Home Blog Page 1014

BPBD Mataram Siapkan Logistik Menghadapi Musim Kemarau

0
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor, di Mataram (Ekbis NTB/ant)

Mataram (Ekbis NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiapkan berbagai logistik kebutuhan kebencanaan sebagai langkah antisipasi dampak musim kemarau tahun ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor, di Mataram, Rabu 15 Mei 2024 mengatakan sejumlah logistik yang disiapkan antara lain tenda, terpal, tangki air bersih, dan lainnya.

“Untuk tangki air bersih, kita punya satu unit dengan kapasitas 2.500 liter,” katanya.

Hal itu disampaikan Mahfuddin menyikapi kondisi perubahan cuaca saat ini yang sudah mulai masuk musim kemarau sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Meskipun tangki air bersih yang dimiliki BPBD hanya satu unit, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang memiliki logistik yang sama baik tingkat Kota Mataram maupun Provinsi NTB.

Apabila dibutuhkan tambahan tangki air, BPBD Kota Mataram bisa menggunakan tangki air bersih milik BPBD Provinsi NTB, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, dan Pemadam Kebakaran.

“Namun dari asesmen musim kemarau selama ini, kita tidak pernah sampai mendistribusikan air bersih ke masyarakat seperti di kabupaten/kota lainnya,” kata dia.

Pasalnya, kata Mahfuddin, ketika terjadi musim kemarau bahkan pada puncaknya, Kota Mataram masih cukup kondusif untuk kebutuhan air baik untuk kebutuhan pertanian, air minum, mandi, maupun utilitas masyarakat lainnya masih tercukupi.

“Meskipun pada waktu siang terjadi penurunan debit air, tetapi itu masih cukup,” katanya.

Di sisi lain, lanjutnya, potensi bencana yang perlu diwaspadai masyarakat ketika musim kemarau adalah kebakaran.

Bencana kebakaran sering terjadi karena kelalaian masyarakat baik kebakaran karena arus pendek listrik maupun kompor atau penyebab lainnya.

“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagi potensi bencana. Terutama kebakaran saat musim kemarau,” katanya.(Ant)

Artikel lainnya….

Luhut Sarankan Presiden Terpilih Prabowo Subianto Beli Kapal Riset

Luhut Sarankan Presiden Terpilih Prabowo Subianto Beli Kapal Riset

0
Luhut Binsar Pandjaitan (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memberi masukan kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto untuk membeli kapal riset dengan alat canggih, khususnya untuk memetakan kekayaan laut dalam hingga potensi bencana.

“Saya akan dorong kepada Pak Prabowo biar ini juga menjadi prioritas,” kata Luhut di sela konferensi pers terkait ekspedisi bersama Indonesia-OceanX, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu 15 Mei 2024

Menurut dia, Pemerintah Indonesia memiliki anggaran untuk membeli kapal eksplorasi untuk riset dengan alat canggih tersebut.

Ada pun salah satu kapal canggih untuk penelitian itu yakni OceanXplorer, milik lembaga nonprofit eksplorasi kelautan OceanX dengan harga yang diperkirakan mencapai Rp3,5 triliun.

Ia mengungkapkan untuk memiliki kapal riset itu tak harus mewah, namun utamanya dilengkapi peralatan canggih.

“Indonesia harus lebih agresif, tidak bisa harus menunggu, masa negara sebesar kita ini tidak punya kapal untuk penelitian,” katanya pula.

Untuk menyiasati itu, ujar dia lagi, kerja sama dengan instansi lain baik dalam dan luar negeri perlu dilakukan untuk memetakan kekayaan alam hingga di laut dalam serta pemetaan potensi bencana yang berpusat di dasar laut.

Ada pun kapal milik lembaga nonprofit itu memiliki peralatan canggih, di antaranya remote operated vehicle (ROV) atau alat yang mampu menyelam di kedalaman hingga 6.000 meter, beserta dua peneliti/operator di dalamnya, hingga laboratorium.

“Kami tidak harus membuat kapal itu mewah, tapi dia memiliki teknologi paling mutakhir dan di situ anak-anak muda Indonesia bisa belajar, itu seperti universitas terapung,” katanya pula.

Luhut memaparkan lebih dari 70 persen wilayah Indonesia adalah laut dengan garis pantai mencapai lebih dari 108 ribu kilometer dan 17.504 pulau.

Kekayaan laut Indonesia itu pun menyimpan keanekaragaman hayati, perikanan, karbon biru, energi baru terbarukan hingga wilayah laut Indonesia menjadi salah satu jalur perdagangan dunia.

Meski begitu, kata dia lagi, baru sekitar 19 persen perairan Indonesia yang sudah dipetakan dan kurang dieksplorasi khususnya laut dalam.

Di wilayah Indonesia memiliki titik perairan dalam di antaranya Palung Jawa dengan kedalaman diperkirakan mencapai 7.180 meter, Laut Banda mencapai 7.440 meter hingga Laut Sulawesi mencapai 6.200 meter.(Ant)

Artikel lainnya….

Baznas Siap Dukung Program Makan Siang Dan Minum Susu Gratis

Baznas Siap Dukung Program Makan Siang Dan Minum Susu Gratis

0
Ketua Baznas RI Noor Achmad di Kantor Baznas RI, Jakarta (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyatakan siap untuk mendukung program pemerintah terpilih dalam mengadakan makan siang dan minum susu gratis untuk anak.

“Ke depan, kalau bisa (kita) kolaborasi, apalagi ada program makan siang gratis. Kolaborasi Baznas dengan pihak yang menggelar makan siang gratis insyallah Baznas siap,” kata Ketua Baznas RI Noor Achmad di Kantor Baznas RI, Jakarta, Rabu 15 Mei 2024.

Noor mengatakan Baznas siap menyambut baik program pemerintah yang akan datang dalam menyelenggarakan program tersebut, dengan cara memberdayakan kekuatan-kekuatan Baznas yang tersedia di hampir seluruh penjuru Indonesia.

Ia menekankan pihaknya siap membantu program tersebut, selama tidak ada kapitalisasi atau upaya mencari keuntungan di dalamnya.

“Insyallah kami mampu, asal tak ada kapitalisasi di situ, tak cari untung di situ,” katanya menegaskan.

Noor menjelaskan pelibatan Baznas dalam program tersebut bisa menjadi salah satu upaya dalam memberdayakan para mustahik atau penerima zakat.

“Mustahik yang boleh dapat untung, tetapi kami (Baznas) sifatnya hanya memberi pendampingan,” ujarnya.

Menurut Noor, dengan Rp15 ribu yang dianggarkan per anak dapat dijadikan menu yang enak dan bergizi, terlebih bagi masyarakat yang tinggal di desa.

Selain itu, ia menilai pengembangan program makan siang gratis berbasis pemberdayaan masyarakat ini dapat menjadi sebuah gerakan komunitas luar biasa dan terkontrol secara religi.

“(Gerakan) ini bisa terkontrol ilahiyah, tidak terkontrol dalam arti sekuler, dalam arti yang lepas dari keagamaan. Kalau itu terjadi, pembinaan keagamaan secara tak langsung dari pusat sampai ke bawah luar biasa,” tutur Noor Achmad.(Ant)

Artikel lainnya….

NTB Protes, Penjualan Benih Lobster Diambil Alih KKP

NTB Protes, Penjualan Benih Lobster Diambil Alih KKP

0
Foto : Muslim ST.,M.Si (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Pemrpov NTB melalui Dinas Kelautan dan Perikanan NTB memprotes kebijakan tata kelola pembelian benih bening lobster (BBL) untuk kebutuhan ekspor diambil oleh Kementerian Kelautan Perikanan (KKP).

Sebagaimana diketahui, KKP telah secara resmi membuka kembali keran ekspor BBL setelah kebijakan ini ditutup pada tahun 2021.

Hal ini tertuang di dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.) dan Rajungan (Portnusspp.) yang mulai berlaku pada 21 Maret 2024.

Salah satu poin yang diatur dalam Permen KP terbaru ini yaitu, investor memperoleh BBL untuk kegiatan pembudidayaan dari Badan Layanan Usaha (BLU) KKP yang membidangi perikanan budi daya yang telah menandatangani dokumen perjanjian dengan pemerintah Indonesia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, sekaligus Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Muslim, ST.,M.Si mengatakan, secara sosial kemasyarakatan, dengan dibukanya kembali pejualan BBL menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menangkap kembali benur. Masayarakat akan mendapatkan kembali nilai tambah dari hasil sumber daya keluatan di sekitarnya.

“Cuma aspek penjualan ini melalui BLU KKP. Kita yang notabenenya diatur oleh undang-undang yang memiliki potensi mengatur sumber daya kelautan perikanan nol sampai 12 mil laut kok tidak mendapat nilai tambah apa-apa,” katanya.

Padahal, disisi lain, daerah diberikan kewajiban oleh pusat untuk memverifikasi kelompok -kelompok penangkap BBL di daerah, sekalligus menerbitkan SKnya.
Selain itu, Dinas Kelautan Perikanan di daerah juga diberikan tugas untuk membagi kuota penangkapan BBL yang disipakan oleh KKP kepada masing-masing nelayan tangkap. Menurutnya, tanggungjawab yang dilimpahkan pusat ke provinsi ini tentu memiliki konsekuensi dalam pelaksanaannya.

“Tetapi secara ekonomi, semua uang itu masuk ke pusat gitu lho. Itu yang kita soroti. Provinsi kan tidak dapat apa-apa jadinya,” ujarnya.

Harapan daerah adalah, lanjut Muslim, pemerintah pusat melalui KKP memberikan apresiasi atau penghargaan kepada daerah untuk dua hal. Pertama, harapannya diberikan penuh kewenangan pengelolaan sumber daya kelautan perikanan dari 0-12 mil laut untuk pemanfaatannya.

Kedua, sebagai yang diberikan kewenangan untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat, menyampaikan laporan, dan melakukan pengawasan laut sampai 12 mil.

“Kita mau ngawasi pakai apa, uangnya semua masuk ke pusat. Itu harapan kita. Pertama apresiasi, kedua saling menghargai secara proporsional. Jangan kita dikasi beban saja, tapi ingat juga, kita diberikan perhatian untuk bagi hasilnya, ini kan nol jadinya,” imbuhnya.

Muslim menambahkan, agar tata kelola atau pembelian benih lobster untuk ekspor ini diberikan kepada daerah melalui BLUDnya, atau proporsinya dibagi, BLU KKP dan BLUD Dinas Kelautan Perikanan di daerah. Agar lebih berkeadilan.(bul)

Artikel lainnya….

Pemkab Loteng Lakukan Pemetaan Kawasan Kumuh di Lingkar Bandara Hingga KEK Mandalika

Pemkab Loteng Lakukan Pemetaan Kawasan Kumuh di Lingkar Bandara Hingga KEK Mandalika

0
Kepala Dinas Perkim Lombok Tengah M Supriaddin (Ekbis NTB/ant)

Mataram (Ekbis NTB) – Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lombok Tengah melakukan pemetaan kawasan kumuh untuk mengetahui letak kondisi penyebaran sarana dan prasarana permukiman kumuh di daerah setempat.


“Kami saat ini sedang melakukan survei kawasan kumuh untuk penyusunan dokumen sebaran lokasi,” kata Kepala Dinas Perkim Lombok Tengah M Supriaddin di Praya, Rabu 15 Mei 2024.


Adapun kawasan kumuh yang dipetakan tersebut di antaranya penataan kawasan kumuh lingkar Bandara Lombok, penataan kawasan kumuh penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan penataan kawasan kumuh Kota Praya.


“Tujuan pemetaan ini agar bisa ditangani pemerintah pusat dan provinsi maupun kabupaten,” katanya.


Ia mengatakan setelah dokumen kawasan kumuh ini terbentuk, baru bisa diusulkan untuk penanganan kawasan berbasis luas dan pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan dinas terkait.


“Tahun ini memang tidak ada penataan, hanya saja menggunakan dana pokok pikiran DPRD. Itu pun terbatas,” katanya.


Ia mengatakan Kabupaten Lombok Tengah belum masuk dalam wilayah bebas kawasan kumuh, karena wilayah cukup luas. Selain itu, dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kawasan kumuh itu cukup besar.


“Satu titik kawasan kumuh dengan luas 10 hektare itu saja bisa mencapai Rp20 miliar,” katanya.


Ia mengatakan untuk menuju bebas kawasan kumuh tersebut harus dilakukan perbaikan prasarana dan sarana yang mempengaruhi suatu kawasan permukiman menjadi kumuh seperti kondisi jalan lingkungan, drainase, kondisi rumah, ketersediaan air bersih dan limbah.


“Banyak hal yang menjadi indikator dan itu membutuhkan anggaran cukup besar untuk melakukan perbaikan,” katanya.(Ant)

Artikel lainnya…

Jelang Idul Adha, Harga Bapok Naik di Pasaran

Jelang Idul Adha, Harga Bapok Naik di Pasaran

0
Sri Wahyunida (Ekbis NTB/era)

Mataram (Ekbis NTB) – Menuju lebaran Idul Adha, beberapa harga bahan pokok naik di pasaran. Mulai dari daging ayam, telur, gula, bawang, bahkan beras mengalami kenaikan harga.

Dari semua bahan pokok tersebut, yang paling tinggi kenaikannya adalah daging ayam. Sebelumnya, daging ayam dijual Rp32.000-Rp35.000/kg, sekarang naik menjadi Rp42.000/kg.

Kabid Bakpoting kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan bahwa dari semua komoditas yang mengalami kenaikan harga, daging ayam yang paling tinggi kenaikannya hampir mencapai Rp10.000.

“Kami survey di beberapa pasar, harga ayam ini memang banyak yang menjual, stok kita banyak dagang ayam, tetapi memang permintaan untuk bulan ini sangat tinggi, salah satunya dikarenakan banyak Roah haji,” katanya.

Sri menjelaskan bahwa stok daging ayam di pasaran cukup banyak, namun kenaikan harga ayam ini disebabkan oleh permintaan masyarakat yang sangat tinggi.

“Banyak pasokan daging ayam, insyaallah tercukupi, ini kita antisipasi untuk Idul Adha, untuk pergerakan harga daging masih tetap normal,” lanjutnya.

Adapun harga telur juga mengalami kenaikan, dari awal tahun lalu telur tidak pernah mengalami penurunan harga, biasanya telur ukuran besar dijual dengan harga Rp54.000-Rp55.000/tray, kini harga telur ukuran besar mencapai harga Rp60.000.

Untuk mengatasi harga telur yang meninggi ini, Sri bersama jajaran akan melakukan kerjasama dengan distributor supaya masyarakat bisa membeli telur sesuai harga distributor.

Kemudian untuk komoditi Bawang, kenaikan harga bawang ini disebabkan karena belum terjadi panen raya bawang oleh petani, sehingga stok menipis dan mengakibatkan kenaikan harga. Biasanya, bawang merah dijual dengan harga Rp25.000-28.000/kg, kini dijual dengan harga Rp38.000/kg, beberapa minggu sebelumnya, harga bawang merah mencapai Rp40.000 lebih per kilogramnya.

“Pasokan kita belum mencukupi sesuai dengan yang konsumen inginkan, tetapi pasokan kita tetap ada, intinya untuk bawang merah belum terjadi panen raya,” ujarnya. Adapun untuk membantu masyarakat akan kenaikan harga Bapok ini, Bakpoting dan stakeholder terkait akan melakukan Bazar di bulan Juni nanti. (era)

Artikel lainnya….

Perhatian Pemerintah Harus Menyentuh Masyarakat

Harga Jagung Kian Turun

0
Jagung yang telah di panen dan telah melalui tahap pengeringan (Ekbis NTB/Doc)

Dompu (Ekbis NTB) – Harga jagung petani di Kabupaten Dompu kini berada di Rp3.700 per kg untuk kadar air (KA) maksimal 17 persen. Harga ini jauh di bawah fleksibilitas Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebesar Rp5 ribu per kg. Terbatasnya pembeli membuat harga jagung petani sulit naik, terlebih saat ini memasuki puncak panen jagung secara nasional.

Harga Emas Antam Naik jadi Rp1,332 Juta Per Gram

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Ilham, SP yang dikonfirmasi, Selasa 14 Mei 2024 siang mengatakan, kunjungan tim Bapanas RI di Kabupaten Dompu beberapa waktu lalu untuk menyosialisasikan fleksibilitas HAP jagung tahun 2024. Namun harga ini tidak bisa maksimal diterapkan di Kabupaten Dompu karena keterbatasan pembeli.

“Gudang jagung yang melakukan pembelian di Dompu selama ini kelasnya sejenis trader. Mereka akan menjual kembali jagungnya ke perusahaan pakan seperti CPI atau Bulog. Sehingga mereka pastinya akan membeli di bawah harga,” katanya.

Airlangga: 16 PSN Baru Bakal Dibangun Tanpa Gunakan APBN

Di sisi lain, saat ini di Indonesia memasuki musim panen raya. Sehingga harga jagung yang turun di bawah fleksibilitas HAP jagung terjadi di hampir semua wilayah Indonesia. Kondisi ini akan sulit naik, karena sudah terkait pasar dan keterbatasan anggaran pemerintah untuk menyerap langsung. “Petani mau menjual langsung ke CPI dengan fleksibilitas harga jagung Bapanas terkendala dengan kapasitas gudang. Makanya saat ini CPI melakukan sistem buka tutup karena banyak antrian kendaraan jagung,” ungkapnya.

Sementara Bulog yang juga melakukan pembelian, kapasitasnya sangat terbatas. Sehingga tidak bisa menyerap lebih banyak jagung petani. Selain itu, adanya syarat yang harus dipenuhi sehingga tidak bisa dijual langsung oleh petani. Karena ada syarat NPWP, ijin usaha, nomor rekening dan lainnya.

Kepala bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Nurhidayah, SSI yang dihubungi terpisah, mengatakan, secara kualitas jagung Dompu berkualitas tinggi dan bahkan kelas 1 di Indonesia. Karena rata – rata jagung petani di Pulau Sumbawa cukup usia, sehingga padat bijinya dan berkualitas tinggi. “Kalau bicara kualitas, dari Kementrian kemarin sudah menyatakan, jagung Dompu nomor satu di Indonesia. Karena dipanen sudah cukup usia, sehingga isi jagungnya padat dan berkualitas,” katanya. (ula)

Lobar Belum Bayar Utang Proyek Tahun 2023

Dua Perusahaan di KSB Masih Disegel Pemerintah

0
DISEGEL - Kolase foto lokasi PT USI dan PT Sinar Bali yang disegel pada tahun 2023 lalu. (Ekbis NTB/ist)

Taliwang (Ekbis NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Forum Penataan Ruang (FPR) menyatakan, ada dua perusahaan yang saat ini masih dalam status tersegel. Kedua perusahaan itu yakni PT Unggul Sejati Indonesia (USI) dan PT Sinar Bali.

“Sehingga tidak boleh ada aktivitas apapun di lokasi kedua perusahaan tersebut dalam bentuk apapun,” tegas kepala Bidang Tata Ruang dan Pertanahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KSB, Muhammad Naf’an, Selasa 14 Mei 2024.

Kurang Bersih saat Hapus Riasan Mata Dapat Sebabkan Penyakit Hordeolum

Ia menjelaskan, sejak disegel tahun 2023 lalu kedua perusahaan yang berlokasi di kecamatan Maluk itu belum melengkapi sejumlah ketentuan yang menyebabkan pemerintah KSB menghentikan operasionalnya hingga kini. “Posisi lahan operasional milik perusahaan berstatus quo,” tandasnya.

Menurut Naf’an, pihaknya telah sejak awal meminta kedua perusahaan untuk melengkapi seluruh syarat izin operasionalnya. Bahkan beberapa kali surat peringatan telah dilayangkan oleh Pemda KSB melalui FPR. Namun, baik PT USI maupun PT Sinar Bali seolah tidak mengindahkannya. “Termasuk kita minta mereka memastikan bahwa produksinya dalam rangka memenuhi kebutuhan kawasan industri. Tapi biar sudah dua kali kita surati tidak ada juga sikap patuhnya,” urainya.

Upaya penyegelan kata Naf’an adalah langkah tegas pemerintah agar para pelaku usaha mematuhi regulasi yang telah ditetapkan. Terutama dalam hal perizinan yang menjadi salah satu syarat pokok sebuah usaha dapat dinyatakan legal operasi. “Lengkapi izin dulu baru operasi. Jadi jangan dibalik operasi dulu baru urus izinnya,” cetus Naf’an seraya mengingatkan pelaku usaha lainnya.

Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemkot Mataram Optimalkan Irigasi Perpompaan

“Kami minta semua pelaku usaha agar tertib administrasi dalam setiap melakukan aktivitas usaha. Mereka Tidak boleh beraktifitas sebelum memperoleh izin yang dipersyaratkan,” sambungnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, lokasi kedua perusahaan yang berada di kecamatan Maluk masuk dalam daerah konsesi Kawasan Industri dan dalam rangka mendukung pembangunan perusahaan pengolahan hasil tambang dan industri turunannya. “Apapun produksi harus mendukung kawasan industri dan pembangunan smelter serta industri turunan,” kata Naf’an.

Langkah tegas dengan melakukan penyegelan oleh pemerintah termasuk dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang dengan berpedoman pada Undang Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang, serta dalam rangka penegakan Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) KSB tahun 2020-2040, bahwa setiap aktivitas pemanfaatan ruang harus menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan dan harus memperoleh Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Cipta Kerja dan Perda RTRW. (bug)

Artikel lainnya….

Pertamina Patra Niaga Pastikan Gempa di Lombok Utara Tak Mengakibatkan Kerusakan

Airlangga: 16 PSN Baru Bakal Dibangun Tanpa Gunakan APBN

0
Keterangan foto: Airlangga Hartarto (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan ada 16 proyek strategis nasional (PSN) baru dilaksanakan pada masa pemerintahan berikutnya dengan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Yang kemarin yang terakhir disetujui itu ada 16 (PSN baru),” katanya saat konferensi pers di sela Rapat Kerja Nasional Percepatan Penyelesaian dan Pra-Evaluasi Proyek Strategi Nasional di Jakarta, Selasa 14 Mei 2024.

Sebanyak 16 PSN yang terbagi atas 14 proyek dan dua program tersebut dilaksanakan era pemerintahan calon presiden dan calon wakil presiden terpilih, yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Ia mengatakan pelaksanaan 16 PSN tidak menggunakan APBN, tetapi oleh pihak swasta, salah satunya proyek kawasan ekonomi khusus (KEK) bidang kesehatan di kawasan BSD City.

“Karena kita punya KEK kesehatan satu di Sanur, dua di BSD, kemudian yang ketiga di Batam. Karena KEK kesehatan kan tidak berhenti, jadi itu selalu dibutuhkan,” ucapnya.

Karena tidak menggunakan APBN, katanya, 16 PSN tersebut membutuhkan percepatan perizinan dan fasilitas terkait dengan lahan.

“Kalau tidak pakai APBN berarti yang dibutuhkan adalah percepatan perizinan, kemudian fasilitas terkait dengan lahan, kemudian juga terkait dengan fasilitasi agar pembiayaannya bisa lebih cepat. Kalau insentif itu kebanyakan untuk memperoleh tanah dan perizinan,” katanya.

Airlangga merinci 16 PSN baru itu, yakni proyek pengembangan Pantai Indah Kapuk Tropical Concept, Kawasan Industri Wiraraja Pulau Galang, Proyek North Hub Development Project Lepas Pantai Kalimantan Timur, Pengembangan Kawasan Industri Neo Energy Parimo Industrial Estate Sulawesi Tengah, Kawasan Industri Patimban Industrial Estate Subang.

Selain itu, Pengembangan Kawasan Industri Giga Industrial Park, Sulawesi Tenggara, Pengembangan Kawasan Industri Kolaka Resource, Sulawesi Tenggara, Pengembangan Kawasan Industri Stargate Astra, Sulawesi Tenggara, Pengembangan Kawasan Pesisir Surabaya Water Front, Pengembangan Kawasan Neo Energy Morowali, Sulawesi Tengah, Pengembangan Kawasan Terpadu di BSD.

Selain itu, Pengembangan Kawasan Industri Toapaya Bintan, Riau, Pengembangan Jalan Tol di Section Harbour Road II Jakarta Utara, dan Pengembangan Jalan Tol Dalam Kota Bandung.

“Sedangkan dua PSN program yaitu program pengembangan Teknologi Pembayaran Jalan Tol MLFF ​​​​​​dan program Integrasi Dua Operator Bandara di bawah Holding BUMN InJourney,” katanya.

Dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, pemerintah berfokus mengembangkan penyediaan infrastruktur yang merata di berbagai wilayah melalui pembangunan PSN dalam berbagai sektor, seperti penunjang konektivitas, ketahanan energi, kedaulatan pangan, dan hilirisasi industri.

Secara kumulatif sejak 2016 hingga 2023, tercatat 198 proyek telah selesai, 32 proyek dan 10 program telah beroperasi sebagian, serta 44 proyek dan tiga program dalam tahap konstruksi, dengan estimasi memberikan dampak output perekonomian mencapai Rp3.344 triliun secara nasional dan dengan penyerapan tenaga kerja langsung 2,71 juta orang.

Pemerintah juga memahami peran vital komoditas critical minerals dalam mendukung transisi dan ketahanan energi, antara lain sebagai bahan baku industri pembuatan panel surya, turbin angin, hingga industri baterai.

Untuk itu secara khusus pada sektor pengolahan mineral, pemerintah telah melakukan Program Pengembangan Smelter PSN yang di antaranya sembilan smelter fasilitas pengolahan nikel dengan estimasi output mencapai 2,5 juta ton per tahun dan empat smelter fasilitas pengolahan bauksit dengan estimasi output mencapai tiga juta ton per tahun.

Pada tahun ini, pemerintah mengestimasikan untuk dapat menyelesaikan 41 PSN senilai Rp554 triliun.

Guna mencapai target tersebut, katanya, perlu pembahasan terkait dengan sejumlah isu strategis yang memerlukan dukungan penyelesaian dari berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perizinan dan penyiapan, kehutanan, pengadaan lahan, pembiayaan, dan konstruksi.

Capaian proyek akan dievaluasi pada setiap tahapan proyek, meliput penyiapan, transaksi, konstruksi, dan operasi.

Hasil evaluasi secara komprehensif akan dilaporkan kepada Presiden untuk dilakukan penyesuaian daftar PSN, yang selanjutnya dapat menjadi masukan untuk agenda pembangunan dalam pemerintahan ke depan.

“Oleh karena itu, saya berharap dukungan dan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, agar PSN dapat diselesaikan tepat waktu sebagaimana target yang telah ditetapkan,” kata Airlangga. (ant)

Artikel lainnya….

Kenaikan Cukai Rokok Mengancam Masa Depan Tembakau Lombok

Lobar Belum Bayar Utang Proyek Tahun 2023

0
LKPJ - Foto Ketua DPRD Lobar, Hj Nurhidayah, wakil ketua DPRD Hj Nurul Adha dan Imam Kafali bersama Pj Sekda menghadiri paripurna LKPJ Kepala Daerah tahun 2023 (Ekbis NTB/her)

Giri Menang (Ekbis NTB) – Pengerjaan program tahun 2023 di Lombok Barat (Lobar) menyisakan utang. Baik program fisik maupun pengadaan dan lainnya belum semua bisa dibayar Pemkab. Sehingga itu menjadi catatan dan evaluasi terhadap Laporan keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2023.

Juru bicara gabungan Komisi, H. Abubakar Abdullah mengatakan DPRD memberikan persetujuan atas LKPJ Kepala Daerah, namun memberikan banyak catatan kepada Pemkab atas dasar telaahan Gabungan Komisi DPRD. Di antaranya, Pj Bupati diminta untuk dapat meningkatkan koordinasi kinerja dan Evaluasi OPD di lingkup Pemkab Lobar. Pj Bupati, Sekda dan jajaran Pemkab harus fokus pada proses dan pembiayaan Pilkada yang ada di ambang pintu. Dewan juga meminta Pemkab segera mencari tahu kepastian hukum terhadap calon Kepala Daerah yang masih menjabat sebagai anggota DPRD 2019-2024 maupun yang terpilih lagi 2024-2029.

Pemkab juga harus segera melakukan antisipasi kerawanan sosial masyarakat setelah terjadi insiden dikawasan wisata Batulayar. “Kemudian untuk menunjang kepastian jalannya program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Pemkab lebih fokus terhadap pembayaran program program OPD tahun 2023 maupun triwulan pertama tahun 2024,” tegas politisi PKS ini, kemarin.

Pemkab juga perlu meningkatkan perhatian dan pembinaan terhadap usaha kecil dan menengah, nelayan, dan pertanian khususnya bahan pokok beras yang terkendali di tengah gempuran inflasi daerah maupun nasional sebagai dampak geografik global. Selain itu, dalam menjaga stabilitas daerah agar Pemkab dapat meningkatkan kinerja tim penanggulangan inflasi daerah yang berdaya guna dan berhasil guna.

Ia menambahkan, LKPJ merupakan progress Report yang memuat penjelasan tentang outcomes, benefits dan imfacts mengenai pelaksanaan jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di Lobar selama satu tahun anggaran berjalan. Termasuk menilai dan mengevaluasi kemajuan yang dicapai dengan kesesuaian target yang sudah direncanakan atau ditetapkan.

LKPJ ini salah satu bentuk konsekwensi dan tanggungjawab Pemkab dalam hal ini Bupati untuk melaporkan secara global dan komprehensif terhadap seluruh program yang telah dilaksanakan sebagaimana tertuang dalam APBD tahun sebelumnya dalam hal ini APBD Tahun 2023.

“LKPJ ini pada dasarnya bersifat progress report artinya ia sebagai barometer untuk menilai sejauh mana keberhasilan Pemerintah Daerah dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan sebagaimana target, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan,” terangnya.

Di samping itu LKPJ juga sebagai alat untuk mengevaluasi dan menguji sejauh mana kebenaran dan keterkaitan serta konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan, upaya mengoptimalkan partisipasi masyarakat dan menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan. Bahkan LKPJ Kepala Daerah harus dapat dijadikan sebagai study komparatif untuk memperhatikan dengan sungguh-sungguh potensi daerah dengan menganalisa secara cermat hal-hal yang secara ilmiah yaitu kekuatan, kelemahan peluang dan ancaman, untuk perencanaan yang lebih progresif dimasa-masa yang akan datang. (her)

Artikel lainnya….

Truk Pengangkut Sapi Qurban dari Bima ke Jakarta Terbakar di Tol di Jawa Tengah