Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 309

Pemkot Mataram Siapkan Kurikulum Program Wirausaha Baru

0
Aktivitas sejumlah pelaku UMKM di Kota Mataram(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mulai menyiapkan kurikulum sebagai buku panduan untuk melaksanakan program 5.000 wirausaha baru dalam lima tahun ke depan.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Mataram HM Ramadhani di Mataram, Senin, mengatakan, buku panduan tersebut akan menjadi acuan penetapan dan kriteria sebuah wirausaha baru.

“Jadi tidak semua pengusaha bisa masuk kategori wirausaha baru, apalagi yang baru dan pertama berjualan atau usaha lainnya,” katanya.

Hal tersebut disampaikan menyikapi salah satu Program Pemerintah Kota Mataram lima tahun ke depan menciptakan 5.000 wirausaha baru, atau dalam satu tahun ditargetkan tercipta 1.000 wirausaha baru di Kota Mataram.

Untuk melaksanakan program itu, katanya, pihaknya perlu menyiapkan berbagai konsep agar seorang pelaku usaha bisa masuk atau diklaim sebagai wirausaha baru sesuai dengan kriteria dalam buku panduan tersebut.

Karena itu, dalam buku panduan itu nantinya calon wirausaha baru akan dilakukan pendampingan tanpa putus dengan memberikan pelatihan bertahap, sehingga dalam waktu 6 bulan hasil dari sebuah wirausaha baru bisa kelihatan.

Beberapa pelatihan yang dimaksudkan antara lain, misalnya pertama pembuatan roti, kemudian pelatihan kemasan, dilanjutkan dengan pelatihan digital pemasaran, legalitas, dan pelatihan lain yang dapat meningkatkan kualitas, kuantitas, dan omzet pelaku usaha.

“Dengan mengikuti berbagai pelatihan itu, kami bisa pantau usaha tersebut dan jika bisa terlihat peningkatan kualitas, kuantitas, dan omzet, barulah bisa diklaim sebagai wirausaha baru,” katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, untuk mengklaim sebuah wirausaha baru, minimal ada enam kali pelatihan berjenjang dan berbeda yang diikuti oleh pelaku usaha pada satu bidang usaha yang ditekuni.

“Jadi tidak bisa satu pelaku usaha mengikuti pelatihan berbeda-beda, karena hal itu bisa terkesan tidak fokus dan tidak tepat sasaran,” katanya.

Ia menargetkan, ketika buku panduan tersebut sudah rampung, maka kegiatan pelatihan untuk menciptakan wirausaha baru bisa dilaksanakan.

Kegiatan pelatihan tidak hanya dilaksanakan Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM saja, melainkan juga bisa dilaksanakan di organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya.

Misalnya di Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, dan OPD lainnya.

“Intinya, pelatihan yang diikuti harus sejalan dengan usaha yang ditekuni dan pelatihan yang sudah diikuti sebelumnya,” katanya. (ant)

Sidak Harga di Pasar Tradisional, Harga Daging Sapi dan Ayam Naik Jelang Iduladha

0
Dinas Perdagangan Kota Mataram menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, kemarin. (ekbisntb.com/pan)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perdagangan Kota Mataram menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. Hasil sidak, ditemukan harga daging sapi dan ayam jelang Iduladha mulai naik.

Berdasarkan survei di beberapa pedagang di pasar tradisional Dasan Agung dan Pasar Kebon Roek hari ini Senin, 5 Mei 2025, diketahui harga daging sapi dan ayam merangkak naik menjelang Hari Raya Iduladha 2025.

Salah satu pedagang daging sapi, Baiqah mengatakan, sebelumnya harga daging sapi yang dijual masih normal di harga Rp130 ribu per kilogram. Akan tetapi, harga daging sapi dipatokan mulai naik  seharga Rp130 ribu kemudian dijual di pasar Rp140 ribu per kilogram. “Sapinya mahal, mungkin karena banyak sapi yang dikirim ke luar daerah untuk kurban,” katanya.

Kenaikan harga daging sapi diperkirakan banyaknya tasyukuran musim haji, sehingga banyak permintaan masyarakat. Meski harga daging mahal masyarakat tetap membeli. “Orang butuh mau tidak mau tetap membeli, apalagi ketika ada acara,” katanya.

Sama seperti Baiqah, Faridah pedagang daging ayam, juga mengatakan hal yang sama. Harga daging ayam mulai naik semenjak keberangkatan haji. Dari Harga Rp25 ribu naik menjadi Rp35 ribu per kilogram. “Dari awal mulai keberangkatan itu setiap hari harganya naik Rp1.000 sampai Rp1.500,” tuturnya.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengungkapkan, pihaknya fokus memantau  harga daging sapi. Pasalnya, harga daging  setiap menjelang Iduladha mengalami kenaikan. “Kalau Komunikasi lain seperti cabai sudah turun harganya, yang kita pantau sekarang ini harga daging,” jelasnya.

Ia menjelaskan, hasil sidak yang dilaksanakan di dua pasar tradisional yaitu Pasar Kebon Roek dengan Pasar Dasan Agung ditemukan harga yang variatif. Seperti harga daging sapi di Pasar Kebon Roek lebih murah dari Rp125 ribu per kilogram, sedangkan di Pasar Dasan Agung harga daging sapi mencapai Rp140 ribu per kilogramnya. “Meskipun ada di beberapa pasar masih ada di harga Rp125 ribu, tapi itu keren dia potong sendiri,” ucap Nida.

Kata Nida, kenaikan harga daging sapi dan daging ayam disebabkan karena faktor permintaan masyarakat tinggi  menjelang lebaran kurban. Kebutuhan masyarakat saat melaksanakan acara syukuran untuk haji ini termasuk berpengaruh terhadap kondisi harga komoditas barang pokok di pasar.

“Memang untuk pemotongan daging sapi itu agak berkurang, karena sapi yang dipotong masih yang kecil dibawah umur, sedangkan untuk sapi dewasa yang biasa dipotong itu untuk di stok hari raya kurban dan itu yang terjadi di pedagang,” ungkapnya.

Sidak yang dilakukan kata Nida, sebagai langkah antisipasi ketersediaan pasokan komoditas barang pokok di pasar. Oleh karena itu, selanjutnya ia akan melakukan koordinasi ke salah satu distributor daging beku. Tujuannya, agar, ketersediaan daging beku bisa menjadi alternatif untuk kebutuhan masyarakat. “Yang penting kita sering pantau pasokan kita, makanya setelah ini kita langsung lakukan pemantauan ke distributor daging beku,” sebutnya. (pan)

Emas dan Cabai Rawit Penyumbang Inflasi di Mataram

0
Seorang pedagang sayuran di Pasar Kebon Roek menunggu barang dagangannya belum lama ini. Cabai rawit dan emas menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kota Mataram. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Inflasi di Kota Mataram mengalami peningkatkan dari bulan Maret 1,5 persen menjadi 2,07 persen pada bulan April. Faktor penyumbang inflasi disebabkan mahalnya harga emas dan cabai rawit.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Mataram, pada April 2025 terjadi inflasi year on year sebesar 2,07 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,48 pada April 2024 menjadi 108,68 pada April 2025.

Sedangkan untuk mount to mount mengalami inflasi dengan tingkat sebesar 0,7 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,57 persen. Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 10 indeks kelompok pengeluaran dari total sebelas indeks kelompok, yaitu: kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,32 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,46 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,24 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,21 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,57 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,39 persen; kelompok transportasi sebesar 1,06 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,00 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,65 persen; dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,45 persen. Sedangkan penurunan indeks kelompok pengeluaran terjadi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,69 persen.

Sepuluh komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada April 2025, antara lain emas perhiasan, cabai rawit, beras, sewa rumah, kopi bubuk, minyak goreng, bawang merah, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, sepeda motor, dan sigaret kretek mesin (skm). Sedangkan sepuluh komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain tomat, daging ayam ras, telepon seluler, angkutan udara, shampo, pisang, kacang panjang, bensin, telur ayam ras, dan tarif pulsa ponsel. Sementara sepuluh komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, antara lain: tarif listrik, emas perhiasan, angkutan udara, bawang merah, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, ayam goreng, sabun mandi, tempe, tahu mentah, dan tauge/kecambah.

Sedangkan sepuluh komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada April 2025, antara lain cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, kangkung, udang basah, tarif pulsa ponsel, terong, semangka, bensin, dan wortel. Pada April 2025, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,74 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,70 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,19 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,17 persen; kelompok transportasi sebesar 0,13 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01 persen. Sedangkan pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen.

Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kota Mataram, Luh Putu Sari Savitri dikonfirmasi pada, Senin (5/5) membenarkan inflasi mengalami kenaikan di bulan April mencapai 2,07 persen dibandingkan bulan Maret hanya 1,5 persen. Inflasi di bulan April dinilai masih wajar alias aman karena masih dalam range 2,5 plus minus 1.

Artinya, tidak melebih 3,5 dan tidak di bawah 1,5. “Inflasi kita masih aman karena masih di bawah 3,5 persen dan tidak di bawah 1,5 persen,” terangnya.

Inflasi mengalami kenaikan karena penyesuaian dari subsidi tarif listrik di bulan sebelumnya dan naiknya harga emasi perhiasan. Ia menegaskan, tarif emas dan listrik tidak bisa diintervensi oleh daerah. Kabupaten/kota lanjutnya, hanya dapat mengintervensi volatile food atau bahan makanan saja. (cem)

Bulog Diminta Serap Gabah Petani

0
Kegiatan Tim Jemput Gabah di Kota Mataram(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram meminta Badan Urusan Logistik untuk menyerap hasil panen gabah petani. Penyerapan gabah petani tanpa ada pembatasan kualitas maupun kuantitas.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Lalu Jauhari mengatakan, program swasembada pangan yang menjadi astacita Presiden RI H. Prabowo Subianto telah ditindaklanjuti. Salah satunya mengecek lahan milik Pemkot Mataram yang berlokasi di Kabupaten Lombok Barat. Akan tetapi, lahan itu digunakan untuk menanam padi. Sementara, spesifikasi lahan yang dibutuhkan adalah lahan kering untuk menanam jagung. “Kita sudah cek tetapi lahan itu termasuk lahan produktif,” terangnya.

Dikatakan, rapat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Mataram meminta Badan Urusan Logistik Kota Mataram untuk menyerap hasil panen gabah milik petani. Meskipun Kota Mataram bukan sebagai lumbung padi, tetapi produksi padi cukup signifikan setiap tahunnya. “TPID sudah meminta Bulog menyerap gabah petani,” pungkasnya.

Pemerintah pusat sendiri meminta Bulog menyerap gabah dan beras hasil panen petani tanpa ada pembatasan kualitas dan kuantitas. Harga yang ditetapkan Rp6.500 per kilogram untuk gabah dengan kualitas apapun dan Rp12.000 per kilogram untuk beras.

Di satu sisi, mantan Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram ini menambahkan, stok beras di gudang  cadangan masih aman. Beras cadangan ini dikeluarkan apabila terjadi bencana dan kebutuhan mendesak lainnya. “Kita keluarkan beras cadangan apabila terjadi bencana dan kebutuhan mendesak. Saat ini, stok di gudang kurang dari satu ton,” demikian kata dia. (cem)

Bank NTB Syariah Luncurkan Program Tebar Berkah Amanah 2025, Bisa Pilih Hadiah

0
Bank NTB Syariah(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Bank NTB Syariah meluncurkan Program Tebar Berkah Amanah 2025. Dengan membuka rekening atau top up dana di tabungan iB Amanah/Giro iB Amanah akad mudharabah di Bank NTB Syariah, Anda dapat memilih sendiri hadiahnya.

Sebagai informasi, Tebar Berkah Amanah adalah program hadiah langsung untuk nasabah perorangan maupun nasabah non perorangan.

Program ini berlangsung hingga 30 September 2025. Simak syarat dan ketentuannya:

Berikut ini adalah hadiah yang dapat dipilih nasabah dalam program tersebut:

1. Nasabah Perorangan: gadget, barang elektronik, kendaraan, logam mulia.

2. Nasabah Non Perorangan: barang elektronik, kendaraan, furniture (untuk instansi)

Rekening yang digunakan yaitu tabungan Tambora Reguler iB Amanah dengan akad mudharabah dan Giro Mudharabah.

Syarat dan Ketentuan Program:

1. Periode Program: sampai dengan 30 September 2025

2. Melakukan penempatan dana minimal Rp50 juta pada tabungan Tambora Reguler iB Amanah dan Rp100 juta pada Giro selama jangka waktu program yang dipilih oleh nasabah.

3. Penempatan dana memiliki definisi sebagai berikut: Dana merupakan setoran tunai dan bukan merupakan pemindahbukuan dari rekening lain di Bank NTB Syariah. Serta dana baru merupakan incoming transfer dari Bank lain.

4. Nasabah bersedia tabungan Tambora Reguler diblokir selama jangka waktu program yang dipilih oleh nasabah.

5. Apabila nasabah ingin menarik dananya sebelum periode blokir berakhir (wanprestasi), maka nasabah setuju membayar biaya penutupan program senilai harga barang termasuk pajak bonus yang telah diberikan kepada Nasabah sesuai dengan ketentuan program yang berlaku.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi Cabang Bank NTB Syariah terdekat atau Call Center Bank NTB Syariah 1500 667.(bul)

Karantina NTB : 22.989 Ekor Sapi Potong Sudah Dikirim ke Luar NTB

0
Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat M. Panggabean melakukan peninjauan tindakan karantina di kantor satuan pelayanan Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB yang menjadi titik perlintasan (check point area) untuk lalu lintas sapi menuju pulau Jawa pada Senin, 5 Mei 2025.(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat M. Panggabean melakukan peninjauan tindakan karantina di kantor satuan pelayanan Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB yang menjadi titik perlintasan (check point area) untuk lalu lintas sapi menuju pulau Jawa pada Senin, 5 Mei 2025.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Sahat ingin memastikan bahwa proses lalu lintas sapi kurban menjelang Iduladha 2025 yang jatuh pada bulan juni mendatang lancar dan tidak ada hambatan.

“Jadi fungsi karantina disini jelas ya, kami memastikan hewan yang masuk dan keluar NTB ini sehat, apa lagi NTB ini sumber ternak, jangan sampai mengganggu bisnis peternakan di sini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Barantin akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pusat maupun daerah guna kelancaran pengiriman hewan kurban tersebut. Sahat juga melakukan pelepasan truk-truk sapi yang telah melakukan check point dan tentunya sudah memenuhi persyaratan karantina untuk selanjutnya dapat berangkat menuju Pelabuhan Laut Gili Mas.

Menurut Sahat, bahwa lalu lintas ternak baik masuk maupun ke luar NTB harus dijaga kesehatannya, karena jika masuk penyakit, maka penanganannya lebih susah dan memerlukan biaya tinggi. Ia juga berharap tidak hanya dukungan instansi, namun masyarakat juga dapat berperan aktif dalam upaya tersebut.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB (Karantina NTB), Agus Mugiyanto, yang turut mendampingi menyampaikan, bahwa dari data sertifikasi Karantina NTB, tercatat setidaknya sampai awal Mei 2025, pihaknya telah melakukan sertifikasi terhadap sapi potong yang dilalulintaskan ke seluruh Indonesia dengan jumlah 22.989 Ekor atau sebesar 36,53% jika dibandingkan dengan total sertifikasi pada tahun lalu yang berjumlah 62.915 ekor.

Selain Sapi potong, Karantina NTB juga mensertifikasi komoditas lain, seperti kerbau, kuda, DOC, daging ayam, daging sapi, telur ayam tetas, telur ayam, madu dan sarang burung walet.

“Ini bagus, potensi-potensi sumber daya alam dari NTB harus kita jaga bersama,” imbuh Sahat.

Sementara itu Deputi Bidang Karantina Hewan, Sriyanto yang juga turut serta dalam kunjungan kerja tersebut menjelaskan bahwa lalu lintas hewan kurban tetap dapat dilakukan dengan menerapkan protokol tindakan karantina pada hewan rentan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sesuai Surat Edaran Kepala Badan Karantina Indonesia dengan nomor 620 Tahun 2025. Sesuai SE tersebut, maka untuk dapat melalulintaskan hewan kurban, yang termasuk pada hewan rentan PMK, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan, seperti (1) pengecekan kebenaran isi dokumen persyaratan, terutama hasil laboratorium dan sertifikat veteriner; (2) hewan ternak telah mendapatkan vaksinasi PMK sebelum di berangkatkan; (3) melakukan pemeriksaan sapi dan pengambilan sampel untuk uji laboratorium; dan (4) melakukan disinfeksi terhadap sapi dan alat angkut di pintu masuk pelabuhan, serta melakukan disinfeksi pada alat angkut yaitu truk maupun kapal yang akan berangkat.

Sahat mengajak kepada seluruh masyarakat luas dan pengguna jasa karantina khususnya, agar dapat tertib untuk melaporkan komoditas pertanian dan perikanan yang akan dilalulintaskan baik di dalam wilayah Indonesia, maupun keluar negeri.

“Dengan lapor karantina, artinya masyarakat dan pengguna jasa juga ikut berperan dalam melindungi dan melestarikan berbagai jenis sumber daya alam hayati yang berupa aneka ragam jenis hewan, ikan, dan tumbuhan yang ada di negara kita ini,” pungkas Sahat.(bul)

Angkatan Kerja NTB Naik 160,28 Ribu Orang

0
Wahyudin (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat jumlah angkatan kerja di NTB pada Februari 2025 mencapai 3,19 juta orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 160,28 ribu orang dibanding Februari 2024.

Kepala BPS NTB, Wahyudin, menyampaikan bahwa peningkatan ini juga diikuti oleh kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 2,53 persen poin menjadi 76,50 persen.

“TPAK laki-laki sebesar 86,41 persen dan perempuan 66,63 persen, keduanya mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya,” ujar Wahyudin di kantornya, Senin, 5 Mei 2025.

Penduduk usia kerja di NTB pada Februari 2025 mencapai 4,17 juta orang, meningkat 73,79 ribu orang dari tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 3,19 juta orang merupakan angkatan kerja, sedangkan sisanya, 980,12 ribu orang, tergolong bukan angkatan kerja.

Wahyudin menjelaskan lagi, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2025 mencapai 3,09 juta orang, naik 157,80 ribu orang dibanding Februari 2024. Sementara jumlah pengangguran meningkat tipis sebesar 2,48 ribu orang menjadi 102,63 ribu orang. Meskipun demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan menjadi 3,22 persen, turun 0,08 persen poin dibanding tahun sebelumnya.

Namun demikian, Wahyudin mencatat adanya kenaikan pada persentase setengah pengangguran sebesar 4,23 persen poin, serta pekerja paruh waktu yang naik sebesar 1,97 persen poin.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2025, tiga sektor utama penyerap tenaga kerja di NTB adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (32,50 persen), perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan (21,96 persen), dan industri pengolahan (8,55 persen).

“Sektor perdagangan mencatat peningkatan jumlah pekerja terbanyak, yaitu sebesar 75,92 ribu orang dibanding tahun lalu,” jelas Wahyudin. Disusul sektor pendidikan dengan peningkatan 46,14 ribu orang dan sektor pertanian sebanyak 43,66 ribu orang.

Penduduk yang bekerja di sektor informal masih mendominasi pasar tenaga kerja NTB. Sebanyak 71,80 persen atau sekitar 2,22 juta orang bekerja di sektor informal, sementara yang bekerja di sektor formal tercatat 870,88 ribu orang atau 28,20 persen. Porsi sektor formal ini meningkat 1,49 persen poin dibanding Februari 2024.

Status pekerjaan tertinggi adalah buruh/karyawan/pegawai sebesar 26,66 persen, dengan peningkatan 1,53 persen poin dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, status pekerjaan yang paling sedikit adalah pekerja yang berusaha dengan bantuan buruh tetap, hanya sebesar 1,54 persen.

Persebaran tenaga kerja menurut tingkat pendidikan menunjukkan tren perbaikan. Dibandingkan Februari 2024, persentase tenaga kerja berpendidikan SD ke bawah menurun signifikan sebesar 7,25 persen poin. Sementara itu, tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan SMA, SMP, Diploma, Universitas, dan SMK mengalami peningkatan.

Namun, dilihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka menurut pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencatatkan TPT tertinggi, yaitu 7,88 persen. Sebaliknya, TPT terendah tercatat pada lulusan SD ke bawah, hanya 1,59 persen.

“Meski secara umum angka pengangguran menurun, perhatian khusus perlu diberikan kepada lulusan SMK dan SMP yang justru mengalami kenaikan tingkat pengangguran,” tegas Wahyudin.(bul)

Ekonomi NTB Triwulan I-2025 Tertekan, Kontraksi Terdalam di Sektor Tambang dan Ekspor

0
Area Tambang(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan I-2025 mengalami kontraksi signifikan. Kepala BPS NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., mengungkapkan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year), ekonomi NTB mengalami kontraksi sebesar 1,47 persen.

Kontraksi ini terutama disebabkan oleh penurunan tajam pada Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang mengalami penurunan sebesar 30,14 persen. Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa mengalami kontraksi terdalam, yakni mencapai 41,05 persen.

“Kontraksi ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga dan volume ekspor komoditas tambang, terutama konsentrat tembaga dan emas yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi NTB,” jelas Wahyudin, Senin, 5 Mei 2025.

Tak hanya secara tahunan, ekonomi NTB juga mengalami tekanan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter). Pada triwulan I-2025, ekonomi NTB terkontraksi sebesar 2,32 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2024. Lagi-lagi, sektor pertambangan menjadi penyumbang kontraksi terbesar dengan penurunan sebesar 18,93 persen, diikuti oleh penurunan signifikan pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 21,99 persen.

Wahyudin menegaskan bahwa kontraksi ini menunjukkan ketergantungan ekonomi NTB yang masih tinggi terhadap sektor ekstraktif dan ekspor komoditas mentah.

“Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong diversifikasi ekonomi, penguatan sektor hilirisasi, serta memperluas basis ekonomi rakyat seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata,” ujarnya.

Meski demikian, Wahyudin tetap optimistis bahwa kondisi ini bersifat musiman dan tidak mencerminkan tren jangka panjang. Ia berharap pada triwulan selanjutnya, sektor-sektor lain dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam menopang pertumbuhan, terutama mengingat adanya momentum Ramadan dan Idulfitri yang biasanya meningkatkan konsumsi rumah tangga dan aktivitas perdagangan.

BPS juga mencatat bahwa sektor-sektor seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta industri pengolahan masih menunjukkan ketahanan relatif dibandingkan sektor tambang yang sangat rentan terhadap gejolak eksternal.

“NTB memiliki potensi besar di berbagai sektor. Tantangannya adalah bagaimana memanfaatkan potensi tersebut secara optimal untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, stabil, dan berkelanjutan,” pungkas Wahyudin.(bul)

Rupiah Menguat Seiring Harapan Kesepakatan China dengan AS

0
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Analis mata uang dan komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS menguat seiring harapan kesepakatan China dengan Amerika Serikat (AS).

“Rupiah diperkirakan akan kembali menguat terhadap dolar AS oleh harapan kesepakatan tarif antara China dan AS setelah Trump kembali menyinggung mengenai hal itu pada hari Minggu 4 Mei 2025,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

China disebut menyampaikan secara terbuka untuk melakukan perundingan. Adapun Trump mengatakan China menginginkan kesepakatan.

Menurut Lukman, dampak pemerintah AS resmi mencabut aturan pembebasan bea masuk (duty-free) bagi barang impor bernilai kecil (de minimis) dari China dan Hong Kong pada Jumat (2/5 tidak terlalu besar.

“Secara nilai, hanya sekitar 5 miliar dolar AS tahun lalu,” kata dia.

Dalam konteks perdagangan, istilah de minimis merujuk pada barang yang terlalu kecil atau tidak signifikan untuk dipertimbangkan.

Sebelumnya, barang-barang impor senilai kurang dari 800 dolar AS (sekitar Rp13,1 juta) dibebaskan dari bea masuk. Aturan itu kemudian dicabut berdasarkan perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump pada 2 April.

Gedung Putih mengatakan langkah itu diambil untuk menghentikan aliran ilegal obat-obatan opioid sintetis seperti fentanyl.

Pencabutan itu juga untuk menutup “celah” dalam aturan perdagangan yang digambarkan oleh Trump sebagai “penipuan” yang merugikan bisnis kecil di AS.

Melihat sentimen domestik, data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang diperkirakan akan menunjukkan kontraksi di kuartal I-2025 sebesar -0,89 persen. “Hal ini akan membatasi penguatan,” ungkap dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, kurs rupiah diprediksi berkisar Rp16.400-Rp16.500 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Senin pagi di Jakarta menguat sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.431 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.438 per dolar AS. (ant)

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi RI Nomor Dua Tertinggi di Kelompok G20

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 4,87 persen (yoy) pada kuartal I-2025 menempati peringkat kedua tertinggi di antara negara-negara G20, setelah China yang mencatat pertumbuhan 5,4 persen (yoy).

“(Ekonomi) Indonesia tumbuh 4,87 persen, dan untuk negara G20, kita pertumbuhannya nomor dua tertinggi di bawah China yang tumbuh 5,4 persen,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Airlangga merinci, capaian Indonesia berhasil melampaui negara-negara lain seperti Malaysia (4,4 persen), Singapura (3,3 persen), dan Spanyol (2,9 persen). Namun, Indonesia masih berada di bawah Vietnam yang mencatat pertumbuhan tertinggi di kawasan ASEAN sebesar 6,93 persen (yoy) pada kuartal yang sama.

Sementara itu, sejumlah negara mencatatkan kontraksi pertumbuhan. Korea Selatan dan Jerman masing-masing mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 0,1 persen (yoy) dan 0,2 persen (yoy).

“Perkembangan selanjutnya akan kita lihat di kuartal berikutnya. Karena kita lihat di kuartal berikutnya ini diharapkan anggaran pemerintah sudah mulai berjalan sehingga momentum pertumbuhan (ekonomi) bisa dijaga,” tambah Airlangga.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (5/5) mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 mencapai 4,87 persen secara tahunan (yoy).

Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp5.665,9 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.264,5 triliun.

Lapangan usaha yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. Kelima sektor ini menyumbang total 63,96 persen terhadap PDB nasional. (ant)