Thursday, April 9, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 466

Target PAD Parkir Tak Tercapai, Penerapan Sistem QRIS di Lobar Harus Dievaluasi

0
Penerapan QRIS di Lobar tak maksimal, sehingga mempengaruhi capaian PAD. (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Program Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada sektor parkir di Lombok Barat tak sesuai harapan, lantaran kendala kesiapan dari juru parkir (Jukir). Dampaknya, target PAD dari sektor retribusi parkir yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) pun turun menjadi 35 persen.

Program QRIS ini awalnya diterapkan sejak beberapa tahun lalu di pasar Narmada, namun akibat kendala dihadapi terkait kesiapan juru parkir yang belum siap dari sisi SDM untuk menerapkan sistem QRIS tersebut.

Sekdis Perhubungan menerangkan capaian PAD diharapkan bisa mencapai Rp1,6-1,7 miliar atau 35 persen dari total target Dishub sampai akhir tahun. “Karena QRIS itu persoalannya, itu target Rp3,6 miliar yang ditarget,”jelasnya, kemarin.

Awal diberlakukan QRIS, dari yang ditarget seusai QRIS terlalu tinggi mencapai Rp3,6 miliar pada sektor parkir. Rp3,6 miliar ini hitungan bruto atau kotor sedangkan nettonya atau bersih Rp1,2 miliar masuk ke Pemkab. Sehingga target capaian pun kembali pada angka realistis mencapai Rp1,2 miliar sesuai dengan potensi. “Tapi kendalanya memang belum siap, jukir kita belum siap,”ujarnya.

Kendala yang dihadapi, jukir jarang memiliki HP android dan tidak bisa mengoperasikan sistem QRIS. Selain itu mereka perlu ada dana simpanan. Selain itu, kendala yang dihadapi pengembalian atau pengambilan dana untuk gaji jukir.  Kerena setoran retribusi parkir sudah masuk semua ke Kas Daerah melalui sistem QRIS tersebut.

Hal ini menyebabkan banyak jukir yang protes. Sehingga disiasati dengan menganggarkan melalui APBD. “Tapi karena QRIS gagal, tahun depan tidak dianggarkan lagi (untuk bayar gaji Jukir),”sambungnya.

Namun kedepan, pihaknya secara pelan-pelan akan mencoba menerapkan kembali Sistem QRIS ini dengan pola percontohan di beberapa pasar. “Kita coba dengan percontohan modelnya,’’ katanya.(her)

Baznas NTB dan KLU Berkolaborasi, Salurkan Bantuan Gerobak Produktif dan Modal Usaha kepada Mustahik

0
Baznas salurkan bantuan gerobak produktif kepada pedagang kaki lima (ekbisntb.com/ist)

Lombok(ekbisntb.com) – Para mustahik dengan usaha ekonomi produktif mendapat dukungan pemberdayaan dari Baznas. Sebanyak 20 gerobak dan bantuan modal masing-masing Rp 1,5 juta per orang, disalurkan kepada para pedagang untuk meningkatkan usaha mereka.

Ketua Baznas Lombok Utara, Drs. Sayuti, MS., di sela-sela serah terima bantuan belum lama ini, mengatakan fasilitasi prasarana produktif dan permodalan ini bersumber dari anggaran Baznas. Dimana, Baznas Provinsi NTB dan Baznas Kabupaten Lombok Utara, berkolaborasi membangun sinergi untuk meningkatkan usaha produksi yang digalakkan masyarakat.

“Pembagian gerobak produktif merupakan hasil kerjasama antara Baznas Provinsi NTB dengan Baznas Kabupaten Lombok Utara. Selain menyerahkan Gerobak produktif tersebut, Baznas juga memberikan bantuan modal usaha kepada penerima bantuan tersebut yakni uang sebesar Rp 1,5 juta untuk masing-masing pedagang,” ungkap Sayuti.

Ia menegaskan, Baznas Lombok Utara mengelola anggaran zakat, infaq dan shadaqah dari masyarakat sesuai ketentuan. Ia pun menegaskan, bahwa Baznas KLU tidak pernah menyalurkan bantuan yang bersifat kredit kepada masyarakat baik individu maupun kelompok.

Sayuti menambahkan, Baznas Lombok Utara juga sudah merealisasikan program bantuan secara langsung kepada masyarakat. Selain bantuan ekonomi produktif, Baznas juga menyalurkan bantuan konsumtif berupa paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara, Kabag Kesra  Setda Lombok Utara, Alwi Agusto, S.Si., M.Pd., menyampaikan bantuan Baznas Provinsi NTB dan Baznas KLU berupa 20 unit gerobak produktif akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang notabene merupakan pelaku usaha mikro. Sebab para penerima rata-rata merupakan para pedagang kecil yang membutuhkan prasarana pendukung.

“Semoga dipergunakan dengan baik, dan masih banyak lagi yang perlu kita laksanakan program-program untuk membantu masyarakat di Kabupaten Lombok Utara,” ucapnya.

Harapan pemerintah daerah, sambung dia, bantuan prasarana ini tidak dipandang dari fisiknya saja, melainkan dari aspek manfaat dan keberlangsungan usaha. Ia meyakini, gerobak ini akan sangat mendukung eksistensi usaha masyarakat.

Demikian halnya dengan modal sebesar Rp 1,5 juta yang diterima masing-masing orang, Alwi berharap dapat dikelola untuk mendukung usaha jangka panjang. Diharapkan, bantuan modal ini akan menghindarkan para pedagang dari ketergantungan pada rentenir yang memberi pinjaman modal dengan bunga tinggi.

“Bantuan Baznas diharapkan dapat meningkatkan perekonomian bagi masyarakat, dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lombok Utara meningkat,” imbuhnya.(ari)

Disnaker Buka Posko Pengaduan, UMK Lobar Naik Jadi Rp2.603.031

0
Baiq Fuji Qadarni (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Upah Minimun Kabupaten (UMK) Lombok Barat (Lobar), naik menjadi Rp2.603.031 dari tahun sebelumnya. Kenaikan UMK ini mencapai sekitar 158.964. UMK ini telah melalui proses pembahasan dan kesempatan Dewan Pengupahan dan lembaga terkait lainnya.

Terkait UMK ini, pihak Dinas Tenaga Kerja akan menyiapkan posko pengaduan bagi pihak yang ingin mengadu ke Pemkab. Penjabat (Pj) Bupati Lobar, H.Ilham menyampaikan bahwa pihak Pemkab sudah menyerahkan rekomendasi UMK Lobar 2025.

‘’Nominalnya Rp 2.603.031. Naik Rp 158.964 dari UMK tahun ini sebesar Rp 2.444.067. Sudah saya tandatangani dan serahkan ke Gubernur untuk ditetapkan,” kata Ilham kepada wartawan, Kamis 19 Desember 2024.

Disampaikan, UMK tersebut naik 6,5 persen. Itu sesuai dengan Peraturan Kementerian Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 16 Tahun 2024 tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) yang naik 6,5 persen. Pihaknya berharap semua perusahaan di Lobar harus membayar sesuai dengan UMK. Tidak ada lagi pelaku usaha yang membayar upah di bawah UMK.

“Harus patuh dan tunduk terhadap aturan. Kami akan pantau kepatuhan pelaku usaha,” ujar Ilham.  Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan Lobar Baiq Fuji Qadarni menambahkan kepastian UMK tinggal menunggu penetapan dari Gubenur NTB. Sesuai jadwal, rencananya ditetapkan tanggal 18 Desember kemarin.

UMP NTB sendiri sudah ditetapkan Gubernur senilai Rp 2.602.931. Artinya UMK Lobar 2025 dan UMP NTB 2025 hanya terpaut Rp 100. “Prinsipnya kan UMK harus lebih tinggi dari UMP. Dewan pengupahan sudah menetapkan,” paparnya. Setelah ini, pihaknya akan membentuk tim pemantau UMK. Bahkan Disnaker Lobar siap membentuk posko pengaduan. Masyarakat atau pekerja bisa melaporkan perusahaan tempatnya bekerja jika tidak membayar upah sesuai UMK.

“Kami segera bentuk tim untuk memastikan pelaksanaan UMK sudah berjalan sesuai aturan,” jelasnya (her)

Dampak Cuaca Ekstrem, Kerugian Mencapai Rp1,48 Miliar

0
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Ahmad Muzaki(ekbisntb.com/medcom.id)

Lombok (ekbisntb.com) – Sejumlah wilayah di Kota Mataram tergenang banjir dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem beberapa hari lalu. Badan Perencanaan dan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram mencatat kerugian materi di bulan Desember mencapai Rp1,48 miliar lebih.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Ahmad Muzaki dikonfirmasi kemarin menyebutkan, kejadian bencana alam selama bulan Desember mencapai 19 kasus. Diantaranya, banjir tiga kasus yang mengakibatkan 200 kepala keluarga terdampak dan 21 hektar sawah terendam. Banjir mengakibatkan kerugian ditaksir mencapai Rp1.432.000.000.

Selanjutnya, banjir rob terjadi sejumlah tiga kasus mengakibatkan satu rumah warga rusak ringan. Kerugian ditaksir mencapai Rp35 juta. Pohon tumbang terjadi sebanyak 13 kasus mengakibat satu unit kendaraan milik warga rusak. “Kerugian akibat bencana alam di bulan Desember mencapai Rp1,48 miliar,” sebutnya.

Data kerusakan serta kerugian akibat dampak hidrometeorologi sebenarnya telah disampaikan ke masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) teknis lainnya. Tujuannya untuk mengambil langkah antisipasi ataupun menjadikan rujukan apabila ingin mengintervensi. Jack sapaan akrabnya mengakui, Pemerintah Kota Mataram telah mengalokasian dana bantuan tidak terduga (BTT) dalam postur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2024 senilai Rp5 miliar. Akan tetapi, dana BTT tidak bisa digunakan karena belum berstatus darurat. “Anggaran itu belum bisa dipakai karena status kebencanaan belum darurat,” pungkasnya.

Pemerintah daerah lanjutnya, sebenarnya tidak hanya mengandalkan BTT sebagai sumber anggaran untuk menangani kebencanaan. Pemerintah pusat juga membuka akses untuk dana siap pakai (DSP). Anggaran ini bisa digunakan dengan beberapa persyaratan atau kriteria yang ditentukan oleh pemerintah pusat.

Dijelaskan, kejadian bencana alam di Kota Mataram sifatnya berulang atau permanen. Artinya, bantuan diberikan hanya berupa sembako dan kebutuhan lainnya. Seandainya ada kerugian besar maka dilakukan assesment. Hasil assesment dilakukan formulasi dengan telaah staf. “Selanjutnya, kita melakukan langkah-langkah sistematis dan melakukan langkah-langkah sesuai hasil assesment di lapangan,” ujarnya.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika bahwa bulan Desember sampai 31 Maret 2025 bencana hidrometeorologi tetap berlanjut. Oleh karena itu, seluruh OPD harus siaga mengantisipasi dampak dari hidrometeorologi maupun anomali cuaca. (cem)

Tindak Tegas Permainan Harga

0
Hj. Baiq Mirdiati(ekbisntb.com/ist)

MASYARAKAT Kota Mataram kini menghadapi lonjakan harga barang kebutuhan pokok. Kenaikan harga-harga ini ditengarai berkaitan dengan perayaan natal dan tahun baru. Yang paling mencolok adalah kenaikan harga ayam. Harga ayam boiler di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram, berkisar Rp40 ribu per kilogram.

’Ndak cuma ayam, bawang putih, bawang merah dan komoditas lainnya juga naik,’’ ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Hj. Baiq Mirdiati kepada Ekbis NTB di DPRD Kota Mataram, kemarin. Dia mengatakan, kenaikan harga ini adanya hubungan dengan momen natal dan tahun baru.

Bahkan, kenaikan harga ini diperkirakan bakal berlanjut, mengingat sebentar lagi, memasuki bulan ramadan.

Terkait kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakay, politisi Partai Gerindra ini berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah strategis guna menstabilkan harga. Terutama menjelang bulan Ramadan.

“Harapan kita supaya harga yang sudah mahal ini dapat distabilkan dan tidak naik lagi,” ujar Mirdiati. Untuk itu, dia mengimbau agar dinas terkait melakukan operasi pasar untuk menjaga kestabilan harga di  masyarakat. Terutama kelompok masyarakat yang ekonominya rentan.

Mantan Wakil Ketua Komisi IV ini mendukung langkah Pihak Dinas Perdagangan Kota Mataram yang berencana membentuk tim khusus untuk menelusuri kemungkinan adanya permainan harga di balik lonjakan harga ayam. “Kami setuju untuk dinas menelusuri hingga ke akar masalahnya. Agar tidak ada pihak yang memperkaya diri dengan menyusahkan masyarakat kecil,” tegas Mirdiati.

Anggota dewan dari daerah pemilihan Mataram ini menambahkan, harga sembako yang terus naik dapat memperburuk kondisi masyarakat, yang pada gilirannya berpotensi meningkatkan angka stunting.

Oleh karena itu Mirdiati meminta agar pemerintah segera turun tangan dengan menstabilkan harga dan memastikan distribusi barang berjalan dengan baik. Pemerintah juga diharapkan menindak tegas praktik penimbunan barang yang dapat mengatrol harga di pasar.

‘’Dengan adanya langkah tegas ini, kita berharap harga sembako dapat kembali normal dan mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting yang menjadi prioritas di tahun 2024,’’ demikian Mirdiati. (fit)

Pengusaha Kurangi Distribusi Ayam

0
Seorang pedagang ayam di Pasar Mandalika pada, Kamis 19 Desember 2024 duduk menunggu pembeli. Dinas Perdagangan bersama Satgas Pangan Kota Mataram telah mengecek ketersediaan dan harga ayam. Mahalnya harga ayam dipicu distributor membatasi distribusi ke agen dan pedagang. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Harga daging ayam di pasar tradisional mahal. Salah satu penyebabnya adalah pengusaha mengurangi distribusi ayam ke pedagang.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi pada, Kamis 19 Desember 2024 menjelaskan, pihaknya bersama Satgas Pangan Kota Mataram menulusuri indikasi mahalnya harga daging ayam di pasar tradisional. Saat ini, harga daging ayam Rp38 ribu-Rp40 ribu perkilogram.

Salah satu pemicu naiknya harga ayam akibat berkurangnya distribusi dari distributor ke agen dan pedagang. “Kita telusuri di tingkat agen bersama Satgas Pangan Kota Mataram ternyata di agen harga daging ayam 35 ribu perkilogram. Selisihnya tidak terlalu jauh hanya Rp3.000,” sebutnya.

Di tingkat agen kata Nida, pasokan DOC sebelumnya 1.500 ekor berkurang menjadi 1.000-1.200 ekor. Padahal, permintaan masyarakat sangat tinggi menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Ia memahami distributor mengurangi pasokan DOC ke tingkat agen, karena harga DOC juga mengalami kenaikan. Hal ini menyebabkan panen berkurang. “Harga DOC juga naik sekarang,” katanya.

Berkurangnya pasokan ke tingkat agen dan pedagang bukan berarti stok ayam terbatas. Pengakuan dari distributor kata Nida, stok masih aman hanya dilakukan pengendalian untuk menjaga ketersediaan selama beberapa bulan kedepan. Disamping itu, kondisi cuaca juga mempengaruhi produktifitas peternak.

Dengan pengurangan distribusi mau tidak mau atau suka tidak suka warga juga harus menyesuaikan kebutuhan mereka. “Kita juga wawancara warga di pasar karena stok dibatasi mereka juga mengurangi kebutuhan,” ujarnya.

Daging ayam beku sebenarnya menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan, tetapi warga cerdas dan memilih mengkonsumsi daging ayam segar. Nida berharap setelah kondisi cuaca membaik berdampak terhadap peningkatan produksi peternak, sehingga kebutuhan ayam lokal segar dapat terpenuhi. (cem)

NTB Terbaik dalam Penurunan Stunting

0
Makrifuddin (ekbisntb.com/rus)

PROVINSI NTB sebenarnya sudah terbaik dalam penurunan stunting. Penurunan tahun 2024 ini bisa mencapai 8,1 persen. Jumlah ini lebih baik dari rata-rata nasional.

Hal ini dikemukakan Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. lalu Makrifuddin menjawab Ekbis NTB usai acara peluncuran Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kabupaten Lotim, Kamis 19 Desember 2024 kemarin.

Dia menjelaskan penanganan stunting harus terus digencarkan. Pasalnya, kalau penanganan biasa saja maka program yang dihadirkan hanya akan seperti ibarat menggarami air laut. Tidak ada perubahan signifikan.

Keberhasilan NTB itu karena melakukan penanganan secara berkesinambungan. Apa yang sekarang ingin diterapkan secara nasional, seperti Genting sudah dilakukan sejak lama di NTB. “NTB sudah duluan,” ucapnya. Semua lembaga di NTB kompak melalukan gerakan yang sama.

Data-data di NTB sudah sangat jelas. Saat ini tinggal dilaporkan dalam laporan. Dengan pola yang dilakukan seperti sekarang ini diyakini tidak akan seperti menggarami air laut.

Target 14 persen memang diinginkan di seluruh daerah di NTB dapat dicapai. Saat ini sedang dilakukan survei, harapannya hasil akhirnya bisa mencapai bahkan melewati target yang telah ditetapkan secara nasional tersebut.

Disampaikan, jika mengacu pada data Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), maka sejatinya NTB sudah tercapai. Dimana data Agustus lalu, data prevalensi stunting di NTB tersisa tinggal 9 persen. Cuma memang belum mendapat pengakuan nasional.

EPPGBM ini sedang dievaluasi datanya melalui survei kesehatan Indonesia yang tengah berlangsung. Harapannya hasil akhirnya bisa berbanding lurus dengan data EPPGBM tersebut.

Melalui semangat gotong royong menangani stunting, penanganan bisa berbuah hasil yang lebih signifikan.

Khususnya di Kabupaten Lotim dinilai bisa menjadi contoh. Dimana, Lotim merupakan daerah yang sesuai terbaik dalam konvergensi penanganan stunting. Bahkan tahun ini Lotim kembali akan dinobatkan sebagai daerah terbaik dalam konvergensi penanganan stunting. (rus)

Hadapi Nataru, Pelayanan Transportasi Udara dan Laut Aman, Angkutan Darat di BIZAM Jadi Atensi

0
Pelabuhan ASDP Lembar siap melayani penumpang di momentum Nataru (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB Lalu Muhammad Faozal memastikan aspek transportasi, baik darat, udara dan laut sudah siap untuk melayani masyarakat di momentum liburan natal dan tahun baru (Nataru) 2024. Diperkirakan pergerakan penumpang akan meningkat daripada di luar momen nataru.

Faozal mengatakan, Provinsi NTB memiliki tiga bandara, 25 pelabuhan dan 21 terminal yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Rute penerbangan Lombok-Jakarta sebanyak 49 penerbangan dalam satu minggu, rute Jogjakarta lima penerbangan dalam satu minggu, rute Surabaya 32 penerbangan, rute Makassar tiga penerbangan seminggu, rute Balikpanan empat penerbangan dalam satu minggu.

Dari Lombok juga terdapat penerbangan perintis dengan rute Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa dan Bandara Sultan Salahuddin Bima yang masing-masing ada tujuh penerbangan dalam satu minggu.

“Untuk international flight, kita dari Kuala Lumpur dan dari Singapura. Rute Kuala Lumpur dilayani oleh Air Asia dan Batik Air, semudian ke Singapura empat flight dalam satu minggu,” kata Faozal saat memberikan pemaparan di kegiatan Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Lilin Rinjani yang berlangsung, Kamis 19 Desember 2024.

Dengan data penerbangan tersebut, pergerakan wisatawan atau penumpang yang menggunakan moda angkutan udara ke Lombok dinilai sudah memadai. Terlebih dengan operasional bandara sudah 24 jam sejak 19 Desember di BIZAM, diharapkan pergerakan penumpang semakin baik di momentum nataru ini.

Untuk diketahui, tanggal 18 Desember kemarin, di BIZAM juga sudah ada Posko Pengaduan dan Pelayanan Transportasi Udara yang jam operasioanlnya disesuaikan dengan jam operasional bandara untuk melayani wisatawan dan penumpang secara umum.

Yang menjadi catatan Dishub NTB yaitu layanan transportasi darat yang menghubungkan transportasi udara dengan destinasi yang akan dituju oleh tamu. Di BIZAM terdapat, delapan operator transportasi yang bekerjasama dengan manajemen bandara yang perlu diberikan perhatian bersama agar mereka bisa menghadirkan kenyamanan untuk tamu yang datang. Jangan sampai aktivitas angkutan darat di bandara membuat penumpang merasa tak nyaman.

“Pelayanan dari sisi darat betul-betul harus kita perhatikan. Jumlah kendaraan di sana sebanyak 181 unit kendaran transportasi yang terdiri dari rent car, bus Damri, KSU, dan KSPN” katanya.

Adapun jumlah transportasi darat di NTB sebanyak 850 bus yang terdiri dari dari AKDP, angkutan taksi, serta angkutan sewa khusus (ASK). Namun khusus di Terminal Mandalika Kota Mataram, saat ini sedang dalam proses perbaikan, sehingga kemungkinan para pengguna jasa berpotensi terganggu.

“Namun secara umum, fasilitas dan juga layanan tetap berjalan dengan baik di terminal kita,” katanya.

 Sementara dari sisi angkutan kapal laut, di Lembar terdapat tiga pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo, ASDP dan Pelni. Pelabuhan yang dikelola oleh ASDP, ada rute yang melayani penumpang dari Lembar – Padangbai dengan jumlah kapal 26 unit, rute Lembar – Jangkar dengan jumlah kapal 6 unit kapal, rute Lembar – Perak dengan jumlah 4 unit kapal dengan kondisi baik.

Kemudian Pelabuhan Gili Mas menuju Tanjungwangi. Sedangkan rute Kayangan – Pototano saat ini ada 25 kapal yang melayani penumpang selama 24 jam.

“Kami sudah lakukan ramcheck. Fasilitas Pelabuhan dalam kondisi baik dan sudah siap. Posko juga sudah berdiri di Lembar dan Gili Mas. Kita bisa pakai secara terpadu, silahkan teman dari TNI dan Polri bisa kita gunakan posko tersebut,” ujarnya.(ris)

Kolaborasi BUMN Gerakkan Ekonomi UMKM di Lombok Timur

0
Acara sosialisasi UMKM di Lombok Timur, yang digelar PT Pertamina dan BRI untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Lombok Timur, Kamis 19 desember 2024(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina berkolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kegiatan ini untuk menunjukkan komitmen mendukung dan memajukan ekonomi UMKM lokal,” kata Fasilitator Rumah BUMN Pertamina Lombok Timur Wahyudi saat acara sosialisasi di Lombok Timur, Kamis.

Ia mengatakan keberadaan rumah BUMN yang dibentuk tersebut bertujuan membantu UMKM menjawab berbagai tantangan dan diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami tetap berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM agar mampu bertahan dan berkembang melalui inovasi,” katanya.

Menurutnya rumah BUMN adalah tempat bagi pelaku usaha untuk mendapatkan solusi atas tantangan yang dihadapi.

Kolaborasi dengan BRI diharapkan mampu membuka jalan bagi UMKM untuk lebih kompetitif, baik di pasar lokal maupun nasional.

“Kami berupaya menciptakan UMKM yang tangguh dalam kondisi apa pun,” katanya.

Sementara itu Pimpinan Cabang BRI Selong, Lombok Timur Dito Sanjaya Putra mengatakan pentingnya pembangunan ekonomi sebagai bentuk nyata dari bela negara dalam rangka mewujudkan ekonomi yang kuat dan bisa membawa kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkokoh ketahanan bangsa.

“Bela negara tidak selalu identik dengan perang. Membantu UMKM berkembang juga bagian dari bela negara. Jika ekonomi masyarakat meningkat, kesejahteraan pun terangkat dan negara menjadi lebih maju,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada pelaku usaha untuk memanfaatkan bantuan pembiayaan UMKM dengan bijak, karena dana tersebut harus digunakan untuk memperluas usaha, bukan untuk konsumsi.

“Manfaatkan dana ini untuk mengembangkan usaha, menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal,” jelasnya.

Dito mengajak pelaku UMKM untuk tidak berpuas diri. Ia menantang mereka untuk keluar dari zona nyaman, memperbesar usaha, dan menjadi pionir pencipta lapangan kerja di daerah.

“Beranilah mengambil langkah besar. Tambahkan pekerja, perluas pasar, dan jadilah pemimpin dalam pembangunan ekonomi lokal,” katanya.

Dalam acara itu, para pelaku UMKM mendapatkan pembekalan langsung dari fasilitator Pertamina dan BRI terkait berbagai tantangan seperti pemasaran produk dan pengelolaan keuangan. Solusi praktis yang diberikan diharapkan mampu mempercepat laju pertumbuhan UMKM di Lombok Timur.

“Kami ingin melihat UMKM Lombok Timur menjadi roda penggerak utama perekonomian daerah dan nasional,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, Pertamina dan BRI berharap dapat mempercepat transformasi UMKM di Lombok Timur menjadi pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing, sekaligus mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan. (ant)

CFD Sudah Jauh Menyimpang dari Tujuan Awal

0
H. Muhtar(ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Kawasan Udayana Kota Mataram yang sering digunakan sebagai lokasi CFD (Car Free Day) semakin penuh sesak dengan PKL (pedagang kaki lima). Para PKL sudah mulai mengisi kawasan tersebut sejak pagi buta. Bahkan, Sekretaris Komisi II DPRD kota Mataram, H. Muhtar, SH., menilai CFD sudah keluar dari tujual awal.

‘’Makanya itu yang saya bilang bahwa CFD yang ada di Udayana ini sudah jauh menyimpang dari apa rancang awal kita untuk membuat masyarakat kita jauh lebih sehat,’’ katanya kepada Ekbis NTB melalui sambungan telepon, baru-baru ini.

Pemkot Mataram menyadari pentingnya menata kawasan ini agar tidak menjadi masalah bagi masyarakat. Muhtar mendukung ide untuk memindahkan PKL yang berjualan di CFD Udayana ke area bekas Bandara Selaparang. Meskipun di sisi lain, banyak PKL yang menolak karena dianggap tidak memiliki potensipembeli. Para PKL khawatir jualan mereka akan sepi karena mayoritas pengunjung CFD adalah orang yang berolahraga.

Tetapi, sambung Muhtar, Pemkot Mataram juga tidak bisa tutup mata terhadap keluhan warga terkait keberadaan PKL yang semakin padat. Dampak lainnya dari menjamurnya PKL di arena CFD, membuat taman di sekitar kawasan tersebut menjadikumuh dan tidak terawat.

Politisi Partai Gerindra ini menilai kurangnya kesadaran sebagian pedagang dalam menjaga kebersihan, memicu taman-taman di arena CFD menjadi kumuh. Oleh karena itu, Muhtar mendukung Pemkot Mataram yang berencana melakukan penataan ulang agar kawasan Udayana agar tetap bisa berfungsi sebagai ruang terbuka bagi publik. Dengan mengedepankan  keamanan, kenyamanan, dan mendukung aktivitas olahraga.

Namun demikian, pemerintah juga perlu melakukan pendekatan secara bertahap kepada para PKL. Memberikan sosialisasi dan pemahaman agar mereka tidak merasa dirugikan. “Penataan harus dilakukan dengan bijak. Jangan sampai niat baik untuk menata kawasan tersebut justru berujung pada penurunan daya tarik yang merugikan semua pihak,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Situasi ini, sebut Muhtar, memerlukan solusi jangka panjang yang menguntungkan bagi para pelaku UKM maupun masyarakat yang ingin menikmati CFD tanpa gangguan. (fit)