Taliwang ( EKBIS NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyiapkan bantuan untuk 400 unit rumah melalui Program Kartu Sumbawa Barat Maju (KSB Maju) Layanan Perumahan pada tahun 2026.
Program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat berpenghasilan terendah.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) KSB, Novrizal Zain Syah menjelaskan, bantuan yang disiapkan pemerintah lewat program Kartu KSB Maju Layanan Perumahan tahun ini tetap sama. Polanya berupa kegiatan pembangunan rumah baru (PB) dan peningkatan kualitas (PK) rumah tidak layak huni.
“Tetap sama. Ada bangun baru dan rehabilitasi,” terangnya, Rabu (29/7).
Bantuan 400 unit rumah yang akan digelontorkan lewat program Kartu KSB Maju Layanan Perumahan itu dikatakan Novrizal, sudah disiapkan sejak awal tahun 2026.
Pada APBD murni 2026, dialokasikan 50 unit untuk kegiatan pembangunan baru dan 100 unit untuk peningkatan kualitas atau rehabilitasi rumah. Selanjutnya, pada APBD Perubahan telah ditambah lagi 250 unit pembangunan baru.
Selain bantuan yang bersumber dari APBD KSB, pada tahun ini masyarakat juga akan memperoleh dukungan dari pemerintah pusat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Novrizal memgungkap, pada program yang disalurkan melalui Kementerian Perumahan dan Permukiman (PKP) itu, diperkirakan akan menyasar sekitar 600 unit rumah warga di Kabupaten Sumbawa Barat.
“Jadi perkiraan kami total rumah yang berpotensi mendapatkan bantuan perumahan pada 2026 mencapai sekitar 1.000 unit,” urai Novrizal.
Untuk pelaksanaan Program Kartu KSB Maju Layanan Perumahan saat ini, Novrizal lanjut menyampaikan, tahapannya telah memasuki proses sosialisasi.
Sejak pekan lalu jajaran Dinas Perkim KSB secara maraton telah menjadwalkan sosialisasi tersebut di tingkat kecamatan.
“Kami sebelummya sudah mulai dari Kecamatan Seteluk, Maluk, dan Tano. Termasuk juga Taliwang, Brang Rea dan Brang Ene.
Sisa sekarang Jereweh dan Sekongkang,” papar Novrizal seraya menambahkan sosialisasi ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan program di lapangan.
“Kami libatkan warga khususnya calon penerima program di sosialisasi ini,” sambungnya.
Ia menerangkan, pola pelaksanaan program Kartu KSB Maju Layanan Perumahan tahun ini terdapat perbedaan dari tahun sebelumnya. Anggaran bantuan akan disalurkan melalui Kartu Sumbawa Barat Maju atau pada rekening penerima bantuan secara langsung.
Sedangkan, proses pelaksanaannya tetap melibatkan Agen Gotong Royong (AGR) yang akan mendampingi masyarakat. “Makanya sosialisasi kita perkuat agar tidak ada kesalahpahaman antara anggota AGR dengan penerima bantuan,” katanya.
Lebih jauh Novrizal menambahkan, keterlibatan anggota AGR diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan rumah sekaligus memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Dan ini juga penting keswadayaan. Kami berharap ada kesadaran dan kepedulian dari penerima bantuan, masyarakat sekitar, serta lingkungan untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program ini sehingga hasilnya dapat dirasakan secara optimal,” pungkas mantan sekretaris Dinas PUPR KSB ini.(big/*)






