Saturday, April 11, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 406

Pengusaha Transportasi Lokal Minta AP I Kaji Ulang Izin Angkutan Baru di Bandara Lombok

0
Junaidi Kasum dan H. Basir(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kebijakan PT Angkasa Pura I yang membuka akses bagi perusahaan transportasi besar, seperti Blue Bird dan taksi aplikasi online di Bandara Lombok, masih menuai protes dari pengusaha transportasi lokal. Mereka merasa terancam dan khawatir akan kehilangan kesempatan untuk berkembang di wilayah mereka sendiri.

H. Lalu Basir, salah satu pengusaha transportasi Bandara Lombok, mengungkapkan bahwa kebijakan Angkasa Pura I yang memberi ruang bagi perusahaan transportasi besar dinilai tidak berpihak pada kearifan lokal. Menurutnya, kehadiran Blue Bird dan taksi aplikasi online semakin mempersempit ruang gerak pengusaha lokal yang sudah lama beroperasi di bandara.

“Saya melihat kebijakan ini justru melemahkan pengusaha lokal. Angkasa Pura I tetap memasukkan Blue Bird meskipun kami sudah menyampaikan penolakan, baik secara lisan maupun tertulis. Kami sudah berupaya memberikan masukan dalam sosialisasi, namun tetap tidak dihiraukan,” ujar Lalu Basir.

Menurutnya, berbagai upaya sudah dilakukan untuk meyakinkan Angkasa Pura I, mulai dari hearing dengan dewan hingga aksi protes, namun tetap tidak ada perubahan kebijakan. Meskipun Angkasa Pura I menawarkan opsi penambahan kuota armada transportasi lokal dan tetap mengakomodasi Blue Bird, hal tersebut dianggap tidak efektif karena jumlah penumpang yang ada saat ini sudah terbatas.

“Menambah kuota armada tidak akan menyelesaikan masalah. Armada sudah banyak, namun penumpang tidak bertambah. Ini justru memperkecil ruang usaha kami,” tambahnya.

Selain itu, pengusaha lokal menilai kebijakan ini bertentangan dengan beberapa peraturan yang seharusnya melindungi usaha rakyat. Beberapa regulasi yang disebutkan antara lain UUD 1945 Pasal 33, Astra Cita Presiden No. 2, 3, dan 4 yang mengutamakan ekonomi kerakyatan, serta UU Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009. Bahkan, Peraturan Menteri Perhubungan No. 118 Tahun 2018 tentang angkutan khusus juga menjadi sorotan karena dinilai tidak diterapkan dengan benar.

Ketua Koperasi Lombok Baru ini berharap PT Angkasa Pura I lebih mempertimbangkan keberlangsungan usaha lokal sebelum membuka keran bagi perusahaan transportasi besar.

“Kami tidak alergi terhadap perubahan, tapi waktunya belum tepat. Sopir freelance lokal masih sangat membutuhkan penghasilan dari bandara. Transportasi lokal kami sudah cukup standar dan jumlahnya sangat memadai untuk melayani penumpang. Harap dipertimbangkan lagi kerjasama dengan Blue Bird dan taksi online lainnya,” tegasnya.

Terpisah, Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) NTB, Junaidi Kasum, juga angkat bicara terkait polemik transportasi di bandara ini. Ia menegaskan bahwa pihak pengelola bandara seharusnya lebih mengutamakan transportasi lokal sebelum memberi ruang bagi perusahaan besar.

“Saya memberi saran kepada otoritas bandara untuk mengacu pada aturan yang berlaku. Hari ini ada pihak yang melakukan demonstrasi menolak masuknya perusahaan nasional dan aplikasi online, tetapi Organda tidak dilibatkan dalam diskusi untuk mencari solusi bersama. Padahal ini menyangkut keadilan bagi pengusaha lokal,” ujar Junaidi.

Ia juga menyayangkan jika pengelola bandara berencana mendatangkan pengelola transportasi dari luar daerah untuk mengelola transportasi umum di bandara, karena hal ini berpotensi menimbulkan konflik baru.

“Kalau pengusaha lokal masih mampu memberikan layanan, mengapa harus mendatangkan perusahaan luar? Ini bisa memicu keributan. Artinya, pengelola bandara yang justru menciptakan keributan itu,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti keberadaan taksi online yang mulai masuk ke bandara tanpa regulasi yang jelas.

“Taksi online boleh masuk, tapi harus ada pembatasan. Di bandara lain, biasanya ada penandaan seperti stiker khusus agar tidak semua armada bisa sembarangan masuk. Hal ini harus diperhatikan oleh pengelola bandara,” tambahnya.

Junaidi menekankan pentingnya keseimbangan dalam kebijakan transportasi bandara agar tetap memberikan peluang bagi pengusaha lokal.

“Siapa saja boleh masuk, tetapi harus mengutamakan kepentingan lokal. Transportasi lokal kita sudah mampu menyesuaikan diri, jadi jangan sampai tersingkir hanya karena kebijakan yang tidak berpihak pada mereka,” tutupnya.

Polemik ini masih terus bergulir, dan harapan besar disematkan kepada PT Angkasa Pura I agar lebih mendengarkan aspirasi pengusaha lokal demi kesejahteraan bersama.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Humas PT Angkasa Pura I Bandara Lombok, Arif Haryanto, menjelaskan bahwa adanya beragam pilihan transportasi, seperti berbasis online (Grab & GoCar) dan berbasis argometer (BlueBird), bagi para pengguna jasa merupakan bentuk pemenuhan pengelola bandara akan pelayanan yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan sesuai dengan prinsip 3S+1C.

“Perlu diketahui bahwa pengemudi transportasi berbasis online yang ada di bandara merupakan mitra usaha PT Angkasa Pura Indonesia yang tergabung dalam koperasi dan perusahaan transportasi darat yang dikelola masyarakat Lombok Tengah,” ujarnya.

Jika desakan sebagian pihak untuk menghentikan kemitraan dengan perusahaan besar seperti Grab, GoCar, dan BlueBird dipenuhi, justru hal ini berpotensi menciptakan preseden buruk yang dapat mempengaruhi dinamika dunia usaha bandara ke depan. Keputusan yang diambil harus mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi ekosistem bisnis PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Lombok, serta PT Angkasa Pura Indonesia secara keseluruhan, guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan operasional yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. (bul)

Banjir Kerap Melanda Perumahan, REI NTB: Bukan Soal Alih Fungsi Lahan

0
H. Heri Susanto(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Banjir yang kerap melanda beberapa kompleks perumahan di Lombok, akibat tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir, memicu berbagai spekulasi dan kekhawatiran. Salah satu isu yang mencuat adalah alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan, yang dianggap sebagai penyebab utama banjir tersebut.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) NTB, H. Heri Susanto, menanggapi permasalahan ini. Ia mengakui bahwa ada benarnya saran untuk membeli rumah pada musim hujan, agar calon pembeli bisa menilai potensi banjir di daerah tersebut. Namun, ia tidak sepenuhnya sepakat jika banjir hanya disebabkan oleh pembangunan perumahan.

“Di satu sisi saya sepakat, cari rumah saat musim hujan, supaya tahu apakah itu daerah rawan banjir atau tidak,” ujar Heri Susanto. “Namun, jika banjir dikaitkan hanya dengan adanya perumahan, saya tidak sepakat.”

Heri memberi contoh Kali Babak, yang pernah mengalami banjir lebih dahsyat sebelum adanya perumahan di wilayah tersebut. Ia juga menyoroti kasus banjir di Banyumulek yang terjadi di wilayah itu jauh sebelum pembangunan perumahan dimulai.

Menurut Heri, kelemahan utama terletak pada kurangnya informasi yang jelas mengenai daerah yang diperbolehkan atau tidak untuk pembangunan perumahan. Informasi ini seharusnya terkait dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan analisis risiko banjir.

“Kelemahan kita semua, baik pengembang maupun pemerintah, adalah ketidaktahuan mengenai mana daerah yang boleh dan mana yang tidak boleh dibangun,” kata Heri di Mataram, Selasa, 11 Februari 2025. “Informasi ini seharusnya terkait dengan LP2B, LSD, atau tata ruang yang berkaitan dengan risiko banjir.”

Heri berharap ke depannya akan ada peta zonasi yang jelas dan mudah dipahami, yang dapat dijadikan acuan bagi investor dan pengembang dalam mengajukan perizinan. Dengan adanya peta ini, para investor dapat lebih mudah mengetahui daerah mana yang aman untuk dibangun dan daerah mana yang sebaiknya dihindari.

Kasus banjir di kompleks perumahan ini menjadi pengingat pentingnya perencanaan pembangunan yang matang. Pemerintah daerah dan pengembang perumahan perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan mitigasi risiko bencana.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti dalam memilih tempat tinggal. Selain memperhatikan harga dan fasilitas, calon pembeli juga perlu mempertimbangkan faktor risiko banjir dan memastikan bahwa perumahan yang mereka pilih memiliki sistem drainase yang baik.

Dengan adanya kesadaran dan tindakan yang tepat dari semua pihak, diharapkan kejadian banjir di kompleks perumahan dapat diminimalisir dan tidak terulang kembali di masa depan. (bul)

NTB Terima Penyerahan Pengelolaan Pelabuhan Gili Trawangan dari Pusat

0
Wisatawan menggunakan transportasi "fast boat" di dermaga Pelabuhan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi NTB akan menerima penyerahan pengelolaan Pelabuhan Gili Trawangan di Kabupaten Lombok Utara dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Moh Faozal mengatakan dalam rencana induk pelabuhan (RIP), Pelabuhan Gili Trawangan bersama Gili Air dan Gili Meno statusnya masuk dalam Pelabuhan Bangsal, Pemenang sebagai pelabuhan pengumpan regional.

“Jadi pelabuhan pengumpan regional ini wilayah kerjanya Gili Trawangan, Air dan Meno. Tetapi secara kerjanya Pelabuhan Gili Air dan Meno itu dikelola Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, namun kendalinya pemerintah provinsi, karena pengelolaannya masuk dalam Pelabuhan Bangsal yang dikelola provinsi dan nanti (Gili Trawangan, red) itu diserahkan pusat ke kita (Pemprov, red),” ujarnya di Mataram, Selasa.

Ia mengakui secara potensi bila Pelabuhan Gili Trawangan diserahkan ke provinsi akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Contoh di tahun 2024, setelah Pelabuhan Bangsal diserahkan pengelolaannya ke provinsi, jumlah PAD diperoleh dari tempat itu mencapai Rp1,4 miliar lebih.

“Di tahun 2025 kita menargetkan PAD dari Pelabuhan Bangsal itu naik 300 persen atau sekitar Rp3 miliar lebih. Nah, kalau ini (Pelabuhan Gili Trawangan, red) diserahkan ke kita dari pusat, maka kita perkirakan akan jauh lebih meningkat lagi dari sisi PAD,” terang mantan Kepala Dinas Pariwisata NTB ini.

Menurutnya, peningkatan PAD dari Pelabuhan Gili Trawangan bisa diukur dari jumlah penumpang yang menuju destinasi wisata andalan di NTB itu. Sebab, dalam sehari saja ketika kunjungan ramai wisatawan yang datang penyeberangan dari Bali menuju kawasan itu bisa mencapai 3.000 sampai 3.500 orang.

“Paling tidak akan berdampak pada PAD kita. Karena yang masuk saja itu 3.000 sampai 3.500 orang wisatawan sehari,” ujarnya.

Faozal mengaku bahwa sampai dengan saat ini pihaknya tidak memiliki persiapan khusus terkait rencana pengalihan status pengelolaan Pelabuhan Gili Trawangan tersebut. Karena, sepenuhnya kapan penyerahan itu dilakukan tergantung pemerintah pusat.

Sementara itu, untuk Pelabuhan Senggigi, sepenuhnya di kelola oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Meski demikian, lanjut Faozal, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sudah berkoordinasi untuk juga melakukan pembenahan kawasan Pelabuhan Senggigi, sebagai destinasi wisata.

“Kalau Pelabuhan Senggigi statusnya adalah pelabuhan lokal yang dikelola oleh Lombok Barat. Tapi kami sudah lagi cek untuk segera kita benahi Pelabuhan Senggigi,” katanya.

Sebelumnya pada Agustus 2023, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan juga sudah menyerahkan pengelolaan Pelabuhan Bangsal dan Pelabuhan Carik di Kabupaten Lombok Utara kepada Pemprov NTB yang dikelola oleh Dinas Perhubungan NTB.

Pelabuhan Bangsal merupakan pintu masuk utama menuju destinasi unggulan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air (Tramena). Untuk memaksimalkan potensi PAD, Pemprov NTB merilis Perda Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. (ant)

Dukung Pemulihan Pascabanjir, PLN Salurkan Bantuan di Wera

0
PLN Unit Induk Wilayah NTB menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima(ekbisntb.com/ist)

Bima (ekbisntb.com) – PLN Unit Induk Wilayah NTB, melalui PLN UP3 Bima, terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Bersinergi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, Srikandi PLN, serta beberapa mitra PLN, mereka menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Langkah ini merupakan wujud komitmen PLN dalam membantu pemulihan daerah yang dilanda musibah.

Banjir yang terjadi di Wera mengakibatkan dampak yang cukup parah, dengan tujuh orang korban jiwa serta rusaknya infrastruktur penting, termasuk jalan penghubung antar desa dan puluhan rumah warga yang hanyut terbawa arus. Dalam situasi ini, bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, seperti beras, mie instan, air mineral, serta perlengkapan kebersihan dan kesehatan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung kepada warga terdampak dengan harapan dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Langkah cepat ini diharapkan dapat membantu masyarakat bertahan dalam masa sulit pasca-bencana.

Manajer PLN UP3 Bima, Syaiful Hannan, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang terjadi. “Kami turut berduka cita atas bencana banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Kecamatan Wera. Semoga mereka diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. PLN akan terus berkontribusi dalam proses pemulihan, terutama dalam menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah terdampak,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan logistik, PLN UP3 Bima juga bergerak cepat untuk memastikan kelancaran pasokan listrik di wilayah terdampak. Tim teknis dikerahkan untuk melakukan pemantauan dan perbaikan jaringan yang terdampak banjir, sehingga listrik tetap dapat diakses oleh masyarakat dengan aman.

GM PLN UIW NTB, Sudjarwo, juga memberikan pernyataannya terkait peran PLN dalam penanganan bencana ini. “PLN tidak hanya hadir untuk menyediakan listrik bagi masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu mereka dalam kondisi darurat seperti ini. Kami memastikan bahwa jaringan listrik yang terdampak segera diperbaiki agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal,” ungkapnya.

Upaya pemulihan ini sejalan dengan komitmen PLN untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Seluruh proses perbaikan dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan kerja baik petugas, masyarakat, dan peralatan.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam penggunaan listrik, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem. Pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman, hindari menyentuh peralatan listrik dengan tangan basah, dan segera laporkan gangguan listrik melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi contact center PLN di 123.

Dengan sinergi antara PLN dan berbagai pihak, diharapkan proses pemulihan pasca-banjir di Kecamatan Wera dapat berjalan lebih cepat. PLN terus berkomitmen untuk hadir bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan kelistrikan tetapi juga melalui aksi sosial di tengah bencana. (bul)

Petani Diperkirakan Rugi Besar, Puluhan Hektar Tanaman Padi di Taman Ayu Terendam Banjir

0
Lahan pertanian warga yang terdampak banjir di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. (ekbisntb.com/ist)

Lombok(ekbisntb.com) – Selain merendam rumah warga, banjir juga menerjang lahan-lahan pertanian yang ada di Lombok Barat (lobar). Seperti di Desa Taman Ayu, terdapat puluhan hektar tanaman padi yang baru ditanam oleh petani di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung terancam gagal tumbuh akibat terendam banjir. Warga khawatir tanaman padi mereka rusak terbawa arus banjir.

Kepala Desa Taman Ayu M. Tajudin menerangkan selain merendam puluhan rumah warga di Dusun Jeranjang, banjir juga menggerus lahan pertanian warga. “Ada sekitar 25 hektar lahan pertanian, tanaman padi warga yang baru ditanam terdampak (terendam) banjir,” kata Tajudin, Senin 10 Februari 2025.

Lahan pertanian ini tersebar di dua dusun, yakni Dusun Bongor dan Dusun Jeranjang.  Di desanya, ada dua dusun terdampak, yakni Dusun Jeranjang yang merendam 44 KK dan lahan padi warga. Kemudian di Dusun Bongor, banjir merendam lahan padi warga. “Rumah dan lahan pertanian (padi) warga terdampak,” jelasnya.

Padi warga yang terdampak ini rata-rata baru ditanam. Kalau terus terendam maka rusak, bahkan padi warga akan rusak terbawa arus banjir. “Karena lumayan deras banjirnya,” imbuhnya.

Apakah warganya ada yang ikut asuransi? Pihaknya belum tahu pasti. Hingga malam hari, ia masih menangani warganya yang dievakuasi atau diungsikan. Banjir masih menggenangi rumah-rumah warga. Dan hujan pun belum surut. Sehingga ia pun mengevakuasi warga mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. (her)

Keragaman Budaya, Basis Potensi Pariwisata ke Depan

0
Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam saat diskusi dengan Tim Transisi Iqbal – Dinda, Senin 10 Februari 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Dalam upaya memperkuat kebijakan pelestarian budaya di Nusa Tenggara Barat (NTB), Kepala Museum NTB memberikan masukan strategis kepada Tim Transisi Gubernur Terpilih dalam sebuah pertemuan terbatas, Senin 10 Februari 2025.

Pertemuan ini bertujuan untuk membahas data, potensi, dan komitmen bersama bagi pemajuan kebudayaan daerah.

Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam menyoroti pentingnya pariwisata berbasis kebudayaan. Menurutnya keragaman budaya yang tersebar di masyarakat jika diperhatikan dapat menjadi basis potensi pariwisata ke depan. Sebab, budaya menjadi kontribusi penting bagi pariwisata berkelanjutan.

“Jadi setelah halal tourism dan sport tourism, saatnya kita mulai membangun budaya sebagai destinasi wisata,” tuturnya.

Dirinya mengatakan untuk merangkul keragaman budaya yang ada, pembentukan museum di tiap kota dan desa merupakan strategi yang tepat dalam membangun pariwisata daerah yang berbasis budaya.

“Kami di museum mempunya rencana strategis yaitu “Kotaku Museumku, Kampungku Museumku, sebagai upaya untuk membentuk museum di setiap kota dan desa sebagai,” ungkapnya.

Ia menjelaskan program ini memiliki potensi besar untuk memperkaya pengalaman wisatawan sambil mempromosikan warisan budaya lokal. Ini juga bisa menjadi sarana untuk melestarikan tradisi dan kebudayaan yang ada di masyarakat.

“Untuk itu kami berharap kepada Tim Transisi agar dapat memasukkan program pelestarian budaya dalam agenda kerja ke depan, sehingga budaya kita dapat terkelola dengan baik,”,ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Daerah NTB, Prof. Abdul Wahid berharap agar gubernur terpilih dapat berkomunikasi dengan Menteri Kebudayaan untuk membentuk Balai Pelestarian Kebudayaan di NTB.

Ketua Tim Transisi Lalu Muhammad Iqbal – Indah Dhamayanti Putri (Iqbal – Dinda), Dr. Adhar Hakim menyambut baik masukan yang diberikan dan menegaskan komitmennya untuk memperhatikan aspek kebudayaan dalam penyusunan kebijakan ke depan.

“Kami menyadari bahwa budaya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari identitas daerah, dan masukan dari Kepala Museum NTB akan menjadi referensi penting bagi kami dalam menyusun program kerja,” ujarnya.

Adanya diskusi ini, diharapkan langkah konkret dalam pelestarian dan pengembangan budaya NTB dapat segera diimplementasikan, sehingga warisan budaya daerah dapat tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Acara diskusi ini dilaksanakan di Sekretariat Dewan Kebudayaan Daerah NTB yang berlokasi di Taman Budaya. Turut hadir dalam diskusi ini Ketua Tim Transisi Iqbal – Dinda, Dr. Adhar Hakim, Ketua Tim Pemenangan Ikbal-Dinda,, Lalu Anis Mujtahid Akbar, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dikbud NTB yang diwakili oleh Pamong Budaya, Baiq Elis, Kepala Taman Budaya NTB, Sabarudin. (r)

Jelang GT World Challenge Asia, Run Off Sirkuit Mandalika Bakal Dibongkar

0
VP Motosport MGPA Donny Mahardjono (kiri) bersama Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, mengecek area run off lintasan sirkuit Mandalika yang akan dibongkar sesuai rekomendasi FIA, jelang ajang GT World Challenge Asia, Senin 10 Februari 2025.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pertamina Mandalika International Circuit untuk pertama kalinya bakal menggelar ajang balap mobil dunia GT World Challenge Asia. Tanggal pelaksanannya pun telah ditetapkan pada 9-11 Mei 2025 mendatang.

Menyambut gelaran ajang balap dunia tersebut, persiapan pun telah dimulai Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) selaku penyelenggara. Salah satunya penyesuaian dari sisi lintasan sirkuit Mandalika.

Penyesuian dilakukan agar lintasan sirkuit Mandalika bisa memenuhi standar yang ditentukan oleh Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) selaku regulator balap mobil dunia. Sehingga bisa dinyatakan layak menggelar balap mobil skala internasional.

“Kami sudah menerima surat dari FIA yang berisikan beberapa rekomendasi yang harus dipenuhi agar bisa menggelar balap mobil di sirkuit Mandalika,” terang VP Motosport MGPA Donny Mahardjono, saat memberikan keterangan pers di sirkuit Mandalika, Senin 10 Februari 2025 kemarin.

Donny mengatakan salah satu rekomendasi FIA ialah modifikasi sisi run off lintasan sirkuit Mandalika. Di mana setidaknya ada lima area run off yang direkomendasikan oleh FIA untuk dibongkar atau dipotong. Pasalnya, FIA menilai area run off lintasan Sirkuit Mandalika tersebut terlalu lebar. Jadi tidak sesuai dengan standar yang ditentukan untuk ajang balap roda empat.

Area run off yang dibongkar atau dipotong tersebut nantinya akan diganti dengan gravel untuk menjamin sisi keamanannnya. “Jadi ada lima area run off yang akan kita bongkar atau potong. Disisakan hanya dua meter saja dari sisi pinggir lintasan, karena dinilai terlalu lebar oleh FIA,” sebutnya.

Ia pun memastikan, pembongkaran atau pemotongan run off tersebut tidak akan mengubah karakateristik trek Sirkuit Mandalika. Hanya ada penyesuaian di area run off saja. Termasuk penambahan ban pengaman pembatas sirkuit dan penyesuaian dibeberapa aspek penunjang Sirkuit Mandalika lainya.

Rekomendasi untuk membongkar atau memotong area run off lintasan Sirkuit Mandalika tersebut juga sudah mendapat persetujuan dari FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) selaku regulator untuk ajang balap roda dua. Artinya, dengan modifikasi tersebut maka Sirkuit Mandalika bisa menggelar dua jenis balapan sekaligus. Balap roda dua dan roda empat. Termasuk ajang MotoGP pada awal Oktober 2025 mendatang.

Pengerjaan pembongkaran area run off tersebut direncanakan dimulai awal Maret mendatang. Ditargetkan selesai dalam satu bulan. Dengan begitu, MGPA masih punya waktu satu bulan untuk mengevaluasi persiapan sirkuit jelang balapan. Sebelum ajang GT World Challenge Asia digelar di Sirkuit Mandalika.

“Tahun ini ada dua balap mobil yang direncanakan digelar di sirkuit Mandalika. Selain GT World Challenge Asia, ada juga ajang Porsche Carrera Asia Cup. Penyesuaian sisi run off lintasan Sirkuit Mandalika penting dilakukan,” pungkas Donny. (kir)

Cegah DBD – PMR Periksa Jentik Nyamuk di Lingkungan SMKN 3 Mataram

0
Anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMKN 3 Mataram menggelar pemeriksaan jentik nyamuk di lingkungan SMKN 3 Mataram, Sabtu (8/2) lalu. Pemeriksaan jentik nyamuk dan pembagian abate untuk mencegah penyebaran penyakit DBD.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMK Negeri 3 Mataram menggelar pemeriksaan jentik nyamuk dan pembagian abate kepada warga sekolah pada Sabtu 8 Februari 2025 lalu. Kegiatan itu untuk mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). PMR bekerja sama dengan Puskesmas Dasan Agung sebagai distributor bubuk abate.

Pembina PMR SMKN 3 Mataram, Laely Pujiana menjelaskan, kegiatan dimulai dengan inspeksi jentik nyamuk di berbagai titik sekolah, seperti kamar mandi dan tempat penampungan air. Petugas dari anggota PMR didampingi pembina memeriksa secara langsung untuk memastikan tidak ada sarang nyamuk di lingkungan sekolah.

“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa titik yang berpotensi menjadi sarang berkembang biak nyamuk. Karena itu, petugas dengan sigap membersihkan area tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya pembagian bubuk abate kepada guru-guru maupun staf yang berada di masing-masing program keahlian di SMKN 3 Mataram. Nantinya bubuk abate itu disebar di setiap kamar mandi dan tempat penampungan air yang ada di ruangan.

“Dengan menaburkan abate pada tempat penampungan air, kita dapat membunuh jentik nyamuk sebelum berkembang menjadi nyamuk dewasa yang bisa menyebarkan DBD,” ujar Laely.

Sementara Wakasek Humas SMKN 3 Mataram, Khairil Anwar turut mengapresiasi kegiatan ini. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin agar sekolah tetap bersih dan bebas dari ancaman penyakit,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah terhadap pentingnya pencegahan DBD. “Sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih sehat dan terbebas dari nyamuk penyebab demam berdarah,” harapnya. (ron)

 

MTsN 2 Mataram akan Seriusi Program Robotik

0
Para siswa MTsN 2 Mataram saat melakukan percobaan program robotik di lapangangan madrasah, beberapa waktu lalu(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Mataram akan menyeriusi program robotik untuk mendukung minat siswa di bidang teknologi informasi. Program robotik itu dikembangkan, karena melihat potensi siswa MTsN 2 Mataram.

Hal itu disampaikan oleh kepala sekolah MTsN 2 Mataram, Sumber Hadi, S.Ag., M.Ag., ditemui di kantornya, Senin 10 Februari 2025. Ia mengatakan akan mengupayakan program robotik bisa dikembangkan dalam waktu dekat.

“Program robtok sudah pelaksanaan bimbingan, dan sudah berjalan,” ujar Sumber Hadi.

Program robotik ini sudah berjalan sejak dua tahun lalu dan MTsN 2 Mataram pernah meraih juara. Saat itu lomba diadakan Brida NTB kerja sama dengan universitas di Malaysia.

Kendati demikian, pihaknya masih terkendala fasilitas, baik berupa ruangan maupun fasilitas pendukung lainnya. Ia akan membicarakan terkait pengadaan fasilitas dengan bendahara sekolah.

Selain itu, MTsN 2 Mataram juga aktif mengikuti kompetisi atau pun olimpiade. Dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) spesifik di bidang fisika, MTsN 2 Mataram menyabet juara dua saat mengikuti Tarbiyah Fest di UIN Mataram.

Pihak madrasah juga konsisten melaksanakan kegiatan harian. Rutinitas tersebut berupa membaca buku dan Al-Qur’an, menulis, dan iman dan takwa (Imtak).

Program-program tersebut diharapkan dapat menjadi penguat mental para siswa, sehingga ke depannya dapat menjadi pribadi yang lebih baik. “Menambahkan karakter, menambahkan motivasi untuk percaya diri dan berkompetisi,” jelasnya.

Kegiatan-kegiatan tersebut sejalan dengan slogan madrasa, yakni MTsN 2 Mataram Berikhtiar Berdampak (Matsanda Beda). “Tentunya itu diawali dari visi Islami, Prestasi, dan Mandiri. Dari adanya tagline ‘Beda’ ini kita bergerak dinamis untuk melaksanakan program-program yang ada,” pungkasnya. (sib)

Puskesmas Taliwang I Mulai Ujicoba Layanan Cek Kesehatan Gratis

0
Darmawansyah(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Layanan program Cek Kesehatan Gratis serentak mulai dilaksanakan, Senin 10 Februari 2025. Tak terkecuali di Kabupaten Sumbawa Barat, salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu turut juga mulai diujicobakan.

“Iya hari ini kami mulai membuka layanan cek kesehatan gratis. Dan hari ini lebih kami istilahkan ujicoba dulu,” kata Kepala Puskesmas Taliwang I, Darmawansyah kepada wartawan.

Di hari pertama ini, Darmawan mengatakan, pihaknya lebih banyak mensosialisasikan program itu. Warga dikenalkan pada aplikasi Satu Sehat Mobile (SSM) yang menjadi pintu warga untuk mengakses layanan kado ulang tahun dari pemerintah tersebut. “Tadi hanya satu pasien yang kami simulasikan pengecekannya,” katanya.

Dari ujicoba hari pertama ini, Darmawan mengatakan, perlu ada sosialisasi masif terhadap program cek kesehatan gratis ini kepada masyarakat. Terutama bagaimama menggunakan aplikasi SSM untuk proses pendaftaran.

“Tapi untuk ke depan selama ujicoba ini, warga yang berulang tahun tapi belum daftar lewat SSM bisa langsung datang ya. Kita bisa layani karena pendaftarannya bisa manual. Cukup bawa KTP saja,” paparnya.

Tidak saja bagi warga yang berulang tahun saat ini dan hari-hari ke depannya. Darmawan turut mempersilakan warga yang juga sudah lewat tanggal lahirnya di bulan Januari untuk datang, jika ingin mejajal program cek kesehatan gratis itu.

“Untuk masyarakat yang ulang tahunnya terlewat, dapat melakukan pendaftaran dan diberikan waktu hingga April 2025. Begitu instruksi dari program itu secara nasional,” sebut Darmawan.

Terlepas dari mekanisme pendaftarannya, Darmawan mengaku, pelaksaan layanan cek kesehatan gratis itu menurutnya akan mudah dilaksanakan oleh Puskesmas. Sebab pada berbagai program kesehatan yang sudah ada, konsep gratis itu telah diterapkan. “Hanya beda pedoman pelaksanaannya saja. Tapi intinya layanan kesehatan gratis itu sudah kita jalankan selama ini,” katanya seraya menyampaikan pihaknya sangat siap mensukseskan program Presiden Prabowo di bidang kesehatan itu.

“Insyaallah baik itu program pusat atau pun daerah kami siap melaksanakannya. Dan kami akan berikan layanan terbaik untuk warga,” janji Darmawan.(bug)