Thursday, April 9, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 437

Pertamina Patra Niaga Lanjutkan Program Pengumpulan Minyak Jelantah

0
Minyak Jelantah(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Pertamina Patra Niaga melanjutkan program pengumpulan minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) hasil konsumsi rumah tangga atau Green Movement UCO sebagai bagian dari komitmen perusahaan pada energi berkelanjutan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan program Green Movement UCO tersebut adalah langkah nyata menerapkan prinsip ekonomi sirkular.

Program Green Movement UCO, yang telah diluncurkan sejak 21 Desember 2024 telah mengumpulkan 1.162 liter minyak jelantah di titik UCOllect Box, yang ditempatkan di sejumlah SPBU dan rumah sakit IHC Pertamina.

“Program ini merupakan adaptasi kami untuk implementasi ekonomi sirkular, yang mana UCO yang selama ini dianggap sebagai limbah rumah tangga akan kami bawa ke anak perusahaan Pertamina Group untuk diolah menjadi biofuel seperti HVO (hydro treated vegetable oil) dan SAF (sustainable aviation fuel), sehingga inisiatif ini tidak hanya mengurangi limbah rumah tangga, tetapi menjadi bagian dari solusi energi bersih yang lebih ramah lingkungan,” ungkap Heppy.

Lebih lanjut, Heppy menjelaskan program pengumpulan minyak jelantah, yang dilakukan oleh perusahaan hilir migas tersebut telah menjadi tren global dalam mendukung transisi energi bersih.

“Di Indonesia, konsumsi minyak goreng di sektor rumah tangga mencapai 2,66 juta ton per tahun, sehingga inisiasi Green Movement UCO ini adalah upaya kami untuk membawa Indonesia sejalan dengan tren global perusahaan migas yang terbukti efektif mendukung pengelolaan limbah UCO dan membantu mempercepat transisi energi bersih serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” jelas Heppy.

Program Green Movement UCO merupakan pilot project, yang berlangsung selama setahun ke depan, bekerja sama dengan noovoleum sebagai penyedia UCOllect Box yang telah tersertifikasi internasional sebagai pengumpul minyak jelantah atau UCO.

Saat ini, titik pengumpulan berada di enam titik yaitu di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat di Jakarta Pusat; Rumah Sakit Pertamina Pusat di Jakarta Selatan; SPBU 31.401.01 Dago Bandung; SPBU 31.128.02 MT Haryono Jakarta Selatan; SPBU 31.134.02 Kalimalang Jakarta Timur; dan SPBU 31.153.01 BSD Tangerang Selatan. Keenam titik tersebut akan terus dievaluasi berkelanjutan untuk ekspansi ke lokasi lainnya di Indonesia.

Pertamina Patra Niaga menawarkan beragam keuntungan yang akan didapatkan masyarakat bila berpartisipasi pada program tersebut yakni UCOllector atau masyarakat yang mengumpulkan minyak jelantah di UCollect Box akan memperoleh rewards berupa saldo e-wallet mulai Rp6.000/liter dan tambahan poin MyPertamina sebanyak 5 poin/liter.

Heppy menambahkan info terkait program Green Movement UCO dan lokasi UCollect Box terdekat dapat dilihat melalui aplikasi MyPertamina, website https://mypertamina.id/ucollect-green-movement, media sosial @mypertamina, atau dapat menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135. (ant)

BBPOM di Mataram Nyatakan Menu Uji Coba MBG Aman

0
Kitchen inspection(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menyatakan menu uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mataram dinyatakan aman.

MBG yang merupakan salah satu program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto diuji coba di Wilayah Mataram, Senin 13 Januari 2025. Menyasar sebanyak 3072 siswa, dengan rincian: SDN 3 Mataram 209 paket, SDN 29 Mataram 231 paket, MTSN 2 Mataram 838 paket, SMPN 8 Mataram 828 paket dan SMKN 1 Mataram 966 paket.

“Salah satu program proritas Presiden Prabowo adalah Makan Bergizi Gratis, program ini harus dikawal bersama mulai dari hulu hingga hilir sehingga tidak mengakibatkan dampak keracunan pangan. Seluruh Pihak harus ikut berperan, agar program baik ini mencapai output yang diharapkan, yaitu kecukupan gizi anak sekolah sebagai generasi penerus untuk mencapai Indonesia Emas 2045” ungkap Kepala BBPOM di Mataram, Yosef Dwi Irwan.

BBPOM di Mataram bersama stakeholdera antara lain: Kodim 1606/Mataram, OPD di lingkup Pemda Kota Mataram, dan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hadir langsung mengawal pelaksanaan kikc off MBG di Kota Mataram.

“BBPOM di Mataram mengawal dari hulu hingga hilir pelaksanaan MBG, bersama Dinas Kesehatan Kota Mataram kami telah melakukan kitchen inspection untuk memastikan pemenuhan standar dapur produksi sesuai ketentuan. Kami juga berkoordinasi dengan Kepala SPPG untuk melakukan pelatihan bagi para penjamah pangan terkait proses pengolahan pangan siap saji, termasuk dalam pengawalan makanan untuk dipastikan aman, bebas dari cemaran fisik, kimia (Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanyl Yellow) dan mikrobiologi,” tambah Yosef.

Berdasarkan hasil uji organoleptik dan uji cepat terhadap makanan yang akan disajikan untuk siswa sekolah tidak ditemukan adanya penyimpangan terhadap warna, rasa dan bau serta bebas dari bahan berbahaya.

Seluruh siswa nampak gembira dan lahap saat menyantap makanan tersebut, dan tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atas terlaksananya program MBG ini.(bul)

Harga Emas Antam Selasa Turun Rp8.000 menjadi Rp1,560 Juta per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Selasa mengalami penurunan Rp8.000, dari sebelumnya Rp1.568.000 per gram menjadi Rp1.560.000.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut turun ke angka Rp1.406.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Selasa 14 Januari 2025:

– Harga emas 0,5 gram: Rp830.000.
– Harga emas 1 gram: Rp1.560.000.
– Harga emas 2 gram: Rp3.060.000.
– Harga emas 3 gram: Rp4.565.000.
– Harga emas 5 gram: Rp7.575.000.
– Harga emas 10 gram: Rp15.095.000.
– Harga emas 25 gram: Rp37.612.000.
– Harga emas 50 gram: Rp75.145.000.
– Harga emas 100 gram: Rp150.212.000.
– Harga emas 250 gram: Rp375.265.000.
– Harga emas 500 gram: Rp750.320.000.
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.500.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Hari Pertama Makan Bergizi Gratis, Penjual di Kantin Sekolah Keluhkan Penurunan Pembeli

0
Penjual di Kantin SMKN 1 Mataram mengeluhkan menurunnya pembeli pada hari pertama makan bergizi gratis, Senin 13 Januari 2025(ekbisntb.com/ron)

Lombok (ekbisntb.com) – Program makan bergizi gratis (MBG) mulai diterapkan di beberapa sekolah di Kota Mataram pada Senin 13 Januari 2025. Program itu disambut antusias oleh siswa. Namun, penjual di kantin sekolah mengeluhkan penurunan pendapatan akibat minimnya siswa yang berbelanja di kantin.

“Terasa sekali penurunan pembeli, hampir 30 persen lebih. Biasanya taruh nasi bungkus hampir 100-an bungkus, tapi sampai sian baru laku sekitar 50-an. Bahkan masih banyak nasi belum tersentuh,” ujar Ari Susanti, salah satu penjual di Kantin SMKN 1 Mataram. SMKN 1 Mataram merupakan salah satu dari lima sekolah yang menjadi sasaran MBG hari pertama.

Menurutnya, biasanya pada jam makan siang, stok nasi bungkus yang dijajakan sudah habis terjual. Ia juga menjaga kehigienisan makanan yang disajikan. Ia sengaja langsung masak dan menyajikan di kantin.

Kondisi berkurangnya pembeli itu dianggap akan merugikan dirinya. Apalagi ia harus membayar sewa sebesar Rp6,5 juta per tahun. Ia khawatir pendapatannya semakin menurun, apalagi program makan bergizi gratis itu akan terus digulirkan nantinya.

Ia berharap bisa dilibatkan dalam program makan bergizi gratis ini. “Seandainya program ini bisa melibatkan orang kantin, karena kita kan tidak gratis untuk jualan di kantin,” harapnya.

Hal senada disampaikan Surniati, penjual lainnya di kantin SMKN 1 Mataram. menurutnya, biasanya pada jam istirahat siang, nasi bungkus yang dijajakannya sudah habis. Dengan adanya makan bergizi gratis ini, ia mengalami penurunan pendapatan hingga 30 persen.

“Setiap hari nasi bungkus habis 100-an. Yang laku barusan sekitar 80-an, otomatis turun. Jualan lainnya, seperti gorengan juga masih banyak. Penurunan pembeli juga selain nasi, seperti gorengan (dan lainnya). Padahal makanan kami juga insyaallah terjamin higienisnya,” ujarnya.

Ia berharap, sebaiknya ke depan siswa diberikan uang tambahan untuk berbelanja di kantin sekolah. Dengan begitu tidak membuat pendapatan penjual di kantin terus menurun.

Sebanyak lima sekolah di Mataram menjadi sasaran makan bergizi gratis pada hari pertama kemarin. Sebanyak 3.115 siswa dari lima sekolah mendapatkan jatah makan gratis. Dari kalkulasi catatan Kodim Mataram, sekitar 102.000 penerima manfaat yang akan mengikuti program makan bergizi gratis milik Presiden Prabowo Subianto. Jumlah itu sudah termasuk ibu hamil dan menyusui. (ron)

Sekolah di Lotim Sambut Baik Program Makan Bergizi Gratis

0
Makan gratis disambut baik sekolah di Lotim (ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Senin 13 Januari 2025 kemarin, sejumlah sekolah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mulai melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan Presiden Prabowo itu dimulai di 13 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Sekolah menyambut baik program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi dan konsentrasi siswa selama proses pembelajaran.

Kepala SMPN 2 Sakra, Hj. Patriah, mengungkapkan rasa syukurnya karena sekolahnya terpilih menjadi bagian dari program MBG. Ia menilai program ini dapat meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar. Namun, ia juga mencatat bahwa siswi cenderung tidak menghabiskan makanannya dengan alasan diet.

Terpisah, Kepala SDN 1 Keselet, Rafi’i, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah dalam meningkatkan gizi siswa. Ia berharap program ini dapat mendukung terciptanya generasi emas yang cerdas dan sehat. Meski demikian, ia menyoroti perlunya perbaikan waktu distribusi makanan untuk menyesuaikan dengan jam pulang siswa SD, khususnya kelas 1 dan 2 yang pulang lebih awal.

Pelaksanaan hari pertama program MBG berjalan lancar, meskipun terdapat beberapa kendala teknis seperti distribusi makanan yang terlambat. Kepala sekolah berharap ke depan hal ini dapat diatasi agar semua siswa bisa menikmati makanan bergizi tepat waktu.

Dapur Sehat (Dashat) di Ponpes Buat Ate Kembang Mate menjadi satu-satunya dapur penyedia makanan dalam program ini, melayani sekolah-sekolah yang berjarak maksimal tiga kilometer dan mencakup hingga 3.500 siswa. Menu makanan bergizi yang disediakan terdiri dari ayam goreng, tahu, tempe, sayur, dan buah nanas, disajikan dalam wadah stainless untuk mengurangi sampah.

Program MBG ini dikelola oleh Dapur Mitra dari Dapur Basan Gizi Nasional (DBGN) dengan bantuan yayasan berbadan hukum sebagai pihak ketiga. Dashat di Kecamatan Sakra mempekerjakan 47 karyawan, didukung ahli gizi, akuntan, dan satuan pelayanan untuk memastikan kelancaran program.

Dengan pelaksanaan yang telah dimulai di Kecamatan Sakra, diharapkan program MBG ini dapat diperluas ke kecamatan lain di Lombok Timur dan memberikan manfaat bagi lebih banyak siswa di masa mendatang. (rus)

Harga Cabai Meroket, Dewan Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Rumah

0
Tanaman cabai sekarang ini cukup mahal. DPRD Loteng meminta agar masyarakat menanam cabai di rumah sebagai alternatif ketika harga cabai di pasaran mahal. (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Harga sejumlah komoditi pertanian khususnya cabai rawit dalam beberapa pekan terakhir mengalami lonjakan cukup tinggi. Tidak terkecuali di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang harganya sudah mencapai hingga Rp 100 ribu per kg. Salah satunya penyebabnya karena ketersediaan stok cabai yang terbatas, sementara kebutuhan akan cabai rawit cukup tinggi.

Menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng Muhalip, kepada wartawan di kantornya, Senin 13 Januari 2025, hukum pasar dalam kasus tersebut agak sulit dilawan. Namun sebenarnya bisa diantisipasi sejak dini. Caranya, masyarakat selaku konsumen harus mampu memenuhi kebutuhan akan cabai secara mandiri dengan menanam cabai memanfaatkan pekarangan rumah.

“Cabai inikah salah satu komoditi yang bisa dikembangkan di pekarangan rumah. Tidak harus ditanam di area atau lahan yang luas. Kalau hanya untuk kebutuhan sehari-hari,” terangnya.

Selama ini masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan stok di pasar untuk memenuhi kebutuhan harian. Sehingga ketika stok menipis, harga komoditi pun naik. Imbasnya, masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan akan komoditi tersebut, sehingga harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Padahal kalau bisa mengembangkan secara mandiri, masyarakat tidak harus bergantung pada stok dari pasar. “Tidak hanya cabai saya rasa. Banyak juga komoditi lainnya yang bisa kita kembangkan dengan memanfaatkan pekarangan rumah,” ujar Muhalip.

Dikatakannya, pemanfaatan pekarangan rumah sebagai tempat mengembangkan berbagai komoditi pertanian yang masuk ketegori kebutuhan harian masyarakat merupakan salah satu bentuk ketahanan pangan. Yang memang menjadi salah satu fokus perhatian dari Presiden Prabowo Subianto saat ini supaya masyarakat bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan harianya.

Dengan kata lain, gerakan mewujudkan ketahanan pangan itu bisa dimulai dari rumah tangga. “Kalau sebagian besar kebutuhan harian bisa dipenuhi dari hasil memanfaatkan pekarang rumah, maka itu akan bisa menghemat pengeluaran. Sehingga bisa diarahkan untuk memenuhi kebutuhan yang lain,” imbuh Ketua DPC Partai Gerindra Loteng ini. (kir)

DPRD NTB Soroti Melambungnya Harga Cabai

0
Lalu Wirajaya(ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Beberapa komoditas pertanian yang ditanam oleh petani sangat rentan terhadap kondisi cuaca, terutama pada musim penghujan saat ini. Kegagalan panen menyebabkan harga beberapa komoditas, seperti cabai, tomat, dan bawang merah, meroket tinggi.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Provinsi NTB, mengingat harga cabai yang terus melambung kini banyak dikeluhkan oleh masyarakat, meskipun sebagian petani justru memperoleh keuntungan besar.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Lalu Wirajaya, meminta agar Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB melakukan riset untuk menghasilkan varietas komoditas yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.

“Setelah hasil riset terkait komoditas unggulan didapat, Pemda perlu mengajak masyarakat untuk menanam benih tersebut agar mampu mengatasi tantangan perubahan cuaca,” ujar Wirajaya kepada wartawan, Senin 13 Januari 2025.

Ia menekankan pentingnya riset untuk menciptakan varietas komoditas yang tahan terhadap cuaca buruk, hama, dan faktor lainnya. Menurutnya, Pemprov NTB harus menggandeng ahli pertanian untuk menciptakan varietas yang sesuai.

“Kami (DPRD) akan mendukung, berapapun biaya yang diperlukan, asalkan risetnya jelas. Ini karena masyarakat, terutama petani, sangat membutuhkan varietas yang dapat menghadapi cuaca ekstrem, hama, dan faktor lainnya, guna menjaga ketahanan pangan dan produktivitas lahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wirajaya menekankan bahwa program pertanian yang tahan iklim harus terus didorong oleh pemerintah daerah. Dengan demikian, pembangunan pertanian tidak akan terlalu bergantung pada cuaca yang semakin tak menentu. “Jika komoditas pertanian semakin unggul, fluktuasi harga kebutuhan masyarakat pun dapat lebih terkendali,” tegasnya.

Mengenai harga cabai yang kembali melonjak tinggi, mencapai Rp100.000 per kilogram, Wirajaya berharap hal ini bisa menjadi pembelajaran agar tidak terulang di masa depan. “Saat terjadi perubahan iklim, harga komoditas harus tetap stabil. Ke depan, kita harus mencari benih cabai yang tahan cuaca agar kelangkaan tidak terjadi,” ujarnya.

Selain itu, untuk langkah jangka pendek mengatasi tingginya harga cabai, Wirajaya mengusulkan opsi untuk mendatangkan cabai dari luar daerah, jika memungkinkan. Namun, ia menegaskan, pasokan cabai yang didatangkan harus terbatas, hanya untuk menstabilkan harga dan menghindari inflasi.

“Kontrol pasar juga sangat penting. Mungkin ada oknum yang memanfaatkan kondisi cuaca untuk meraup keuntungan. Pemerintah harus melakukan pengawasan pasar agar kenaikan harga cabai tidak melebihi batas kewajaran,” pungkasnya. (ndi)

Sekolah Sambut Program MBG, Dianggap Dapat Bantu Siswa Kurang Mampu

0
Siswa kelas XII SMKN 1 Mataram saat menikmati makan bergizi gratis pada Senin, 13 Januari 2025. (ekbisntb.com/ron)

Lombok (ekbisntb.com) – Pihak sekolah menyambut positif pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai di beberapa sekolah di Mataram pada Senin 13 Januari 2025. Program ini dianggap dapat membantu siswa dari keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan gizi serta meringankan beban pengeluaran orang tua mereka.

Kepala SMKN 1 Mataram, H. Ruslan, mengungkapkan rasa syukurnya karena sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu penerima bantuan makan bergizi gratis pada hari pertama pelaksanaan. Program ini sangat membantu siswa yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu.

“Dari total 977 siswa kami, hampir 600 di antaranya tergolong siswa miskin. Sekitar 584 siswa tidak membayar Biaya Penunjang Pendidikan (BPP), yang berarti mereka adalah penerima program PIP dan PKH, sehingga tidak dikenakan biaya sama sekali. Anak-anak ini rentan terhadap masalah kemiskinan dan putus sekolah, dan mereka sering kali tidak memiliki uang saku yang cukup saat datang ke sekolah. Kehadiran program MBG ini sangat membantu, karena dapat mengurangi pengeluaran mereka. Orang tua siswa tentunya akan sangat terbantu, karena uang saku mereka tidak sebesar pada hari biasa,” jelas Ruslan.

Pihak sekolah telah membentuk tim khusus untuk menerima kiriman makanan bergizi gratis setiap hari. Makanan yang diterima akan disalurkan ke tempat yang telah disediakan di sekolah, kemudian dibagikan sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelas. Pihak sekolah juga mengatur pembagian makanan apabila ada siswa yang tidak hadir.

“Jika pada suatu hari ada siswa yang tidak hadir, maka makanan tersebut akan diberikan kepada pihak yang berhak, seperti guru atau petugas kebersihan di sekolah,” ujarnya.

Salah satu guru SMKN 1 Mataram, Wiwik Lestari, mengapresiasi program makan bergizi gratis ini. Guru Mata Pelajaran Pengelolaan Humas tersebut mengatakan bahwa siswa yang mungkin tidak mendapatkan makanan bergizi yang cukup di rumah, dapat memperoleh asupan gizi yang terjamin dengan makan bersama di sekolah.

“Tentu kami sangat senang dengan adanya program MBG ini. Bagi anak-anak yang mungkin jarang mendapatkan makanan bergizi di rumah, setidaknya mereka bisa makan dengan teman-temannya di sekolah. Gizi makanan yang disediakan juga sudah dinilai oleh pihak yang berkompeten,” ujar Wiwik.

Pada hari pertama pelaksanaan program ini, sebanyak lima sekolah di Mataram menjadi penerima manfaat, dengan total 3.115 siswa yang mendapatkan makanan bergizi gratis. Berdasarkan catatan Kodim Mataram, sebanyak 102.000 penerima manfaat, termasuk ibu hamil dan menyusui, akan ikut serta dalam program makan bergizi gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. (ron)

Hari Pertama Program MBG di Mataram, Tidak Semua Siswa Habiskan Makanan

0
Siswa SMKN 1 Mataram saat menikmati makan bergizi gratis pada Senin 13 Januari 2025.(ekbisntb.com/ron)

Lombok (ekbisntb.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di Mataram, Provinsi NTB pada Senin 13 Januari 2025. Sebanyak lima sekolah menjadi sasaran distribusi makanan bergizi dengan nilai makanan Rp10.000 per porsi. Namun, tidak semua siswa terlihat menghabiskan makanan yang dibagikan.

Pada hari pertama, program ini dilaksanakan di lima sekolah, yakni SDN 3 Mataram, SDN 29 Mataram, MTSN 2 Mataram, SMPN 8 Mataram, dan SMKN 1 Mataram. Di SMKN 1 Mataram, sejumlah siswa tampak bersemangat menikmati makanan bergizi yang disajikan, berupa nasi putih, ayam goreng, tempe goreng, tumis kacang panjang, tahu, dan dilengkapi dengan nanas.

Namun, beberapa siswa terlihat menyisakan makanan. Beberapa di antaranya mengaku bahwa lauk yang disajikan kurang bumbu atau tidak sesuai dengan selera mereka. Salah satunya adalah L. Muh. Rifky Wirayudha, siswa kelas XII Manajemen Perkantoran SMKN 1 Mataram. “Makanan enak sekali, cuma kurang sambal saja. Tempenya kurang nikmat (kurang berasa) kalau tidak ada sambalnya,” ujar Rifky. Di kotak makannya, tampak masih ada tempe utuh dan beberapa potongan sayur.

Meskipun demikian, Rifky mengakui bahwa program makan bergizi ini sangat membantunya karena ia tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli makanan di kantin. “Makanan ini sangat membantu, saya jadi tidak perlu beli makan,” tambahnya.

Siswi SMKN 1 Mataram, Ni Nyoman Febriani, juga mengapresiasi program ini meskipun tidak menghabiskan semua makanan yang disajikan. “Ini enak, tempenya kurang garam, kurang sausnya, ayamnya agak keras. Memang tidak dihabiskan, karena sudah kenyang, tadi juga sudah makan,” ujar Febriani. Ia mengaku sangat terbantu karena bisa menghemat uang saku yang diberikan orang tuanya. “Kalau tempenya ditambah bumbu dan saus, pasti lebih enak lagi,” tambahnya.

Siswi lainnya, Ni Putu Aprilia M.P., juga tidak menghabiskan makanannya. Ia mengaku bahwa porsi makanannya terlalu banyak untuknya. “Makanannya enak kok, cuma porsinya sedikit kebanyakan untuk saya. Tahu-nya enak banget, tempenya kurang garam sedikit, ayamnya juga enak, cuma agak keras,” ungkap Ni Putu.

Sebanyak 3.115 siswa dari lima sekolah menerima jatah makan bergizi gratis. Pihak penyelenggara memastikan bahwa gizi makanan sudah terpenuhi dengan baik, termasuk keamanan makanannya. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) ikut mengawasi program ini. Kepala BBPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan Prakasa, S.Si., Apt., menjelaskan bahwa di setiap dapur MBG terdapat kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berasal dari perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN). Yosef memastikan bahwa gizi makanan sudah terhitung dengan baik dan pihak BBPOM mengawasi program ini dari hulu hingga hilir.

“InsyaAllah, makanan ini sudah memenuhi standar mutu dan keamanan. Kami mengawal dari dapur untuk memastikan tidak ada hal yang dapat menyebabkan kontaminasi, dan di hilir kami memastikan bahan-bahan yang digunakan bebas dari bahan berbahaya serta pencemaran,” kata Yosef.

Ia menambahkan, di setiap dapur MBG sudah ada ahli gizi yang menghitung kandungan karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan serat dari sayuran.

Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram, Kolonel Arm Arif Rahman, S.Sos., M.Han., turut memantau pelaksanaan makan bergizi gratis di SMKN 1 Mataram. Ia menyampaikan bahwa program ini akan berlangsung setiap hari dan pihaknya akan terus mengevaluasi pelaksanaannya agar semakin baik. “Gizi makanan sudah dihitung oleh SPPG dan diawasi oleh BBPOM. Kami pastikan aman dan sesuai dengan standar,” ujar Arif Rahman.

Dari catatan Kodim Mataram, diperkirakan sekitar 102.000 penerima manfaat, termasuk ibu hamil dan menyusui, akan menerima manfaat dari program makan bergizi gratis yang diprakarsai oleh Presiden Prabowo Subianto.Jumlah itu sudah termasuk ibu hamil dan menyusui. (ron)

Siswa Di Mataram Antusias Sambut Program MBG

0
Siswa SMKN 1 Mataram, antusias makan bersama dalam kegiatan perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mataram, Senin 13 Januari 2025.(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Ribuan siswa di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, terlihat antusias menyambut pelaksanaan perdana Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto.

Salah seorang siswa di SMK Negeri 1 Mataram, Mira, Senin, mengatakan makanan yang dibagikan enak dan menunya lengkap.

“Enak, enak, enak, dari menunya beragam, porsi pas, dan ada buah potong nanas atau salak,” katanya kepada sejumlah wartawan di sela-sela menikmati MBG pada hari pertama.

Pada hari pertama menu MBG di SMKN 1 Mataram berupa tempe goreng, tahu orek dan sayur, ayam krispi, dan buah. Meskipun rata-rata siswa mengaku ada yang kurang di menu yang mereka terima, yakni sambal.

“Namanya kita orang Lombok, tidak bisa kurang sambal. Kalau ada sambal, rasanya akan semakin mantap,” kata Mira.

Kendati demikian, para siswa mengaku senang dan bersyukur, karena mulai hari ini setiap hari akan mendapat makan siang gratis, sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan uang saku untuk beli nasi.

Uang saku yang mereka bawa sehari-hari bisa digunakan untuk membeli makanan ringan lain, bahkan bisa ditabung guna kebutuhan mendesak.

Bahkan salah satu siswa bernama Sandi Aulia mengatakan, uang saku yang diberikan akan ditabung untuk membeli mesin jahit.

“Setelah lulus, saya ingin beli mesin jahit agar bisa membuka usaha di rumah,” kata Sandi yang merupakan siswa kelas XII jurusan Fashion Mode.

Sandi yang belum sempat mencicipi MBG karena sedang berpuasa mengaku yakin MBG yang diberikan pemerintah enak dan memiliki porsi gizi yang pas.

“Saya sudah bawa tempat bekal, jadi makanan gratis yang diberikan akan saya bawa pulang untuk dimakan saat berbuka nanti,” kata Sandi yang bercita-cita menjadi desainer sukses.

Hal senada juga disampaikan siswa SMPN 8 Mataram, Dira. Ia mengatakan program itu bisa menghemat uang saku yang diberikan orang tua sebesar Rp10 ribu per hari, yang kini bisa digunakan untuk keperluan yang lain.

“Kita bisa lebih hemat, karena sudah dikasih makan dan ini aja uang kita belum pakai,” katanya.

Akan tetapi, katanya, menu yang diberikan kurang air minum dan susu seperti yang ada di daerah lain, sehingga pihak sekolah meminta para siswa untuk membawa air minum dari rumah.

“Kita juga bawa sendok sendiri, tapi yang biasa makan pakai tangan bisa saja langsung,” katanya.

Di sisi lain, ia mengakui kalau dibandingkan dengan menu kantin, makanan siang gratis yang diberikan lebih enak, sebab biasanya para siswa harus mengeluarkan budget sebesar Rp5.000 untuk satu porsi dengan menu tempe, telur, dan mie.

Berdasarkan data dari Kodim 1606/Mataram, jumlah siswa yang dilayani khusus untuk tahap pertama di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram sebanyak 3.115 orang. (ant)