HomeADVERTORIALHarga Kopi di Tingkat Petani Naik 100 Persen

Harga Kopi di Tingkat Petani Naik 100 Persen

Tanjung (EKBIS NTB) – Harga kopi Arabika di tingkat petani di Desa Rempek, Kabupaten Lombok Utara, mengalami kenaikan harga di tingkat petani, pada tahun lalu. Kondisi ini memberi keuntungan bagi para petani yang selama ini menggantungkan pendapatan dari komoditas perkebunan ini.


Dari tingkat petani, harga kopi juga tinggi hingga di meja-meja kedai kopi. Petani kopi Dusun Kuripan, Desa Rempek, H. Muhammad Sadiki, Selasa, 28 Juli 2026 mengatakan, harga biji kopi kering di tingkat petani saat ini mencapai sekitar Rp55.000 per kilogram. Harga kopi ini meningkat tajam dibandingkan harga sebelumnya yang hanya berkisar Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram .


“Harga di tingkat petani sekarang sekitar Rp55.000 per kilogram untuk biji kopi kering. Sebelumnya hanya sekitar Rp25.000 sampai Rp30.000 per kilogram,” jelas H. Sadiki.

- Advertisement -


Menurutnya, para petani tidak mengetahui secara pasti faktor yang menyebabkan lonjakan harga kopi. Harga kopi di tingkat eceran mencapai sekitar Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram. Meski saat ini memasuki musim panen, harga di tingkat petani tetap stabil dan hasil panen relatif mudah dipasarkan.


“Alhamdulillah, sekarang tidak susah menjual kopi. Harganya masih stabil di kisaran Rp55.000 per kilogram,” ungkapnya.
H. Sadiki menjelaskan, sebagian petani memilih langsung menjual hasil panen kepada pengepul, sementara sebagian lainnya menyimpan stok untuk menunggu kemungkinan harga kembali naik.


Komoditas yang dibudidayakan masyarakat Rempek didominasi kopi jenis Arabika, yang dinilai memiliki permintaan pasar cukup tinggi. Seiring membaiknya harga, semakin banyak petani yang mulai menanam kopi bahkan menyiapkan bibit untuk perluasan kebun.


“Petani sekarang lebih banyak menanam kopi karena harganya bagus. Dulu banyak yang menanam kakao, sekarang mulai beralih ke kopi,” jelasnya.


Ia memperkirakan luas areal perkebunan kopi di kawasan Rempek kini telah mencapai ribuan hektare, termasuk adanya pembukaan lahan baru oleh masyarakat.


Dengan harga yang tetap tinggi dan permintaan pasar yang stabil, para petani berharap kondisi ini dapat terus bertahan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan kopi. (bul)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut