Brida Kota Mataram mengoptimalkan maggot di TPST untuk bisa dipasarkan secara layak dan mampu memenuhi kebutuhan kualitas maupun kuantitas yang diinginkan oleh peternak ikan.

Anggota dewan dari daerah pemilihan Selaparang ini mengatakan bahwa budibaya maggot secara massif belum ada di Kota Mataram. ‘’Jadi pembudidaya maggot selama ini memproduksi dalam skala kecil. Mereka itu tidak mampu memenuhi kebutuhan peternak ikan. Sehingga, timbul tenggelam,’’ katanya.

Rachman berharap DLH Kota Mataram dapat merangkul semua pembudidaya maggot, mengingat kebutuhan maggot akan lebih besar karena peternak ikan air tawar di Kota Mataram berkembang pesat. (fit)