Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 520

Penyusutan Lahan Sawah Paling Tinggi di Taliwang

0
Area persawahan di sekitar KTC yang perlahan berubah menjadi pemukiman.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Penyusutan lahan pertanian di wilayah kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat sangat masif. Dalam 20 tahun terakhir sejumlah blok persawahan hampir hilang dan berubah menjadi kawasan perkantoran pemerintah, pemukiman dan area kegiatan perekonomian masyarakat.

Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pertanahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KSB, Muhammad Naf’an membenarkan kondisi tersebut. Menurut dia, penyusutan lahan pertanian di kota Taliwang tidak dapat terhindarkan. Pasalnya tidak ada kawasan lain untuk area pemukiman dan pusat perekonomian masyarakat yang terus mengalami perkembangan setiap waktunya. “Mau kemana coba? KTC (pusat perkantoran Pemda) saja kan pakai lahan sawah,” katanya.

Meski memanfaatkan lahan pertanian, Naf’an menyatakan, pemerintah selama ini tidak serta merta melakukannya secara serampangan. Setiap penggunaan lahan perasawahan, pemerintah kata dia, terlebih dahulu telah merubah status pemanfaatannya dalam RTRW daerah. Dan tak kalah penting lagi menyiapkan lahan penggantinya. “Jadi setiap penyusutan lahan di Taliwang ini kita sudah ada penggantinya,” cetusnya.

Ia mencontohkan, pemanfaatan lahan pertanian di sekitar KTC untuk kawasan pemukiman. Disebutkan Naf’an, lahan penggantinya disipakan oleh Pemda KSB ke wilayah kecamatan Seteluk dan Poto Tano. Luasannya pun sesuai ketentuan seluas 3 kali luas lahan persawahan yang dirubah statusnya. “Lahan penggantinya sudah ada ya dan itu sudah masuk dalam RTRW kita,” ujarnya.

Selanjutnya Naf’an mengatakan, secara umum wilayah KSB sebagian besar merupakan kawasan hutan. Kondisi ini kemudian mau tidak mau dalam upaya pengembangan kawasan untuk kebutuhan pemukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat mengorbankan lahan pertanian. Kendati begitu, penggunaan lahan pertanian tersebut selama ini tetap dilakukan penggantian untuk mempertahankan jumlah luasan pertanian daerah.

“Jadi biar kita lihat dalam kota ini banyak sawah yang kemudian jadi rumah. Kami pastikan itu statusnya sudah dirubah di RTRW dan pasti sudah ada lahan penggantinya,” tegas Naf’an.

Sementara itu ditanya mengenai luasan lahan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD)? Naf’an mengaku tak mengetahui persis angkanya. Namun perkiraannya untuk KP2B saat ini mencapai 13 ribu hektar, sementara yang berstatus LSD sekitar 8 ribu hektar lebih. “Seperti saya bilang tadi LSD itu paling luas di Seteluk-Tano kita arahkan. Pertimbangannya karena irigasi bendungan Bintang Bano pengembangannya ke wilayah sana,” imbuhnya. (bug)

Antisipasi Bencana, Disos Siapkan Satu Ton Beras Bantuan

0
Lalu Syamsul Adnan. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Sosial Kota Mataram telah menyediakan satu ton beras untuk mengantisipasi terjadi bencana. Penyaluran bantuan berdasarkan assesment dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Drs. Lalu Syamsul Adnan dikonfirmasi pada, Jumat 8 November 2024 mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi apabila terjadi bencana alam akibat dampak hidrometeorologi, terutama menyiapkan bahan pangan untuk didistribusikan ke warga tertimpa musibah. Bantuan yang disiapkan berupa beras satu ton, gula, sarden, selimut, matras, dan lain sebagainya. “Kita siapkan beras satu ton seperti pengalaman dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Prakiraan hidrometeorologi terjadi mulai Desember 2024 sampai Maret 2025. Stok satu ton beras dinilai sangat mencukupi. Bantuan ini tidak disalurkan secara keseluruhan melainkan didistribusikan saat dibutuhkan.

Syamsul menambahkan, sistem penyaluran bantuan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram. Pendistribusian logistik setelah dilakukan assesment oleh OPD teknis kemudian ditindaklanjuti dengan assesment mandiri oleh Disos. “Kita tidak mungkin bekerja sendiri sehingga hasil assesment dari BPBD dijadikan rujukan untuk menyalurkan bantuan,” jelasnya.

Mantan Camat Sandubaya mengatakan, pendistribusian bantuan juga melibatkan pekerja sosial. Artinya, seluruh kebutuhan korban bencana alam akan didata sehingga pendistribusian disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Ahmad Muzaki menambahkan, antisipasi dampak hidrometeorologi tidak hanya dari kesiapan personil maupun peralatan, melainkan kesiapan logistik atau bantuan kepada warga terdampak juga sangat penting. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Disos Kota Mataram, untuk menyiapkan bantuan seperti beras, matras, selimut, dan lain sebagainya. “Kesiapan logistic juga sangat penting untuk korban yang terdampak bencana alam,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah. Bencana alam seperti gelombang pasang menjadi ancaman bagi nelayan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Disos Kota Mataram, untuk menyediakan bantuan beras dan barang pokok lainnya selama nelayan tidak turun melaut. (cem)

BNPB Salurkan Bantuan Korban Angin Puting Beliung di Loteng dan Lobar

0
Pihak BNPB bersama Komisi VIII DPR RI didampingi BPBD Provinsi NTB, Kepala BPBD Lobar saat meninjau lokasi warga yang menjadi korban angin puting beliung, kemarin. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Penanganan terhadap warga yang menjadi korban angin puting beliung, Sabtu 2 November 2024 lalu segera direspons pemerintah. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Komisi VIII DPR RI sudah menyalurkan bantuan logistik kebencanaan, termasuk uang tunai sebesar Rp150 juta pada Pemkab Lombok Tengah (Loteng) dan Lombok Barat (Lobar) pekan kemarin.

‘’Jadi kita sudah melaksanakan rapat koordinasi pada tanggal 5 November, kemudian kita juga sudah meminta bantuan dari BNPB untuk memberikan bantuan logistik dan biaya-biaya lainnya. Dan juga kita sudah meninjau lapangan. Memang ternyata kerusakannya itu rata-rata atap yang terbuat dari galvanis, asbes dan seng itu yang tekelep (diterbangkan angin), sehingga sekarang rumah orang ini tidak ada lagi atapnya,’’ ujar Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB H. Ahmadi, SP-1., pada Ekbis NTB di sela-sela mengikuti kegiatan bersih pantai di Pantai Loang Baloq, Jumat 8 November 2024.

Masyarakat yang menjadi korban ini, ungkapnya, sudah mendapatkan bantuan logistik dari BNPB berupa light tower sebanyak 10 unit, terpal 300 unit, selimut, makanan siap saji berupa rendang bagi 300 Kepala Keluarga per kabupaten.

‘’Di samping itu juga diberikan uang fresh. Uang tunai sebesar 150 juta per kabupaten. Lombok Tengah sama Lombok Barat yang sudah ditinjau oleh Deputi Kedaruratan BNPB bersama anggota Komisi VIII DPR RI Hj Lale Syifa’un Nufus,’’ terangnya.

Menurutnya bantuan yang diberikan dari BNPB ini tinggal dieksekusi oleh BPBD Kabupaten Lobar dan BPBD Kabupaten Loteng.

Disinggung terkait bantuan uang tunai sebesar Rp150 juta dari BNPB bagi dua kabupaten di Pulau Lombok ini, ujarnya, dipergunakan untuk pembelian atapnya rumah warga yang rusak, karena banyak korban bencana yang rumahnya atapnya diterbangkan angin puting beliung. ‘’Bisa dipergunakan untuk pembelian atap galvanis, rangka baja, termasuk juga baut-bautnya,’’ ujarnya.

Pihaknya berharap bantuan ini akan cukup membantu warga yang menjadi korban. Warga juga bisa memanfaatkan sisa material rumah yang masih dipakai untuk memperbaiki rumahnya yang rusak akibat bencana.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu terjadi bencana angin puting beliung menimbulkan kerusakan cukup parah di Kabupaten Lobar yang menyebabkan sekitar 375 bangunan dengan total kerusakan dan kerugian mencapai Rp2 miliar lebih. Disusul Kabupaten Lombok Tengah yang terjadi di tiga kecamatan dan merusak sekitar 183 bangunan, total kerugian dan kerusakan di kabupaten ini mencapai Rp1,6 miliar. Kabupaten Bima mengalami kerugian hingga Rp863 juta, yang mana puting beliung terjadi di tiga kecamatan yang merusak 138 bangunan. Terakhir ada Kabupaten Lombok Utara dan Dompu yang mengalami kerugian masing-masing Rp17 juta. (ham)

APBN Digelontorkan di NTB, Atasi Kemiskinan Ekstrem Rp270 Miliar, Stunting Rp26 Miliar

0
Maryono (Ekbis NTB/ris)

Lombok (ekbisntb.com) – Sampai dengan 30 September 2024, kinerja APBN lingkup Provinsi NTB tercatat on track dan dalam posisi yang tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi penerimaan maupun belanja. Selain belanja untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, kebijakan fiskal tahun 2024 juga diarahkan untuk mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kabid Pembinaan Pelaksanaan Anggaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB Maryono mengatakan, upaya percepatan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan ditempuh melalui target-target jangka pendek-menengah. Antara lain penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, pengendalian inflasi, dan dukungan investasi.

Dalam rangka melalui pengendalian inflasi, pemerintah pusat telah membelanjakan sebesar Rp457,06 miliar untuk program-program yang berkaitan dengan penanganan inflasi dan mendukung empat cara intervensi pengendalian inflasi, yaitu menjaga kelancaran distribusi sebesar Rp67,04 miliar. Kemudian menjaga keterjangkauan harga Rp8,31 miliar.

“Menjaga ketersediaan pasokan 380,8 miliar rupiah dan memastikan komunikasi yang efektif dalam pengendalian inflasi 904,17 juta rupiah,” kata Maryono kepada wartawan kemarin.

Ia mengatakan, dalam rangka penghapusan kemiskinan ekstrim, pemerintah pusat telah membelanjakan sebesar Rp270,49 miliar melalui sebelas kementerian/lembaga. Target ini dicapai dengan pemberian bantuan pendidikan tinggi sebesar 33,72 miliar rupiah, pelatihan bidang industri sebesar Rp12,98 miliar rupiah, pendidikan vokasi bidang pariwisata dan kebudayaan sebesar 1,79 miliar rupiah, dan berbagai program lainnya.

Sementara dalam rangka penanganan stunting, pemerintah pusat telah membelanjakan sebesar Rp26,05 miliar yang ditujukan untuk mendukung tiga intervensi penanganan stunting, yaitu intervensi sensitif Rp19,72 miliar, intervensi spesifik Rp546,37 juta, dan intervensi dukungan Rp5,78 miliar.

“Belanja tersebut  digunakan untuk melaksanakan pelatihan bidang kesehatan bagi masyarakat, pembinaan, penyelenggaraan air minum yang layak, sampai peningkatan mutu tenaga kesehatan,” terangnya.

dapun dalam rangka peningkatan investasi, pemerintah pusat telah membelanjakan sebesar Rp1,93 miliar  yang mana Rp304,17 juta rupiahnya digunakan untuk program penanaman modal oleh BKPM. Kemudian, Kementerian Perindustrian melalui program nilai tambah dan adya saing industri untuk menumbuh dan mengembangkan IKM dan Aneka telah didanai sebesar Rp1,43 miliar.(ris)

Sembilan Penyakit Dapat Layanan Prioritas

0
Lalu Hamzi Fikri (ekbisntb.com/dok)

Pemerintah saat ini memberikan perhatian khusus pada sembilan penyakit agar mendapat layanan prioritas, salah satunya adalah stroke. Karena itulah, diperlukan adanya peningkatan fasilitas dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) khsususnya dalam pelayanan pasien stroke.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr.dr. H.Lalu Hamzi Fikri mengatakan, penanganan pasien stroke harus dilakukan dengan cepat dan tepat untuk memperbesar peluang kesembuhannya. Sebab penanganan yang tertunda bisa berisiko pada kematian penderita serangan stroke.

 “Penanganan stroke harus dilakukan dengan cepat dan tepat terutama setelah pasien dibawa ke rumah sakit. Karena jika penanganannya tertunda makan dapat menyebabkan kematian,” kata H. Lalu Hamzi Fikri dalam kegiatan Workhsop Code Stroke di Mataram, kemarin.

Fikri menyebut, sesuai Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 yang memuat tentang tugas dan fungsi Rumah Sakit, pelayanan pasien stroke menjadi salah satu prioritas tenaga medis atau fasilitas kesehatan. Sehingga dalam penanganan stroke diperlukan adanya koordinasi yang baik antara perawat IGD, dokter umum IGD, dokter spesialis syaraf dan dokter spesialis radiologi.

Kegiatan Workhsop Code Stroke sebagai upaya untuk peningkatan akses mutu dan pelayanan serta penanganan permasalahan kesehatan stoke di rumah sakit lingkup Provinsi NTB, khususnya pelayanan medik spesialis dan sub spesialis secara komprehensif dan terpadu.

Peserta yang hadir secara langsung berasal dari RSUD Patut Patuh Patju, RSUD Praya, RSUD Kota Bima dan sisanya melalui daring. Adapun peserta ini merupakan 11 RSUD yang masuk dalam lokus jejaring pangampuan layanan prioritas.

Stroke merupakan penyakit yang terjadi ketika pembuluh darah otak pecah atau mengalami penyumbatan yang mnyebabkan pasokan darah ke otak menurun. Akibatnya sel-sel otak mengalami kerusakan/kematian karena kekurangan oksigen dan zat makanan yang seharusnya dibawa oleh darah.

Dinas Kesehatan NTB meminta masyarakat untuk mencegah terjadinya Stroke dengan perilaku “CERDIK” yang merupakan akronim dari Check Kesehatan secara berkala, Enyahkan Asap Rokok, Rajin Aktivitas Fisik, Diet seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola Stress dengan baik.(ris)

Pemkot Mataram Imbau Nelayan Waspada Anomali Cuaca

0
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Irwan Harimansyah(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram, mengimbau nelayan agar waspada terhadap anomali cuaca yang terjadi saat ini untuk menjaga keselamatan.

“Pada masa transisi musim kemarau ke hujan, cuaca ekstrem bisa terjadi kapan saja sehingga nelayan harus lebih waspada,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Irwan Harimansyah, di Mataram, Jumat.

Oleh karena itu, pihaknya juga menurunkan para penyuluh untuk lebih aktif mengimbau dan memantau kondisi nelayan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari hasil laporan penyuluh, saat ini nelayan di Kota Mataram masih melakukan aktivitas melaut seperti biasa, karena mereka menilai anomali cuaca saat ini belum berdampak signifikan.

Kendati biasanya musim angin barat setiap tahun mulai terjadi pada bulan November, namun untuk awal bulan ini terjadi pergeseran sehingga kondisi laut masih landai dan aktivitas nelayan masih normal.

“Nelayan akan libur melaut ketika datang musim angin barat sekitar bulan November hingga dua bulan pada awal tahun. Namun untuk saat ini, Alhamdulillah, nelayan masih bisa melaut,” katanya.

Pada puncak musim angin barat, kata Irwan, terjadi penurunan terhadap hasil tangkapan nelayan khususnya jenis tongkol mencapai 10-20 persen per tahun dari produksi 180 ton sampai 200 ton per tahun.

Meskipun terjadi penurunan, kata dia, kebutuhan ikan laut untuk masyarakat di Kota Mataram tetap bisa terpenuhi karena dibantu sejumlah daerah penyangga seperti dari Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, dan Lombok Timur.

Data DKP Kota Mataram mencatat jumlah nelayan di Kota Mataram sekitar 1.400 orang. Namun dari jumlah itu sekitar 900-1.000 orang di antaranya merupakan nelayan asli sisanya adalah buruh nelayan.

“Jadi yang 1.400 nelayan itu merupakan gabungan dari nelayan dan buruh nelayan,” katanya.

Saat tiba angin barat, kata Irwan, hampir 70 persen nelayan akan menambatkan perahu mereka di kawasan pesisir bagian utara seperti Pantai Duduk Senggigi, dan sisanya 30 persen ditambatkan di wilayah selatan Kota Mataram.

Sebanyak 70 persen nelayan yang menambatkan perahu ke kawasan Senggigi di antaranya nelayan dari Bintaro, Pondok Perasi, dan Kampung Bugis, karena pesisir di kawasan tersebut merupakan wilayah rawan abrasi pantai sehingga dikhawatirkan ketika terjadi gelombang pasang, perahu nelayan ikut terbawa arus.

“Untuk nelayan yang menambatkan perahu di kawasan Senggigi terus kami edukasi agar dapat menjaga etika, kebersihan, dan keamanan, agar tidak terjadi gesekan, mengganggu warga dan wisatawan di kawasan tersebut,” kata Irwan. (ant)

DKP: Nelayan Mataram Sambut Program Penghapusan Utang 

0
Irwan Harimansyah(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, mengatakan, nelayan Kota Mataram menyambut program penghapusan hutang nelayan, petani, hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Irwan Harimansyah di Mataram, Jumat, mengatakan, ketika nelayan mendapat informasi terkait program itu, nelayan menyambut gembira.

“Para nelayan sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan dan terbebas dari hutang,” katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, sejauh ini pihaknya masih menunggu regulasi jelas terhadap program pemerintah tersebut, agar dapat dilakukan pemetaan kepada calon sasaran.

Pemerintah baru menyampaikan program penghapusan hutang nelayan, petani, dan UMKM, namun regulasi turunannya belum diterima sehingga pihaknya belum tahu kriteria nelayan yang menjadi sasaran program tersebut.

“Semoga petunjuk teknis pelaksanaan bisa segera kami terima, agar kami juga cepat melakukan pendataan. Kasihan nelayan terutama yang berhutang di rentenir,” katanya.

Data DKP Kota Mataram mencatat jumlah nelayan di Kota Mataram sekitar 1.400 orang. Tapi dari jumlah itu sekitar 900-1.000 orang diantaranya merupakan nelayan asli sisanya adalah buruh nelayan.

“Jadi yang 1.400 orang nelayan itu merupakan gabungan dari nelayan dan buruh nelayan,” katanya.

Dari hasil evaluasi, sekitar 1.400 nelayan di Kota Mataram rata-rata memiliki hutang baik itu di koperasi, bank pemerintah, maupun di bank “rontok” atau rentenir.

“Untuk nilainya, sejauh ini belum kami tahu yang jelas ada pinjaman kecil dan besar,” katanya.

Irwan Harimansyah yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, menambahkan, program penghapusan hutang nelayan, petani, dan UMKM, juga direspon positif oleh para petani di Kota Mataram.

Tapi untuk jumlah petani kemungkinan lebih kecil dibandingkan nelayan, sebab petani yang ada di Mataram rata-rata petani penggarap. Warga yang punya lahan sawah di Mataram sangat sedikit.

“Untuk pelaksanaan program ke petani, kami juga masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat,” katanya. (ant)

Stok Pupuk Subsidi di NTB Dijamin Aman Hingga Akhir Tahun 2024

0
PT Pupuk Indonesia (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Pupuk Indonesia (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk para petani di NTB aman hingga akhir tahun 2024.

Hal ini disampaikan oleh Pandika Hardono, Manager Penjualan Nusra PT. Pupuk Indonesia.

Dika di Mataram, Jumat, 8 November 2024 menjelaskan, bahwa alokasi pupuk bersubsidi untuk NTB pada tahun 2024 mengalami peningkatan signifikan, yakni mencapai 433.606 ton.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan awal tahun yang hanya 219.450 ton. Bahkan, pada Bulan September tahun 2024, alokasi untuk jenis pupuk urea di NTB kembali ditambah sebanyak 15.421 ton menyusul terbitnya Surat Keputusan Gubernur.
Hal ini berarti penambahan total alokasi saat ini di NTB mencapai 100% dibandingkan dengan alokasinya di awal tahun.

“Peningkatan 100% alokasi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung sektor pertanian, khususnya di NTB. Kami berharap dengan ketersediaan pupuk yang cukup, produktivitas pertanian di NTB dapat terus meningkat,” ujar Dika.

Berdasarkan data yang diperoleh, hingga November 2024, penyaluran pupuk bersubsidi di NTB telah mencapai target yang ditetapkan.

Stok ketersediaan pupuk urea saat ini di NTB mencapai 18.565,70 ton, sedangkan stok pupuk NPK mencapai 18.348,40 ton. Selain itu Stok pupuk juga sudah tersedia hingga tingkat kios dan siap disalurkan bulan November dan Desember tahun 2024 ini.

Bahkan pada Bulan September 2024, Pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini diwakili oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan provinsi NTB mendapat penghargaan dari Kementerian Pertanian RI yaitu sebagai Peringkat III untuk Daerah dengan Penyaluran Pupuk Subsidi terbaik di Indonesia. Atas kinerja penyaluran pupuk bersubsidi yang baik ini, Pupuk Indonesia memberikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian NTB atas kerja samanya yang sangat baik dalam proses penyaluran pupuk bersubsidi. Semoga kerjasama yang baik ini dapat terus terjalin,” tandas Dika.(bul)

Harga Emas Jumat 8 November Naik Rp14.000 Jadi Rp1,527 Juta Per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Jumat (8/11) naik sebesar Rp14.000, setelah sehari sebelumnya merosot Rp.30.000. Sehingga harga emas per gram kini menjadi Rp1.527.000.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan yakni Rp1.381.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Jumat:
-Harga emas 0,5 gram: Rp813.500.
– Harga emas 1 gram: Rp1.527.000.
– Harga emas 2 gram: Rp2.994.000.
– Harga emas 3 gram: Rp4.466.000.
– Harga emas 5 gram: Rp7.410.000.
– Harga emas 10 gram: Rp14.765.000.
– Harga emas 25 gram: Rp36.787.000.
– Harga emas 50 gram: Rp73.495.000.
– Harga emas 100 gram: Rp146.912.000.
– Harga emas 250 gram: Rp367.015.000.
– Harga emas 500 gram: Rp733.820.000.
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.467.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

CEO Indodax Sebut Kemenangan Trump Bawa Sentimen Positif Pasar Kripto

0
Ilustrasi pasar kripto(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kemenangan Donald Trump pada Pilpres AS, serta meningkatnya minat dari kalangan institusional dinilai membawa sentimen positif terhadap pasar kripto yang berdampak pada naiknya harga Bitcoin (BTC) mencapai rekor tertinggi pada harga 76.000 dolar AS atau sekitar Rp1,2 miliar.

CEO Indodax Oscar Darmawan menilai fenomena tersebut mencerminkan betapa kuatnya pengaruh peristiwa politik AS terhadap harga Bitcoin.

“Ketika Bitcoin mencapai rekor harga tertingginya, ini menunjukkan kepercayaan dan harapan yang besar dari para investor. Faktor politik, seperti kemenangan Trump yang pro kripto pada Pilpres AS, memberikan dorongan psikologis yang signifikan di pasar,” ujarnya di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Trump dikenal memiliki sikap mendukung kebijakan yang pro terhadap aset digital dan sektor teknologi,sehingga memberikan pengaruh positif terhadap pasar kripto.

Selain itu, lanjutnya, Trump juga berencana untuk membentuk cadangan Bitcoin nasional dan menjadikan Amerika sebagai pemimpin global dalam hal aset Bitcoin.

Oscar menambahkan selain faktor politik, pergerakan dana institusional di pasar juga menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga Bitcoin belakangan ini.

Data dari Farside Investors menunjukkan bahwa pada 6 November 2024, ETF Bitcoin mencatat arus masuk sebesar 621,9 juta dolar AS pasca kemenangan Trump meningkat.

Dikatakannya, institusi besar juga berperan penting dalam adopsi Bitcoin. Adopsi Bitcoin bukan hanya didorong oleh para investor ritel, tetapi juga semakin kuat di kalangan institusi keuangan, terutama setelah adanya pengajuan ETF Spot Bitcoin dari perusahaan besar seperti BlackRock.

“Hal ini menunjukkan perubahan persepsi institusi terhadap aset kripto yang kini dilihat sebagai instrumen investasi jangka panjang,” katanya.

Oscar dalam keterangannya menguraikan bahwa permintaan dari kalangan institusional, yang cenderung lebih stabil dan berjangka panjang, memberikan dampak terhadap keberlanjutan harga Bitcoin di level tinggi.

Ketika institusi mulai berinvestasi dalam Bitcoin, lanjutnya mereka membawa likuiditas yang lebih besar dan legitimasi ke pasar kripto. Ini menjadi bukti bahwa Bitcoin semakin diterima di kalangan mainstream dan bukan sekadar aset spekulatif semata.

Pada kesempatan itu Oscar mengingatkan para investor untuk tetap berhati-hati dalam berinvestasi dan mempertimbangkan risiko yang ada akibat volatilitas pasar kripto.

“Kami terus berkomitmen untuk menyediakan akses mudah ke aset digital serta memastikan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi bagi para pengguna,” katanya. (ant)