Selong (EKBIS NTB) – SMAN 1 Sembalun bergerak cepat menindaklanjuti program Gerakan Tanam Cabai yang diinisiasi Pemerintah Provinsi NTB,sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi.
Sejak hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2026, seluruh siswa bersama guru telah dilibatkan dalam gerakan “One Student One Chili”.
Kepala SMAN 1 Sembalun, Johri S.Ag, saat menerima bibit cabai dari Pemprov NTB melalui SMK PP Negeri Mataram, Selasa, (28/7) mengatakan, sekolahnya mendukung penuh instruksi Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal untuk menggalakkan penanaman cabai di lingkungan sekolah.
“Sejak hari pertama masuk sekolah, kami langsung melaksanakan program One Student One Chili. Seluruh siswa, mulai dari kelas X, XI hingga kelas XII bersama para guru, menanam cabai menggunakan polybag. Alhamdulillah, tanaman yang kami tanam sudah mulai tumbuh,” ujarnya.
Menurut Johri, kondisi geografis Sembalun yang berhawa sejuk sangat mendukung pertumbuhan berbagai komoditas hortikultura, termasuk cabai.
Karena itu, ia optimistis program tersebut dapat berjalan berkelanjutan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi para siswa.
“Instruksi Gubernur langsung kami tindak lanjuti. Mudah-mudahan program ini bisa ikut membantu mengendalikan inflasi melalui peningkatan produksi cabai,” katanya.
Johri menjelaskan, antusiasme para siswa terhadap program ini sangat tinggi. Hal itu tidak lepas dari latar belakang sebagian besar peserta didik yang berasal dari keluarga petani di Kaki Rinjani, sehingga telah terbiasa dengan aktivitas bercocok tanam.
“Anak-anak kami memang sudah akrab dengan dunia pertanian. Mereka memahami cara bercocok tanam sehingga tidak sulit mengarahkan mereka untuk menjalankan program ini,” jelasnya.
Selain gerakan tanam cabai, SMAN 1 Sembalun juga terus mengembangkan kawasan pertanian sekolah sebagai laboratorium pembelajaran. Sekolah telah memanfaatkan lahan untuk menanam alpukat unggul yang telah dua kali dipanen, serta menerapkan sistem tumpang sari dengan menanam cabai, kubis, dan berbagai tanaman hortikultura lainnya.
Johri menyambut baik dukungan dari Dinas Pertanian serta SMK-PP yang diharapkan dapat diperkuat melalui kerja sama berkelanjutan.
“Kami sangat senang dan bangga dengan kehadiran Dinas Pertanian dan SMK-PP. Kalau nanti ada kerja sama atau MoU, tentu akan semakin memudahkan kami memanfaatkan lahan sekolah sebagai pusat pembelajaran pertanian,” ujarnya.
SMAN 1 Sembalun sendiri masih memiliki sekitar 60 are lahan kosong yang berpotensi dikembangkan untuk kegiatan pertanian produktif. Meski sebagian kawasan sekolah didominasi batu dan pasir, Johri menilai potensi pertanian di Sembalun tetap sangat besar karena iklimnya mendukung pertumbuhan hampir semua jenis tanaman.
“Potensi pertanian di Sembalun sangat luar biasa. Hampir semua varietas tanaman dapat tumbuh dengan baik. Karena itu kami siap mendukung program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu pengendalian inflasi melalui gerakan tanam cabai,” tegasnya. (bul)






