HomeEKONOMI & BISNISDAMRI Mataram Maknai Peringatan Sumpah Pemuda dengan Gerakan Cinta Lingkungan

DAMRI Mataram Maknai Peringatan Sumpah Pemuda dengan Gerakan Cinta Lingkungan

Mataram (ekbisntb.com) – Memaknai Hari Sumpah Pemuda ke-98 tidak cukup dengan menggelar seremoni dan mengibarkan semangat persatuan. Cinta tanah air juga perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya menjaga kelestarian lingkungan.

Semangat inilah yang mendorong DAMRI Cabang Mataram berkolaborasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTB melakukan penanaman pohon di Terminal Tipe A Mandalika.

Bagi DAMRI, menanam pohon bukan sekadar menghijaukan kawasan terminal. Kegiatan ini menjadi pesan kepada generasi muda bahwa mencintai Indonesia berarti ikut menjaga, merawat, dan melindungi lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

- Advertisement -

General Manager (GM) DAMRI Cabang Mataram, Zuryani, mengatakan, inisiatif penanaman pohon buah di kawasan Terminal Mandalika, Selasa, 27 Oktober 2026 berangkat dari keinginan untuk menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam aksi nyata yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, kami dari DAMRI berinisiatif mewujudkan cinta tanah air. Cinta tanah air itu kami buktikan dengan menjaga, merawat, dan melindungi lingkungan bumi yang kita cintai,” ujarnya.

Menurut Zuryani, pohon dipilih sebagai simbol karena memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang hijau, sejuk, dan nyaman. Lebih dari itu, pohon yang ditanam hari ini menyimpan harapan agar generasi berikutnya tetap dapat menikmati lingkungan yang sehat dan lestari.

Bibit yang ditanam di kawasan Terminal Mandalika diharapkan tumbuh menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem. Pepohonan memiliki manfaat ekologis, mulai dari menghasilkan oksigen, membantu menahan erosi, hingga mendukung keberlangsungan lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim dan kerusakan alam.

Namun, bagi Zuryani, makna terpenting dari kegiatan tersebut terletak pada proses yang menyertainya. Menanam pohon mengajarkan bahwa menjaga alam membutuhkan kepedulian, kesabaran, dan komitmen yang berkelanjutan.

“Sumpah Pemuda bukan hanya seremonial. Kita harus mewujudkannya melalui kepedulian terhadap lingkungan dan generasi penerus bangsa. Bibit yang kita tanam hari ini ibarat ajakan kepada anak-anak muda agar mencintai, memelihara, dan menjaga lingkungan untuk masa depan mereka,” katanya.

Ia menegaskan, kecintaan terhadap tanah air tidak bisa diwujudkan secara instan ataupun berhenti pada simbol-simbol kebangsaan. Ada proses panjang yang harus dijalani, mulai dari menanam, merawat, hingga memastikan tanaman tersebut tumbuh dan memberikan manfaat.

Nilai inilah yang ingin ditanamkan kepada generasi muda melalui kegiatan penghijauan. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 perlu diteruskan melalui tanggung jawab bersama dalam menghadapi persoalan masa kini, termasuk kerusakan lingkungan dan ancaman perubahan iklim.

“Cinta tanah air itu tidak hanya simbolis dan tidak instan. Ada proses menanam, menjaga, dan merawat. Harapannya, bangsa ini terus tumbuh ke depannya,” ungkap Zuryani.

Terminal Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah

Selain membawa pesan kebangsaan dan lingkungan, kegiatan tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga fasilitas transportasi publik. Sebagai operator angkutan, DAMRI memiliki kepentingan langsung terhadap keberadaan terminal sebagai tempat naik dan turunnya penumpang.

Karena itu, menurut Zuryani, tanggung jawab menjaga terminal tidak semestinya hanya dibebankan kepada pengelola terminal atau pemerintah. Seluruh pihak yang menggunakan dan beraktivitas di dalamnya juga memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban, dan kenyamanan kawasan tersebut.

“Kami membutuhkan terminal sebagai titik naik dan turunnya penumpang. Namun, terminal ini bukan hanya tanggung jawab BPTD, melainkan tanggung jawab bersama, termasuk DAMRI dan seluruh pengguna terminal,” tegasnya.

Ia berharap, kolaborasi penanaman pohon bersama BPTD NTB dapat menjadi awal dari tumbuhnya kepedulian kolektif terhadap lingkungan terminal. Kawasan transportasi yang hijau dan sehat dinilai penting untuk mendukung kenyamanan masyarakat sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih ramah lingkungan.

Lebih jauh, Zuryani berharap gerakan sederhana tersebut dapat menginspirasi generasi muda untuk mengambil peran dalam menjaga kelestarian alam. Sebab, masa depan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan besar, tetapi juga oleh kebiasaan masyarakat dalam merawat alam di sekitarnya.

Melalui momentum Sumpah Pemuda ke-98, DAMRI ingin menegaskan bahwa semangat pemuda tidak berhenti pada ikrar persatuan. Semangat itu perlu terus hidup melalui tindakan yang bermanfaat bagi bangsa, termasuk menjaga bumi sebagai warisan bersama.

Pohon-pohon yang ditanam di Terminal Mandalika mungkin membutuhkan waktu untuk tumbuh besar. Namun, dari bibit-bibit itulah harapan dititipkan, agar kepedulian terhadap lingkungan tumbuh bersama generasi muda, berakar kuat dalam kehidupan masyarakat, dan memberi manfaat bagi generasi yang akan datang.(bul)

Artikel Yang Relevan

IKLAN








Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut