Tanjung (EKBIS NTB) -Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) KLU menargetkan produksi padi berlipat pada areal seluas 943 hektare. Hal tersebut serangkaian program akselerasi pertanian dengan pendekatan Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS).
Kepala Dinas KPPP KLU, Tresnahadi, S.Pt., Jumat (31/7/2026) mengungkapkan, budi daya padi metode PM-AAS merupakan model budidaya padi modern dari Kementerian Pertanian yang memadukan mekanisasi, teknologi digital, dan pertanian presisi untuk melipatgandakan hasil panen. Metode ini menekankan prinsip dan keunggulan budi daya, di mana populasi benih ditanam secara rapat teratur dengan sistem tanam benih langsung (tabela). Sistem ini akan mengatur jarak tanam dan lorong terukur agar tiap rumpun tumbuh optimal.
“Metode tanam konvensional menghasilkan volume produksi rata-rata 5 hingga 6 ton gabah per hektare. Dengan pendekatan PM-AAS ini, potensi hasil gabah meningkat antara 9 ton sampai 12 ton per hektare,” ujar Tresnahadi.
Lebih lanjut, sistem PM-AAS juga memiliki efisiensi tenaga. Pasalnya, proses tanam akan dilakukan mengandalkan mesin dan pengelolaan data selama proses budi daya. Pengerjaan oleh mesin juga membuat penanaman bibit menjadi lebih cepat.
Berdasarkan hasil praktik Kementerian, kata dia, pengolahan tanah secara menyeluruh dilakukan untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia pada media tanam. Selain itu, pengairan padi dilakukan teratur menggunakan pipa pemantau pengairan berselang untuk mengatur basah dan keringnya lahan sawah. Oleh karenanya, Kementerian nantinya akan membantu mengoptimalkan aplikasi di tingkat petani melalui dukungan sarana, prasarana pertanian, bibit maupun pupuk dan obat dengan pemberian dosis secara presisi.
Hal lain yang lebih penting adalah pada proses panennya dilakukan secara mekanis. Program ini meeajibkan panen memakai mesin combine harvester yang bertujuan untuk mempercepat proses panen, serta menekan susut hasil gabah akibat kehilangan bulir saat panen.
“Gerakan tanam PM-AAS sudah kita mulai dengan melibatkan seluruh jajaran DKP, baik UPTD, tim kerja, penyuluh pertanian kabupaten hingga penyuluh lapangan di seluruh kecamatan,” sambungnya.
Tresnahadi menyatakan, Pemda KLU diberi beban target areal tanam seluas 943 hektare oleh pemerintah pusat.
Luasan tersebut sebanding dengan potensi luas tanam yang mendukung penerapan sistem PM-AAS. Target ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi pemerintah daerah Lombok Utara dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang digagas pemerintah pusat.
Tresnahadi menambahkan, gerakan tanam PM-AAS tidak berhenti di satu lokasi saja. Kegiatan serupa akan terus dilakukan secara bergilir di seluruh kecamatan sehingga proses pendampingan kepada petani berlangsung merata. (ari)






