HomeADVERTORIALHasilkan 510 Ton per Hari, Lotim Menanti Bantuan "World Bank" untuk Kelola...

Hasilkan 510 Ton per Hari, Lotim Menanti Bantuan “World Bank” untuk Kelola Sampah

Selong (EKBIS NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus mematangkan persiapan menjadi salah satu daerah penerima program hibah Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dari Bank Dunia. Program ini bertujuan mentransformasi sistem pengelolaan sampah daerah menjadi lebih modern, terpadu, dan bernilai ekonomi.


“Kita di Lotim menghasilkan sekitar 500-510 ton sampah per hari. Dengan LSDP, kami rencanakan bisa mengelola sekitar 150 ton per hari,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur, Dr. Pathurrahman kepada media usai Zoom Meeting dengan Kementerian Lingkungan Hidup di Kantor Bupati, Kamis (30/7/2026).


Ia mengungkapkan bahwa program yang digagas Kementerian Dalam Negeri bersama Bank Dunia, Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Lingkungan Hidup ini akan menyasar 28 kabupaten di Indonesia. Saat ini, Lotim telah melewati serangkaian tahapan seleksi yang ketat.

- Advertisement -


“Penilaian dokumen umum dan teknis sudah kami lalui pada 7-8 April lalu. Hari ini dilanjutkan dengan verifikasi lapangan secara daring melalui Zoom, di mana kami mempresentasikan kesiapan lahan seluas tiga hektar di area TPA Ijo Balit,” jelas Fathurrahman. Lahan yang disiapkan tersebut nantinya akan difungsikan sebagai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang terintegrasi.


Fathurrahman berharap Lotim dapat masuk dalam 28 lokasi terpilih. Jika lolos, tahap perencanaan lebih detail akan dimulai pada Agustus-September mendatang, dengan pendampingan dari kementerian teknis. “Baru di akhir tahun dilakukan MoU antara pemerintah daerah terpilih dengan pemerintah pusat, dan kegiatan baru dimulai pada 2027,” ujarnya.


Program ini menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat sejak awal agar pengelolaan sampah berkelanjutan dan tidak menjadi monumen semata. Fathurrahman menegaskan bahwa sampah harus diolah menjadi produk bernilai ekonomi sirkular, seperti maggot, kompos, dan material daur ulang.


Saat ini, dari 14 TPS yang melakukan pemilahan sampah (3R), 13 di antaranya tidak aktif dan hanya satu yang beroperasi karena keterbatasan alat angkut yang hanya menjangkau 38 persen wilayah Lotim.

Dengan bantuan LSDP, pemerintah menargetkan bisa mengaktifkan kembali TPS-TPS tersebut dan menambah fasilitas TPST di daerah terpencil seperti Sembalun. (rus)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut