Taliwang (EKBIS NTB) – Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah ingin konsep pariwisata kerakyatan yang dikembangkan pemerintah daerah tidak berhenti pada pembangunan destinasi dan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Baginya, pariwisata harus mampu menciptakan usaha baru dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Demikian pernyataan disampaikan Bupati Amar dalam sharing session yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan pengurus BUMDes di Bendungan Tiu Suntuk, Kecamatan Brang Ene pekan kemarin.
Menurut Bupati, pengembangan pariwisata kerakyatan merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah menyiapkan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Sumbawa Barat kata dia, tidak bisa selamanya menggantungkan perekonomian pada satu sektor.
Karena itu, pemerintah daerah membangun tiga klaster utama sebagai penopang ekonomi yakni pertanian, pariwisata, dan industri.
Langkah tersebut dinilai semakin penting,karena Sumbawa Barat berpotensi kehilangan status sebagai kabupaten penghasil di bidang pertambangan yang selama ini menjadi penopang ekonomi daerah.
“Strategi ini kita harap mampu menopang kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Bupati.
Khusus pengembangan pariwisata, Bupati membedakan wisata berbasis investasi dengan wisata kerakyatan. Dia mengatakan investasi tetap dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Namun, keberadaan investasi harus mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
“Saya tidak mau pariwisata hanya berputar di klaster investasi. Maka hadirnya konsep pariwisata kerakyatan itu, tujuannya bagaimana aktivitas pariwisata dilaksanakan dan dirasakan juga manfaatnya oleh masyarakat secara langsung,” tandasnya.
Amar mengatakan, konsep wisata kerakyatan harus membuka ruang bagi masyarakat untuk menjadi pelaku utama. BUMDes, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pemuda hingga pelaku UMKM harus memiliki peran dalam ekosistem pariwisata.
“Pengembangan pariwisata kerakyatan ini kita kreasikan secara tematik. Sebab,itu tidak saja yang di Brang Ene ini, aktivitas pariwisata di seluruh kecamatan yang dikelola langsung masyarakat baik yang sudah berjalan mau pun belum akan juga kita didukung penuh,” janji Bupati.
Gagasan Bupati itu mendapat respon positif. Tokoh masyarakat Brang Ene, Syafruddin Deni yang hadir dalam acara itu menyatakan, konsep pariwisata kerakyatan yang diusung pemerintah saat ini sangat baik. Namun, implementasi lapangan harus terus dapat dipastikan melibatkan masyarat. “Konsistensi melibatkan masyarakat dari hulu sampai hilir membangun pariwisata kerakyatan itu yang harus dijaga pemerintah,” katanya.
Sementara itu, pengurus BUMDes Brang Ene, Bahri menyatakan kesiapan BUMDes mengambil peran dalam pengembangan wisata. Namun, masyarakat masih membutuhkan penjelasan lebih konkret mengenai konsep pariwisata kerakyatan, terutama pola pengelolaan serta pembagian peran antara BUMDes, Pokdarwis, dan masyarakat.
Menanggapi masukan tersebut, Bupati pun meminta dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia menyadari konsep pariwisata kerakyatan itu tidak dapat diwujudkan secara instan,karena membutuhkan proses yang sangat panjang. “Ada peruabahan, ada penambahan yang harus kita lalui membangun pariwisata kerakyatan ini,” imbuh Bupati. (bug)






