Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 324

Pecahkan Rekor Dunia, Yad Hapizudin Juara I 85th Singapore Open Track and Field Championships 2025

0
Yad Hapizuddin saat menerima penghargaan meraih medali emas pada ajang 85th Singapore Open Track and Field Championships 2025(ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Yad Hapizudin, atlet asal Lombok Timur Provinsi NTB ini kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Yad menjadi pelari mudia usia 20 tercepat pada ajang 85th Singapore Open Track and Field Championships 2025 yang digelar Kamis 24 April 2025 kemarin.

Yad Hapizudin dinilai berhasil mencetak rekor baru dan memecahkan rekor lama tercepat yang pernah diraih pelari tahun 1996 silam. “Alhamdulillah, anak kita berhasil mencetak rekor baru dan pecahkan rekor dunia tercepat setelah 25 tahun silam,” terang pelatih Yad Hapizuddin, Hairurrohman menjawab Suara NTB via telepon, Kamis 24 April 2025 kemarin.

Yad Hapizuddin hanya butuh 3.53.99 menit melintasi lintasan lomba sepanjang 1.500 meter. Limit waktu Yad ini dicatat meraih rekor terbaru tercepat di kelas U20 Open.

Adapun juara II Pada ajang Singapura Open diraih atlet dari Philipina bernama Alfrence Braza dengan limit waktu 3.56,25. Disusul kemudian atlet asal Hongkong bernama Muhammad Kamran Khan dengan limit waktu 3.57,35.

Diketahui, Yad Hapizuddin merupakan salah satu atlet andalan Indonesia. Mahasiswa Universitas Hamzanwadi itu sudah menorehkan banyak prestasi membanggakan di kancah nasional dan internasional. Termasuk pada ajang lomba di Thailand dan Vietnam beberapa waktu lalu.

Yad mulai menggeluti dunia atletik sejak tahun 2018 di club. “Alhamdulillah, dudah banyak prestasi diraih dan nasi kebanggaan Indonesia,” imbuhnya.

Harapan pelatih Yad ini, Yad Hapizuddin tetap sehat dan baik. Kemudian tetap bisa memberikan yang terbaik untuk anak bangsa. Menjadi wakil Indonesia ke kancah Internasional dan dalam waktu dekat mengikuti Sea Game. Yad kembali akan menjadi wakil Indonesia pada ajang-ajang lomba yang lebih bergengsi di tingkat dunia.(rus)

Emas Antam pada 24 April Kembali Merosot Menjadi Rp1,969 juta per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia di Jakarta, Kamis, mengalami penurunan Rp22.000 dari semula Rp1.991.000 menjadi Rp1.969.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut merosot ke angka Rp1.818.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Kamis:

– Harga emas 0,5 gram: Rp1.034.500.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.969.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.878.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.792.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.620.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp19.185.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp47.837.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp95.595.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp191.112.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp477.515.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp954.820.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.909.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Gubernur BI Yakin Kurs Rupiah Stabil di Tengah Kebijakan Tarif AS

0
Gubernur BI Perry Warjiyo(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini nilai tukar (kurs) Rupiah tetap stabil kendati ada kebijakan tarif dari Amerika Serikat (AS).

“Kami meyakini ke depan nilai tukar Rupiah diperkirakan akan tetap stabil didukung komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik,” kata dia dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK): Hasil Rapat Berkala KSSK II Tahun 2025 yang diadakan secara virtual, di Jakarta, Kamis.

Perry berkomitmen tinggi untuk terus memperkuat respon kebijakan dalam rangka menjaga stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Pada kesempatan tersebut, ia menerangkan bahwa kebijakan tarif AS meningkatkan risk appetite dan mendorong aliran portofolio asing keluar dari pasar domestik, sehingga tekanan terhadap kurs mata uang negara-negara emerging market, termasuk Rupiah, juga tinggi.

Setelah pengumuman terkait kebijakan tarif dari Presiden AS Donald Trump, tekanan besar menerpa pasar offshore non delivery forward (NDF) di luar negeri mengingat di Indonesia masih libur Idul Fitri.

Sebagai ilustrasi, pada 7 April 2025, NDF di offshore di Hong Kong atau Asia mencapai Rp17.300 per dolar AS dan Eropa pernah mencapai Rp17.400 per dolar AS. Karena itu, dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal yang sama, diputuskan ada intervensi di pasar NDF melalui counterparty, juga kantor-kantor BI di Singapura, London (Inggris), dan New York (AS).

“Kami intervensi secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York around the world, around the clock. Alhamdulillah, dengan komitmen yang tinggi untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui intervensi di pasar offshore NDF maupun di pasar spot maupun domestic non delivery forward di dalam negeri pada pembukaan perdagangan,” ucap Perry.

Berkat intervensi dari BI hingga saat ini, nilai tukar rupiah per 8 April 2025 menurun hingga di bawah Rp17 ribu per dolar AS, bahkan mencapai Rp16.865 per dolar AS.

“Pada hari ini diperdagangkan di sekitar Rp16.800. Kami meyakini bahwa gerakan Rupiah masih sejalan dengan perkembangan mata uang regional dan berada dalam kisaran yang sesuai dengan fundamentalnya,” ujar Gubernur BI. (ant)

Menpar dan Stakeholder Pariwisata Berih-bersih di Mandalika

0
Pantai Kuta Mandalika(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meyakini Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Pantai Kuta Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat menjadi momentum untuk memperkuat aspek kebersihan dan keberlanjutan destinasi wisata di Indonesia, terutama di Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya.

“Saya percaya, Gerakan Wisata Bersih dapat menjadi sebuah langkah untuk menjawab tantangan besar dalam menjaga kebersihan, kelestarian, dan keberlanjutan destinasi wisata kita,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti saat hadir di pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih di Pantai Kuta Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis 24 April 2025.

Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa Gerakan Wisata Bersih (GWB) merupakan aksi konkret yang lahir dari kesadaran kolektif dan kolaborasi dengan berbagai pihak, sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian destinasi wisata Indonesia.

Terlebih, sektor pariwisata di Lombok telah menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, dengan pencapaian wisatawan sebesar 1,2 juta kunjungan, atau hampir setengah dari total kunjungan di NTB yang mencapai 2,5 juta wisatawan pada tahun 2024.

“Harapannya, program ini akan membantu semakin mendorong pencapaian tersebut, memperkuat citra daerah, serta menjadi contoh yang dapat menginspirasi daerah lainnya di Indonesia,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Apresiasi juga disampaikan Menteri Pariwisata kepada Pemerintah Provinsi NusaTenggara Barat dan Kabupaten Lombok Tengah, serta seluruh masyarakat ataskomitmen dan konsistensinya membangun budaya kebersihan di kawasan destinasi.

Melalui program Gerakan Wisata Bersih, diharapkan akan terbangun kebiasaan dan kesadaran jangka panjang bersama dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

“Sudah sepatutnya kita menjaga kebersihan destinasi wisata kita, termasuk Pantai Kuta Mandalika, sebuah destinasi wisata yang memikat,” tutup Widiyanti.

Gerakan Wisata Bersih di Nusa Tenggara Barat (NTB) didukung oleh sejumlah mitra strategis seperti; GoTo Impact Foundation, ITDC, RedDoorz, dan Poltekpar Lombok. Kolaborasi lintas sektor seperti ini membuktikan bahwa kekuatan kebersamaan dan kerjasama menjadi fondasi utama dalam menciptakan destinasi wisata yang bersih, sehat, dan berdaya saing global.

Sementara itu, Direktur Komersial ITDC (Injourney Tourism Development Corporation), Troy Reza Warokka menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap Kementerian Pariwisata telah memilih kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika sebagai lokasi pelaksanaan GWB di NTB. “Acara ini akan semakin memperkuat sinergi kami dalam berkontribusi meningkatkan kualitas pariwisata di Indonesia, khususnya Mandalika,” kata Troy.

Dalam acara ini, Widiyanti didampingi Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo; dan Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Kemenpar, Florida Pardosi. Turut hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Jamaluddin Malady.

Selain Pantai Mandalika, aksi ini juga akan dilakukan di Pantai Gili Air pada Jumat, 25 April 2025. Sebelumnya, Gerakan Wisata Bersih telah berhasil dilaksanakan di sejumlah destinasi wisata, seperti Pantai Parangtritis, Yogyakarta; Kota Tua Jakarta; serta Marina Waterfront City dan Pantai Pede, Labuan Bajo.(bul)

Tim Pansel : Penjaringan Calon Pengurus Bank NTB Syariah Terbuka Untuk Umum, Tanpa Kecuali Mantan Dirut

0
H. Wirajaya Kusuma (kanan) dan Prof. Riduan Masud (kiri)(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Tim Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Bank NTB Syariah secara resmi mengumumkan dimulainya proses seleksi terbuka untuk calon pengurus bank, meliputi jajaran direksi, komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Hal ini disampaikan secara resmi oleh Tim Pansel di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Kamis, 24 April 2025.

Ketua Pansel, H. Wirajaya Kusuma, didampingi Sekretaris Pansel, Prof. Riduan Masud, menjelaskan bahwa dasar pelaksanaan seleksi ini adalah Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB tanggal 15 April 2025, yang merupakan amanat dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) sebelumnya. RUPS-LB tersebut melibatkan pemegang saham Bank NTB Syariah, termasuk Pemerintah Provinsi NTB, Bank Jatim, serta seluruh bupati dan wali kota di NTB.

“Kami dari tim pansel yang beranggotakan tujuh orang, terdiri dari unsur pemerintah provinsi, profesional, dan akademisi, telah bekerja sejak SK Gubernur ditetapkan,” ujar Kepala Biro Perekonomian Setda NTB ini.

Lebih lanjut, H. Wirajaya Kusuma mengungkapkan bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 37 Tahun 2018 tentang pemilihan direksi dan komisaris pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tim pansel menggandeng lembaga profesional, yaitu Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), untuk menjaring calon-calon yang kompeten.

Pendaftaran calon direksi telah dibuka mulai hari ini, 24 April, hingga 30 April 2025 pukul 23.59 WITA. Khusus untuk calon direksi, proses pendaftaran dan seleksi awal akan dilakukan oleh LPPI. Sementara itu, pansel akan menangani langsung proses rekrutmen dan penjaringan calon komisaris dan DPS.

“Untuk calon direksi, informasi detail mengenai pendaftaran dapat dilihat langsung di website LPPI dan media sosial Bank NTB Syariah,” imbuh H. Wirajaya Kusuma.

Target dari tim pansel, hasil penjaringan calon direksi dari LPPI akan diserahkan paling lambat tanggal 21 Mei 2025. LPPI akan menyerahkan lima nama terbaik untuk setiap posisi direksi (direktur utama dan empat direktur). Selanjutnya, pansel akan melakukan deep interview dengan mempertimbangkan kearifan lokal NTB dan karakteristik Bank Indonesia untuk mendapatkan calon yang paling sesuai.

H. Wirajaya menambahkan, proses seleksi ini terbuka untuk semua pihak, termasuk calon internal Bank NTB Syariah, seperti pengurus lama dan jajaran eksekutif. Tanpa terkecuali bagi mantan-mantan Direktur Utama Bank NTB Syariah.

“Kan nanti seleksi yang menentukan lolos atau tidaknya. Tergantung syarat dan ketentuannya apa bisa atau tidak memenuhi. Nanti tim Pansel yang akan menelitinya,” katanya.

Tim Pansel juga memberikan kesempatan sertifikasi manajemen risiko bagi calon direksi dan komisaris yang belum memenuhi persyaratan level yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rencananya, tim pansel akan menyerahkan tiga nama calon pengurus untuk setiap posisi kepada Gubernur NTB pada tanggal 1 Juni 2025. Gubernur kemudian akan melakukan pemilihan dan mengajukannya dalam RUPS-LB atau RUPS tahunan sebelum diajukan ke OJK untuk proses fit and proper.

“Target kami, penetapan pengurus Bank NTB Syariah yang baru dapat selesai pada tanggal 28 Juni 2025, sesuai dengan mekanisme RUPS tahunan,” jelas H. Wirajaya Kusuma.

Terkait dengan bakal calon, , Wirajaya juga menegaskan bahwa telah terjadi revisi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang menyesuaikan batasan usia maksimal bakal calon pengurus Bank NTB Syariah.. Hal ini dilakukan agar Bank NTB Syariah dapat menjaring talenta-talenta terbaik, termasuk para profesional berpengalaman dari bank-bank nasional, tanpa terkendala batasan usia.

“Seleksi terbuka ini untuk masyarakat umum sepanjang memenuhi syarat, termasuk mantan Direksi Bank NTB Syariah. Batasan usia maksimal yang sebelumnya 55 tahun telah dinaikkan menjadi 60 tahun, dan bahkan usia di atas 60 tahun tetap diperbolehkan sepanjang dinilai memenuhi syarat,” pungkas Wirajaya.

Terakhir, juga ditegaskan, tim ini akan bekerja secara profesional dan akan menyodorkan hasil seleksi secara profesional kepada pemegang saham.

Tim Pansel berharap proses seleksi ini berjalan lancar dan menghasilkan pengurus Bank NTB Syariah yang kompeten dan berintegritas, sehingga dapat membawa bank ke arah yang lebih baik dan berdaya saing.(bul)

BSI Bank Syariah Pertama di Dunia Luncurkan Muslim Consumption Index

0
Bank Syariah Indonesia(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadi bank syariah pertama di dunia yang meluncurkan indeks konsumsi masyarakat Muslim melalui BSI Muslim Consumption Index yang akan dirilis dalam gelaran BSI Global Islamic Finance Summit (GIFS) 2025.

Chief Economist BSI Banjaran Surya Indrastomo menyatakan bahwa peluncuran indeks tersebut merupakan inovasi perseroan untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Belum ada bank syariah manapun di luar (negeri) yang mengeluarkan indeks ini,” kata Banjaran dalam Press Conference BSI Global Islamic Finance Summit 2025, yang dikutip di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan pengembangan BSI Muslim Consumption Index juga bertujuan untuk melengkapi informasi mengenai tren ekonomi dan keuangan syariah yang telah banyak dikaji oleh berbagai institusi, akademisi, maupun lembaga riset di dunia.

Salah satu indeks ekonomi dan keuangan syariah yang sering digunakan adalah State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report yang dirilis oleh DinarStandard, lembaga riset yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab.

Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-3 sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia, menurut SGIE Report 2023/2024.

Penilaian dalam laporan tersebut berdasarkan enam Global Islamic Economy Indicator (GIEI), yakni keuangan syariah, makanan dan minuman halal, tren berbusana santun atau modest fashion, kosmetik dan farmasi halal, pariwisata ramah Muslim, serta media dan rekreasi.

“Tetapi, what is missing (apa yang terlewatkan dalam laporan indeks SGIE tersebut) adalah kalau kita berbicara mengenai ekonomi di negara yang berbasis Muslim sebetulnya dasar utamanya adalah konsumsi dari Muslim itu sendiri,” ucap Banjaran.

Ia menuturkan pihaknya mengembangkan BSI Muslim Consumption Index berdasarkan data real transaction dengan mengacu pada high-frequency big data yang dimiliki BSI untuk memberi gambaran mengenai bermacam tren konsumsi masyarakat Muslim di Indonesia.

Ia mengatakan indeks tersebut juga diharapkan dapat memberikan sudut pandang baru bagi para pembuat kebijakan, mengingat konsumsi rumah tangga berkontribusi sekitar 54 persen terhadap perekonomian nasional pada 2024.

“(BSI Muslim Consumption Index) ini akan keluar (dirilis) secara bulanan. Media outlet-nya nanti bisa melalui official channel BSI,” ujar Banjaran.

BSI Global Islamic Finance Summit 2025 akan dihelat pada 29 April 2025 di Jakarta. (ant)

Bersama Presiden Prabowo, NTB Ikut Sukseskan Gerakan Tanam Padi Serentak di Indonesia

0
Gerakan Menanam Padi Serentak di 14 provinsi(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Presiden RI Prabowo Subianto memimpin Gerakan Menanam Padi Serentak di 14 provinsi, dengan pusat kegiatan nasional berlangsung di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Pemulutan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Rabu, 23 April 2025. Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo turut menebar benih padi menggunakan teknologi drone sebagai simbol modernisasi pertanian Indonesia.

Kegiatan yang dilakukan secara hybrid ini juga berlangsung serempak di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi NTB, yang dipusatkan di Kelompok Tani Pohdane Utara, Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Di NTB, prosesi menanam padi dipimpin langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, didampingi Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, perwakilan PT Pupuk Indonesia NTB, anggota Forkopimda NTB dan Lombok Barat, serta jajaran kepala OPD provinsi dan kabupaten. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh para bupati se-NTB, Forkopimda kabupaten, dan sejumlah OPD setempat.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mempercepat modernisasi sektor pertanian nasional. Ia berharap penggunaan teknologi seperti drone dapat menjadi solusi inovatif dalam pertanian masa depan.

“Kepada para petani kita berharap ke depan punya rumah bagus, punya mobil, karena mereka memang harus punya. Anaknya sekolah bagus, dididik dengan baik. Saya sangat senang tiap kali melihat suatu keberhasilan yang nyata,” ujar Presiden Prabowo dengan penuh semangat.

Presiden juga menyatakan harapannya agar Indonesia mampu memimpin revolusi hijau kedua dan menjadi lumbung pangan dunia, bukan hanya mencapai swasembada pangan.

“Terbukti, kita bisa membantu negara tetangga dari sisi kemanusiaan. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ungkapnya.

Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Pertanian, para gubernur, bupati, pemimpin daerah, dan kelompok tani yang telah berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Ia menekankan bahwa negara yang kuat dibangun oleh petani yang makmur dan berdaya.

“Negara yang kuat adalah petani kuat, petani makmur. Saya senang kalau petani makmur, punya rumah bagus, mobil, dan anak yang mendapat pendidikan berkualitas,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB, Lalu Iqbal, menggelar dialog dengan salah satu kelompok tani di lokasi untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran pupuk sebagai salah satu pendukung produksi padi.

Hamka, perwakilan dari Kelompok Tani Aneka Tani yang juga pengecer pupuk, menyampaikan bahwa distribusi pupuk sudah dilakukan bahkan sebelum masa tanam dimulai. Pupuk sangat tersedia. Sehingga bukan menjadi persoalan bagi petani.

“Baru mulai tanam, pupuk sudah kami distribusikan. Bahkan sebelum tanam, pupuk sudah siap di tangan petani,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Penjualan Nusra PT Pupuk Indonesia, Hijradma Pandika, memastikan ketersediaan pupuk di NTB dalam kondisi aman dan siap ditebus untuk memenuhi kebutuhan musim tanam. Ia merinci data stok pupuk di NTB saat ini, Urea: 46.141 ton. NPK: 31.313 ton. Organik: 1.745 ton.

Dengan ketersediaan pupuk dan dukungan teknologi serta kebijakan yang berpihak pada petani, diharapkan pertanian Indonesia dapat melesat maju menuju kemandirian dan kesejahteraan berkelanjutan.(bul)

Kebijakan Pupuk Presiden Prabowo Tingkatkan Luas Panen dan Produksi Beras

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono(ekbisntb.com/ist)

Bali (ekbisntb.com) – Perubahan kebijakan pupuk bersubsidi yang ditetapkan Presiden Republik (RI) Prabowo Subianto mampu memberikan hasil positif bagi ketahanan pangan. Penyederhanaan regulasi dan perbaikan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi yang telah dijalankan mendorong peningkatan luas panen dan produksi beras, dimana pada periode Januari-April 2025 diproyeksikan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

“Apa yang sudah kita lakukan (penyederhanaan regulasi dan perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi, Red) mendorong tingginya penebusan pupuk bersubsidi oleh petani. Hingga saat ini petani sudah menebus sekitar dua juta ton pupuk bersubsidi. Inilah yang mendorong produktivitas beras kita tertinggi,” ujar Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono saat berada di Bali, Rabu 23 April 2025.

Pada empat bulan di awal tahun ini, potensi luas panen padi nasional diperkirakan mencapai 4,56 juta hektare (ha). Luasan ini setara dengan 13,95 juta ton beras.

Sebagai perbandingan luas panen padi pada periode yang sama tahun lalu hanya 3,57 juta ha, dengan demikian ada peningkatan 27,69 persen. Sementara produksi beras tahun 2024 sebesar 11,07 juta ton, sehingga tahun ini diperkirakan naik sekitar 25,99 persen.

Pada forum internasional industri pupuk yang salah satunya dihadiri oleh Pupuk Indonesia, Wamentan menyampaikan bahwa produktivitas tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri, Indonesia tidak perlu impor beras. Adapun konsumsi beras nasional di bulan Januari hingga April 2025 sekitar 10,37 juta ton, sehingga masih surplus.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, untuk mewujudkan percepatan swasembada pangan, Presiden Prabowo telah banyak melakukan perubahan kebijakan pupuk bersubsidi. Adapun dampak yang paling dirasakan oleh petani atas perubahan tersebut, yaitu pupuk bersubsidi dapat ditebus petani terdaftar melalui aplikasi i-Pubers Pupuk Indonesia sejak 1 Januari 2025.

Wamentan mengungkapkan, penebusan pupuk bisa dilakukan mulai awal tahun karena Pemerintah telah banyak melakukan penyederhanaan regulasi. Sebelumnya ada 70 regulasi yang mengatur pupuk bersubsidi, mulai dari Undang-undang (UU), Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Presiden (Perpres), hingga Instruksi Presiden (Inpres). Selain itu juga masih harus menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur dan SK Bupati/Walikota sebelum pupuk bersubsidi didistribusikan. Mulai tahun 2025, SK tersebut tidak lagi diperlukan.

“Itu kenapa ketika petani membutuhkan pupuk bersubsidi, pupuknya tidak ada. Pupuk bersubsidi baru datang ketika petani sudah panen. Presiden menginstruksikan untuk menyederhanakan sistem yang rumit, termasuk regulasi,” ujarnya.

Wamentan menambahkan, untuk mendukung kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di tahun 2025, Pemerintah juga menyederhanakan alur distribusinya. Apabila sebelumnya, pupuk bersubsidi didistribusikan melalui produsen, distributor, pengecer, dan ke petani. Tahun ini, alur tersebut diubah, dari produsen langsung menuju titik serah (Poktan/Kelompok Pembudidaya Ikan/Pengecer) dan ditebus oleh petani.

Perubahan berikutnya yaitu pemutakhiran data Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) dapat dilakukan kapanpun di tahun berjalan. Sementara tahun 2024 dapat diubah per empat bulan sekali di tahun berjalan, sedangkan tahun-tahun sebelumnya harus menunggu pergantian tahun atau pada penetapan alokasi baru.

Wamentan melanjutkan, Pemerintah juga mengembalikan sejumlah kebijakan, diantaranya memasukkan pembudidaya ikan sebagai penerima pupuk bersubsidi. Selain itu juga kembali menetapkan SP-36 dan ZA sebagai pupuk bersubsidi.

Pemerintah juga menambahkan ubi kayu atau singkong sebagai komoditas penerima pupuk bersubsidi. Sebelumnya hanya sembilan komoditas yang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi, yaitu padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, kakao, kopi, dan tebu.

Terakhir, mulai tahun ini penetapan alokasi pupuk bersubsidi tingkat provinsi dan kabupaten/kota dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian setempat. Dengan demikian prosesnya lebih sederhana.

Lebih lanjut ia menambahkan, perubahan kebijakan ini juga dilakukan di tahun 2024. Diantaranya petani terdaftar cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke kios Pupuk Indonesia untuk melakukan penebusan, tidak perlu lagi diwajibkan melakukan foto dengan produk pupuk bersubsidi yang ditebus. Sementara bagi petani terdaftar yang tidak bisa datang ke kios untuk melakukan penebusan karena sakit, dapat diwakilkan oleh keluarga atau Poktan.

Pemerintah di tahun 2024 juga menetapkan anggaran subsidi pupuk berbasis pada volume kebutuhan. Di tahun tersebut, Pemerintah menaikkan alokasi pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Untuk meningkatkan tata kelola, Pemerintah membuat virtual account. Dengan demikian, pembayaran pupuk bersubsidi by name by address atau per Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Pupuk ini penting. Karena populasi kita besar, maka kebutuhan pangan juga besar. Supaya kita mendapatkan pangan yang besar, panen kita juga harus besar. Kalau mau panen yang besar, menanamnya juga harus besar. Jika menanamnya besar maka jumlah pupuknya juga harus besar. Sehingga kebutuhan pupuk kita besar,” tandas Wamentan.(r)

Perampingan OPD, Pemprov NTB Hemat Hingga Rp200 Miliar

0
Karo Organisasi NTB, Nursalim. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat hemat hingga ratusan miliar sebab perampingan struktur birokrasi mulai dari pejabat eselon II, eselon III, hingga ke eselon IV di lingkungan Pemprov NTB. Perampingan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah untuk menekan belanja pegawai agar mencapai 30 persen pada 2027.

Kepala Biro Organisasi, Nursalim mengatakan langkah ini diperkirakan mampu menghemat anggaran hingga Rp200 miliar per tahun.

“Untuk real belum kita fiks kan, karena perlu kita sandingkan datanya. Tapi ini hanya estimasi, sesuai sambutan gubernur, kita akan menekan gaji pegawai secara bertahap,” ujarnya, Rabu, 23 April 2025.

Rincian anggaran yang terdampak penghematan setelah adanya perampingan OPD ini, diantaranya yaitu tambahan penghasilan pegawai (TPP), tunjangan jabatan dan biaya operasional. Penghematan gaji pegawai akan dilakukan secara bertahap. Di tahap pertama estimasi yang akan dihemat sebesar Rp5 miliar sampai Rp 10 miliar.

Nursalim menjelaskan, TPP Kepala OPD berkisar antara Rp20 juta hingga Rp25 juta per bulan. Bila diasumsikan ada 7 pejabat eselon II yang dipangkas, dengan TPP Rp20 juta per bulan, maka penghematan bisa mencapai Rp1,68 miliar per tahun. Belum termasuk tunjangan jabatan eselon II sebesar Rp3 juta per bulan.

Penghematan terbesar ada pada biaya operasional kantor yang melekat pada jabatan struktural, termasuk penggunaan fasilitas kantor, listrik, air, pemeliharaan gedung dan kendaraan dinas.

“Menurut perhitungan kami, total penghematan bisa mencapai Rp200 miliar per tahun,” terangnya.

Sisiran anggaran hasil penghematan ini nantinya akan dikembalikan pada program-program prioritas daerah seperti program ketahanan pangan. “Tapi program itu harus dikembalikan pada program lainnya, seperti program ketahanan pangan yang digabung ke Dinas Pertanian,” sambungnya.

Karo Ekonomi ini optimis apa yang diinginkan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal bisa tercapai, karena ini memang kewajiban pemerintah daerah untuk menghemat belanja pegawai.

Berdasarkan usulan jumlah tujuh dinas yang digabung, dua biro pada sekretariat daerah. Sementara untuk badan tidak ada yang digabungkan.

“Nanti ada penyesuaian nomenklatur di bidangnya, dalam rangka lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan tugas,” pungkasnya. (era)

Pascadirevitalisasi Pengunjung Eks Pelabuhan Ampenan Meningkat

0
Suasana objek wisata eks Pelabuhan Ampenan setelah direvitalisasi. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Setelah dilakukan revitalisasi oleh Pemerintah Kota Mataram, pengunjung wisata eks Pelabuhan Ampenan ramai dikunjungi wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra menyampaikan, setelah direvitalisasi peningkatan pengunjung sangat signifikan. Hal demikian, terlihat sejak diresmikan beberapa waktu lalu, terutama pada saat hari libur.

“Sebelum direvitalisasi mungkin sekitar 1.000 pengunjung. Kalau sekarang bisa meningkat menjadi 2.000. Melihat setelah dilakukan revitalisasi pengunjung mulai ramai di situ,” ungkapnya pada Selasa, 22 April 2025.

Menurutnya, berdasarkan uji petik yang dilakukan. Peningkatan pengunjung ini dilihat dari segi mobilitas kendaraan yang datang mencapai 1.000 kendaraan roda dua. Jika kalkulasikan satu motor diisi dua orang penumpang, maka objek wisata eks Pelabuhan Ampenan kedatangan pengunjung mencapai 2.000 orang. Jumlah tersebut belum ditambah dengan pengunjung yang menggunakan kendaraan roda empat. “Sebelum diresmikan pembangunannya sudah jadi pada awal Januari dan itu pengunjungnya meningkat lebih dari 2.000,” jelas Cahya.

Pengunjung di objek wisata eks Pelabuhan Ampenan ramai dikunjungi pada sore hari. Pasalnya, wisatawan menantikan matahari terbenam. Kendati demikian pihaknya menyiapkan tim kebersihan. Untuk melakukan kebersihan mulai sebelum puncak keramaian, dari jam 16.00-17.00 Wita di seluruh area wisata,” ucapnya.

Meski demikian, Plt. Camat Sekarbela ini juga mengumumkan kepada pengunjung untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan pengelola melalui pengeras suara yang ada di kawasan wisata eks Pelabuhan Ampenan.

“Kami minta kesadarannya. Sampah tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Namun, pedagang dan pengunjung juga ikut andil dalam menjaga kebersihan,” pesannya.

Diketahui, Kota Mataram akan kedatangan tamu 25 duta besar (dubes) negara sahabat pada bulan Mei 2025 dan akan berkunjung ke tempat bersejarah di Pulau Lombok, salah satunya objek wisata disinggahi yakni, eks Pelabuhan Ampenan. (pan)