HomeBERANDAPeserta Magang ke Jepang Ikuti Pembekalan

Peserta Magang ke Jepang Ikuti Pembekalan


Taliwang (EKBIS NTB) – Sebanyak 96 calon peserta program pemagangan kerja ke Jepang mulai mengikuti pembekalan melalui kelas daring (dalam jaringan alias online). Kegiatan ini merupakan tahap lanjutan yang harus diikuti sekaligus proses seleksi lanjutan sebelum terpilih sebagai peserta magang.


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Slamet Riadi mengatakan pembelajaran daring tersebut merupakan tahap awal sebelum peserta mengikuti proses seleksi dan pelatihan lanjutan.


“Saat ini ada 96 orang yang mengikuti kelas daring. Mereka sebelumnya telah lulus seleksi administrasi,” kata Slamet, Kamis (10/9).
Dijelaskan, proses pembelajaran dibagi dalam dua kelas. Dari 96 peserta dibagi menjadi 60 peserta dan 36 peserta. Mereka akan mengikuti pembelajaran yang didampingi langsung oleh Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) selama sebulan.

- Advertisement -


Pembekalan daring ini dikatakan Slamet, tidak hanya bertujuan meningkatkan kesiapan peserta, tetapi juga menjadi bagian dari proses evaluasi. Pada akhir masa pembelajaran, peserta akan dinilai berdasarkan sejumlah aspek, terutama kedisiplinan, komitmen, dan kesiapan mengikuti tahapan program selanjutnya.


“Pada akhir kelas daring akan dilakukan evaluasi. Aspek yang dinilai antara lain kedisiplinan,komitmen dan kesiapan peserta,” ujar Slamet.
Peserta yang memenuhi kriteria selanjutnya akan menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU). Berdasarkan hasil tahapan tersebut, akan dipilih peserta yang memenuhi seluruh persyaratan sesuai kuota program, yakni 50 orang untuk diberangkatkan ke Jepang.


Peserta yang lolos seleksi akhir akan melanjutkan pelatihan di Jakarta. Total masa pelatihan dan pembekalan diperkirakan berlangsung selama sekitar enam bulan.


Slamet menjelaskan, pelatihan tersebut akan dilaksanakan dalam dua tahap. Selama tiga bulan pertama, peserta mengikuti pembelajaran bahasa, sedangkan tiga bulan berikutnya diisi dengan pelatihan teknis. Pelatihan teknis bertujuan mengukur sekaligus meningkatkan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing peserta.


Slamet menegaskan, program tersebut dirancang untuk menempatkan peserta sebagai pekerja formal di Jepang. Oleh karena itu, selain menguasai bahasa, peserta juga dituntut memiliki keterampilan teknis sesuai kebutuhan pekerjaan.


“Program ini disiapkan untuk penempatan sebagai pekerja formal. Karena itu, peserta tidak hanya membutuhkan kemampuan bahasa, tetapi juga kompetensi keahlian yang sesuai,” katanya.


Sebagai informasi jenis pekerjaan yang dipersiapkan pada program ini adalah sektor formal. Contohnya sektor pertanian dan industri manufaktur di Jepang.(bug)


Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut