Kota Bima (EKBIS NTB) – Rencana pembangunan Mall Hybrid Mantika Kota Bima senilai sekitar Rp413,4 miliar mulai memasuki tahap pendalaman sebelum ditawarkan kepada investor.
Proyek tersebut sebelumnya lolos kurasi Sasambo Investment Challenge (SIC) 2026. Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB juga telah meninjau lokasi proyek yang direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 25.000 meter persegi. Peninjauan lapangan menjadi bagian dari Project Incubator untuk mematangkan proposal hingga memenuhi standar Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, mengatakan proyek tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menarik investasi sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Bima untuk menghadirkan investasi yang dapat menggerakkan perekonomian, membuka peluang usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya, Kamis (10/9).
Plaza Hybrid Mantika dirancang sebagai kawasan mixed-use dengan berbagai fungsi ekonomi dan layanan. Konsep tersebut mencakup pusat perdagangan, kuliner, hotel, hiburan hingga ruang publik.
Menurut Fakhrunraji, proyek tersebut membutuhkan investasi dalam skala besar. Nilai investasi yang diproyeksikan mencapai Rp413,4 miliar untuk pembangunan di atas lahan sekitar 25.000 meter persegi.
Proses pendalaman bersama BI menjadi tahapan penting sebelum proyek dipromosikan kepada calon investor. Pemerintah Kota Bima berharap proposal yang dimatangkan melalui proses inkubasi tersebut, dapat memenuhi persyaratan dan dibawa ke agenda promosi investasi SIC pada Oktober 2026.
Jika terealisasi, pemerintah daerah menargetkan kawasan tersebut tidak hanya menjadi pusat perdagangan dan jasa, tetapi juga membuka peluang usaha serta mendorong aktivitas ekonomi baru di Kota Bima. (hir)






