Sumbawa Besar (EKBIS NTB)– Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali memanfaatkan Arena Pacuan Kuda di Kecamatan Moyo Hilir. Pasca tidak pernah ada kegiatan atau vakum selama 12 tahun. Saat ini, arena tersebut menggelar turnamen pertama yang diikuti 278 peserta pada, Minggu (9/8).
Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Kabupaten Sumbawa, H.Jabir mengatakan antusiasme peserta tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Jika tahun lalu jumlah peserta masih di bawah 200, kini jumlahnya mencapai 278 peserta.
“Ini menunjukkan bahwa animo masyarakat terhadap pacuan kuda semakin meningkat setiap tahunnya,” kata H. Jabir.
Ia melanjutkan, dalam event Bupati Cup 2026 mempertandingkan 12 kelas.
Pada hari pertama perlombaan, dua kelas dipertandingkan yakni kelas TK dan OA. Adapun biaya pendaftaran sebesar Rp350 ribu dengan hadiah yang cukup besar bagi para pemenang.
“Juara pertama memperoleh Rp8 juta, juara kedua Rp7 juta dan juara ketiga Rp6 juta, ditambah berbagai hadiah menarik lainnya,” ujarnya.
Bupati Kabupaten Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot menegaskan penyelenggaraan Bupati Cup bukan sekadar agenda perlombaan, tetapi bagian dari komitmen pemerintah untuk mempertahankan pacuan kuda.
Pacuan kuda bukan hanya sebagai olahraga tetapi tradisi yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Sumbawa.
“Ini tahun kedua pelaksanaan Pacuan Kuda Bupati Sumbawa Cup. Meski tahun lalu masih dalam skala kecil, tetapi ini merupakan bentuk komitmen kita agar pacuan kuda tetap lestari,” ujar Bupati.
Menurut Jarot, setelah 12 tahun vakum, Arena Pacuan Kuda Moyo Hilir kini kembali dimanfaatkan untuk menggelar event pacuan kuda. Pemerintah daerah tidak ingin kebangkitan tersebut berhenti hanya pada satu atau dua penyelenggaraan saja.
“Kedepan kita akan rindangkan arena ini. Kita tanam lagi pohon-pohon di sini, kita tambah fasilitasnya termasuk tribunnya,” katanya.
Di musim hujan tahun lalu kata Bupati, Pemkab Sumbawa telah mengerahkan ASN untuk melakukan penanaman pohon di kawasan arena.
Bahkan sebagian besar tanaman tersebut kini tumbuh dengan baik, meskipun penghijauan masih belum merata.
Bupati menilai penyelenggaraan pacuan kuda saat ini, semakin penting karena berbagai kegiatan serupa yang dahulu cukup marak mulai berkurang. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Bupati Cup.
Selain menjaga tradisi dan mengembangkan olahraga, Bupati melihat pacuan kuda memiliki dampak ekonomi yang lebih luas. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah bersama keluarga, kru, dan masyarakat yang datang menyaksikan perlombaan, dinilai dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Event ini punya multiplier effect untuk masyarakat. Pemerintah juga akan terus melakukan pembenahan kawasan, agar Arena Pacuan Kuda Moyo Hilir semakin nyaman, rindang, dan memiliki fasilitas yang lebih memadai,” tambahnya. (ils)






