Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 510

Jelang Nataru, SPBU di NTB Disidak

0
Jelang Nataru, SPBU di NTB Disidak(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memastikan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di wilayahnya mematuhi Standard Operasional Procedure (SOP) dan seluruh peralatan pengisian telah dicek dengan hasil tera dibawah toleransi minimum.

Hal ini dilakukan untuk memonitoring distribusi pasokan, memastikan tepat secara kuantitas dan kualitas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, upaya aktif ini menggandeng Meterologi setempat untuk memastikan seluruh Dispenser SPBU sesuai tera nya.

“Di Jatimbalinus terdapat 566 SPBU yang berada di jalur utama pergerakan masyarakat baik tol maupun non tol selama nataru nanti, kami pastikan semuanya sesuai dengan standard pelayanan kenyamanan baik yang utama takaran BBM, alat pembayaran digital hingga toilet musholanya” ujar Ahad.

“Di Nusa Tenggara Barat terdapat 117 SPBU seluruhnya dalam posisi optimal dan akurasi seluruh alat pengisian,” lanjut Ahad.

Pada kegiatan ini Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area NTB bersama-sama dengan Komite BPH, Kadis ESDM Provinsi NTB dan Kepala Bidang Kemetrologian Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur melakukan pengecekan ke beberapa SPBU diantaranya di Kota Mataram (SPBU 5483203, SPBU 5483208) dan di Kabupaten Lombok Timur (5483607) yang merupakan bagian wilayah operasional Pertamina di NTB.

Pelaksanaan Tera Ulang SPBU dilaksanakan pada hari Kamis, 21 November 2024 bersama dengan Kepala Bidang Kemetrologian Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, Hari Juniawa dengan hasil Tera Ulang takaran nozzle di SPBU telah sesuai dengan standard toleransi PASTI PAS SPBU Pertamina yaitu -03% atau -60ml/20L.

“Pengawasan berkala seperti ini memang harus rutin dilakukan agar sirkulasi penjualan BBM ini tidak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Terkait dengan kualitas, kuantitas, kondisi air dan faktor lainnya semua sudah memenuhi persyaratan. Mungkin selanjutnya untuk masukan, karena ini sudah masuk musim penghujan agar kiranya teman teman SPBU dapat melakukan pengecekan kabel-kabel yang longgar jangan sampai nanti terkena petir karena akibatnya akan sangat fatal”, terang Hari.

Sales Area Manager (SAM) Retail Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus wilayah NTB Agung Kaharesa Wijaya, menjelaskan bahwa peninjauan SPBU ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan sebagai bagian dari monitoring kesiapan dan layanan SPBU, salah satunya dalam waktu dekat ini untuk persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Pada hari ini kita sudah melakukan pengecekan bersama dengan Komite BPH, Kadis ESDM Provinsi NTB dan Kepala Bidang Kemetrologian Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, alhamdulillah kualitas dan kuantitas semuanya sesuai dengan yang dipersyaratkan. Kemudian terkait kesiapan Nataru, kita sudah melakukan prmantauan stok baik digital maupun secara langsung, alhamdulillah stok BBM Bersubsidi dan Non Subsidi di wilayah Nusa Tenggara Barat terjaga dengan baik dan selalu kami monitor supaya tidak ada kendala di masyarakat”, jelas Agung.

Utamanya menjelang masa Natal dan Tahun Baru saat ini guna mendukung kesiapan penyaluran energi, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus kembali perlu memastikan operasional di lembaga penyalur berjalan dengan lancar salah satu diantaranya kesiapan fasilitas-fasilitas penunjang di SPBU. Selama dilakukan sidak pemeriksaan, tidak ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan standard yang ditetapkan, sehingga SPBU yang ada di wilayah NTB sudah sesuai dengan ketentuan, dan siap untuk mendukung penyaluran energi di masa Natal dan Tahun Baru 2025.(bul)

Ribuan Guru di NTB Dapat Tunjangan Rp2 Juta

0
Aidy Furqan(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd mengatakan pihaknya sudah mulai mendata tenaga pendidik yang telah melakukan sertifikasi. Para guru ini nantinya akan mendapat tunjangan sebesar Rp2 juta untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Ini kan anggaran 2025 sampai sertifikasi 2024, saya masih siapkan data-datanya,” ujarnya kepada Ekbis NTB, Kamis, 21 November 2024.

Ia mengungkapkan, terdapat ribuan guru yang telah mendapatkan sertifikat sebagai tenaga pendidik profesional di NTB. Untuk jenjang SMA, SMK, dan LSB, diektahui lebih dari 1000 guru telah mendapatkan sertifikat. Begitu pula dengan guru jenjang SD dan SMP.

Untuk guru yang belum melakukan sertifikasi, Aidy mengatakan pihaknya kini sedang mendorong untuk para guru ini menyelesaikan Program Pendidikan Guru (PPG).

“PNS bersertifikasi, PPG bersertifikasi dan non  ASN bersertifikasi. Oleh pak Menteri direncanakan akan ada tambahan dua juta, makanya kita pacu terus teman-teman selesai PPG supaya dapat sertifikat dulu,” katanya.

Karena program tunjangan guru akan mulai berlaku di awal tahun nanti, sehingga guru yang akan mendapatkan tunjangan ini merupakan guru yang telah memiliki sertifikat sampai dengan akhir tahun 2024 ini.

Ia menjelaskan, tunjangan guru ini berbeda dari gaji pokok yang didapatkan setiap bulan oleh para guru. Tunjangan ini merupakan dana tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik yang menjadi salah satu janji Presiden Prabowo Subianto.

“Tunjangan itu tambahan, di luar gaji. Misal satu kali gaji per 3 bulan dapat Rp10 juta ditambah Rp2 juta,” terangnya.

Aidy mengungkapkan, meski skema pemberian tunjangan kepada tenaga pendidik ini sudah diketahui, namun perihal ini belum dibahas oleh Pemerintah Provinsi. Pasalnya, program ini akan mulai dilakukan di awal tahun nanti sehingga hal ini masih berupa rancangan persiapan bagi Pemerintah Daerah.

“Kita belum bahas, karena kemarin waktu rapat di Jakarta cuma rancangan. Kita belum eksekusi karena akan dieksekusi 2025, ini cuma perancangan aja supaya bisa kita running di 2025,” ungkapnya. Adapun ia berharap dengan adanya program ini tidak memberatkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) baik provinsi maupun kabupaten/kota. (era)

Loteng Siapkan Anggaran Pendamping Program Makan Gratis

0
Lalu Ramdan (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Guna mendukung program makan gratis bergizi yang direncanakan mulai dilaksanakan tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah menyiapkan anggaran pendamping. Penyiapan alokasi anggaran tersebut untuk memastikan program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut  bisa berjalan sukses di Loteng.

Demikian ditegaskan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng Lalu Ramdan, S.Ag., saat dikonfirmasi Ekbis NTB, Kamis 21 November 2024.

Ditemui di ruang kerjanya, Ramdan mengaku petunjuk pelaksanaan (juklak) maupun petunjuk teknis (juknis) dari program ini belum diterima dari pemerintah pusat, seperti apa pola pelaksanaan, termasuk di mana pemerintah daerah intervensi di program tersebut nantinya. Tapi yang penting Pemkab Loteng sudah menyiapkan anggaran pendamping.

Itu artinya, saat ini alokasi anggaran masih umum.  Nanti setelah ada juklak dan juknis-nya baru akan dijabarkan secara detail. “Berapa besaran anggaranya masih dibahas. Tapi yang jelas ada kita siapkan di APBD Loteng 2025,” jelasnya.

Dikatakannya, penyiapan anggaran pendamping program makan gratis bergizi tersebut sebagai langkah antisipasi, agar bisa mengukur kemampuan anggaran daerah. Sehingga jika tahun depan diharuskan melakukan refocusing anggaran untuk mengakomodir program makan gratis bergizi, tidak mengganggu anggaran program yang lain.

“Kita antisipasi sejak dini dengan menyiapkan anggaran pendamping. Karena program ini pasti dilaksanakan. Hanya tinggal menunggu juklak dan juknisnya saja,. Jadi tahun depan saat program  berjalan kita kelabakan menyiapkan anggaran pendamping,” tegas Ramdan. (kir)

Kinerja Keuangan Pemkab Sumbawa, Serapan Anggaran Triwulan Ketiga Baru 67, 95 Persen

0
H. Yudi Patria Negara(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Kepala Bagian Pembangunan Setda Sumbawa, H. Yudi Patria Negera, mengaku bahwa serapan anggaran di triwulan ketiga masih sangat rendah yakni di angka 67,95 persen dari angka yang seharusnya tercapai sebesar 80  persen.

“Memang target serapan anggaran kita masih sangat rendah dari yang seharusnya di angka 80 persen, tetapi kami tetap akan mengupayakan agar target tersebut bisa terus dipacu,” katanya kepada Ekbis NTB, Kamis 21 November 2024.

H. Yudi menjelaskan, rendahnya serapan tersebut terjadi karena ada beberapa proyek fisik yang saat ini masih tahap pembangunan Kendati demikian, pihaknya optimis bahwa serapan tersebut akan meningkat karena beberapa paket pekerjaan sudah ada yang mulai berkontrak

“Saat ini proses pengerjaan proyek fisik masih terus berjalan dan kami berharap dengan selesainya beberapa pekerjaan besar bisa mendongkrak capaian serapan anggaran,” ujarnya.

Bahkan saat ini beberapa proyek pekerjaan yang madjh berprogres yakni pembangunan Labkesda senilai Rp12 miliar, pembangunan lanjutan gedung RSUD Sumbawa senilai Rp20 miliar. Selain itu ada pembangunan pagar RSUD yang menelan anggaran sekitar Rp5 miliar dan proyek jalan SJP-Lito senilai Rp9,8 miliar.

“Proyek-proyek tersebut sedang dalam proses pengerjaan, sehingga kami optimis target serapan anggaran bisa terus meningkat,” jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh OPD yang memiliki pekerjaan fisik dengan nilai yang cukup besar agar memanfaatkan waktu yang tersisa sekitar 2 bulan. Bahkan pihaknya juga terus memberikan atensi khusus terkait serapan anggaran ini agar tidak melewati tahun anggaran.

“Kami berharap, pekerjaan fisik itu tidak berakhir sampai bulan Desember, November paling lama pekerjaan itu sudah selesai. Sehingga di sisa waktu tersebut bisa kita lakukan evaluasi terhadap pekerjaan itu,” tukasnya. (ils)

Rawan Dipolitisasi, Penyaluran Bansos di Lobar Ditunda Setelah Pilkada

0
Lalu Martajaya (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Lombok Barat (Lobar) ditunda hingga selesai pelaksanaan Pilkada, kecuali bantuan yang bersifat bencana alam. Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi bantuan tersebut rawan dipolitisasi, lantaran disalurkan pada musim pilkada serentak.

Kepala Dinas Sosial Lobar Lalu Martajaya mengatakan,  bahwa penyaluran bantuan sosial seperti PKH, BPNT, Bantuan beras, dan lainnya ditunda. “Ditunda penyaluran bantuan Sosial setelah pilkada,” katanya, Kamis 21 November 2024.

Penundaan penyaluran bantuan ini berdasarkan kebijakan Pemerintah Pusat melalui Surat dari Menteri Dalam Negeri tanggal 14 November yang telah ditindaklanjuti oleh Pj Bupati Lobar melalui Surat Edaran (SE).

Alasan penundaan penyaluran bantuan ini, karena kekhawatiran pemerintah bahwa bantuan tersebut disalurkan pada musim Pilkada rawan disalahgunakan atau dipolitisasi. “Khawatirnya dipolitisasi,” ujarnya.

Untuk bantuan PKH ditunda selama triwulan terakhir (Oktober – November) sedangkan bantuan lainnya rata-rata satu bulan saja (November). Lebih jauh dikatakan untuk bantuan PKH, Lobar telah mendapatkan lampu hijau untuk penambahan kuota penerima PKH. “Kita dapat tambahan 29 ribu KK tahun 2025,”jelasnya.

Usulan tambahan penerima bantuan ini sedang dalam proses verifikasi dan validasi. Di mana penerima bantuan ini berdasarkan data BPNT. Sejauh ini pihaknya telah melakukan verifikasi dan validasi, namun karena belum tuntas 100 persen sehingga Pemkab usulkan ke Kementerian Sosial untuk perpanjangan waktu. “Surat ditandatangani Pak Pj Bupati kemudian kami usulkan ke kementerian,”imbuhnya. (her)

Promosikan Sekotong ke Dunia, Event Gili Gede Begawe Disaksikan Wisatawan Asing

0
Event Gili Gede Begawe disaksikan wisatawan asing, Rabu 20 November 2024. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Berbagai upaya dilakukan untuk mempromosikan Sekotong ke dunia, salah satunya melalui event-event yang dilaksanakan Pemkab Lombok Barat (Lobar) hingga pemerintah desa (pemdes) berkolaborasi dengan DPRD. Seperti event tahunan Gili Gede Begawe yang kembali digelar Pemerintah Desa Gili Gede, Rabu 20 November 2024.

Event itu sukses menarik perhatian wisatawan asing dari berbagai negara. Hingga tamu negara  dari acara Justice and Democracy Forum yang sedang berada di Lobar ikut menikmati pertunjukan kearifan lokal tersebut.

Dari pantauan media, event yang berlangsung di kawasan perairan Gili Gede dan Thamarin Resort itu kental dengan kearifan lokal. Menjadi tontonan hiburan masyarakat dan sejumlah wisatawan mancanegara yang staycation di sejumlah penginapan atau resort di Gili Gede.

Hampir sama dengan kegiatan di tahun sebelumnya, event rakyat itu terdiri dari berbagai pertunjukan seni budaya kearifan lokal maritim. Mulai dari lomba perahu layar yang diikuti nelayan dari berbagai daerah. Kemudian atraksi perisaian, tarian tradisional hingga rudat. Uniknya di tahun ini ada penampilan musik gendang beleq  yang berlangsung di tengah laut untuk menjadi musik pengiring lomba perahu layar.

Kepala Desa Gili Gede Indah, Awaludin saat pembukaan mengatakan event rakyat itu bagian dari langkah mempromosikan destinasi wisata Gili Gede termasuk Sekotong.

“Event ini kita harapkan bisa terus berjalan dan digelar kembali tahun ke tahun,” ucapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Gili Gede, Abubakar Abdullah mengatakan event tahunan Gili Gede itu selain menjadi hiburan rakyat, juga langkah mempromosikan potensi wisata Gili Gede maupun Sekotong. “Karena berbicara konteks pariwisata,  itu berbicara konteks universal, siapapun yang data ke tempat kita dalam konteks berwisata harus kita sambut dengan Seni budaya dan kekayaan alam,” terang Wakil Ketua DPRD Lobar itu.

Terkait pentas parade gendang beleq di tengah laut, Abu mengatakan pihaknya ingin menciptakan keunikan dari event itu yang bisa memikat pengunjung. Terbukti musik khas suku Sasak itu mampu memukau para wisatawan dan tamu negara. Bahkan Parade Gendang Beleq di atas laut menjadi suatu hal baru yang digelar di Lombok. “Karena itulah namanya pariwisata, pariwisata itu harus berbicara tampilan yang berbeda,” ujarnya.

Ia bersyukur niatnya memfasilitasi event rakyat itu berbuah manis. Sebab terlihat kebahagiaan masyarakat setempat disuguhi hiburan. Bahkan berbagai wisatawan mancanegara dari berbagai negara menyaksikan keunikan kearifan lokal. Bahkan para tamu negara yang datang ke Lobar juga begitu takjup dengan pertunjukan tersebut.

Event itu juga mampu mendatangkan sejumlah wisatawan eropa dari berbagai negara yang kebetulan menginap di sejumlah penginapan di Gili Gede.  Pada kesempatan itu juga Abu menegaskan event ini tidak ada kaitan dengan politik namun murni promosi daerah. Mengingat pelaksanaan pilkada tinggal beberapa hari.

“Mudah-mudahan ihktiar kita dalam mempromosikan daerah kita, bisa membuat Gili Gede dan daerah kita lebih berkembang,” harapnya.(her)

DLH Kota Mataram Gratiskan Paving Blok dari Sampah Plastik

0
Irwansyah(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Sandubaya Kota Mataram terus memproduksi paving blok dari sampah plastik dengan kapasitas 300 hingga 400 batang per hari. Meski demikian, hingga saat ini produk tersebut belum dijual, karena belum ada regulasi yang mengatur hal tersebut.

Demikian disampaikan Sekretaris DLH Kota Mataram, Irwansyah kepada Ekbis NTB di DPRD Kota Mataram, Kamis 21 November 2024. Meskipun ada usulan dari Dewan untuk menjadikan produk paving blok sebagai salah satu sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah), namun saat ini produk tersebut hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal di beberapa tempat yang memerlukan.

“Untuk saat ini, kami masih memproduksi paving blok tersebut. Kami belum menjualnya karena belum ada aturan yang mengatur tentang itu. Kami hanya menggunakan produk tersebut di TPST dan beberapa lokasi yang membutuhkan,” jelas Irwansyah.

Meskipun demikian, potensi komersialisasi paving blok dari sampah plastik ini sangat besar, mengingat produksi yang kontinyu dan dapat berkembang jika diatur secara lebih lanjut. Namun, tujuan utama dari program ini bukan untuk mencari keuntungan, melainkan untuk mengurangi sampah plastik di Kota Mataram.

Irwansyah menambahkan bahwa meskipun ada kemungkinan untuk mengkomersialkan produk ini di masa depan, fokus utama tetap pada pengurangan sampah plastik. Hal ini juga sejalan dengan larangan penggunaan plastik sekali pakai yang sedang digalakkan di kota tersebut.

Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan paving blok tersebut, lanjut Irwansyah, mereka dapat mengajukan permohonan secara resmi kepada DLH Kota Mataram. (fit)

Langkah Strategis Perkuat Kemandirian Pangan

0
Muhammad Zamroni (ekbisntb.com/rus)

DALAM upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Panglima Kodam IX Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, memimpin penanaman jagung secara serentak di lahan seluas 1.000 hektar di Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Kamis 21 November 2024. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan, khususnya di wilayah NTB.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Muhammad Zamroni mengapresiasi kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan mitra petani yang berperan aktif dalam penyediaan kebutuhan tani dan penyerapan hasil produksi petani. Ia juga menekankan pentingnya komitmen petani untuk terus melanjutkan kegiatan bercocok tanam demi mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kita berharap keberpihakan negara kepada petani semakin besar, terutama dalam hal penyerapan hasil produksi dengan harga yang memotivasi petani untuk terus bertani,” ujar Pangdam IX Udayana.

Pangdam juga memberikan apresiasi kepada Korem 162/Wira Bhakti atas inovasi dan upaya dalam mendukung kemandirian pangan. Ia berharap langkah-langkah seperti ini dapat diterapkan di seluruh wilayah Kodam IX Udayana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pj Sekda Lombok Timur H. Hasni, Kepala Dinas Pertanian NTB, Ketua DPRD Lombok Timur, serta sejumlah tokoh masyarakat, termasuk kelompok tani Gapoktan Beriuk Maju. H. Hasni menyampaikan terima kasih atas dukungan TNI terhadap sektor pertanian di Lombok Timur, khususnya pada tanaman jagung yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

H. Hasni mengungkapkan bahwa produksi jagung Lombok Timur hingga Juni 2024 telah mencapai 29.738 ton dengan luas tanam 7.500 hektar. Ia optimis angka tersebut akan meningkat seiring datangnya musim penghujan, terutama dengan dukungan dari TNI melalui pembangunan sumur bor yang membantu pengairan lahan pertanian.

Sementara itu, dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian juga terlihat dari peningkatan alokasi pupuk bagi Lombok Timur. Tahun 2023, alokasi pupuk urea meningkat dari 17.961 ton menjadi 33.313 ton. Pupuk NPK juga mengalami peningkatan signifikan dari 548 ton menjadi lebih dari 27 ribu ton, ditambah pupuk organik sebanyak 30.225 ton.

“Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah dalam mendukung peningkatan produksi pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan,” jelas H. Hasni.

Dengan berbagai dukungan ini, diharapkan ketahanan pangan nasional dapat semakin kokoh, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Lombok Timur dan wilayah lain di Indonesia. (rus)

2025 Sirkuit Mandalika Gelar Tiga Balapan Internasional

0
Priandhi Satria (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Pertamina Mandalika International Circuit dipastikan bakal menggelar tiga balapan internasional ditahun 2025 mendatang. Dua balapan roda dua serta satu ajang balap roda empat. Dengan satu lagi balapan roda empat masih dalam pembicaraan antara Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) dengan pihak promotor.

“Total kita rencanakan ada empat ajang balap dunia ditahun 2025 mendatang. Tapi baru tiga balapan yang sudah fix digelar di Sirkuit Internasional Mandalika. Satu lagi masih dalam pembicaraan,” ungkap Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, kepada Ekbis NTB, Rabu 20 November kemarin.

Ditemui di area Pertamina MotoGP Experiance Galery, Priandhi mengatakan event dunia yang sudah pasti digelar di sirkuit Mandalika tahun 2025 yakni MotoGP,  digelar awal Oktober 2025. Kemudian Asia Road Race Championship (ARRC) yang direncanakan digelar antara bulan Mei atau Juni.

 “Satu lagi ada GP Fanatec. Ajang balap roda empat ini direncanakan digelar pada bulan Februari 2025,” sebutnya dengan satu ajang balap roda empat dalam proses pembicaraan.

Di luar ajang balap internasional tersebut ada juga sejumlah ajang balapan atau kejuaraan tingkat nasional. Seperti Mandalika Racing Series (MRS) hingga Mandalika Festival of Speed (MFoS). Ditambah beberapa ajang balapan tingkat daerah serta kegiatan track day.

“Tahun ini selama 260 hari kalender itu selalu ada event yang digelar di sirkuit Mandalika,” terangnya.

Kedepan, MGPA terus berupaya memperbanyak event di sirkuit Mandalika. Terutama ajang balap internasionalnya. Namun dengan empat ajang internasional sudah cukup memadai untuk bisa menghidupkan sirkuit Mandalika sekaligus menjadi pemicu keramaian bagi pariwisata di kawasan The Mandalika.

“Sirkuit Mandalika menjadi salah satu destinasi yang cukup banyak menarik wisatawan untuk datang ke kawasan The Mandalika,” terangnya. Tidak hanya untuk berwisata tetapi juga untuk merasakan sensasi berbagai atraksi yang disiapkan di sirkuit Mandalika. (kir)

Pelabuhan Gilimas NTB Kedatangan Kapal Pesiar Terbesar Dunia

0
Wisatawan penumpang kapal pesiar singgah di Pelabuhan Gilimas Lembar(ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebuah kapal pesiar terbesar di dunia bernama Quantum of the Sea dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Gilimas yang berlokasi di Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 menyatakan siap menyambut kedatangan kapal pesiar tersebut.

“Kedatangan kapal megah itu menjadi tonggak sejarah baru bagi pariwisata bahari Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat,” kata General Manager Pelindo Regional 3 Lembar, Kunto Wibisono dalam keterangan di Mataram, Kamis.

Kapal mewah milik Royal Caribbean Cruise Lines itu dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Gilimas pada 21 November 2024. Kapal itu memiliki panjang keseluruhan (LOA) mencapai 347 meter dengan membawa sekitar 4.000 orang penumpang serta 1.000 orang awak kapal.

Wibisono mengatakan sebagai bentuk kesiapan menyambut kedatangan kapal pesiar, Pelindo Regional 3 telah melakukan berbagai persiapan yang matang.

Menurutnya, fasilitas terminal penumpang Pelabuhan Gilimas disiapkan untuk mengakomodir kapal pesiar dan didesain untuk memberikan kenyamanan bagi ribuan penumpang.

Terminal Pelabuhan Gilimas memiliki panjang dermaga 440 meter dan memiliki bangunan dua lantai dengan total luas lantai satu mencapai 12.300 meter persegi dan lantai dua 2.000 meter persegi.

Kawasan itu juga mendapatkan dukungan dengan area publik yang memadai untuk mengantisipasi kunjungan penumpang dalam jumlah banyak.

Alur debarkasi dan embarkasi penumpang juga telah dirancang secara efisien untuk memperlancar proses kegiatan pada saat kedatangan dan keberangkatan kapal.

“Kami juga telah menyiapkan mobile gangway yang modern untuk mempermudah akses penumpang menuju dan dari kapal,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, Karantina Imigrasi serta pemerintah daerah terkait untuk memastikan kelancaran proses kedatangan kapal pesiar ke Pelabuhan Gilimas.

Pelindo juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan berbagai layanan pendukung, seperti transportasi, akomodasi, dan wisata bagi para penumpang.

Dia berharap kedatangan kapal pesiar Quantum of the Seas dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

“Ribuan wisatawan internasional yang datang bakal mengunjungi berbagai destinasi wisata di kawasan Nusa Tenggara Barat, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat,” pungkasnya. (ant)