Dompu (EKBIS NTB) – Pemerintah Kabupaten Dompu mulai dilirik investor untuk pengembangan budidaya udang vaname. Potensi wilayah pesisir yang dimiliki dinilai cukup menjanjikan untuk dikembangkan menjadi kawasan tambak udang berskala investasi.
Potensi perairan Kabupaten Dompu yang mencapai 1.968,17 kilometer persegi meliputi Teluk Cempi, Teluk Saleh dan Teluk Sanggar menjadi salah satu modal pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Dari sejumlah wilayah tersebut, Kecamatan Pekat, khususnya di kawasan Teluk Saleh mulai menjadi perhatian calon investor.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Dompu, Amiruddin, S.Hut., kepada Suara NTB, Minggu (13/9) mengakui wilayah Dompu memiliki potensi untuk menjadi salah satu lokasi utama budidaya udang vaname.
Menurutnya, potensi tersebut didukung kondisi geografis wilayah terutama kawasan pesisir yang dinilai ideal untuk pengembangan tambak. Selain aspek teknis, budidaya udang juga memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan.
Potensi tersebut kemudian ditawarkan kepada sejumlah calon investor. Beberapa investor mulai menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modalnya di Dompu, salah satunya di wilayah Kecamatan Pekat. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap kajian.
“Di Desa Pekat kita fasilitasi untuk investasi tambak udang sebagai program kerja sama dengan Bank Indonesia. Saat ini masih dalam tahap kajian oleh BI dan calon investor,” ungkap Amiruddin.
Ia menjelaskan, rencana investasi tambak udang di Desa Pekat diperkirakan mencapai Rp30 miliar dengan luas lahan sekitar 10 hektare. Lahan tersebut merupakan milik masyarakat dan rencananya akan dibebaskan oleh investor setelah hasil kajian teknis menyatakan lokasi tersebut layak dikembangkan.
“Kalau hasil kajiannya sudah menyatakan layak, nanti lahan masyarakat itu akan dibebaskan oleh investor,” jelasnya.
Selain Desa Pekat, sejumlah lokasi lain di Kabupaten Dompu juga mulai dilirik pengusaha untuk pengembangan budidaya udang. Pihaknya, kata Amiruddin, akan memfasilitasi investor yang tertarik mengembangkan potensi kelautan dan perikanan daerah.
Pihaknya akan membantu memastikan rencana investasi dapat berjalan sesuai potensi dan kondisi masing-masing wilayah. Bahkan, beberapa rencana investasi sektor kelautan dan perikanan telah diajukan kepada Bank Indonesia.
“Kita ajukan beberapa rencana investasi ke BI, tapi yang lolos seleksi untuk investasi hanya tambak udang. Investasi ini berdasarkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah,” terangnya. (ula)






