Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 529

Masyarakat Harus Tetap Selektif dan Terapkan PHBS dalam Konsumsi Buah

0
Buah impor yang dijual di etalase pasar modern.(ekbisntb.com/ist)

PRODUK anggur jenis Shine Muscat asal China masih menyita perhatian publik setelah adanya informasi kandungan residu pestisida berlebihan pada jenis anggur tersebut yang beredar di Thailand.

Pemerintah Thailand menyebutkan terdapat 23 dari 24 sampel anggur ini yang mengandung residu pestisida di atas ambang batas aman yang dapat ditoleransi berdasarkan aturan perdagangan pangan Thailand. Hal ini memicu keresahan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Jenis anggur ini banyak digemari kalangan menengah, karena rasanya yang manis, tidak berbiji, serta memiliki nilai estetika yang baik dengan warna hijau yang mengkilat. Selain itu, anggur jenis ini juga merupakan sumber Vitamin C yang banyak mengandung potasium, kalsium dan juga mangaan yang penting untuk perkembangan tulang dan gigi.

Peneliti Bioteknologi UNISA Yogyakarta Dinar Mindrati Fardhani, M.Biotech., Ph.D., seperti dikutip dari unisayogya.ac.id menjelaskan keberhasilan produksi buah dan sayuran bernilai tinggi memang tidak dapat dipisahkan dari penggunaan pestisida. Hal ini menyebabkan peningkatan penggunaan pestisida di lahan pertanian, yang berkontribusi pada keberadaan residu bahan kimia berbahaya di tanah, air, udara, serta di permukaan tanaman, buah, dan sayuran.

“Aktivitas biosida berspektrum luas memiliki potensi risiko terhadap konsumen, baik dari segi kesehatan maupun lingkungan. Paparan pestisida dalam dosis rendah dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit kronis seperti kanker, penyakit Parkinson, gangguan reproduksi, gangguan pernapasan, diabetes, penyakit kardiovaskular, kelainan bawaan, hingga kematian,” kata Dinar Mindrati Fardhani dalam uraiannya.

Ia mengutip tulisan dari Environmental Working Group (EWG) yang menyatakan bahwa anggur termasuk dalam daftar “dirty dozen” bersama dengan stroberi, bayam, kale, dan peach, yang menempati lima teratas buah dan sayur paling terkontaminasi pestisida. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan pascapanen yang tepat untuk mengurangi residu pestisida pada buah dan sayur yang dikonsumsi langsung oleh masyarakat.

Jika melihat karakteristik residu pestisida yang terakumulasi di kulit buah, ada tiga kategori cara untuk mengurangi atau menghilangkan residu petisida, yaitu: treatment rumah tangga, treatment kimia, dan teknik modern.

Pertama, perawatan sederhana di rumah dapat dilakukan melalui penyucian, pengupasan, dan metode blansir. Teknik penyucian yang benar dengan menggunakan air mengalir dapat menghilangkan hingga 88% jenis pestisida tertentu seperti imidacloprid dan chlorpyrifos, namun kurang efektif untuk jenis yang lain, dengan pengurangan hanya sekitar 11-23 persen.

Mengupas merupakan cara yang sangat efektif untuk menghilangkan pestisida, terutama dari kulit produk seperti kentang, jeruk, apel, peach dan tomat, dengan pengurangan hingga 75 persen atau bahkan penghilangan total dalam beberapa kasus. Blansir merupakan proses yang melibatkan pemanasan ringan dengan air hangat diikuti dengan pendinginan, dapat menghilangkan residu pestisida sebesar 22-46 persen. Dalam beberapa kasus, metode ini bisa mendekontaminasi hampir 100 persen pestisida tertentu dari sayuran seperti paprika manis dan terong.

Selanjutnya, ia menjelaskan berdasarkan banyak penelitian, treatment menggunakan bahan kimia mampu mendekontaminasi pestisida pada permukaan buah dan sayur. Bahan kimia yang dimaksud adalah garam (NaCl), Asam asetat atau cuka (CH3COOH), Chlorine Dioxide atau disinfektan (ClO2), larutan klorin, dan bahan kimia lain yang terdaftar sebagai bahan kimia foodgrade.

“Selain itu, residu pestisida juga dapat dihilangkan menggunakan larutan bawang putih dan larutan soda-garam (Yu-shan et al, 2013). Umumnya buah dan sayur direndam di dalam larutan bahan kimia dengan konsentrasi tertentu dalam waktu sekitar 10-30 menit tergantung pada ketebalan kulit buah dan sayur. Kemudian dibilas menggunakan air mengalir,” ujarnya.

Berbagai teknik modern diketahui telah banyak dilaporkan untuk mendekontaminasi residu pestisida kimia. Teknik modern yang dimaksud adalah penggunaan sinar gamma yang mampu menghilangkan Diazinon, Chlorpyrifos, Phosphamido, pada tomat dan mentimun sampai 95 persen. Penggunaan teknologi ultrasound pada stroberi dapat menurunkan residu pestisida hingga 91 persen. Selain itu, penggunaan Electrolyzed reducing (ER) water treatment dan Electrolyzed oxidizing (EO) water treatment juga terbukti mampu menghilangkan residu pestisida hingga 85-91 persen.

“Setiap metode di atas memiliki efektivitas yang tergantung pada jenis pestisida, produk pangan yang di-treatment, dan kondisi yang diterapkan,” imbuhnya.

Menurutnya, sampai saat ini, Badan Pangan Nasional telah menyatakan bahwa hasil sampling yang dilakukan di tahun 2023 dan 2024, menunjukkan anggur Shine Muscat yang beredar telah diberikan ijin edar dengan angka kontaminan residu pestisida di bawah ambang batas BMR (Batas Maksimum Residu) dan dinyatakan aman. Walaupun demikian, konsumen dan Masyarakat tetap harus selektif dan melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan selalu menyuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi secara langsung.(ris)

BPR NTB Perkuat Integritas Pegawai dengan Program ESQ

0
Direksi, komisaris dan ratusan insan BPR NTB mengikuti kegiatan ESQ(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Bank Perekonomian Rakyat Nusa Tenggara Barat (BPR NTB) menggelar program peningkatan integritas dan kompetensi bagi Direksi, Komisaris, dan pegawainya melalui pelatihan ESQ. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 2 dan 3 November 2024 ini bertujuan untuk menyatukan visi dan misi perusahaan, serta memperkuat mentalitas pegawai dalam menjalankan tugas.

Pelatihan ESQ dilaksanakan di Hotel Lombok Astoria. Seluruh insan BPR NTB se Provinsi NTB hadir langsung mengikuti.

Direktur Utama BPR NTB, Sudharmana mengungkapkan, bahwa program ini sangat penting mengingat profesi perbankan yang berkaitan langsung dengan pengelolaan uang masyarakat.

“Karena pekerjaan kita berkaitan dengan uang, kalau tidak diisi dengan itu, rawan fraud. Siapa yang , kita, pegawai bawa uang kesana kemari,dicatat atau ndak, disetor atau ndak, itu yang kami perbaiki,” tegasnya.

Sudharmana menambahkan bahwa melalui pelatihan ESQ, para pegawai tidak hanya dibekali pengetahuan intelektual, namun juga pengembangan emosi dan spiritual.

“Pada prinsipnya kita semua sama, cuma kita mendengar, melihat dan merasakan yang berbeda. Nah ini yang dicoba dibangun oleh tim ESQ supaya kita sama semuanya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ESQ ini, diharapkan tidak saja terjadi perbaikan diri pada seluruh SDM BPR NTB, tetapi akan berdampak langsung terhadap kinerja BPR NTB dan dirasakan dampaknya oleh seluruh lapisan masyarakat secara luas.

“Itulah kenapa ESQ ini kita rencanakan akan digelar setiap tahun,” tandasnya.

Senada dengan Sudharmana, Direktur Operasional BPR NTB, H. Usman menekankan pentingnya integritas dan amanah dalam menjalankan tugas sebagai pegawai perbankan.

“Kita mengemban amanah dari masyarakat, pemegang saham ini dengan baik, supaya jangan disalahgunakan. Kenapa mengadakan ESQ ini, jangan sampai terjadi fraud,” tegas H. Usman.

Program ESQ yang diikuti oleh hampir 500 pegawai BPR NTB ini mencakup berbagai materi, mulai dari pengembangan karakter, kepemimpinan, hingga pemahaman tentang nilai-nilai keagamaan. Selain itu, para peserta juga menjalani asesmen talent DNA untuk mengetahui potensi dan kesesuaian mereka dengan posisi yang dijabat.

“Dengan adanya talent DNA ini supaya betul betul sesuai punya talent, siapa yang melanggar, sikat. Siapa yang berprestasi, dikasi reward,” ujar H. Usman.

Pelatihan ESQ ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas pegawai BPR NTB, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan tersebut.

ESQ atau Emotional Spiritual Quotient adalah sebuah konsep pengembangan diri yang dicetuskan oleh Ary Ginanjar Agustian. Konsep ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dalam mencapai kesuksesan hidup.

Kegiatan ESQ biasanya melibatkan serangkaian pelatihan dan workshop yang dirancang untuk Meningkatkan kecerdasan emosional melalui berbagai teknik dan latihan, peserta diajak untuk lebih memahami dan mengelola emosi mereka, baik emosi positif maupun negatif. Ini membantu dalam membangun hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri dan orang lain.

Memperkuat spiritualitas, karena kegiatan ESQ juga menyentuh aspek spiritual dengan mengajak peserta untuk lebih dekat dengan nilai-nilai universal dan menemukan makna hidup yang lebih dalam.

Mengembangkan Potensi Diri. Peserta diajarkan berbagai teknik untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi diri mereka, sehingga dapat mencapai tujuan hidup yang lebih tinggi.

Secara umum, kegiatan ESQ bertujuan untuk membangun karakter dengan menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan kerja sama. Meningkatkan produktivitas dengan membantu individu dan organisasi mencapai kinerja yang lebih optimal. Membangun hubungan yang lebih baik, yaitu meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Menemukan makna hidup dengan membantu individu menemukan tujuan hidup yang lebih berarti.(bul)

Sering Terlupakan, Inilah Instrumen Investasi yang Paling Penting

0
Instrumen Investasi(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Ketika kita berbicara tentang investasi, hal pertama yang mungkin terlintas di benak adalah instrumen keuangan seperti tabungan, saham, atau properti. Namun, ada satu bentuk investasi yang sering terlupakan, padahal dampaknya jauh lebih signifikan dan jangka panjang, yaitu kesehatan.

Tanpa tubuh yang sehat, semua pencapaian dan kesuksesan kita mungkin tidak akan terasa lengkap. Menjaga kesehatan bukan hanya tentang menghindari penyakit, tetapi juga memastikan bahwa kita memiliki energi, kekuatan, dan keseimbangan mental untuk menikmati hidup secara penuh.

Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, Anda kita berinvestasi pada pencegahan dan deteksi dini penyakit. Sama seperti investasi finansial yang membutuhkan perencanaan, kesehatan juga memerlukan perhatian dan tindakan proaktif.

Pemeriksaan kesehatan berkala memastikan kita Anda memahami kondisi tubuh secara menyeluruh, sehingga bisa mengambil langkah yang tepat sebelum masalah kesehatan berkembang menjadi serius. Investasi ini tidak Bukan hanya melindungi menjaga diri sendiri dari risiko penyakit, tetapi juga berkontribusi pada berinvestasi dalam masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.

Medical Check-Up: Langkah Cerdas untuk Masa Depan Sehat

Salah satu bentuk investasi kesehatan yang paling mudah dan efektif adalah dengan melakukan medical check-up secara rutin. Banyak orang beranggapan bahwa pemeriksaan kesehatan hanya perlu dilakukan saat merasa sakit, namun sebenarnya, pemeriksaan rutin berfungsi sebagai tindakan preventif yang sangat penting. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa medical check-up merupakan investasi terbaik untuk kesehatan:

1. Deteksi Dini Penyakit
Banyak Penyakit kronis seperti kanker, diabetes, atau penyakit jantung sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Dengan medical check-up rutin, masalah ini dapat dideteksi lebih awal sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat dan tepat. Deteksi dini adalah kunci untuk mencegah perkembangan penyakit yang lebih serius dan meningkatkan peluang pemulihan.

2. Menghemat Biaya Jangka Panjang
Meskipun medical check-up mungkin tampak seperti pengeluaran tambahan, ini sebenarnya bisa menghemat biaya besar di masa depan. Mengabaikan kesehatan dan tidak mendeteksi mengetahui adanya masalah sejak dini dapat menyebabkan bisa berujung pada biaya perawatan yang jauh lebih tinggi di kemudian hari. Dengan pemeriksaan rutin, Anda bisa mencegah kondisi memburuk dan mengurangi kebutuhan akan perawatan medis yang mahal.

3. Meningkatkan Kualitas Hidup
Investasi dalam kesehatan berarti investasi dalam kualitas hidup. Dengan mengetahui kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh, Anda bisa membuat perubahan gaya hidup yang lebih baik—mulai dari pola makan, aktivitas fisik, hingga manajemen stres. Semua ini berkontribusi pada kehidupan yang lebih sehat dan produktif, sehingga Anda bisa menikmati waktu bersama keluarga tanpa dibebani oleh masalah kesehatan.

4. Perlindungan Kesehatan untuk Keluarga
Tidak hanya untuk diri sendiri, medical check-up juga penting bagi seluruh anggota keluarga. Dengan memahami faktor risiko kesehatan keluarga, Anda bisa memberikan perlindungan yang lebih baik bagi orang yang Anda cintai. Kesehatan adalah warisan yang bisa diturunkan, dan dengan menjaga kesehatan keluarga, Anda turut berkontribusi pada masa depan yang lebih baik bagi mereka.

Pilih Prodia untuk Investasi Kesehatan Terbaik Anda

Tidak ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan baik, Anda dapat memilih penyedia layanan kesehatan yang menyediakan berbagai pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan Anda dan keluarga. Seperti Prodia yang menawarkan berbagai pemeriksaan kesehatan mulai dari check up rutin hingga pemeriksaan genomik dengan teknologi canggih dan tim tenaga medis yang berpengalaman.

Untuk mendukung masyarakat dalam berinvestasi pada kesehatan masyarakat, Prodia memberikan menyediakan keringanan harga hingga 30% untuk semua pemeriksaan selama bulan November 2024. Anda dapat memanfaatkan penawaran ini melalui aplikasi U by Prodia atau datang langsung mengunjungi ke cabang Prodia terdekat. Informasi lebih lengkap tersedia di dapat diakses melalui www.prodia.co.id.

Jangan tunda lagi! Tidak ada warisan yang lebih berharga daripada kesehatan yang baik. Jadi, Mulailah langkah cerdas Anda hari ini dengan menjadikan medical check-up sebagai bagian dari rutinitas hidup sehat., dan Wariskan masa depan yang penuh energi dan kebahagiaan bagi diri sendiri serta keluarga tercinta. Kunjungi Prodia sekarang terdekat untuk memulai perjalanan investasi kesehatan Anda sekarang juga!.(r/bul)

Perkuat Komunikasi-Ekonomi Digital, Ummat Integrasikan AI dan Nilai Keislaman

0
Para narasumber dan peserta Studium Generale yang digelar FAI Ummat berfoto bersama, Rabu 30 oktober 2024.(Suara NTB/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) menggelar kegiatan Studium Generale bertema “Integrating Artificial Intelligence with Islamic Values: Shaping the Future of Education, Communication, and Economics in the Digital Age.” Kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani kecerdasan buatan (AI) dengan nilai-nilai Islam dalam mendukung perkembangan pendidikan, komunikasi, dan ekonomi yang beretika di tengah kemajuan era digital, di Auditorium, Rabu 30 oktober 2024.

Rektor Ummat yang diwakili Wakil Rektor IV, Dr. TGH. Zaenuddin, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada Dekan FAI beserta seluruh tim yang senantiasa menunjukkan komitmen tinggi dalam mengadakan kegiatan akademik yang inovatif dan bernilai Islami. “Kecerdasan manusia yang dibekali nilai-nilai keislaman mampu menghasilkan dampak positif yang luas di berbagai bidang,” ujarnya.

Ia juga memaparkan visi misi Ummat untuk memadukan intelektualitas dengan spiritualitas, mencetak generasi unggul yang tidak hanya kompeten tetapi juga berkarakter.

Seminar Nasional yang diadakan sebagai bagian dari Studium Generale ini menghadirkan pakar-pakar AI dan akademisi yang memberikan wawasan mendalam tentang integrasi teknologi dan Islam. Moderator Nurliyah memandu jalannya seminar dengan menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Senior Lecturer Universiti Teknologi Malaysia, Prof. Dr. Badlihisham Mohd Nasir, membahas peran AI dalam transformasi komunikasi Islam. Ia menyampaikan bahwa kecerdasan buatan memiliki potensi besar untuk memperkuat dakwah Islam dan memperluas jangkauan komunikasi dengan tetap menjunjung nilai-nilai etika Islam.

“Di masa depan, AI dapat digunakan untuk memperkuat pesan-pesan positif yang selaras dengan ajaran Islam, memperbaiki interaksi sosial, serta mencegah penyebaran konten yang merusak moral,” jelasnya.

Selanjutnya, Senior Lecturer Universiti Teknologi Malaysia, Dr. Hafiza Abas, mengupas topik “Integrity Artificial Intelligence with Islamic Values: Shaping the Future of Education, Communication, and Economics in the Digital Age.”

Ia menyoroti pentingnya mengintegrasikan AI dengan nilai-nilai Islam agar teknologi ini memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, khususnya dalam pendidikan dan ekonomi.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Dr. TGH. Falahuddin, M.Ag., turut menyampaikan pandangan terkait kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia dalam merespons perkembangan teknologi digital. Ia menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum pendidikan tinggi yang tidak hanya mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi, tetapi juga membekali mereka dengan nilai-nilai moral agar siap menghadapi tantangan era digital.

“Pendidikan tinggi harus menjadi benteng yang memadukan teknologi dengan spiritualitas, menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas tetapi juga berintegritas,” ungkapnya.

Selain sesi seminar, Studium Generale ini juga menyajikan Talk Show interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada para narasumber. Diskusi mencakup berbagai tantangan yang dihadapi dalam penerapan AI yang beretika, serta peluang AI sebagai alat pemberdayaan umat Islam di era digital. Para peserta, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta praktisi di berbagai bidang, tampak antusias berdiskusi tentang masa depan AI yang lebih beretika dan bermanfaat bagi umat. (ron)

Lomba Rancang Bendungan Tahun 2024, Tiga Mahasiswa Teknik Sipil Unizar Raih Juara Satu Nasional

0
 Muhammad Khoirul Anam, Zety Ardina Diaul Adha, dan I Gde Hendra Mercika (dari kiri ke kanan), para mahasiswa FT Unizar yang berhasil meraih Juara 1 Nasional dalam ajang LRBN ke-VIII di Unram, pada Kamis 31 oktober 2024.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Tiga  mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Rancang Bendungan Nasional (LRBN) Ke-VIII yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Mataram (Unram). Acara yang berlangsung pada 29–31 Oktober 2024 ini diikuti oleh 22 tim dari berbagai universitas di Indonesia.

Delapan finalis terpilih berlaga, termasuk perwakilan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Unram, dan Unizar.

Tim Unizar yang terdiri dari Muhammad Khoirul Anam, Zety Ardina Diaul Adha, dan I Gde Hendra Mercika berhasil mengungguli kompetitor dari kampus-kampus besar setelah menyelesaikan serangkaian tantangan dari perancangan hingga pembuatan maket. Sebagai juara pertama, Unizar mengalahkan Universitas Brawijaya yang meraih posisi kedua dan Universitas Gadjah Mada di posisi ketiga.

Dalam lomba ini, tim Unizar menyajikan maket bendungan yang terinspirasi dari beberapa bendungan di Pulau Lombok, seperti Bendungan Batujai dan Bendungan Pandandure. Selain itu, mereka mengadopsi konsep Internet of Things (IoT), yang memungkinkan bendungan untuk mendeteksi potensi banjir dan membuka pintu air secara otomatis.

“Konsep IoT ini menjadi inovasi utama kami, dan kami ingin memperlihatkan kemampuan teknologi yang bisa diaplikasikan dalam infrastruktur vital seperti bendungan. Hal ini sesuai dengan tren dari berbagai proyek PU di wilayah sungai yang fokus pada teknologi berbasis internet,” ujar Muhammad Khoirul Anam.

Selain itu, tim Unizar mengusung desain dengan sistem saluran terowongan guna mempertahankan kondisi hijau di sekitar bendungan. Menurut Khoirul Anam, motivasi utama tim bukanlah mengejar kemenangan semata, melainkan menunjukkan bahwa Unizar bisa bersaing dengan universitas ternama lainnya di Indonesia.

“Awalnya kami hanya berharap bisa mengungguli tim dari Universitas Brawijaya yang memang terkenal unggul dalam desain bendungan. Ternyata, dengan dukungan penuh dari pembimbing kami, Ir. Muhammad Arifudin Fahmi, MT., dan Syakirin, ST., MT., kami mampu menjadi juara pertama,” tambahnya.

Perasaan bangga pun tidak dapat disembunyikan oleh tim Unizar yang harus berjuang dengan waktu yang terbatas. “Rancangan teknis seperti ini biasanya memerlukan waktu yang panjang, namun kami harus menyelesaikan perencanaan dalam satu bulan dan mempersiapkan maket dalam dua minggu. Dukungan tim yang solid menjadi kunci kami,” tutur Zety Ardina Diaul Adha.

Bagi I Gde Hendra Mercika, prestasi ini membuka pandangan baru mengenai dunia teknik sipil. Menurutnya, ilmu teknik penuh dengan tantangan dan hal-hal unik yang dapat diaplikasikan untuk kepentingan masyarakat luas. “Dari lomba ini, kami belajar bahwa inovasi dan kreativitas sangat diperlukan. Kami berharap bisa terus berpartisipasi di ajang-ajang nasional dan mengangkat nama Unizar agar semakin dikenal di kancah nasional maupun internasional,” ujarnya. (ron)

Selain Kopi, Julmansyah Sarankan Warga Rarak Ronges Tanam Buah

0
Pjs Bupati KSB, Julmansyah memberikan bibit pohon alpukat kepada warga desa Rarak Ronges untuk ditanam.(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Sumbawa Barat, Julmansyah memberi saran kepada warga Desa Rarak Ronges, kecamatan Brang Rea untuk juga menanam berbagai jenis pohon buah.

Daripada menanam jagung, warga Desa Rarak Ronges menurut Julmansyah lebih baik menanam tanaman buah selain kopi untuk menambah keragaman komoditas perkebunannya. “Jagung tidak cocok di sini (Rarak Ronges), cocoknya buah-buahan selain kopi tentunya,” kata Julmansyah saat berkunjung ke Desa Rarak Ronges, Kamis 31 oktober 2024.

Menanam berbagai tanaman buah, Julmansyah mengatakan, banyak manfaatnya. Selain dari sisi ekonomi bagi masyarakat, tanaman buah juga akan turut menjaga kelestarian ekosistem hutan Brang Rea. “Kita harus lestarikan hutan Brang Rea ini karena itu sama juga menjaga pasokan cadangan air bendungan Bintang Bano,” paparnya seraya menambahkan agar tanaman kopi warga tetap turut dipertahankan.

“Kopi Rarak ini sudah terkenal. Makanya saya sengaja memilih kunjungan kecamatan ke Brang Rea ini dipusatkan di sini, karena saya ingin menikmati kopinya,” sambung Julmansyah.

Menanam pohon buah selain kopi, diungkapkan Julmamsyah sangat mudah di Rarak Ronges. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB ini mengatakan, tipikal pegunungan Rarak Ronges banyak jenis buah yang bisa tumbuh. “Duren, alpukat, jengkol cocok di sini. Dan kalau sudah berbuah bisa tiap tahun panennya sehingga jadi tambahan pendapatan masyarakat selain kopinya,” ujarnya.

Dalam kesempatan bertemu warga  desa Rarak Ronges itu, Julmansyah selanjutnya mengutarakan kehadirannya. Ia mengatakan, sebagai Pjs bupati KSB dirinya diberikan sejumlah tugas oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Pj Gubernur NTB. “Salah satu penugasan ke saya untuk mengawal jalannya Pilkada serentak. Maka harapan saya, mari kita bersama-sama mengawal Pilkada ini agar berjalan lancar dan damai,” pungkasnya. (bug)

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, NTB Ingin Pastikan Ketersediaan Komoditas Pangan Stabil

0
H.Lalu Gita Ariadi (kiri) dan Wahyudin (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com)- Pemprov NTB ingin memastikan ketersediaaan komoditas tetap tersedia dan stabil untuk mendukung program pemerintah pusat yaitu program makan siang bergizi gratis. Sejumlah komoditas yang penting seperti beras, telur, ayam, ikan, sayur-mayur dan lain-lain harus tetap tersedia dengan cukup.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Drs H. Lalu Gita Ariadi M.Si meminta kepada jajaran OPD untuk memastikan ketersediaan semua komoditas yang dibutuhkan agar tetap stabil. Pihaknya tak menginginkan program tersebut terganggu dengan inflasi.

“Kebutuhan program ini ril, bagaimana agar produksi ini jangan ada turun naik. Bagaimana kita menjamin pada saat inflasi produksi, kita simpan dengan baik untuk cadangan kebutuhan pada saat nanti tidak berproduksi,” kata Lalu Gita Ariadi saat memberi pemaparan dalam kegiatan penyampaian berita resmi statistik, Jumat (1/11).

Ia mengatakan, Pemprov NTB akan membuat kebijakan untuk mensukseskan program makan siang bergizi gratis yang menjadi program Prabowo-Gibran. Saat beberapa komoditas kebutuhan pokok sedang melimpah, maka harus dipastikan semua komoditas tersebut tidak ada yang mubazir atau terbuang begitu saja karena harganya anjlok. Sehingga sentuhan teknologi perlu dilakukan untuk menstabilkan pasokan komoditas bahan pokok.

Sekda melihaat kebutuhan cold storage atau ruang pendingin untuk komoditas hasil bumi petani penting diadakan, terutama di daerah-daerah penghasil. Sehingga jika terjadi produksi naik, kondisinya akan tetap aman.

“Mohon Dinas Ketahanan Pangan cari cold storage dan sejenisnya. Bawang, cabai, tomat, jangan pada saat produksi berlebih menjadi sia-sia terbuang. Maka menyeimbangkan itu perlu alat penyimpanan,” ujarnya.

Sekda juga memandang perlu program hilirsasi produk untuk memaksimalkan hasil produk pertanian misalnya industry saus tomat, sambal kemasan dan komoditas lainnya. “Bawang goreng juga bisa dikemas guna mengantisipasi saat tak ada musim. Itu menjadi atensi kita,” ujarnya.

Pemprov NTB hingga saat ini masih menunggu pedoman pelaksanaan program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu program besar Prabowo – Gibran usai mereka secara resmi dilantik jadi Presiden dan Wakil Presiden tanggal 20 Oktober 2024.

Sekda mengatakan, terkait program makan bergizi gratis bersama enam program lainnya, pihaknya sudah memerintahkan kepada semua pimpinan OPD untuk berkoordinasi dengan Kementerian masing-masing guna mengetahui dengan jelas teknis pelaksanaan di lapangan.(ris)

IKASMADABAYA Cycling Community Eksplore Lombok dan Jajal Sirkuit Mandalika

0
Rombongan IKASMADABAYA Cycling Community saat tiba di Lombok menggunakan KM. Dharma Rucitra VIII(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebanyak 113 alumni SMA Negeri 2 Surabaya yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni SMA 2 Surabaya (IKASMADABAYA) Cycling Community akan menjelajahi keindahan Pulau Lombok dengan sepeda pada Sabtu, 2 November 2024. Kegiatan funbike ini akan mengeksplore destinasi wisata di Lombok.

Rute yang akan dilalui dimulai dari Kantor Bupati Lombok Barat, melintasi Bendungan Pengge, Bypass BIL, dan diakhiri di Sirkuit Mandalika.

Rombongan IKASMADABAYA Cycling Community ini tiba di Lombok melalui Pelabuhan Gili Mas, Lembar, menggunakan kapal milik PT. Dharma Lautan Utama (DLU), yaitu KM. Dharma Rucitra VIII yang berangkat dari Surabaya.

Ketua Panitia Gowes Lombok, Dr. Glemboh Priambodo, SH., MHum., MM., menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan jelajah Indonesia yang rutin dilaksanakan oleh komunitas mereka.

“Kami mengadakan acara ini untuk bersilaturahmi sesama alumni dalam komunitas sepeda. Pemilihan Lombok sebagai lokasi sangat tepat, mengingat keindahan alamnya dan adanya Sirkuit Mandalika yang menarik,” ujarnya.

Dr. Glemboh menambahkan bahwa rute sepeda di Lombok menawarkan tantangan yang menarik dengan jalanan yang mulus.

“Kegiatan ini didukung Dirut PT. Dharma Lautan Utama. Selain bersepeda, acara ini juga bertujuan untuk mempromosikan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Lombok. Kami akan menceritakan kepada alumni di Surabaya tentang keindahan pariwisata di Lombok yang layak untuk dikunjungi,” imbuh Dr. Glemboh.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Alumni SMA 2 Surabaya (IKASMADA), Laksamana Pertama TNI (Purn.) Dr. drg. R.A. Nora Lelyana, M.HKes., menyatakan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mempromosikan pariwisata Lombok. “Ketika saya pertama kali datang ke sini, wilayah ini sempat mengalami bencana. Namun sekarang, Lombok sudah pulih dan lebih indah. Banyak alumni yang ingin menikmati keindahan Lombok,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Ikasmadabaya Cycling Community, dr. Surya Haksara Sp O.G, menambahkan, kedatangan rombongan ini ke Lombok tidak hanya untuk berolahraga, tetapi juga untuk membangkitkan pariwisata daerah ini.

“Selain menuju Mandalika, kami juga akan berkunjung ke beberapa tempat menarik lainnya di Lombok, termasuk Bukit 360. Kami diberi kesempatan untuk menjajal sirkuit satu kali putaran menggunakan sepeda.” ujarnya.

Dalam kegiatan eksplore Lombok yang dilakukan tahun sebelumnya, komunitas ini juga sempat mengunjungi Desa Sade untuk belajar tentang rumah adat dan budaya masyarakat setempat, termasuk tarian tradisional.

“Kami benar-benar ingin mengeksplorasi pariwisata di NTB, khususnya Lombok dan mendukung promosi daerah ini. alumni ini terdiri dari beragam profesi yang dapat memungkinkan untuk mendukung berkembangnya pariwisata Lombok,” tandasnya.(bul)

Jelang Nataru, DLU Layani Penyeberangan Surabaya, Lombok Hingga NTT

0
Salah satu kapal milik PT. DLU dari Surabaya, sandar di Pelabuhan Gili Mas, Lembar.(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Jelang libur natal dan tahun baru (Nataru) biasanya terjadi peningkatan jumlah penumpang angkutan laut. Pada momen ini, PT Dharma Lautan Utama (DLU) sudah melakukan persiapan, bahkan telah menambah layanan penyeberangan dari Surabaya, Lombok, dan NTT.

Kepala Cabang Dharma Lautan Utama Lembar Firman Dandy di Pelabuhan Gili Mas Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat, 1 November 2024 mengatakan, pada Nataru kali ini, DLU melayani kebutuhan penumbang di berbagai daerah di Indonesia.

Salah satunya, dengan telah dilayaninya rute Surabaya – Lombok, Ende, Labuan Bajo, Waingapu dan Kupang.

“Rute baru ini sudah 3 bulan berjalan. Sebagaimana diketahui wilayah Waingapu dan Kupang pasti banyak warganya yang pulang kampung libur natal, awal Desember 2024 ini akan terlihat pergerakan penumpang dari dan ke arah timur,” katanya.

Dari rute tersebut, pelabuhan Lembar menjadi tempat transit para penumpang yang akan melanjutkan ke rute Waingapu dan Kupang. Karena kapal-kapal yang tersedia untuk mengangkut penumpang berbeda dengan rute lainnya.

“Dengan kapasitas kapal maksimal bisa mengangkut penumpang sebanyak 980 muatan, makanya di akhir tahun kenaikannya kita batasi di 20 persen,” terangnya.

Sementara itu, PT. DLU juga mengoperasikan kapal-kapal baru untuk melayani rute Lombok-Surabaya, atau Surabaya Lobok. Dua kapal yang digunakan diantaranya, Dharma Rucitra VIII yang berangkat setiap hari Minggu ke Surabaya. Dan Dharma Kartika V yang berangkat setiap Jumat. Kedua kapal ini bongkar dan sandar di Pelabuhan Gili Mas, Lembar. Karena termasuk kapal berkapasitas besar.

Sementara dari Pelabuhan Lembar, PT. DLU mengoperasikan KM Kirana VII yang diberangkatkan ke Surabaya dua hari sekali.

Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar ini mengatakan, kapal-kapal PT. DLU yang bongkar dan muat di Pelabuhan Gili Mas adalah kapal-kapal berkapasitas mesin besar. dengan kecepakan maksimal sampai 24 knot.

“Dengan kapal ini, biasanya rute Surabaya- Lembar atau sebaliknya, menempuh waktu 20 jam sam[ai 22 jam penyeberangan. Tapi bisa dipercepat menjadi 17 jam,” jelasnya.

Sebagai gambaran, saat ini tingkat keterisian kapal atau load factor untuk rute Surabaya – Lembar, mencapai kisaran 60-70 persen.

“Load factornya sudah cukup bagus. dan kita sudah bersiap siap juga untuk melayani angkutan Nataru,” tandasnya.(bul)

Terjerat Kasus Fidusia, Oknum Konsumen BAF Mataram Diseret ke Meja Hijau

0
Terjerat Kasus Fidusia, Oknum Konsumen BAF Mataram Diseret ke Meja Hijau(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Oknum debitur nakal inisial R, warga Jl Amir Hamzah, Mataram Timur, Mataram kini mendekam di jeruji besi. Ia terjerat kasus fidusia karena melakukan over kredit secara sepihak.

Tindakannya yang melanggar hukum tersebut telah dilaporkan pihak BAF (Bussan Auto Finance) Mataram ke polisi dengan nomor laporan LP/71/V/2024/SPKT/ Polda NTB.

Area Office Head BAF Mataram, Iwan Hermawan mengatakan, R dilaporkan setelah tidak melaksanakan kewajiban sebagai konsumen sepeda motor Yamaha Mio M3 125 tahun 2023 yang kontraknya dimulai Juni 2023.

“Kewajiban itu antara lain menyelesaikan pembayaran kredit dan menjaga unit yang dikredit,” kata Iwan.

Dia menjelaskan, R tidak mampu menunaikan kewajiban di bulan berikutnya setelah dua kali membayar angsuran.

Setelah dilakukan langkah klarifikasi dan kunjungan ke oknum debitur, pihak BAF Mataram baru mengetahui jika kendaraan yang dikredit sudah berpindah tangan alias digadaikan ke B.

Tindakan ini dilakukan R tanpa sepengetahuan pihak BAF Mataram. Selain R, oknum ex salesman inisial Y dan ex Spv sales inisial W warga Dsn Karang Kubu, Ds Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, penadah inisial B Kel Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram juga ikut diseret ke meja hijau.

Hal ini berdasarkan pengembangan kasus yang dilakukan tim penyidik Ditreskrimsus Polda NTB.

“Kasus ini sudah masuk tahap dua dan kami tinggal menunggu jadwal persidangan saja,” ujar Iwan.

Sebelum membawa kasus ini ke ranah hukum, Iwan mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya persuasif dan pendekatan secara kekeluargaan ke R.

“Kami beberapa kali melakukan kunjungan mulai dari tim lapangan seperti tim collection, marketing bahkan saya sendiri pun sempat turun tangan menemui R dan keluarganya,” jelas Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Provinsi NTB ini, Jumat, 1 November 2024.

Hanya saja, upaya yang dilakukan pihak BAF Mataram tidak membuahkan hasil. R tidak menunjukkan itikad baik sehingga langkah upaya hukum diambil pihak BAF Mataram.

“Kami awalnya membuka jalan agar R mau mengungkapkan posisi unit (motor, Red) di mana jika tidak mampu menyelesaikan kredit dan kita juga menawarkan untuk mencari solusi bersama-sama namun yang bersangkutan tidak mau kooperatif,” beber Iwan.

Diketahui, konsumen yang sudah tidak mau bertanggung jawab dengan alasan over alih kredit telah melanggar Pasal 36 Undang Undang Nomor 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Oleh karena itu, segala tindakan yang mengarah kepada over alih kredit dapat diancam dengan pidana penjara dan denda. Iwan mengungkapkan jika langkah memperkarakan oknum konsumen nakal ke ranah hukum baru pertama kali dilakukan pihaknya.

“Upaya ini kami lakukan untuk menegaskan dan edukasi ke oknum konsumen semacam ini bahwa pihak BAF tidak main-main terhadap pelanggaran di perkara fidusia,” katanya.

Belajar dari kasus ini, Iwan mengajak kepada konsumen BAF untuk lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan yang menyangkut persoalan fidusia.
Selain bisa terancam sanksi hukum, data konsumen yang memiliki catatan buruk akan tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang digunakan perbankan dan lembaga pembiayaan.

Di sisi lain, BAF Mataram juga kedepan akan lebih banyak mengedukasi para konsumen mengenai efek hukum yang ditimbulkan jika melakuan pelanggaran seperti dilakukan R dan kawan-kawan. (r/bul)